REVIEW The Unbroken Vow + GIVEAWAY

unbroken 1

Semua orang mengalami masalah, karena begitulah hidup. Selama kita bernapas, masalah akan selalu ada. Intinya, kamu akan memakai kacamata apa dan bagaimana kamu menyikapinya. (hlm. 216)

IVY. Selama ini, hubungannya dengan Ethan ibarat sepasang sepatu tua. Meskipun telah usang dan rusak tetapi masih bisa dipakai sehari-hari dan nyaman untuk berjalan. Namun, sejak kedatangan Sally, Ivy seperti mendapat sepatu baru. Butuh penyesuaian untuk mendapatkan kenyamanan seperti sebelumnya. Rasa sakit yang menjalar saat pertama kali sepatu itu digunakan, bahkan lecet di beberapa tempat, mirip dengan apa yang terjadi di hidupnya sekarang.

ETHAN. Sekilas memang dia adalah laki-laki idaman. Dia mau memasak saat Ivy tidak enak badan demi membuatkan ayam goreng mentega dan cumi goreng tepung kesukaan Cindy, anak mereka. Sebelum tidur, biasanya Cindy meminta Daddy, panggilan Cindy untuk Ethan agar memeriksa kolong tempat tidurnya dan baru bisa tidur nyenyak. Membelikan Cindy atas permintaan anaknya itu jika pulang sekolah. Siapa sangka hati Ethan terbelah menjadi dua; untuk Ivy dan untuk Sally.

SALLY. Hati kecil Sally menjerit marah. Ia memang masih muda dan guru TK di sekolah Cindy, anak dari Ivy dan Ethan. Tetapi dirinya tidak pernah merebut Ethan dari Ivy. Sally memang mencintai Ethan, tetapi ia tidak pernah mengemis cinta itu karena Ethan juga menyukainya.

“Sally, kita semua membutuhkan waktu. Aku, kamu dan Ivy” (hlm. 94)

Tidak mudah membangun rumah tangga. Menuju gerbang pernikahan, kita tidak hanya mendampingi di saat suka, tapi juga saat susah. Ivy yang menikah muda dengan pekerjaan yang dilakoninya cukup cemerlang, harusnya bisa hidup sempurna dengan adanya Ethan dan Cindy yang memberikan warna pada hidupnya. Namun, takdir berkata lain. Banyak kerikil yang harus dihadapinya.

Beberapa sindiran halus dalam buku ini:

  1. Guru TK memang harus sayang anak. Beda dengan guru SMA, apalagi dosen. (hlm. 41)
  2. Jangan merasa nggak punya salah ya! (hlm. 103)
  3. Jangan mikir aneh-aneh deh. (hlm. 132)
  4. Nggak baik kalau bicara hal penting dengan perut kosong. (hlm. 141)
  5. Apa sih yang aku nggak ngertiin dari kamu? (hlm. 191)

Orang ketiga kerap menjadi isu utama bagi keretakan sebuah hubungan rumah tangga. Sally, sebagai pihak ketiga pun dianggap demikian. Tapi jika kita membacanya sampai pertengahan cerita, kita bisa melihat bahwa Sally sebenarnya tidak sepenuhnya salah.

Keretakan rumah tangga biasanya buah hasil keegoisan sepasang manusia yang terkadang melupakan imbasnya yaitu anak. Cindy adalah representasi dari anak yang harus menghadapi hidup seperti ini. Terkadang orangtua juga terkadang melupakan bahwa anak menanggung beban dan bisa menimbulkan rasa trauma di saat dewasa nanti. Di awal BAB 12 adalah salah satu bukti bahwa Cindy, meskipun anak-anak, sudah mampu mengingat kejadian atau menyimpan memori suatu peristiwa yang bisa menimbulkan rasa kecewa atau trauma terhadap orangtuanya.

Poin lebih dari buku ini adalah tema yang dianggap memang mainstream; orang ketiga. Tapi menariknya diangkat dari sisi yang berbeda. Suka dengan endingnya, menawarkan solusi. Selain itu, profesi yang dijalani baik Ivy, Ethan maupun Sally juga dipaparkan lumayan rinci. Kita bisa melihat bagaimana repotnya Ivy menjalani usaha bridal, atau Sally sebagai Guru TK yang saban hari harus pulang akhir sebelum siswanya pulang dan dijemput orangtuanya semua. Covernya yang meleleh ini bisa direpresentasikan secara ambigu; bisa dari sisi Ivy maupun sisi Sally.

Kisah yang disajikan tidak hanya dari sisi Ivy, tapi juga dari sisi Sally dan Ethan. Di awal-awal BAB, kita akan terkecoh dengan jalan ceritanya. Baru dimulai dari BAB 6, hubungan Ivy dan Ethan akan terkuak. Penasaran? Langsung berburu bukunya yaaa…😉

Keterangan Buku:

Judul                     : The Unbroken Vow

Penulis                 : Kezia Evi Wiadji

Desain cover      : Marcel A. W.

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : 2015

Tebal                     : 232 hlm.

ISBN                      : 978-602-03-1963-6

unbroken 2

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @KeziaEviWiadji. Jangan lupa share dengan hestek #GATheUnbrokenVow dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. LIKE FB Mbak Kezia Evi Wiadji

5. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikapa manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur?😀

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GATheUnbrokenVow yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GATheUnbrokenVow ini berlangsung tujuh hari saja: 17-23 September 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 24 September 2015.

Akan ada DUA PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

unbroken

54 thoughts on “REVIEW The Unbroken Vow + GIVEAWAY

  1. Nama: Debora Theresia Julyanti
    Twitter: @borde2707
    Kota/Tempat Tinggal: kota Medan, Sumatera Utara.

    Orang ketiga?
    Gue paling gak demen sama orang ketiga, apalagi kalo misalnya orang ketiga itu hadir didalam rumah tangga ortu gue.
    Waktu gue SMP kelas 3, hubungan ortu gue jd gak harmonis. Bokap ngira emak gue itu selingkuh. Gue sempet percaya gitu sama anggapan bokap gue (padahal knyataannya emak gue setia banget orangnya).
    Dalam hal ini, gue, pd saat itu mungkin seperti Cindy. Ngalamin trauma pertengkaran orang tua tp bedanya bokapnya dia yg selingkuh.
    Bokap gue pergi ninggalin kami entah kemana selama 4 tahun lebih dan itu tanpa kabar sm sekali.
    Gue marah sama diri sendiri, nganggap karna gue nakal makanya kedua orang tua gue pisah (bukan cerai, karna adat batak itu gak ada yg namanya perceraian apalg dia sudah mengucap sumpah di hadapan Tuhan).
    Gue gak sanggup, gue terus berdoa menurut kepercayaan yg gue anut selama 1,5 tahun spy bokap balik ke rumah. Nyokap sama sekali tdk pernah selingkuh dan tdk ada org ketiga dlm rumah tangga.
    Akhirnya 2 tahun lalu bokap pulang. Itu jawaban atas doa gue.

    Bukan gue doang yg hidupnya kyk gitu.
    Teman gue dr kecil juga mengalami yg lebih berat dr gue. Tp beneran emang ada orang ketiga diantara mama dan papanya.
    Mama nya udah berapa kali selingkuh dengan lain. Dan mamanya juga jd orang ketiga dlm rumah tangga orang lain, dan tak tahu malunya ia menikah lg dengan suami org lain yg anak”nya udah pada besar.

    Kesimpulan yg gue dapat dari sini, gue gk mau jd orang ketiga. Gue lebih baik mundur dr hubungan terlarang.
    Meskipun dia cinta gue dan gue cinta dia, gue tetep pada pendirian untuk MUNDUR.
    Gue gak mau byk hati yg trsakiti. Cukup gue yg sakit. Gue gak mau jd org yg egois dan perusak rumah tangga org lain.
    Kalo pernikahan itu dilecetkan pada perselingkuhan, mending dr awal gak usah nikah kalo mau cari wanita atau lelaki lain.
    Itu sama saja melanggar sumpah sehidup semati.
    Ucapan itu = Doa.
    Kasihan kalau yg sudh punya anak, apalagi masih butuh kasih sayang lengkap dr kedua orang tuanya. Gue yg mungkin berada ditengah keluarga kecil itu mesti tahu diri. Gue juga bukan wanita pertama yg ada disamping dia ketika dia berada di titik nol. Gue juga gak mau jadi api ketika sebuah keluarga sedang berada dalam problema.
    Yg trpenting “Jangan mencari kesempatan dlm kesempitan”.
    Dan menurut buku psikologi yg perna aku baca juga artikel di koran, anak-anak yg menjadi korban perceraian orang tua, atau istilah kerennya BROKEN HOME, dapat membuat anak hilang arah dan mencari jati dirinya lewat hal-hal negatif spt narkoba, free sex atau kenakalan remaja lainnya. Atau si anak jd pribadi pemurung, dingin, dan kurangnya interaksi terhadap lingkungan.

    Hahaha udah kayak seminar ya? Emang. Jyahahahah

    gue harap jangan mau jd orang ketiga, keempat atau kelima. Sudah pasti orang ketiga itu SETAN, nenek bilang itu berbahaya wakakakak
    huft, mungkin ini aja ya. Ini sudut pandang gue sebagai anak yg pernah merasakan broken home dan kegagalan dlm sekolah.
    Anggap aja ini CERPEN ato semacamnya. Gue cuma mau berbagi tentang apa yg gue rasa. Itu aja hem xD

  2. nama : pramestya
    akun twitter : @p_ambangsari
    kota tinggal : temanggung

    Aku mau mundur tanpa pernah maju kalau dia masih ada yg punya. Aku ga mau egois, ga mau dibalas sama orang lain kalau aku ngeganggu, aku juga tau dia punya hak memilih, dipilih dan hak bahagia.

    Karena aku orang luar, maka aku hanya punya hak untuk mencintai, dan berusaha tapi hakku itu dibatasi oleh hak dia.

  3. Nama : Puji Rahayu
    Twitter : @pujiraa
    Kota tinggal : Jepara

    Orang ketiga? Sebenernya menurut saya ga ada yang benar benar salah sama yang namanya orang ketiga, karna toh kita nggak bisa milih dengan siapa kita akan jatuh cinta. Tapi, setidaknya kita bisa memilih untuk mengikuti perasaan dengan menjadi orang ketiga atau mengikuti akal kita untuk tetap menjadi perempuan baik baik.
    Kalau saya pribadi jelas akan mundur bahkan sebelum semuanya dimulai. Saya tidak akan merendahkan diri saya untuk hanya mengikuti ‘cinta’ dan menjadi orang ketiga. Karna saya pun nggak mau hubungan saya nantinya dirusak oleh orang ketiga, dan lagipula saya percaya kok, hubungan yang dimulai dengan tidak baik akan berakhir juga dengan sama tidak baiknya.

  4. nama: Visca Apriliyanti
    twitter: @Visca_Apr
    kota: Belinyu
    jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikapa manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur?
    ” kalo saya tahu saya jadi orang ketiga dalam suatu hubungan, yah mending mundur teratur aja lah, dimana-mana orang ketiga itu jatuhnya ga baik kan. Kalo emang jodoh ga bakal kemana-mana”

  5. Nama : Ramadhanul Fitri Mardas
    Akun twitter : @ramadhan_rae
    Kota tinggal : Tangerang

    Jawaban :
    Aku perempuan, dan aku tahu gimana rasa sakitnya perempuan itu di duain.
    Jadi kalo aku jadi orang ketiga dalam suatu hubungan orang aku pasti akan mundur dengan amat-sangat teratur, bahkan sebelum benar-benar menjalin hubungan dengan orang itu dan merusak kebahagiaan orang lain. No no no~
    Selain itu jadi perusak hubungan orang lain juga dosa. So, nanti ga masuk surga deh😀 hihihi

  6. Nama : Ratnani
    Akun Twitter : @ratnaShinju2chi
    Kota : Jepara

    jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikap manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur?

    JIka aku jadi orang ketiga, aku akan memilih mundur teratur. Alasannya :
    1. Aku membayangin andai aku adalah wanita yang tak tahu-apa itu. Yang menjadi korban jika aku memaksakan egoku. Pasti sakit dan kecewa. Aku pun kalau diperlakukan seperti itu sedih. Jadi sebisa mungkin aku tidak ingin melakukan hal itu. Masak sesama wanita harus saling menyakiti. Masih banyak pria yang singgle, berharap ada satu dari mereka yang nanti bisa jadi jodohku.

    2. Ini juga penting, citra diri. Karena menjadi pihak ketiga, akan selalu dicap jelek dan sosok yang jahat, tidak memiliki hati. Walaupun pada dasarnya, kadang pandangan yang hanya menghakimi dari satu pihak tidak selalu benar. Nah, karena itu …, aku mencoba untuk menjaga nama baik yang orangtua berikan padaku. Jangan sampai hanya karena salah paham nama itu jadi tercoret. Dan pastinya orangtua akan kecewa.

    3. Hukum karma itu berlaku.
    Menjadi orang tiga, biasanya suatu saat akan dapat balasan juga, entah itu kembali pada diri sendiri langsung atau di masa depan yang tidak aku duga. Jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan. Menjaga diri agar tidak terjatuh dalam lubang itu. Hubungan yang mengakibatkan sauadara sesama–wanita sakit, biasanya tidak langgeng juga.

    So, daripada menjadi orang ketiga, lebih baik langsung deh mundur teratur. ^^Memulai hubungan dengan orang single aja. Jangan bermain api.

  7. nama : dewi novita yusri
    Twitter : @noviienz
    kota : jambi
    “jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikap manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur? ”

    Jawaban :
    Eemmm… Aku milih milih mundur teratur, karena terkadang orang yg selingkuh itu hanya bosan sesaat sama pasangannya dan apapun yang terjadi dia akan tetap memilih pasangannya yg pertama. Orang ketiga itu hanya sekadar ujian buat menguji seberapa besar cintanya kepada pasangannya sendiri. Jika aku memilih tetap maju pasti nantinya aku juga yang bakalan terluka sama seperti Sally yg pda akhirnya terluka. Menurutku, suatu saat nanti kalau kita menjadi orang ketiga diantara dua orang itu pasti akan dapat karma. Bukan hanya dosa dan hati yang tersakiti saja. Apalagi seperti kisannya Ivy dan ethan ada anak di antara mereka dan anak itu yg paling terluka antara dua orang itu dan orang ketiga. Itu aja sih mba menurutku… Semoga kali ini menang

  8. Nama: Prima
    Twitter: @primaditarahma
    Kota: Surabaya

    First, aku sepertinya bisa merasakan perasaan Cindy. Kebetulan orangtuaku berpisah – dan meskipun bukan karena orang ketiga – sakitnya tuh sampai sekarang.. But it’s a lesson of life, dan aku bersyukur hal itu menjadikan aku yang sekarang, semoga lebih dewasa daripada kedua orangtuaku saat itu.

    Nah, tentang pertanyaan “jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikapa manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur?” Ini juga ada ceritanya, hehehehe.
    Dulu, aku sempat menghina-hina orang ketiga karena kebetulan aku pernah diputusin sama pacar, dan tiga hari kemudian dia udah jadian gituuu. Emang sih si pacar barunya mantan pacarku itu ga officially jadi orang ketiga dalam hubungan kami, tapi tetep aja nggondok banget rasanya – apalagi setelah tahu mereka udah sering jalan di belakangku (not literally though) sejak kami masih pacaran. Lucunya, si cewek itu kemudian diputusin sama mantan pacarku karena mantan pacarku itu selingkuh lagi, ya Tuhan… dan sekarang si lelaki itu akan menikah dengan cewek yang jadi orang ketiga dalam hubungan dia dengan mantan pacarnya (bukan aku, tapi mantan pacarnya yang kedua). Ribet? Iyes, tapi gara-gara kejadian ini, kemudian aku berpikir KALAU JODOH EMANG GA KEMANA. dan perjalanan mencari cinta sejati itu panjaaang dan ribet, kadang ‘terpaksa’ harus menyakiti orang lain #yakali

    Masalah pertamaaaaa, posisiku saat ini hampir jadi orang ketiga, hahahahahaha. Aku kayaknya karma sama omonganku sendiri deh, hiks. Kenapa hampir? Soalnya antara si lelaki dan aku belum meresmikan hubungan ini. Berhubung kami juga long distance, so I hope it will not be counted as an affair. Meski yaaa, perasaannya pasti tetap ada.. Lagi berusaha move on, tapi tentunya ga semudah membalikkan telapak tangan.

    Masalah kedua, aku sendiri ngerasa itu salah, tapi gimana dong. Kalau mau jujur sih, yang salah bukan aku sendiri, tapi cowoknya juga kok ngasih harapan (yah, baper). Yang ga enak, aku juga ‘pengertian’, misal si lelaki lagi sama pacarnya, ya aku diem, ga bakal ngehubungin. Tapi pernah juga pas lagi chat, si lelaki bilang “aku lagi nunggu pacarku nih, kamu lagi apa?” JADI AKU KUDU GIMANAAAAA. #tsurhatabis

    Masalah ketiganya, kayaknya memang kami berdua stuck gitu. Dia ngerasa aku bisa memberikan apa yang ga pacarnya berikan, tapiii untuk mutusin pacarnya itu, dia belum berani. Emang ngeselin sih, tapi aku juga ngerasa dia, dengan segala apa yang ia miliki, sesuai dengan yang aku inginkan. My type banget deh.

    Nah, sebelum jawaban ini menjadi blog post dalam blog post (:p), pada akhirnya aku sangat menyarankan para perempuan untuk menghindari lelaki berpacar atau beristri. It’s seriously makan hati, dan kalau hubungan si lelaki dan pasangannya berakhir, percayalah, tidak akan ada yang memuji kamu atas pencapaian kamu ‘memiliki’ si lelaki. Dan belum tentu juga dia bakal bersama denganmu setelah mereka putus. So, no no no for being the third person.

    Dan selain doakan saya untuk menangin buku ini, doakan agar saya bisa segera berhenti berhubungan dengan si lelaki itu yaaaaa. Saya juga ingin ‘kembali ke jalan yang benar’ nih, huhuhu.

    Thank youuu, mbak Luckty!

  9. Nama : Mukhammad Maimun Ridlo
    akun Twitter : @MukhammadMaimun
    Kota : Sleman

    Menjadi orang ketiga memang menyakitkan. Meskipun kita berusaha menampakkan raut muka bahagia kita di depan dia yang kita suka, tetap ada kepedihan yang kita tidak tampakkan padanya. Apalagi di saat melihat dia seang bermesraaan atau paling tidak berduaan dengan pacarnya. luka mengoyak hati dan getaran tidak enak akan mendesir di hati kita.
    Tapi menjadi orang ketiga juga menyenangkan karena kita masih punya harapan meski mungkin cuma palsu.
    Selama masih bisa membuktikan kalau kita bisa lebih baik daripada pasangannya, menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan bukanlah suatu kesalahan.

  10. Nama : Sri izawati
    Akun twitter : @chili_ii
    Kota : padang

    Jika saya jadi orang ketiga, saya akan mundur teratur. Mengapa karena saya tidak mau dianggap sebagai wanita yang tidak punya perasaan. Walaupun nanti saya akan terluka atau tertekan dengan mematikan perasaan yang saya rasakan. Karena memang itu adalah pilihan yang terbaik untuk semuanya. Kalau soal perasaan saya , saya yakin akan membaik dan terobati seiring waktu. Pastinya seberapa pun saya bersedih tidak akan sebanding dengan luka yang dirasakan oleh perempuan yang saya rebut pasangannya.

  11. NAma : Fiu
    twitter : @esfiu
    Domisili : Jakarta

    Jawaban:
    Langkah awal yg aku pilih yaitu mundur, karena mundur bkn brrti menyerah, bkn brrti tdk memperjuangkan hbungan yg sdh ada. Tpi ini adalah cara terbaik sekaligus untuk intropeksi diri, dan tidk terkesan menang ego. dalam artian mundur selangkah karena akan maju dalam bbrp langkah sekaligus.

  12. Nama: Nadia Puspaningtyas A.
    Akun twitter: @Nadia48nafla
    Kota tinggal: Surakarta

    Orang ketiga?
    ketika mendengar perkataan tentang itu, pasti kebanyakan berfikir negatif tentang hal itu, tapi sebenarnya tidak sepenuhnya negatif. Orang yang jadi “orang ketiga” tidak sepenuhnya juga ingin jadi orang ketiga. Menurut aku, orang ketiga itu seseorang yang cinta tapi munculnya perasaan cinta itu yang tidak tepat.

    Aku sendiri pilih mundur teratur, soalnya misal dalam hubungan aku ada orang ketiga pasti rasanya nggak karuan, balik lagi kalau jadi orang ketiga itu pasti ada pihak yang tidak suka atau tersakiti, jadi saling merasakan ajalah walaupun jadi orang ketiga itu bukan mauku tapi cinta yang kadang jadi alasan dibalik itu.
    Lagi pula kalau diterusin, nanti image dimata orang lain dipandang buruk, perusak hubungan, dll. Apalagi kalau di suatu rumah tangga, beuh imagenya itu ya seperti itu….
    Kalaupun benar-benar cinta tapi dianya sudah ada yang punya, bisa kok cuma jadi teman walaupun harus memendam segala perasaan yang menyakitkan.

  13. Anis Antika
    @AntikaAnis
    Surabaya

    Kalau aku bakal mundur. Gila aja, aku sendiri nggak mau ada orang ketiga masuk ke hubunganku, gimana bisa aku jadi orang ketiga coba. Aku mau cari kebahagiaanku sendiri, tanpa ngerebut kebahagiaan orang lain. Kalau situasinya aku sama-sama cinta dengan cowok itu pun, aku akan tetap mundur. Apa pun alasannya dan sebaik apa pun dia, yang namanya orang ketiga buatku tetaplah pihak paling bersalah. Toh kalau emang kami jodoh, kami juga bakal bersatu. Sesakit apa pun perasaanku, sesedih apa pun aku, aku nggak mau bikin cewek lain nangis cuma buat kebahagiaan aku.

  14. Nama : Eka Sulistiana
    Twitter : @ekasulistiana24
    Kota Tinggal : Palembang
    Jawaban :
    Jika saya menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, maka saya akan memilih untuk mundur. Karena, banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh kedatangan orang ketiga. Orang ketiga seringkali menjadi alasan atas kandasnya suatu hubungan yang tengah dijalani seseorang. Sebesar apapun rasa sayang dan cinta kita terhadap orang tersebut, apabila ia telah memliki pasangan lain, lebih baik kita mengalah saja. Kita mundur secara teratur. Mengalah dan mundur bukan berarti kita menyerah dan berhenti memperjuangkan cinta kita. Ketika kita mundur, bisa jadi itu adalah saat-saat yang baik dimana kita harus berusaha membenahi diri agar mendapatkan pasangan lain yang memang layak dan pantas untuk kita miliki. Mundur adalah jalan terbaik yang harus kita pilih jika kita tidak ingin melihat banyak orang yang tersakiti, termasuk orang yang kita cintai itu. Turut bahagia ketika melihat ia tersenyum bahagia bersama pasangannya, adalah salah satu bukti bahwa cinta kita padanya memang benar-benar tulus. Serahkan semuanya kepada Tuhan. Tuhan tahu yang terbaik untuk hambaNya. Suatu saat, kita pasti akan bertemu dengan cinta sejati kita dan memilikinya secara utuh, tanpa harus menjadi orang ketiga.

  15. Nama : Asna veronika
    Twitter : @Asna_Veronika
    Kota Tinggal : Jakarta
    Jawaban :
    Jika saya menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, maka saya akan memilih untuk maju, karena menurut saya, belum tentu juga orang ketiga adalah pengemis cinta, jika memang lelaki itu adalah cinta sejati saya dan sebaliknya dia juga seperti itu. Karena banyak yang berumah tangga yang tidak berlandaskan cinta, atau sering karena paksaan, untuk apa dilanjutkan jika tidak ada kebahagiaan diantara mereka dan ternyata kebahagiaan lelaki itu ada pada saya kenapa tidak untuk maju. Semua manusia berhak menemukan kebahagiaannya, tanpa ada unsur paksaan, sebelum menyesal. Akan tetapi jika lelaki itu sudah mempunyai anak seperti yang ada pada cerita diatas, saya akan berusaha untuk mendekatkan diri pada anaknya, menjadikan anaknya seperti anak sendiri. Menurut saya tidak selamanya orang ketiga perusak, bisa jadi prang ketiga adalah korban atau kebahagiaan yang ditunda. Tks

  16. Nama : yaumul
    Akun Twitter : @Muthyelf_
    Kota Tinggal : Bekasi

    “Pihak Ketiga itu Pihak Salah tempat, salah pada dimana ia menetap dan itu bisa mencakup segala sisi”

    dan jawaban aku lebih memilih mundur secara teratur😀 .

  17. Nama : izzaty
    akun twitter : @izzaty2011
    kota tinggal : jogja

    what? pihak ketiga?
    entahlah, yang pasti aku akan melihat reaksi kedua belah pihak. jika oke, maju. jika tidak, stop. kita mencari kebahagiaan diri sendiri, dan juga orang lain. berdiam, lalu melangkah. pergi. menemukan kebahagiaan kita sendiri tanpa harus merusak dongeng orang lain.

  18. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503
    Palembang

    Jadi orang ketiga ya, ngak masalah sih. selama bukan aku yang menyebabkannya. Maksudnya bukan aku yang tiba-tiba nongol ganguin pacar orang. Kalau memang cowoknya yang duluan sih it’s okay. Itu pasti ada masalah tersendiri kenapa dia buat aku hadir dihubungannya. Lagian kita tidak tahu jodoh kan. Siapa tau memang aku jodohnya. Asal hubungannya masih status pacaran ya, bukan pasutri. kalau diantara pasutri sih, aku memilih mengalah. bayangkan bagaimana jika nanti kehidupanku seperti itu nantinya. aku tidak mau.

  19. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Domisili : Medan

    Jika saya menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, saya lebih memilih mundur teratur daripada merusak hubungan orang meski sebenarnya kita gak ada niatan sama sekali untuk mengganggu ataupun merusak hubungan orang.
    Karena saya percaya “apa yang kau lakukan pada orang lain, suatu saat akan berbalik padamu”. Jadi, sebisa mungkin saya gak mau jadi “perusak” karena saya tau gimana sakit nya cemburu, diselingkuhin dan ditinggalin hanya karena orang ketiga… eaaaa curcol :V

  20. nama: aulia
    twitter: @nunaalia
    kota: Serang

    Aku berharap gak akan pernah menjadi orang ketiga. Selama ini aku selalu menghindari berhubungan dengan pria yang sudah memiliki pasangan. Aku gak mau menyakiti sesama wanita. Klise ya? Tapi memang itu prinsipku. Aku gak mau disakiti orang lain, karena itu aku berusaha untuk tidak menyakiti orang lain juga.
    Jadi kalau aku tahu aku ternyata jadi orang ketiga, aku memilih mundur teratur, semua demi kebaikan orang lain juga kenyamanan hatiku sendiri.

  21. Nama: Asti Yuliana
    Twitter: @astiyuliana05
    Domisili: Mataram

    “Kalau” saya jadi orang ketiga ya? Karena saya tipe orang yang nggak tegaan, jadi saya memilih mundur teratur. Kenapa? Selain karena nggak tegaan, saya jg bukan tipe orang yang nggak berani ngambil resiko. Beban yg dipikul sebagai penyandang gelar “orang ketiga” itu lho berat banget.
    Saya juga akan memposisikan diri saya sebagai orang yang “diduakan” tersebut, betapa sakitnya ketika orang yang kita anggap pusat kebahagiaan malah memilih untuk memberikan kesempatan pada yang lain untuk menempati posisi kita.
    Mengapa harus mengambil kebahagiaan orang lain, ketika kita bisa memilih untuk mencari kebahagiaan yang lain.
    Ribet! Semoga saya tidak pernah menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain deh ya.

  22. Nama: Leny H
    twitter: @Lenny66677291
    kota: rantau kalsel
    mundur teratur. Karena yg namanya menjd orang ketiga itu sangat tdk baik dan perbuatan itu jg dosa.pasti nanti ada ganjarannya. Jd lbh baik mundur. Apalagi misalkn org tsb sdh punya anak,kan nanti kasihan anaknya dan itu pasti berakibat buruk utk sang anak,dan membuat sang anak menjd trauma. Jd lbh baik mundur. Siapa tahu kan memang bukan jodohnya. Mending cari yg lain,kn msh byk yg lain yg lbh baik.

  23. Nama : Fatoni Prabowo Habibi
    Twitter : @fathisme009
    Kota : Pekalongan, Jateng.

    Tentu, saat saya tahu ternyata menjadi orang ketiga. Saya memutuskan mundur teratur. Selain, hal ini menjadikan permusuhan karena mengambil/merebut kekasih orang lain. Masalah serupa sangat tidak dianjurkan Agama. Terutama Agama Islam, seperti Hadist Nabi yang menyebut bilamana seseorang telah terikat dg saudara kita, maka hendaknya kita tidak mendekatinya untuk melamar/menikahinya. Dan bila hal ini tidak diindahkan, maka Allah akan melaknat hambanya. Itu secara Agama. Tentu, dalam pandangan sosial juga hal ini sejalan. Karena, dapat menimbulkan percekcokan yang berakibat fatal dan negatif.

  24. Nama: Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Kota: Malang

    uhuk, pertanyaannya bikin baper keinget sesuatu di masa lalu :’)
    kalo aku sih milih mundur teratur. aku gak mau merusak hubungan orang. aku juga percaya karma itu ada. kalo misal kita merebut kekasih orang, mungkin suatu hari nanti kekasihku yang akan direbut cewek lain. aku gak mau itu kejadian. jadi mending dilepaskan. toh cowok di dunia juga masih banyak yang single🙂

  25. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Kota : Balikpapan

    Wah, jadi orang ketiga ya ?
    Pastinya mundur teratur lah, kalau kita punya barang yang kita sayangi dan mau direbut orang aja kita pasti marah apalagi soal orang yang kita sayang ? Secinta atau sesayang apapun kalau sudah milik orang lain ya kita gak berhak untuk merebutnya, kecuali kalau suatu saat orang tersebut sudah sendiri nah baru tuh kita boleh berharap buat memilikinya, kalau masih punya orang lain mah kita cuma boleh memandang dan memimpikannya ….

  26. Nama : Musdalifah Putri
    Akun twitter : @MusdalifahYeaa
    Kota tinggal : Tangerang Selatan

    Gini.. Berhubung urat malu saya belum putus—dan mungkin ga akan putus—saya akan pilih mundur teratur jika mrnjadi orang ketiga. Jadi orang ketiga itu ga baik dan pasti akan dinilai jelek di mata orang lain. Pasti kalau kita jadi orang ketiga, lalu beberapa saat kemudian punya pasangan, dan dalam hubungan tersebut ada orang ketiga kita pun ga akan rela & kemungkinan sakit hati. Sesama manusia tidak boleh saling menyakiti. Toh nanti juga kita akan punya pasangan. Ingat, cinta itu tau jalan pulang🙂

  27. Nama: Fitriana N
    Twitter: @sandaljepitt
    Kota Tinggal: Cirebon

    Bila menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan aku akan mundur. Aku percaya dengan karma, apa yang kita tanam maka itu yang akan kita petik. Dalam bersosialisasi dengan lawan jenis pun aku juga berhati-hati, terutama dengan yang sudah berkeluarga. Apalagi aku bekerja di bidang yang terkenal dengan ‘perselingkuhan’ karena karyawannya kebanyakan tinggal jauh dari keluarga dan sering pindah-pindah lokasi. Kadang niat baik kita yang hanya sekedar ingin berbuat baik kepada orang lain bisa saja disalahartikan. Pernah kejadian di aku. Salah satu bos ada yang modus ke aku dulu pas masih baru-baru kerja, baik dan perhatian. Hal itu kuartikan bahwa dia adalah atasan yang pengertian kepada bawahan, namun ternyata si bos punya maksud lain. Aku mulai menghindar, sebisa mungkin gak berhubungan dengannya kecuali urusan pekerjaan (kalau pekerjaan yang dikasih bisa dikerjakan yang lain maka akan langsung kuforward ke yang lain :D). Imbasnya, aku didiemin berhari-hari. Tapi gak apa-apa karena kerjaanku jadi berkurang dan setelah itu bebas dari urusan hati :)).

  28. Nama : Q. Puspa Dewi
    Twitter : @pusspaa_
    Kota : Yogyakarta

    Nggak pernah kepikiran ataupun pengen jadi orang ke 3 dalam hubungan orang lain dan semoga jangan sampai terjadi ya kak Aamiin. Tapi kalau keadaan yang membawaku dalam sistuasi itu pastinya aku bakalan ambil sikap mundur teratur. Apalagi kalau situasinya seperti dalam The Unbroken Vow ini di mana lelakinya sudah memiliki pasangan yang sah dan anak. Walaupun aku suka sama lelaki itu dan lelaki itu juga menyukaiku, tapi aku juga menempatkan diriku di posisi istrinya yang pasti tidak akan rela jika suaminya berbagi cinta dengan wanita lain.
    Bagaimana dengan perasaanku? tenang saja, rasa suka itu hadir disebabkan berbagai faktor, kalau faktor-faktor itu hilang perasaan itu juga bisa turut hilang lagipula suka dalam definisiku tidak boleh memaksa.
    So, Hubungan yang baik itu tidak pernah dimulai dengan menghancurkan hubungan orang lain kan?

  29. Nama : Velika Natalia
    Twitter : @VelikaNatalia
    Domisili : Semarang’an aja…

    Menjadi orang ketiga dan tahu dipertengahan saya akan memutusan untuk mundur teratur. Sebabnya tidak menutup kemungkinan akan ada orang ke’empat. Logikanya dia bisa suka sama saya padahal sudah memiliki. Andai beso terjadi hal serupa dan muncul orang ke’empat siapa yang harus disalahin? Karna saya tahu dimasalalunya saya adalah orang ketinga. Menghindari hal tersebut lebih baik mulai mundur teratur.
    Bicara hal aga nyleneh, mungkin sebagian orang tidak diperbolehkan meyakininya. Tapi menurut saya Karma itu ada dan saya ga mau itu menimpa anak saya. Prinsip saya jalani hidup yang baik-baik aja maka smua akan berjalan dengan baik.

    TerimaKasih
    #GATheUnbrokenVow

  30. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali

    Kalau aku menjadi orang ketiga dalam suatu hubungan, maka aku memutuskan untuk mundur teratur begitu aku mengetahuinya. Bagaimanapun, hati akan terlalu sesak jika ditempati oleh lebih dari satu orang. Demi menjaga perasaan dan citra diri, aku akan mundur. Dia juga punya perasaan dengan wanita lain, aku juga pasti akan memahami bagaimana perasaannya sebagai sesama perempuan. Aku percaya pada hukum karma, ketika kita menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain bukan tidak mungkin jika nantinya akan ada orang ketiga dalam hubunganku.
    Awalnya memang akan sangat berat, tapi jika memang aku berjodoh dengan dia pasti akan ada hal yang memisahkan dia dengan pacarnya sekarang. Lalu kembali lagi bersamaku. Meski aku harus ekstra waspada, ketika dia pernah menyimpan perasaannya bagi orang lain, mungkin saja dia akan melakukan hal itu lagi selagi dia mampu.

  31. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Kota Tinggal : Jakarta

    Sikap yang aku pilih adalah mundur teratur. Sebab hal ini pernah aku alamin, dan aku berada diposisi orang ketiganya. Ya seperti yang aku katakan, yang aku lakuin pada saat itu adalah lebih baik mundur. Karena aku tipe orang yang tidak ingin menambah-nambah masalah baru. Ribet, pusing, stres nanti yang ada. Meskipun rasanya teriris-teriris gimana gitu, tapi buatku itu yang tNama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Kota Tinggal : Jakarta

    Sikap yang aku pilih adalah mundur teratur. Sebab hal ini pernah aku alamin, dan aku berada diposisi orang ketiganya. Ya seperti yang aku katakan, yang aku lakuin pada saat itu adalah lebih baik mundur. Karena aku tipe orang yang tidak ingin menambah-nambah masalah baru. Ribet, pusing, stres nanti yang ada. Meskipun rasanya teriris-teriris gimana gitu, tapi buatku itu yang terbaik untuk semuanya.

  32. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Kota: Palembang

    Mundur teratur. Menjadi orang ketiga itu bagiku sudah keputusan yang salah. Seperti menyerobot di antara 2 kursi yang sudah ditempati oleh 2 orang. Meski pun aku sudah menyadari enaknya posisi jadi orang ke-3 melalui novel Good Fight yang mengatakan:

    “Orang-orang yang memutuskan menjadi orang ketiga nggak melulu adalah korban. Bisa jadi dia melakukan itu justru karena mau enaknya aja, nggak pengin merasakan susahnya menjalin komitmen. Dengan menjadi orang ketiga, orang itu otomatis seperti punya kartu as: kapan pun dia mau, dia bisa keluar dari hubungan itu.” — Sesa (halaman 379)

    Ya, bener juga sih, tapi untungnya aku orang yang cukup tahu diri. Siapa yang dipilihnya duluan, posisiku ini di mana, dan aku ini sebagai apa? Kemungkinan untuk ditinggalkan jauh lebih besar daripada dipilih karena akan ada banyak suara yang berperan dari pihak keluarganya. Daripada aku harus lebih banyak menanggung malu ke depannya, lebih aku mundur.

    Analoginya, masih banyak ikan di lautan. Bahkan bisa saja aku mendapatkan sebuah mutiara yang jauh lebih berharga jika aku menyelam lebih dalam. Dibanding bertahan sama ikan lele kayak dia yang kutemukan di empang dan hampir digoreng oleh mamang restoran di pinggir jalan kan…😄

  33. Nama : Novalita Chaesaroh
    Akun Twitter : @chaesaropha
    Kota : Jakarta

    Jika saya hadir dalam suatu hubungan menjadi orang ketiga saya lebih memilih mundur teratur apalagi hubungan tersebut adalah penikahan yang terikat janji pada Tuhan. Saya seorang perempuan dan saya tahu rasanya diduakan, tidak mengenakan hati saat kita mencintai seseorang yang sudah lama berjuang bersama lalu diganggu oleh orang baru yang hadir dalam hubungan kami. Saya tidak mau menyakiti hati perempuan lain yang hubungannya saya datangi, dengan alasan apapun menjadi pihak ketiga adalah perbuatan yang salah apalagi sampai benar-benar merusak hubungan tersebut, memanfaatkan keretakan suatu hubungan untuk mengambil apa yang masih menjadi milik orang lain. Mundur teratur adalah pilihan terbaik karena saya percaya Tuhan menciptakan umatnya untuk hidup berpasang-pasangan🙂

  34. Nama : Evi Dwi Puspitasari
    Twitter : @littleephie
    Alamat : Sidoarjo

    “Jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikap manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur? ”

    Aku benci menjadi orang ketiga. Tapi ini jika loh ya, aku memilih mundur teratur. Bukannya mau bersikap sok baik, tapi mau mesti gimana lagi. Meneruskan hubungan diam-diam, takut ketahuan, nggak mau lah. Ibaratnya, jadi orang ketiga udah selingkuh, backstreet pula. sudah dosa, menanggung malu pula. Aku percaya karma. Kalau kita jadi perusak hubungan pasangan, suatu saat nanti kita akan merasakan hal yang sama.
    Bukan salah jika kita mencintai seseorang yang sudah punya pasangan. Yang salah jika kita mencoba merusak hubungan itu dengan menjadi orang ketiga. Alangkah baiknya jika kita memendam rasa cinta itu. Mereka sudah berjodoh. Jadi jangan mengganggu. Percayalah, jodoh kita menunggu di luar. Menunggu kita membuka hati.
    Sudah hafalkan dengan istilah “Cinta butuh pengorbanan” dan “Cinta tak harus memiliki”. nah, apa salahnya kalau menerapkan kedua istilah itu buat diri kita sendiri. Mundur dengan teratur, perlahan melepaskannya, buka hati kepada yang lain, maka seiring berjalannya waktu perasaan itu akan hilang. Mungkin tidak sepenuhnya, tapi setidaknya berkurang. Dengan begitu tidak akan ada patah hati. Justru, berbahagialah melihat dia -cinta masa lalu itu- bahagia dengan pasangannya sendiri. Dan berbanggalah diri karena berhasil untuk tak menjadi orang ketiga.

  35. Nama : yanti
    twitter : https://twitter.com/NelyRyanti
    Kota : Depok, Jawa barat
    “jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikap manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur?

    Orang ketiga, selalu identik dengan pihak yang disalahkan…padahal tidak semua salah, bisa jadi dia hanya korban atas permasalahan dari kedua pasangan. Tidak selamanya hubungan antara pasangan kekasih atau suami istri itu lancar/harmonis, ada kalanya juga memiliki masalah. Dan ada satu masa dia membutuhkan orang lain untuk bertahan dan berjuang, biasanya muncul pihak ketiga. Ketika akhirnya pihak ketiga ini juga jatuh cinta terhadap salah satu pasangan tersebut, maka keadaan menjadi ribet. Dan seandainya saya di pihak ketiga tersebut, saya tetap akan meneruskan hubungan ini selama si laki-laki tersebut juga mencintai kita. Meskipun harus menyadari bahwa suatu saat laki-laki itu akan menentukan pilihan, apakah tetap bertahan dengan pasanganya atau memilih saya sebagai pihak ketiga.
    Bagi saya, cinta itu perlu di perjuangkan,…dan takdirlah yang akan menentukan. Karena ketika saya mundur, belum tentu juga hubungan pasangan tersebut akan kembali baik. Seandainya memang ikatan cinta mereka kokoh, tidak akan mudah tergoyahkan oleh pihak ketiga.
    Bukan berarti saya tidak punya hati, tetapi kadang kita harus mempunyai keberanian lebih untuk mendapatkan kebahagiaan

  36. nama : Umi Marfa | twitter : umimarfa | Domisili : Purwokerto

    Nggak suruh ada alasan kan? Hihihi, mundur teratur aja, simple as that, sepakat untuk tak menyakiti dirisendiri dan orang lain🙂

  37. nama : Muhammad Ichsan
    akun twitter : @ichsan_kaira
    kota tinggal : Bogor

    Orang ketiga didalam sebuah hubungan terkadang hal yang tidak bisa duga datangnya, dia datang tiba-tiba saat kita sedang menjalanin hubungan dengan seorang yang kita cintai. dia terkadang melakukan bermcam cara agar seorang yang kita cintai itu membenci kita mau tidak mau kehidupan yang awalnya manis berubah menjadi pahit gara-gara kedatangan orang ketiga.

    Jika aku menjadi orang ketiga, sikap yang aku pilih adalah mundur teratur tidak baik merusak hubungan orang lain, lebih baik cari seseorang yang mencitai kita secara tulus daripada kita menjadi orang ketiga yang akan membawa banyak petaka.

  38. Nama: Rika Awanti
    Twitter: @rikaaawan
    Asal Kota: Bogor

    Kalau aku jadi orang ketiga ya… hm.
    Sebenarnya gini, itu semua benar-brnar bisa diukur dari seberapa besar rasa kita ada pacar orang. Aku pernah seperti itu, terhadap mantanku yang sudah memiliki pacar. Tetapi dengan tegas, dia menolak bahwa yang kini dia sayang ya cuma pacarnya itu. Tetapi dengan tegas juga, aku bilang “ini perasaan aku, yang tumbuh tanpa izin. Jadi kamu mau nyalahin hati aku karena masih sayang sama kamu?” Dan setelah itu dia diam dan tidak mengubris lagi usaha-usahaku untuk bikin dia putus sama pacarnya.

    Kemudian sialnya, 2 minggu setelah aksiku, mereka benar-benar putus dan aku tak berminat lagi sama dia. Dan saat aku punya pacar, si mantan itu yang kini jd orang ketiga di hubunganku. Dan aku tahu pasti, bagaimana perasaan mantan pacarnha dia iyu, karena aku juga merasakannya.

    Dan skrg, jika aku berada dalam posisi tersebut lagi, aku akan mundur secara sangat teramat teratur, memberitabu bahwa perasaan sial ini bukan aku yang minga untuk berkembang. Jadi jangan salahkan aku, dan aku akan menjauhi mereka. Tak peduli seberapa besar perasaannya, aku harus tetap mundur. Karena aku tahu pasti rasanya diganggu orang ketiva itu tidak enak, apalagi menjadi orang ketiga dihubungan orang lain. Ada suatu situasi yang membuat kita akan benar-benar jijik dengan diri kita sendiri.

  39. Nama : Fita
    Twitter : @fitania09
    Domisili : Malang

    Kalau aku jadi orang ke tiga, lebih baik mundur teratur. Alasan ini aku ambil lantaran hubunganku kandas karena orang ke tiga. Jadi aku gak mau kalau ngerusak dan menjadi duri dalam hubungan orang lain. Pasti cewek yang bakal aku sakiti juga sama sakitnya dengan apa yang pernah aku rasakan jika saja aku memilih untuk menerusknnya. Lebih baik memilih jalan kebaikan meski sulit daripada jalan yang tidak benar. Yakin saja suatu saat ada seorang pria single yang bakal menjadi jodohku🙂

  40. Nama : Regina
    Twitter : @inase_michaelis
    Domisili : Sidoarjo

    Ehm, maaf sbelumnya kalo jawabanku agak panjang ato emang kepanjangan ya kak, gak niat ceramah kok hehe.
    Kalo menyangkut masalah hubungan sering dilema dan serba salah. Biasanya sering ngalamin dimana hati sama otak tuh istilahnya ‘berantem’. Yang otak sudah tau itu nggak bener ato nggak ngasih apa2 dan bikin bahagia, tapi hatinya bener2 nggak bisa dan susah banget buat stop ngelakuin ato ngerasain hal-hal dalam hubungan itu.
    Jadi menurutku, jadi orang ketiga emang salah banget. Sangat diwajibkan untuk mundur teratur, itu pasti yang dipikirin dan diharepin siapapun.
    Tapi itu dari sudut pandang si otak, nah kalo sudut pandang si hati ini yang paling susah dikontrol dan bikin banyak orang terjerumus ato jadi bikin diri sendiri sakit. Hati kalo udah terlanjur sayang&cinta, bakal susah banget ngejauhin dan bahkan mustahil bisa ngelupain pasangannya dalam waktu cepat. Godaannya makin nambah buat nggak move on kalo pasangan yg masih jalan bareng sama pacarnya yg satu lagi ini ngedeket mulu dan masih niat hubungan sama orang ketiga ini, alias saya.
    Manusia pasti punya sisi baik dan buruk kan, gak selamanya bisa nurutin sisi baik, jadi intinya jawaban saya: Berusaha keras buat mundur teratur, terutama kalau si cowok lebih niat sama pacarnya yg lain daripada saya. Tapi kalau kasusnya sudah lebih dari 3 kali saya nolak dan cuekin dia tapi cowok ini masih ngedeket dan lebih niat hubungan sama saya, saya bakal nerusin hubungan dgn berusaha keras gak nyakitin pacarnya yang lain.

  41. Nama: FandaRosa
    Twitter: @FandaRosa
    Domisili: Lamongan,Jatim.

    Orang ketiga? Kalau aku jadi orang ketiga, aku gak akan merusak hubungan orang yanv udah terlanjur bahagia sama pasangannya. Aku akan coba move on. Kalau mau ikhlas jodoh gak bakal kemana kok. Pasti deh dapet ganti yang lebih baik. Kalau masih punya hati nurani kamu pasti ga tega deh ngerusak hubungan orang lain. Coba difikir kalau kamu diposisi pasangan tersebut dan disisipi orang ketiga. Apalagi pasangan yang udah menikah. Hubungan pasangan ketiga bakal nggak harmonis kalau gak dibarengi dengan mental iman yang kuat. Kalau sudah begini pihak yang jadi korban siapa yang paling terpukul? Pasti anaknya. Karena aku mengalami hal semacam ini, menjadi anak broken home gara2 orang ketiga di pernikahan ortu. Tapi mau gimana lagi,..orang ketiga lebih mengalahkan segalanya daripada aku.

  42. Nama : Wening Purbawati
    Twitter : @dabelyuphi
    Domisili : Kab. Semarang

    kalo misal jadi orang ketiga dalam sebuah hubungan sih lebih baik aku mundur teratur saja. orang ketiga itu biasanya identik dengan hal-hal yang jelek, jadi aku nggak mau jadi pihak yang nantinya menyebabkan rusaknya suatu hubungan. terlebih aku percaya karma itu berlaku. aku nggak mau kelak ada orang ketiga juga yang hadir dalam kehidupanku.

  43. Nama: Nila Faizatun Nikmah
    Twitter: @nila_nfaiza
    Domisili: Semarang

    Kalau aku menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, aku bakal mundur teratur. Aku gak suka main api dan gak bakal mau jadi orang ketiga. Kenapa? Berpikir rasional aja, karena nanti ujung-ujungnya orang ketiga bakal sakit hati sendiri dan sebelum resmi menjalin hubungan malah nyakitin hati orang lain duluan. Masih banyak kok cowok single yg mau nerima kita apa adanya tanpa menyakiti pihak-pihak lain. Dan aku paling males kalo punya masalah sama cewek, meskipun aku juga cewek. Cewek kalo ngamuk itu lebih nyeremin daripada cowok. Jadi hati-hati para cowok, kalo mau main belakang, urus dulu yang di depan.

  44. Nama : Ken
    Twitter : @orion____
    Domisili : Tulungagung, Jawa Timur
    Follow Blog via : WordPress
    Like FB Kezia via : Ken Duanolsatu

    Q : jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikap manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur?
    A : Tentu saya akan mundur dengan teratur.
    Pertama, saya perempuan dan tentunya memiliki perasaan. Jika saya ada di posisi perempuan yang diselingkuhi pacarnya–untuk mendua dengan saya–tentu saja saya juga akan sakit hati. Perempuan mana yang rela hati kekasih/pendampingnya terbelah untuk perempuan lain?
    Kedua, apa yang bisa didapat dengan hubungan diam-diam? Saya muslim, dan yang pasti hubungan seperti ini tidak dianjurkan–bahkan dilarang–oleh agama. Hanya menyakiti orang lain dan menambah dosa untuk saya sendiri.
    Ketiga, (alasan yang bisa dibilang egois) seandainya saya dan laki-laki–yang sudah memiliki kekasih/pendamping–ini memang saling menyukai, terus terang saja saya akan minta pertanggungjawaban atas hubungan kami. Hati saya tidak untuk dipermainkan, bukan untuk diklaim sebagai miliknya lantas dicampakkan karena dia lebih memilih kekasihnya.
    Tentunya memilih opsi ini–mundur teratur–juga akan menyakiti hati saya. Tapi pilihan ini jauh lebih bijaksana, menurut saya, dari pada saya harus menghancurkan hubungan orang lain🙂 Toh kita sudah sangat hapal dengan kalimat “mencintai tidak selamanya berarti harus memiliki”🙂

  45. Lutfi , @lutfixx, kebumen

    Pertanyaannya adalah jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikapa manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur?

    do the right thing, mundur teratur. Karena memulai menjadi orang ketiga itu seperti menghancurkan impian dan harapan yang dimiliki perempuan lain. Dan karma, mereka tidak akan tinggal diam. Karena jika kita menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain, itu seperti tidak menghargai si pasangan. Kita jadi bertindak tanpa respect. Kalau kita menghargai perasannya, dan harus menghargai setidaknya itu yang ada dalam pikiran, maka kita ….. akan mundur dengan teratur. Bagaimana etikanya, bagaimana perasaan perempuan lain jika ia tersakiti, dan … tak terhitung air mata kecewa, penyesalan, marah, jika kepercayannya terlukai. Yah, jangan membuat semakin berantakan apa yang sudah berantakan.

  46. Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia1498
    Domisili: Bogor

    jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikapa manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur?😀

    tentu saja mundur, saya lebih baik menjadi orang yang tersakiti dari pada yang menyakiti. Lagipula untuk apa kita merusak kebahagiaan orang lain? Kita masih bisa mencari kebahagiaan lain dari pada mengambil kebahagiaan orang lain. Lagi pula saya percaya dengan karma, bahwa apa yang kita lakukan sekarang akan berimbas ke masa depan. Jadi, jika saya menjadi orang ketika dalam sebuah hubungan, maka dengan tegas saya katakana, “LEBIH BAIK KITA PUTUS.”

  47. Nama : Piska Lestari
    Twitter : @kyupishae
    Kota : Jakarta Barat

    Pertanyaan :
    Jika kamu menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, sikap manakah yang kamu pilih; tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur?

    Jawaban :
    Menjadi orang ketiga ?
    Kalau aku menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, dan di jegat oleh dua pilihan, yaitu pilih tetap meneruskan hubungan atau mundur teratur. Maka aku tidak akan segampang itu buat milih diantara dua pilihan itu sendiri. Hidup memang penuh pilihan. Tapi dalam menentukan jalan kehidupan diri sendiri bukan berarti kita hanya memilih diantara pilihan-pilihan itu sendiri. Menjadi orang ketiga itu nggak semuanya harus disalahkan. Orang ketiga nggak akan hadir, kalau hubungan diantara keduanya harmoni. orang ketiga itu pelengkap dari kekurangan dan kesalahan yang dilakukan oleh salah satu dari keduanya. Intinya kalau aku menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, Jalani dulu dan amati bagaiman posisiku dalam hubungan itu sendiri. Tergantung hubungan yang dijalani. Tinggal melihat posisi yang ada dalam diri kita sendiri, harus di teruskan atau mundur secara teratur.

  48. Nama : Muhammad Rifqi Saifudin
    Twitter : @Rifqi_MULovers
    Kota : Barito KualaKuala

    Pastinya bakal mundur Teratur, segimanapun, seandainya ada orang ketiga dalam hubunganku pasti aku risih, jadinya aku gak mau orang risih gegara aku. Tapi, aku tetap memantau, kalau sudah aman, langsung lancarkan serangan😀

  49. Wardah
    @bungaoktober_
    Jogja

    …… mundur terartur. Serius saya engga bakal berani buat maju. Sesayang-sayangnya saya sama pasangan orang, saya engga bakal sanggup kalau harus menghancurkan kebahagiaan orang lain. Karena saya jelas engga mau kebahagiaan saya hancur karena orang lain. Maka saya engga bakal merampas kebahagiaan orang lain.
    Tapi, mungkin, kalau memang pasangan itu berada dalam ambang kehancuran mungkin saya bakal melakukan hal lain. Mungkin kalau hal ini benar-benar kejadian ya. Habis saya juga engga bakal tega lihat orang yang saya sayangi itu (meski udah punya pasangan) hancur. Jika emang kehadiran saya bisa membuatnya lebih baik, well, mungkin saya bakal maju. Meski kemungkinannya bukan hanya mereka yang sakit, tapi juga saya (siapa tahu hubungan mereka membaik setelah ini kan?).
    Tapi., yah, semoga jangan sampai kejadian. Jangan. Bayanginnya aja udah sedih.😦
    Cerita cinta segitiga itu hal yang paling saya benci. Apalagi kalau ada orang ketiganya…..

  50. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  51. Wew orang ketiga. Aku nggak pernah menyalahkan orang ketiga sih.. kadang emang pasangan yg kurang harmonis sebabnya.

    Nice review kak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s