REVIEW Duo Mama

WP_20150802_007

Bukankah memang begitu seharusnya sebuah cinta? Hanya ingin memberi, tanpa berharap balasan apa pun. (hlm. 183)

Ini adalah lanjutan dari novel Mama Comblang yang mengisahkan perjodohan antara Neyna dan Dida. Mereka yang tumbuh besar bersama sedari kecil dan sudah seperti kakak adik, tetiba menjadi sepasang suami istri akibat persekongkolan mama mereka. Titah yang tidak bisa diganggu gugat.

Ternyata ikut campur dua mama tidak berhenti sampai di situ. Sampai mereka menikah pun, ikut campurnya makin menjadi. Misalnya saja bagaimana kengototan mereka untuk memberikan nama bagi sang cucu kelak. Yang bikin ngakak adalah saat dua mama ini; Mama Mira dan Mama Lita saling berlomba menuliskan daftar nama bagi sang cucu; Dulce Maia Laksmana, Luciano Villegas Suryokusumo, Chabelita Estefania Laksmana, Rudolfo Santiago Suryokusumo, Marria Belle Aedo Laksmana. Pokoknya nama-nama ala tokoh telenovela. Oya, jadi keinget, pas ngentri kartu anggota siswa baru tahun ini, ada yang namanya Rosalinda. Pasti emaknya korban telenovela macam duo mama ini x))

“Aku sama Dida kan orangtuanya, Ma.”

“Kami ini eyangnya!”

“Aku sama Dida juga pengin ngasih nama anak kami yang pertama.”

“Sebagai eyangnya, kami juga punya hak memberi nama cucu pertama!”

“Kalian ndak boleh egois mentang-mentang merasa jadi orangtua terus melupakan andil kami begitu saja.”

“Anak-anak itu lupa kalau dulu kita yang mengandung selama sembilan bulan sepuluh hari.”

“Melahirkan dengan perjuangan yang sangat berat dan bertaruh nyawa.”

“Merawat dan menyayangi dengan setulus hati.”

“Membesarkan dan menyekolahkan dengan sepenuh jiwa dan raga.”

“Dengan seenaknya mereka berdua mau melupakan peran kita begitu saja.”

“Anak-anak sekarang memang ndak tahu berterima kasih pada orangtua.” (hlm. 9-10)

Permasalahan tidak hanya urusan ikut campur dua mama dalam rumah tangga Dida dan Neyna, tapi juga urusan hati masing-masing, terutama dari sisi Neyna yang masih susah melupakan Indra meski dia sudah menikah dan mengandung anak dari Dida. Indra masih terukir di hatinya.

Bukan berarti Dida tidak mengetahui hal ini. Dida juga ragu akan hatinya sendiri, apakah selama ini dia sudah mencintai Neyna sepenuh hati atau merelakan Neyna kembali pada Indra?

“Aku masih belajar mencintaimu, Da. Aku akan terus belajar kalau kamu mau memberiku kesempatan.”

“Bagaimana kamu bisa belajar mencintaiku kalau di hatimu sudah ada Indra?”

“Jujur, aku memang tak bisa menghilangkan atau melupakan Indra begitu saja. Dia pernah jadi bagian terindah dalam hidupku, Da. Aku sudah menempatkannya di ruang istimewa dalam hatiku.’

“Lantas, di mana tempatku dihatimu?”

“Aku sedang menyiapkan tempat khusus untukmu dihatiku. Da, aku berjanji untuk menempatkanmu di tempat yang sama istimewanya dengan Indra. Beri aku waktu.” (hlm. 147)

Banyak kalimat sindiran dalam buku ini:

  1. Dokter juga manusia, bisa salah juga. (hlm. 2)
  2. Masak mukanya Jawa tapi namanya ala telenovela. (hlm.10)
  3. Lain dulu lain sekarang, dulu malu-malu sekarang kecanduan. (hlm. 19)
  4. Jangan sembarangan nuduh ya! (hlm. 20)
  5. Heran, apa para bumil itu memang sengaja menggunakan kehamilan mereka untuk menyiksa para suami? (hlm. 38)
  6. Istri hamil minta dibeliin makanan saja sudah mengeluh. (hlm. 42)
  7. Laki-laki selalu ingin menang sendiri. (hlm. 42)
  8. Jangan seenaknya memperlakukan istri, bisa kualat kalian nanti. (hlm. 42)
  9. Makanya jadi suami itu sekali-kali mbok ya nanyain keadaan istrinya sendiri. (hlm. 63)
  10. Apakah menanyakan kabar sebagai basa-basi sudah lumrah untuk membuka pembicaraan? (hlm. 67)
  11. Saat melahirkan, perempuan itu bertaruh nyawa. Hampir semua perempuan ingin ditemani suaminya saat menghadapinya. (hlm. 128)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Duo Mama

Penulis                                 : Netty Virgiantini

Tata letak                            : Eka Pinsi Dintha

Cover                                    : Innerchild Studio Bandung

Editor                                    : Hamasah Putri

Penerbit                              : Indie Publisher

Terbit                                    : Februari 2014

Tebal                                     : 260 hlm.

ISBN                                      : 978-602-281-062-9

18 thoughts on “REVIEW Duo Mama

  1. Pingback: REVIEW Yamaniwa + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

  2. Poor Dida, semoga Neyna bisa mencintai Dida dan melupakan Indra secepatnya ckckck *geleng-geleng kepala prihatin*
    Ampun dah sama Duo Mama ini, masih aja ngintilin anak-anaknya yang udah nikah, sampe mau punya cucu juga tetep ngotot kemauannya diturutin. Bener-bener kudu punya hati yang lapang dada tuh si Neyna sama Dida *poor keduanya*

  3. “Aku sedang menyiapkan tempat khusus untukmu dihatiku. Da, aku berjanji untuk menempatkanmu di tempat yang sama istimewanya dengan Indra. Beri aku waktu.

    Kayaknya ini cerita ada humor sama romantisnya deh..

  4. wah ini lanjutan si duo mama comblang ya…bakalan makin ngocok perut kayaknya nih!
    Ini novel tahun berapa ya? Masih ada dampak telenovela gitu, padahal skrng2 telenovela udah ga tayang di sini lagi.
    Kalo yg ini agak lebih serius ya, karena masalah hati Neyna yg masih belum bisa berpaling. Makin bikin penasaran!

  5. Masih lanjut, Ma? Wah antusias calon eyang luar biasa ya😀
    Tapi, aku lebih penasaraan gimana akhirnya kisah Neyna dan Dida? Apa akhirnya hati mereka saling bertautan? Hhmm.. bukunya bikin ‘ngiler’ :p

  6. Wah … Aku kok jadi kepingin punya mama dan mami mertua kayak gitu. Bakalan rame dan selalu heboh paling di rumah. Hehehe Tapi, menurutku jarang-jarang lho mama dan mami mertua bisa akur dan heboh banget kayak gitu. Pasti jadi idaman seluruh pasangan muda yang baru saja menikah. Neyna memang butuh waktu untuk orang yang telah mengambil tempat spesial di hatinya untuk pertama kali. Dida harus mempunyai jiwa besar untuk memahami dan mengerti Neyna. Butuh kesempatan bagi orang yang ingin melupakan masa lalu. Aku yakin Dida pasti akan melakukan yang terbaik. Untuk Duo Mama, mereka hebat karena berhasil menjodohkan dan membahagiakan kedua anaknya. Kak Lucky berhasil meraih hati para readers untuk terus menikmati review-review dari kakak.🙂

  7. ini artinya sequel dari Mama Comblang ya… ?! Wah, punya emak sama mertua begini bisa bikin awet muda dan cepat tua sekaligus… hahah Tapi ntah kenapa saya lebih fokus ke Dida-Neyna nya ya… Rasanya gemes waktu tau kalau Neyna masih nyimpan rasa untuk mantannya… mungkin gitu juga kali ya yg dirasain Dida.. *pukpukdida* terkadang itu juga salah satu efek ketika dijodohkan “hatimu belum bisa 100% untuk pasanganmu”. Thanks mbak luckty, review makin bikin penasaran dan pengen baca🙂

  8. What? Ternyata duo mamak gelo masih beraksi di buku ini. Berarti ini termasuk buku berseri ya? Ini sekuelnya Mama Comblang tadi dong? Pasti rasanya hambar kalau nggak baca yang pertama dulu. Hmmm.

    Porsi di novel ini kayaknya taste komedinya nggak sekental kayak di buku sebelumnya ya? Ituh, tadi baca kutipan percakapan Neyna dan Dida. Aaahhhh, so sweet! Kerelaan Neyna untuk belajar mencintai Dida. Eh, artinya Dida udah sepenuhnya buka hati untuk Neyna duluan dong ya kalau dia nanya di mana tempat dia di hati Neyna? Jiyee jiyee jiyeee😄

    Tapi di sini apa nggak disinggung tentang Dida dan Shefa? Shefa sudah dikubur matikah di dalam hatinya? Seru nih… btw, kavernya cucok!😉

  9. Di sini mulai serius ya si Dida sama Neyna. AKu pikir ini beda cerita dengan yang Mama Comblang. Tapi, beda penerbit ya? Aduh, nggak bisa bayangin deh gimana kacaunya rumah kalau duo mama ini beraksi. Ngomong-ngomong, kasihan ya si Neyna sama Dida, mereka masih belajar saling mencintai meskipun Neyna hamil?
    BTW, si Shefa muncul nggak di sini?
    Dan, covernya bikin ngakak :DD

  10. Waah, ternyata ada sekuelny *baru tau* * langsung dikeplak*
    Dduuh, ini nih yang sering jadi dilema buat para pasangan yang dijodohkan. Pdahal udah hidup bersama tapi kadang nggak yakin dengan perasaannya. Semoga Neyna dan Dida nggak berpisah karena hal ini deh

  11. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  12. Dari baca judulnya aku udah bisa ngira ini kelanjutan dari Mama Comblang. Bagus deh Mama Comblang ada sekuelnya karena menurut aku bukunya terlalu tipis. Aku suka buku yg tebel, yg ceritanya panjang.

  13. Dari reviewnya sih, novel ini memiliki cerita yang relatif sama dengan novel pertamanya, masih tentang pilihan dan dilema yang diceritakan dengan gaya humor. Meskipun duo mama itu kocak tapi saya gak suka kalau mama dan mertua kayak gitu, hidup saya tak boleh didikte siapa pun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s