REVIEW Mahluk Tuhan Paling Katrok

WP_20150802_009

Berani mengakui kesalahan sekaligus berani meminta maaf, itulah jiwa seorang pendekar sejati. (hlm. 181)

Neyla Aldila. Aldila itu singkatan dari Alhamdulillah Dia Lahir, mengingat proses kelahirannya yang memerlukan perjuangan panjang setelah berada dalam kandungan ibunya selama sepuluh bulan, gyahahaha x))

Neyla ini seorang cewek berusia enam belas menjelang tujuh belas tahun. Kalo kakak laki-lakinya mewarisi keunggulan penampilan fisik dari kedua orangtuanya, sebagai anak terakhir cewek ini harus ikhlas menerima sisa-sisanya. Kulitnya kecoklatan dengan rambut pendek di bawah telinga yang bergelombang liar seperti riak air di dalam got yang dilempari batu. Tubuhnya mungil, tapi wajahnya menyiratkan ketegasan yang cenderung sangar seperti bapaknya. Jelas satu perpaduan yang kurang harmonis karena seorang yang bertubuh mungil lebih cocok berwajah innocent sehingga memberi kesan imut yang menggemaskan seperti ibunya. Karena kondisi fisiknya lumayan membingungkan, dialah satu-satunya anggota keluarga yang belum punya gelar dalam dunia persilatan keluarga. Padahal selama ini ketiga anggota keluarga lainnya sudah mati-matian mencarikan gelar yang pas dengan penampilannya. Namun, semua usaha menemui jalan buntu. Mentok. Tidak dapat ide sama sekali.

Tubuh Neyla memang rentan meski terhadap angin kecil sekalipun. Permasalahan muncul ketika kelasnya kini ber-AC. Otomatis Neyla yang musuh bebuyutan dengan masuk angin, kalang kabut mengadapinya.

Di SMA Nusantara, sekolahnya Nayla, kalau masalah kepintaran atau kepandaian seseorang sudah bukan barang baru lagi. Banyak anak-anak pintar bertebaran di semua kelas. Namun, begitu ada gosip yang nggak ada hubungannya sama pelajaran atau bakat-bakat unggul di bidang seni maupun olahraga, jelas membuat semua penghuni SMA Nusantara langsung tegak telinganya. Mencoba menangkap getaran suara gosip sedetail-detailnya. Begitu juga gosip Nayla yang nggak tahan AC, mulai muntah-muntah sampai beser dan kostum tambahan yang harus dipakai Neyla selain seragam putih abu-abu. Gosip itu menjalar dengan kecepatan yang nyaris menyaingi kecepatan cahaya. Dengan sisitem dari mulut ke mulut, gosip tersebar dengan cepat. Julukan Neyla yang diberikan Topan, mahluk Tuhan paling katrok resmi menjadi branded yang melekat setiap kali nama Neyla disebut.

“Sungguh ini aib bagi SMA Nusantara. Mengapa cewek katrok begitu bisa diterima di sekolah favorit ini?!”

“Kalo aku mending pindah sekolah saja daripada tidak bisa mengikuti perkembangan zaman di sekolah ini.” (hlm. 43)

Membaca kisah Neyla yang katrok ini bikin senyum-senyum sendiri. Mungkin bagi anak kota, sikap seperti Neyla ini dikategorikan katrok. Tapi bagi anak desa, hal ini amatlah lumrah. Sama halnya seperti saya. Di saat beberapa spot penting di sekolah pada berlomba-lomba request minta di pasang AC, saya nggak ikut-ikutan. Kenapa? Selain nggak sehat dan polusi (keringat murid-murid yang menguar & terkadang kaos kaki yang mengeluarkan aroma tidak sedap), faktor utamanya adalah saya nggak kuat AC, mendingan juga AB (Angin Brobos) x))

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Jangan takut. Biarpun terasa pahit, berkata jujur itu jauh lebih baik. (hlm. 6)
  2. Hal-hal yang transparan atau tembus pandang selalu mengundang pikiran-pikiran kotor dengan mudah menerobos masuk ke otak. (hlm. 9)
  3. Begitulah kalau orang nggak mau belajar dari dunia persilatan. Tidak ada ketulusan dalam hatimu selain masalah untung rugi yang selalu dihitung layaknya pedagang. (hlm. 15)
  4. Mana ada pusing tujuh puluh keliling. Pusing itu tujuh keliling. (hlm. 16)
  5. Memangnya cuma orang hamil saja yang bisa muntah-muntah! (hlm. 25)
  6. Dasar cowok nggak modal. Kemana-mana cuma bisa nebeng ama pacarnya. (hlm. 27)
  7. Mau jadi apa bangsa ini kalo aparat desa seperti bapak nggak produktif dalam bekerja. (hlm. 28)
  8. Kalo memang angkotnya penuh ya jalan kaki saja. Malah sehat. (hlm. 29)
  9. Udara panas begini kok malah pake jaket dan syal segala. (hlm. 31)
  10. Dasar orang katrok nggak paham fashion. (hlm. 33)
  11. Ada yang salah kalau jadi orang ndeso, ndesit, ataupun kampungan? (hlm. 49)
  12. Jangan nuduh sembarangan ya. Itu fitnah namanya. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. (hlm. 53)
  13. Dibilang katrok kok malah senyum-senyum gitu. Mungkin nggak ngerti artinya kali ya. (hlm. 54)
  14. Jangan-jangan karena kita terlalu banyak belajar, jadi lupa kalau sudah lebaran! (hlm. 55)
  15. Jangan mudah percaya gosip atau isu! (hlm. 59)
  16. Dasar katrok, mana ada pembagian sembako di toilet sekolah. (hlm. 65)
  17. Jadi cowok itu harus strong. Kuat dan perkasa. (hlm. 78)
  18. Jangan membuat keributan di rumah sakit. (hlm. 81)
  19. Mana ada hantu keluar pagi-pagi begini. (hlm. 85)
  20. Dasar cowok nggak modal, mau makan enak tapi nebeng orang! (hlm. 129)
  21. Nggak punya perasaan, menggunakan kesempatan dalam kesempitan. (hlm. 131)
  22. Jangan nuduh sembarangan. (hlm. 134)
  23. Kenyataan emang terkadang tak seindah khayalan. (hlm. 169)
  24. Makanya jangan ngurusin cewek mulu. Inget sama adik sendiri juga. (hlm. 195)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Mahluk Tuhan Paling Katrok

Penulis                                 : Netty Virgiantini

Penerbit                              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                                    : 2011

Tebal                                     : 229 hlm.

ISBN                                      : 978-602-00-0406-8

PicsArt_02_08_2015 10_35_46

12 thoughts on “REVIEW Mahluk Tuhan Paling Katrok

  1. Pingback: REVIEW Yamaniwa + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

  2. Covernya nyolok banget, Mbak Netty produktif sekali gak kehabisan ide. Kali ini kekatrok-an Neyla jadi ide. Aku kalau Ac buat kerja dikantor yang full ac mau gak mau harus terbiasa, tapi lain klo tidur pake Ac misal dihotel bangun-bangun bisa merinding disko.🙂

  3. Entah kenapa nama tokohnya sedikit mentok-mentok sama depanan ‘Ney’. Itu cuma perasaan aku aja atau emang mentok sama?😮

    Neyla kita seumuran, yeay! Tapi kenapa penderitaan hidupnya sedih gokil gitu? *lap ingus*
    Aku juga gakuat AC tapi ga sampe muntah terus beser kaya Neyla kok, paling cuma meriang :3 lol
    Udah Neyla, mending kamu pindah kesekolah aku aja yuk, ACnya AC alami dari sawah wkwkwk xD

  4. Neyla Aldila. Aldila itu singkatan dari Alhamdulillah Dia Lahir, mengingat proses kelahirannya yang memerlukan perjuangan panjang setelah berada dalam kandungan ibunya selama sepuluh bulan
    Hahahaaaa namanya unik banget! Ini sih penulisnya yg kreatif banget!

    Tenang Neyla, aku juga sama ga suka ber AC ria, dingiiin bikin bengek hahahaaaa

  5. Setiap orang punya kebiasaan masing-masing, punya gaya hidup masing-masing. Kita harap maklum aja deh sama semua itu. Apalagi soal AC, yang berhubungan dengan temperature tubuh🙂 Ribuan jempol buat mbak Netty, kreatif amat sih mbak😀

  6. wah, saya tau banget gimana rasanya jadi Neyla yg jadi bahan pembicaraan seantero sekolah karena dianggap ‘aneh’. rasanya pengen banget melakban semua mulut2 gak berpendidikan itu biar diam. katanya aja sekolah di sekolah favorit tapi kelakuannya gak ada yg bisa difavoritin alias gak pantes ditiru *malah curhat*. Sampai di review yang ini, mbak luckty selalu berhasil membuat para pembaca terutama yg belum pernah membaca karya penulis sekalipun seperti saya jadi penasaran setengah hidup dan rasanya ingin langsung lari saja ke toko buku dan segera membeli bukunya utk segera membaca versi lengkapnya *atau numpang baca dulu di toko bukunya*😀 Terima kasih banyak untuk mbak luckty dan sukses terus untuk blogny ^^

  7. Halooo Neyla ketemu lagii. Sifat kita kok sama ya? Aku juga paling anti sama yang namanya AC. Kena AC sebentar aja langsung bersin-bersin nggak jelas. Bumbu-bumbu komedi yang diramu dengan romance bener-bener bikin penasaran gimana sih sama nasib Neyla. Napa ya dalam novel kak Netty karakter Neyla selalu apes deh. Apakah suatu saat Neyla bahagia dan dapat melewati ejekan teman-temannya? Apakah Neyla nantinya akan berubah menjadi superwoman dan jago silat seperti kakak-kakaknya? Penasaaaraaaan baca review Kak Lucky dan semangat Neyla dan kak Netty🙂

  8. kayaknya sedari tadi aku baca, nama pemerannya Neyla ya? aku salah baca atau gimana? Namanya bagus kok. sama seperti sahabatku waktu TK. tapi tidak tahu sekarang dia ada dimana😦

  9. NOVEL KOMEDI REMAJA

    Okay, kalau begitu, ketika aku mau baca-baca komedi nyarinya novel dari Mbak Netty aja deh. Yeay! Dapet referensi baru nih.🙂

    Hmmm bau kaos kaki ya. Bwahahaha. Iya sih yaaa. Jadi ingat jaman SMA dulu deh. Kalau ke ruang komputer gitu, pada siap-siap tutup hidung. Trus yang cewek sibuk nyembunyiin kakinya di balik rok biar baunya nggak tambah merebak ke mana-mana. Belom lagi pas jadwal sholat dzuhur berjamaah di mushola sekolah. Kalo sholatnya udah kloter kedua (karena yang pertama udah penuh) pas sujud jadi pada harus nahan napas karena sejadahnya bekas tapak kaki kaos kaki siswa lain yang aduhai mambunyaaaa lengket tenan. Padahal itu nggak pake AC loh. Gimana kalau pake?😥

    AC tetap enak kok. Tapi bukan AC yang Air Conditioner ituuuh, melainkan Angin Cepoi-Cepoi. Adem juga kok.😛

    Jadi ngebayangin kalau cewek kayak Neyla beneran ada kutemui di kehidupan ini. Yakin ada sih, tapi entah di mana. Haha. Salut deh sama penokohan yang Mbak Netty buat di novelnya. Pada terasa real gitu, not thaaaat good and not too good.😉

  10. Nama tokohnya Ney lagi, sekarang Neyla, sebelumnya Neyna, Neyra. kayaknya Mbak netty ini suka nama dengan awalan Ney yaa.
    Bukan di kota aja sih menurutku, di Probolinggo yang bahkan nggak punya Gramedia, murid-muridnya pada minta AC. Mungkin ini gara-gara kipas angin yang kerasa–apalagi kalau udah olahraga langsung pelajaran matematika, mampus deh.
    Ngomong-ngomong tentang AC, aku setuju sama Mbak Luckty, mending pakai Angin Cendela aja deh daripada Air Conditioner.

  11. Lagi lagi mbak Netty dengan guyonannya. Keren ide nya tokoh yg hina itu. Bhahahh😄
    Kasian Neyla *pukpukNeyla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s