REVIEW When I Look Into Your Eyes

WP_20150802_010

Kita harus saling saling tolong menolong dengan siapa saja. (hlm. 33)

Adalah SERUNI, siswi kelas sebelas SMA Satria. Tidak seperti siswi lainnya yang teladan, dia justru telatan. Tidak hanya sekali, tapi sering. Dan memanjat tembok sekolah setinggi dua meter merupakan salah satu keahliannya. Dia sering terlambat. Gara-garanya, dia selalu berangkat jalan kaki, padahal jarak yang harus ditempuh sekitar tiga kilometer. Buat Seruni, jalan kaki adalah pemanasan di pagi hari, sekaligus melatih pernapasan dan kekuatan kaki sebagai atlet bulu tangkis. Sayangnya, dia lebih sering salah memperhitungkan waktu.

Untuk urusan lompat-melompat tembok sekolah, cewek yang satu ini memang jago. Bagaimana nggak, kan hampir tiap hari dia melakukannya. Demi memperlancar aksinya, Seruni selalu menggunakan celana pendek di balik rok abu-abunya, karena sering kali dia harus melakukan adegan melompati tembok bareng beberapa cowok yang juga sering terlambat. Seperti biasanya, kalau terlambat dalam waktu yang lumayan lama dia akan mengambil buku pelajaran pertama saja, biar nggak perlu bawa tas ke dalam kelas, sementara tasnya disembuyikan di tempat rahasia di belakang kamar mandi. Setelah jeda pergantian jam pelajaran, baru diambilnya. Aman. Nggak bakal terjadi sesuatu dengan tas sekolahnya. Taktik ini juga dipakai anak-anak lain yang sering terlambat seperti Seruni. Di tempat rahasia ini, Seruni bertemu ARYA. Bukan, cowok ini bukan terlambat seperti Seruni. Cowok ini justru ketua OSIS di sekolahnya.

TELAT dan JALAN KAKI adalah dua kata yang melekat pada Seruni. Jika telat dia bertemu Arya, lain halnya dengan jalan kaki. Berangkat sekolah memang dilakukan Seruni dengan berjalan kaki. Tapi biasanya saat pulang sekolah, terlebih jika hari kian sore setelah pulang latihan eskul bulu tangkis, Seruni akan menebeng pada siapa pun yang motornya nganggur. Sayang beribu sayang, teman-temannya satu eskul ini nyaris memiliki pacar masing-masing, hingga Seruni lebih sering pulang dengan berjalan kaki. Hingga suatu hari dia ditabrak seorang cowok bernama ARGA!

Arya dan Arga adalah dua sosok cowok yang kerap menghantui kehidupan Seruni. Sementara di sisi lain, dibalik sikapnya yang terkesan cuek dan terkadang sembrono, Seruni musti berhati-hati dengan sosok cowok, apalagi ibunya selalu mewantinya untuk tidak boleh ada cowok yang mengantarnya sampai ke rumah kecuali teman-teman satu eskulnya di bulu tangkis. Mengapa ibu begitu mengekangnya, dan tidak seperti ibu teman-temannya yang membebaskan anaknya bebas bergaul dengan siapa saja?

Beberapa selipan kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Dilarang keras membuat alasan lain, bisa kualat! (hlm. 14)
  2. Ngefans sih boleh-boleh aja, tapi jangan sampai membabi buta. (hlm. 15)
  3. Ko aneh, kamu pemain bulu tangkis malah ngefans pemain bola! (hlm. 23)
  4. Ih, kayak kembar siam aja. Dempet terus! (hlm. 27)
  5. Siapa sih, kamu? Sok ngatur-ngatur? (hlm. 30)
  6. Dasar cewek. Nggak ngerti bola, tahunya cuma tampang pemainnya. (hlm. 36)
  7. Nggak semua cewek cuma ngerti tampang ganteng pemain bola dan nggak paham sepak bola. (hlm. 36)
  8. Kamu pasti manusia aneh. Sudah nyaris nabrak, malah bentak-bentak orang seenaknya. (hlm. 37)
  9. Apa iya, ada remaja yang bisa berbuat sejahat itu? Malah sampai menjurus pada tindak kriminal hanya gara-gara cowok? Apa kejadian seperti itu sekadar cerita yang dilebih-lebihkan? (hlm. 59)
  10. Kalau mau sama ibunya, mesti baik-baikin dulu anaknya. Biar jalannya lebih lancar. (hlm. 65)
  11. Jangan sok kenal gitu. Malu-maluin ah! (hlm. 69)
  12. Jangan berprasangka pada ibumu sendiri. (hlm. 82)
  13. Apa nggak bisa ngomong baik-baik? (hlm. 135)
  14. Nggak nyangka, ternyata cita-citamu sangat hina. (hlm. 152)
  15. Sebagai manusia kita bisa apa? Kita bahkan nggak bisa memilih siapa yang bakal jadi orangtua kita. (hlm. 180)

Secuek-cueknya Seruni, ternyata dia juga seperti gadis remaja pada umumnya. Memiliki cowok idola. Irfan Bachdim adalah idolanya, bahkan semua sampul buku tulisnya semua bergambar pemain sepakbola blasteran itu. Keababilan Seruni dengan pemain bola ini mengingatkan saya sejak jaman SD, efek korban euphoria Piala Dunia 1998, ngefans banget ama David Beckham. Bahkan sampai kini dia punya anak tiga pun masih ngefans. Pas SD-SMP, ngoleksi apa pun pernak-pernik yang berhubungan dengan David Beckham, termasuk membuat kliping tentang David Beckham x))

 

20 thoughts on “REVIEW When I Look Into Your Eyes

  1. Pingback: REVIEW Yamaniwa + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

  2. Wow keren! I like this (y)
    Suka sama karakter Seruni yang bandel tapi aktif dikegiatan sekolah. Kan jarang tuh orang bandel aktif dikegiatan sekolah. Kebanyakan disekolah itu yang aktif kegiatan pasti anak-anak teladan yang jarang terlambat sampe disekolah. Emm actually aku hampir sama kaya Seruni tapi ga sering-sering amat terlambat dan ga pernah juga sampe lompat pager/tembok belakang sekolah atau apalah. Dan aku anak eskul :v *gaada yang nanya*

  3. Suka sama karakter Seruni yang tomboi dan pemberani, manjat tembok itu keren. Sedikit nakal tapi toh seruni gak ninggalin sekolahnya, bahkan gemar olahraga. Go..go.. Seruni yang pemberani. Arya juga lucu, ketua osis tapi suka telat, gk perfect itu oke lah.

  4. Aku suka banget sama karakter Seruni. Meski kerap datang terlambat ke sekolah, tapi dia cukup aktif dalam kegiatan ekskul. Kurang disiplin, tapi lumayan rajin. Lalu, adakah rahasia yang disimpan ibunya? Kenapa dia dilarang untuk dekat dengan cowok? -Penasaran-

  5. Setuju sama pola pikir Seruni dan yang paling mirip sama sifatku adalah nggak bisa memanage waktu. Selalu gagal kalau nggak telat pasti kelebihan. Gara-gara itu juga, segala schedule selalu berantakan. Kalau Seruni ngefans sama pemain bola, kalau aku ngefans sama boyband Korea. Hehehee Aku cuma heran aja kok bisa barang keberuntungan itu kolor. Emang benar-benar berbeda deh. Terus berkarya untuk Kak Netty dan terima kasih untuk Kak Lucky.

    • Gara-gara masih keinget sama The Kolor of My Life jadinya salah kasih komen. Aku ulang ya kak. Setuju sama pola pikir Seruni dan yang paling mirip sama sifatku adalah nggak bisa memanage waktu. Selalu gagal kalau nggak telat pasti kelebihan. Gara-gara itu juga, segala schedule selalu berantakan. Kalau Seruni ngefans sama pemain bola, kalau aku ngefans sama boyband Korea. Hehehee Sifat Seruni yang cuek dan tomboy itu persis banget sama sahabatku. Jadi, keinget dia dan sahabatku itu sekarang udah nikah dan punya anak padahal dulu tomboy bangetttt. Anaknya lucu lagi. #malah curhat. Pokoknya sukses untuk Kak Netty dengan komedi-komedinya dan Kak Lucky pingin tahu jurus jitu kak Lucky kalau update review cepet banget. Hehehe

  6. pertama kali baca judulnya saya langsung teringat lirik awal di lagunya Jason Mraz yang berjudul I Wont Give on us😀. Setelah baca review mbak luckty, saya jadi penasaran seperti apa sebenarnya jalan cerita novel ini? apa hanya seputar hubungan ARYA – SERUNI – ARGA atau ada juga cerita tentang asmara orang tua mereka? melihat dari kalimat sindiran di point 10 dan 15. Seolah ada ‘sesuatu’ *langsung nyanyi ala syahrini*. Oke, sampai di review ini saya makin penasaran dengan buku2 mbak Netty. Thanks mbak luckty untuk review nya ^^

  7. Eh eh eh, ada bulutangkisnya ya. Kyaaaaak! Tapi kenapa atlet favoritnya malah pemain bola? Masa seorang Taufik Hidayat atau Susi Susanti yang udah jadi live legend aja nggak dilirik sama sekali? Ih, Seruni mah gitu ah.😦 (Lho, kok aku yang ngambek?)

    Sebentar… aku agak shock pas baca
    “bahkan sampai kini dia punya anak tiga pun masih ngefans”
    Lah? Ini ending ceritanya sampe Seruni dewasa? Sampe dia punya anak? Sampe Seruni akhirnya (kalau kutebak) berjodoh sama antara Arya atau Arga gitu ya? Walaaaah, kukira cuma nyeritain dia selagi jadi anak SMA.O_o

    Kok aku jadinya malah bingung ya, inti cerita ini apa dong? Apa yang mau diangkat? “When I look into your eyes” nya untuk siapa? Lalu apa hubungannya dengan Seruni yang suka telat? Hmm mungkin ini efek dari review(s) yang sudah kukomen sebelumnya itu pada punya judul dan tema cerita yang sangat terpampang nyata di langit khatulistiwa ya, jadi aku kurang bisa dapetin maksud asli dari cerita di novel ini hehehe.🙂

  8. Kenapa namanya Arya dan Arga, kupikir mereka kembar. Biasanya kan yang ada di cerita-cerita itu badboy-badboy, di sini adanya badgirl-badgirl, ya. Judulnya ini rada-rada melakonlis gimana gitu, tapi kalau dilihat dari covernya sih udah kelihatan kalo novel ini rada kocak gara-gara mata di covernya itu.

  9. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  10. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  11. Kita harus saling saling tolong menolong dengan siapa saja. (hlm. 33)
    sipppp, bisaa mengambil yang baik dan menerapkan dalam kehidupan

  12. Jadi pengen jadi Seruni.
    Ekskul keolahragaan emg bikin beberapa muridnya jadi asal kaya Seruni. Aku jugaa ngga ada anggun-anggunnya wkwk.

    Tapi Seruni salah jalan. Kenapa dia fans Irfan Bachdim? Kenapa ngga Taufik Hidayat kitu? Hahah

  13. Untung sekolahku deket
    Jadi walau jalan kaki ga bakal telat kayak seruni
    Hehehe
    Udah lamay bgt ga baca teenlit
    Abisnya teenlit baru2 suka ga seru
    Cerita terlalu ringan dan bahasanya suka agak aneh
    Smoga aja teenlit yg satu ini bagus

  14. Aku juga pernah manjat tembok sekolah kayak Seruni wkwk cuma bedanya kalau Seruni karena terlambat sekolah, aku karena pengen pulang tapi gerbang sekolah belom boleh dibuka, padahal waktu itu di sekolah gabut dan nggak belajar sama sekali. Akhirnya mutusin buat manjat tembok di belakang sekolah bareng temen2 lainnya yg pgn pulang. Dan deg2annya itu behhh takut banget kalau sampe ketauan.

  15. Wah seruni it’s mean seru nih, hehehe😀

    Judulnya seperti kenal, ternyata itu termasuk lirik salah satu lagu Jason Mraz yang aku suka.

    Seruni bakal sama siapa yah, bakal ngalamin blushing juga ga pas suka sama salah satunya. Lucu nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s