REVIEW Yamaniwa + GIVEAWAY

WP_20150802_005

Semua orang yang bersalah hanya ingin dimaafkan. Itu saja. (hlm. 187)

Seorang perempuan berusia hampir tiga puluh tahun, harus menanggung karma cinta karena pernah mengkhianati dan meningalkan kekasih pertamanya. Lima kali patah hati ditinggal laki-laki, dan lebih menyesakkan dada, kini juga harus membuatkan sepasang baju pengantin untuk calon istri dan mantan kekasih yang diam-diam masih sangat dicintainya. Masih dirindukannya.

Adakah yang lebih menyakitkan hati perempuan dibandingkan ini semua?

“Karma. Hukum karma! Siapa yang menabur angin, dia akan menuai badai. Siapa yang menanam, dia bakal memanen hasilnya. Siapa yang menyakiti hati seseorang, dia juga akan merasakan sakit yang sama. Seperti yang kamu lakukan dengan mengkhianati Yama, akhirnya kamu sendiri yang menuai akibatnya!” (hlm. 50)

Adalah Niwa yang dulu semasa sekolah, mencampakkan Yama, pacarnya hanya gara-gara orang lain. Bertahun-tahun kemudian, Niwa mengalami patah hati. Tidak hanya sekali, tapi sampai berkali-kali. Sementara sahabatnya sedari sekolah, Era malah sudah menikah dan memiliki anak. Sementara Niwa hanya sibuk berjibaku dengan usahanya; Niwatasari Modiste.

Aku memang bersalah. Kalau ini cara Yama untuk membalas sakit hatinya, aku akan menerima dengan lapang dada. Mungkin ini karma terakhir yang harus kuterima… (hlm. 67)

Setelah bertahun-tahun merintis usahanya itu, siapa sangka di kemudian hari Niwa kembali harus bertemu Yama, mantannya semasa sekolah itu. Bedanya, kini Yama datang kepadanya untuk memesan kebaya untuk calon istrinya. #PLAAK #PukPukNiwa

Mendengar suara calon istri Yama saja sudah mau semaput, apalagi harus berhadapan dengan orangnya. Masih ditambah kalau harus menyaksikan kedekatan perempuan itu dengan Yama. Membayangkannya saja membuat Niwa pengin lari marathon ke Eropa. Tidak akan sanggup melihatnya. Saat ini, dia harus menguatkan diri. Tidak ada jalan lain selain menghadapi Yama dengan keteguhan hati. #PukPukNiwaLagi

Tantangan bagi Niwa tidak sampai disitu saja. Selain harus membuatkan baju kebaya untuk calon istri Yama, Niwa juga harus menemani Yama menyiapkan beberapa persiapan penikahan Yama dan calon istrinya itu. Awalnya Niwa bersikeras menolak, tapi dengan alasan calon istri Yama jauh dan sibuk, jadi tidak sempat menyiapkan tetek bengek pernikahan dan menyiapkan segalanya ke Yama. Yang paling ngakak pas Niwa menemani Yama untuk mencari barang seserahan, cek aja di halaman 170-174😀

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kita harus realistis. Biarpun baru pacaran kita juga harus memikirkan masa depan. (hlm. 25)
  2. Kadang tanpa disadari, orang pertama yang kita cintai akan menunjukkan seperti apa tipe yang kita sukai. (hlm. 163)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Masak nggak bisa bedain dewasa sama tua. (hlm. 12)
  2. Dasar cewek matre. (hlm. 13)
  3. Dasar pemeras. Bakat jadi rentenir. Lintah darat kamu. Sukanya makan tanpa perlu keluar biaya. (hlm. 14)
  4. Lebih baik punya tubuh subur makmur gemah ripah loh jinawi begini, daripada tubuh kecil mungil mirip bayi kurang gizi. (hlm. 17)
  5. Begitu ya? Habis manis sepah dibuang! Kalau sudah ketemu pacar, sahabat dilupakan! (hlm. 18)
  6. Waktu terus berjalan dengan kecepatan yang tak sempat disadari. Untuk orang-orang yang tengah dimabuk cinta, apalah artinya waktu. Waktu boleh berputar atau berhenti mendadak. Tetapi untuk para pecinta, semua akan terasa sama selama belahan jiwa tetap tertangkap pandangan mata dan tergenggam dalam gelora cinta. (hlm. 21)
  7. Pacar? Ah, baru punya pacar. Bukan suami. Berarti masih boleh didekati dan coba-coba dicuri hatinya. Ini tantangan yang cukup mengasyikkan. (hlm. 23)
  8. Kita ini masih muda. Masih pacaran. Putus nyambung itu hal biasa. Jangan terlalu serius! Kita masih bisa memilih mana yang terbaik sebelum menikah nanti. Sebelum janur kuning melengkung dan ijab kabul terucap di depan petugas KUA, kita masih bebas memilih. (hlm. 24)
  9. Bukankah biaya hidup semakin hari semakin mahal? (hlm. 26)
  10. Kita ini temannya, masa diam saja? (hlm. 29)
  11. Masak punya pacar nggak diapelin. (hlm. 31)
  12. Kenapa mau jadi pengantin aja minta ditemenin segala? Manja banget! (hlm. 38)
  13. Anak kecil belum cukup umur. Nggak boleh ngomongin soal pelaminan nanti bisa kena sawan. (hlm. 43)
  14. Berapa banyak cewek dikibulin sama cowok yang mereka kenal di facebook? (hlm. 53)
  15. Apa? Kamu juga pacaran sama suami orang? Amit-amit jabang bayi. Kamu benar-benar putus asa, ya? Sampai suami orang kamu embat juga? (hlm. 55)
  16. Anak-anak remaja sekarang, kalau nembak gebetannya lewat sms. Banyak juga laki-laki yang melamar calon istrinya lewat sms atau telepon. Dunia sudah berubah. Jangan pakai cara-cara zaman sebelum kemerdekaan. (hlm. 58)
  17. Kalau kamu mengkhianati dan menyakiti hati seseorang yang tidak berdosa, kamu bakal menerima akibatnya. (hlm. 61)
  18. Kalau cuma ngikutin sibuknya kerja emang susah nyari waktu. Jangan ngejar duit terus. (hlm. 128)
  19. Urusannya bukan hanya antara dua manusia tapi juga dengan Tuhan. Karena ketika menikahinya kita bersaksi dengan menyebut nama Tuhan. (hlm. 146)
  20. Kalau pasangan yang pergi, mending balikan sama mantan pacar lagi! (hlm. 165)
  21. Orang yang sudah mengkhianati kepercayaan, jangan terlalu berharap mendapatkan kembali apa yang dulu sudah dilepaskannya. Sengaja atau nggak sengaja. Itulah resikonya. (hlm. 187)

Dari semua buku Mbak Netty yang saya baca, baru kali ini berlabel AMORE. Ada beberapa bagian romantis seperti di halaman 207-15. Meski begitu, selalu ciri khas Mbak Netty, banyak selipan guyonnya. Sang tokoh utama cewek selalu yang nggak menye-menye. Covernya suka, representasi dari kisah Niwa!😀

Keterangan Buku:

Judul                                     : Yamaniwa

Penulis                                 : Netty Virgiantini

Ilustrator                             : Innerchild

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : November 2013

Tebal                                     : 224 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0017-7

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @NettyVirgian. Jangan lupa share dengan hestek #GiveawayYamaniwa dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Di kolom komentar tinggalkan nama, akun twitter, dan kota tinggal.

5. Tuliskan komentar di buku-bukunya Mbak Netty Virgiantini; Mama Comblang, Duo Mama, The Kolor of My Life, When I Look Into Your Eyes, Chemistry of Love, Three Women Looking for Love, dan Mahluk Tuhan Paling Katrok. Pilih salah satu postingan atau boleh semuanya. Semakin banyak komen, semakin berpeluang menang.

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GiveawayYamaniwa. yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GiveawayYamaniwa ini berlangsung hanya tujuh hari saja: 24-30 September 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 3 Oktober 2015.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh saya… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

20 thoughts on “REVIEW Yamaniwa + GIVEAWAY

  1. @chi_yennesy~ padang
    suka sekali sam covernya, cute bebeh.. kalau aku orang yang sebenarnya gk percaya karma, hanya percaya Tuhan itu Maha Adil. Walau Niwa pernah menyakiti Yama saat SMA, kok Yama agak keterlaluan gitu malah ngajakin Niwa ngurus ini itu, kan sakit banget dan berpotensi main api namanya! #gemes

  2. Nama : Dewi Padmi Pratiwi
    Twitter : @dewipadmip
    Kota Tinggal : Bandung

    Aaaaaa jejepangan banget, diliat dari judul dan nama-nama tokohnya sudah jatuh hati hehehe baca reviewnya udah kya nonoton film Jepang :333

  3. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Kota: Palembang

    Wah, nemu Amore lagihhh!😀
    Seriusan deh, sampe sekarang masih belum ngeh seri Amore itu khususnya di apanya? Tapi ceritanya pada bikin mupeng!😉

  4. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  5. Ngenes yhaa Niwa. But ini bau baunya endingnya Niwa jadi sama Yama ya? Atau Niwa tambah ngenes kah? Penasaran hehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s