[BLOGTOUR] REVIEW Tiga Sandera Terakhir + GIVEAWAY

WP_20150919_003

Perang suci ini harus kita menangkan. Penjajahan di muka bumi ini harus dihapuskan! Karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan! (hlm. 14)

Penyanderaan brutal terjadi di sebuah desa di Papua. Korbannya lima orang –warga negara Indonesia, Australia dan Prancis. Semua telunjuk segera mengarah ke OPM, Organisasi Papua Merdeka. Namun, OPM sendiri menyangkalnya. Mereka menegaskan bahwa pihaknya sudah lama tidak menggunakan cara-cara ekstrem seperti itu, demi perjuangan kemerdekaan Papua Barat.

Lantas, siapa dalang penyaderaan itu? TNI enggan berteka-teki terlalu lama. Satuan Antiteror Kopassus di bawah pimpinan Kolonel Larung Nusa segera diturunkan ke Bumi Cenderawasih. Tapi, malang tak bisa ditolak. Korban malah berjatuhan, baik di pihak sandera maupun anggota Kopassus. Salah seorang anggota bahkan dinyatakan hilang secara misterius di belantara Papua.

“Kamu punya rumah, kami tak punya. Kamu punya tanah, kami tak punya. Kami ini dijajah sendiri. Sekarang, Indonesia kas balik apa yang kami, OPM, mau.” (hlm. 26)

“Sejak kapan Indonesia menjajah Papua? Bukankah Papua sendiri yang memilih bergabung dengan Indonesia, alih-alih Belanda, sang penjajah yang sebenarnya?” (hlm. 43)

Menurut WIKIPEDIA, Organisasi Papua Merdeka (disingkat OPM) adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat yang saat ini di Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya dan untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Gerakan ini dilarang di Indonesia, dan memicu untuk terjadinya kemerdekaan bagi provinsi tersebut yang berakibat tuduhan pengkhianatan. Sejak awal OPM telah menempuh jalur dialog diplomatik, melakukan upacara pengibaran bendera Bintang Kejora, dan dilakukan aksi militan sebagai bagian dari konflik Papua. Pendukung secara rutin menampilkan bendera Bintang Kejora dan simbol lain dari kesatuan Papua, seperti lagu kebangsaan “Hai Tanahku Papua” dan lambang negara, yang telah diadopsi pada periode 1961 sampai pemerintahan Indonesia dimulai pada Mei 1963 di bawah Perjanjian New York.

sandera bendera opm

Bahkan sampai saat ini, OPM masih beredar di luaran sana. Sebenarnya bukan tanpa alasan mereka ingin merdeka. Jangankan mereka yang tinggal di Papua, saya saja yang tinggal di ujung Sumatera paling dekat dengan Pulau Jawa, sangat merasakan perbedaan pembangunan antara di Pulau Jawa dan Pulau Luar Jawa. Ketika Pulau Luar Jawa memiliki kekayaan berlimpah tetapi dieksplorasi terus menerus, pembangunan justru berpusat di Pulau Jawa melulu. Tanya kenapa?!?

Saya jadi teringat, Mbak dari ibu sambung saya yang sekarang tinggal di Timika mengikuti suaminya yang bekerja di sana. Dia pernah bercerita, jika biaya hidup di sana lumayan jauh berbeda dibandingkan hidup di Metro (kota yang saya tinggali memang termasuk lima besar kota dengan biaya hidup termurah se-Indonesia). Uang seratusribuan berasa kayak uang sepuluhribuan. Oya, dia juga pernah bilang, jika kompleks yang dia tinggali hampir seratus persen adalah pendatang seperti dirinya. Rata-rata cari uang, yang nantinya suatu saat bakal ke kota masing-masing dan meninggalkan Papua. Lalu kemanakah rakyat asli Papua?!?

“Kamu tahu, kenapa pembangunan Papua sangat lambat? Karena Indonesia hanya pikirkan Jawa! Papua tanah kaya, tapi penduduknya miskin. Lihat saudara-saudara kami di Papua Nugini. Mereka makmur semua!” (hlm. 53)

“Kalian semua sama saja! Pigi ke tanah kami, untuk apa? Untuk menguasai kitorang pu pasar!mengeruk kitorang pu uang!” (hlm. 66)

Jika buku ini membahas OPM, di buku Engkau Angin, Engkaulah Samudera yang ditulis Tasaro GK membahas GAM. Meski berbeda cerita, benangnya merahnya setipe. Sama-sama membahas pergerakan kemerdekaan agar lepas dari Indonesia dengan berbagai alasan. Meski buku ini merupakan kisah fiksi, tapi sangat terasa sekali nuansa risetnya yang bisa dikatakan seperti kisah nyata. Ya, kisah ini menurut penulisnya terinspirasi dari tragedi penyanderaan para peneliti Lorentz selama 130 hari di desa Mapnduma, Irian Jaya. Penyanderaan itu terjadi pada 8 Januari 1996. Kisah penyanderaan dan pembebasan para sandera ini dibukukan dalam sebuah buku yang berjudul “Sandera, 130 Hari Terperangkap di Mapenduma“, yang ditulis oleh Ray Rizal dan dilanjutkan oleh Nina Pane, berdasarkan penuturan Adinda Arimbi Saraswati, salah seorang sandera yang selamat.

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Penampilan selalu bisa menipu. (hlm. 13)
  2. Hanya dibutuhkan sepotong ucapan keliru untuk memantik sebuah pembantaian. (hlm. 18)
  3. Harus berani! Harus kuat! Malu, dong, kalau suka mabuk begitu! (hlm. 21)
  4. TNI, bahkan pasukan elitenya, tak lebih dari ayam sayur. (hlm. 167)
  5. Kapan Papua bisa maju, kalau orang-orangnya masih banyak yang model begini? (hlm. 192)
  6. Jangan pura-pura lagi. (hlm. 201)

Ketika susah mereview sebuah buku sebenarnya hanya ada dua alasan; buku itu jelek jadi nggak bakal kuat selesai membacanya atau buku itu benar-benar bagus jadi sampe bingung mereviewnya biar nggak spoiler. Nah, buku ini tipikal yang kedua. Saya berusaha tidak membocorkan isinya. Dari halaman pertama saja sudah terasa sekali nuansa ala-ala thriller. Ya, ini adalah novel thriller kedua yang terbit tahun ini menjadi favorit setelah Misteri Patung Garam-nya Mbak Ruwi Meita. Jika di buku Misteri Patung Garam, pilihan tokoh favorit jatuh pada sosok Kiri Lamiri, di buku ini pilihan favorit jatuh pada Larung Nusa. Ah, seandainya di Indonesia ada dua orang militer yang benar-benar seperti mereka ini di dunia nyata, pasti banyak kasus di Indonesia yang terungkap! Butuh sekuel nih!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Tiga Sandera Terakhir

Penulis                                 : Brahmanto Anindito

Penyunting                         : Hermawan Aksan, Miranda Harlan

Penata aksara                    : Aksin Makruf

Desainer sampul              : Oesman

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : Mei 2015

Tebal                                     : 309 hlm.

ISBN                                      : 978-602-0989-47-1

Penasaran ama buku ini?!? Yuk, intip infonya DI SINI😉

WP_20150907_038

Ini adalah buku kedua dari Mas Brahmanto Anindito yang saya baca, sebelumnya ada Rahasia Sunyi yang keren banget. Sampe sekarang belum kesampaian baca Satin Merah. Siapa sangka, buku ini ditawari langsung oleh penulisnya dan penerbitnya. Penulisnya pun meminta masukan untuk dicarikan blogger lain untuk mengadakan blogtour buku ini. Saya memilih beberapa blogger yang terlibat dan rata-rata antusias dengan buku bergenre thriller lokal ini.

blogtour tiga sandera

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-99105/novel-fiksi-cerpen/tiga-sandera-terakhir.html

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs , @brahmandito

dan @NouraBooks. Jangan lupa share dengan hestek #GATigaSanderaTerakhir dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika mendengar kata ‘daerah Papua’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GATigaSanderaTerakhir yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GATigaSanderaTerakhir ini berlangsung tujuh hari saja: 27 September – 3 Oktober 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 4 Oktober 2015.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

 

40 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Tiga Sandera Terakhir + GIVEAWAY

  1. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Kota Tinggal : Jakarta

    Papua, provinsi yang jarang peduduknya *cocok banget buat menyepi😀
    Di papua juga terkenal dengan Raja Ampatnya.

  2. Nama : ula
    Kota tinggal : Surabaya
    Twitter ID : @chiipurai

    kalau dengar kata daerah Papua yang melintas adalah saudara. Karena beberapa saudara hijrah kesana sudah hampir 20tahun lebih, tapi sayang kami belum pernah berkunjung kesana.
    Jadi, kalau ada berita kerusuhan atau bencana yang dipikirkan adalah “wahh tempat kejadiannya deket ga ya sama tempat tinggal…..” atau “apa mereka baik2 saja?”
    tapi untungnya selama ini baik2 saja dan semoga ga ada kerusuhan2 lagi.

  3. nama : pramestya
    akun twitter : @p_ambangsari
    kota tinggal : temanggung

    Pertanyaannya adalah jika mendengar
    kata ‘daerah
    Papua’, apa yang
    terlintas dalam
    pikiranmu?
    Banyak banget, ga bisa dijelasin keburu ilang bayangannya.

    Freeport-Amerika kurang asem, WIT, cendrawasih, garis weber, biogeografi, flora fauna Australian, kulit gelap, tradisional, tulang, termasuk pulau terluas, tiket pesawat mahal, pembangunan nasional kurang merata, kemarin ada gempa terus bnyk korban😦

  4. Nama : Ramadhanul Fitri Mardas
    Akun twitter : @ramadhan_rae
    Kota tinggal : Tangerang

    Jawaban :
    Jika mendengar ‘Daerah Papua’ yang terlintas dipikiran aku adalah Daerah terkaya yang Indonesia punya namun hanya dipandang sebelah mata. Daerah Papua Kaya akan budaya adat-istiadat, keindahan alam dan tentu saja tambang emasnya. Daerah Papua merupakan daerah yang jauh dari Ibu Kota Indonesia dan tentu saja mengakibatkan Daerah ini menjadi kurang maju. Kurangnya tenaga ahli membuat Daerah Papua menjadi terbelakang. Sedih kalo denger ada bebagai penyakit yang menyerang masyarakat di Papua tapi tenaga penyembuhnya tidak tersedia, mungkin ada tapi tidak sampai kepelosok-pelosok terdalam di Daerah Papua yang membutuhkan bala bantuan. Mulai dari kulit kering, kurang gizi dan lain-lain yang aku pelajari disekolah. Terus ada juga yang pendidikannya kurang falisitas dan tenaga pengajarnya juga. Mungkin ada satu pemerintah kabupaten yang hanya ada satu sekolahnya, itu pun bisa saja jauh dari pelosok sehingga membuat anak-anak memiliki kurangnya ilmu pengetahuan.

  5. Nama: Diki Siswanto
    Akun twitter: @diki_twips
    Kota tinggal: Masamba
    Jawaban:
    Satu kata yang terlintas di benakku ketika mendengar ‘Papua’ adalah orang papua itu sendiri. Ya, Mereka (orang papua) sangat familiar menurutku. Gaya bahasa yang khas dan kulit hitam adalah ciri mereka yang paling dikenal. Tidak hanya itu, adat dan budaya yang sangat tradisional juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari orang papua. Mereka sangat menghargai warisan budaya nenek moyang mereka. Namun, sayang sungguh sayang. Mereka dengan sumber daya alamnya yang melimpah justru menjadi kelompok yang terpinggirkan, terbelakang, dan kurang diperhatikan.

  6. Nur Ramadhani Anwar
    @DhaniRamadhani
    Jeneponto

    Yang langsung ada dipikiranku itu langsung koteka. Iya koteka. Hihihi. Pakaian adat Papua itu sungguh buat saya penasaran, apa nggak gatal pakai itu, apa nyaman, dan segala pertanyaan seputar koteka itu. Kalau ada kesempatan ke sana, mungkin yang ingin saya cari tahu yah koteka itu. hihi

  7. Nama : Velika Natalia
    Twitter : @VelikaNatalia
    Kota : Semarang’an Ajah

    Okey Kata Papua etlis langsung mikir setengah pulau dari keseluruhan pulau yang merupakan bagian NKRI. Tanah yang disebut sebut harta karun indonesia / surga yang jatuh ke bumi. Membentang puluhan Ribu Hektar Hutan yang dieksploitasi besar-besaran. Dengan suku pedalaman yang tinggal diantara rimbunnya pepohonan. Murni dan banyak yang belum terjamah kata modern (hidup layak masa kini). Sesekali dan seringnya bergejolak karna ketidak adilan yang didapatkan mereka yang tinggal ditanah merdeka Indonesia. Berkali-kali enggan mengerti dan tidak mau mengerti karna kurangnya kesejahterahan yang diberikan. Papua dengan segala ke’eksotisannya memberikan paronama yang menarik mancanegara untuk berwisata ke Indonesia memberikan keuntungan besar bagi negara. Namun lambatnya pembangunan dan prasarana menghambat kesejahterahan penduduknya. Justru memberikan eksploitasi berlebih pada pulau dan malangkahi hak-hak warga asli orang-orang Papua. Ironis memang dibakik itu smua Papua tetap menjadi wilayah NKRI. Wilayah yang nantinya harus kita lindungi juga!! Agar tidak menjadi cerita di buku sejarah anak cucu kita.

    TerimaKasih
    #GATigaSanderaTerakhir

  8. Nama: Debora T Julyanti
    Twitter: @borde2707
    Kota Tempat Tinggal: Medan

    okayh, ini namanya memflasback kembali pelajaran IPS atau sejarah.
    Pada masa penjajahan Belanda, Papua ini merupakan boneka bagi Belanda.
    Tahu sendiri kan di Papua itu merupakan daerah tambang terbesar, buktinya negara onoh udah menguasai wilayah pertambangan itu.
    Sebelum menjadi nama Papua, dulu disebut Irian Barat. Dan mengalami pergantian nama dgn berbagai perjuangan dari Ir.Soekarno dkk maka dari Irian Barat menjadi Irian Jaya dan pada akhirnya Papua.
    Papua, kalau tdk salah jg ingin merdeka dan membentuk negara sendiri seperti Papua Nugini.
    Papua itu salah satu Pulau yg fasilitas kota/desanya yg kurang diperhatikan diantara pulau atau daerah lainnya. Contohnya: pernah liat di tv gitu, akses jalan disana itu rusak parah. Jalan yg berlubang dan becek parah jika hujan turun.

    Papua yg kaya akan tambangnya, ternyata kurang begitu menikmati. Toh mereka masih dijajah oleh bangsa asing.

    Yg bisa kulihat dr Papua itu, bentuk pulaunya yg unik kalo liat di peta buta.
    Walopun belum pernah kesana, dgn mempelajari dari peta buta ttg hewan khas, suku yg ada disana, dan mempelajari seluk beluk wilayah Papua, pasti membayangkan indahnya Papua itu.
    Walaupun panas karna masih dlm teratorial laut.
    Org” yg ada di papua sana itu jg unik dgn segala keeksotisan yg ada. Dan aku kadang berpikir mereka itu bule negro versi Indonesia.
    Dan yg terakhir suka banget sama lagu daerah mereka “Yamko rambe Yamko”. Itu lagu yg selalu aku ingat dari SMP aku belajar nyanyi lagu itu dan buat gerakan sendiri. Lagu itu juga senjata ampuh buat ngejek kawan, dlm penggalan lirik ‘riro’ jd ‘wiro’.
    Aku senang menjadi bagian dari Indonesia. Begitu banyak suku etnik yg unik di Indonesia, salah satunya Indonesia.
    Apalg waktu nonton acara travel RUN AWAY TTV yg ke Papua, seru dgn adat penyambutan tamu.

  9. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Kota : Jember

    jika mendengar kata ‘daerah Papua’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

    Pulau “Raja Ampat”, that’s my dream to go there. Keeksotisan pulau, pantai dan salah satu 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia bikin merinding. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.. “Surga kecil terjatuh di bumi”. Aku pernah ke Sorong tapi belum sempat ke “Raja Ampat”. Kata orang kalau ke Papua nggak ke “Raja Ampat” berarti belum ke Papua. Kalau diberi rejeki lagi, aku pasti ke sana. Tidak perlu pergi ke luar neger karena kekayaan Indonesia pun tidak kalah dengan luar. Kelestariannya perlu dijaga. My Trip My Adventure.

  10. Nama: Sylvia
    Twitter: @sylnamira
    Tinggal di: Depok

    Saat kata ‘Papua” disebut, yang terlintas adalah orang-orang berkulit hitam, berambut keriting, dengan wajah yang dicoreng-coreng, membawa tombak dan perisai.

    Iya, I know, mereka nggak begitu setiap hari, tapi itu yang terlintas dalam benak saya🙂

  11. Nama: Akhfhin
    Akun twitter: @afingleek
    Kota tinggal: Jakarta Selatan
    Link share: https://twitter.com/afingleek/status/648361457080336384
    Jawaban: kalo denger “daerah Papua” aku langsung inget temen-temen kuliahku yang dari Papua. Mereka adalah anak-anak Papua berbakat yang mendapat beasiswa untuk menuntut ilmu di universitas yang sama denganku. Mereka orangnya sangat sangaaaaat baik, mereka juga sangat artistik. Kebanyakan dari mereka suka menari dan ada juga yang suka menyanyi. Suara mereka pun bagus! Tarian mereka juga tak kalah keren. Mereka suka membagi cerita mengenai Papua, jadi kita lebih tau Papua dari mereka.

  12. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Kota: Palembang

    Langsung teringat dengan 2 film yang diproduseri Ari Sihasale & Nia Zulkarnaen: “Denias – Senandung di Atas Awan” dan “Di Timur Matahari”.
    2 film itu ber-setting di Bumi Papua, menonjolkan kisah tentang anak Papua yang haus dengan cahaya ilmu pengetahuan, namun sayangnya untuk mendatangkan seorang guru ke sana pun sangat susah. Di film itu sekaligus menampakkan keindahan alam Papua yang sungguh mempesona. Film yang membekas, karena mereka rela hanya main-main di alam luas dengan harapan bisa mendapat pelajaran dari lingkungan sekitar. Begitu tulusnya mereka menjalani kehidupan.
    Itulah yang terlintas dibenakku ketika mendengar kata “daerah Papua”. Tentang anak-anaknya, tentang semangat belajarnya, tentang alamnya, tentang kebebasannya, dan tentang tradisinya yang masih sangat kuat.

  13. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Kota : Medan

    Yang terlintas dalam pikiran saya ketika mendengar kata ‘daerah Papua’ adalah sebuah provinsi terluas di Indonesia yang berada dibagian paling timur Indonesia. Provinsi yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, kebudayaan yang unik dan lagu daerah yang berjudul Apuse dan Yamko Rambe Yamko yang termasuk salah satu lagu daerah favorit saya karena lagunya yang semangat😀. Sebuah provinsi yang masih banyak suku pedalaman didalamnya, yang penduduk aslinya sering disebut ‘orang dayak’ dengan kulit hitam, rambut keriting dan koteka sebagai salah satu pakaiannya. Dan memiliki makanan khas berupa sagu yang lengket yang biasa disebut papeda.

    Terima Kasih mbak Luckty ^^

  14. nama : Sayekti Ardiyani
    Twitter : @sayektiardiyani
    kota MAgelang
    yang telintas adalah pulau luas kaya namun penuh ironi, penguasaan tambang oleh asing. maka, kalau terbayang di sana penuh pergolakan itu, antar suku, dengan aparat…ya,,,,sebab tanah mereka seperti dijajah… maka tak heran kalau di Papua yang eksotis itu penuh gejolak😦

  15. nama: Putri Prama Ananta
    akun twitter: @PutriPramaa
    kota tinggal: Probolinggo

    Jika mendengar kata ‘daerah Papua’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

    Tolikara. Harga tiket pesawat ke Papua yang sama dengan tiket ke Amsterdam. Freeport. Asal teman-teman yang merantau ke Probolinggo untuk belajar, salut dengan mereka. Banjir bandang Wasior 2010. Gunung dengan salju abadi di Indonesia. Puncak Sudirman–Jaya Wijaya. Pesawat Trigana jatuh dan uang 6,5 milyar hangus. Banyak sukunya! Hitam manis.
    Satu kawasan yang masih bercitarasa Indonesia yang seharusnya satu nasib dengan siapa saja yang hidup di Indonesia–Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dll.

  16. Nama : Alvina
    Kota tinggal : Solo
    Twitter ID : @alvina13

    Yang terlintas adalah Jaya Wijaya. Pegunungan yang menjulang plus berlapis salju itu pernah menjadi impian saya untuk didaki. Yah, sekarang mah impian hanyalah tinggal impian😄 Bayangin aja, Indonesia yang terletak di khatulistiwa bisa punya daerah berslaju, wow, saya selalu berpikir alangkah sempurnanya negara kita ini.

  17. Nama : Wening Purbawati
    Twitter : @dabelyuphi
    Kota : Semarang

    Jika mendengar kata ‘daerah Papua’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

    wah banyak banget sih sebenarnya.. tapi yang paling pertama itu Raja Ampat. tempat destinasi snorkling paling wahid dan indah di dunia. lalu ada juga freeport yang dikeruk abis-abisan sama amrik.

  18. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503
    Palembang

    Papua, kota yang selalu dihindari para petugas atau pegawai karena takut dipindahtugaskan ke daerah yang paling jauh dan seolah tidak ada peradaban disana. bukannya seharusnya kita senang bisa ke sana untuk membangun daerah itu. pemandangan di sana juga masih asri, hijau, tidak banyak pembangunan dan polusi.

  19. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Kota : Balikapapan

    jika mendengar kata Papua maka yang pertama terlintas adalah gambaran seorang laki-laki papua dengan membawa tombak dan berdiri di bukit yang gersang dan panas dengan latar langit berwarna biru cerah yang membentang ….

  20. Yulia Nila Cahya
    @yulianilachy
    Bekasi
    Jika mendengar
    kata ‘daerah Papua’, apa yang
    terlintas dalam pikiranmu?
    Konflik dan Freeport

  21. Nama : Tatang Nurlano
    Twitter: @tatangnurlano
    Kota: CIREBON

    PAPUA —> yg terlintas di pikiran saya yaitu koteka yg di pakai oleh pria, cara berbicara/logat dan buah merahnya.

  22. Pingback: Sekilas Info: Novel Tiga Sandera Terakhir Disebar Gratis! | Warung Fiksi ®

  23. Nama: Eka Puspa
    Twitter: @ekapusp
    Kota: Bogor

    Yang terlintas ketika membaca atau mendengar kata ‘Papua’ pertama kali adalah Raja Ampat, orang berkulit gelap dan mantan. Iya, mantan. Hehe. Bukan, mantan saya bukan orang Papua, tapi dia pernah tinggal di sana.

    Kalau mengenai Raja Ampat, siapa yang tidak tahu kalau Raja Ampat merupakan bagian dari Papua juga. Keindahan alamnya yang begitu mempesona bahkan menurur saya mampu mengalahkan keindahan bali sekalipun. Juga yang ada di benak saya yang terlintas adalah orang-orang kulit gelap. Bukannya saya rasis atau bagaimana tapi memang hampir semua warga di sana berkulit gelap, meskipun ada juga sebagian yang tidak demikian.

  24. Nama : yaumul.m
    akun twitter : @muthyelf_
    kota tinggal : Bekasi

    “potensi Sumber Daya Alamnya banyak” yang dimanfaatkan oleh orang lain. Sayangnya disitu. Kenapa orang lebih dulu tahu. Dari kita sendiri?

  25. Sri Darmawati
    @Eyiaz_AB
    Mataram, Lombok

    Sebuah daerah nunnjauh di timur Indonesia, dimana daerah, kebudayaan, dan orang – orangnya masih sangat alami. Sayangnya, ke-alami-an dan kepolosan mereka dimanfaatkan oleh orang – orang yang tak bertanggungjawab demi nengeruk keuntungan pribadi sehingga membangkitkan perlawanan dari para pemuda dan orang – orang yang mencintai Papua, melalui gerakan OPM. Hanya saja, dimanapun, gerak radikal biasanya selalu membawa banyak korban dari warga lokal sendiri. Papua, yang kini mulai bangkit, merupakan salah satu daerah yang kaya dan indah. Semoga lahirnya berbagai film nasional yang berlatar tanah Papua dan penduduk lokal, buku buku yang mengangkat tentang Papua, menjadi sarana dunia mengenal Papua.

  26. Nama: Krisma Rah Sangga
    Twitter: @kriskriskrisma
    Kota Tinggal: Indramayu

    Jika mendengar kata ‘daerah Papua’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

    Ketika mendengar kata tersebut yang terlintas di pikiran aku adalah pulau paling ujung timur Indonesia yang menjadi impian Aku dan Kakak laki-lakiku untuk berkunjung ke sana suatu hari nanti.

    Terkadang juga terpikir kepada OPM, daerah rawan konflik, Freeport.

    Dan ada sebersit pikiran Papua sebagai pulau yang tertinggal, jauh dari kata modern, dan tak mengenal teknologi.

    Papua adalah pulau yang memiliki potensi kekayaan alam yang tinggi baik hasil bumi dengan tambang emasnya di Tembagapura maupun panorama indahnya di Raja Ampat.

  27. Nama: nurdiana
    Twitter: nurdianaanissa3
    Kota: Tasikmalaya, Jawa Barat

    Yang terlintas saat mendengar kata Papua

    Raja ampat langsung terlintas di pikiran aku, aku ingin ke sana tentu nya

  28. Nama: Eka Fitri
    akun twitter:@Heart0fHuman
    Kota tinggal: Jambi

    Dari sy kecil, sampe sy se-Gede skrg. Kalo dengar kata papua itu, yg ada di bayangan sy adalah tempat sejuk yg banyak hutan dan gunungnya.
    lalu, para masyarakat yg masih tradisional.

  29. Nama: Eni Lestari
    Akun twitter: @dust_pain
    Domisili: Malang

    yang terlintas di pikiranku ketika mendengar kata ‘daerah Papua’ adalah provinsi yang terletak di wilayah paling timur Indonesia. di sana tidak sepadat pulau2 lain di Indonesia dan belum banyak dirambah aktivitas manusia. Papua kaya sumber daya alam. hal ini membuat Papua menjadi tempat yang menyajikan peluang untuk berbisnis. tanahnya yang luas juga dipenuhi oleh hutan, dengan tanah yang cocok untuk lahan pertanian. lautnya pun kaya dengan keaneka ragaman biota yang unik dan indah. bukan cuma itu saja. di dalam buminya, Papua menyimpan gas alam, minyak dan aneka bahan tambang lainnya yang siap menunggu untuk diolah. dengan segala kelebihan yang dimiliki, membuat Papua menjadi pulau yang istimewa. sayang, pemerintah belum mengoptimalkannya dengan baik :’)

  30. Naufal Rizqi Muttaqien
    @NaufalRM
    Tangerang

    “Jika mendengar kata ‘daerah Papua’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?”

    DYSTOPIA.
    Karena OPM yang sampai sekarang masih memperjuangkan kemerdekaan untuk lepas dari Indonesia dan sumber daya alam Papua yang melimpah masih saja dikeruk habis-habisan untuk kepentingan pusat (sedangkan rakyat Papua sendiri hampir tidak merasakan dampak kekayaan daerahnya). Dua faktor tersebut berpotensi sekali memicu pemberontakan dan kekacauan di masa depan. Kalau pemerintah pusat tidak bisa mengatasinya dengan baik, kejadian-kejadian seperti di novel-novel dystopia sangat mungkin terjadi di Nusantara. Di masa depan, pemerintah pusat malah jadi otoriter karena mempertahankan Papua, atau Papua beneran jadi negara sendiri karena gerakan pemberontakannya di bantu negara lain. Semuanya lagi-lagi karena faktor kapitalisme yang bersumber dari kekayaan alam Papua yang sangat potensial.

  31. Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia1498
    Kota tinggal: Bogor

    jika mendengar kata ‘daerah Papua’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

    Cendrawasih. Burung pintar yang berasal dari Papua. Setiap orang-orang bicara tentang Papua, pasti yang terlintas adalah burung cantik itu. Burung yang sekarang sudah hampir punah karena keberadaan nya yang diburu. Saya sangat suka burung itu, warna nya khas dan memans sangat mencirikan Indonesia. Hijau kuning yang mencerminkan bahwa Indonesia adalah negara agraris. Lalu keindahan nya seolah berisyarat bahwa ia hidup di negara yang sangat Indah. Papua = Cendrawasih. Itu yang ada dipikiran ku.

  32. Nama : Renzy Ardyanti
    Twitter : @ardyantiR
    Kota tinggal : Surakarta

    jika mendengar kata ‘daerah Papua’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

    Hal pertama yang terlintas dipikiranku adalah ciri khas fisik penduduk aslinya. selanjutnya adalah daerahnya yang masih alami,serta sistem kependudukan yang masih tradisional. penduduknya yang mengalami keterlambatan akan iptek,biaya hidup yang mahal membuat banyak sekali rantauan yang mencari lapangan kerja disana.dan masih terkesan seperti bagian indonesia yang masih terjajah dengan adanya pabrik-pabrik milik negara asing.

  33. Nama : Naelil Maghfiroh
    Akun Twitter : @Naelil_ID
    Kota Tinggal : Banyuwangi
    Link Share :

    Pertanyaannya adalah jika mendengar kata ‘daerah Papua’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

    Jika mendengar kata ‘daerah Papua’, saya jadi ingat saudara. Jadi, saya ada saudara yang sudah hampir 20 tahun kali ya tinggal di Papua karena program transmigrasi dari pemerintah. Pada musim pemilihan presiden RI yang lalu, saudara minta tolong ke kita untuk pilih Prabowo dan bukan Jokowi. Alasannya, karena dibeberapa wilayah di sana tuh masih suka anarkis dan memang ada semacam OPM. Kalau yang terpilih Jokowi, khawatirnya hal itu masih akan terjadi karena Jokowi bukan Jenderal. Kalau Prabowo kan Jenderal, jadi ditakuti. Dari review di atas, saya kok jadi pengin tahu lebih lanjut ya sekarang keadaannya bagaimana setelah Jokowi yang terpilih.

  34. Nama: Jun
    Akun Twitter: @FJrean
    Kota tinggal: Nganjuk
    Jawaban:
    “Topi” salju!! Masih heran dan takjub bisa gitu ada salju di daerah tropis. Kalau boleh didaki, pengen rasanya merasakan salju dari puntjak Jaya :’D

  35. mantap bener review bukunya mbak, bikin pengen punya bukunya. tapi saya ngga ikutan kontesnya lho.

    Begitu dengar papua, saya pikir SDM mereka harus dikembangkan, kalau SDM nya siap, artinya Papua siap untuk maju

  36. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  37. Wah konflik sosial politik. Aku duga ini bacaan agak berat, terlihat dari reviewnya kak Luckty.
    Tapi kakak bilang ini bagus banget ya? Jadi penasaran. Padahal covernya biasa banget hoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s