#psychdiscussion Luka Batin + Pengumuman Giveaway Berlabuh di Lindoya

WP_20150920_003

Luka batin adalah luka yang terjadi pada lapisan batin yang terdalam akibat suatu tekanan yang terjadi secara luar biasa berat  atau terjadi secara terus menerus. Batin yang terluka akan menimbulkan kesedihan yang mendalam, perasaan tidak menentu, kemarahan, emosi tidak terkendali, kejengkelan, hidup tidak terarah, sesekali timbul keinginan mengakhiri hidup yang terasa pahit.  Bagi seseorang yang terluka batinnya semua hal menjadi kelam kelabu, tidak ada warna warni dalam kehidupannya. Bahkan matahari terbit yang bersinar indah menjadi tidak berarti, semua tampak kelam kelabu.

Kalau dilakukan komparasi dengan sistem kerja komputer, batin bawah sadar adalah hard disk yang berisikan semua memori data base untuk pengoperasian komputer secara keseluruhan. Batin sadar adalah operating system, soft ware untuk melakukan proses kerja dengan menyimpan dan mengambil data pada hard disk.

Kapasitas proses data batin sadar sangat terbatas, berbeda dengan kapasitas proses data dan penyimpanan dari batin bawah sadar yang tidak terbatas.

Luka batin bisa disamakan dengan adanya “bad sector” pada hard disk karena serangan virus. Akibat adanya virus pada komputer akan menyebabkan komputer tidak bisa berjalan dengan semestinya bahkan bisa rusak. Hal yang sama juga terjadi pada batin manusia.  Karena adanya suatu kejadian buruk yang menimpa  seseorang bisa mengakibatkan luka / trauma pada batin bawah sadar.

WP_20150901_054

Sam, tokoh utama dalam buku ini mengalami trauma berat dalam hidupnya. Meski awalnya dia rapuh dan tak berdaya, dia tidak mau kalah dengan lukanya ini. Dia berusaha keras untuk berjuang hidup, untuk masa depannya dan untuk cita-citanya meski harus hijrah ke kutub utara. Kenapa dia sampai hijrah hingga ke ujung dunia? Karena dia mau memulai hidup baru dengan lingkungan baru.

Meski sudah bertahun-tahun, luka tetaplah luka. Meski Sam sudah bermetamorfosis menjadi pribadi yang baru, kenangan lama masih membekas dalam kehidupan barunya itu. Ada beberapa hal yang bisa membangkitkan rasa trauma yang pernah dialaminya. Misalnya di halaman 199 saat keramaian semacam pesta di rumah Rasmus, yang berdekatan dengan rumah Sam. Bayangan pesta yang onar dan ricuh menimbulkan rasa trauma pada diri Sam. Begitu juga di halaman 208, ketika Sam berada di sebuah keramaian dan mendengar suara-suara ramai juga membuatnya panik dan mengingatkannya akan kenangan buruk.

Selain menimbulkan rasa trauma, luka batin yang dialami Sam juga menimbulkan gangguan psikologis lainnya tanpa disadari:

  1. HATI-HATI. Sam menutup semua pintu dan jendela di kediaman barunya di halaman 17. Bahkan Sam menaruh kursi di depan pintu gudang yang berada di dapur sehingga tidak ada orang yang masuk dari sana.
  2. Sam kerap mencurigai orang yang baru dikenalnya. Seperti pada Rasmus, tetangga di kediaman barunya itu di halaman 45. Seperti saat Rasmus yang menawarkan diri untuk membantu Sam menghidupkan sekring rumah, justru ditolak mentah-mentah oleh Sam.
  3. TAKUT BERLEBIHAN. Sam tidak suka difoto, dia menganggap jika seseorang mendokumentasikannya, akan ketahuan identitas Sam yang dulu. Jadi Sam sangat menghindari yang namanya berfoto maupun di foto. Dia terpaksa berfoto karena menghormati sebuah pertemuan di halaman 143, dan hal yang dia khawatirkan selama ini terjadi juga hanya gara-gara selembar foto.

Itu tadi beberapa hal yang mengindikasikan jika Sam mengalami luka batin. Serapat apa pun dan sejauh ke manapun Sam pergi, sorotan matanya yang rapuh bisa terbaca oleh Rasmus. Kuncinya ada di diri Sam, apakah mau menutup kenangan lamanya yang buruk dan menerima pintu masa depan yang ditawarkan oleh Rasmus?

“Yang bisa menjahit hati yang robek di mana?”

“Ya, mari kita cari tempat yang bisa menjahit hati yang robek buat Rasmus.” (hlm. 254)

Pesan moral yang diselipkan oleh penulisnya dalam buku ini adalah perempuan bisa keluar dari masa kelam dan bisa hidup mandiri untuk menuju ke masa depan yang lebih baik.

Sumber referensi LUKA BATIN

Makasih ya buat semua peserta giveaway kali ini. Jangan bosan-bosan buat berpartisipasi ya. Dan tetap semangat jika belum beruntung, masih banyak giveaway lainnya yang menanti! 😉 #peluk

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Nama: Dimas Rizky Prasetio
Twitter: @dimasrizkyp
Kota tinggal: Purwakarta

tinggal di kutub utara? semriwing pastinya, apalagi klo dibandingkan dengan tinggal di Purwakarta, cuma kalo dilahirkan di kutub utara saya sih gak bisa bayangin. tapi klo ditakdirkan pindah dari purwakarta ke kutub utara, mungkin bisa makan ikan tiap hari, eh tapi ada ikan patin gak yah disana?..

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GIVEAWAY Giveaway Berlabuh di Lindoya. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penerbitnya berupa paket buku dari Gramedia😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

One thought on “#psychdiscussion Luka Batin + Pengumuman Giveaway Berlabuh di Lindoya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s