REVIEW How to Be a Writer

WP_20150524_003

Menulis itu seperti jatuh cinta. Kalau kamu pernah jatuh cinta, pasti bisa melakukannya lagi. kalau belum pernah, dengan membuka hati dan pikiran, cinta akan dengan mudah menghampirimu. Bersiap-siaplah merangkul semua emosi yang mungkin timbul. Jatuh cinta bisa menyakitkan, tapi kalau kita menutup hati, kita juga akan kehilangan berbagai indah yang dapat kita kenang selamanya. (hlm. 122)

Buku ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama bercerita tentang Zoya Zinnia seorang pelajar yang merasa hidupnya sudah dekat dengan cita-citanya. Dulu Bu Molly selalu memujinya dengan yang manis-manis jika Zoya menyerahkan tulisannya. Berbeda sekali dengan Bu Selma yang kini menggantikan Bu Molly di kelas. Harga dirinya seakan runtuh ketika tulisannya dikritik Bu Selma. Tahu apa Bu Selma ini berani-beraninya mengkritik? Itulah anggapan Zoya yang kesal dengan kritik yang diberikan Bu Selma. Endingnya nggak terduga!

Zoya adalah representasi penulis pemula yang merasa besar kepala dengan karyanya dan tak butuh masukan dari orang lain. Merasa tulisannya sudah maksimal dan sakit hati ketika tulisannya dinilai oleh orang lain. Itulah Zoya? Apakah kita juga seperti itu? Kita kerap ‘ngambek’ dengan masukan dari orang lain, maksud mereka bukan menjatuhkan kita, tapi justru memberi masukan agar karya kita lebih baik lagi. Percaya deh, orang yang mengkritik terkadang lebih perhatian dari orang yang suka memuji kita.

Menulis tidak hanya perlu imajinasi, tapi juga perlu riset kalau ingin menghasilkan karya yang believable. Man bisa jadi pertapa tanpa berinteraksi dengan apa pun dan siapa pun, kemudian bisa dengan kepekaan dan kelihaian luar biasa menuliskan kisah-kisah realistis dan menyentuh jiwa para pembaca? (hlm. 86)

Bagian kedua berisi ‘How to write Teenlit: non-fiction’. Berikut beberapa tips manjur ala penulisnya yang sudah menelurkan lebih dari dua puluh buku bergenre teenlit:

  1. Awali dengan Niat
  2. Cari Tahu Motivasimu
  3. Menulis Sebagai Hobi/ Profesi
  4. Apa yang Ingin Kamu Sampaikan
  5. Menggagas ide. Nah, ini yang biasanya susah dicari. Berikut beberapa tips langsung cara menggagas ide. Pertama, kita memerlukan beberapa potong kertas dan tentunya celengan untuk cara ini. menggunakan kotak khusus juga oke loh. Jadi setiap kita mendapatkan sekelumit ide, segera tuliskan dan masukkan dalam tabungan. Bongkar tabungan saat kita merasa buntu dalam menulis. Kedua, kita lebih senang melihat berbagai ide kita agar lebih mudah disambung-sambungkan? Gunakan magnetic board besar serta aneka magnet untuk menempelkan ide-ide yang sudah kita tuangkan dalam beberapa carik kertas. Kalau sedang bosan, mengasyikkan lho menata ulang ide-ide ini. ketiga, buku-buku yang bisa digunakan untuk mencatat ide: diary, buku catatan biasa, agenda, atau buku bentuk apa pun itu. Dari SD, saya sudah dibiasakan mama untuk menulis apa pun di buku catatan berupa kumpulan kertas bekas yang masih kosong, dikumpulkan jadi satu, kemudian dijilid ke tukang fotokopi yang nantinya bisa untuk menulis tugas atau pekerjaan rumah yang diberikan guru di sekolah, atau semacam coret-coretan tentang kegiatan yang akan dilakukan. Kebiaaan ini terus berlangsung sampai sekarang yang biasanya saya tulis di blocknotes kecil. Berhubung saya ini tipikalnya pelupa banget, jadi hal-hal remeh temeh pun sayaa tulis. Misalnya saja daftar belanja bulanan yang harus dibeli. Keempat, Telepon genggam atau blackberry. Dengan demikian kita tidak perlu repot membawa alat tulis. Atau lebih canggih langsung dicatat via tab. Kalo saya sih masih lebih suka mencatat langsung dengan tulisan tangan sendiri atau langsung ketik ke notebook dan disimpan. Bisa buka foldernya kapan-kapan. Kelima, bagaimana kalau Ipad/ kemera atau apapun yang berfungsi merekam untuk mencatat semua ide yang mungkin muncul sebelum kita melupakannya. Atau jika handphone kita memiliki aplikasi rekam, kenapa tidak dimanfaatkan? Keenam, apabila kita sering online, gunakan blog atau situs microblogging untuk mencatat ide-ide kita, di mana saja. Saya saja, punya banyak sekali draft di blog, meski cuma mentok di judul dan berniat mengisinya kapan-kapan kalo udah mood x))
  6. Ciptakan Zona Nyamanmu
  7. Mulai dengan Ide yang Solid
  8. Ayo Menulis
  9. Untuk memilih suatu latar, diperlukan riset. Tidak harus langsung terjun ke latar, yang penting adalah diperlukan riset yang bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain pertama, cari kenalan di tempat itu sebanyak mungkin. Gunakan berbagai situs jejaring untuk keperluan ini. Kedua, minta para sahabat atau kenalan yang berada di kota/ negara tersebut mengirimkan travel brochure gratisa untuk kita Ketiga, baca-baca blog mereka yang tinggal di kota/ negara tersebutagar bisa membayangkan bagaimana rasanya di sana. Keempat, suka buka situs jejaring sosial yang berisi foto-foto kota/ negara yang diminat. Kelima, mintalah kenalan atau saudara yang berada di kota/negara itu memotret berbagai daerah yang potensial untuk dimasukkan ke dalam kisah kita. Keenam, riset juga jenis makanan yang ada di sana dengan mencoba resep kota/ negara tersebut atau mencari-cari foto hidangannya. Ketujuh, kalau bisa datanglah ke kedutaan negara yang kita inginkan untuk mendapatkan informasi yang memadai. Terakhir, jangan lupa tanyakan pada kenalan atau saudara yang berada di kota/ negara tertentu mengenai kehidupan sehari-hari di sana.
  10. Karakter
  11. Show Don’t Tell
  12. Mengatasi Writer’s Blockitis
  13. Menerbitkan Naskah

Buku ini menjelaskan secara gamblang mulai dari proses menulis sampai cara menerbitkan naskah. Abis baca ini jadi kepikiran, kan tiap hari ketemu ama murid-murid unyu dengan 1001 pengalaman mereka mulai yang kocak atau sampai ada yang drama banget macam sinetron juga ada, jadi kepikiran pengen nulis juga novel tema teenlit. Suatu saat semoga alam berkonspirasi😉

Kita nggak bisa memaksa orang mendukung semua keinginan kita. Saudara dan teman, bahkan keluarga terdekat, tidak dapat kita harapkan untuk menyemangati kita dalam menulis. Jalan sebagai penulis tidak selalu mudah, dan musuh terbesar adalah keragu-raguan. Sekaligus sulitnya memotivasi diri sendiri. Tapi kalau mau jadi penulis ya, kita harus bisa, tidak ada pilihan lain. Hanya kamu yang bisa, hanya kamu yang dapat menentukan akan terus menulis atau berhenti di tengah perjuanganmu. (hlm. 101)

Keterangan Buku:

Judul                                     : How to be a Writer

Penulis                                 : Primadonna Angela

Desainer cover                  : maryna_design@yahoo.com

Layout isi                             : eMTe

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Februari 2012

Tebal                                     : 232 hlm.

ISBN                                      : 978-979-22-7983-2

 

9 thoughts on “REVIEW How to Be a Writer

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Wha bener banyak banget penulis yang udah besar kepala banget sampe ga terima di kritik. Mungkin tipe-tipe itu harus baca buku ini. Yaa termasuk aku juga😄

  3. Gue harus baca nih buku
    Aku pernah Kasih karya aku ke temen dan dikritik abis abisan
    Sakit hati sih dikit untung dia kritik lewat bbm jadi ga muka ketemu muka
    Hehehe
    Tapi kritikan dia bener berguna kok🙂

  4. Ahh itu covernya unyuu :3 liat covernya aja udh buat aku jatuh cinta, aku hrs baca dan beli bukunya, mengingat aku juga pgn jadi penulis

  5. Buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang bermimpi menjadi penulis dan berusaha mewujudkannya.
    Adalah kesalahan ketika penulis pemula tidak terima kritikan orang lain. Satu kritikan akan membuka seribu kesalahan, seharusnya hal tersebut dijadikan kesempatan untuk berkarya yang lebih baik.

  6. Kata ka Luckty buku ini terdiri dari 2 bagian, apa dalam 1 buku ini terdapat cerita fiksi dan nonfiksi?

    Zoya.orang kayak Zoya ini ga ingin dikritik, pengennya dipujiii terus. Harusnya Zoya sadar, kalo pujian itu membuat seseorang melambung terlalu tinggi dan lupa cara untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi.

    Cocok nih buat yang pengen nulis dan jadi penulis🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s