REVIEW Kumcer Horor: 13

WP_20150821_036

Bersyukur takkan mudah jika kita selalu menganggap orang lain lebih beruntung dan hidupnya lebih bahagia daripada kita. Tiap orang memiliki keberuntungan dan percobaan masing-masing, berusalah berfokus menghitung berkat alih-alih iri dan merutuki apa yang tidak kita miliki. (hlm. 86)

13eautiful Dolls menjadi cerpen pembuka yang memikat. Adalah Rowena, nama boneka yang diceritakan dalam cerpen ini. Jujur, saya rada takut kalo liat sebuah boneka. Serasa kayak ada yang mengintai. Boneka yang saya takutkan adalah boneka ala-ala Barbie, beda dengan boneka dari kain. Padahal waktu kecil, sahabat saya (setiap di foto) kebanyakan posenya selalu bersama boneka besar (rusak terbakar karena kena lelehan lilin pas mati lampu) ama kucing. Anehnya, dewasa ini malah takut boneka dan juga kucing! X))

Jalan 13, Mangsa, dan Lembaran Ketiga Belas. Tiga cerpen ini memiliki benang merah yang sama. Setiap tindakan buruk akan ada ganjaran setimpal yang harus dibayar. Ketika menginginkan sesuatu di luar kemampuan, manusia kerap melakukan jalan pintas dan kadang melupakan dampak dari jalan pintas tersebut. Tokoh-tokoh dalam ketiga cerpen ini mengingatkan kita bahwa sesuatu yang buruk harus dihindari.

Si Pelupa. Mayang, si tokoh utama dalam cerpen ini saya banget; pelupa. Sama seperti Mayang, saya membiasakan diri membuat catatan kecil tentang hal-hal penting sampai yang tidak penting. Tapi meski begitu, selalu saja ada hal-hal yang terlupakan meski itu adalah rutinitas yang setiap hari dilakukan atau dikerjakan. Misalnya, setiap bel sekolah, sebelum menutup perpustakaan ada beberapa hal yang wajib dilakukan; menutup semua korden, mematikan semua komputer dan kipas angin, dan terakhir harus mencabut stop kontak. Belum lagi membereskan buku-buku yang berserakan di segala penjuru perpustakaan. Karena terlalu banyak yang dilakukan, terkadang ada yang terlupa. Yang agak ngeri adalah jika lupa mematikan stop kontak. Pernah kejadian, karena beberapa hari tidak pernah mematikan stop kontak meski semua alat elektronik mati, stop kontaknya terbakar karena terlalu lama dicolok. Duh…nggak lagi-lagi deh…repot kalo semua alat elektronik (termasuk komputer) jika rusak. Begitu pula dengan Mayang yang sering lupa dengan segala sesuatu. Ternyata kekurangan orang bisa menjadi salah satu hal yang menyelamatkan hidup. Seperti Mayang yang lupa dengan janjinya yang akan pergi dengan teman-teman sekolahnya ini.

MISTERI DALAM LEMARI juga nggak kalah keren. Ini fantasi banget. Cerpen ini mengingatkan saya akan penulis Nicolas Flamel yang menelurkan serial Alchemist. Saya punya serial buku ini lengkap, tapi masih di timbunan x)) Di cerpen ini, Nicolas Flamel menjadi salah satu tokoh dalam cerita ini. keren!😉

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Dari ada, sekarang tiada. Begitulah kehidupan, cepat sekali berubah. (hlm. 40)
  2. Suara hati penuntun sejati, tapi orang sering menanggapi dengan setengah hati. jika hati kecilmu menyuruh pergi, segeralah angkat kaki. Mendapat julukan pengecut jauh lebih baik daripada tidak bisa lagi menyaksikan matahari esok hari. (hlm. 42)
  3. Insting orangtua biasanya tepat. Turuti saja. (hlm. 71)
  4. Lebih baik kita pikirkan hal-hal yang lebih penting aja. (hlm. 78)
  5. Kamu harus bijak, karena bijak itu sempurna. (hlm. 92)
  6. Harapan bisa menjadi kenyataan. Tapi siapkah kau membayar imbalan yang memuaskan? (hlm. 98)
  7. Kadang kala sendiri, musuh terbesar kita adalah rasa takut dan imajinasi. (hlm. 108)
  8. Semesta memiliki cara sendiri untuk menghindarkan kita dari kematian. Jika kita terlambat atau lupa –karena alasan yang bukan kesengajaan- naik pesawat, bus, kereta api, atau kendaraan kita mogok tiba-tiba, mungkin itu cara Semesta mengatakan, “Ajalmu belum tiba.” (hlm. 114)
  9. Karma selalu punya cara menyeimbangkan segalanya di Semesta. (hlm. 124)
  10. Kadang, larangan diciptakan untuk diperhatikan. Bukan untuk diabaikan. (hlm. 184)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Karena kita takkan pernah tahu, bagaimana akhir menyapa hidupmu. (hlm. 14)
  2. Setidaknya pergi tanpa izin masih lebih terpuji daripada curi-curi merokok dan minum alkohol. (hlm. 29)
  3. Kalau belum mengenal baik seseorang, masak kita mau masuk ke rumahnya, tanpa mengetahui apa yang akan menyambut kita di sana? (hlm. 35)
  4. Sengaja kok mendorong sampai dua kali? Benar-benar keterlaluan! (hlm. 37)
  5. Jangan terlalu cengeng sebagai laki-laki. (hlm. 50)
  6. Jadi anak laki-laki jangan lembek. (hlm. 51)
  7. Berhati-hatilah. Kita takkan pernah tahu, (si)apa yang sedang mengincarmu. (hlm. 54)
  8. Malang sekali umat manusia. Karena begitu Tuhan terlupakan, sulit sekali bagi mereka untuk berjalan ke arah yang lurus. (hlm. 56)
  9. Pura-pura lupa membuat PR atau mencuci piring sejuta kali lebih gampang dibanding pura-pura lupa sudah berbuat konyol. (hlm. 69)
  10. Meminta pada sumber tak terpercaya, bisa-bisa menghilangkan jiwa. (hlm. 74)
  11. Dunia nggak akan seru tanpa cowok, kan? (hlm. 78)
  12. Ada hal-hal yang sebaiknya kamu nggak perlu tahu. (hlm. 81)
  13. Kata-kata, kalau terus menerus ditekankan dan dijejalkan kepadamu, lama-lama jadi sesuatu yang kau percaya. (hlm. 134)
  14. Orang-orang tertentu suka melakukan penindasan hanya karena mereka bisa. (hlm. 146)
  15. Dalam kehidupan, apa saja bisa terjadi. Kuatkan hati untuk menghadapi. (hlm. 156)
  16. Buat apa basa-basi kalo bisa nembak langsung? (hlm. 158)
  17. Beraninya cuma sama cewek, dasar pengecut! (hlm. 175)
  18. Suka pada seseorang bukan berarti ingin dia putus dengan pacarnya. (hlm. 187)

Biasanya cerpen kurang nendang dibandingkan novel karena eksekusi sebuah cerpen serasa buru-buru. Tapi cerpen-cerpen di sini punya roh masing-masing, karakter para tokohnya pun kuat meski hanya dijabarkan sepintas-pintas. Habis baca satu cerpen musti ada jeda untuk membaca cerpen berikutnya karena cerpen yang kita baca menimbulkan imajinasi ke jalan cerita yang ditulis. Jadi lumayan lama menyelesaikan kumpulan cerpen ini. Salut ama dua penulisnya yang menata jalan ceritanya.

Tiap cerpen memiliki pesan moral. Amarah, kebencian dan keserakahan adalah hal-hal negatif yang mendominasi manusia yang ingin hidup instan. Lewat cerpen-cerpen di sini kita bisa membaca bahwa satu keburukan akan menimbulkan keburukan lainnya.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Kumcer Horor: 13

Penulis                                                : Primadonna Angela & Shandy Tan

Desain cover & ilustrasi : Yulianto Qin

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 193 hlm.

ISBN                                      : 978-602-3-1784-7

10 thoughts on “REVIEW Kumcer Horor: 13

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Judulnya serem 13. Tapi review dari kakak aku nggak nemu titik seremnya. Biar ga spoiler ya, kak? Wkwk😄

  4. Hahaa aku juga sempet takut sama boneka kak sehabis nonton Chucky sama Annabelle :v Aku jadi penasaran sama kisah di buku ini. Dari reviewnya aku nggak nemuin hal yg nyeremin, tapi kok judulnya kayak mengisahkan kisah2 horror gitu?

  5. Aku selalu bingung dengan orang yang mengatakan angka 13 atau gabungan keduanya sebagai kesialan, toh itu hanya sekedar angka. Sama seperti hari, hari baik dan hari buruk. Sedangkan Allah menciptakan hari yang selalu ada kebaikan didalamnya, hanya manusia yang tidak bisa memproses secara matang dan mengatakan hari itu adalah hari sial. Kasian banget si hari sama si angka ini.

    Semua yang berbau horor, kucing dan malam, boneka, gang sempit dan sepi, mati lampu adalah semua yang menimbulkan kesan yang buruk buatku, karena aku selalu merasa ada mata yang mengintai dan mengikutiku.

    Ka Luckty kuat baca cerita horor ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s