REVIEW 30 Days Revenge

30 days 1

Hidup seperti roda yang berputar. Ada kalanya kita di atas. Saat kita berada di posisi atas, kita memang bisa melakukan apa saja sesuka hati. Tapi kita harus ingat, di lain waktu bisa jadi kita berada di bawah. Posisi bawah itu pasti tidak enak, apalagi untuk orang-orang sombong. Itulah sebabnya, kita harus selalu berbuat baik agar posisi kita selalu baik di dunia ini. (hlm. 43)

CHO HYE MI. Harusnya, Hye Mi merasa beruntung menjadi kekasih So Hyun. Di luar sana, banyak gadis-gadis yang mengincar posisinya ini. Bahkanada banyak gadis yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan kesempatan menjadi kekasih Seong So Hyun, meski hanya untuk beberapa malam. Kenyataannya, tidak demikan yang dirasakan oleh Hye Mi. Menjadi kekasih Syo Hyun malah membuatnya terbebani. Meski ia sudah menerima cinta laki-laki itu setahun yang lalu, Hye Mi masih belum benar-benar bisa mencintai laki-laki itu hingga detik ini.

Tidak ada yang salah padamu, Oppa. Tidak ada yang salah juga dalam hubungan kita hingga aku berusaha menutupinya dari orang lain, juga dari keluargaku. Salahkan aku saja karena ada kalanya aku merasa tidak pantas berjalan di sisimu. (hlm. 26)

SEONG SO HYUN. Laki-laki itu memang terkenal dingin, kejam dan bisa melakukan apa saja dem mengembangkan kerajaan bisnisnya. Di usianya yang masih 27 tahun, ia sudah terlatih melakukan itu. Kalau tidak, mana mungkin Shilla’s dan jaringan shopping mall yang dimiliki laki-laki itu bisa berkembang sebesar sekarang.

Bersamamu apa pun menjadi tidak penting. Bersamamu, segala hal menjadi terlihat begitu mudah. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Andai kamu tidak ada disisiku. Karena itu tetaplah bersamaku. Selamanya! Dan aku akan terus belajar untuk mencintaimu.

SHIN YOUNG JAE. Di masa lalu Cho Hye Mi, mereka pernah mengukir kisah. Namun Cho Hye Mi meninggalkannya dengan alasan ingin mengejar cita-citanya. Beberapa tahun kemudian, mereka sudah sukses dengan impian masing-masing dan memiliki kehidupan sendiri. Cho Hye Mi akan menikah dengan Seo So Hyun dalam kurun tiga puluh hari lagi. Seharusnya kisah cinta mereka berjalan lancar ke pelaminan dalam hitungan hari jika saja Shin Young Jae tidak muncul kembali di kehidupan Cho Hye Mi. Manakah yang akan dipilih Cho Hye Mi? Impian masa lalunya atau masa depannya?!?

Rinduku bagai sembilu. Kenangan yang berputar di kepalaku membuat ngilu. Tak sedikit pun aku bisa melupakanmu. Tak mampu aku menghapus bayangmu. Dalam rinduku, dendam ikut pula menggebu. (hlm. 5)

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Mimpi hanyalah bunga tidur yang tak perlu ditakuti. Mimpi harusnya musnah saat datangnya matahari. (hlm. 30)
  2. Hidup adalah panggung sandiwara. Semua bisa berpura-pura menjadi siapa saja. (hlm. 37)
  3. Masa lalu adalah masa lalu. Tidak ada mesin waktu yang bisa membawa kita ke masa lalu untuk memperbaiki segalanya. (hlm. 96)
  4. Tidak mudah melepas seseorang yang kamu cintai meski luka yang pernah kamu tanggung sedemikian besar. (hlm. 119)
  5. Sebagai manusia, kita tidak dapat mengendalikan arah angin. Kita tidak punya kuasa dan kekuatan untuk melakukan hal itu. Tapi kita dianugerahi kemampuan dan otak agar bisa mengatur layar kapal yang kita naiki sehingga kita tetap bisa sampai di tujuan kita meski angin dan badai menerjang kita. (hlm. 120)
  6. Harusnya cinta itu tidak menyakitkan. Kalau cinta itu sudah menyakitkan, itu bukan cinta. Tapi itu penyiksaan dari orang-orang yang tidak mengerti apa sebenarnya cinta itu. (hlm. 163)
  7. Pandanglah masalah yang kamu hadapi ini dari sudut pandang dan kacamata orang lain. (hlm. 179)
  8. Cinta tidak akan merusak orang yang dicintainya. Apa pun alasannya. (hlm. 194)
  9. Cinta saja tidak cukup untuk membuat seseorang menikah. (hlm. 215)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Cinta saja ternyata tidak cukup kuat menjadi alasan untuk menikah. (hlm. 2)
  2. Tanpa uang, kamu hanya jadi keset yang diinjak banyak orang. (hlm. 44)
  3. Menikah? Apa kamu pikir menikah itu mudah? (hlm. 82)
  4. Tidak bisakah hubungan ini menjadi sedikit kebahagiaan yang bisa mereka nikmati bersama tanpa harus saling menyakiti? (hlm. 84)
  5. Harusnya kamu tidak menyela kata-kataku dan membiarkanku menceritakannya. (hlm. 95)
  6. Pada akhirnya kamu tidak bisa membalas dendam saat melihat gadis itu bersama laki-laki lain. Iya kan? (hlm. 119)
  7. Bukannya kamu berjanji akan belajar untuk mencintaiku alih-alih membenciku? (hlm. 183)

Menurut anggapan banyak orang, jika makin mendekati hari pernikahan akan banyak godaan, rintangan dan hambatan yang harus dijalani oleh pasangan pengantin. Begitu juga dengan Cho Hye Mi. Menjelang hari pernikahannya, masa lalu Cho Hye Mi kembali terkuak.

Suka ama endingnya, penulisnya mengeksekusi cerita dengan bijaksana. Ini adalah novel Indonesia rasa Korea; dari mulai nama para tokohnya hingga setting isi cerita. Dunia Korea memang tidak jauh dari dunia entertainment yang direpresentasikan lewat tokoh Shin Young Jae, dunia bisnis yang direpresentasikan lewat tokoh Seong So Hyun, dan tokoh perempuan ala cinderella yang mendapat pangeran berkuda putih yang direpresentasikan oleh tokoh Cho Hye Mi.

Keterangan Buku:

Judul                                     : 30 Days Revenge

Penulis                                 : Monica Anggen

Desainer kover                 : Steffi

Penata isi                             : Abdurrahman

Penerbit                              : Grasindo

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 234 hlm.

ISBN                                      : 978-602-251-943-0

30 days

One thought on “REVIEW 30 Days Revenge

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s