REVIEW Perfect Scenario + GIVEAWAY

PicsArt_27_09_2015 11_51_58

“Ibarat kata, nasi udah jadi bubur, ya udah, jalanin aja.” (hlm. 68)

Finda ini hidupnya lurus, dia pun masuk kategori siswa yang pintar. Makanya jangan heran jika dia bercita-cita jika lulus nanti bisa masuk Jurusan Kedokteran. Kehidupan cintanya tak semulus pendidikannya. Dia hanya bisa memendam diam perasaannya ke Niko.

Hal rumit justru menempa kehidupan cintanya. Tiba-tiba Farel, sang musuh bebuyutannya malah mengajaknya jadian. Tidak hanya mengajak, tapi memaksanya harus pacaran dengannya. Duh, repot!! X))

“Mulai detik ini, lo pacar gue. Dan selama itu, lo nggak boleh jalan dengan cowok lain!”

“Eh, kamu kesurupan ya, tiba-tiba ngomong aneh begitu!”

“Heh! Jangan ge-er dulu. Gue sebenarnya nggak mau pacaran sama lo. Tapi kali ini, mau nggak mau, kita harus!” (hlm. 16-17)

Bukan tanpa alasan Farel memaksa Finda untuk pacaran dengannya. Farel tidak ingin papanya menikah dengan mamanya Finda. Dia tidak ingin bersaudara dengan Finda yang tak pernah akur dengannya itu. Maka, skenario pacaran dengan Finda pun dijalankan demi gagalnya pernikahan orangtua mereka.

“Papa gue dan mama lo sebentar lagi menikah.”

“Hah?”

“Itu, maksud gue, kenapa kita harus pacaran.”

“Bohong!”

“Oh, ternyata mama lo belum ngasih kabar ya” (hlm. 17)

Memang tidak mudah menerima kehadiran orang baru dalam hidup kita. Seperti halnya Farel dan Finda dalam buku ini. Segala cara mereka lakukan untuk menggagalkan rencana pernikahan orangtua mereka. Saya bisa merasakan apa yang dialami Farel dan Finda ini. Bayangan buruk kerap menghampiri jika nantinya kita memiliki orangtua sambung, apalagi sinetron-sinetron kerap mencecoki kita dengan anggapan bahwa memiliki orangtua sambung pastilah keji macam nenek sihir. Padahal kan nggak semua seperti itu x))

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Kalau bicara jangan sembarangan! (hlm. 22)
  2. Yang namanya cewek, benar-benar rumit dan membingungkan. (hlm. 31)
  3. Lo nggak takut break? Kalau ada cowok lain yang ngegaet dia gimana? (hlm. 43)
  4. Lebih baik gendut tapi sehat daripada cacingan kayak kamu! (hlm. 47)
  5. Ngapain sih ngintip-ngintip! (hlm. 70)
  6. Untuk standar orang yang nggak diapelin pacarnya, kamu kelihatan hepi banget. (hlm. 73)
  7. Cowok egois itu harus dibalas sedikit lebih kejam. (hlm. 75)
  8. Terlalu ringan jika menendang tulang kering. Ada yang lebih menyakitkan daripada itu. (hlm. 77)
  9. Aku lebih suka jatuh daripada pegangan pinggangmu. (hlm. 90)
  10. Suka-suka aku dong. Uang-uangku sendiri. Aku nggak minta kamu! (hlm. 105)
  11. Kok bingung sih? Hanya memilih; suka, nggak suka. Mau, nggak mau. Malu, tapi mau. Cinta, tapi bingung. (hlm. 192)
  12. Semoga kedatanganmu bisa mengobati kegundahannya. Eh, atau justru memperarah ya? (hlm. 193)
  13. Kenapa harus pakai lapor sih? Emang kamu pernah lapor setiap kali pergi sama pacarmu? Jadi, nggak ada keharusan aku lapor setiap kali jalan dengan siapa pun. (hlm. 201)
  14. Kalian berdua nggak tahu malu ya, mesra-mesraan di depan umum. Di sekolah, lagi! (hlm. 210)
  15. Ini pekerjaan orang iseng. Nggak bahaya tapi ngeselin. (hlm. 245)

Kisah Farel dan Finda ini khas remaja banget. Sementara mereka pura-pura pacaran, padahal Farel punya pacar bernama Novi yang harus diputusnya demi skenario ini berjalan, belum lagi gejolak hati Finda yang diam-diam menyukai Niko. Sungguh rumit percintaan anak remaja… x))

Kehidupan sekolahnya pun juga dapet. Deskripsi kantin Pak Jo, yang didominasi siswa cowok dan jika siswa cewek yang ingin membeli biasanya akan datang bergerombol lalu minta dibungkus karena mereka tidak tahan dengan keusilan siswa cowok. Ini mengingatkan akan jaman sekolah, ada satu kantin khusus cowok, yang cewek mana ada yang berani melipir sendirian ke kantin itu.. x))

Ada beberapa adegan di perpustakaan, seperti di halaman 67-69. Ehem, ada juga modus deketin cewek dengan cara minjem buku. Ini mengingatkan akan murid-murid unyu di sekolah… x))

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Perfect Scenario

Penulis                                                 : Kezia Evi Wiadji

Cover                                                    : Orkha Creative

Penerbit                                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : 2015

Tebal                                                     : 280 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-03-2088-5

WP_20150928_008

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @KeziaEviWiadji. Jangan lupa share dengan hestek #GAPerfectScenario dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. LIKE FB Mbak Kezia Evi Wiadji

5. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!? #eaaa😀

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GAPerfectScenario yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GAPerfectScenario ini berlangsung enam hari saja: 25-30 Oktober 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Oktober 2015.

Akan ada DUA PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

Pengumuman Pemenang Giveaway Perfect Scenario

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway Perfect Scenario. Hampir tembus 70 peserta! Terima kasih buat Mbak Kezia Evi Wiadji atas kerjasamanya! 😉

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Nama: Leni Marliany
Twitter: @Lenimarliany
Kota: Indramayu

jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?
Langsung aku jawab tanpa harus menunggu password lagi”TIDAK”(he… kaya di kuis aja nih :D…Red)
Asli aku akan bilang “Tidak” iya kenapa ? alasannya ,pacaran yang beneran aja susah ini pake bohong-bohongan pula, alamat makin susah tuh,susah untuk dilupain nantinya tuh 😀 . Kata Orang jawa bilang si nanti kita bisa “witing tresno jalaran soko kulino”. Nah lho kalo sudah begitu siapa yang tanggungjawab perasaan itu coba , kalo gak bertepuk sebelah tangan si mendingan. Mendingan yang pasti-pasti aja deh ya 🙂

Nama : Windy Nur Aini
Akun Twitter : @wn_windy
Asal Kota : Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Jawaban :
Tidak! Salah satu hal yang masih aku yakini sampe sekarang adalah pacaran itu tidak membawa manfaat bagi aku, dan masa depanku.
Jadi, jangankan diajak pacaran boongan, diajak pacaran beneran juga pasti bakal aku tolak.
Aku percaya dengan hakikat cinta suci yang setia dan abadi. Yang pastinya hanya akan didapat dari suami atau istri kita kelak. Bukan dari pacar sesaat yang ngumbar cinta sana sini, yang katanya “I Love You till my last breath” eh taunya bulan depan putus.
Mungkin orang akan berfikir aku kuno, sok alim, atau apalah itu. Seriously I don’t care with their opinion at all. Yang pasti, aku berdiri di atas pendirian dan pandanganku sendiri.
But yeah, I love romance story. Novel itu semacam teman di saat lo lagi suntuk dan perlu something to boost your mood.

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GIVEAWAY Perfect Scenario. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penerbitnya ya.

Terima kasih buat Mbak Kezia Evi Wiadji atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga sukses selalu dengan karya-karyanya… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

69 thoughts on “REVIEW Perfect Scenario + GIVEAWAY

  1. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Kota: Batubara-Sumut

    jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Haha…pertanyaannya WOW banget, yah! Kalo aku sih tergantung. Kalo cowoknya GANTENG dan WOW seperti Al Ghazali atau Varrel Bramasta, aku sih MAUUU BANGEET. (Haha…ngayal). Tapi semua itu kembali lagi ke tujuan si cowok kenapa ngajak aku jadi pacar bohongan. Kalo tujuannya untuk hal yang gak baik, aku sih bakal nolak. Tapi kalo situasinya tertentu seperti Perfect Scenario, sikaaaat. Hehe….

  2. Nama: puspa imanda
    Twitter: @oephaim
    Alamat: tasikmalaya, jawa barat

    Jawaban.

    Tergantung. Liat dulu apa tujuan orang itu dan liat dulu siapa orang itu. Gak bisa main terima dan nolak aja. Kalo bisa cari yang lebih menguntungkan buat aku. Tulis kontrak keuntungan satu sama lain. Biar nanti gak rugi. Tapi untuk cowok ganteng aku pasti akan pertimbangkan menjawab iya, lumayan, bisa buat manas manasin temen…, #elah

  3. Nama: Nadia Zulpa Aulia
    Akun twitter: @nadia_zulpa
    Kota: Palembang

    “jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Sebenarnya aku ngga tertarik untuk pacaran bohongan karena jalaninya itu dengan penuh terpaksa dan ujung – ujungnya baper atau bawa perasaan *kek sinetron*. Tapi kalau situasinya seperti di novel ” Perfect Scenario” mau ngga mau ya harus diterima.. Meskipun pahit. Ya intinya tergantung situasi dan alasan si cowo yang ngajak itu.. Kalo masuk akal sih yes. Sekian terima kasih🙂

  4. Nama : Ramadhanul Fitri Mardas
    Akun twitter : @ramadhan_rae
    Kota tinggal : Tangerang

    Kalau ada yang ajak aku pacaran bohongan, udah pasti aku tolak mentah-mentah. Karna udah jelas kan bohongan? Buat apa diterima? Yang ada malah buang-buang waktu berharga aku. Terus juga bisa-bisa aku rugi kalau dia punya maksud lain dibalik ‘pacaran’ itu sedangkan aku gaada maksud apapun. Dan kalau diterima, aku jadi diatur-atur sama dia seenak jidatnya.

  5. nama : Emma
    akun twitter : @amre3vilove793
    kota tinggal : Riau.

    Pertanyaan :
    jika kamu diajak
    seseorang untuk pacaran
    bohongan, diterima atau
    tidak?!?

    Jawaban : Tidaakkk~ ,, pacaran beneran saja belum tentu lancar, apalagi bohongan. Sesuatu yang diawali dg kebohongan pasti jalannya rumit. Dan belum tentu berakhir baik. Contohnya membohongi perasaan sendiri, kita tertarik dg seseorang tapi setelah pacaran jadi malas dan ilfil nah kalau kita nggak mengungkapkan keinginan putus dan pura-pura baik-baik saja dg hubungan kita tidak hanya berbohong/menipu diri sendiri tapi sekaligus bisa menyakiti perasaan pasangan dg sikap ketus, menjaga jarak dan cuek itu. Dan membiarkan si pasangan menjadi bertanya-tanya ‘apa dia punya salah atau apa!’

  6. nama : Emma
    akun twitter : @amre3vilove793
    kota tinggal : Riau.

    Pertanyaan :
    jika kamu diajak
    seseorang untuk pacaran
    bohongan, diterima atau
    tidak?!?

    Jawaban : Tidaakkk~ ,,
    kalau memang berniat baik, nggak boleh dimulai dari kebohongan utk alasan apapun. Pacaran beneran saja belum tentu lancar, apalagi bohongan. Sesuatu yang diawali dg kebohongan pasti jalannya rumit. Dan belum tentu berakhir baik. Contohnya membohongi perasaan sendiri, kita tertarik dg seseorang tapi setelah pacaran jadi malas dan ilfil nah kalau kita nggak mengungkapkan keinginan putus dan pura-pura baik-baik saja dg hubungan kita tidak hanya berbohong/menipu diri sendiri tapi sekaligus bisa menyakiti perasaan pasangan dg sikap ketus, menjaga jarak dan cuek itu. Dan membiarkan si pasangan menjadi bertanya-tanya ‘apa dia punya salah atau apa!’

  7. Nama: Alifa Nanda Tarina
    Twitter: @_alifananda
    Kota: Ampah, Kalimantan Tengah

    jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Mba luckty pertanyaannyaa waaawww bingitss seseorang ngajak pacaran bohongan jelaslah TIDAK AKAN TERJADI. Soalnya susah bangetloh dan gak enak banget hidup atau ngelakuin sesuatu itu atas dasar kebohongan.. Malahan kalo aku bisa keceplosan ngomong

  8. jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?

    Jawabannya TIDAK, karena apapun yang dimulai dari kebohongan pasti berujung nggak baik meskipun niatnya membantu sekalipun,mereka yang merasa dibohongi akan merasa disakiti apalagi membohongi diri sendiri pasti menjadi beban pikiran tersendiri. Apapun masalahnya, coba aja selesaikan dengan cara lain, lebih baik jujur di awal biar kebohongan satu yang kita ciptakan akan tumbuh lagi kebohongan2 lainnya.

  9. Nama : fandarosa
    Twiter : @fandarosa
    Kota : Lamongan jatim

    jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?

    Jawabannya TIDAK, karena apapun yang dimulai dari kebohongan pasti berujung nggak baik meskipun niatnya membantu sekalipun,mereka yang merasa dibohongi akan merasa disakiti apalagi membohongi diri sendiri pasti menjadi beban pikiran tersendiri. Apapun masalahnya, coba aja selesaikan dengan cara lain, lebih baik jujur di awal biar kebohongan satu yang kita ciptakan akan tumbuh lagi kebohongan2 lainnya.

  10. Nama: Safitri Ariyanti
    Akun Twitter: @safitriariyanti
    Kota Tinggal: Lampung Tengah

    Jawaban: Tidak. Saya nggak akan menerima ajakan orang itu. Masih ada seribu cara untuk menghadapi masalah yang dihadapi tanpa harus pura-pura pacaran. Apalagi sampai memutuskan hubungan dengan pacar sungguhan demi kelancaran skenario tersebut. Meskipun berada dalam situasi dan kondisi yang dialami Farel dan Finda, saya akan mencari cara lain atau ikhlas saja dengan keputusan orangtua saya. Dalam memutuskan hal tersebut, pastilah orangtua akan mempertimbangkan pendapat anaknya dan memikirkan kondisi anaknya kelak. Saya tidak akan menerima ajakan seseorang untuk pacaran bohongan, apapun alasannya. Hehe

  11. Nama : Hardiyanti Rifai
    Twitter : @DYANIZTAS
    Kota : Makassar

    Kalo ada yang ngajakin pacaran boongan a.k.a pura-pura, yah pasti aku tolaklah..
    Pacaran beneran aja kadang ga pernah bener, ga serius, maunya main2 aja. Pokoknya banyak yg ga punya tujuan deh.. *emang* *plakk* *abaikan* apalagi kalau pacarannya jenis pura-pura. Yah enggak lah yauuu (emang gue cewek apaan digituin -_-)

    Kalo seperti yg terjadi di novel sih, aku cuma bisa bilang “Poor you, guys” *puk puk*
    Emang susah sih ya jika berada dlm posisi itu, punya ibu/ayah tiri atau orangtua sambung atau terserahlah apa namanya.. pasti bayangan kita tuh yg apalah2 gitu. Pasti rasanya ada yg beda dari ibu/ayah kandung sendiri, meskipun ibu/ayah tirinya baik. Yah klo gitu sih, mending bicara baik2 aja atas ketidaksejutuannya. Lah sama ortu sendiri juga.. sekian komen dari saya, lebih dan kurangnya mohon dimaklumi.

    PS : Kalo ada yg ngajakin married sih, aku oke-oke aja.. Asal serius😛 wkwkwk

  12. Nama: Hilda Tanti Yuliana
    Twitter: @HildaTanti_44
    Kota: Pasuran, Jawa timur.

    jawab: kalau menurut saya lihat kondisi atau permasalahan terlebih dahulu. kalau untuk kebaikan ya diterima, tapi kalau hanya untuk kesenangan pribadi saja atau menguntungkan satu pihak saja saya tolak pastinya. kalo misal seperti contoh cerita novel tersebut saya pasti akan menolaknya, karena kebahagiaan orang tua lebih penting daripada ego kita masing-masing, dinovel tersebut tertulis bahwa finda dan farel bermusuhan dan mereka ceritanya kan juga masih remaja kan dan yang dibilang musuh saat pada remaja nantinya bakal teman sejati atau bakal jadi seperti sahabat dan saudara. (sekedar argumen dari saya) terimakasih

  13. Nama: Hilda Tanti Yuliana
    Twitter: @HildaTanti_44
    Kota: Pasuran, Jawa timur.

    jawab: kalau menurut saya lihat kondisi atau permasalahan terlebih dahulu. kalau untuk kebaikan ya diterima, tapi kalau hanya untuk kesenangan pribadi saja atau menguntungkan satu pihak saja saya tolak pastinya. kalo misal seperti contoh cerita novel tersebut saya pasti akan menolaknya, karena kebahagiaan orang tua lebih penting daripada ego kita masing-masing, dinovel tersebut tertulis bahwa finda dan farel bermusuhan dan mereka ceritanya kan juga masih remaja kan dan yang dibilang musuh saat pada remaja nantinya bakal teman sejati atau bakal jadi seperti sahabat dan saudara. (sekedar argumen dari saya) terimakasih.

  14. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali

    Aku akan menerima jika si pacar bohonganku memenuhi beberapa syarat : orangnya ku kenal dengan baik, dia lagi sendiri (gak ada pacar, gebetan, mantan yg CLBK, selingkuhan, simpenan dan apalah-apalah), tujuan pacaran palsunya ini harus jelas, tidak ada hal-hal yang merugikan aku, dan yang paling penting dia harus bersedia menjalin hubungan baik denganku setelah menyelesaikan skenario itu. Karena kebersamaan untuk beberapa saat ditambah gimmick mesra mungkin saja menumbuhkan benih cinta sesungguhnya *eakk ^^
    Mungkin para jomblo bisa menyetting skenario pacaran dari sekarang sebelum para pembuat meme bersikap semakin kejam haha

  15. Nama: Leni Marliany
    Twitter: @Lenimarliany
    Kota: Indramayu

    jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?
    Langsung aku jawab tanpa harus menunggu password lagi”TIDAK”(he… kaya di kuis aja nih :D…Red)
    Asli aku akan bilang “Tidak” iya kenapa ? alasannya ,pacaran yang beneran aja susah ini pake bohong-bohongan pula, alamat makin susah tuh,susah untuk dilupain nantinya tuh😀 . Kata Orang jawa bilang si nanti kita bisa “witing tresno jalaran soko kulino”. Nah lho kalo sudah begitu siapa yang tanggungjawab perasaan itu coba , kalo gak bertepuk sebelah tangan si mendingan. Mendingan yang pasti-pasti aja deh ya🙂

  16. Nama : Evita
    Twitter : @evitta_mf
    kota : Yogyakarta

    Q: Jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?
    Wow thats sounds great! Seru kali ya kalau ada orang yang ngajak pacaran boong-boongan ala-ala drama korea gitu. Kalau benar kaya gitu ada laki-laki yang ngajak aku pacaran tapi bohongan aku pasti shock banget sekaligus sedih. Ya iya, kenapa cuma bohongan, kan? T.T
    Sebelum aku jawab, aku mau tanya dia apa alasannya ngajak pacaran tapi bohongan. Kalau alasannya logis dan tidak membahayakan dua pihak. Mungkin jawabannya iya. Tapi kalau ternyata alasannya untuk kejahatan jawabannya pasti tidak. Tapi kalau beneran ini terjadi sih jwabanku pasti 90% TIDAK. Kenapa? Pacarannya sih bisa bohongan, tapi kalau perasaan kan nggak bisa berbohong hehehe…😄

  17. Nama: Titim Nuraini
    Twitter: @titim_nuraini
    Domisili: Pamekasan, Madura

    “Jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?”

    Jawaban: Gak mau ah, apalagi cuma pacaran boongan. Kalau dia ngajakin ke penghulu baru aku terima😀

  18. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503
    Palembang

    Diterima. Selagi masih jomblo mah ngak papa juga, eh waluapun ada pacar juga ngak papa kali, asal minta izin dulu sama pacar, kalau diizin maju, kalau ngak ya diam-diam.. hehe.. lagian kalau jomblo kan lumayan tuh kasih persyatan ke dia juga kalau mau jadiin aku pacar bohongan dia harus mau sekali-kali ku ajak jalan bareng teman buat dipamerin gitu.. hello guys, gue udah ngak jomblo lagi loh ^^ lumayan juga lah kali-kali dapet makan gratis, nonton gratis, atau yang gratis lainnya. Tapi jangan sampai aja tiba-tiba jalan akunya dilabrak oleh orang yang ngakunya pacar atau tunangan dia. what? mau taruh dimana muka saya? Harus tanggung jawab tuh cowok nikahin aku. yang sudah nanggung malu berat. hehe ngak juga deh.

  19. Isnaini A Z
    @isnalfa
    Semarang

    nggak! selain bohong itu dosa, pacaran juga dosa. orang yang pacaran beneran aja udah ngelanggar agama ini mau ditambahin bohong pula. berlipat dong dosanya. dosa saya aja udah banyak. apalagi sekalinya bohong harus bohong lagi buat nutupin kebohongan sebelumnya, malah mempersulit hidup aja. itu juga menunjukkan cowok itu nggak serius banget. emangnya cewek barang apa. lagian cewek itu terlalu baper. jadi ujungnya ceweknya dulu yang suka terus cowoknya nggak peka. makan hati lagi dong kalo gitu. apapun alasan cowok itu. karena cewek harus tegas!😀

  20. Nama : Windy Nur Aini
    Akun Twitter : @wn_windy
    Asal Kota : Palangkaraya, Kalimantan Tengah

    Jawaban :
    Tidak! Salah satu hal yang masih aku yakini sampe sekarang adalah pacaran itu tidak membawa manfaat bagi aku, dan masa depanku.
    Jadi, jangankan diajak pacaran boongan, diajak pacaran beneran juga pasti bakal aku tolak.
    Aku percaya dengan hakikat cinta suci yang setia dan abadi. Yang pastinya hanya akan didapat dari suami atau istri kita kelak. Bukan dari pacar sesaat yang ngumbar cinta sana sini, yang katanya “I Love You till my last breath” eh taunya bulan depan putus.
    Mungkin orang akan berfikir aku kuno, sok alim, atau apalah itu. Seriously I don’t care with their opinion at all. Yang pasti, aku berdiri di atas pendirian dan pandanganku sendiri.
    But yeah, I love romance story. Novel itu semacam teman di saat lo lagi suntuk dan perlu something to boost your mood.

  21. Nama : Mona
    Twitter : @monamuliaa
    Kota tinggal : Trenggalek, Jawa Timur

    Pertanyaan : Jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?

    Jawaban : Pertanyaannya, haduuuh, hahaa. Tapi jujur aja tanpa sungkan aku akan jawab YA, diterima. Diberi kesempatan untuk merasakan sebuah pengalaman ‘sedikit-menyimpang’ terdengar sangat menggiurkan ditengah-tengah rutunitas yang monoton.

  22. nama : Margareth d.s
    twit : @mds1708_
    kota : medan

    kalo memang dalam situasi genting, aku rasa jalani aja dulu ya.. kali aja jadi suka beneran wkwk.. tapi kalo sikapnya ga bikin akunya suka juga ngak papa.. toh pacar boongan wkwk.. ^^v

  23. Nama : Tasya
    Akun twitter : @tasyaamanda95
    Kota : Bandung

    Jawaban : Dilihat dari situasi. Situasi pertama untuk memberi jawaban IYA adalah kita sudah kenal dekat dengan orang tersebut, mengetahui permasalahan kenapa dia mengajak untuk berpacaran palsu, harus ada kesepakatan lebih dulu antara ke dua belah pihak.
    Situasi kedua kalau kita baru kenal dengan orang itu lebih baik bilang TIDAK, karena besarnya resiko untuk ketauan, rugi buat kita karna cuma dapet status palsu yang cuma bikin sakit hati, meskipun ga ada hati ke cowonya, karna perempuan itu lebih pake menggunakan perasaan daripada logika.

  24. Nama : Dini Ayundya
    Twitter : @diniayundya
    Kota tinggal : lombok barat, NTB

    The question is : “jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan,diterima atau tidak?”

    Interesting question kak ☺
    Dalam kehidupan nyata, mungkin itu hal yang mustahil.
    Tapi dak ada salahkan untuk memposisikan diri di situasi itu ☺
    Jawaban saya mungkin hampir sama seperti reader lainnya.
    “TIDAK”, why???
    Hubungan yang diawali dengan kebohongan, akan terasa hambar dan tersiksa. Hambar karena tak ada cinta, tersiksa karena terpaksa
    Memang masih ada kemungkinan untuk bahagia, jika terus diperjuangkan dan ikhlas. Namun semua itu akan akan sia-sia karena akan banyak orang yang tersakiti diawalnya dan menimbulkan dendam.
    Hubungan yang baik adalah ketika hubungan diawali dengan kejujuran tanpa keterpaksaan.

    Heheehe.. maaf kalau dak nyambung ya kak, itu cuma pemikiran sya aja ☺

  25. Nama : Erin
    Twitter : @RinShoak
    Domisili : Bekasi

    aku si it’s okay, selagi alasannya masuk akal & ada keuntungan tersendiri buat aku.

  26. Nama : Baiq Rara Ayudhia Syaftiana
    Twitter : @Raraayudhia
    Domisili : Mataram Lombok.

    Tergantung. Iya,tergantung..
    Dia ngajak pacaran bohongan pasti ada alasannya. Beda sama pacaran bohongan tapi cowoknya ga ngasih tau, malah bikin sakit hati lebih-lebih lagi.
    Pertama, kalo memang tertarik, Aku sih nerima. Soalnya, nanti cinta dengan sendirinya. ‘kan cinta tumbuh seiring berjalan nya waktu. Kalo ga tertarik,dicoba dulu haha.

    Baper-baperlah dulu, bahagianya kemudian.

    Wkwkwkwk..

  27. Nama : Rima Dwi Andina
    Twitter : @andinarima
    Kota : Bekasi, Jawa Barat

    Hmm, kalau aku sih tergantung ya.
    Mau aja, kalau cowoknya sudah aku kenal, yah setidaknya aku tahu beberapa hal ((dan aku emang suka sama dia)) oke-oke aja. Pastinya ketika diajak jadi pacar bohongan kan ada dong yang namanya ‘KONTRAK’ ((sok tahu ih)) nah kalau isi kontraknya enggak merugikan itu juga oke-oke aja.

    Nggak mau, kaau cowok asing yang tetiba ngajakin aku pacaran, walaupun boongan. Ogah lah, lagian serem juga kan, haha.

    Psst, kalau pacarnya kayak Farel sih aku mau-mau aja hahaha xD

  28. Nama : Diah Pujiawati
    Twitter : @She_Spica
    Domisili : Bekasi
    Link Share : https://twitter.com/She_Spica/status/658633076868669441

    “Jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?”

    Tidak!! Diajak pacaran beneran aja gak mau, apalagi pacaran bohongan. Dosa, kak. Banyak madhorotnya. Makanya sampai usia udah mau setengah abad gini saya masih betah sendiri. Santai, enjoy, gak ada beban apalagi tertekan. Bisa memperbaiki diri sepuas hati juga.
    Pacaran beneran atau bohongannya mah nanti aja habis nikah, biar berkah :3😀

  29. Nama: Risma Ariesta
    Twitter: @sayonalaanata1
    Kota Tinggal: Magelang

    Pertanyaan: Jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Jawaban: Emm, terima enggak ya? Kalo misal diterima nih ya, kayaknya kita murah banget gitu diajakin pacaran bohongan mau mau aja (mungkin ini efek kelamaan ngejomblo :v haha). Tapi di sisi lain, kalau misal yang ngajakin pacaran bohongan ini adalah cowok/cewek yang sebenernya kita taksir beneran, ya mungkin apa salahnya dicoba. Siapa tau kalau udah pacaran boHongan malah jadi tahu sifat satu sama lain, trus muncul deh virus merah jambu yang benerannya😀 Terus nih ya, kalau pacaran bohongan kayak gitu bisa jadi ngelatih bakat akting terpendam (mungkin kalo ada) diri kita sama si doi. Dan siapa tahu ada produser yang suka sama akting kami, terus kami diajakin main film deh *iniapaan* -__-

    Tapi misal nggak diterima. Hmm, mikir lagi nih. Bohong kan dosa ya, pacaran juga sebenernya nggak ada dalam hukum Islam. Jadi sah sah aja kalau nggak usah nerima. Apalagi kalau yang ngajakin pacaran bohongan itu orang yang nggak kita suka. Coret keras dong ya. But wait, misal dia orang yang kita suka? Hmm.. Dilema mungkin pasti. Tapi bijaklah memutuskan sesuatu. Putuskan yang terbaik. Contoh, berpegangan pada prinsip, single sampai halal. Jadi, tahan nafsu barang beberapa tahun dulu buat bersama orang yang dicinta. Toh, kata pepatah jodoh nggak kemana kok😉

  30. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Domisili : Jember

    Jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Diterima atau tidak ya? Tidak … Iya … Tidak … Iya … #eh main kuis. Hehehe

    Hem … Kalau aku sih dipertimbangkan dulu. Dia punya modus apa. Dilihat juga sih bibit, bebet dan bobotnya. Ceilee.

    Aku terima kalau tujuannya memang demi masa depan yang lebih baik bukan karena dia kaya atau punya harta sampai tujuh turunan dan ganteng tapi kalau untuk membuat hati orang tua senang apa salahnya. Nggak perlu pakai surat kontrak segala, anggap aja sahabatan tapi mesra selama nggak mengganggu kesibukan masing-masing. Siapa tahu nanti malah bisa bangun cinta bersamanya bukan jatuh cinta lho. Tapi, membangun sebuah kasih sayang perlahan demi perlahan.

    Kalau modusnya hanya untuk sebagai senang-senang atau malah tidak cinta sama sekali dan hanya ingin mempamerkan saja ke teman-teman kemudian memperumit masalah. Aku nggak mau. Jangan sampai deh, aku pacaran dan ternyata hanya dijadikan taruhan.

  31. Nama: Ramadhanti Noor
    Twitter: @RamadhantiNr
    Asal kota: Garut, Jawa Barat
    Jawab: Tidak, alasannya aku gak mau pacaran sama kalo diterima aku takutnya cuma aku doang yang bawa perasaan dihubungannya, dianya enggak.. bakalan makan ati dong tiapa hari mendem perasaan

  32. Nur ramadhani Anwar
    @DhaniRamadhani
    Jeneponto

    jawabannya nggak. Pernah loh saya ngalamin ini, dan saya langsung menolaknya. Kenapa, cowok sih gampang yah gak gampang baper dan nyaman sama cewek, cowok itu makhluk yang mandiri jadi gampang aja bagi dia. Nah, kita yang cewek gampang terbiasa, mudah nyaman, main perasaan jadi baper susah boo kalau lama kelaman terus berbohong. Jadi untuk mencegah hal-hal yang diinginkan yah ditolak aja. Saya sih realistis aja, karena kita saya cewek yang sensitif dan main bawa-bawa perasaan. Hahaha😀

  33. nama : andi hardiansyah
    twitter: @kodokbekyad
    asal : malang jatim

    kembali ke niat , pilah dan pilih kayak kita cari pacar beneran, seperti cerita di buku beda lagi, niat nya buruk dan yg ngajak gak kece ya jangan hahaha..
    ah ndak lah, yg penting niatan dulu daripada nantinya malah terjebak ke problem lain yg merugikan.

  34. Nama : Ardita Ardyanti
    Twitter : @ardyanti18
    Kota : Jakarta

    Kalau pacaran bohongan selama tidak merugikan orang lain atau cuma iseng-iseng saja sih boleh aja tidak apa-apa buat seruan tapi kalo sampai ngeruggiin orang kayak manas- manasin orang sih aku ngga mau.

  35. nama: Visca Apriliyanti
    twitter: @Visca_Apr
    kota: Belinyu
    jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?
    “liat sikon dulu, kalo bener-bener gawat + menguntungkan aku sih gpp, kan sekali mendayung 2 3 pulau terlampaui😀 siapa tau juga ujung-ujungnya malah jadi beneran *oke ini ngarep*😀 “

  36. Nama. : Mega Widyawati
    Twitter : @widy4_w
    Kota tinggal : Nganjuk

    Pertanyaannya adalah jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Jawabanku, yang pasti nggak aku terima dong. Kalau mau pacaran ya jangan pura-pura, tapi harus sungguh saling suka, bahkan saling cinta. Karena cinta membutuhakan dua orang, yaitu laki-laki dan perempuan yang saling melengkapi. Kalo udah saling suka dan cinta baru-lah bisa di katakan ‘dua hati saling isi’ , yeah dengan begitu aku akan merasa, More than Be Happy.

    #Pervect ^_^

  37. Jiah @jiahjava Jepara

    Tidak. Saya suka baper. Awalnya sih cuma bohong, awalnya nggak cinta, tp org mana tau cinta jatuhnya pd siapa? Iya kalo akhirnya sama2 cinta, kalo bertepuk sebelah tangan? saya kan nangis T.T

    kalau mau bohong, jangan ngajak saya. niat baik kalo diawali kebohongan hasilnnya bohong juga soalnya kita akan ketagihan buat nutupi kebohongan2 yg lalu

  38. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Kota : Balikpapan

    Kalo diajak pacaran bohongan ??
    Nggak Mau !! Hehehehe, maunya pacaran beneran dong😛
    Pacaran bohongan mah malah bikin riibet dan bikin rumit masalah, belum lagi harus main petak umpet atau membohongi orang-orang disekitar kita, atau keribetan menjelaskan situasi dan kondisi yang membuat kita harus berpacaran bohongan, kan malah bikih hidup makin susah ya ??
    Lagian kalo pacaran bohongan itu punya kemungkinan besar untuk malah jatuh cinta beneran loh, kalau situasinya mendukung sih ya gak papa langsung pacaran beneran, tapi kalau nggak, wahh, malah saling menyakiti perasaan itu nantinya …

  39. Nama : Diah Amelia Risky
    Twitter : @diahameliarisky
    Kota : Jember, Jawa Timur

    jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Jawabannya adalah tergantung situasinya. Jadi gini, sebelum saya memutuskan antara mau dan tidak, dia (Orang yang mengajak saya pacaran bohongan) harus memiliki beberapa alasan mengapa harus saya yang ia jadikan pacar bohongan dan mengapa bukan yang lain. jika alasannya baik dan benar-benar mendesak dalam hal ini urusannya serius seperti ia sedang dijodohkan atau ia dikejar-kejar mantan pacarnya yang masih sayang, why not? selagi untuk membantu dalam hal kebaikan, saya sih mau-mau saja. siapa tahu dia adalah jodoh saya yang dipertemukan dengan skrenario yang tidak pernah terlintas di kepala siapapun termasuk saya sendiri. intinya sih jalanin aja toh niatnya positif, tujuannya buat ngebantu dan nggak lebih. jangan bawa perasaan (baper) kalau nggak mau patah hati, jangan keGR-an juga, ingat cuma sementara, cuma bohongan alias akting doang.

  40. Nama: Ramadhanti Noor
    Twitter: @RamadhantiNr
    Asal kota: Garut, Jawa Barat
    Jawaban: Tidak, alasannya karena aku emang gak mau pacaran sama kalo di terima takutnya pas ngejalanin hubungan ada rasa gitu sama dianya cuma aku doang gitu yg punya perasaan sama dia dianya enggak, bisa tiap hari makan ati dong mendem perasaan.

  41. Nama: Leny H
    Twitter: @Lenny66677291
    kota tinggal: Kota Rantau KalSel
    Kalau aku sih yang pertama nanya dulu, apa sih alasannya ngajak aku tuk pacaran bohongan? Kalau memang alasannya baik, masuk akal dan sudah tidak ada jalan lain lagi, ya aku terima2 aja asalkan alasannya memang benar2 kuat dan itu demi kebaikan.🙂

  42. Nama : Zaza Dwiastuti Arfah
    Twitter : @zazadwi
    Domisili : Makassar

    kalo cowoknya cekep bin ganteng ya maulah. Nggak papalah boongan yg penting intinya ‘punya pacar ganteng’ hahaha siapa tau nanti bisa ‘tumbuh rasa’ benerankan sama saya? Seperti Farel dan Finda hehe♥

  43. Nama : Naning Pratiwi
    Twitter : @chelseas_lovers
    Kota Tinggal : Tulungagung
    jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Tergantung siapa dulu yang ngajaki. hhiihihih..
    Kalau kayak Cristiano Ronaldo atau Martin OOdegard (Eh,. dianya kenal nggak ya??)) Hihihi😀😀 ya jelas mau lah.. Hehehehe..😀 (Siapa aku ya?? Hihi)

  44. Nama: Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Kota Tinggal: Malang

    jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    ehm gimana ya? agak bingung juga. yang jelas aku tanya dulu buat apa pacaran bohongan. kalo alasannya masuk akal, boleh deh diterima. untung2 bantu orang. mumpung aku lagi jomblo juga sih. jadi why not? :p apalagi kalo yang ngajak pacaran kayak Takeru Sato atau Ryunosuke Kamiki. tanpa pikir panjang langsung diterima lah hahahahaha *ini sih ngarepnya berlebihan xDD

  45. Nama: Nur’aini M
    Twitter: @aimyeong
    Alamat: Klaten

    Jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?

    Bagaimana pun bohong itu sesuatu yang tidak baik kan? Em… sepertinya aku akan menolaknya. Pertama, takut dosa. Kedua, takut kalau hubungan yang diawali kebohongan itu hanya akan menyakiti kami—atau aku.

    Seperti di novel, sinetron ftv, pun drama korea biasanya kalau ada hubungan yang diawali kebohongan pasti akan ada yang jatuh cinta. Entah pihak laki-laki atau perempuannya. Ya kalau berakhir bahagia, kalau endingnya tetap enggak visa bersama? Kan sakit. Jadi buat menjaga kesehatan jantung dan hatiku, lebih baik aku menolak tawaran jadi pacar bohongan. Mau lelaki itu setampan dan sekaya apa pun, karena sekali hati retak selamanya akan meninggalkan bekas. Tidak ada obatnya. Lebih baik mencegahnya retak bukan?

  46. Nama: Sinta Novita Linawan
    Twitter: @Sheo_FourTris
    Alamat: Magetan, Jatim

    “Jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?”

    Jujur, aku gak mau kalau diajak pacaran bohongan. Apalagi kalau cowok yang ngajakin itu anak yang nakal dan gak begitu aku kenal. Yang bakalan terjadi malah banyak kerugiannya. Lagipula aku nggak mau ngebohongin perasaan aku sendiri dan memaksa untuk menyukai orang lain.

  47. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Domisili: Palembang

    Nggak mau ah. Nanti jadi suka beneran. Apalagi karena ini cuma pura-pura. Pas udah ketahuan perasaan yang sebenarnya nanti malah dicampain aja sama tu cowok karena dia yang lebih punya andil, padahal sendirinya sudah main hati. Sakiiit lah hati awak ni jadinya😥
    Kalau ditawarin skenario begitu dan harus ngalamin sendiri sih nggak mau. Tapi kalau menyaksikan cerita dengan tema seperti itu mah hayuk aja, nggak masalah😄

  48. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Kota tinggal : Jakarta

    Jawabanku adalah Tidak. Kenapa?
    Karena satu kebohongan saja tercipta, akan tercipta kebohongan” lain nantinya/kedepannya. Meskipun berbohong demi kebaikan. Tetap tidak mau.

  49. Nama : Tiara I.K.
    Twitter : @tirr_
    Kota tinggal : Jakarta Timur

    Jawaban :
    Tergantung.. hehehe tergantung pada alasannya kenapa harus pacaran bohongan. harus tahu apa keuntungan yang didapat bagi keduanya. Kalau masalahnya dapat diterima logika dan benar-benar mendesak(juga ada hubungannya dengan saya), saya telah mengenal dekat org tersebut(teman misalnya), yang diperlukan org tersebut hanya ‘status pacarannya’ aja bukan pada ‘hubungannya’, saya bisa terima dengan syarat2 tertentu selama pacaran bohongan berlangsung. hahaa ya kalau ujung2nya dia jadi suka beneran, bagus, apalagi kalau cakep (tetep yaa..hahaha><). kalo nggak juga ga apa2, namanya juga bohongan, yg penting ga dibawa serius biar ga kecewa nantinya… hihihihi

  50. Nama : Rinita
    Twitter : @Rinitaa_1976
    Kota tinggal : Nganjuk, Jawa Timur

    Pertanyaannya adalah jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Kalo aku masih muda dulu, dengan pasti ku jawab “TIDAK MAU” , secaralah kita jangan mainin hidup dengan kebohongan, karena dari satu kebohongan akan tumbuh kebohongan yang lain, dan akhirnya menumpuk sudah dosa-dosanya. Pura2 itu nggak baik jugalah kurang bijak pula, harus yakin dalam berkomitmen, kalo cinta ya Pacaran beneran siapa tau bisa lanjut kejenjang yang lebih tinggi? Eh!. Maklum lah aku bukan anak muda lagi, jadi nggak mikir yang kura-kura dalam perahu…hihihi:-D

  51. Nama : Rinita
    Twitter : @Rinitaa_1976
    Kota tinggal : Nganjuk, Jawa Timur

    Pertanyaannya adalah jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Kalo aku masih muda dulu, dengan pasti ku jawab “TIDAK MAU” , secaralah kita jangan mainin hidup dengan kebohongan, karena dari satu kebohongan akan tumbuh kebohongan yang lain, dan akhirnya menumpuk sudah dosa-dosanya. Pura2 itu nggak baik jugalah kurang bijak pula, harus yakin dalam berkomitmen, kalo cinta ya Pacaran beneran siapa tau bisa lanjut kejenjang yang lebih tinggi? Eh!. Maklum lah aku bukan anak muda lagi, jadi nggak mikir yang kura-kura dalam perahu…hihihi:-D

  52. Nama : Rinita
    Twitter : @Rinitaa_1976
    Kota tinggal : Nganjuk, Jawa Timur

    Pertanyaannya adalah jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Kalo aku masih muda dulu, dengan pasti ku jawab “TIDAK MAU” , secaralah kita jangan mainin hidup dengan kebohongan, karena dari satu kebohongan akan tumbuh kebohongan yang lain, dan akhirnya menumpuk sudah dosa-dosanya. Pura2 itu nggak baik jugalah kurang bijak pula, harus yakin dalam berkomitmen, kalo cinta ya Pacaran beneran siapa tau bisa lanjut kejenjang yang lebih tinggi? Eh!. Maklum lah aku bukan anak muda lagi, jadi nggak mikir yang kura-kura dalam perahu…hihihi:-D

  53. Nama: Thia Amelia
    Twitter: @Thia1498
    Kota tinggal: Bogor

    Jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?

    Sudah dapat dilihat dari kata awalnya kalau itu hanya BOHONGAN, jadi saya lebih memilih tidak. Hal-hal yang dari awalnya dilakukan dengan tidak benar, pasti kesana nya juga tidak benar. Apalagi sebuah kebohongan. Kata mamah jangan pernah berbohong, karena satu kebohongan, akan membuat kebohongan-kebohongan lain. Memangnya mau hidup dipenuhi kebohongan? Semua orang pasti akan menjawab tidak. Jadi jawaban saya pun TIDAK, jika diajak seseorang untuk pacaran bohongan, apapun alasannya dan imbalannya hahaha…

  54. Bintang Maharani
    @btgmr
    Palembang

    Saya tolak deh. Soalnya saya maunya sama yang serius-serius saja. Kalau mau yang main-main atau bohong-bohongan mending dia sama perempuan lain saja. #eeeaaakkk #prinsip😀

  55. Nama: Anggita Dewi
    Twitter: @Anggitarav
    Kota: Balikpapan

    Jawaban:
    Kalo dari pacaran bohongan ini saya merasa tidak dirugikan dan malah mendapatkan keuntungan, mengapa tidak?
    Tapi segala sesuatu yang dijalankan dengan maksud tidak baik akan menanggung resikonya pula. Seperti perasaan (sungguhan) yang tidak dapat dicegah karena telalu terbawa suasana. Bukankah lebih baik tidak usah menerima kalo begitu daripada membawa sakit hati ujungnya? Dan tidak ada ikatan yang jelas setelahnya.

  56. Nama: Anggita Dewi
    Twitter: @Anggitarav
    Kota: Balikpapan

    Jawaban:
    Kalo dari pacaran bohongan ini saya merasa tidak dirugikan dan malah mendapatkan keuntungan, mengapa tidak?
    Tapi segala sesuatu yang dijalankan dengan maksud tidak baik pasti akan menanggung resikonya. Seperti perasaan (sungguhan) yang tidak dapat dicegah karena terbawa suasana. Bukankah lebih baik tidak usah menerima ajakannya, daripada membawa sakit hati ujung-ujungnya? Dan tidak ada status yang jelas setelahnya.
    Dan garis besarnya, saya menolak karena saya anak baperan kalo dibikin nyaman😀

  57. Nama : Winni Nafsani
    Twitter : @winnynafsani
    Kota : Jakarta

    Kan pertanyaannya “jika kamu diajak
    seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau
    tidak?!?”
    Jawabannya : Diterima, udah gitu aja kan, alasannya hanya aku dan tuhan yang tahu hihi😀

    Sebenarnya sih ga tau kenapa, pas baca pertanyaannya lngsung kpikiran diterima aja, mungkin di itung-itung cari pengalaman😀

  58. Nama : Winny Nafsani
    Twitter : @winnynafsani
    Kota : Jakarta

    Jawaban : Diterima ( udah gitu aja haha😀 )

    Sebenarnya ga tau kenapanya lngsung kepikiran diterima aja, mungkin itung-itung cari pengalaman hihi
    Kan aku ga tau jodohku seperti apa, mulainya dari kayak gimana dari yang benar apa yang bohong.

    *diterima mungkin karena faktor jomblo haha😀

  59. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Kota: Palembang

    Terima!

    Dia kan misinya cuma mau pura-pura. Kalau misi punyaku sih beda, aku nggak mau ini jadi sia-sia. Aku nggak mau menanggung doa bohong itu secara utuh.😀

    Aku akan buat dia jadi jatuh cinta beneran sama aku tanpa dia sadari. Biar nggak baper sendirian. Biar kepura-puraan itu nggak menguap gitu aja. Supaya tidak ada pihak yang dirugikan, supaya tidak ada pihak yang tertipu sepenuhnya.

    Ala bisa karena biasa. Tumbuh benih cinta karena ada rasa yang sudah terbiasa. Yah ini sekalian aja tho, mumpung ada yang nawarin mau jadi gandengan.😛

    Aku pernah baca satu quote (entah ini maksudnya serius atau cuma buat meme) yang bertuliskan,

    “Jodoh itu jangan dicari, melainkan dijebak.”

    Nah, ini momen yang tepat untuk menjebak si jodoh itu. Selagi ada calon mangsa yang jelas-jelas masang badan buat dipanah, ya aku harus bisa maksimalkan kesempatan yang ada. Hitung-hitung menjaring jodoh lah Kak. Siapa tahu beneran ‘jadi’. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Sambil menyelam minum es doger.😄

  60. Nama : Agustin Kurnia Dewi
    Twitter : @akdewi_
    Tempat tinggal : Bogor

    Pertanyaan : kalau kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Jawaban :
    Diterima.
    Tapiiiiiii…. ada syaratnya.
    Pertama aku harus tau dong alasan yang sebenarnya kenapa si doi ngajakin pacaran tapi bohongan. Pasti dong ada alasannya. Entah itu mpdus, alasan pribadi, iseng, atau lain sebagainya.
    Namanya juga pacaran, pasti dong antara aku dan doi pasti ada interaksi baik di depan maupun di belakang orang lain, tapi tetep jarus dengan interaksi yang baik. Dalam arti saling menghargai.
    Doi juga mesti ngejaga perasaan aku. Walau cuma bohongan, tapi namanya wanita kan juga punya hati. Haha
    Dan pastinya harus bisa jaga rahasia. Terkait dengan alasan ‘pacaran bohongan’, pasti ada yang ditutup-tutupi, bukan? Harus keep silent dong yaaa, gaboleh ember mulutnya. Ckck
    Ahya, satu lagi yang pasti harus ada timbal balik. Semacam simbiosis mutualisme gitu.. Kalo doi yang ngajakin, pasti aku gak boleh dirugiin dong. Heheu
    Kali aja ntar jodoh, siapa tau? *edisicarijodoh*

  61. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Domisili : Medan

    Jika diajak seseorang untuk pacaran bohongan, saya TIDAK akan menerimanya. Kenapa? Pertama, apapun yg diawali dengan kebohongan hasilnya pasti tidak baik apapun tujuannya. Kedua, perempuan itu lebih cenderung cepat suka dengan lawan jenis daripada lakik, jadi saya gak mau saat dipertengahan saya menjalani hubungan itu saya benar2 suka dengan dia sementara si dia gak ada rasa ke saya krn dari awalkan si dia memang gk ada rasa. Kebayang donk gimna sakitnya, meski dia berstatus pacar kita tapi hatinya untuk cewek lain. Dan karena dari awal niatnya cuma bohongan, kita gak bisa mengharap lebih dari hubungan itu ataupun menuntut yg aneh2 dari si doi. Menderita banget kan.
    So, Say No To Fake Relationship😀

    Makasih kak Luckty ^^

  62. Nama: Hilma Yarisya
    Twitter: @HereYaris
    Domisili: Yogyakarta

    jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!?

    Satu pertanyaan tapi berjuta jawaban. Jika ya ini “jika” , aku akan menjawab tidak. Tidak, diawal tapi di saat skenario sedang berjalan dan CINTA dalam tahap proses mau bagaimana lagi? Semua wanita pasti tidak mau hanya bohongan, tapi kalau itu si pujaan mau bagaimana? Jika peran yang sedang dimainkan berhenti lantas perasaan masih bermain di hati, bagaimana?
    Menjadi yang terlihat di khalayak orang itu idaman memang, tapi menjadi orang yg terbaca di hati itu susah. Jadi buat apa bermain peran? Kalau diakhir cerita pura-pura ini hanya terlihat kasat di mata bukan di hati. Hehee🙂

  63. Nama : Faradha Sany
    twitter : @faradhaaaa
    Alamat: Balikpapan
    .
    hmmm… diterima gak yaa… hayo.. hayo.. hayo.. diterima apa gak.. diterima, enggak, diterima, enggak, haha.. diterima aja sudah.. kasian😀
    .. oke, sudah diputuskan. diterima, aku mauuuuuuu
    eits dengan catatan, yang ngajakin itu ganteng, imut, pintar, lucu dan sebagainya hoho…

  64. Nama: Musdalifah Putri
    Akun twitter: @MusdalifahYeaa
    Kota tinggal: Tangerang Selatan

    Jelas aku tidak mau! Apapun alasannya, siapa pun orangnya, kalau itu hanya bohongan, tetap aku tidak ingin. Cinta itu kan tidak bisa membohongi perasaan. Cinta juga kan harus dengan yang menurut diri sendiri cocok & memang ada perasaan. Kalau misalnya cuma dijadikan pacar bohongan, sepertinya itu tidak akan menyenangkan dan malah menyesal nantinya. Lalu yang lebih sulit lagi apabila kita malah sungguh-sungguh jatuh cinta padanya, belum tentu ia juga mau, dan malah buat sakit hati pula toh. Bertepuk sebelah tangan.

  65. Nama : Ken
    Twitter : @orion____
    Follow blog via : justsavemywords.wordpress.com
    Link share : https://twitter.com/orion____/status/660120776020897792

    Q : jika kamu diajak seseorang untuk pacaran bohongan, diterima atau tidak?!? #eaaa😀

    A : Selama tujuannya tidak untuk menyakiti orang lain sih kenapa tidak?😀
    Memang sih tidak wajar, tapi kalau cara ini justru dapat membantu seseorang keluar dari masalah bukannya malah justru kita mengambil keputusan yang bisa dibilang benar? Apalagi jika kedua pihak—misalkan saya dan si mas-mas pacar bohongan ini—sama-sama jones dan ternyata selama proses pacaran bohongan justru menemukan kecocokan yang mengantarkan pada hubungan yang serius, nah lho! hahahaha~ Pacar/pacaran bohongan kadang tidak melulu berarti negatif seperti yang kebanyakan kita ketahui kan?😀

    Yup!! Mari menebar mantra!
    Thank you, Kak Luckty! Sukses selalu🙂

  66. Nama : Lusi Gusma Ningsi
    Twitter : @uchylusiy
    Kota Tinggal : Padang

    Kalau orang yang ngajak pacaran boongan nya gak di kenal ya pasti gak bakalan diterima lah alias ga bakalan mau bantuin. Buat apa juga coba, udah ga kenal malah minta jadi pacar boongan. Buat jadi pacar beneran juga aku pasti bakalan mikir 100x (itu kalau orang yang ngajak nya gak dikenal)

    Beda lagi kalau yang ngajakin nya orang dikenal (ex. teman/sahabat) 100% tanpa mikir panjang aku pasti bakalan bantuin. kalau dia ngajak jadi pacar boongan pasti ada alasan nya. ya berhubung saling kenal ya udah di bantuin. itung2 bantu teman sambil sekalian rasain gimana rasanya sensasi pacaran boongan itu pasti seru.
    Ada deg-deg an nya, takut ketahuan. tantangan nya itu lho. (itu kalau orang yang ngajak pacaran bohongan nya dikenal – saling kenal)

  67. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s