REVIEW Siluet di Lab Kimia

WP_20150621_001

Dendam bukan akhir dari masalah. (hlm. 84)

Nasib buruk bisa menimpa kapan saja. (hlm. 104)

Konon, katanya sekolah merupakan salah satu tempat bagi penghuni dari dunia yang lain. Mereka sama seperti kita, punya keluarga dan kehidupan. Waktu pas liat judul ini di toko buku langsung tertarik. Kenapa? Karena judulnya langsung mengingatkan akan nuansa-nuansa di sekolah.

Jika dulu sekolah saat SMA merupakan bekas tanah pemakaman Belanda, tapi tidak pernah sekalipun ada kejadian aneh di sekolah meski sering pulang sore kalau ada kegiatan eskul. Beda sekali dengan sekolah tempat saya bekerja sudah lima tahun ini yang lumayan sering banyak kejadian aneh. Dulu kali pertama ada siswa kesurupan, saya takut banget. Ternyata karena sekarang sudah keseringan liat, jadi biasa-biasa saja. Umumnya siswa yang kesurupan adalah siwa-siswa yang jiwanya kosong; habis putus cinta, atau masalah dengan keluarga. Dan selalu cewek, belum pernah sekalipun siswa cowok yang kesurupan. Apakah karena cewek lebih gampang kosong jiwanya?!? Oya, umumnya mereka ini yang baru menginjak di bangku di kelas X. Anehnya, jika nanti naik kelas berikutnya biasanya sudah nggak mengalami lagi kesurupan. Katanya sih, mungkin mahluk-mahluk di sekolah butuh penyesuaian dengan siswa-siwa baru x))

Ada beberapa kejadian di cerita buku ini yang mirip di kehidupan nyata kita. Kisah tentang dosen hantu itu sama persis dengan kejadian yang pernah dialami beberapa waktu lalu oleh mahasiswa sebuah kampus di sini. Oh, untungnya saya nggak pernah namanya ngalamin kuliah malam x))

Dari semua kejadian di buku ini, mengambil setting di sekolah dari berbagai sudut. Paling banyak sih toilet cewek. Iya juga sih, entah kenapa toilet cewek selalu identik dengan hantu. Di sekolah tempat saya kerja pun ada satu toilet yang tidak dipakai, konon katanya ada penunggunya, hiyyy… x))

Untung saja, di cerita-cerita buku ini, tidak ada satu pun yang bersetting perpustakaan. Padahal biasanya perpustakaan juga kerap identik dengan penampakan. Tapi alhamdulillah selama kerja di sekolah nggak pernah liat yang aneh-aneh. Amit-amit jabang bayi, jangan sampe deh. Tapi memang pernah sekali ada kejadian ganjil. Waktu itu memang udah sore banget, sekitar setengah enam-an gitu. Saya dan seorang teman yang sedang memperbaiki program perpustakaan di komputer mendengar suara seperti kerikil-kerikil yang dilempar ke atap genteng. Bunyinya nggak cukup sekali, tapi berkali-kali. Awalnya menduga jika itu hasil iseng anak-anak kecil yang biasanya pada ngaji di masjid sekolah yang kebetulan lokasinya dekat dengan perpustakaan. Pas saya longok ke luar perpustakaan, ternyata sepi nggak ada siapa-siapa. Trus, nggak mungkin juga kan anak-anak kecil melempari kerikil ke arah genteng yang lumayan tinggi. Tidak hanya saya, teman saya juga mendengar suara-suara lemparan kerikil itu. Mulanya kita cuek saja, tapi lama kelamaan suarnya makin kencang. Kami pun bergegas pulang, mungkin tandanya disuruh pulang x))

BALAS DENDAM? OH! – Afsir Mlajah

Tapi, mahluk itu benar-benar marah. Mahluk itu sungguh ingin membalas dendam atas pengkhianatanku. Sampai dua hari setelah penebangan. Kamarku penuh dengan jin-jin yang notabene adalah keluarganya. Mereka melayang di langit-langit menatapku nanar. Aku bisa merasakan mereka sungguh marah padaku dan sungguh ingin menguasai diriku. Apakah ini bentuk balas dendam? Entahlah. (hlm. 9)

MAHLUK-MAHLUK ITU MENEMPEL DI TUBUHKU – Winda Oei

Banyak kejadian aneh yang aku alami di kampus. Misalnya, suatu sore ketika aku sedang menunggu teman-temanku untuk berbuka puasa bersama. Aku merasakan sekelilingku ramai dengan mahasiswa yang bergerombol. Tetapi, ketika teman-temanku datang, mereka bilang tidak ada orang lain di sana selain aku sejak tadi! (hlm. 14)

MISTERI KERTAS UJIAN PUTRI – Yunita Herdayanti

Tubuhku gemetar, kucoba mencerna semua kalimat Mas Nuri, meski aku masih sulit percaya, “Mas, apa mereka nggak bisa diusir atau minimal dipindah sementara. Biar tidak mengganggu putri di kelas?” (hlm. 31)

DIKLAT MISTIS SMA-KU – Healza Kurnia Hendiastutjik

Jantungku seakan berhenti berdetak saat aku tahu bayangan itu menghilang ke arah toilet. Dengan langkah seribu, aku mencoba berjalan cepat menyusuri lorong dan mencari kelas XI-IPA 2, setelah mengetuk pintu dan membukanya perlahan. Aku dikejutkan kembali dengan sosok bayangan hitam besar duduk di meja. (hlm. 43)

SILUET DI LAB KIMIA – Afif Fajar Zakariya

Begitu langkahku mendekati lab kimia, mataku tiba-tiba menangkap siluet seseorang perempuan di dalam lab itu sedang berdiri di samping jendela. Perempuan itu mengenakan baju dinas guru berwarna hijau, seperti yang biasa dipakai guru-guru di sekolah ini. (hlm. 51)

SOSOK DALAM FOTO – Bobby Andhika

Ada seorang kakek tua. Tubuhnya hitam legam. Rambutnya terurai panjang banget. Tapi dia nggak jahat. Dia baik sekali. Aku diajaknya bermain keliling halaman, terus berhenti di bawah pohon tempat kita ngobrol kemarin. Di halaman belakang sekolah, habis itu aku terbangun. (hlm. 61)

AKHIRNYA AKU PERCAYA DIA ADA – Zulfa Auliany

Aku aman di sini. Lalu, bagaimana dengan kalian? Bagaimana dengan cermin di kamar kalian yang mungkin tidak hanya memantulkan bayangan kalian? Atau sisi gelap yang kalian rasa memata-matai kalian dengan sangat jeli. Mereka datang pada yang percaya dan memiliki rasa takut. Hati-hatilah dalam mengendalikan rasa takut. Semakin kalian takut, dia semakin dekat. (hlm. 76)

KISAH DI BALIK JENDELA – Ayu Larasati

Sosok itu masih saja berdiri di jendela ruangan UKS yang tirainya setengah terbuka. Membuat sosok itu kian terlihat jelas. Menatapnya dengan mata nyalang. Rambut panjang yang gembel dan lurus kaku. Wajah yang penuh darah dan pucat. (hlm. 81)

ANAK KECIL DI POHON GAYAM – Arial Ratih

Dulu sewaktu kecil, ada sebuah pohon gayam tepat di samping rumahku. Aku ingat persis kalau dulu aku punya teman dari dunia lain. Dia selalu muncul dari pohon gayam itu. Nggak ada satu hari pun terlewati tanpa kebersamaan kami. Terkadang, dia tidur bersamaku di kamar. Dan nggak jarang juga kami makan bersama. (hlm. 91)

DOSEN HANTU – Ayu Larasati

Tanganku mendadak menjadi kaku saat melihat kolong meja dosen. Aku sempat mengucek mataku untuk memastikan ini benar-benar terjadi. Kaki dosen itu tidak menapak lantai alias mengambang. Bulu kudukku seketika meremang. Siapa sebenarnya sosok di depanku ini? Apakah benar itu dosen kami yang sesungguhnya atau ….? (hlm. 103)

ADA POCONG DI FOTOKU – Slamet Suhartono

Sesampainya di kamar kos, aku dikejutkan dengan jendela kamar yang terbuka lebar. Kegelapan di luar jendela terasa begitu menyeramkan. Belum hilang rasa keterkejutanku, tiba-tiba kulihat ada satu kepala terbungkus kain dengan pita. Aku menjerit supaya mencari stop kontak. Seketika itu juga lampu kamar menyala, kepala itu hilang. Tidak ada siapa-siapa di jendela. Akhirnya dengan tangan yang gemetar, aku menutup jendela. (hlm. 111)

TAWA TENGAH MALAM – Andra Busra

Aku melihat satu sosok tengah mondar-mandir dengan cepat di kamarku. Sosok itu bergerak ke sana kemari. Aku seakan-akan sedang melihat bandul raksasa yang bergoyang dari kiri ke kanan. Percayalah, kalau kau yang berada di posisiku saat ini, kau pasti akan merasa lututmu lemas dan pingsan perlahan. (hlm. 120)

BUNYI-BUNYIAN DI KELAS TENGAH MALAM – Asria Nurhauli

Dung! Suara seperti benda besar yang jatuh terdengar dari langit-langit luar ruangan. Cukup keras hingga membuat beberapa junior perempuan berteriak ketakutan. Beberapa senior terdengar berbisik-bisik membicarakan suara yang baru saja terdengar itu. (hlm. 127)

MISTERI KETUJUH – Maggie

Waktu itu dia bercermin di toilet ini. Tiba-tiba ada seorang wanita berambut panjang dengan gaun putih, tersenyum ke arah Sena dari cermin. Wanita itu sih terlihat berdiri di belakang Sena kalau dilihat dari dalam cermin. Tapi waktu Sena melirik ke belakangnya, tidak ada siapa-siapa. (hlm. 137)

NABILA KEENAM – Nuril Hanifah

Esok harinya, aku, Nabila, dan Darwin menemukan bahwa tidak ada murid yang bernama Nabila di kelas 3A. (hlm. 147)

SEPEDA TANPA PENUMPANG & WANITA BERAMBUT PANJANG – Awal

Pintu berdecit panjang membuatku tercekat sesaat. Embusan angin membuatku gigil. Sontak bulu kudukku berdiri. Sekujur tubuhku kaku. Aroma wewangian melati merebak. Hanya batin yang mampu memaki, kenapa raga ini tak lekas berdiri, lalu berlari. (hlm. 151)

DI KAMAR MANDI POJOK SEKOLAH – Waluyo Joko

Krieeeettt! Suara pintu terbuka. Terlihat di dalam kamar mandi ada sehelai tali yang bergantungan dan masih terlihat baru. Di bawah tali terdapat kursi yang ternoda percikan darah yang sudah mengering. Seperti bekas orang bunuh diri. (hlm. 163)

PENGHUNI KANTOR OSIS – Afsir Mlajah

Beberapa detik Pak Mahmudi terpaku memandang sosok yang sedang duduk berpangku tangan itu. Sosok itu sedang menudukkan kepalanya. Badannya berbulu lebat. Entah apa warnanya, gelap, telinganya cukup panjang. Sementara itu, bau busuk muncul dari arahnya. (hlm. 175)

SEKOLAHKU YANG MISTERIUS – Mypuspii

Firasatku malam itu tidak enak. Ketika aku memejamkan mata, terbayang gambaran seorang anak kecil perempuan menyeretku dan tasku. Aku segera membuka mata dan tak bisa tidur lagi. Beberapa saat kemudian, ada cahaya lampu senter yang menyala di luar dan terdengar teriakan. (hlm. 184)

TERNYATA AKU (TIDAK) SENDIRIAN – Nuzul Helmi

Kakiku gemetaran dan tubuhku tidak bisa bergerak. Bayangkan rasanya, kamu sendirian danmelihat mahluk menyeramkan seperti itu. Lebih menyeramkan lagi, mahluk ini tiba-tiba menoleh ke arahku. Wajahnya rata. (hlm. 189)

Banyak sekali kehidupan yang mengelilingi kita di dunia ini. Di setiap langkah, kita akan selalu diikuti dan dimata-matai. Terlalu percaya atau terlalu takut tidaklah bagus. Itu akan menyerang syarat-syaratmu sehingga kau tidak sanggup lagi untuk pergi sendirian ke kamar mandi. Dan jika terlalu meremehkan, juga tidak bijak. Pertahankan kesadaran dan perkuat iman maka kita sebagai manusia akan mampu berjalan di jalur yang semestinya,tanpa khawatir diusik mahluk dari dunia lain.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Siluet di Lab Kimia

Penulis                                 : Afsir M, Winda O, Yunita H, Healza KH, Bobby A, Zulfa A, dkk.

Editor                                    : Monica Anggen, Mira R., Writing Management

Penata isi                             : Garis Bawah Studio

Desain cover                      : Garis Bawah Studio

Penerbit                              : Grasindo

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 197 hlm.

ISBN                                      : 978-602-251-959-1

Ehem, mumpung judul buku ini mengingatkan akan sebuah foto laboratorium di sekolah saat malam hari diambil dari CCTV yang sempat bikin heboh:

lab kimia

6 thoughts on “REVIEW Siluet di Lab Kimia

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Di bagian cerita Akhirnya Aku Percaya Dia Ada… bikin merinding.
    Dan… potongan CCTV menambah kesan menyeramkan😐

  3. Aku malah lebih tertarik sama pengalaman kakak itu, ya walaupun buku ini juga menarik, tapi kan pengalaman kakak itu real.
    Aku alhamdulillah sih skrg2 ini nggak pernah ngalamin kejadian spiritual gitu, palingan keseringan parno sendiri padahal nggak ada apa2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s