REVIEW Hector and the Search for Hapniness

WP_20151105_007

Setiap hari yang terjadi memiliki makna. (hlm. 105)

HECTOR menjadi seorang psikiater yang sukses bukan hanya karena dia tahu cara mendengarkan keluh kesah orang. Dia juga mengenal semua seluk beluk pekerjaannya dengan baik.

Dia pun juga mengetahui semua seluk beluk pengobatan. Dan, jika pengobatan tidak cukup, atau jika pasien tidak membutuhkannya, Hector memiliki cara lain untuk membantu mereka; psikoterapi. Menurut metode ini, psikiater mengobrol sekaligus mendengarkan pasien. Metode ini berjalan dengan baik, terutama bagi orang-orang yang pernah menemui psikiater yang hampir tak pernah berbicara dengan mereka, yang tidak mereka sukai.

Oleh sebab itu, Hector tergolong psikiater yang mumpuni. Lebih tepatnya, dia sama suksesnya seperti doktor cakap yang lain. Dia berhasil menyembuhkan sejumlah pasiennya hingga sembuh total. Sementara bagi sebagian lain dirawatnya dengan kondisi kesehatan yang baik asalkan mereka meminum obat setiap hari dan datang untuk berkonsultasi dengan dirinya secara rutin. Ada juga beberapa orang pasien yang hanya sanggup dibantunya agar bisa bertahan hidup di tengah kondisi kejiwaan mereka dengan sebisa mungkin membuat beban mereka terasa lebih ringan.

Akan tetapi, Hector merasa tidak puas. Dia merasa tidak puas karena sangat menyadari bahwa dirinya tidak mampu membuat orang bahagia.

Hector pun mulai bertanya-tanya apakah dirinya sudah menjalani profesi yang tepat, apakah dia bahagia dengan hidupnya, apakah tidak ada yang dia lewatkan. Kemudian, dia merasa sangat ketakutan karena memikirkan kemungkinan bahwa orang-orang yang tidak bahagia ini mampu menularkan apa yang mereka rasakan. Di benaknya bahkan terlintas pikiran untuk meminum obat, tetapi setelah banyak merenung, dia memutuskan bahwa hal itu bukanlah solusi yang baik.

Oleh sebab itu, dia memutuskan untuk berkeliling dunia, dan kemana pun dirinya pergi, dia akan berusaha memahami apa yang membuat orang merasa bahagia atau tidak bahagia. Dengan begitu, Hector berkata pada diri sendiri, jika ada yang disebut sebagai rahasia kebahagiaan dia merasa yakin akan bisa menemukannya.

Berikut lima belas pelajaran hidup dari kisah Hector dalam perjalanannya di buku ini:

  1. Membuat perbandingan bisa merusak kebahagiaan
  2. Kebahagiaan seringkali datang di saat-saat yang paling tidak terduga
  3. Banyak orang yang melihat kebahagiaan hanya berada di masa depan
  4. Banyak orang yang mengira bahwa kebahagiaan itu berasal dari kemampuan mendapatkan kekuasaan lebih besih atau uang lebih banyak
  5. Terkadang kebahagiaan itu adalah tidak mengetahui seluruh kenyataan yang ada
  6. Kebahagiaan adalah sebuah pelajaran jauh di pegunungan yang indah dan asing
  7. Kebahagiaan adalah kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai
  8. Ketidakbahagiaan adalah terpisahkan dari orang-orang yang dicintai
  9. Kebahagiaan adalah mengetahui keluarga kita tidak kekurangan apa pun
  10. Kebahagiaan adalah melakukan pekerjaan yang kita senangi
  11. Kebahagiaan adalah memiliki rumah dan kebun sendiri
  12. Lebih sulit untuk merasa bahagia di sebuah negara yang dipimpin oleh orang-orang jahat
  13. Kebahagiaan adalah merasa berguna bagi orang lain
  14. Kebahagiaan adalah dicintai karena diri kita apa adanya
  15. Kebahagiaan adalah peduli terhadap kebahagiaan orang-orang yang kita cintai

Banyak juga kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Tingginya tingkat kebahagiaan tidaklah diukur dari menjalin hubungan asmara dengan seseorang pria yang sangat sukses dan juga sangat baik. (hlm. 12)
  2. Merasa tidak bahagia mungkin bisa mengajarkan kebahagiaan pada diri. (hlm. 45)
  3. Kesalahan mendasar yang dibuat orang adalah dengan berpikir bahwa kebahagiaan itu merupakan suatu tujuan. (hlm. 55)
  4. Hanya anak-anak yang bahagia saja yang masih bertahan hidup. (hlm. 113)
  5. Karena mereka tahu bahwa orang-orang akan bersikap lebih baik pada seorang anak yang tersenyum. (hlm. 114)

Kebetulan membaca buku ini melintasi Pulau Jawa. Perjalanan dari Lampung menyeberang dan melewati semua provinsi yang ada di Pulau Jawa, jadi berasa aura perjalanan ala Hector di buku ini. aroma petualangan dan mencoba hal-hal yang baru dalam hidup.

Kisah Hector yang berpetualangan ke beberapa tempat mengingatkan saya akan buku favorit; Pangeran Kecil dalam buku The Little Prince yang melintasi berbagai planet dan mendapatkan pengalaman di setiap planet yang disinggahinya itu. Kemudian juga mengingatkan akan kisah perjalanan batin dalam buku Alchemist, bahwa sesungguhnya hidup tidak sekedar hidup.

Membaca buku ini akan banyak sekali kita temukan apa arti hidup sesungguhnya, tidak hanya dari kisah Hector, tapi juga kisah dari orang-orang baru yang ditemui Hector dalam perjalanannya itu.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Hector and the Search for Hapniness

Penulis                                 : Francois Lelord

Penerjemah                       : Gusti Nyoman Ayu Sukerti

Penyunting                         : Nuraini Mastura

Penyelaras aksara            : Lani Rachmah

Penata letak                       : CDDC

Desain sampul                   : Oesman

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : November 2015

Tebal                                     : 263 hlm.

ISBN                                      : 978-602-385-002-0

WP_20151108_076

12 thoughts on “REVIEW Hector and the Search for Hapniness

  1. ya ampun buku ini yang di review sama siapa ya gak tau namanya tapi terus dia jadi bilang “LEBIH MUDAH DIKATAKAN DARIPADA DILAKUKAN” … buku buku yang membahas kebahagiaan. nah terus kesimpulannya mbak’e bilang gini : jangan suka menunda intinya. aku juga suka the little prince, favorit aku ketika ketemu si akuntan yang kerjaannya ngitung BINTANG. yah, kalo bintang bisa diperjual belikan ya …

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Hektor ini karakternya unik ya. Dari review kakak, aku nyimpulin kalau Hektor dapat kebahagiannya itu justru dari pengalamannya ambil pelajaran dari orang lain😀

  4. Hector yang lagi banyak pikiran karena memikirkan apakah pasiennya bahagia hingga membuatnya hampir meminum obat, aku merasa jika Hector si psikiater harus pergi ke psikiater pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s