[BLOGTOUR] Review Suti + GIVEAWAY

PicsArt_19_11_2015_19_04_59[1]

Hidup ini panggung sandiwara. Ya memang benar adanya, semua yang disampaikan kepada orang lain adalah dongeng, dan dongeng jenis apa pun harus terjadi di panggung; terjadi di tempat dan waktu tertentu agar tokoh-tokoh yang bermain di panggungnya bisa melakukan ini-itu sesuai dengan wataknya. (hlm. 14)

Panggung dongeng ini adalah sebuah kampung di pinggiran kota Solo, tepatnya di Desa Tungkal. Waktu itu, tahun 1960-an, desa tersebut mulai kedatangan orang yang berasal dari pusat kota; harga tanah sangat murah sebab belum tersentuh oleh rencana pembangunan kota. Jauh dari Kraton Kasunan, yang terletak di pusat kota, sebagian besar penghuni desa sudah beranak-pinak sejak kakek ataupun buyut mereka. Sebelah barat desa itu dibatasi sebuah sungai, lebarnya sekitar 10 meter, yang sejak semula berfungsi sebagai salah satu pusat kegiatan penduduk seperti mencuci, mancing dan menjala ikan, serta mandi – sumur hanya ada di beberapa rumah keluarga yang mampu saja. Menggali sumur tidaklah murah.

Adalah Suti dan Tomblok, yang nama lengkapnya Pariyem, biasa ngobrol di pinggir sungai setiap pagi ketika mereka sedang mencuci pakaian di sungai. Kalau kebetulan mereka bersama-sama mencuci di sungai, suasananya berubah menjadi seperti pasar. Bukan hanya karena ributnya suara mereka membanting-banting pakaian di batu tetapi lantaran ributnya kabar angin mirip topan yang bersahut-sahutan. Mereka duduk di bongkahan batu kali, dan kalau ada yang kepleset tidak pernah ditolong, malah ditertawakan. Sungai adalah salah satu bagian penting kehidupan di kampung itu, bukan hanya sebagai tempat cuci tetapi juga sebagai pusat penyebarluasan cerita burung.

Suti, nama lengkapnya Sutini, masih diujung belasan tahun umurnya, dan sifatnya yang suka konyal-kanyil bisa ditafsirkan macam-macam. Kalau lagi senang ia suka menepuk-nepukkan tangannya dengan irama yang sangat cepat sambil loncat-loncat kecil. Menurut teori yang diciptakan orang kota, umumnya bagi warga desa kawin – cerai – kawin lagi – cerai lagi dengan orang lain atau orang yang sama bukan hal yang menarik untuk dijadikan bahan pembicaraan.

Perempuan muda itu yatim, dan itu mungkin sebabnya orang desa cenderung menerima sebagai hal yang wajar-sewajar-wajarnya kalau ada berita aneh tentangnya, meskipun mereka tentu juga tahu bahwa orang yatim tidak harus aneh-aneh tingkah lakunya.

Suami Suti kerjanya srabutan, malah kadang-kadang kerja beberapa bulan di Sragen membantu pemborong membangun kantor sebuah jawatan. Sekali seminggu pulang dan mendengar kabar istrinya berbuat tidak lurus, tetapi ia tidak bertindak apa-apa. Ya mau apa, perbuatan yang tidak lurus itu pun tidak jelas apanya. Dan setiap kali mendengar atau mengingat-ngingat kabar semacam itu, Sarno hanya memilih diam. Setengahnya ia takut dilabrak istrinya yang tentu dengan mudah akan mendapatkan jodoh kalau mereka ribut dan ceria. Meskipun tidak juga jelas apakah laki-laki itu takut sama istrinya atau mertuanya. Orang selama ini tidak bisa membedakan apakah selama ini Sarno ada di bawah kendali mertua atau istrinya.

Beberapa kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Orang bisa saja hidup tanpa pekerjaan yang jelas, ternyata. (hlm. 11)
  2. Kalian ini dah nonton gak bayar kok malah tambah bikin ribut. (hlm. 22)
  3. Mana ada hantu mau tinggal di kampung miskin yang kebanyakan warganya tidak doyan makan hantu? (hlm. 24)
  4. Orang miskin mana pula yang punya niat meluangkan waktu untuk menciptakan hantu hanya demi menakut-nakuti orang? (hlm. 24)
  5. Kemiskinan adalah hantu yang setia menjaga kebanyakan rumah di desa. (hlm. 24)
  6. Orang kalau terlalu baik malah jadi agak aneh ya. (hlm. 32)
  7. Ternyata guru tidak boleh dibantah, ya. (hlm. 42)
  8. Tetangga kita itu memang harus dilawan, mentang-mentang janda prajurit, seluruh desa suka berlebihan menghormatinya. (hlm. 49)
  9. Tangan jangan dimasukkan tunggu. Ngelamun apa kamu? (hlm. 62)
  10. Kau memang sama sekali tidak tahu? Jangan-jangan hanya pura-pura. (hlm. 84)
  11. Apa sih, bibit itu? Apa pula bobot apa pula bebet di zaman sekarang ini? (hlm. 116)
  12. Mencuci adalah waktu yang tepat untuk ngerumpi. (hlm. 119)
  13. Jangan ditahan-tahan. Cerita saja yang kamu tahu. (hlm. 121)

SUTI, sesuai judulnya, merupakan tokoh sentral dari isi cerita buku ini. Suti yang polos nan lugu merepresentasikan perempuan desa yang menikah di usia muda dan kehidupannya hanya berkutat pada; sumur, dapur, kasur. Ya, jika di desa, usia awal dua puluhan adalah usia yang tepat untuk menikah. Jika telat, bakal disebut perawan tua. Jadi, mumpung ada yang suka dan mau meminang, ya segera disambut. Seperti itu juga nasib Suti yang bersuamikan Sarno, sudah duda dan usinya terpaut jauh dari Suti.

Di halaman 3 dijelaskan ibu Suti suka malu kalau anaknya tidak lekas-lekas dikawinkan, takut kalau oleh orang kampung dianggap tidak laku, takut kalau dianggap ibunya tidak becus mencarikan suami untuk anaknya. Juga khawatir kalau anak perempuannya yang suka ngomong aneh-aneh itu nanti tersesat enath ke mana. Begitu juga nasib Kunto, anak dari Pak dan Bu Sastro ini diragukan kejantanannya oleh ibunya yang khawatir anaknya nanti telat kawin sementara bapaknya beranggapan bahwa tidak pernah ada laki-laki telat kawin seperti di halaman 182. Hidup di desa, menikah adalah hal yang paling krusial. Di saat baru lulus SMA, teman-teman yang seumuran mulai pada menikah sementara saya melanjutkan ke jenjang kuliah, merantau ke pulau seberang pula. Di saat saya menikmati masa kerja dan cari uang sendiri demi keluarga terutama adik-adik, teman-teman banyak yang sudah memiliki dua anak dan ada juga bahkan yang sudah berstatus janda. Padahal usia kami masih dua puluhan. Meski begitu, di desa jika sudah berada di ujung umur dua puluhan akan dianggap perawan yang tidak laku jika masih melajang. Padahal yang menikah pun masih banyak yang bergantung pada orangtua meski itu hanya untuk membelikan susu atau popok untuk anaknya. Saya jadi teringat percakapan dengan sepupu laki-laki yang memutuskan menikah di akhir November ini. Jadi, tepat dua bulan sebelum menikah, dia bersama 18 teman lainnya yang sekantor di PHK. Sempat down karena mikirnya nanti mau nikah istrinya mau dikasih makan apa, apalagi istrinya yang lulusan perawat juga nganggur. Sepupu yang usinya hanya terpaut satu tahun di atas saya ini tetap memutuskan menikah, apalagi di desanya (yang lebih pelosok dari desa saya tinggal) teman-teman seumurannya bahkan sudah ada yang menyunatkan anaknya. Jadi, seluruh biaya pernikahan mereka ditanggung oleh keluarga pihak laki-laki alias dibebankan pakde dan pakde. Ya begitulah di desa… x))

Aku tidak punya hak memilihkan calon istri untukmu. Pilihan penuh ada di tanganmu. (hlm. 182)

Selain tentang nikah muda, hal yang diangkat dari kehidupan orang desa dalam buku ini adalah yang masih kental dengan pemahaman akan sesuatu mitos. Disebutkan dalam buku, di sebelah timur jalan desa ada makam yang menyimpan berapa ratus mayat. Adalah makam Mbak Parmin, orang yang waktu mudanya di zaman Kles ke-2 suka ke pusat kota, katanya bergabung dengan gerilyawan yang masuk kota. Makam Mbah Parmin memang dirawat baik-baik, bahkan orang-orang mengumpulkan uang untuk membeli nisan batu yang hitam mengilap. Peziarah dari kota atau tempat lain suka bertanya apakah orang yang nisannya mengilap itu makam Kiai yang bisa dimintai rezeki. Mereka itulah justru yang mengeramatkan makam Mbah Parmin, bukan warga desa. Seperti yang dilakukan Bu Sastro dalam buku ini di halaman 62, 86, dan 100. Setiap ada masalah yang menggerogoti kehidupannya, makam Mbah Parmin adalah tujuan hidupnya.

Lepaskan semua dari pikiranmu garis warna-warni yang silang-menyilang di benakmu itu. (hlm. 96)

Meski buku ini berkutat pada kehidupan Suti, semua tokoh yang ada karakternya diciptakan kuat; mulai dari Pak Sastro hingga Tomblok. Yang tersamar hanya karakter dari tokoh ibunya Suti. Paling suka dengan karakter anak-anak Pak Sastro. Kunto sebagai anak pertama yang cenderung dingin dan kaku, sementara Dewo anak yang kedua lebih berontak tapi justru sangat menyayangi ibunya. Dewo yang paling tahu jika hati ibunya terluka. Tapi Kunto menang dari segi romantis, seperti di halaman 144, Kunto suka mengajak Suti ke persewaan buku dan perpustakaan di dekat Rumah Penjara. Ya, Kunto merasa paling bahagia kalau berada di antara buku-buku di perpustakaan. #CulikKunto

Duduk di boncengan sepeda Kunto malam-malam, Suti merasa seperti merapat ke tungku hangat. (hlm. 57)

Dunianya belum cukup untuk menjelaskan itu semua dengan kata-kata. Kalau diumpamakan angin, semilirnya tidak jelas ke mana arahnya; kalau diumpamakan air mata, tetesnya tidak jelas dari mana sumbernya; kalau diumpamakan burung, terbangnya seperti merpati yang mendadak melesat dan hinggap di puncak pohon randu alas. (hlm. 62)

Dan tokoh yang paling favorit adalah Bu Sastro, tipikal ibu rumah tangga yang sangat menyayangi anak-anaknya, baik dengan lingkungan sekitar dan yang paling penting adalah mempertahankan keutuhan rumah tangganya bersama Pak Sastro meski tak semudah membalikkan tangan.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Suti

Penulis                                 : Sapardi Djoko Damono

Desain sampul                   : AN. Rahmawanta

Penerbit                              : Buku Kompas

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 192 hlm.

ISBN                                      : 978-979-709-986-2

Sangat bersyukur membaca buku ini kiriman langsung dari penerbitnya dan diajak kerjasama pula untuk blogournya. Saya juga mengajak beberapa teman blogger buku lainnya yang memang menyukai karya Pak Sapardi Djoko Damono.

WP_20151120_016[1]

Saya saja membacanya dalam sekali duduk saat menunggu giliran antri bayar pajak motor😀

blogtour SUTI

Simak wawancara langsung bersama Pak Sapardi Djoko Damono:

  1. Berapa lama proses pembuatan novel Suti?

Suti saya tulis selama sekitar enam bulan.

  1. Apa kendala saat proses pembuatan novel Suti?

Kalau boleh disebut kendala, novel itu saya tulis bersamaan waktunya dengan tulisan lain, antara lain novel Hujan Bulan Juni. Saya biasa menulis sekaligus beberapa jenis tulisan sehingga waktu penulisannya bisa panjang. Dalama waktu bersamaan saya menulis puisi, cerpen, novel, esai, naskah ceramah, dan lain-lain.

  1. Hal apa yang berkesan saat proses pembuatan novel Suti?

Yang paling berkesan adakah ketika saya mampu menciptakan Bu Sastro.

  1. Pesan apa yang ingin Bapak sampaikan lewat novel Suti untuk pembaca?

Sebenarnya tidak ada ‘pesan’ yang ingin saya sampaikan, tetapi kenyataan betapa sulitnya memahami hubungan-hubungan rumit antarmanusia.

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs , @SapardiDD dan @BukuKOMPAS. Jangan lupa share dengan hestek GA #novelSUTI dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan?😉

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek GA #novelSUTI yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

GA #novelSUTI ini berlangsung seminggu saja: 1-6 Desember 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Desember 2015.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

WP_20151119_017[1]

Pengumuman Pemenang Giveaway SUTI

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway SUTI. Hampir tembus 40 peserta! Ini menandakan betapa banyak yang ingin membaca buku kece dari Pak Sapardi Djoko Damono ini. Terima kasih buat Penerbit Buku KOMPAS atas kerjasamanya! 😉

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Rizky Mirgawati
@RizkyMirgawati
Depok

Siapa sey yang tidak tahu Pak SDD? Puisi Hujan Bulan Juni yang sangat fenomenal, sayangnya aku belum pernah mencicipi satu pun karya beliau. Aku berharap novel SUTI ini bisa menjadi perkenalan manis untukku dan bisa ikut menyukai membaca karya-karya lainnya seperti Mba Luckty. Selain itu, aku memang selalu menantang diri sendiri untuk membaca sebuah buku diluar my cup of tea agar bisa lebih mewarnai bacaanku.

Terima kasih GAnya, mba. Wish me luck^^

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GIVEAWAY SUTI. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penerbitnya ya.

Terima kasih buat Pak Sapardi Djoko Damono dan Penerbit Buku KOMPAS atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

Oya, BLOGTOUR SUTI masih berlanjut di empat blog lain. Cek banner yaa… 😀

@lucktygs

40 thoughts on “[BLOGTOUR] Review Suti + GIVEAWAY

  1. Sylvia L’Namira
    @sylnamira
    Depok

    Siapa yang tidak kenal Pak Sapardi? Karyanya semua luar biasa, dan tentu saja saya harus baca! Saya kan ingin menulis seperti pak Sapardi. Menceritakan keseharian, namun selalu ada hal baru di sana. Jadi tidak terkesan membosankan, justru unik! Dan siapa lagi orang yang tepat untuk mengajari itu semua? Tentu saja masternya! Itulah kenapa saya ingin sekali membaca buku ini. Trm ksh.

  2. Mau ikutaaannn🙂 wish me luck🙂
    Nama : Desi Namora
    Akun twitter : @namoradesi
    Kota tinggal : Bogor
    Kenapa ingin baca buku ini?
    Dari awal info GA ini nyantol di email, langsung menuju ke TKP. Tuuhh niat n penasaran bgt kan. Judul karyanya yang tak biasa menjadi elemen pertama yang membuat saya tertarik untuk kenal lebih jauh buku yg di review oleh Mba Luckty kali ini.
    Emang yah, si reviewer satu ini, Mba Luckty dgn jam terbang yang sgt tinggi dalam membuat resensi buku, menjadi senjata ampuh kedua untuk saya melanjutkan membaca reviewnya. Apresiasi yang tinggi untuk reviewer seperti Mba Luckty ini.

    Hidup ini panggung sandiwara. Ya memang benar adanya, semua yang disampaikan kepada orang lain adalah dongeng, dan dongeng jenis apa pun harus terjadi di panggung; terjadi di tempat dan waktu tertentu agar tokoh-tokoh yang bermain di panggungnya bisa melakukan ini-itu sesuai dengan wataknya. (hlm. 14) >>>>>> menjadi pembuka yang sangat ampuh menarik saya. Gimana nggak, kondisi saya saat ini kayaknya klop banget sama quote diatas. Every person has a drama on their life, right? . Dan saya sgt setuju banget sama istilah panggung dongeng kehidupan yang jadi pembuka review. Suti, nama yang tak biasa alias nama ‘kampungan’ yang mungkin banyak penulis enggan untuk memilihkan nama tersebut untuk menjadi nama tokoh sentral dalam novelnya. Namun buat saya, nama Suti lah yang menjadi kekuatan dari novel ini.

    Sejak awal saya baca reviewnya dengan didukung alur penyampaian yang menarik dari Mba Luckty, saya sudah membayangkan betapa menarik dan serunya jika novel ini difilmkan. sikap Suti yang tak biasa, keseharian di sungai, drama pernikahan yang dialami Suti, pernikahan dini yang selalu jadi polemik di masyarakat desa, dan mitos makam, gambaran kehidupan desa yang memiliki sisi menarik untuk diambil pelajaran. Dan cerita ini semakin lengkap dengan bumbu percintaaan antara Suti dan Kunto. Aaahh.. so sweeeettt. Cinta memang melengkapi drama kehidupan manusia ya.🙂

    Tak heran memang penulis novel ini Pak SapardiDD , penikmat sastra sejati. Smoga juga bisa membaca buku ini , meski bukan sekali duduk hehe

    Wish me luck🙂

  3. Karena ini Indonesia banget. Dan poin-poin yang ada di dalam novel ini juga nyata banget adanya di sekitar saya. Selain itu, saya selalu suka dengan cerita etnik. Apalagi ini Jawa, suku saya sendiri.

    Dan di atas semuanya itu Sapardi Djoko Damono, nggak ada alasan untuk saya buat nggak baca novel-novel beliau.

    Nama: Tri Wahyuni
    Twitter: @tewtri
    Kota: Ciamis

  4. Berharap mendapat satu buntelannya karena apa?
    Karena ini novel pastinya bakal bisa dibaca juga sama Bapak / Ibu saya. Beliau berdua menikmati karya novel dengan tema lokal atau sastra Indonesia.
    Lalu, jujur saya belum pernah punya novelnya pak SDD. Penasaran bagaimana beliau yang terkenal itu bercerita dalam novel.
    Apalagi cerita yang mengambil latar belakang pedesaan Indonesia pastinya bisa diwariskan sampai beberapa generasi. Dapat merekam kebiasaan dan kultur masyarakat saat itu.

    nama : Khusnul Yulia
    Kota : Banyumas Purwokerto
    Twitter : @liahanmon

    share done 😊
    https://mobile.twitter.com/liahanmon/status/671534502317965312

  5. Nama: Ratih Dwi
    Akun Twitter: @erdeaka
    Kota tinggal: Solo

    Jawaban: Alasan ingin membaca novel Suti karena saya penggemar berat Pak SDD sejak membaca Trilogi Soekram. Sejak saat itu saya jadi ketagihan membaca karya-karya beliau yang selalu sederhana tapi mengandung makna yang sangat dalam. Semoga saya beruntung dapat memenangkan Suti dan membaca karya terbaru beliau ini 😉😉😉.

  6. Wah! kebetulan sekali saya sangat menyukai karya-karya Pak Sapardi ini! Trilogi Sukram, Hujan bulan juni, Bilang begini Maksudnya begitu, Pengarang belum mati dan lain lain haha
    Sangat senang sekali ketika mendengar Pak Sapardi ini akan menerbitkan karya lagi, akan bangga saya terhadap diri saya sendiri jika menambah satu lagi karya Pak Sapardi ke dalam otak ini. Novel SUTI ini memang sudah saya rencanakan akan saya beli beberapa bulan lagi (iya, beberapa bulan) karna sebagai pelajar yang pemasukannya masih tergantung orang tua ditambah pengeluaran yang kadang mendadak, membuat saya harus mencari-cari cara agar kebutuhan tersier saya ini terpenuhi dengan tidak merepotkan orang lain. Iya saya tadinya akan menabung (perlu waktu berminggu-minggu sampai benar-benar terkumpul) sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencari GiveAway novel ini, dan ajaibnya ternyata ada!!
    Terima kasih untuk mba Luckty yang telah mengadakan GiveAway ini!!🙂

    Nama : Herlambang
    Twitter : @bxmbxxg
    Kota : Bogor

  7. Nama: Ratih Dwi
    Akun Twitter: @erdeaka
    Kota tinggal: Solo

    Jawaban: Alasan ingin membaca novel Suti karena saya penggemar berat Pak SDD sejak membaca Trilogi Soekram. Sejak saat itu saya jadi ketagihan membaca karya-karya beliau yang selalu sederhana tapi mengandung makna yang sangat dalam. Semoga saya beruntung dapat memenangkan Suti dan membaca karya terbaru beliau ini 😉.

  8. 1. Yup saya tinggal di Indonesia, tepatnya di suatu desa kecil di provinsi Jawa Tengah. Dan rumahnya dekat kali kecil. Haha

    2. Done, sudah saya follow semua. Link share : https://mobile.twitter.com/AlveeraAyu/status/671555920762040320?p=v

    3. Done, following via wordpress ^^

    4. nama : Dinda Ayu
    akun twitter : AlveeraAyu
    kota tinggal : Semarang, Jawa Tengah

    Kenapa aku ingin membaca buku ini? Karena Penasaran dan tertarik. Pertama saya buka blog, trus ada pemberitahuan kalo ada GA novel ini. Awalnya jujur saya gak tertarik, karena liat judulnya. Tapi, setelah saya baca review dari mbk, saya jadi tertarik. Dan (jujur lagi) saya gak pernah baca yg novel yg setting nya di desa, Karena itu saya penasaran. Seperti yg mbk bilang, novel ini menceritakan kehidupan orang desa yg kentel bgt, karena kalo anak perempuan blm nikah (pdhl msh muda) katanya orangtuanya dibilang gak becus. Dan tentang mitos yg masih dipercaya. Inilah Desa. Di desa sayapun gitu, bnyk mitos. But, saya bersyukur hidup di desa. Saya pengen bgt baca ini novel.

  9. Nama: Riqza Nur Aini
    Twitter: @riqzanainiee
    Domisli: Demak,Jawa Tengah
    Sudah follow via email ya, moha3451@gmail.com
    LinkShare #novelSUTI: https://mobile.twitter.com/riqzanainiee/status/671596996000641024?p=v
    .
    .
    .
    Kenapa aku sungguh ingin sekali membaca #novelSUTI ini…?
    Karena…
    1.Aku sudah menanti acara GA #novelSUTI ini.
    2.Aku sungguh ingin membacanya,karena pertama kali liat covernya aja udah suka.Covernya sungguh menawan.
    3.Aku sebelumnya belum pernah mengenal bapak Sapardi Djoko Damono selaku pengarang #novelSUTI ini.Oleh karena itu aku ingin mengenal lebih dalam lagi Bapak Sapardi melalui karyanya.Salam bapak Sapardi^
    4.Ingin mencoba sesuatu yang berbeda di #novelSUTI ini.Kenapa?Karena #novelSUTI bersetting di zaman dahulu pada tahun 1960-an tepatnya di kota SOLO.Secara ini kan zaman dahulu,pasti suasana yang digambarkan pasti beratmosfer zaman dulu,bagaimana adat istiadat masih mengental kala itu hingga SUTI dipaksa kawin muda.Indonesia sekali gitu.Sangat Berbeda dengan novel zaman sekarang karena ini mendeskripsikan era 1960-an.Makin nggreget pengen baca.
    4.Penasaran dengan tradisi di kota SOLO kala itu yang digambarkan oleh pak Sapardi,mengenai makam Mbah Parmin kenapa dilempari koin itu jugaa.
    5.Aku penasaran dengan karakter seorang Suti,dia gadis periang namun terkesan aneh.Dan gimana hebohnya dia sama Tomblok pas nyuci bareng disungai.Juga dengan anak pak Sastro yaitu Kunto yang dingin dan cuek (salah satu karakter favoritaku) dan Dewo yang pemberontak dan selalu tau perasaan ibunya.Bagaimana serunya kedua tokoh ini yang memiliki sifat sangat bertolak belakang???Aku sungguh penasaran.
    6.Intinya,semua yang ada didalam #novelSUTI ini masih menyimpan banyak misteri walaupun diatas sudah sedikit direview oleh kak Luckty.Tapi bukannya nurun rasa kepoku malah tambah naikk rasa keingin tahuanku terhadap #novelSUTI ini.Semoga rasa kepoku ini bisa segera dipenuhi.Kalau tdak mungkin aku akan terus gentayangan diblogtour2 #novelSUTI berikutnya,hehee.

  10. Nama: Riqza Nur Aini
    Twitter: @riqzanainiee
    Domisli: Demak,Jawa Tengah
    Sudah follow via email ya, moha3451@gmail.com
    LinkShare #novelSUTI: https://mobile.twitter.com/riqzanainiee/status/671596996000641024?p=v
    .
    .
    .
    Kenapa aku sungguh ingin sekali membaca #novelSUTI ini…?
    Karena…
    1.Aku sudah menanti acara GA #novelSUTI ini.
    2.Aku sungguh ingin membacanya,karena pertama kali liat covernya aja udah suka.Covernya sungguh menawan.
    3.Aku sebelumnya belum pernah mengenal bapak Sapardi Djoko Damono selaku pengarang #novelSUTI ini.Oleh karena itu aku ingin mengenal lebih dalam lagi Bapak Sapardi melalui karyanya.Salam bapak Sapardi^
    4.Ingin mencoba sesuatu yang berbeda di #novelSUTI ini.Kenapa?Karena #novelSUTI bersetting di zaman dahulu pada tahun 1960-an tepatnya di kota SOLO.Secara ini kan zaman dahulu,pasti suasana yang digambarkan pasti beratmosfer zaman dulu,bagaimana adat istiadat masih mengental kala itu hingga SUTI dipaksa kawin muda.Indonesia sekali gitu.Sangat Berbeda dengan novel zaman sekarang karena ini mendeskripsikan era 1960-an.Makin nggreget pengen baca.
    4.Penasaran dengan tradisi di kota SOLO kala itu yang digambarkan oleh pak Sapardi,mengenai makam Mbah Parmin kenapa dilempari koin itu jugaa.
    5.Aku penasaran dengan karakter seorang Suti,dia gadis periang namun terkesan aneh.Dan gimana hebohnya dia sama Tomblok pas nyuci bareng disungai.Juga dengan anak pak Sastro yaitu Kunto yang dingin dan cuek (salah satu karakter favoritaku) dan Dewo yang pemberontak dan selalu tau perasaan ibunya.Bagaimana serunya kedua tokoh ini yang memiliki sifat sangat bertolak belakang???Aku sungguh penasaran.
    6.Intinya,semua yang ada didalam #novelSUTI ini masih menyimpan banyak misteri walaupun diatas sudah sedikit direview oleh kak Luckty.Tapi bukannya nurun rasa kepoku malah tambah naikk rasa keingin tahuanku terhadap #novelSUTI ini.Semoga rasa kepoku ini bisa segera dipenuhi.Kalau tdak mungkin aku akan terus gentayangan diblogtour2 #novelSUTI berikutnya,hehee.

  11. Lutfi A @lutfixx dari kebumen

    saya ingin membaca buku ini karena satu; saya belum membacanya. dua; karena penulisnya pak @SapardiDD, saya belum pernah sekalipun baca karya beliau. tiga; mau mengambil pelajaran yang ada dalam ‘hubungan-hubungan rumit antar manusia’ apa sih maksud beliau. empat: nambah koleksi buku yang saya rasa #Indonesia banget #novelSUTI

  12. Ayu Putri Noviyanti (@ayuputrinvynt) – Jakarta Selatan
    Alasan saya ingin membaca buku ini, pertama karena ingin mengetahui suasana Solo zaman dulu, menurut saya ceritanya menarik jadi saya penasaran pengen baca. Dari tampilan covernya saja sudah menarik hati. *ehem*. Kedua karena penulisnya pak Sapardi Djoko Darmono, beliau adalah sastrawan yang luar biasa! Ketiga karena saya suka puisi karya beliau. Keempat karena saya belum pernah sekalipun baca novel karya beliau hikss.
    Kalau saya beruntung bisa dapet giveaway novel SUTI, rencananya saya bakal meminjamkan ke seseorang yang udah ‘mengenalkan’ pak Sapardi Djoko Damono pada saya. hehe..
    Wish me luck! :))

  13. Ayu Putri Noviyanti (@ayuputrinvynt) – Jakarta Selatan

    Alasan saya ingin membaca buku ini, pertama karena ingin mengetahui suasana Solo zaman dulu, menurut saya ceritanya menarik jadi saya penasaran pengen baca. Dari tampilan covernya saja sudah menarik hati. *ehem*. Kedua karena penulisnya pak Sapardi Djoko Darmono, beliau adalah sastrawan yang luar biasa! Ketiga karena saya suka puisi karya beliau. Keempat karena saya belum pernah sekalipun baca novel karya beliau hikss.
    Kalau saya beruntung bisa dapet giveaway novel SUTI, rencananya saya bakal meminjamkan ke seseorang yang udah ‘mengenalkan’ pak Sapardi Djoko Damono pada saya. hehe..
    Wish me luck! :))

  14. Ayu Putri Noviyanti (@ayuputrinvynt) – Jakarta Selatan

    Alasan saya ingin membaca buku ini, pertama karena ingin mengetahui suasana Solo zaman dulu, menurut saya ceritanya menarik jadi saya penasaran pengen baca. Dari tampilan covernya saja sudah menarik hati. *ehem*. Kedua karena penulisnya pak Sapardi Djoko Darmono, beliau adalah sastrawan yang luar biasa! Ketiga karena saya suka puisi karya beliau. Keempat karena saya belum pernah sekalipun baca novel karya beliau hikss.
    Kalau saya beruntung bisa dapet giveaway novel SUTI, rencananya saya bakal meminjamkan ke seseorang yang udah ‘mengenalkan’ pak Sapardi Djoko Damono pada saya. hehe..
    Wish me luck! :))

  15. Nama : Arum Okta Sukarta
    Akun Twitter : @okta_s3233pm
    Kota Tinggal : Mojokerto

    Alasan pengen baca : Oke gini menurutku Di era seperti ini aku rasa para penulis lokal sangat bersaing dengan penulis inter karena sekarang semakin banyak readers yg lebih menyukai Novel novel terjemahan jadi terkadang para penulis sekarang lebih mengangkat ke topik modern dan lebih memilih menggunakan nama yang sudah terpengaruh budaya luar sebagai nama tokoh utama novel itu sendiri . Jadi aku salut banget sama penulis yang berani mengangkat topik yang yaaah berhubungan dengan masa lalu tapi bukan soal sejarah , justru yang diangkat adalah lebih ke kehidupan sosial dan judul bukunya pun aku rasa cukup berani ditengah gempuran novel terjemahan beliau berani menggunakan Judul dengan nama tokoh utama yang emang terdengar Jadul , namun entah kenapa inilah yang membuat menarik pas baca judul ehh langsung kebayang masa lalu aja dan bener pas baca review nya langsung kepikiran gimana ya kehidupan sosial orang dulu intinya setelah liat judul aku makin kepo aja ama ini novel .Trus dari penulisannya juga sepertinya sangat baik , gaya bahasanya kayak enak banget gitu . Covernya juga Keren suasana hitam putih ala jaman dahulu . Good Job pokoknya makin penasaran .

  16. Nama : Amilah Rahmatunnisa
    Akun Twitter : @RnMilaa
    Kota tinggal : jakarta timur

    Assalamulaikum wr.wb
    ikutan ya kak ^_^ bismillah semoga beruntung membaca buku baru pak sapardi Djoko.

    berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini.Mudah kan?😉

    Ada beberapa alasan mengapa aku ingin membaca buku ini.

    1. Aku sangat menanti- nanti blogtour novel “SUTI” ini dan juga sangat mengagumi karya bapak sapardi Djoko buatku karya-karyanya sangatlah bagus.
    2. Aku penasaran dengan kisah suti yang hidup di desa. Dan di review kakak kan bilang dia suka bertingkah aneh, tapi tidak dijelaskan lebih spesifik anehnya itu gimana. Dan apakah Suti mencintai suaminya Sarno? atau ia hanya terpaksa menikah dengannya karena tuntutan umur di desanya? Banyak yang ingin aku cari tahu di buku ini😀 sekaligus ingin membaca kisah cintanya dengan kunto. Apalagi sifatnya kunto yg dingin, menambah ketertarikanku untuk membaca novel ini . Aku juga ingin menambah pengetahuanku tentang kehidupan di pedesaan. Karena aku sedari kecil tinggal di ibukota.
    3. Walaupun biasanya aku tidak melihat novel dari covernya melainkan dari sinopsisnya. Tapi ketika aku melihat novel “SUTI” aku sangat tertarik dengan covernya terlihat anggun dan etniknya menurutku terasa.
    4. Novelnya Indonesia bangeeeeet !! Temanya yg etnik khas jawa membuatku makin penasaran.Karena kan sekarang makin banyak novel-novel bertemakan budaya asing. Jadinya aku ingin membaca yg bertema indonesia. Aku juga ingin mendapatkan novel ini, dan memberikannya pada bapak dan ibu untuk dibaca. Karena bapak asli orang jawa pasti dia sangat senang membaca novel ini. ^^

    Wassalamualaikum wr.wb

  17. Nama : ailina
    Akun Twitter : @ailina85
    Kota tinggal : probolinggo

    Kenapa saya pingin (banget!) menbaca buku ini?

    “aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
    dengan kata yang tak sempat diucapkan
    kayu kepada api yang menjadikannya abu

    aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

    Siapa sih anak angkatan tua macam saya yang nggak kenal sama puisi diatas? (kalo nggak kenal, pasti gak gaul, hihihi)

    Kalau di Novel Hujan Bulan Juni saya kurang paham dengan bahasa Pak Sapardi (kecuali puisi-puisinya), saya berharap di Novel Suti ini bisa paham ceritanya (uda ge-er bakal dipih sama Luckty, hahay)

    Alasan yang lain, karena tema yang diangkat di novel Suti ini sangat sederhana. Penasaran gimana pak Sapardi menuangkannya dalam sebuah novel. Apakah akan sehebat puisi-puisi Pak Sapardi?🙂

    Alasan yang terakhir , karena penasaran dengan Bu Sastro, yang menurut Luckty merupakan tipikal ibu rumah tangga yang sangat menyayangi anak-anaknya, baik dengan lingkungan sekitar dan yang paling penting adalah mempertahankan keutuhan rumah tangganya bersama Pak Sastro meski tak semudah membalikkan tangan. Sedangkan yang paling berkesan buat Pak Sapardi ketika menulis novel ini adalah ketika beliau mampu menciptakan Bu Sastro.

    Jadi, pilih saya ya Luckty😀

  18. nama : Catherine Indri Buniar
    twitter : @cathindri
    kota : Jakarta

    Alasan kenapa saya pengen banget baca buku ini adalah karena saya jatuh hati sama sajaknya Pak Sapardi di “Hujan Bulan Juni”. Tapi sayangnya saya belum bisa menikmati karya beliau “Hujan Bulan Juni” yang versi novel. Saya sebetulnya ingin sekali membaca karya beliau dalam bentuk novel. Jadi waktu beliau merilis novel “Hujan Bulan Juni” & “SUTI” saya sangat ingin membeli dan membacany namun belum terlaksana samapi sekarang. Berhubung mbak Luckty sedang mengadakan GA ini, maka saya kembali akan mencoba keberuntungan saya kali ini.🙂 terima kasih.

  19. Nama : Erdina Yunianti
    Twitter : @Dinnaaa_27
    Domisili : Cilegon-Banten
    Link Share : https://twitter.com/Dinnaaa_27/status/672397054887329794

    “berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini?”

    1. Penasaran banget pengen baca keseluruhan cerita di novel #novelSUTI yaa mudah-mudahan GA kali ini bisa dapetin novel ini😀

    2. Cover #novelSUTI bagusssss bangeeeettt.. pas baca reviewnya kayaknya ceritanya seru & asyiiikkk buat di baca😀 pengeeenn banget deh punya buku ini heheheh

    3. Karena saya belum punya novel #noveelSUTI makanya pengen baca, apalagi dapet gratisan, kan enak nggak perlu keluar uang hahaha

    Wish me luck!🙂

  20. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Kota: Palembang

    Ketimbang pada tokoh Suti, aku lebih ingin mengenal lebih dekat dengan tokoh Bu Sastro. Soalnya di wawancara itu Pak Sapardi bilang kalau penciptaan tokoh Bu Sastro adalah hal yang paling berkesan untuk beliau. Kak Luckty juga bilang di review ini bahwa Bu Sastro jadi tokoh favorit. Entahlah, Kak. Tokoh Bu Sastro ini seperti punya magnet tersendiri buatku. Mungkin dia itu memang interpretasi dari sosok istri dan ibu yang ada di desa. Mempertahankan keutuhan keluarga sebisa mungkin, tapi juga masih percaya dengan mitos-mitos kramat. Punya sisi positif dan negatifnya.

  21. AA. Muizz
    @aa_muizz
    Sidoarjo – Jatim

    Saya ingin membaca novel ini karena Pak SDD begitu terkenal di kancah dunia sastra Indonesia, tetapi saya belum pernah membaca satu pun buku beliau.😦

  22. Nama : Fransisca Susanti
    Akun twitter : @siscacook
    Kota tinggal : Bogor

    Link share : https://twitter.com/siscacook/status/672585626382958592
    Follow blog by e-mail : santi wiryawan

    Kenapa ingin baca buku ini?
    1. Reviewnya keren dan lengkap, bikin aku penasaran =)

    2. Aku belum pernah baca novel-novel karangan Beliau satu pun, tapi aku pernah membaca sajak Beliau di internet yang sangat indah. ^.^

    Hujan Bulan Juni
    By: Sapardi Djoko Damono

    tak ada yang lebih tabah
    dari hujan bulan juni
    dirahasiakannya rintik rindunya
    kepada pohon berbunga itu

    tak ada yang lebih bijak
    dari hujan bulan juni
    dihapusnya jejak-jejak kakinya
    yang ragu-ragu di jalan itu

    tak ada yang lebih arif
    dari hujan bulan juni
    dibiarkannya yang tak terucapkan
    diserap akar pohon bunga itu

    Pemilihan kata-katanya indah dan sederhana. Makanya aku penasaran banget dengan novel Suti. Jarang banget nemu novel bernapaskan budaya Indonesia yang kental. Terakhir novel berciri khas seperti itu yang kubaca ialah Ronggeng Dukuh Paruk (aku jarang banget baca novel yang nyastra..O.O)

    3. Kutipan kalimat favorit dalam novel Suti yang penuh makna dan bikin ingin baca :
    Dunianya belum cukup untuk menjelaskan itu semua dengan kata-kata. Kalau diumpamakan angin, semilirnya tidak jelas ke mana arahnya; kalau diumpamakan air mata, tetesnya tidak jelas dari mana sumbernya; kalau diumpamakan burung, terbangnya seperti merpati yang mendadak melesat dan hinggap di puncak pohon randu alas. (hlm. 62)

    4. Tema novel ini menarik dan bermakna, tentang kehidupan seorang gadis desa. Aku setuju banget dengan budaya kawin muda yang takut disebut perawan tua (terjadi juga di daerahku) dan bagaimana penduduk desa terdesak dan berkutat dalam lingkaran kehidupan yang di situ2 juga, kurang keluar dari zona aman.=)

  23. Bintang Permata Alam / @bintang_ach / NGAWI
    .
    .
    Membaca sedikit review novel SUTI di atas menurutku sama saja dengan melihat kembali keadaan di desaku. Ya, kawin muda memang sudah menjadi suatu kebiasaan. Terutama di desa (apalagi yang terpencil) Aku sekarang memang masih tinggal di kampung halaman, jadi tak heran apabila aku masih bisa merasakan keadaan seperti itu. Banyak remaja yang memutuskan menikah setelah lulus sekolah. Apa alasannya? Satu, bisa karena kekangan orang tua dan yang kedua saya setuju dg apa yg dikatakan di atas. Takut dianggap perawan / perjaka tua. Novel SUTI berhasil mengangkat keresahan warga terpencil. Seakan rakyat2 seperti di kampung saya juga diangkat lewat buku ini. Mulai dari kebiasaan, adat bahkan mitos.
    Munculnya berbagai mitos yang tersebar dari mulut ke mulut juga sudah menjadi kebiasaan masyarakat kampung. Biasanya mitos2 seperti ini akan selalu menjadi bahan perbincangan, mengingat banyak dari warga kampung yang masih mempercayai dengan apa yg nenek moyang mereka ucapkan.
    Saya tahu, penulis memang berdomisili di Solo. Yah cukup dekat sebenarnya dg kota saya. Jadi bukan tidak mungkin jika kebiasaan atau budayanya pun mempunyai kemiripan. Dan aku paham betul budaya kita itu seperti apa.
    Lalu.. alasan kenapa pengin punya novel ini?
    Alasannya karena, SATU. Aku ingin menggali lebih dalam ttg budaya yang berkembang di kalangan orang2 kampung terutama lewat sudut pandang seorang Sapardi Djoko Damono. Karena dg begitu, aku juga bisa tahu kenapa budaya2 seperti itu bermunculan, terutama di lingkungan sekitarku.🙂

  24. Rizky Mirgawati
    @RizkyMirgawati
    Depok

    Siapa sey yang tidak tahu Pak SDD? Puisi Hujan Bulan Juni yang sangat fenomenal, sayangnya aku belum pernah mencicipi satu pun karya beliau. Aku berharap novel SUTI ini bisa menjadi perkenalan manis untukku dan bisa ikut menyukai membaca karya-karya lainnya seperti Mba Luckty. Selain itu, aku memang selalu menantang diri sendiri untuk membaca sebuah buku diluar my cup of tea agar bisa lebih mewarnai bacaanku.

    Terima kasih GAnya, mba. Wish me luck^^

  25. Bintang Permata Alam / @bintang_ach / NGAWI
    .
    .
    Membaca sedikit review novel SUTI di atas menurutku sama saja dengan melihat kembali keadaan di desaku. Ya, kawin muda memang sudah menjadi suatu kebiasaan. Terutama di desa (apalagi yang terpencil) Aku sekarang memang masih tinggal di kampung halaman, jadi tak heran apabila aku masih bisa merasakan keadaan seperti itu. Banyak remaja yang memutuskan menikah setelah lulus sekolah. Apa alasannya? Satu, bisa karena kekangan orang tua dan yang kedua saya setuju dg apa yg dikatakan di atas. Takut dianggap perawan / perjaka tua. Novel SUTI berhasil mengangkat keresahan warga terpencil. Seakan rakyat2 seperti di kampung saya juga diangkat lewat buku ini. Mulai dari kebiasaan, adat bahkan mitos.
    Munculnya berbagai mitos yang tersebar dari mulut ke mulut juga sudah menjadi kebiasaan masyarakat kampung. Biasanya mitos2 seperti ini akan selalu menjadi bahan perbincangan, mengingat banyak dari warga kampung yang masih mempercayai dengan apa yg nenek moyang mereka ucapkan.
    Saya tahu, penulis memang berdomisili di Solo. Yah cukup dekat sebenarnya dg kota saya. Jadi bukan tidak mungkin jika kebiasaan atau budayanya pun mempunyai kemiripan. Dan aku paham betul budaya kita itu seperti apa.
    Lalu.. alasan kenapa pengin punya novel ini?
    Alasannya karena, SATU. Aku ingin menggali lebih dalam ttg budaya yang berkembang di kalangan orang2 kampung terutama lewat sudut pandang seorang Sapardi Djoko Damono. Karena dg begitu, aku juga bisa tahu kenapa budaya2 seperti itu bermunculan, terutama di lingkungan sekitarku.🙂

  26. Nama: Arini Angger
    Acc Twitter: @ariniangger
    Kota Tinggal: Jakarta

    Alasan:
    Karena novel ini merupakan novel yang terbaik diantara yang terbaik, dapat menambah pengetahuan imajinasi lebih banyak, semakin kaya akan kata, dan apa lagi penulis itu Pak Sapardi yang sudah sangat terkenal dan tidak diragukan lagi dalam dunia sastra. Bagaimana mungkin kita melewatkan karyanya yg satu ini? karya yg sangat ditunggu. Banyak pembelajaran didalam novel tsb dan kita bisa mengambil pembelajaran itu untuk kebaikan dalam hidup kita lagi, dan kita lebih mawas diri.

  27. berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan?😉

    Tertarik dengan sinopsis dan reviewnya,bagaimana akhir dari kisah Suti. Kenapa Suti suka digosipkan -berita aneh tentangnya- , kelihatannya Suti itu ceria tapi ternyata suaminya takut dilabrak sama Suti. Duduk di boncengan sepeda Kunto malam-malam -apakah sesudah atau sebelum menikah?- apakah karena ini Suti dibilang berbuat tidak lurus?
    Menarik🙂
    Kehidupan pedesaan, orang-orang, kebiasaan, gosip dan kisah masing-masing tokoh di pedesaan selalu menarik untuk di ikuti🙂

    Nama: Andria
    Akun twitter: @goodenoughoks
    Kota tinggal: Surabaya
    Follow via email: mawarhs12@gmail.com

  28. nama: Aireni Biroe
    twitter: https://twitter.com/AireniBiroe/status/673015226036432896
    kota tinggal: Malang

    Sebenarnya, saya sudah familiar dengan puisi “Sapardi Djoko Damono” tapi belum sekalipun baca novelnya…
    soal tulisan? tak perlu diragukan lagi penulis sekelas beliau..

    jadi kalu ditanya kenapa mau buku Suti?
    yang pertama jelas karena nama penulisnya.

    kedua: ada rasa penasaran setelah membaca sinopsis di atas. diceritakan suti itu bersuamikan Sarno. eh tapi di kutipan halm 57. “Duduk di boncengan sepeda Kunto malam-malam, Suti merasa seperti merapat ke tungku hangat.” Apa ini menjadi pembenaran bahwa memang Suti sudah berbuat yang tidak lurus? (biar gak penasaran, bukunya dikasihkan ke saya dong kakak :D)

    ketiga: Ada hal-hal yang membuat saya tertarik
    – mungkin ada benarnya juga pernyataan penulis saat ditanya pesan dalam buku Suti: “kenyataan betapa sulitnya memahami hubungan-hubungan rumit antarmanusia.”
    – di zaman sekarang inilah yang banyak terjadi “Orang kalau terlalu baik malah jadi agak aneh ya. (hlm. 32)”

    semoga tiga alasan itu bisa mengantarkan buku SUti ketangan saya #Ngarep😀

  29. Bintang Maharani
    @btgmr
    Palembang

    Karena novel SUTI ditulis oleh si penulis yang cukup fenomenal karena karyanya Hujan Bulan Juni. Ditukis oleh seorang sesepuh yang pastinya sudah banyak makan asam garam hidup sehingga ada banyak hal yang bisa beliau sampaikan dalam karyanya.

    Kalau novel yang mengangkat cerita di kota-kota besar dan modern sudah ada banyak. Tetapi yang mau mengambil setting di desa dan rakyat miskinnya malah jarang ditemui. Kehidupan yang sulit a la orang desa biasanya punya banyak ‘pesan’ yang tersirat dan sarat makna dibanding cerita a la orang-orang kota dan modern. Hal itu yang ingin aku gali di buku ini🙂

  30. Happy Hawra
    @heppiemovic
    Serang

    karena berawal dari menyukai puisi, kemudian saya menyukai om sapardi sebagai salah satu penyair populer. puisi-puisi yang beliau tulis begitu mengagumkan dengan gaya bahasa yang enak dibaca. pas dan mendalam. bikin mengoyak hati. dan saya penasaran bagaimana om sapardi menunjukkan dirinya di dalam sebuah novel. apakah ada yang berbeda atau tetap menjadi om sapardi biasanya? kebetulan, saya juga sedang menunggu buku pesanan hujan bulan juni datang. dan akan senang sekali kalau bisa mendapatkan novel suti juga. :))

  31. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503
    Palembang

    Yeay!! Beberapa minggu ini aku terlepas dari dunia novel romansa atau yang seperti drama-drama itu! Entah lebih tertarik dengan buku sastra! SUTI! Sepertinya akan mampu menarikku ke dunia yang baru. Pandangan baru tentang hidup. Mengenal dunia lain, maksudku bagaimana kehidupan diluar jangkauanku yang terlihat nyata tidak seperti drama televisi! Semoga aku beruntung!

  32. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Domisili : Medan
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/673302335003607040

    Kenapa ya…?? Selain karena penulisnya sendiri yaitu pak Sapardi Djoko Damono, saya juga penasaran dengan jalan cerita serta ending novel ini setelah membaca sinopsis dan beberapa review baik dari review mbak Luckty sendiri maupun dari goodreads. Saya sangat penasaran dengan sosok SUTI dan kehidupannya. Ditambah lagi dari beberapa review ada yang menyebutkan bahwa SUTI hamil. Makin penasaran lah saya dengan siapa pria yang menanamkan benihnya di rahim SUTI… Semoga berjodoh dengan novel ini…😀

    Terima kasih kak ^^

  33. nama:Araeyya Yenofa Putri
    akun twitter : @yuikihime
    kota tinggal : Sidoarjo, jawa timur
    Saya ingin sekali membaca novel ini, alasannya karena jalan cerita yang menarik, tentang tradisi unik yang masih terjadi di tanah air ini. selain itu , saya sangat menggemari gaya bahasa penulis yang pastinya tak asing lagi. berawal dari membaca karya beliau, Hujan di bulan Juni, saya jatuh cinta dengan karya-karya beliau. saya sangat berharap untuk membaca novel yang pasti tak kalah hebat ini🙂

    link share:https://mobile.twitter.com/YuikiHime/status/673337148628590593?p=v

  34. Nama: Evita
    Twitter: @evitta_mf
    domisili: Jogja
    link share: https://twitter.com/evitta_mf/status/673486152100216833

    Alasan kenapa pengen banget baca novel Suti ini kurang lebih sebagai berikut:
    1. Aku suka Pak SDD sejak baca puisinya yang fenomenal ini:
    “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
    Romantis banget, kan? ;;)
    2. Aku udah nunggu giveaway ini dari bulan lalu haha😄 Pernah baca bakal ada giveawaynya novel Pak SDD di 4 blog. Ngincer banget di blognya kak Luckty😄
    3. Wah ternyata isi novelnya kurang lebih seperti yang sudah kak Luckty resensi di atas. Ceritanya di tahun 1960an, dan tentang gadis desa. Sementara novel lain lagi berlomba-lomba sama cerita yang wah ala-ala perkotaan. Yang banyak merek-merek mewah bertebaran di dalamnya, tapi pak SDD justru memilih membuat cerita tentang gadis desa, dengan permasalahan yang sering dialami orang-orang desa seperti kawin-cerai, nikah muda, masih banyaknya orang yang percaya mitos dari leluhur, dan masih banyak lagi. Saya pikir cerita dalam novel Suti ini pasti sangat menarik. Pak SDD sendiri juga bilang bahwa novel ini bercerita tentang rumitnya kehidupan antar manusia. Wah saya jadi tambah penasaran ingin sekali membaca karya beliau yang kesekian ini.
    4. Aku suka bagaimana pak SDD menulis cerita. Beliau selalu indah dalam menyusun kata menjadi kalimat, seperti kutipan dalam novel Suti berikut ini:
    “Dunianya belum cukup untuk menjelaskan itu semua dengan kata-kata. Kalau diumpamakan angin, semilirnya tidak jelas ke mana arahnya; kalau diumpamakan air mata, tetesnya tidak jelas dari mana sumbernya; kalau diumpamakan burung, terbangnya seperti merpati yang mendadak melesat dan hinggap di puncak pohon randu alas.” (hlm. 62)
    Rasanya, Pak SDD selalu berhasil membuat saya jatuh cinta dengan tulisannya. Apik banget itu kalimat-kalimatnya.
    Terakhir, untuk novel yang aku pinginin banget, kali ini mau ngikutin saran Kak Luckty deh siapin garam untuk menebar keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan… wkkwkw😄
    Semoga jodoh sama novel ini~ aamiin ^^9

  35. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali

    Aku ingin baca novel ini karena sangat dekat dengan realita dan Indonesia banget! Aku lahir di desa, masih banyak kepercayaan dan adat-adat yang sangat diyakini. Fenomena menikah muda ini juga sering ku dengar, teman-teman sekolah udah banyak yang menikah dan bahkan punya anak lebih dari satu. Beda banget sama aku yang seumuran mereka masih jomblo wkwk.. ide cerita yang tidak hanya menarik, tapi membumi dan memberikan pesan moral yang lebih menancap🙂
    Karya eyang memang selalu ditunggu, aku suka sekali dengan tulisan-tulisan beliau. Jadi, sebagai pembaca aku ingin menghargai dan mengapreasinya

  36. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  37. Kehidupan khas kampung banget nih.
    Sama juga seperti pengalaman ibu saya yang waktu lewat umur 20 sudah diceramahin suruh nikah. Padahal baru awal 20 :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s