REVIEW Cincin Separuh Hati + GIVEAWAY

WP_20151011_004[1]

Semua orang hidup itu sawang-sawang. Cuma bisa saling melihat satu sama lain. Selalu merasa orang lain lebih beruntung dari kita. Padahal semua orang pasti punya masalah sendiri-sendiri. (hlm. 159)

Nilam sibuk bukan kepalang dengan reuni sekolah yang akan dihadapinya beberapa bulan lagi. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba rencana reuni sudah mejadi bahan obrolan hangat akhir-akhir ini. Semuanya seolah jadi seia sekata, sehati dan sejiwa, untuk mengadakan acara reuni pada hari ketiga Lebaran nanti. Padahal sudah dua kali teman-teman seangkatan ini mengadakan reuni. Tapi, reuni kali ini pun tidak mengurangi semangat mereka. Ramai pembicaraan tentang reuni atau temu kangen saat Lebaran yang waktunya kurang dari dua bulan lagi, menimbulkan rasa ragu terselip di benaknya. Membuatnya hanya termangu membaca komentar bersahutan penuh semangat dari teman-teman lamanya.

Dan rencana pertemuan berjudul reuni inilah yang membuat kepalanya berdenyut-denyut pening. Reuni, acara tatap muka secara live sebenarnya tidak sesederhana tujuannya; sekadar bertemu teman lama untuk melepas kangen.

Tidak sesederhana itu. Percayalah.

Ditambah lagi Nilam sudah absen pada dua kali reuni sebelumnya dengan satu alasan yang sama, ‘ada acara keluarga’. Dalam obrolan di grup WA saja hampir semua orang menanyakan kesediaan Nilam untuk datang. Mereka sudah tidak mau menerima alasannya seperti dua reuni terdahulu. Beberapa orang bahkan berkeras akan langsung menjemputnya di rumah. Sebenarnya alasannya sederhana saja. Kenapa Nilam selalu ragu melangkahkkan kaki ke acara kumpul-kumpul teman lama? Satu masalah yang bagi sebagian orang mungkin dianggap klasik. Ini hanya soal status. Ya, statusnya yang dari awal jelas ia katakan pada semua temannya. Lajang. Single. Sendiri.

Setiap kali ngobrol, bisa dipastikan pertanyaan seputar status selalu diangkat oleh salah satu teman dan disambut gegap gempita oleh yang lainnya. Meskipun masih ada beberapa teman lain yang juga belum menikah, entah mengapa mereka lebih suka menjadikannya sebagai objek penderita yang selalu mendapat pertanyaan ‘kapan’ atau tawaran perjodohan bertubi-tubi diajukan. Mungkin karena dari semua yang masih berstatus lajang, hanya Nilam yang aktif begadang tiap malam.

Rasanya jadi terombang-ambing antara perasaan ingin datang, kangen, malas menjawab pertanyaan, dan gengsi. Semua rasa itu seperti mengaduk-aduk isi kepalanya sejak rencana reuni ramai diperbincangkan. Benar-benar memusingkan. Datang reuni berarti harus siap menanggung konsekuensinya, tak datang rasa kangen pada teman lama sudah memenuhi kepala.

“Kami menamainya cincin separuh hati.”

“Kenapa namanya cincin separuh hati?”

“Lambang cinta pada cincin ini maknanya bahwa sebagai pasangan kami saling membutuhkan kasih sayang satu sama lain untuk membentu satu cinta yang utuh.” (hlm. 26)

Hingga muncullah ide iseng di kepala Nilam, demi menghindari pertanyaan ‘kapan kawin’ di acara reuni SMA, Nilam memakai cincin bekas pertunangan sepupunya. Dia bahkan mengganti profile picture dan status jejaring sosialnya; Bertunangan dengan Aryobimo.

Nilam lupa bahwa satu kebohongan akan membawanya pada kebohongan-kebohongan berikutnya. Masalah tidak sederhana itu. Satu masalah selesai justru malah muncul masalah-masalah lainnya, termasuk ada seorang bernama Aryobimo yang menuntut Nilam karena membuatn rumahtangganya di ambang kehancuran gegara Nilam. Duh! X))

“Kenapa harus takut hidup sendiri? Toh, kita lahir di dunia ini juga sendiri. Mati juga nggak ada yang mau menemani. Menghadap Tuhan juga seorang diri! (hlm. 77)

“Bagaimana kalau suatu saat nanti kamu bertemu laki-laki yang mencintaimu dengan setulus hati? Apa kamu akan tetap menolaknya?” (hlm. 104)

Selain masalahnya dengan Aryobimo, Nilam juga harus dihadapkan masalah dengan lelaki lain yang bernama Nando Sadewo. Umurnya jauh dibawah Nilam. Masalah satu belum selesai, sudah timbul masalah lain lagi yang menyangkut masa lalu Nilam. #PukPukNilam

Banyak sekali dari kita terjebak dengan masa lalu dan membayang-bayangi kehidupan di masa depan. Ada banyak alasan kenapa seseorang masih melajang; karena belum mau, karena tidak mau, dan karena belum laku. Kalau saya pilihannya di poin pertama, Nilam dalam buku ini alasannya adalah tidak mau. Kembali Mbak Netty menyuguhkan tokoh utama bertema lajang dengan alasan yang berbeda dari buku sebelumnya. Tapi tetap dengan khas Mbak Netty, selalu tokoh utamanya penuh guyonan.

“Bukan begini caranya. Kamu bukan anak remaja ingusan yang mengalami cinta monyet. Ini urusan dua orang yang sama-sama sudah dewasa. Sudah berumur. Nggak pantas menghindar dengan cara seperti ini. Jangan jadi pengecut.” (hlm. 226)

Perkara menjadi lajang memang tidak mudah bagi sebagian orang. Ada yang menganggap sebagai angin lalu. Ada yang sensitif banget kalo bahas ini, ada loh teman saya yang tersinggung banget kalo ada yang nanya masalah ini. Atau cuma nyengir kuda kayak saya, bahkan bapak-bapak di sekolah selalu mengganggap saya masih kecil dan belum mudeng soal menikah… x)) #EfekKebanyakanMainSamaMuridJadiKetularanAwetUnyu #dikepruk

Begitu juga dengan soal reuni. Meski lajang, saya nggak pernah masalah dengan urusan reuni sekolah. Bisa dikatakan saya masuk golongan paling rajin datang ke reuni. Bagaimana nggak, lha wong saya bersama dua teman laki-laki lainnya dari tahun ke tahun justru jadi koordinator reuni angkatan, tahun ini sudah berjalan delapan kali tiap menjelang lebaran. Awal mula kami bertiga bisa jadi koordiantor reuni, mungkin kami bertiga inilah yang awalnya hobi banget online dan berhasil mengumpulkan teman-teman SMA di masa facebook booming tahun 2008, dan sekarang beralih ke grup WA. Biasanya pas puasa hari-hari terakhir dengan pertimbangan di akhir Ramadhan, yang kerja jauh ataupun berkeluarga bisa meluangkan waktunya untuk reuni SMA. Dan bagi teman-teman seangkatan, katanya saya yang paling tidak berubah dari tahun ke tahun. Tetap polos nan unyu macam anak SMA X)) #DikeprukLagi

Beda dengan kasus Nilam, ada alasan khusus kenapa dia masih melajang dan bahkan memutuskan untuk tidak menikah. Setiap orang punya masa lalu. Begitu juga dengan Nilam. Kerumitan masa lalu yang dia pendam makin lama makin menggumpal dan menorehkan luka di hatinya yang dijabarkan lengkap di halaman100-101. Ada juga bagian sedih di buku ini halaman 115 dan 182.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kejadian di masa lalu jangan dijadikan alasan. Semua orang punya masa lalu. (hlm. 28)
  2. Setiap pernikahan butuh perjuangan dan komitmen bersama untuk mempertahankannya. (hlm. 29)
  3. Semua yang terjadi sudah ada garisnya. Semua perbuatan pasti ada balasannya masing-masing. (hlm. 122)
  4. Hidup ini sudah ada yang ngatur. Kita cuma menjalani apa yang sudah digariskan sama Gusti Allah. Harus sabar dan menerima dengan lapang dada. (hlm. 128)
  5. Cinta memang nggak bisa dipaksakan. (hlm. 202)
  6. Nggak ada yang nggak mungkin. Kalau Tuhan sudah menghendaki ketemu jodohnya, pasti ada jalannya. (hlm. 203)
  7. Ikuti perasaanmu saja. (hlm. 224)
  8. Jujurlah pada dirimu sendiri. (hlm. 226)
  9. Cinta memang nggak harus dipaksakan. (hlm. 235)
  10. Kita memang nggak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa belajar untuk nggak mengulanginya lagi. Dalam hidup ini, nggak ada jaminan yang pasti akan sebuah hubungan. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Yang bisa kita lakukan hanya berusaha untuk mempertahankannya. (hlm. 239)
  11. Kalau dibuat berat ya berat. Mau dibikin ringan ya ringan. Mending nggak usah terlalu dipikirkan, nanti malah jadi tambah berat. Hidup ini dijalani saja. (hlm. 250)
  12. Sudahlah, kita jalani saja hidup ini. Dinikmati saja. Disyukuri. Kalau lagi sedih ya nangis, kalau lagi senang ya tertawa. Hidup ini kan selang-seling. Bergantian. Nggak mungkin sedih terus atau senang terus. Kalau merasa nggak kuat, pasrahkan saja pada Gusti Allah. Minta diberi kekuatan. (hlm. 250)
  13. Janji yang nggak membawa kebaikan, lebih baik dilepaskan. Jangan takut, nggak ada dua orang yang mengalami pengalaman yang sama. (hlm. 260)
  14. Bukankah lebih baik rukun daripada bermusuhan? (hlm. 264)

Banyak juga selipan sindiran halusnya dalam buku ini:

  1. Pengin datang, ya tinggal datang saja. Kalau malas, ya, nggak usah datang. Beres. Gitu aja kok repot. (hlm. 15)
  2. Jangan dibikin rumit. Mungkin itu sekedar pertanyaan basa-basi yang nggak perlu ditanggapi. (hlm. 16)
  3. Hadapi semua teman-temanmu dengan apa adanya. (hlm. 17)
  4. Tumben hidupmu bisa gawat? Biasanya kan hidupmu selalu santai seperti nyiur melambai di pinggir pantai. (hlm. 19)
  5. Pernahkah kamu mendengar bahwa harapan itu berteman baik dengan kekecewaan? Kalau nggak ingin kecewa, jangan pernah berharap apa-apa. Jalani saja hidup ini apa adanya. Seperti air mengalir, ikutlah ke mana arus akan membawamu. Walau mungkin alirannya akan menenggelamkanmu. Rasa sakit dan kecewanya nggak akan seberat orang yang selalu berharap. (hlm. 28)
  6. Berapa banyak sih yang merasa hidup damai dan tenteram? Lebih baik di zaman sekarang ini, perselingkuhan dan perceraian sudah seperti makanan sehari-hari. (hlm. 29)
  7. Kondisi kadang memaksa seorang perempuan baik-baik untuk mengambil jalan pintas. (hlm. 62)
  8. Ih, dasar norak. Apa sih yang lucu? (hlm. 154)
  9. Enak jadi kamu, hidup bebas nggak banyak pikiran. (hlm. 159)
  10. Kenapa yang namanya penyesalan selalu berteman akrab dengan kata terlambat? Dan perpaduannya menghasilkan rasa bersalah yang terus muncul setiap saat tanpa terduga. (hlm. 163)
  11. Yang namanya belanja itu nggak pernah bikin capek. Cuma bawaannya ini yang bikin ngos-ngosan. (hlm. 199)
  12. Jangan sering-sering begadang, nanti sakit. (hlm. 229)
  13. Menikah bolak-balik kayak ganti naik angkot saja. Dunia memang sudah tua, mungkin sebentar lagi terompet sangkakala akan ditiup oleh malaikat sebagai tanda kiamat. (hlm. 236)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Cincin Separuh Hati

Penulis                                                 : Netty Virgiantini

Editor                                                    : Husfani Putri & Astheria Melliza

Desain sampul                                   : Marcel A. W.

Penerbit                                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : 2015

Tebal                                                     : 280 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-03-1932-2

WP_20151012_046[1]

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @NettyVirgian

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Giveaway kali ini tidak menjawab pertanyaan, tapi buat photo quotes dari novel Cincin Separuh Hati ini. Setiap peserta membuat satu photo quotes atau boleh lebih dari satu, jadi jumlah photo quotes yang diikutkan tidak dibatasi ya. Kalimat yang diambil bisa dari kalimat favorit atau kalimat sindiran yang aku tulis di review ya.

5. Upload photos quotes via twitter dengan format: #GACincinSeparuhHati @lucktygs @NettyVirgian twitpic photo quotes

6. Di kolom komentar di bawah ini, tuliskan nama, akun twitter, dan kota tinggal,  dan link twitpic yang sudah diupload dari twitter agar mudah dalam pendataan peserta.

7. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GACincinSeparuhHati yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GAOverTheRain ini berlangsung tiga hari saja: 7-13 Desember 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 15 Desember 2015.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

WP_20151011_038[1]

Pengumuman Pemenang Giveaway Cincin Separuh Hati

Terima kasih buat semua peserta yang ikutan giveaway ini, ada 104 photo quotes yang masuk, dan aku arsipkan di album facebook. Bisa di cek LINK INI:

Pemenang giveaway kali ini adalah:

/ Fia

pemenang

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GIVEAWAY Cincin Separuh Hati. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat Mbak Netty Virgiantini atas kerjasama yang kedua kalinya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga sukses selalu dengan karya-karyanya… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

25 thoughts on “REVIEW Cincin Separuh Hati + GIVEAWAY

  1. Ka’luckty, ada typo.
    Kk buat #GAOverTheRain aturannya jd #GACincinSeparuhHati ..

    Ayo smua, ikutin GAnya.
    Aku udah ada bukunya plus udah baca. Ada ngakak dan sedihnya kalo bc novel ini.
    Dijamin kagak menyesal.

    (aih..aku padamu Mas Aryo :*)

  2. nama: Visca
    akun twitter: @Visca_Apr
    Kota: Belinyu
    link pict:

  3. Mbak maaf komentar saya sebelum ini ada yang salah link-nya. Jadi saya re-post. Ini yang betul.
    Nama: Lulu Syifa Fauziah
    Twitter: @lulusyifaf
    Domisili: Garut
    Link Twitpic:

  4. nama: Isnaini Alfazcha
    twitter: @isnalfa
    domisili: semarang
    link share: https://twitter.com/isnalfa/status/675254995176914946
    tweetpic:

  5. Nama: Andria
    Akun twitter: @goodenoughoks
    Kota tinggal: Surabaya
    Follow blog ini via email: mawarhs12@gmail.com

    link twitpic:

  6. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s