REVIEW Super Handbook for Perfect Lie Detector

WP_20151031_004

“Stop lying to yourself. When we deny our own truth, we deny our own potential.” –Steve Maraboli-

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bohong adalah sesuatu yang tidak benar; bukan yang sebenarnya. Bohong dikatakan sebagai pernyataan yang salah, yang dibuat seseorang dengan tujuan agar pendengar memercayai apa yang dikatakannya, sedangkan berbohong adalah tindakan yang menyatakan sesuatu yang tidak benar. Berbohong biasanya merajuk pada penipuan dalam komunikasi lisan dan tertulis.

Ketika melakukan kebohongan, apakah kita sadar sedang berbohong? Kalau kita menyadarinya berarti itu alasannya berbohong. Menurut pakar psikologi di National Institute of Mental Health (NIMH), sebagian besar kebohongan terjadi karena pelaku memiliki alasan atau motif kuat yang memaksa atau mendorongnya melakukan kebohongan.

Berikut ini beberapa alasan mengapa orang berbohong:

  1. Mencari simpati dan empati
  2. Takut dimarahi atau disalahkan
  3. Menjaga harga diri
  4. Kurang percaya diri atau percaya diri rendah
  5. Ketidakmampuan menghadapi kenyataan
  6. Tidak ingin menyakiti atau menjaga perasaan
  7. Mencari sensasi dan popularitas
  8. Ingin terlihat keren dan ‘wah’ di mata orang lain
  9. Untuk karier
  10. Basa-basi
  11. Menutupi perasaan
  12. Menghindari tanggung jawab
  13. Menipu orang lain
  14. Gengsi atau pamer
  15. Pergaulan
  16. Pencitraan
  17. Membenci orang lain atau iri
  18. Alasan bisnis
  19. Menggiring opini publik
  20. Berselingkuh

Ada bermacam-macam tipe kebohongan:

  1. White lies adalah tipe kebohongan yang disnegaja atau tidak bermaksud menimbulkan korban dari kebohongan yang dilakukan pelaku.
  2. Beautiful lies adalah tipe kebohongan, baik lisan ataupun tulisan, yang ditata dengan kalimat yang indah, meskipun pada kenyataannya tidak seindah yang dikatakan atau ditulis oleh pelaku. Penjilat adalah salah satu pelaku beautiful lies, ia mengatakan hal-hal manis demi mendapatkan keuntungan. Seorang pelaku beautiful lies pada umumnya adalah seorang profesional. Ia melakukan hal itu demi mencapai tujuan tertentu.
  3. Self lies adalah tipe kebohongan, baik lisan ataupun tulisan, terhadap diri sendiri. Self lies banyak dilakukan untuk menyembunyikan keadaan atau informasi sebenarnya yang ada dalam diri kita. Tujuan pelaku self lies bermacam-macam, seperti menutupi perasaan, menutup kondisi, membanggakan diri, menjaga harga diri, atau menjaga gengsi.
  4. Selfish lying adalah tipe kebohongan, baik lisan ataupun tulisan yang dilakukan dengan tujuan melayani diri sendiri, baik sengaja atau tidak disengaja. Tipe kebohongan seperti ini menjadi dasar bagi setiap orang. Biasanya, ia berbohong agar dapat memiliki seuatu yang sejak lama ia idamk-idamkan atau keluar dari masalah yang menjeratnya.
  5. Compulsive Lying adalah tipe kebohongan yang dilakukan dengan tujuan memperoleh rasa aman. Pelaku bersikukuh mempertahankan kebohongannya sekuat mungkin agar tetap berada di zona nyaman dan amannya.
  6. Pathological lying adalah tipe kebohongan yang telah mendarah daging. Kebohongan menjadi hal yang biasa dalam hidupnya.
  7. Plagiarisme atau plagiat adalah penjiplakan atau mengambil karangan, pendapat, dan sebagainya, dari orang lain dan menjadikannya sebagai karangan dan pendapat sendiri. Plagiat termasuk dalam tipe kebohongan karena mengakui, baik secara lisan atau tulisan, karya atau ide orang lain sebagai milik sendiri. Plagiarisme merupakan suatu tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari saya seringkali bersentuhan langsung dengan tipe-tipe pembohong. Sebagai pustakawan sekolah, saya hapal banget ama tipikal pemustaka yang berbohong; janji sehari pinjam nyatanya sampai satu semester, pinjam buku belum dibalikin ngakunya udah, dan sebagainya. Dan biasanya mereka nggak ada yang bisa mengelak. Misalnya ada suatu murid yang ngakunya udah balikin buku Bahasa Indonesia, padahal di data peminjaman di kompter masih tercantu, hal paling gampang mengerjainya adalah menyuruh mencari kode barcode buku tersebut karena setiap buku meski judulnya sampai tapi barcodenya pasti berbeda. Kalau si murid merasa yakin sudah mengembalikan buku, dia akan gigih mencari buku tersebut di raknya dan pasti ketemu. Tapi seringkali yang terjadi, udah ubek-ubek rak, buku dengan barcode yang dicari nggak ketemu dan mereka menyerah yang tandanya buku tersebut belum dipulangkan ke perpus. Sering juga udah ngotot mulangin buku, besoknya balik lagi ke perpus dengan muka cengar-cengir sambil membawa buku yang ternyata memang belum dikembalikan. Pustakawan memang selalu menang… x))

Keterangan Buku:

Judul                                     : Super Handbook for Perfect Lie Detector

Penulis                                 : SSNovel

Editor                                    : Anjelita Noverina

Penata isi                             : duasisi studio

Desain kover                      : garis bawah studio

Penerbit                              : PT Grasindo

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 119 hlm.

ISBN                                      : 9786023751037

6 thoughts on “REVIEW Super Handbook for Perfect Lie Detector

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Beh banyak juga ya macam2 kebohongan. Aku selalu punya firasat sih kak kalau seseorang lagi berbohong, tanpa mengetahui tanda2nya. Aku punya 1 temen yg bohongnya itu keseringan banget, sampe 1 kelas udh tau dia pembohong.

  3. Alasan mengapa orang berbohong banyak amat, ampe 20. Itu dalam satu kebohongan bisa terdapat beberapa alasan. Lalu selama ini sudah berapa banyak kebohongan yang diumbar dan dijadikan alasan. Hadeuuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s