REVIEW Unperfect Marriage + GIVEAWAY

PicsArt_08_12_2015 15_08_48

Hakikat pernikahan adalah menggenapkan yang belum genap dan menyempurnakan yang kurang sempurna. (hlm. 105)

NINA SHABIQAH RAMADHANI. Memutuskan menikah dengan masih berstatus sebagai mahasiswa. Meskipun sebagai mahasiswa tingkat akhir, kini kesibukannya di kampus mulai berkurang. Sekarang dia hanya harus berkonsentrasi pada skripsi juga pekerjaannya sebagaia karyawan magang di sebuah SMP Swasta. Nina memang sudah mulai bekerja sambil kuliah sejak semester empat. Awalnya hanya menjadi guru bimbingan belajar, tapi kemudian ada satu tawaran magang, maka Nina pun menerimanya. Paling tidak untuk urusan uang kuliah dan uang jajan, dia sudah tidak membebani ayah. Dia menikah lewat jalan perjodohan. Tante Rahma yang sudah dekat dengannya menjodohkannya dengan anak tertuanya, Dylan.

Cakep sih, tapi kelihatannya dia dingin banget, ya? (hlm. 14)

Diajak ngomong kayak patung gitu. (hlm. 176)

Ngomong kok ngirit banget, tho? Kayak bensin! (hlm. 176)

DYLAN ADHIATMAJA. Lalu kenapa Nina mau menerima perjodohan dengan Dylan yang jelas-jelas sedingin es batu ini? Nina tak menyangka jika suaminya nanti adalah Dylan yang selama ini dia ketahui sebagai kakak kelasnya saat berseragam putih abu-abu. Bahkan memimpikan untuk berteman dekat dengannya pun Nina tak pernah berani. Lelaki dengan sorot mata tajam sekaligus dingin itu masih sama seperti pemuda berseragam putih abu-abu tujuh tahun silam yang membuat dada Nina berdesir tiap kali nama Dylan disebut.

“Aku nggak mungkin menolak permintaan Mama. Sungguh aku berharap kamulah yang menolak perjodohan ini. tapi kamu menerimanya. Bahkan setelah menikah, berkali-kali aku menyakitimu, tak menganggapmu. Tapi kenapa kamu tak peduli? Kenapa kamu tak mengadukannya pada Mama atau orangtuamu? Kenapa kamu tak meninggalkanku? Mencari kebahagiaanmu sendiri, kamu berhak untuk berbahagia, Nin…!”

“Sebab didekatmulah aku merasa bahagia, Mas. Dengan atau tanpa kepedulianmu kepadaku. Bahkan sekalipun pada akhirnya setiap tarikan napasku hanya untuk menghirup luka. Tak apa. Sebab aku terlebih dulu memilihmu. Memilih untuk mencintaimu. Dan semuanya bertambah ketika pernikahan kita, aku hanya perlu taat kepadamu, dengan atau tanpa cintamu.”

YA AMPUUNNN… Kalo saya ada di samping Nina pas ngomong kayak gitu, rasanya mau ngasih palu ke Dylan buat digetok. Gilak, ni cowok apa kulkas?!? Dingin amat?!? Lelah ngadepin tipikal cowok kulkas macam Dylan ini x)) #BaruAjaNgalamin

Bagi Nina, menjadi istri adalah patuh kepada suami meski harus menderita lahir maupun batin. Secara tak langsung, penulisnya menyampaikan pesan bahwa dalam suatu hubungan apalagi pernikahan meskipun itu aib, tidak boleh diumbar kepada siapa pun kecuali orang-orang terdekat yang bisa dipercaya. Contohnya di halaman 60 ketika Nina mencurahkan segala masalahnya kepada Rara, itupun karena secara tak sengaja Rara membaca folder diary Nina di laptop. Begitu juga dengan Andika yang sedang galau berat tengah malam malah curhat kepada sepupunya yang lebih muda darinya di pinggir jalan sambil menikmati wedang ronde. Padahal si Angga lagi sibuk nyari bubur sumsum buat istrinya yang sedang ngidam. Demi kakak sepupunya yang sedang galau berat efek patah hati, Angga rela mendengarkan curhatan Andika dan memberikan solusi yang bikin hati Andika setidaknya lebih legaan. Memang, curhat dengan sahabat/ saudara dekat bikin hati lebih plong ketimbang curhat di medsos. Sedemen-demennya saya ber-sosmed, nggak pernah ngumbar masalah pribadi di sosmed. Kebayang kan, cuma posting alpukat aja yang tau sejagad raya, apalagi kalo posting aib x)) #BisaMasukInfotainment Paling juga hanya posting buku, buku, dan buku. Jadi jangan harap bisa membaca kegalauan hati di sosmed. Lagian orang yang suka umbar aib keluarga atau diri sendiri di sosmed ibarat butuh piknik. Ada, ada banget loh orang-orang macam gini. Jangankan yang masih labil ala-ala remaja, yang udah nikah juga sering ada yang umbar aibnya di sosmed; suami nggak suka ama masakannya, suami pulang malem terus, suami dan suami terus yang dibahas. Duh, bener-bener butuh piknik tipikal macam ini x)) #PukPuk #MinggirDehKaloPunyaTemenKayakGini

Meskipun ini bukan novel berlabel religius, dengan apik penulisnya menyelipkan pengetahuan seputaran agama tanpa terkesan menggurui, seperti di halaman 67 tentang Andika yang shalat meski awalnya karena tengsin dengan murid-murid di sekolah, akhirnya tergerak hatinya karena melihat Pak Iman yang tiba-tiba ambruk kena serangan jantung saat mengajar di kelas. Di halaman 68 tentang shalat Dhuha yang dilakukan para abege murid-muridnya Andika, ini mirip murid-murid unyu di sekolah, tiap kelas XII yang mendekati ujian pasti pada rajin shalat Dhuha. Meski niat awalnya karena ngarep sesuatu, tapi lama-lama shalat Dhuha yang mereka lakukan akan menjadi kebiasaan yang tidak memberatkan. Begitu juga di halaman 69 tentang pentingnya shalat sebagai tiang agama, ini juga kayak murid di sekolah, tiap jam istirahat yang artinya mereka ke Masjid melewati perpus selalu nyamperin saya suruh shalat berjamaah biar cepet jodoh kata mereka… x)) #hasyem. Ngomong-ngomong soal jodoh, ada bagian yang bikin ngakak saat Andika berdoa di halaman 100 tentang doa minta jodoh. Terus di halaman 138 ada juga tentang taaruf.

Yang baca ini, kalo udah nikah bisa peluk pasangan, yang LDR-an bisa peluk guling, yang single bisa pengen taaruf. TAARUF!! X)) #CulikAndika #SeretKePenghulu #NikahinDedekBang #TaarufAmaAkuDonkKakak

Yup, dibandingkan tokoh Dylan si cowok kulkas itu, saya malah kepincut Andika si guru olahraga ini. Coba ya di sekolah ada guru unyu macam ini, sayangnya di sekolah nggak ada guru single, bapak-bapak semua x)) #Nasib oya, saya juga lebih menyukai tokoh Rara, karena Rara ini mirip saya banget; labil-labil gimana gitu. Nina di buku ini mirip seorang teman. Bedanya, kalo Nina yang udah nikah ditaksir ama seorang cowok, kalo teman saya ini bentar lagi janur kuning mau melengkung malah ada cowok yang naksir. Si cowok ini ngebet banget dan justru merepotkan saya sebagai teman dekatnya, nanya-nanya mulu padahal jelas-jelas teman saya ini udah mau nikah. Bedanya nasib akhir saya nggak kayak Rara. Saya ngarep ama temennya si cowok, tapi temannya si cowok nggak peka-peka macam Dylan x)) #IniKenapaMalahCurhat. Ngarep penulisnya bisa membuat cerita dari sisi Andika dan Rara😉 #NodongSekuel

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Laki-laki baik-baik hanya untuk wanita baik-baik begitu pula sebaliknya. (hlm. 70)
  2. Siapa bilang menangis itu tidak berguna? Semua orang butuh menangis untuk membasahi mata dan jiwa-jiwa yang kering. (hlm. 78)
  3. Mungkin move on aja nggak cukup, ya? Berarti harus move up. Bergerak dan jadi lebih baik lagi. biar kelak bisa dapat yang terbaik dan tentunya dengan cara yang baik. (hlm. 149)
  4. Pokoknya pantang nyerah sebelum nikah. Semangat! (hlm. 149)
  5. Melakukan pekerjaan yang elo cintai itu enak tau! (hlm. 154)
  6. Sakinah itu bukan label. Tapi ia adalah proses. Proses sepanjang pernikahan itu sendiri. (hlm. 199)
  7. Setiap orang punya masa lalu. Dan nggak semuanya bagus. Yang penting itu gimana dia mau belajar dan memperbaiki dirinya. (hlm. 201)
  8. Jangan terbebani karena tuntutan orang tua kita. (hlm. 229)
  9. Nggak ada pernikahan yang sempurna. (hlm. 230)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Gimana, sih? Kalo jalan liat-liat, dong? (hlm. 6)
  2. Cinta satu sisi akan berakhir tepat ketika ia mulai menghilang dari jarak pandang. (hlm. 13)
  3. Ia bahkan tak menghiraukanmu? Berapa lama lagi kamu menunggu? Dan akuilah itu bukan kamu. Kamu bisa mendapatkan gadis yang lebih baik darinya. (hlm. 28)
  4. Nggak mandi aja udah keren. Apalagi mandi? Ntar ababil-ababil itu malah pada nempel. (hlm. 35)
  5. Kamu kok ribet banget sih? (hlm. 35)
  6. Lagian punya om ganteng masak diumpetin. Bagi-bagi lah. (hlm. 38)
  7. Ngeri ntar kalau dikerubutin ababil-ababil, ntar kalo memengaruhi kadar kegantengan gimana? (hlm. 38)
  8. Jangan menangis. Laki-laki seperti dia nggak pantas ditangisi. (hlm. 50)
  9. Tanyakan apa yang mau kamu katakan, jangan diem aja. (hlm. 52)
  10. Kamu yang membuatnya nggak utuh. Atau justru aku? (hlm. 53)
  11. Cinta memang membuat orang mejadi lebih bodoh dari yang seharusnya, bukan? (hlm. 56)
  12. Kenapa juga aku jadi ngurusin kisah cinta orang lain? Sementara kisah cintaku sendiri belum bisa kuurus dengan benar? (hlm. 97)
  13. Nggak tau apa orang lagi patah hati?! (hlm. 112)
  14. Selama janur kuning belum melengkung, segala sesuatu masih bisa terjadi. (hlm. 112)
  15. Eh, tapi kalau janur kuning melengkung kan, masih bisa direbonding, ya? (hlm. 113)
  16. Terlalu dini untuk patah hati. padahal belum aja bilang cinta ke dia. (hlm. 114)
  17. Secinta-cintanya sama tuh cewek, jangan sampe ngerebut dia dari suaminya. (hlm. 114)
  18. Orangtua mana yang tak ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya? Pasti tidak ada, atau kalaupun ada, mungkin hanya nol koma sekian persen aja, dengan catatan mungkin ada yang salah dengan orangtua tersebut. (hlm. 117)
  19. Mama nggak suka kalau punya mantu orang jauh, di Indonesia aja banyak gadis cantik, kenapa harus dari luar negeri? (hlm. 126)
  20. Belum rezekinya, tapi, kan, harus tetap usaha. (hlm. 129)
  21. Patah hati kan nggak mengenal tampang. (hlm. 136)
  22. Gimana ceritanya orang yang nggak patah hati kasih obat patah hati? (hlm. 137)
  23. Kalau patah hatinya karena ceweknya ya obatnya cewek lain. (hlm. 137)
  24. Modal dusta. Apaan belum-belum udah ngerayu-ngerayu gitu, ih. (hlm. 139)
  25. Witing tresno jalaran soko kuliner? (cinta terbiasa karena makan bersama?) (hlm. 174)
  26. Yang nikah aja bisa cerai apalagi yang lamaran. (hlm. 200)

Ini adalah buku kedua yang saya baca dari karya Mbak Merry Meta Sari. Buku pertamanya; A Wedding After Story. Seperti buku pertamanya, buku ini juga mengangkat tema perjodohan tapi dari sisi yang berbeda sebelumnya. Di halaman 189 ada bagian yang paling tidak terduga!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Unperfect Marriage

Penulis                                 : Merry Maeta Sari

Editor                                    : Afrianty P. Pardede

Penerbit                              : PT. Elex Media Komputindo

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 231 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-7548-2

unperfect wedding

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @Meta_Mine. Jangan lupa share dengan hestek #GAUnperfectMarriage dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Giveaway kali ini tidak menjawab pertanyaan, tapi buat photo quotes dari novel Unperfect Marraige ini. Setiap peserta membuat satu photo quotes atau boleh lebih dari satu, jadi jumlah photo quotes yang diikutkan tidak dibatasi ya. Kalimat yang diambil bisa dari kalimat favorit atau kalimat sindiran yang saya tulis di review ini ya.

5. Upload photos quotes via twitter dengan format: #GAUnperfectMarriage @lucktygs @Meta_Mine @elexmedia twitpic photo quotes

6. Di kolom komentar di bawah ini, tuliskan nama, akun twitter, dan kota tinggal, dan link twitpic yang sudah diupload dari twitter agar mudah dalam pendataan peserta.

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GAUnperfectMarriage yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GAUnperfectMarriage ini berlangsung dua minggu: 16-22 Desember 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 25 Desember 2015. Akan ada satu pemenang yang beruntung mendapatkan satu buku ini yang akan dikirimkan langsung oleh penulisnya.

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

Pengumuman Pemenang Giveaway Unperfect Marriage

Terima kasih buat semua peserta yang ikutan giveaway ini, ada 117 photo quotes yang masuk, dan aku arsipkan di album facebook. Bisa di cek LINK INI:

Pemenang giveaway kali ini adalah:

/Yanti

91

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GIVEAWAY Unperfect Marriage. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat Mbak Merry Maeta Sari atas kerjasama yang pertama kalinya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga sukses selalu dengan karya-karyanya… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

52 thoughts on “REVIEW Unperfect Marriage + GIVEAWAY

  1. Nama : Shofiullah
    Twitter : @esfiu
    Domisili : Jakarta

  2. Nama : endah kurniasih
    akun twit : @endachan
    t. Tinggal : Kalisari, Jakarta Timur
    link :

  3. Nama: Nila Faizatun Nikmah
    Twitter: @nila_nfaiza
    Kota tinggal: Semarang
    Link twitpic:
    #GAUnperfectMarriage @lucktygs @Meta_Mine @elexmedia photo quote 1

    #GAUnperfectMarriage @lucktygs @Meta_Mine @elexmedia photo quote 2
    https://twitter.com/nila_nfaiza/status/677712274623217664

    #GAUnperfectMarriage @lucktygs @Meta_Mine @elexmedia photo quote 3
    https://twitter.com/nila_nfaiza/status/677712618325438465

    #GAUnperfectMarriage @lucktygs @Meta_Mine @elexmedia photo quote 4
    https://twitter.com/nila_nfaiza/status/677713281361031169

    #GAUnperfectMarriage @lucktygs @Meta_Mine @elexmedia photo quote 5
    https://twitter.com/nila_nfaiza/status/677713559200129027

  4. Nama : FandaRosa
    twitter : @FandaRosa
    kota : Lamongan
    link twitpic :

    semogaaaa jodoh dengan ga kali ini wkwkwk

  5. Nama : Nurhidayanti
    Kota tinggal: Martapura,Kal-Sel
    Twitter : @CallMe_Yanti

    Link Twitpic :

    #GAUnperfectMarriage @lucktygs @Meta_Mine @elexmedia pic.twitter.com/k5DNwdr3CZ

    #GAUnperfectMarriage @lucktygs @Meta_Mine @elexmedia pic.twitter.com/LqBR4hH1gJ

    #GAUnperfectMarriage @lucktygs @Meta_Mine @elexmedia pic.twitter.com/OKbCCVhqRy

  6. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s