REVIEW By Your Side

 by your side

Tak mudah melanjutkan hidup, jika hatimu sedang sekarat. (hlm. 224)

KANIA. Terkadang Kania bisa sangat rasional. Terutama soal hubungan dengan laki-laki. Kania tidak mau dekat-dekat pada apa yang namanya cinta. Takut hilang akal. Takut panel kontrolnya luluh-lantak. Bagi Kania, inilah kebanggaannya. Hidup lurus meraih apa yang ia cita-citakan tanpa sekali pun keseleo. Kania ingat, setahun belakangan ia jadi lebih berhati-hati jika menyangkut Erga. Takut sikap atau kalimatnya dapat dibaca dengan jelas, atau malah disalahartikan oleh Erga. Tidak ada dalam rencananya untuk jatuh cinta saat cita-cita masih jauh. Kania tidak berani menebak-nebak akan ke mana ujungnya hubungan ini. lebih baik jalan di tempat daripada berlari tanpa tujuan yang jelas, putusnya. Dan sekarang, saat seseorang mengetuk-ngetuk pintu hati Erga, Kania mulai merasa sedikit gelisah.

ERGA. Kalau selama ini ia mengira Kania keberatan dirinya menjalin hubungan dengan orang lain, ia sepertinya salah. Kania bahkan bertanya kenapa ia harus ragu. Jadi sebegitukah Erga di hati Kania? Terpencil di sudut sungai yang hangat? Atau tidak terlihat sama sekali. Erga mengingat-ngingat hubungannya yang stabil dengan Kania. Aman terkendali, seperti yang Kania inginkan. Dan Erga menghormatinya. Erga menghormati cara Kania merencanakan hidupnya dengan baik, dan sepengetahuannya, sejauh ini ia tidak termasuk dalam rencana Kania. Tidak ada kata ‘kita’ dalam hubungan Erga dan Kania. Erga akan bertahan seumur hidup jika perlu, daripada meletakkan persahabatannya dengan Kania di ujung tanduk. Pertama, ia tidak siap ditolak dan hubungan mereka menjadi canggung selama sisa hidupnya, apalagi jika mereka akhirnya menikah dengan orang lain. Tidak masalah jika orang lain yang menolaknya, tapi Erga tidak siap jika itu Kania. Kedua, jika gayung bersambut, memangnya apa yang harus mereka lakukan di tengah mimpi Kania yang sepertinya tidak berniat untuk rehat sejenak itu? Erga tidak mempermasalahkan status mereka. Rasanya hanya akan menambah beban yang tidak perlu, kewajiban-kewajiban yang sebenarnya tidak wajib dipenuhi. Menjalin rutinitas demi menjaga status, dan kemudian bosan. No. Erga tidak membutuhkannya. Yang ia perlukan cuma kepastian bahwa Kania menyayanginya. Itu cukup. Dan suatu hari jika angin berembus cukup baik, Erga akan maju selangkah demi selangkah.

Situasi hubungan Kania dan Erga ini berada di friendzone sekaligus comfortzone. HTS; Hubungan Tanpa Status. Tapi gemes aja ama Kania yang nge-PHP-in Erga selama ini, sampai memasuki tahu ke delapan. Tapi setelah kita melihat perjalanan hidup Kania, kita bisa melihat bagaimana banyak mimpi yang ingin direngkuhnya, memikirkan Oma dan juga dua adiknya; Vivian dan Emi. #PukPukKania

Kania ini tipikal anak kedokteran banget. Dalam hidupnya cuma belajar, belajar dan belajar. Menatap masa depan. Dan tak mau hatinya patah akibat terluka karena patah hati. Maka tak heran jika perempuan tipikal Kania ini cenderung kaku dan dingin. #KulkasKaliDingin

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kalau mengejar kekaguman orang, kita nggak akan pernah tahu. Selera orang berubah-ubah. (hlm. 38)
  2. Jodoh nggak akan kemana. (hlm. 74)
  3. Tapi cinta bersedia menunggu. (hlm. 231)
  4. Kamu harus bilang, atau kamu tidak mendapatkan yang kamu mau. (hlm. 246)
  5. Jika cinta itu bertahan selamanya, apakah sakit ini juga akan terasa sama lamanya? (hlm. 277)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Kenapa makanan jahat selalu cantik? (hlm. 17)
  2. Makan ini sekali nggak bakal bikin gemuk. Percaya deh. (hlm. 17)
  3. Siapa coba, yang mau mantan pacarnya disebut? (hlm. 21)
  4. Strategimu kurang jitu, Sob. (hlm. 27)
  5. Sejak kapan azan berubah fungsi jadi panggilan mandi? (hlm. 31)
  6. Berhentilah mendramatisasi. (hlm. 32)
  7. Orang bisa bosan menunggu, bukan? (hlm. 34)
  8. Berusahalah karena dirimu pantas mendapatkan yang lebih baik, bukan karena ingin menyenangkan orang lain. (hlm. 38)
  9. Pernah nggak sih, merasa sulit mengabaikan orang yang pernah dekat dengan kita? (hlm. 49)
  10. Lagi pula, apa itu nggak sedikit jahat? Taruhan tentang kemampuan seseorang? (hlm. 73)
  11. Traktiran itu membeli kemerdekaan secara perlahan. (hlm. 77)
  12. Berusaha karena orang di luar kita, tidak akan membawa kita ke mana-mana. (hlm. 79)
  13.  Tapi kamu yang paling tahu apayang harus kamu lakukan. Orang lain cuma bisa menilai, dan itu nggak mutlak benar. (hlm. 80)
  14. Membawa anak ke pesta ulang tahun itu seperti setengah bencana. Tapi membawa anak makan di restoran, itu baru bencana. (hlm. 99)
  15. Lagi pula, zaman gini, masa dia nggak boleh pilih kota yang menurut dia nyaman. (hlm. 121)
  16. Orang dewasa punya masalah sendiri. (hlm. 136)
  17. Jangan pura-pura bego, deh. Ntar bego beneran ntar! (hlm. 140)
  18. Dilarang bengong berdua, karena yang ketiga bisa jadi penghulu. (hlm. 145)
  19. Kita nggak akan jadi berbeda, kalau memang kamu nggak membuat perbedaan apa-apa. (hlm. 163)
  20. Ada alasan-alasan kenapa kita mengambil tanggung jawab atas seseorang. (hlm. 163)
  21. Tidak ada istri yang rela suaminya menyimpan rahasiadi tempat lain. (hlm. 164)
  22. Tapi apa yang orang lihat belum tentu benar. (hlm. 197)0
  23. Nggak semua orang bisa dengan mudah membicarakan soal memperpanjang dan memperpendek nyawa manusia. (hlm. 199)
  24. Kadang kala, perasaan tidaklah penting. (hlm. 225)

Kisah friendzone memang mainstream, tapi memang selalu menarik untuk dikupas. Begitu juga dengan kisah Erga dan Kania. Tokoh Kania ini merepresentasikan perempuan yang rata-rata selalu mempunyai nama tengah ‘gengsi’.  #TossAmaKania

Tokoh-tokoh lain pun sebenarnya juga gemas dengan hubungan mereka; Dr. Gita, mama Erga, Adik-adiknya; Vivian dan Emi, Evan yang bekerja di kafe Oma, bahkan orangtua Erga pun gemas dengan keadaan ini. Ibarat benang ama jarum, selagi cuma dekat tapi kalo nggak ada yang masukin benang ke lubang jarum ya selamanya jarum itu bakal nganggur x) #IniKokMalahNgomonginJarumAmaBenang

Paling suka ama tokoh Oma. Suka senyum sendiri kalo baca kelakuan Oma. Yup, nenek-nenek biasanya akan bermetamorfosis menjadi kekanakan kembali dan berpikir dan bertingkah laku. Cek saja di halaman 30, 88, 144, 174, 263.

Keterangan Buku:

Judul                                     : By Your Side

Penulis                                 : Bulan Nosarios

Desain cover                      : Marcel A.W.

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Mei 2014

Tebal                                     : 291 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0451-9

8 thoughts on “REVIEW By Your Side

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Kalau mengejar kekaguman orang, kita nggak akan pernah tahu. Selera orang berubah-ubah. (hlm. 38)
    bahkan orang bilang canti aja itu relatif

  4. Walah gantian sekarang cewek kulkas.
    Kalo dari alur sih friendzone emg udah mainstream… tapi tetep aja penasaran ama yg ini😀

  5. Friendzone emang banyak banget. Sama-sama suka tapi ada tapinya😀

    Yang biasa itu cowok yang kayak kulkas, ini cewek😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s