REVIEW Just Another Birthday

 just another

Realita tetap realita, tak peduli kamu menghindar atau tidak, semua itu tidak mengubah kenyataan yang ada. (hlm. 75)

CASSIE lahir ketika SARAH berumur 20 tahun, di tingkat tiga fakultas ekonomi. Situasi yang berimbas Sarah terpaksa cuti satu tahun penuh dan lulus pada usia 23 tahun. Bukan 22, seperti rencana sebelumnya. Hampir semua jalan hidup yang terpeta di pikirannya hancur berantakan.

Dulu, saat masih kecil, Sarah selalu membayangkan pangeran tampannya akan datang di atas kereta berkuda. Beginilah efek terlalu banyak membaca buku dongeng.

Ketika agak lebih besar sedikit, Sarah berganti mimpi. Di masa ini, Sarah membayangkan suami sekeren Johny Depp, yang punya hati lembut seperti pangeran yang jatuh cinta pada Cinderella. Sarah akan menikah, dan hidup bahagia. Kastil yang dahulu merupakan rumah impianmasa depan berganti dengan rumah megah. Ada segerombolan pembantu rumah tangga yang siap melaksanakan segala perintahnya.

Setelah Sarah duduk di bangku kuliah, Sarah mulai realistis dalam menatap dunia. Dia jadi tahu tidak ada yang namanya prince charming. Jadi, saat itu, Rommy Satria Wijaya sudah cukup.

Rommy adalah teman kuliahnya. Mereka mengalami masa orientasi mahasiswa bersama. Rommy sering membantunya membuat tugas. Mereka sekelas. Mereka jadi dekat. Sarah mengerti bahwa saat itu dia menyukai Rommy. Di pihak lain, Rommy juga menyukainya. Rommy memang bukan Johny Depp, tapi Sarah sudah lebih realistis dalam menjalani hidup.

Hingga tibalah ‘kecelakaan’ itu menghampirinya. Mereka masih kuliah, masih muda. Namun, mama Sarah melarangnya untuk aborsi dan dia harus mempertanggungjawabkan semuanya meski tanpa Rommy.

Setelah lima tahun kemudian, Cassie selalu menjadi penyemangat Sarah dalam menjalani hidupnya. Bagi Sarah, Cassie adalah permata Tuhan. Yang selalu membuat hatinya ceria. Dia yang memijat kakinya ketika Sarah pulang kantor dengan tangannya yang kecil dan masih ringkih. Dia yang selalu mencium pipinya ketika Sarah bangun di pagi hari.

“Biarpun kamu seorang mama, tapi tidak mengharuskankamu untuk jadi wonder woman…” (hlm. 125)

Ketika Sarah menikmati comfort zone dalam hidupnya, ada Jeremy atasannya yang dikenal kaku, dingin dan tegas menhampiri hidupnya. Sikapnya sangat berkebalikan ketika di luar kantor. Akankah Sarah menerimanya dan mencarikan papa dalam hidup Cassie?!?

“Kamu menghindari apa pun yang berkaitan dengan hati. Kamu menghindari sakit hati. Kamu tidak ingin jatuh cinta. Kamu tidak ingin terlibat lagi dengan pria mana pun. Kamu hanya menghindar. Buat kamu, realita itu bukan realita, selama kamu bisa menghindar dari hal tersebut.” (hlm. 75)

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Setiap orang memiliki damainya sendiri. (hlm. 7)
  2. Sedekat-dekatnya hubungan sepasang sahabat, ada area tertentu yang merupakan daerah terlarang untuk dimasuki dan dicampuri. (hlm. 25)
  3. Ternyata tak semua hari yang dimulai dengan kejadian menyebalkan, akan berjalan buruk terus sepanjang waktu. (hlm. 24)
  4. Semua kan ada awalnya. (hlm. 73)
  5. Cinta itu hadir di saat yang paling tidak pernah kausangka dalam hidupmu. (hlm. 104)
  6.  Buat seorang ibu, tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat anaknya bahagia. (hlm. 129)
  7. Itulah gunanya pasangan hidup. Dalam susah dan senang akan bersama, berdua, selamanya. (hlm. 132)
  8. Apa yang kita cemaska, sembilan puluh persen bahkan tidak pernah terjadi. (hlm. 135)
  9. Jadilah biji kopi, ketika masalah datang, ia tidak lembek atau keras, tapi ia bisa berpikir jernih, menghasilkan harum dan rasa yang nikmat, membawa kebaikan bukan untuk dirinya sendiri, tetapi lingkungan di sekitarnya. (hlm. 150)
  10. Dengarkan kata hatimu. (hlm. 184)

Banyak juga selipan sindiran halusnya:

  1. Dunia memang nggak adil. (hlm. 23)
  2. Sekali-kali makan enak nggak dosa kok. (hlm. 25)
  3. Lo boleh saving uang, tapi lo juga nggak salah kok kalau sekali-kali boros, manjain diri sendiri. Lo kan udah capek kerja juga. Wajar dong, boros untuk makan enak atau beli baju. (hlm. 25)
  4. Yang mau kencan pake repot browsing segala. (hlm. 83)
  5. Semua pria harusnya tahu kalau pizza bukan pilihan ideal untuk pergi makan pertama kali dengan seorang gadis. (hlm. 91)
  6. Makan kok bisa tidak ganti menu seminggu. Tidak muntah tuh? (hlm. 92)
  7. Kerugian buat seorang pria, artinya kemenangan buat pria lain. (hlm. 100)
  8. Tampil cantik di depan calon mertua itu harus, mau di mana pun kamu makan, bahkan warteg sekalipun. (hlm. 131)
  9. Uang bukan segalanya. (hlm. 149)
  10. Biarkan mereka sirik. Jangan buang energimu untuk berdebat dengan orang-orang, yang bahkan tak layak untuk mendapatkan perhatianmu. (hlm. 159)
  11. Jangan menunggu hal jelek terjadi lho, karena biasanya, memang akan terjadi. (hlm. 2300

Sarah adalah representasi dari single parent yang harus menghadapi rentetan hidup sendirian. Mulai dari mengurusi segala tetek bengek rumah sampai urusan sekolah anaknya. Seorang diri. Ketika seseorang pernah terluka, akan sulit hatinya untuk terketuk kembali dan membuka hati yang sudah terkunci lama. Akankah Sarah bisa menghadapi semuanya, dan apakah hatinya akan tergerak untuk memberikan ruang yang baru?

“Kita tumbuh hingga senja menjelang, bersama. Menatap matahari pagi dan sore. Menatap bulan yang baru naik tinggi di angkasa. Berjalan bergandengan tangan hingga rambut memutih memenuhi kepala kita. Bagaiman?” (hlm. 230)

Keterangan Buku:

Judul                     : Just Another Birthday

Penulis                 : Rina Suryakusuma

Desain cover      : Marcel A.W

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : November 2013

Tebal                     : 248 hlm.

ISBN                      : 978-979-22-9948-9

7 thoughts on “REVIEW Just Another Birthday

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Realita tetap realita, tak peduli kamu menghindar atau tidak, semua itu tidak mengubah kenyataan yang ada. (hlm. 75)
    karena semua udah diatur sama Tuhan

  3. Aahhh kasian sama Sarah ditinggalin gitu😦
    Tapi apa si atasannya itu bisa ngerebut hatinya?
    Harus. Harus diberi pelajaran penyesalan tuh si Rommy :s *kenapajadiakuyangsewot*

  4. Sarah ini aku suka mengkhayalkan hal2 yg indah wkwk dan karena semakin dewasa juga khayalan2 trsbut ya cuma khayalan dam sadar nggak mungkin terjadi

  5. Suka euy, jadi pengen beli😀

    “Kita tumbuh hingga senja menjelang, bersama. Menatap matahari pagi dan sore. Menatap bulan yang baru naik tinggi di angkasa. Berjalan bergandengan tangan hingga rambut memutih memenuhi kepala kita. Bagaiman?” (hlm. 230)

    Kata-katanya romantis ya <3<3 <3<3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s