REVIEW Love, Lemon and the Last Kiss

WP_20151221_007

“Berusahalah untuk setia. Setia ketika pasangan kita baik-baik saja, itu biasa. Tetapi setia ketika ada hal khusus yang terjadi pada pasangan kita, itu hanya untuk orang-orang yang berkelas.” (hlm. 185)

SHADELIA FIRSTIANI. Sejak remaja, Delia percaya perasan buah lemon akan membuat tubuhnya selalu bugar. Dan sekarang ia percaya di The Lemon sebuah hotel baru baru di Batu yang menjadi tempat kerjanya kini, kehidupannya akan selalu menyegarkan.

Lobi The Lemon cukup luas. Warna putih dan kuning lemon mendominasi lobi yang ditopang lantai kayu berpernis sehingga tampak segar di mata. Meja resepsionis berwarna putih, berbentuk setengah lingkaran. Dinding di bagian belakang meja, logo The Lemon, cantik terpajang. Deretan huruf “The Lemon”, berjajar dari atas ke bawah, diapit gambar dua irisan buah lemon yang terlihat hidup. Tidak jauh dari meja resepsionis, ditata dua kelompok kursi berbentuk setengah lingkaran berwarna putih, dengan bantalan berwarna kuning lemon. Serasi sekali dengan dedaunan dari deretan tanaman yang ditata mengelilingi lobi.

Wuih….tampak nyata banget ya deskripsi The Lemon yang dijabarkan penulisnya dalam buku ini. kebetulan November lalu saya sempat mampir ke Batu, daerah yang dideskripsikan dalam buku ini. jadi kebayang-bayang aura dingin di Batu pas baca cerita Delia yang bekerja di sebuah hotel di Batu ini, hehehe…

Delia memang tidak pernah bosan memandang setiap detail The Lemon. Bisa jadi karena dia memang memuja buah lemon yang katanya ampuh menjaga daya tahan tubuh tetap bagus. Mungkin juga karena ia termasuk yellow addict, pecandu warna kuning, yang kata adiknya sudah masuk kategori aneh. Bagaimana tidak, sebagian besar isi lemarinya berwarna kuning, bahkan ia tidak bisa lepas dari satu merek sabun bayi hanya karena kemasannya berwarna kuning.

Delia bukannya tidak punya cerita cinta masa lalu. Catatan perjalanan kedekatannya dengan lelaki memang tidak banyak. Sejak mendapati kenyataan bahwa ibunya adalah perempuan yang selalu dikecewakan sebuah hubungan dan pernikahan, seorang perempuan yang punya sejarah perkawinan yang buruk. Delia bertekad untuk tidak terlalu mudah jatuh cinta. Ia bertekad memfokuskan diri pada pelajaran sekolah, kuliah dan kemudian karier. Kegigihannya untuk menunda masa jatuh cinta sudah teruji.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Sesuatu yang baik pasti berakibat baik kok. (hlm. 19)
  2. Ada benarnya, bahwa cinta itu memberikan energi positif, bagaimanapun menyakitkannya kisah cinta itu sendiri. (hlm. 21)
  3. Semua akan baik-baik saja. (hlm. 93)
  4. Cinta akan tidak menyakiti siapa pun. (hlm. 101)
  5. Membuka hati untuk seseorang yang nggak kamu kenal dengan baik, adalah langkah awal yang bagus. (hlm. 102)
  6. Tidak akan berhasil kalau kamu mencari seseorang yang sempurna. Nggak akan ada. Cari laki-laki yang bisa memperlakukan kamu seolah kamu orang yang sempurna. (hlm. 118)
  7. Untuk urusan cinta, jangan pernah menoleh ke belakang. (hlm. 169)

Beberapa kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Tersenyum dan menyapa dengan tulus adalah hal remeh. Tetapi sering kali dianggap tidak penting, padahal efeknya sangat besar. (hlm. 14)
  2. Kalau nggak niat, ya udah. Biar nggak nyusahin orang lain. (hlm. 19)
  3. Jangan sok jadi pahlawan. (hlm. 25)
  4. Apa susahnya membuat pekerjaan orang lain menjadi mudah? (hlm. 27)
  5. Jangan kecentlan! Kamu kira mereka gampang tertipu dengan senyuman? (hlm. 29)
  6. Jangan mentang-mentang kamu anak emas, sehingga kamu bisa dan pergi seenaknya. (hlm. 33)
  7. Kebanyakan dua orang yang saling adu mulut, saling benci, lama-lama menjadi jatuh cinta. (hlm. 52)
  8. Jangan biarkan penilaian buruk orang lain, membuat keyakinan kita terhadap ide kita jadi ciut. (hlm. 56)
  9. Sering kali kita nggak boleh terlalu benci pada sesuatu. Karena beda benci dan cinta itu kadang setipis tisu toilet! (hlm. 65)
  10. Itulah perempuan. Banyak yang dipikirkan. Susah mengingat peta arah, serta wajah seseorang. (hlm. 68)
  11. Memangnya aku nggak pantas jadi orang bijak? (hlm. 103)
  12. Makanya jangan kerja melulu. Sesekali pacaranlah. (hlm. 105)
  13. Begitulah cinta. Seringkali cinta mengubah kriteria yang sudah dicanangkan tentang ‘tipe laki-laki idaman.’ (hlm. 110)
  14. Ibu mana sih yang nggak ingin anak perempuan dewasanya segera dilamar orang? (hlm. 118)
  15. Kamu sama sekali nggak bisa menghargai orang lain. (hlm. 139)
  16. Berhentilah bersikap sok tahu dan memvonis seseorang seenaknya. (hlm. 166)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Love, Lemon and the Last Kiss

Penulis                                                 : Ida Ernawati

Editor                                                    : Husfani Putri

Cover                                                    : Marcel A. W.

Penerbit                                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : 2015

Tebal                                                     : 192 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-03-1608-6

6 thoughts on “REVIEW Love, Lemon and the Last Kiss

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Yaampun covernya adem banget..

    Disini nggak detail tentang mamanya ya kak?
    Jadi penasaran kisah cinta Delia menengok kembali judulnya “Love, Lemon, and The Last Kiss”

  3. Aku suka covernya :3 jadi Delia ini nggak mau jatuh cinta karena ngeliat kisah cinta ibunya yg buruk. Lah kan perjalanan cinta org beda2, mungkin ibunya sering gagal dalam hal percintaan tapi bukan berarti Delia juga akan mengalami hal yg sama kayak ibunya. Ya kan?

  4. Lalu, siapakah yang akan menggugah hati Delia yang juga se-asam lemon?

    Ka kurang panjang review-nya, jadi nanggung. Apa endingnya sedih? Karena dijudul ada kata “last kiss”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s