REVIEW Sweet Lies

WP_20151221_008

Kamu harus kuat. Jangan kalah sama keadaan. Terkadang kita harus mundur sejenak sebelum bisa maju lagi. (hlm. 168)

SARAH ADHELIA WIRATMO. Dia harus berkenalan dengan keluarga Ali lima tahun yang lalu. Pada keadaan terdesak, karena harus membayar utang almarhum ayahnya yang membengkak hingga lima ratus juta rupiah, Sarah menerima pekerjaan di rumah besar keluarga Ali ini dengan penuh rasa syukur. Titel pekerjaannya yang adalah asisten rumah tangga, memang tidak cocok sama sekali dengan gelar sarjana komunikasi yang disandangnya. Sarah sama sekali tidak peduli dengan bisik-bisik tetangga tentang pekerjaan barunya ini. Gajinya cukup besar untuk mencicil pembayaran utang sekaligus membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari.

Dan siapa sangka di tahun ketiga bekerja di keluarga itu naik pangkat menjadi nyonya dari Alexander Yusuf Ali, anak tertua dari keluarga yang super kaya ini? Apa alasan Sarah mau dinikahkan dengan Alex yang sering gonta-ganti membawa perempuan ke rumahnya ini? Jelas karena kebutuhan ekonomilah yang mendesaknya. Ditambah lagi, ada perjanjian tertulis di antara mereka bahwa pernikahan ini hanya akan berlangsung selama tiga tahun dan Sarah akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Semuanya berjalan mulus tepat tiga tahun usia pernikahan mereka. Tapi petaka bagi Sarah karena di ujung proses perceraiannya dengan Alex malah dinyatakan positif hamil. Apa yang harus dilakukannya, sementara ada seseorang bernama Rafael yang menawarkan cinta baru dan menerima dirinya apa adanya. Manakah yang akan dipilih Sarah?

“Jujur aja, aku nggak terlalu peduli sebelumnya kamu cinta sama aku atau nggak. Bagiku perasaaan itu cukup untuk kita berdua. Ternyata aku salah. Ternyata dicintai sama kamu itu perasaan yang menakjubkan. Oya, alasan kamu mencintaiku menurutku juga alasan yang paling baik di dunia.”

“Kalau kamu nggak tahu kenapa bisa cinta sama aku. Karena aku pun merasa begitu sama kamu dan aku jelas tahu seberapa dalam cinta aku sama kamu.”

“Seberapa dalam memangnya?”

“Kata orang, hati manusia nggak bisa diukur pakai meteran, Sayang.” (hlm. 186)

RAFAEL BARAJA. Dari bab awal sudah bikin meleleh. Cowok banget gitu deh. Bayangkan, dia menolong Sarah yang awalnya tidak dikenalnya itu. Bahkan rela menjadi ‘suami dadakan’ bagi Sarah saat perempuan itu dilarikan di rumah sakit dan dinyatakan hamil saat pihak rumah sakit menanyakan siapa yang akan menjadi jaminan bagi Sarah yang waktu itu mengalami rasa sakit tiba-tiba. Kedua, saat dia membuat menu khusus di kafenya yang harusnya hanya menyajikan menu serba kopi, demi Sarah rela membuat daftar menu khusus ibu hamil… x))

ALEXANDER YUSUF ALI. Bagi Sarah, memanfaatkan ketampanan dan kekayaannya untuk menggoda perempuan sebanyak yang dia bisa. Tapi di sisi lain, Alex sangat baik terhadap keluarganya. Dia adalah anak berbakti kepada orangtuanya. Dia juga anak laki-laki terbaik dan paling protektif terhadap adik-adiknya. Alex tidak malu mengungkapkan itu semua lewat sikap dan perkataan saat berada di rumah.

Satu lagi yang saya suka dari buku ini adalah keluarga Ali; Tuan Ali, istri dan anak-anaknya tidak digambarkan seperti orang kaya pada umumnya yang sok kaya, sombong dan hanya mau bergaul dengan kaum sederajat. Tuan Ali justru menikahkan anaknya, Alex bersama Sarah yang waktu itu berstatus menjadi asisten rumah tangga di rumah mereka, Nyonya Ali pun begitu ramah dengan menantunya yang berasal dari golongan yang tidak sederajat dengan mereka bahkan menaruh harapan pada Sarah untuk bisa bertahan dan mampu mengubah Alex untuk setia pada satu perempuan. Begitu juga dengan Zahra, adik Alex yang juga sangat menyayangi Sarah sebagai kakak iparnya ini.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Nggak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. (hlm. 92)
  2. Yang lalu biarlah berlalu. Yang sekarang harus dimulai dengan hati dan tekad yang baru. (hlm. 98)
  3. Cinta kan bisa dimulai kapan saja. (hlm. 126)
  4. Cinta tuh emang beda, ya! (hlm. 154)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Tidak banyak orang yang bisa terdengar tegas tanpa terlihat menyeramkan. (hlm. 11)
  2. Siapa peduli dengan omongan orang yang tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap hidupmu selain omongan yang menghina? (hlm. 15)
  3. Biarin aja dia playboy. Dia kan ganteng! (hlm. 16)
  4. Bercanda juga ada tempatnya, kan? (hlm. 18)
  5. Pernikahan kadang bukan soal suka atau tidak. Kadang itu hanya soal menjalankan kewajiban. (hlm. 24)
  6. Mungkin semua ibu memang begitu, menganggap anaknya baik dan tak sanggup membunuh lalat sekalipun. (hlm. 27)
  7. Kenapa kamar dikunci sih? Digedor-gedor juga nggak dibuka! (hlm. 30)
  8. Tidak akan mudah membesarkan anak seorang diri. (hlm. 44)
  9. Jadi orang harus realistik, kan? (hlm. 53)
  10. Kaum pria akan menghargai sesuatu yang mereka dapat dengan susah payah. (hlm. 54)
  11. Ngapain susah-susah begini? Bikin riset segala. (hlm. 60)
  12. Jangan terlalu keras kepala, bisa kan? (hlm. 69)
  13. Selingkuh ya selingkuh. Nggak ada bedanya perempuan atau lelaki yang ngelakuin! (hlm. 75)
  14. Film romantis biasanya sedih. Hidupku aja sudah sedih begini, nonton yang sedih-sedih begitu apa nggak tambah sedih bawaannya? (hlm. 78)
  15. Aku nggak mau stuck sama seseorang cuma karena orang itu nggak bisa ngempesin egonya sedikit! (hlm. 82)
  16. Cuma karena kamu cemburu dan nggak bisa melampiaskannya bukan berarti aku membuat kamu menderita! (hlm. 93)
  17. Jangan berubah jadi orang yang nggak kukenal. (hlm. 110)
  18. Aku nggak bisa memberimu minuman beralkohol untuk meredakan kagetmu. (hlm. 120)
  19. Nggak usah ngomong yang aneh-aneh. (hlm. 134)
  20. Kamu nggak akan nyakitin diri kamu sendiri, kan? (hlm. 138)
  21. Menjauh saat kamu benci itu biasa. Tapi menjauh saat kamu sangat cinta itu luar biasa. (hlm. 169)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Sweet Lies

Penulis                                 : Meliana Zaenudin

Cover                                    : Marcel A. W

Penerbit                              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 192 cm.

ISBN                                      : 978-602-03-2112-7

8 thoughts on “REVIEW Sweet Lies

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Kamu harus kuat. Jangan kalah sama keadaan. Terkadang kita harus mundur sejenak sebelum bisa maju lagi. (hlm. 168)
    penyemangatt banget

  3. Alex bener-bener gentle diakhir, thats why i love this novel so much. Meskipun gregetan dengan Alex yang menyebalkan, dan Sarah yang sama-sama tidak bisa diajak kompromi. Actually, they both are cute.

  4. “Jujur aja, aku nggak terlalu peduli sebelumnya kamu cinta sama aku atau nggak. Bagiku perasaaan itu cukup untuk kita berdua. Ternyata aku salah. Ternyata dicintai sama kamu itu perasaan yang menakjubkan. Oya, alasan kamu mencintaiku menurutku juga alasan yang paling baik di dunia.”

    “Kalau kamu nggak tahu kenapa bisa cinta sama aku. Karena aku pun merasa begitu sama kamu dan aku jelas tahu seberapa dalam cinta aku sama kamu.”

    “Seberapa dalam memangnya?”

    “Kata orang, hati manusia nggak bisa diukur pakai meteran, Sayang.” (hlm. 186)

    Kutipannya cute banget demi apapun.

    Ohiya Rafael ku kasih tau aja yang terlalu baik biasanya kalah sama yang bikin greget. Mending sama aku aja jangan sama Sarah :3 *halah

  5. Aku punya feeling kalau si Sarah akan tetep bersama Alex. Karena kan si Sarah lagi mengadung anaknya, trs disini juga dijelasin si Alex ada sisi baiknya, jadi ya nggak begitu buruk juga kan perilakunya? Alasan lain karena si Alex ini tokoh utama disini. Dan kalau emang bener si Sarah tetep sama Aex, kasian Rafael nya

  6. Nikahnya kontrak, tapi seperti pasangan suami istri sebagaimana mestinya. Kasian Sarahnya.

    Gimana ya reaksi Alex pas tau Sarah hamil???

    Mau baca😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s