REVIEW Cinta Akhir Pekan

WP_20151221_006

Sekali kita berpikiran negatif terhadap seseorang, maka yang terjadi di antara kita dan orang itu selalu kesalahpahaman. Berpikiran negatif itu tentu saja berbeda dengan bersikap waspada. Jika bersikap waspada akan menghindarkan kita dari sesuatu yang tidak kita harapkan, maka pikiran negatif justru mendekatkan kita dengan hal buruk itu. (hlm. 245)

Mungkin ini karma bagi kebohongan Arlin. Kepada Mama, Arlin mengaku ada acara perpisahan dengan sekampus di sebuah vila di kawasan Lembang. Hanya kebohongan kecil, sebenarnya. Dita memang teman sekelasnya, sedangkan Chandra, Ferdy dan Edwin berbeda fakultas dengannya. Bisma satu-satunya orang dari luar kampusnya. Mereka hanya pergi berenam, padahal Mama tahunya mereka pergi berenam belas. Ya, kebohongan tetaplah kebohongan. Sesuatu yang pada akhirnya akan mengantarkan pada kebohongan tak berujung. Keburukan yang beruntun.

Dan seumur hidup, Arlin tidak pernah meminum minuman beralkohol. Sampai pada malam yang dingin sekaligus panas itu. Awalnya, Arlin hanya merasa cemburu melihat kemesraan Dita dan Bisma malam itu. Maka, ketika Ferdy memaksanya minum, Arlin setengah pasrah menerimanya. Malam itu, semua orang minum, termasuk Bisma dan Dita. Sedikit pun, Arlin tak menduga konsekuensi macam apa yang akan dihadapi setelahnya. Dan sekalipun, Arlin tak memikirkan hukuman seperti apa yang harus diterimanya akibat dosa itu.

Sepulang dari Lembang, Arlin lebih banyak menghabiskan waktu di kamar. Mengurung diri. Meratapi nasib. Menyesali segala dosa dan kesalahan. Seringkali Arlin berusaha menhibur diri dengan mendengarkan musik dan menonton film di laptop. Namun, usahanya sia-sia. Kegelisahan dan ketakutan mengalir bersama darah di dalam tubuhnya. Ingatan mengerikan itu tak hanya menjema menjadi mimpi buruk, melainkan juga kenangan yang muncul dalam setiap detik kesadaran. Setiap kali ingatan itu datang, air matanya jatuh berlinang.

Bagi seorang gadis, tak ada yang lebih buruk daripada sebuah kenyataan bahwa dirinya sudah tak lagi perawan. Lebih buruk lagi jika keperawanan itu dirampas seorang yang tidak dikenal. Dan tak ada yang bisa dia lakukan untuk memperbaiki keadaan.

Seperti kita ketahui, saat seseorang sedang mabuk, pada dasarnya kita masih bisa melakukan hal-hal umum yang bisa kita lakukan dalam kondisi normal. Kita masih bisa bicara, meracau, memaki, berteriak histeris. Beberapa orang bahkan masih bisa berkelahi saat mereka sedang mabuk. Hanya memang, bagian terburuknya, saat sedang mabuk, seseorang akan lebih mudah kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Berarti, saat mabuk, seseorang bisa melakukan sesuatu yang ekstrim, yang sebelumnya dia pikir nggak mungkin dia lakukan.

“Terima kasih.”

“Terima kasih untuk apa?”

“Untuk kesabaran Mama menjadi ibuku.” (hlm. 73)

Nyess banget pas baca adegan ini. Ya, mamanya Arlin ini adalah sosok yang kuat dan mandiri. Ketika suaminya meninggal, dia harus menanggung beban utang yang tidak sedikit yang ditinggalkan suaminya, belum lagi mengurusi anak-anaknya. Kasus Arlin ini bukan yang pertama. Dulu kakaknya, Arlan juga mengalami kasus yang sama. Kebayang kan aib yang harus ditanggung sang mama seorang diri? Dalam kehidupan nyata, saya juga pernah melihat seorang ibu yang harus menanggung beban dua kesalahan fatal yang dilakukan dua anaknya. Satu saja sudah berat, apalagi dua anak ya.. :’)

Kebalikan dari mamanya Arlin, saya paling takut kalo nemu mertua macam mertuanya Alin. Apalagi di BAB 20 & 24, sangat terasa sekali aura nenek sihir jika kita hidup bersama ibu mertua. Baru hari pertama saja sudah langsung disuruh bersih-bersih rumah macam pembantu. Sangat berbeda banget dengan perlakuannya saat sang anak belum menikah. Ibu-ibu seperti ini nggak hanya ada di sinetron-sinetron, tapi juga banyak di kehidupan nyata… x))

Selain mamanya Arlin, tokoh favorit lainnya adalah Chandra. Sebenci apa pun Arlin padanya, Chandra mencoba bersikap lapang dada menghadapi Arlin. Ada juga beberapa adegan tengil Chandra, seperti misalnya saat malam pertama saat mereka menikah. Arlin yang terkejut dengan kehadiran Chandra, malah makin panik dengan sikap Chandra yang ternyata hanya ingin mengerjainya x))

Pesan moral buku ini adalah bahwa kebohongan serapat apa pun disimpan, suatu saat akan terbongkar juga. Berjiwa besarlah dalam menghadapi suatu kesalahan. Dan satu lagi, lewat kisah Arlin ini kita diajak membuka mata tentang betapa bahayanya pengaruh minuman beralkohol karena akan banyak dampak setelahnya.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kekuatan itu berawal dari keberanian. Dan keberanian itu berarti kemauan melakukan hal-hal yang terasa sulit dilakukan. (hlm. 26)
  2. Kamu harus percaya bahwa orangtua mampu melakukan apa saja untuk anaknya. (hlm. 76)
  3. Kejujuran akan menyelamatkan banyak orang, sementara kebohongan hanya menjanjikan keselamatan atas dirinya sendiri. (hlm. 80)
  4. Kalau kamu ingin menggerakkan tubuh seseorang, jangan menarik tangannya, tapi sentuhlah hatinya. (hlm. 82)
  5. Bersikaplah bijaksana. Ini sulit, tapi cobalah menjalani semua ini dengan ikhlas dan sabar. (hlm. 89)
  6. Perpisahan tetaplah perpisahan. Sebuah proses kehidupan yang paling berat untuk dijalani semua orang yang pernah terhubung oleh suatu ikatan. (hlm. 322)
  7. Akhir pekan adalah simbol dari sesuatu yang dinantikan semua orang. Apakah itu? Salah satunya adalah kebahagiaan. (hlm. 329)
  8. Akhir pekan adalah simbol kebahagiaan yang datang setelah segala ujian dan kesedihan hidup. (hlm. 330)
  9. Setiap perbuatan pada akhirnya akan mendapat balasan yang setimpal. (hlm. 334)
  10. Nggak ada gunanya mengharapkan sesuatu yang buruk untuk orang lain. (hlm. 334)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Cinta Akhir Pekan

Penulis                                 : Dadan Erlangga

Editor                                    : Husfani Putri

Desain sampul                   : Marcel A. W.

Layout                                  : Ayu Lestari

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 344 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-2298-8

8 thoughts on “REVIEW Cinta Akhir Pekan

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Aku tau buku Cinta Akhir Pekan karena waktu itu ada yg ngadain giveaway berhadiah buku ini. Terus aku liat reviewnya di goodreads, dan pas naca sih aku mikirnya ini pasti novel dewasa, dan nggak tertarik juga sih. Tapi pas baca review kak Luckty dan mikir2 lagi, nggak ada salahnya baca buku ini. Aku remaja yg lagi masa2nya penasaran sama hal ini itu, jadi mungkin buku ini bisa menyampaikan pesan moral yg baik bahwa aku harus berhati2 dengan hal2 duniawi yg menggoda tsb.

  3. Kisahnya tentang seorang perempuan, yang tidak aku sangka adalah penulisnya ternyata seorang laki-laki.

    Aku pikir :
    Kebohongan+kecerobohan = malapetaka

    Arlin arlin…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s