REVIEW Coppelia

WP_20151221_011

Ditolak rasanya nggak akan sesakit nungguin dia kok. Gimana kalau dia keburu bersama orang lain? (hlm. 77)

NEFERTITI. Dari namanya saja sudah terlihat aneh. Tapi justru keanehannya itu Oliver sudah menyukainya sejak kecil. Rumah mereka berdekatan. Otomatis, Oliver bisa memantau kegiatan Nefertiti dari kejauhan. Ya, hanya dari kejauhan. Tidak sekalipun ia berusaha menyapa Nefertiti. Begitupula dengan Nefertiti yang seolah hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Meski dia anak orang kaya dan orangtuanya sama-sama bergerak di bidang seni, sebagai anak tunggal merasa kesepian. Dia pun tidak punya teman, baik di sekolah maupun di rumah. Hanya saja, di dekat perumahan yang ia tinggali, di dekat situ ada sebuah perkampungan yang banyak anak bermain. Ketika Nefertiti mencoba bermain dengan mereka, dia tetap saja di bully, hanya satu yang mau jadi temannya; Mia, yang kata anak-anak lain bisa dikatakan bahwa dia tidak waras. Nefertiti yang aneh dan Mia yang tidak waras justru bersahabat.

Beberapa tahun kemudian, kehidupan Nefertiti dan Oliver sama-sama bertransformasi menjadi manusia yang sedang berjuang meraih cita-cita. Mereka sama-sama hijrah ke luar negeri. Bahkan sampai Jerman, Oliver mengejar Nefertiti tapi gadis itu sangat misterius, hilang bagai ditelan bumi. Nefertiti tidak memiiki akun sosmed apa pun. Teman-teman sekolah mereka pun tak banyak yang tahu karena memang saat masa sekolah, Nefertiti tidak memiliki teman, meski dia pintar dalam hal pelajaran dan balet, semua menganggapnya aneh macam Sadako; kurus, kecil, berambut panjang.

Nefertiti memang menghilang dari dunianya yang dulu. Kalau boleh memilih, di tempat yang dia pilih ini tidak ada satu pun yang mengenali masa lalunya. Santorini, itulah daerah pilihan Nefertiti. Saya sampai googling daerah ini karena di awal BAB memang diceritakan daerah ini indah. Dan…wow…Santorini pemukimannya seperti di surga!! Bisa cek info lengkap tentang daerah ini di WIKIPEDIA:

santorini

Ada hal menarik lainnya dari kisah Nefertiti ini, bukan hanya sekedar hubungan asmaranya dengan Oliver yang terpendam bertahun-tahun. Yang lebih pelik adalah hubungannya dengan orangtuanya, terutama dengan ibunya. Sejak kecil, Nefertiti merasa ibunya tak pernah menganggapnya ada. Nefertiti selalu berharap ibunya menoleh ke arahnya atas apa yang dia capai sedari kecil. Tapi, ibu seolah mengabaikannya, tak pernah ada ucapan manis yang keluar dari bibir ibunya untuknya. Sekalipun Nefertiti menjadi seorang penari balet seperti yang ibu inginkan. Orangtuanya memang berharap ada satu darah seni mengalir pada diri Nefertiti.

Kisah antara Nefertiti dan orangtuanya, terutama ibunya memang menguras emosi saat membacanya. Tanpa di sadari, banyak sekali orangtua yang merasa apa yang dilakukan mereka adalah selalu yang terbaik untuk anaknya. Dan sang anak terkadang menjadi tidak punya hak atas pilihan hidupnya sendiri. Ada banyak kejadian tak terduga yang akan kita baca dari halaman ke halaman berikutnya. Awalnya, saya tidak menyukai tokoh ibunya Nefertiti yang cenderung mengabaikan anaknya ini. Ternyata di seperempat cerita kita akan mengetahui alasan-alasan ibunya berbuat demikian. Kasihan sekali hidupnya yang terlihat sempurna di mata orang lain, ternyata hatinya rapuh, benar-benar rapuh.

Suka dengan settingnya, suka dengan jalan ceritanya. Dan nggak nyangka ini ditulis oleh orang Indonesia. Habis baca ini, saya jadi penasaran karya Novellina lainnya, Fantasy yang telah lebih dulu terbit. Tulisannya langsung bikin jatuh hati. Semoga suatu saat berjodoh membaca buku pertamanya!😉

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Ada perbedaan besar di satu kali kesempatan. (hlm. 28)
  2. Hanya ada satu orang yang sungguh-sungguh mencintai. (hlm. 77)
  3. Memori bekerja dengan sangat unik kan? Ada sesuatu yang tak pernah kita lupakan meski sudah terjadi puluhan tahun lalu. Tapi ada juga yang tak bisa kita ingat meski baru saja terjadi. (hlm. 86)
  4. Aku ingin kau menjadi dirimu sendiri. (hlm. 114)
  5. Luka karena kehilangan seseorang yang sangat kau cintai tak bisa begitu saja berkurang oleh waktu. Ada kalanya kau merasakan sakit yang beratus-ratus kali lipat. (hlm. 117)
  6. Nggak ada kata terlambat buat belajar. (hlm. 145)
  7. Cinta akan datang tepat pada waktunya. (hlm. 160)

Beberapa sindiran halus dalam buku ini:

  1. Apa yang membuatmu lari dari kehidupan? (hlm. 61)
  2. Berita buruk seperti penyakit. Manusia tidak memintanya, dia datang begitu saja. (hlm. 125)
  3. Orang nggak selalu perlu alasan untuk melakukan sesuatu buat orang lain, kan? (hlm. 152)
  4. Kebencian adalah ungkapan lain bahwa kita sangat mencintai orang itu. Namun untuk alasan tertentu, kita memilih membencinya. Hal itu masih lebih baik daripada menganggapnya tidak ada. (hlm. 163)
  5. Hanya orang yang pernah berkabung yang mengerti sakitnya orang lain yang juga berkabung. (hlm. 163)
  6. Wanita memang suka dengan kisah yang membuat mereka sedih, sekaligus menginspirasi mereka untuk jadi lebih kuat. (hlm. 186)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Coppelia

Penulis                                 : Novellina A.

Editor                                    : Ruth Priscilia Angelina

Cover                                    : Orkha Creative

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 192 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-1810-3

 

8 thoughts on “REVIEW Coppelia

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Ditolak rasanya nggak akan sesakit nungguin dia kok. Gimana kalau dia keburu bersama orang lain? (hlm. 77)
    nyesekkk bangettt

  3. Dari judulnya sampai baca reviewnya masih ga ngerti Coppelia itu apa… mungkin harus baca bukunya langsung hehe

    Btw kisah Nefertiti sama Oliver apa akan berakhir bersama?

  4. Apa dijelasin kak kenapa orang tuanya ngasih nama dia Nevertiti?
    Itu covernya unyu deh kayak cinderella2 gitu :3

  5. Tidak jarang memang orang tua yang berharap lebih pada anaknya tanpa mereka tahu lebih dahulu potensi apa yang ada pada anaknya. Padahal ini bisa jadi membuat anak stres, stres karena tidak bisa menyalurkan bakat dan potensi nya, serta stres harus melakukan keinginan orang tua yang tidak disukainya.
    .
    Kita dilahirkan di dunia berhak mempunyai mimpi yang harus diwujudkan. Namun, juga ada orang lain yang membangun mimpinya dengan lahirnya kita di dunia. Tinggal kita pilih, mimpi siapa yang pantas diwujudkan?

  6. Nefertiti, namanya jadi inget istri fir’aun. Baru banget ada tokoh utama bernama demikian.

    Kalo Oliver udah lama suka sama Nefertiti, lalu bagaimana sama Nefertiti? Apa punya perasaan yang sama?

    Ketemu dimana ya mereka berdua akhirnya? Apa Oliver bisa nemuin Nefertiti yang selama ini diikutinya bahkan sampe ke Jerman?

    Endingnya bagaimana ini ya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s