REVIEW Jake and Melly

WP_20151221_009

“Terkadang sesuatu yang dikubur terlalu rapat justru akan menyimpan bau yang lebih permanen. Yah, kalau kita mengibaratkan mantanmu dengan sesuatu yang sangat bau. Tapi kalau dibiarkan terbuka, lama-kelamaan baunya akan hilang. Dan kamu bisa mencari bau yang lain.” (hlm. 77)

Dulu, hidup Melly hampir sempurna. Karier menjanjikan. Tunangan ganteng dan menawan. Melly pun termasuk cantik dengan tubuh sempurna dan proporsional. Tinggi 160 senti dengan berat seimbang. Tidak terlalu kurus hingga menyerupai papan, tapi juga tidak menyimpan lemak berlebih di tempat-tempat tertentu. Perutnya rata dan kencang. Rambutnya yang sepanjang leher tampak hitam dan sehat, membingkai wajah yang mewarisi kecantikan mamanya. Ya, hidupnya memang mendekati sempurna. Hampir. Sebelum semuanya tiba-tiba menjadi lenyap tak berbekas.

Hubungan pernikahan seperti partner, dua orang di dalam satu perahu. Bahu membahu untuk tujuan yang sama. Pastinya harus setara dan sesuai dengan kodratnya. (hlm. 145)

Seharusnya Melly bisa hidup sempurna jika Ricky, tunangannya itu menikahinya. Takdir memang tidak bisa ditebak, ketika Melly mengalami musibah, Ricky bukannya membantu justru meninggalkannya. Hal ini sangat membuat Melly terpukul dan mencoba memulai hidup baru. Tidak hanya menjauhi Ricky, tapi juga menjauh dari kehidupannya, pekerjaannya, orangtuanya dan teman-temannya. Melly memulai hidup baru dengan berjualan kue online dan tinggal di apartemen seorang diri yang artinya dia jauh dari kehidupannya yang lama.

Dari BAB pertama, saya sudah kepincut banget ama tokoh Andrew yang merupakan adik dari Jake. Meski usianya baru mencapai 11 tahun, bakat playboy sudah mulai terlihat dari dirinya, menurun dari kakaknya yang memang tampan dan bikin meleleh sejak kemunculan pertama di buku ini, Jake tetangga apartemen Melly. Unyu banget tingkahnya, apalagi kalau urusan merayu Melly demi dibuatkan makanan olahan tangan Melly yang memang bikin nagih dan nagih.

Apa saja yang bikin meleleh dari Jake ini? Sifatnya yang cowok banget, salah satunya. Ketika mengetahui Melly terpuruk, dia berusaha tidak memasuki ruang hati pribadi Melly yang memang disimpan rapat-rapat, tapi berusaha menjadi teman atau sahabat bagi Melly untuk mau membagi kisah suka dukanya. Jake jugalah yang berusaha meyakinkan Melly bahwa jika hidup di bawah bayang-bayang masa lalu tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Misalnya, Jake mencoba meyakinkan Melly untuk mencoba berenang kembali karena Jake yakin ini adalah salah satu hobi Melly yang ditekuninya di masa lalu meski Melly mencoba berbohong dengan mengatakan bahwa dia tidak bisa berenang ketika setiap Jake mengajaknya berenang.

“Apakah kamu percaya padaku?”

“Cukup percaya sampai kamu mau memercayakan rahasiamu padaku?” (hlm. 109)

Meski tokoh yang disajikan hanya berpusat pada beberapa tokoh saja, kita mendapat gambaran jelas tentang kehidupan di buku yang dominannya hanya di apartemen Jake ataupun apartemen Melly, terutama kisah pilu Melly.

Pesan moral dari buku ini adalah bahwa kita harus bangkit dan jangan sampai terjebak dengan masa lalu. Menangisi masa lalu boleh-boleh saja, tapi bukan berarti masa lalu merobek masa depan dan menghancurkan segalanya. Oya, selain itu kita bisa merasakan bahwa yang dibutuhkan dari sebuah hubungan adalah pasangan yang tidak hanya di saat suka, tapi juga di saat duka juga :’) #PukPukMelly

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Gentleman bisa memperkenalkan sendiri. (hlm. 10)
  2. Apa menurutmu kamu tidak terlalu muda untuk punya pacar? (hlm. 12)
  3. Apa alasan perempuan menangis kalau bukan karena bertengkar dengan pacar? (hlm. 27)
  4. Kalau saat belanja pun kamu melamun, kamu benar-benar perlu liburan. (hlm. 48)
  5. Tidak semua pertunangan atau hubungan pacaran akan sampai ke pernikahan. (hlm. 57)
  6. Bagi seorang gadis, menyakitkan kalau menjalin hubungan istimewa dengan pria tanpa ada keinginan sama sekali dari si pria untuk menikahinya. (hlm. 159)
  7. Kenapa lelaki itu menjadi mantan kalau mereka saling mencintai? (hlm. 211)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Jake & Melly

Penulis                                 : Anna Anderson

Desain cover                      : Marcel A. W.

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Agustus 2015

Tebal                                     : 248 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-1674-1

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-98775/novel-fiksi-cerpen/amore-jake-melly.html

 

8 thoughts on “REVIEW Jake and Melly

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Wah penasaran nih sama kejadian apa yang dialami Melly sampai kaya gitu. Emang yg namanya hidup ya, ditinggal Ricky malah dapat Jake yang lebih baik. Sukaaa! >·<

  3. Emang Melly mengalami musibah apa kak sampe ditinggalin tunangannya gitu?
    Ternyata playboy2, si Jake peduli juga ya sama Melly, mau ngebantu dia untuk bangkit lagi. Jadi penasaran sama kisah mereka berdua :3

  4. Emang Melly mengalami musibah apa kak sampe ditinggalin tunangannya gitu?
    Ternyata playboy2, si Jake peduli juga ya sama Melly, mau ngebantu dia untuk bangkit lagi. Jadi penasaran sama kisah mereka berdua.

  5. “Dari BAB pertama, saya sudah kepincut banget ama tokoh Andrew yang merupakan adik dari Jake. Meski usianya baru mencapai 11 tahun, bakat playboy sudah mulai terlihat dari dirinya, menurun dari kakaknya yang memang tampan dan bikin meleleh”

    Berarti Mbak Luckty suka cowok playboy ya? Wuih selera yang unik nih.

  6. Ricky pengennya pas seneng-seneng doang, pas susah ditinggalin. Itu mah ngga cinta namanya, cuma numpang hidup bahagia. Ga kebayang gimana kalo udah nikah, musibah dikit yang ada minta cerai -_-

    Kalo judulnya jadi Jake and Jelly lucu ya ka, sama-sama punya inisial yang sama😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s