REVIEW Episode Para Lajang

 Episode Para Lajang
Bagaimana kamu bisa berkeinginan memacari seseorang tanpa rasa suka? (hlm. 81)

Bagaimana dia bisa tahu dialah yang kau maksud jika kau menuliskan itu di timeline-mu dan bukan timeline-nya? (hlm. 97-98)

Ada beberapa alasan tertarik membeli buku ini. Pertama judulnya yang #PLAKK bin #JLEBB. Kedua, nama penulisnya lumayan terkenal dan ini kali kedua membaca karyanya. Ketiga, buku ini beli pas diskon 50% di sebuah toko buku online. Paket komplit kan?😀

LAJANG. Bahasan yang menarik. Segaris dengan kata LDR, MANTAN atau MOVE ON. Yup, empat kata tersebut tak pernah habis untuk dibahas.

Buku ini merupakan kumpulan cerpen dengan mengambil benang merah yang sama, apalagi kalau bukan LAJANG. Ada banyak kenapa orang memilih lajang. Orang yang hidup melajang bukan berarti tidak bahagia dibandingkan yang punya pasangan.

Kenapa saya betah melajang? Karena saya merasa lebih bebas. Etapi bukan berarti ingin melajang selamanya, akan ada masanya akan mengakhiri masa lajang. Ketika teman-teman sudah mulai meninggalkan masa lajang, saya masih betah, gyahaha…😀

Single give you space to grow. Sometimes it’s harder to grow when you are too close to someone. Trees are planted far apart so they can spread their branches and become strong as they mature. Single means that sometimes you will wonder why you will bite your lips and feel wistful and wonder if marriage is better. Single is realizing that being married is not necessarily better, it is merely different. (hlm. 107)

Para lajang di kumpulan cerpen ini sangat beragam. Ada dua belas cerpen. Yang paling favorit tentunya yang menjadi judul kumcer ini, Kisah Lajang #6 – Episode Para Lajang. Banyak filosofi hidup yang bisa kita dapatkan lewat cerpen ini. Bisa kita renungkan dan bakal berpikir; “Iya juga ya?!”😀

Kemudian di Kisah Lajang #3: the IDEAL man, kisah si Vero ini pokoknya saya banget. Vero bisa tahan hidup tanpa cowok dan shopping, tapi menjauhkannya dari laptop dan internet bisa membunuhnya dalam hitungan menit. #TossAmaVero

Cerpen yang paling unik adalah Kisah Lajang #9 dan #10. Untuk Kisah Lajang #1 & #12 memang cocok sebagai pembuka dan penutup kumcer ini.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jodoh kan tidak bisa dipaksa. (hlm. 14)
  2. Dalam hidup kita yang singkat –serta penuh jebakan Batman- apa sih yang dicari orang jika bukan kebahagiaan? (hlm. 54)
  3. Loser labels as experts and attempt to conquer the world in one shot. (hlm. 67)
  4. Menikah bukan kontrak perjanjian, melainkan persembahan diri tanpa syarat. (hlm. 119)

Banyak banget sindiran halus dalam buku ini:

  1. Ada yang bilang sahabat dan saudara perempuan ditakdirkan untuk saling menyiksa atau mempermalukan. (hlm. 13)
  2. Siapa sih yang tidak ingin menikah dan memiliki keluarga sendiri? (hlm. 16)
  3. Kamu ini laki-laki macam apa sih? Jelas-jelas badan kamu lebih gede daripada saya, masa segitu doang minta dibantu? (hlm. 18)
  4. Sedikit sekali pria dan wanita yang bersahabat bisa mempertahankan perasaan mereka seperti itu. (hlm. 25)
  5. Justru dalam masa penjajakanlah kitaa harus mengetahui sebanyak-banyaknya karakter pasangan supaya yakin betul dia jodoh kita atau bukan. (hlm. 55)
  6. Umumnya orang-orang yang berkutat dengan gadget cuek terhadap sekeliling kecuali nyawa mereka terancam. (68)
  7. Dongeng tentang pangeran tampan yang jatuh cinta pada gadis buruk rupa kan ada. (hlm. 76)
  8. Meski dikelilingi keluarga atau sahabat yang mencintaimu, kau juga butuh cinta dari lawan jenis, kan? (hlm. 109)
  9. Buat yang menikah, jadilah istri yang bahagia. Buat yang hidup single, jadilah jomblo yang bahagia. (hlm. 112)
  10. Menikah bukan berarti mempertaruhkan seumur hidupmya dengan mahluk sok dari Mars. (hlm. 113)
  11. Menikah mungkin semacam tradisi semata  di masyarakat, yang dilakukan hanya karena sembilan puluh persen populasi dunia menjalaninya. (hlm. 114)
  12. Suami atau istri tidak bisa kita campakkan dalam sekejap hanya gara-gara bertengkar soal keran air yang bocor atau hal sepele lainnya. (hlm. 118)
  13. Wah, belum berjuang sudah menyerah. Padahal perjuangan itu separuh kemenangan. (hlm. 128)
  14. Untuk apa sih memajang wajah-wajah yang sudah cukup sering kau lihat di dunia nyata? (hlm. 175)
  15. Perawan tua di mana-mana sama, sok kuasa. (hlm. 179)
  16. Cantik sih cantik, tapi tabiatnya jelek. (hlm. 180)

Keterangan Buku:

Judul                    : Episode Para Lajang

Penulis                 : Shandy Tan

Cover                    : Marcell A.W.

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : 2014

Tebal                     : 224 hlm.

ISBN                      : 978-602-03-0762-6

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-86488/metropop-episode-para-lajang.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s