REVIEW Green for Life: Tantangan 30 Hari Smoothie Hijau

WP_20151026_005

“Kita hanya sebutir debu di bumi.” (hlm. 86)

Tujuan utama konsumsi serat ialah pembuangan. Tanpa serat, pembuangan yang komplet hampir tidak mungkin terjadi. Tubuh manusia dirancang dengan ajaib sehingga hampir semua racun dari setiap bagian tubuh, termasuk jutaan sel mati, berakhir setiap hari dalam sistem pembuangan manusia –usus besar. Usus besar dijali sampah yang penuh dengan racun yang membuat kita memandangnya dengan jijik, tidak berani menyentuhnya. Agar bisa membuang semua ini, tubuh kita perlu serat.

Serat tak larut terutama ditemukan dalam sayuran hijau, kulit buah, kacang-kacangan, biji-bijian, buncis dan sekam dari padi-padian. Sistem eliminasinya sangat kompleks dan sudah disempurnakan oleh alam pada setiap gerakan.

Pernahkah kita heran mengapa orang suka menggunakan spons di dapur? Kita tidak pernah menggunakan sesuatu yang halus, seperti kertas atau plastik, untuk mengelap meja dapur yang kotor agar menjadi bersih. Spons itu berserat sehingga memudahkan tugas bersih-bersih dengan meyerap kotoran. Begitu juga serat tak larut; serat mengambil racun dan membawanya keluar dari tubuh. Serat tak larut lebih baik daripada spons yang lain karena bisa membawa racun lebih banyak dibanding ukurannya sendiri. Kita bisa menyebutnya spons ajaib untuk tubuh kita.

Kalau kita tidak mengonsumsi serat, sampah beracun akan menumpuk dalam tubuh. Tubuh kita dibangun dengan cara yang ajaib sehingga seluruh zat beracun (toksin) diarahkan menuju sistem pembuangan. Begitulah sistem pembuangan tubuh manusia. Perlu dipahami bahwa kita harus membuang beberapa kilogram toksin secara teratur.

Dari mana toksin berasal? Toksin berasal dari debu dan zat mineral asbes yang masuk ke tubuh saat kita menghirup udara, dari makanan yang tidak dicerna, logam berat yang tertelan, dan dari pestisida. Namun, banyak juga toksin yang berasal dari sel mati dalam tubuh kita. Karena tahu bahwa sel sangat kecil, kita cenderung berpikir sel tidak dapat memperbanyak sampah dalam tubuh kita.

Ibarat seseorang yang tidak membersihkan tanpa spons, tubuh manusia tidak dapat membuang sampah tanpa serat. Tubuh manusia tidak kenal menyerah, tetapi karena tidak ada serat, yang terjadi pertama-tama ialah kulit kita akan mengambil alih ‘pekerjaan’ pembuangan. Hasilnya, kulit menjadi kasar dan tidak rata.

Ketika usus macet, tubuh mencoba mengeluarkan lebih banyak lendir melalui mata, hidung, serta tenggorokan, dan kita berkeringat lebih banyak lagi. Dengan mengonsumsi serat tak larut dalam jumlah cukup, kita membuka kunci untuk menghilangkan racun dari tubuh secara mudah dan normal.

“Lihat tubuh ini! Ini sebuah karya seni. Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi. Semua telah dicetak dengan sempurna.” (Dr. Bernard Jensen)

Menurut http://jussehat.com, Di indonesia istilah smoothie tidak sepopuler jus, entah karena namanya berbau bahasa asing sehingga lidah kita susah menyebutkan. Juice mulai terkenal pada awal tahun 1990 dan menjadi semakin populer karena minuman segar ini bisa ditemukan di warung pinggir jalan, cafe atau mal besar.

Sejatinya jus adalah cairan murni yang dihasilkan dari proses pemerasan buah / sayur. Untuk menghasilkan sari buah tersebut, kita bisa memeras secara langsung tanpa menggunakan alat khusus. Tentu pekerjaan yang tidak mudah dan membutuhkan waktu serta tenaga lebih. Oleh karena itulah, ada alat khusus untuk mengambil sari buah secara mudah yaitu juice extractor. Ada lagi juicer, alat ini memiliki fungsi hampir sama dengan juice extractor hanya saja mesin di dalamnya cenderung lebih kecil dari segi kekuatan untuk menghancurkan bahan buah atau pun sayuran.

Sedangkan smoothie adalah bubur buah/sayur, artinya semua bahan dimasukkan ke dalam blender kemudian proses hingga halus. Merasa familiar dengan cara tersebut? Ya! Jus buah atau sayur yang selama ini anda nikmati sebenarnya smoothie. Lihat saja ciri-cirinya : tekstur kental, creamy dan membuat perut kenyang.

“Ketika seseorang memberikan perhatian pada semuanya, bahkan sebilah rumput, dunia ini akan menjadi misterius, mengagumkan, ajaib, indahnya tak terlukiskan.” (hlm. 92)

Di BAB #14 dijelaskan tentang KEKUATAN PENYEMBUH DARI KLOROFIL. Klorofil sama pentingnya dengan sinar matahari. Tidak mungkin ada kehidupan tanpa sinar matahari dan tidak mungkin ada kehidupan tanpa klorofil. Klorofil adalah energi matahari berbentuk cair. Mengonsumsi sebanyak mungkin klorofil seperti memandikan organ dalam kita di bawah sinar matahari.

Molekul klorofil sangat mirip dengan molekul heme (komponen pembentuk hemoglobin) dalam darah manusia. Klorofil merawat tubuh kita seperti ibu yang penuh perhatian dan cinta. Klorofil menyembuhkan dan membersihkan organ-organ tubuh, bahkan menghancurkan banyak musuh internal kita, seperti bakteri patogenik, jamur dan sel kanker.

Sejak zaman dahulu, klorofil telah menjadi penyembuh yang ajaib. Klorofil membawa oksigen dalam jumlah yang cukup, kemudian berperan mendukung bakteri aerobik. Oleh karena itu, semakin banyak klorofil yang kita konsumsi, semakin baik kondisi flora usus dan juga kesehatan kita secara menyeluruh. Mengingat sayuran hijau adalah sumber utama klorofil, sulit menemukan cara yang lebih baik untuk mengonsumsi klorofil daripada minum smoothie hijau.

Selama ini saya minum suatu produk klorofil, dan terbukti memang membantu stamina tubuh. Tidak perlu mengonsumsi vitamain atau obat-obatan merek lainnya. Cukup klorofil saja, yang satu slokinya diibaratkan dengan 500 gram sayuran yang artinya jika kita meminumnya setiap hari, bisa menjadi pengganti serat sayuran yang masuk dalam tubuh kita. Dan alhamdulillah saya jarang sakit. Mungkin banyak yang heran, dari zaman sekolah sampai sekarang kerja di sekolah, selalu dengan aktivitas seabrek tapi jarang banget sakit. Bahkan sering juga ada yang nanya, kapan saya tidurnya. Alhamdulillah, mungkin ini berkat rutin minum klorofil😉

Jujur, tahun lalu saya tertarik sekali dengan smoothie tapi belum pernah mencobanya. Bukan sekedar tren atau gaya hidup semata seperti yang dilakukan kebanyakan orang sekarang ini, tapi lebih kepada manfaatnya. Siapa sangka ketika Bentang mengajak kerjasama dan setiap bloghost boleh memilih tiga buku bebas, salah satunya saya memilih buku ini karena memang tertarik dengan judulnya; tentang smoothie. Salah satu resolusi saya tahun ini adalah pengen rajin minum ala smoothie. Semoga resep smoothie dalam buku ini bisa diwujudkan. Caranya, musti nabung buat beli blender/ juicer khusus untuk program smoothie ini😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Green for Life: Tantangan 30 Hari Smoothie Hijau

Penulis                                 : Victoria Boutenko

Penerjemah                       : Ade Kumalasari

Penyunting                         : Eka Saputra

Perancang sampul           : Bara Umar Birru

Ilustrasi isi                           : Fransisca Ayu Hapsari

Pemeriksa aksara             : Pritameani & Akhmad Zulkarnain

Penata aksara                    : gabriel_sih

Penerbit                              : Bentang

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 218 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1246-47-4

PicsArt_16_10_2015 18_14_41 PicsArt_16_10_2015 18_15_58

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-99021/green-for-life.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s