REVIEW SeoulMate

seoulmate

“Aku benci hujan.”

“Aku suka hujan.”

“Kau benar-benar ingin bertengkar denganku?”

“Hujan untuk mengingatmu. Aku perlu sesuatu untuk mengingatmu. Setiap ada hujan, aku akan mengingatmu, karena kamu benci hujan. Dan kamu, di tengah kebencianmu, kamu akan mengingatku.” (hlm. 91)

Sebagai seorang guide, Sun merasa harus menyiapkan diri untuk memberikan segala informasi yang diperlukan oleh tamu mancanegaranya, sehingga para turis bisa merasakan kehidupan Korea layaknya penduduk aslinya.

Meski ia bukan guide profesional, Sun tetap melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Ia suka bertemu banyak orang dari berbagai negara, terlebih Indonesia, negara yang sedang ia pelajari bahasanya.

Hampir tiga tahun ini dia berhasil membiayai kuliahnya sendiri tanpa melibatkan orangtuanya. Berbagai pekerjaan sampingan ia lakukan, termasuk mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak TK dan SD. Ia bersyukur memiliki kemampuan mencerna bahasa Inggris yang lebih baik dibandingkan teman-teman seumurannya.

Sayang, sifatnya yang tempramen membuat ia susah bertahan dan mendapatkan pekerjaan tetap. Beberapa minggu lalu ia kehilangan pekerjaan terakhirnya dan menunggak sewa apartemen.

Kisah Sun ini terdengar biasa-biasa saja, hingga tibalah kita di BAB 2. Kita bisa merasakan bahwa novel ini berbeda. Meski banyak hantu yang berseliweran, tapi tak menyeramkan apalagi membuat bulu kuduk berdiri. Malah bisa dikatakan kocak dan hantunya cenderung unyu x)

Adegan unyu bisa kita baca di halaman 96, 97, 103 dan 173 bagaimana hubungan antara Sun dan Jang. Benci-benci cinta gitu deh…😀

Beberapa selipan kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Siapa yang tidak butuh uang? (hlm. 83)
  2. Kenapa? Tidak suka? Merasa cowok jadi tidak suka drama? (hlm. 96)
  3. Hantu hampir tidak pernah sakit. (hlm. 123)
  4. Cewek galak justru akan menjadi diam jika sedang jatuh cinta dan tidak berkoar ke sana kemari. (hlm. 191)
  5. Kehidupan itu sungguh aneh. (hlm. 193)
  6. Aku tidak mau berfoto dengan orang yang tidak aku kenal. (hlm. 211)
  7. Itu sebabnya hatimu hitam sekali, dasar orang kaku! (hlm. 211)

Ternyata SeoulMate yang menjadi judul dalam novel ini merupakan sebuah organisasi. SeoulMate tidak mengenal kata budak. Soul dan mate setara, ada pada kedudukan yang sama, seperti sepasang kekasih, pria dan wanita. Tugas mate adalah menjaga soul. Hantu bukanlah mahluk bumi, mereka tidak punya energi yang cukup jika mereka tidak memakan nyawa manusia. Bisa dibilang, soul adalah hantu vegetarian. Saat melakukan proposal, soul butuh energi lebih banyak dari biasanya. Energi para mate-lah yang diserap. Arwah orang yang sudah meninggal akan menjadi hantu gentayangan jika mereka memiliki urusan tertinggal yang harus diselesaikan. Sama seperti manusia, hantu juga perlu energi. Mereka tidak akan bisa selamanya di bumi jika tidak ada energi. Meski urusan tertinggal inilah yang menyebabkan mereka tertahan di bumi, namun tanpa energi mereka akan masuk ke ruang hampa dan tidak bisa keluar sebelumnya.

“Jika semua permasalahan di dunia sudah selesai, mereka akan pergi menuju cahaya, sebuah tempat bagi para hantu. Sayangnya, banyak hantu yang tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan permasalahan mereka. Namun terkadang, meski mereka tahu, mereka juga tidak mau menyelesaikannya dan memilih tinggal di bumi.” (hlm. 34)

Meski ini berkisar tentang hantu, ceritanya malah unyu, terlihat dari covernya yang juga unyu. Banyak pengetahuan seputar Korea, di halaman akhir diselipkan glosarium bahasa Korea. Ada juga selipan istilah SeoulMate. Oya, ternyata tokoh Arang dalam novel ini ada dalam legenda Korea. Arang merupakan tokoh dalam cerita rakyat Miryang, Korea. Mengisahkan tentang seorang putri pejabat di Miryang pada zaman Joseon yang menjadi arwah gentayangan setelah diperkosa dan dibunuh. Memang patut diacungi jempol  untuk penulisnya yang matang tentang budaya Korea.

Novel ini merupakan buku pertama yang diterbitkan oleh Penerbit Haru di tahun 2011. Dan menjadi tonggak bahwa penerbit ini memiliki ciri khas menerbitkan buku-buku lokal rasa Korea dan Jepang serta novel terjemahan dari dua negara tersebut. Sekarang juga merambah ke terjemahan bahasa Mandarin.

Ehem, ada trivia tentang penulisnya di halaman 196. Ada juga trivia tentang serial Winter Sonata di halaman 165, tontonan jaman-jaman sekolah x)

Keterangan Buku:

Judul                                     : SeoulMate

Penulis                                 : Lia Indra Andriana

Penyunting                         : O Lydia Panduwinata

Desain & ilustrasi cover: Tom Kuu

Layout Designer                               : Tom Kuu

Penerbit                              : Penerbit Haru

Terbit                                    : Februari 2012 (Cetakan Keempat)

Tebal                                     : 300 hlm.

ISBN                                      : 978-602-98325-0-1

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-57220/seoulmate.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s