REVIEW Meet Lame

WP_20160123_027[1]

Nggak terhitung berapa banyak eksperimen sosial dan jumlah hati yang dikorbankan demi kesimpulan dengan kebenaran mutlak: cowok memang pada dasarnya nggak peka. (hlm. 187)

JANIEL WIRATAMA. Sejak zaman sekolah sudah memesona tokoh utama perempuan dalam buku ini. Cowok itu terlalu sibuk menjalin hubungan dengan sederet cewek-cewek di sekolah; anak eskul modern dance, model majalah remaja, dll. Kalau menggunakan teknik survei, bisa disimpulkan bahwa tipe Janiel itu nggak hanya sekedar cantik, tapi juga berprestasi. Tipe yang jelas jauh dari si tokoh utama perempuan dalam buku ini.

DANIEL KELVIN VINCENSIUS. Tante Sharon dan Om Rojak adalah tetangga terbaik sepanjang masa bagi tokoh utama perempuan dalam buku ini. Mereka tinggal harmonis sebagai tetangga selama tujuh tahun sebelum Om Rojak membawa seluruh keluarganya pindah ke Singapura. Di sana, Om Rojak dipromosikan sebagai pimpinan cabang perusahaannya. Daniel, adalah anak dari Tante Sharon dan Om Rojak. Sebagai tetangga, dulunya mereka berteman akrab. Hingga Daniel pergi ke Singapura hampir lebih dua tahun tanpa memberi kabar.

Jika di buku-buku sebelumnya, tokoh perempuan yang ditulis Abang Ino selalu tipikal perempuan dengan bodi sempurna dan karir gemilang, kali ini berbeda. Tokoh perempuan di buku ini dideskripsikan bertubuh besar, pekerjaannya pun hanya dengan pendapatan rata-rata saja. Tokoh yang sampai akhir cerita tidak disebutkan namanya ini, bekerja sebagai pemilik sebuah olshop di facebook. Ada beberapa selipan seputaran dunia olshop, seperti harus tetap ramah meski customer rewel. Ngakak, ada beberapa selipan nama alay pengguna facebook yang merupakan para calon pembeli di olshop; Sartika Bieber, Renny T’ Maw Dimaduwww, Yasmin KenapaSaiiaClaluwDichakitti, dll x))

Kejadian Janiel di halaman 17-19 tentang membawa komik ke sekolah dan meminjamkannya ke teman-temannya plus sering kerepotan jika ada razia mendadak di sekolah, saya jadi inget zaman sekolah. Jika Janiel menyusun rapi komik-komiknya di dalam penyangga bendera sebisa mungkin nggak terlalu tinggi supaya saat bendera dipancangkan lagi ke lubang di sisi atas penyangga agar bisa tetap berdiri dengan tegak selama razia berlangsung, kalo saya biasanya akan membungkus buku-buku yang dibawa dan memasukkannya ke tong sampah kelas, di jamin aman! X))

Dibandingkan dengan buku-buku Abang Ino lainnya, buku ini sedikit aman. Adegan yang mengandung ginko biloba lumayan dikit, itu pun nggak sampe bikin kipas-kipas kok x))

Dua cowok dalam buku ini yang memiliki nama hampir mirip; Janiel ama Daniel. Saya sih pilih Janiel!😉 #KarunginJaniel

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Sesama temen kan harus saling membantu. (hlm. 104)
  2. Cinta bukan sekedar perasaan, ada tanggung jawab yang menyertainya. (hlm. 209)
  3. Jalani saja hidup ini baik-baik, selalu berusaha menghindari kemungkinan merugikan orang lain. (hlm. 217)
  4. Dan ketika cowok benar-benar sedang jatuh cinta, tak seorang pun bisa menghentikannya. (hlm. 240)
  5. Kalau ada masalah, cerita aja. (hlm. 259)
  6. Saat sedang jatuh cinta, hal-hal kecil jadi terasa istimewa. (hlm. 265)
  7. Ada yang bilang, saat sedang jatuh cinta pada dua orang, sebaiknya memilih yang terakhir. (hlm. 278)
  8. Hanya orang yang sungguh-sungguh mencintai sampai takut kehilangan yang mungkin untuk merasa cemburu. (hlm. 282)

Banyak juga kalimat selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Apa sih yang nggak bisa dibereskan dengan aplikasi edit foto online? (hlm. 6)
  2. Mungkin karena hobi kekanak-kanakan ini yang bikin kamu belum nikah sampai sekarang. (hlm. 19)
  3. Udah deh, jangan mikir yang aneh-aneh. (hlm. 30)
  4. Dengan atau tanpa basa-basi, bukannya toh endingnya bakal sama aja? Lo tetap harus bilang apa yang lo mau sebenarnya. (hlm. 35)
  5. Jangan suka ngerendahin diri kayak gitu ah. (hlm. 56)
  6. Nggak baik ah menghambur-hamburkan uang untuk hal nggak penting. (hlm. 67)
  7. Cewek nggak boleh agresif, entar dikira gampangan. (hlm. 73)
  8. Hanya lemah jenuh yang bisa mengurangi rasa perih perasaan. (hlm. 84)
  9. Nggak ada yang lebih buruk daripada patah hati dan kesepian di rumah di saat yang bersamaan. (hlm. 89)
  10. Obat sakit memang sakit. (hlm. 91)
  11. Masih belum pensiun jadi sarkas? (hlm. 100)
  12. Sudah bukan rahasia lagi, kalau cowok dicurigai selingkuh, kecil kemungkinan pacarnya akan datang ke cowok itu dan konfrontasi langsung. (hlm. 108)
  13. Cewek semanis gula jawa pun bisa jadi segalak anjing beranak kalo urusannya adalah memperjuangkan hak atas kekasihnya. (hlm. 109)
  14. Nggak ada yang lebih menakutkan dari cewek yang cemburu. Di saat seperti itu, semua emosi negatif berkumpul dan bisa mendorong untuk melakukan hal-hal di luar dugaan. (hlm. 160)
  15. Sekali-kali, jujur kek sama perasaan sendiri. (hlm. 173)
  16. Kadang-kadang, daripada memaksakan diri untuk terus bertahan, lebih baik udahan aja. Mumpung masih sama-sama cinta. Mumpung belum ada keinginan untuk saling menyakiti. (hlm. 184)
  17. Bercanda jangan kelewatan deh. (hlm. 190)
  18. Percaya atau nggak, itu hak kamu sepenuhnya. (hlm. 194)
  19. Berbohong tentang perasaan sendiri memang gampang, tapi konsekuensinya nggak enak banget. (hlm. 195)
  20. Cinta adalah permainan yang rumit. Sekali terlibat, kau akan takut untuk kehilangan. (hlm. 196)
  21. Kamu cute kalau lagi nggak mau kalah. (hlm. 205)
  22. Orang yang punya waktu untuk ikut ribut dengan masalah orang lain, sebenarnya sedang menghindari keharusan mengurusi masalah diri sendiri. (hlm. 217)
  23. Nggak bisakah kita fokus ke hal yang lebih penting? (hlm. 260)
  24. Jangan pernah berpikir untuk bertarung seorang diri. (hlm. 263)
  25. Pasti ada udang dibalik rempeyek deh! (hlm. 281)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Meet Lame

Penulis                                                 : Christian Simamora

Editor                                                    : Prisca Primasari

Designer sampul                              : Dwi Anissa Anindhika

Penata letak                                       : Gita Mariana

Ilustrasi isi                                           : Mailoor

Penerbit                                              : TWIGORA

Terbit                                                    : 2015

Tebal                                                     : 296 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-70362-3-9

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-99909/meet-lame.html

One thought on “REVIEW Meet Lame

  1. Pingback: [BLOGTOUR] REVIEW Tiger On My Bed | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s