REVIEW Yummy Tummy Marriage

yummy

Kalau kamu menikahi orang yang tepat, kamu sudah pasti akan mendapatkan kebahagiaanmu sampai 90%, tetapi kalau kamu menikahi orang yang salah, kebahagiaanmu akan hilang 90%. (hlm. 3-4)

Banyak perempuan mampu menjelaskan dengan cepat dan detail pernikahan impian mereka yang ribetnya ngalahin persiapan pemilu presiden. Bahkan, mereka mampu melakukan ini sejak mereka masih sangat belia dan belum punya pacar.

Pesta pernikahan impian Gina sebetulnya nggak seribet pernikahan Kate Middleton dan Prince William. Gina cuma ingin menikah di sebuah pantai di salah satu sudut Pulau Bali. Dekorasinya serba-turquise sehingga pestanya seolah menyatu dengan laut dan langit. Dalam pesta itu, Gina akan mengenakan gaun putih yang simpel dengan riasan wajah yang ringan. Suasananya hangat dan menyenangkan karena tamu yang hadir hanya keluarga dan teman-teman terdekat. Simpel, kan?

Sayangnya, pernikahan impian yang sudah Gina rencanakan dengan rapi selama bertahun-tahun harus dikuburnya dalam-dalam. Idenya untuk menyelenggarakan private wedding ditolak mentah-mentah oleh orangtuanya. Mereka bilang bahwa ada banyak sekali orang yang ingin mereka undang.

Maka, enggak ada pesta di Bali, adanya ballroom hotel di pusat kota Jakarta. Enggak ada gaul simplel, adanya pakaian adat yang beratnya sama kayak tabung gas. Enggak ada riasan wajah yang ringan, adanya riasan yang lebih tebal dari kulit badak. Enggak ada suasana hangat, adanya ribuan tamu undangan yang enggak Gina kenal sama sekali. Andaikan sepuluh persen saja dari mereka adalah wedding crasher yang cuma mau numpang makan gratis pun, Gina enggak akan tahu.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Paling penting dalam sebuah pernikahan bukanlah pestanya, melainkan dengan siapa kita menikah. (hlm. 3)
  2. Kamu nggak akan pernah break dari kerjaan kamu kalau kamu sendiri enggak bisa dibatasin. (hlm. 25)
  3. Jangan pernah menunda kewajiban kalau enggak pengin haknya ditunda juga. (hlm. 27)
  4. Saat kita sedang membereskan barang, biasanya waktu kita justru paling banyak terambil untuk main-main dengan barang-barang lama yang sebelumnya kita bahkan sudah enggak ingat. (hlm. 33)
  5. Bukan berarti harus dibeli kalau kamu enggak butuh. (hlm. 60)
  6. 6.       Life is a hard. It’s even harder when you have to argue with a woman. (hlm. 85)
  7. 7.       Woman say’s a big hug is what they need when they’re crying. (hlm. 95)
  8. Kita nggak akan bisa benar-benar mengerti yang dirasakan seseorang sebelum kita ada di posisinya. (hlm. 154)
  9. Cinta itu harus sesuatu yang harus tetap dijaga, seperti tanaman. Harus dipupuk terus dengan baik. Bukan banyak, tapi jarang. Hal-hal kecil yang rutin kita lakukan untuk menjaga cinta kita yang akan membuatnya bertahan. (hlm. 173)
  10. 10.   Relationship is about give and take. (hlm. 186)
  11. Masalah nggak selesai kalau kamu cuma bilang terserah. (hlm. 198)

Banyak juga selipan sindiran halusnya:

  1. Gimana wanita nggak konsumtif kalau majalahnya saja isinya iklan semua. (hlm. 5)
  2. Diskriminasi di kalangan cewek kadang memang kejam. (hlm. 6)
  3. Women are manipulate. Mereka merias wajahnya sedemikian rupa setiap hari sampai orang lain nggak tahu muka aslinya seperti apa. Enggak heran banyak pria merasa terjebak stelah menikah. (hlm. 7)
  4. Harusnya romantisme jadi salah satu mata kuliah wajib buat para pria enggak ndableg-ndableg banget dan mengerti cara menyenangkan pasangannya! (hlm. 21)
  5. Dasar wanita, enggak ngerti menikmati liburan. (hlm. 38)
  6. Wanita itu sering malu-malu kucing. Sok-sok protes kalo digombali, padahal dalam hatinya pasti teriak-teriak, “Lagi! Lagi! Lagi!” (hlm. 39)
  7. Kadang ibu mertua itu lebih kejam daripada ibu kota. (hlm. 47)
  8. Heran sama perempuan, udah sering skip sarapan, makan malam kadang juga di –skip. Lambungnya pada seged-gede upil kali ya. Kok, enggak ada lapar-laparnya. (hlm. 48)
  9. Jangan salahkan istri, salahkan big sale akhir tahun yang memang selalu mampu membuat istri mana pun kalap. (hlm. 59)
  10. Buat apa punya credit card kalau enggak boleh utang? (hlm. 78)
  11. Pusing ngomong sama perempuan. Kalau sudah marah, pasti semua yang diomongin salah. (hlm. 85)
  12. Setiap kali perempuan cemburu, pasti langsung dianggap insecure. (hlm. 102)
  13. Stress itu mampu mengganggu hormon reproduksi. (hlm. 119)
  14. Kenapa, sih, wanita enggak pernah mengerti serunya main game? (hlm. 125)
  15. Dasar wanita, hobi banget kayaknya beli barang-barang yang mereka enggak akan pakai. (hlm. 127)
  16. Apa hubungannya baju hitam sama gendutan? (hlm. 128)
  17. Bukannya tujuan utama manusia mengenakan baju adalah melindungi tubuh dari cuaca yang ada. Kalau enggak nyaman, ya, percuma dong. (hlm. 129)
  18. Untuk mendapatkan seorang pria, para wanita enggak cuma bersaing dengan sesama wanita, tapi juga sesama pria. (hlm. 143)
  19. Emang sekolah negeri enggak bagus? (hlm. 151)
  20. Dasar laki-laki, gampang banget ditaklukkin! (hlm. 156)
  21. Kesalahan semua laki-laki dijadikan kesalahan semua laki-laki. (hlm. 163)
  22. Hal romantis yang dilakukan terlalu sering akan membuat efek magis romantismenya hilang. (hlm. 181)
  23. Kenapa, sih, wanita senang banget pakai baju-baju kembaran? Norak, tahu? (hlm. 185)
  24. Emangnya perlu momen khusu untuk nunjukin rasa cinta ke kamu? (hlm. 189)
  25. Bukankah pria bersuami itu lebih menantang bagi wanita? (hlm. 204)
  26. Yang pakai cincin saja kada digoda habis-habisan, apalagi yang enggak pakai cincin? Bisa-bisa langsung digeret ke KUA. (hlm. 204)
  27. Kenapa, sih, wanita suka bikin ribet hal-hal yang simpel. (hlm. 256)

Banyak juga selipan resep masakan yang ada di halaman 16, 38, 73, 83, 92, 106, 116, 125, 134, 146, 158, 173, 177, 188, 205, 210 dan 236. Resepnya gampang-gampang loh, bisa dipraktekkan di rumah😀

Mengupas carut marut kehidupan rumah tangga. Menikah memang tak seindah yang dibayangkan. Ketika dua insan manusia menikah, barulah segala hal kecil dari kebiasaan suka kentut sampai masalah genting seperti kebiasaan belanja yang impulsif hingga bikin tagihan kartu kredit membengkak.

Bara dan Gina bukanlah pribadi yang sempuran, juga bukan pasangan yang sempurna. Tapi ketika menikah, mereka saling melengkapi dari kekurangan masing-masing. Suka ama karakter keduanya. Gina, meski cewek ini boros banget soal belanja tapi sebetulnya nggak masalah sih selama itu uang dia sendiri, manusia di saat bekerja keras memang boleh banget menikmati hasil dari jernih payahnya itu, tapi ya jangan sampai kebablasan sampe tiga kartu kredit jebol. Saya sendiri sampai sekarang belum tertarik punya kartu kredit, khawatir nggak bisa mengendalikan hawa nafsu untuk membeli hal-hal yang di luar jangkauan. Alhamdulillah, sampai detik ini belum pernah beli apa pun secara kredit. Saya sih punya prinsip, mending nggak punya ketimbang kredit, pasti susah tidur x)

Suka banget ama gaya penulisan Mbak Nurilla Iryani. Ini buku keempat tulisannya yang saya baca. Penulisnya punya ciri khas; deskripsinya mengalir dan kocak. Tokohnya terdiri dari dua sisi; sisi cewek maupun sisi cowok. Sekilas setipe kayak novel yang kedua saya baca.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Yummy Tummy Marriage

Penulis                                 : Nurilla Iryani

Penyunting                         : Noni Rosliyani

Perancang sampul           : Wirastuti

Pemeriksa aksara             : Intan, Shera & Tiasty

Penata aksara                    : Endah Aditya

Penerbit                              : Bentang

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 270 hlm.

ISBN                                      : 978-602-291-009-1

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-82509/yummy-tummy-marriage.html

One thought on “REVIEW Yummy Tummy Marriage

  1. Pingback: REVIEW Unexpected Love | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s