[BACA BARENG] REVIEW Alias + GIVEAWAY

PicsArt_23_01_2016_9_45_33[1]“Kadang kala kita harus selalu waspada dan untuk itu kita membutuhkan prasangka dan dugaan. Jangan abaikan prasangka buruk sebab dunia ini jahat!” (hlm. 35)

JERUK MARSALA. Adalah jenis warna merah dari anggur yang kuat dan bersahaja. Jeruk adalah nama asli dari penulis yang sedang naik daun. Jeruk adalah aset penting bagi Penerbit Paragraf. Keenam novelnya menjadi best seller dan tiga di antaranya telah diadaptasi ke dalam film. Setiap naskah baru Jeruk selalu ditunggu dengan tak sabar. Kesuksesan ini tidak diraih secara instan olehnya. Gadis berumur 23 tahun itu memulai karirnya dengan menulis cerpen di media. Penolakan adalah makanannya sehari-hari, sebelum akhirnya cerpen Jeruk bermunculan di berbagai media.

Jeruk baru memberanikan diri menulis novel setelah dia berkiprah di media selama tiga tahun. Tadinya, dia menggunakan jasa agen naskah karena belum paham dunia penerbitan. Sayangnya, naskah pertamanya tidak beruntung di agen. Kata mereka, naskah Jeruk tidak diminati penerbit mayor karena tidak sesuai selera pasar. Jeruk mencoba mengirimnya sendiri ke beberapa penerbit. Hasilnya sama. Ditolak. Akhirnya, Jeruk memutuskan untuk menerbitkannya di blognya dalam bentuk cerita bersambung. Keberuntungan langsung berpihak padanya. Pengunjung blognya membludak. Saat Jeruk sudah memposting sepertiga novel itu, Penerbit Paragraf menghubunginya untuk menerbitkan tulisannya. Jeruk setuju dan langsung berhenti mem-posting novel itu di blog. Rasa penasaran pengunjung blognya membuat novel itu dicetak ulang hanya dalam waktu sebulan semenjak terbit. Kidung Dalam Botol telah membuka kesuksesan Jeruk yang terus mengalir tiada henti.

“Buatlah kenangan yang baru dan jangan putus asa untuk terus membuat yang baru, meski rasanya seperti menyalakan api pada kayu yang basah!” (hlm. 96)

Meski kesuksesan sudah digenggaman, tidak membuat Jeruk berpuas diri. Dirinya memang terkenal sebagai penulis bergenre romance, tapi passion-nya adalah sebagai penulis horor. Seringkali seorang penulis yang sudah ‘terlanjur basah’ dengan image genre tertentu, akan susah untuk keluar dari pakemnya itu. Contohnya saja, JK. Rowling yang sangat ‘Harry Potter’ banget mencoba menulis novel detektif dengan memakai nama pena Robert Galbraith dan kini sedang memasuki novel ketiga di genre detektif setelah dua bukunya bergenre ini sukses dan laris di pasaran. Ternyata, banyak sekali penulis ternama yang menggunakan nama samaran. Bisa cek linknya di MANTRA KATA ini.

“Saat seseorang mengikatkan diri dalam dendam tidak ada yang namanya selesai. Sebab dendam adalah kemarahan yang tak pernah padam. Kamu melihat awalnya namun tak bisa melihat akhirnya. Takkan pernah bisa. Kecuali seseorang yang menghentikannya.” (hlm. 177)

Seringkali sehabis membaca buku kita akan terinspirasi dengan apa yang ditulis oleh penulisnya. Repotnya adalah jika yang ditulis itu adalah sesuatu yang negatif. Ada beberapa buku yang sempat dilarang peredarannya. Salah satunya ada The Catcher of the Rye-nya J.D. Salinger yang teksnya sangat menggusung api kemarahan. Adalah Mark Chapman yang terinspirasi oleh buku ini. Chapman yakin buku itu diciptakan untuknya. Ia yakin Holden Caulfield, tokoh utama novel itu adalah dirinya. Begitu juga dengan novel The Collector yang ditulis John Fowles yang menjadi inspirasi pasangan pembunuh berantai dengan korban setidaknya 25 orang. Glek!!

“Pernahkah pelangi menangis karena hujan dan langit mau mewarnainya? Jika sempat, tolong katakan pada hujan untuk menitik satu kali pada tiga puluh tahun kesunyian ujung pelangi yang tak terbatas. Mungkin saja asa yang tersesat menemukan jalan pulang dan darah tak harus pada telapak tangan yang beku.” (hlm. 2)

Penyamaran pribadi seorang penulis dan cerita-cerita dalam buku yang menjadi kenyataan adalah dua perpaduan yang membuat jantung mau copot terus-menerus saat membacanya. Ditambah lagi saya baca malam-malam, sok-sok berani banget nggak sih?!? Alhasil pas mau tidur masih kebayang-bayang cerita dalam buku ini x))

Kalau kita menyukai buku Misteri Patung Garam yang ditulis Mbak Ruwi Meita sebelumnya, pasti juga langsung terbius dengan buku ini. Poin plusnya lagi buku ini adalah adanya selipan anagram. Dibagian mana? Baca sendiri langsung!😉

Selalu khas Mbak Ruwi Meita, di setiap bukunya menyelipkan pengetahuan seputaran tanaman. Kali ini tentang pohon kepel yang menjadi kunci cerita dalam buku ini:

buah kepel

Uhuk, dari pertama saya nggak suka ama tokoh Alan, pacarnya Jeruk. Alan ini tipikal cowok pengatur dan tidak bisa menerima pasangannya dengan apa adanya. Seperti menyuruh Jeruk memakai baju yang feminim, make up yang sempurna, tidak boleh makan di malam hari, hobi ke klub malam, tidak bisa berdamai dengan sahabat Jeruk si Darla, dan yang lebih parah adalah ketika mengantar maupun menjemput Jeruk tidak pernah masuk ke rumah hanya gegara merasa tidak cocok dengan Uti Greti, nenek kesayangan Jeruk. Duh, cowok macam apa ini?!? #LemparAlanKeLaut Tapiii…di dunia nyata, ada, ada banget kok perempuan yang punya pacar macam ini dan mau-maunya masih bertahan. Kalau saya sih, dikasih aja juga ogah… x))

Lewat Jeruk, sang tokoh utama, buku ini memuat selipan tentang dunia penerbitan, buku maupun penulis;

  1. Di halaman 14-15 tentang jangan menilai buku dari sampulnya terdengar sudah basi. Sadar atau tidak sadar, sampul adalah garda depan persaingan buku. Pihak penerbit harus mampu membuat calon pembaca jatuh cinta pada pandangan pertama.
  2. Di halaman 16 tentang banyak kemungkinan yang terjadi di dunia penulisan dan film. Nggak bisa diprediksi secara pasti. Ada buku yang biasa saja, tapi bisa menembus ranah film. Ada buku yang luar biasa tapi nggak bisa diangkat ke layar lebar. Apa sebabnya? Banyak. Ya keberuntungan, faktor perjuangan si penulis, kebetulan penulis punya link ke produser, atau materi cerita yang sesuai pasar.
  3. Di halaman 29 tentang kadang seorang penulis harus memilih salah satu. Jika dia tidak bisa memilih, maka pembaca yang akan memilihnya.
  4. Di halaman 34 tentang kita hidup di negeri yang latah. Saat satu film meledak, PH-PH lain akan mengikuti seperti bebek. Begitu juga dengan buku.
  5. Di halaman 74 tentang novel-novel horor tetap memiliki pasar yang bagus. Tiap hari selalu bermunculan novel horor yang baru. Pembeli buku bakal pusing memilih satu dari antara banyaknya novel yang berjejalan. Bertahan selama sebulan di toko cukup bagus. Jika tidak, harus siap-siap dilempar ke boks diskon dan bergantung pada pembelian buku secara online. Siapa pun penulisnya bakalan patah hati melihat novelnya terpuruk di boks diskon. Ini sama halnya kalah dalam perang dan terbunuh di garda depan tanpa perlawanan.
  6. Di halaman 91 tentang bagaimana seorang penulis ternama biasanya kebanjiran e-mail dari para penggemar atau seseorang yang ingin belajar menulis.
  7. Di halaman 92 tentang para penulis baru yang suka mencak-mencak saat dikritik. Mereka belum siap menjadi penulis, sebab seharusnya penulis itu mau menerima agar karyanya dari sudut pandang orang lain agar karyanya menjadi lebih matang dan dewasa. Saat seorang penulis hanya menggunakan satu sudut pandang dalam menulis, dia tidak bisa menilai karyanya dari berbagai arah, untuk itu dia butuh editor dan first reader.
  8. Di halaman 104 tentang bahwa ide itu seperti harta karun yang harus dicari dan digali. Kita bisa berperan sebagai perompak lautan yang merampok ide orang lain lalu mengubahnya menjadi versi yang lebih menarik. Kita juga bisa menjadi pencuri yang mencuri kehidupan orang lain di dunia nyata lalu kita mengubahnya menjadi fiksi.

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Dendam lebih indah dari penantian? (hlm. 5)
  2. Urus masalahmu sendiri. Dasar tukang ikut campur! (hlm. 12)
  3. Beberapa orang suka ditakut-takuti dan mau membayar berapa saja untuk menaikkan adrenalinnya. (hlm. 17)
  4. Penampilan memang bisa menipu. (hlm. 25)
  5. Mata adalah terang tubuh. Jika mata mulai redup maka reduplah dunia. (hlm. 50)
  6. Sebuah hubungan itu bertahan lama bisa terjadi karena dua hal, pertama karena kebutuhan dan yang kedua karena ketergantungan. Bisa juga karena keduanya. (hlm. 57)
  7. Kalau kamu ragu jangan lakukan! (hlm. 63)
  8. Apa menjadi cantik itu buruk? (hlm. 63)
  9. Tidak ada yang salah menjadi cantik. Yang salah itu jika semua itu bukan keinginanmu. (hlm. 64)
  10. Kebetulan yang terlalu banyak itu mencurigakan. (hlm. 138)
  11. Dendam tidak pernah padam bukan? (hlm. 183)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Alias

Penulis                                 : Ruwi Meita

Editor                                    : Mahir Pradana

Proof reader                      : Dewi Fita

Desain sampul                   : Dwi Anissa Anindhika

Tata letak                            : Erina Puspitasari

Penerbit                              : Rak Buku

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 236 hlm.

ISBN                                      : 978-602-732-301-8

blogtour alias

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs, @RuwiMeita25

dan @penerbitrakbuku. Jangan lupa share dengan hestek #GAAlias dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan? 😉

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GAAlias yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GAAlias ini berlangsung seminggu saja: 31 Januari – 6 Februari 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Februari 2016.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

Pengumuman Pemenang Giveaway ALIAS

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway Alias. Tembus 41 peserta! Ini menandakan betapa banyak yang ingin membaca buku terbarunya Mbak Ruwi Meita. Terima kasih buat Mbak Ruwi Meita yang kesekian kalinya mengajak kerjasama, semoga dikasih kerjasama untuk giveaway atau blogtour lainnya 😉

Hendi Setiyanto l @hendisetiyanto l Banjarnegara-Jawa Tengah

Saya seorang lelaki yang masih baru dalam dunia tulis menulis, khususnya menulis di blog. Kalau ditanya kapan terakhir membaca buku bergenre novel, saya akan menjawab : terakhir membaca novel adalah saat masih sekolah dasar. Dulu sempat tidak sengaja membaca novel bergenre romansa-dewasa. Ya saat jaman 90an dulu, minat membaca buku masih jarang apalagi bagi kami-kami ini yang tinggal di desa. Entahlah, yang memori tentang novel yang boleh dibilang ‘erotis’ itu sangat membekas dalam ingatan.

Beberapa tahun ini saya mulai menyukai kembali aktivitas membaca buku dan juga menulis. Semua genre buku satu persatu saya beli dan saya baca berulang-ulang. Komedi, travelling, horror, agama, motivasi dan masih banyak lainnya. Namun jiwa membaca buku yang penuh misteri dengan cerita yang susah ditebak seakan makin menarik perhatian saya. Entahlah..saya sangat suka membaca buku karya pengarang yang fokus pada cerita yang terkadang sulit dimengerti. Dengan tokoh samaran bernama “jeruk” pada buku yang ditulis oleh mbak Ruwi, kita seakan mencoba memposisikan diri untuk bercerita namun menggunakan simbol/benda samaran dan itu sungguh sangat menarik.

Saya memang baru tau penulis bernama mbak Ruwi dan jujur belum pernah sekalipun membaca karyanya. Saya memang tipe orang yang bisa terpengaruh dengan buku-buku yang saya baca, namun pengaruh itu saya ubah menjadi semacam koreksi atas tulisan-tulisan saya di blog. Dan jika memang saya diijinkan untuk bisa mendapatkan buku karya mbak Ruwi lewat giveaway ini, semoga bisa menjadi semacam vitamin baru bagi tulisan-tulisan saya berikutnya.

Terakhir, salah satu mimpi saya adalah bisa mengumpulkan semua tulisan saya yang tercecer menjadi sebuah buku. Heheheh saya sadar diri jika itu tidaklah mudah, apalagi setelah membaca sekilas perjuangan sang penulis sendiri yang harus berkali-kali mendapat penolakan dari pihak penerbit. Ya..bermimpi boleh-boleh saja kan? asal usaha jalan terus dan memeperbaiki kekurangan sana-sini.

Salam..dari Orang Banjarnegara : )

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GIVEAWAY ALIAS. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat Mbak Ruwi Meita atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-100828/alias-harga-untuk-sebuah-nama.html

42 thoughts on “[BACA BARENG] REVIEW Alias + GIVEAWAY

  1. Dedul Faithful, @dedulfaithful, kota tinggal Bandung. Ingin sekali membaca buku ini karena rasa penasaran yang memuncak mengenai horror/thriller macam apa yang diangkat penulis Ruwi Meita di novel Alias. Juga ingin menjadikan buku tersebut sebagai referensi menulis kisah horror. Dan mau banget sih dibikin reviewnya kalo punya kesempatan untuk baca buku Alias.

  2. Nama: Mona
    Twitter: @monamuliaa
    Kota tinggal: Trenggalek, Jawa Timur

    Pertanyaan: Kenapa kamu ingin membaca buku ini.

    Jawab: Jujur saja saya tidak akan panjang lebar menuliskan alasannya. Alasannya hanya sederhana, karena sebuah nama, JERUK. Nama karakter yg sangat menarik.

  3. Nama: Dedul Faithful
    Twitter: @dedulfaithful
    Kota Tinggal: Bandung

    Saya ingin sekali membaca novel Alias karena rasa penasaran saya yang memuncak terhadap thriller dan horror macam apa yang disajikan di novel horror tersebut. Saya rasanya sudah lama sekali gak baca novel horror, terakhir kebetulan karya penulis yang saya baca berjudul Days of Terror. Saya juga ingin menjadikan novel tersebut referensi penulisan naskah horror yang baik. Ditambah, jika ada kesempatan membacanya, saya ingin mereviewnya juga. Senang rasanya kalau menjadi bagian dari Alias sebagai pembaca sekaligus peresensi novel tersebut.

  4. Nama: Fitra Aulianty
    Twitter: @fira_yoopies
    Domisili: Pekanbaru

    Alasan saya ingin memiliki buku ini pertama sekali karena melihat promo di fb mbak Ruwi Meita. Di sana mbak Ruwi mengupload fotonya dengan baju serba oren jeruk, eh gak taunya itu nyambung sama Alias. Saya jadi tertarik apalagi mbak Ruwi itu penulis horor-misteri, jarang sekali ada penulis bergenre itu yang aktif dan ‘terlihat’. Lalu setelah membaca review tentang novel ini, saya malah jadi kagum sama unsur ceritanya. Membahas nama samaran dan asli, genre utama dan genre sampingan, masalah seperti itu sering banget diributkan oleh pemula seperti saya. Saya jadi penasaran, sejauh apa mbak Ruwi mengeksplore tentang tema-tema ini ke dalam tulisannya? Dan lagi, misteri apa saja yang ada di dalam novel ini? Saya selalu suka misteri, entah itu ringan atau berat😀

    Wish me luck ^^
    Novel-novel bertema gabungan antara penulis dan penerbit pasti merupakan ‘makanan’ yang mengenyangkan bagi siapapun yang membacanya >_<

  5. Bintang Permata Alam | @bintang_ach | Ngawi.
    .
    Alasan aku ingin dapetin buku ini adalah karena pada dasarnya aku suka buku bernuansakan horor, thriller, misteri dan sejenisnya.
    Kedua, karena aku mengidolakan Mbak Ruwi Meita. Pertama kali membaca tulisannya adalah di buku DOT, dan KPJ. Twistnya sangat kental, dan suka sekali gaya menulis Mbak Ruwi. Juga pandai menghidupkan suasana dalam cerita. Suka sekali!
    Yang ketiga. Dulu, inget banget, pertama kali aku ikutan GA ya di blog Mbak Luckty ini. Dan GA yang aku ikuti saat itu adalah MPG nya Mbak Ruwi. Soalnya pun aku masih inget ‘apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata garam?’ Ya, kan? Hehe.Tapi apa daya, sampai aku mengikuti GA itu di blog terakhir, namaku tidak keluar juga sebagai pemenang. Sampai sekarang pun MPG juga belum sempet kebeli. Derita banget ya, hehe.
    Nah, tujuan aku ikut GA ini adalah untuk balas dendam!!! Hahahahhaha.
    Balas dendam atas kekalahanku selama blogtour MPG tahun lalu. Semoga balas dendamku ini membawakan hasil dengan keluarnya namaku sebagai pemenang #ALIAS. Hwahahahaha.😀

  6. nama : Umi Marfa
    twitter : @umimarfa
    kota tinggal : Banyumas

    Karena aku suka novel tentang misteri, penasaran sama isinya tentunya karena novel sebelumnya Misteri Patung Garam begitu menarik ditambah setelah baca semua review ditambah review milik kak Luckty aku juga sama kaya Jeruk, pernah punya mantan macam Alan :v, ingin baca bagian tips kepenulisan, jadi nggak cuma sekadar novel ya😀 saya juga tak sabar untuk menebak-nebak dan ingin menambah buku ini untuk koleksi di lemari.

  7. Nama : Devira Andrawina
    Twitter : @devira7117
    Kota : Bekasi

    Kenapa kamu ingin membaca buku ini?

    Alasannya cukup singkat dan sederhana, saya itu orangnya kurang tertarik sama novel bergenre horror, pernah beberapa kali baca novel genre horror tapi berhenti ditengah cerita karena endingnya yang sudah terlalu pasaran dan mudah tertebak. Tapi pas baca review novel ALIAS nya mbak Ruwi, saya penasaran dengan alur misteri yang ada dinovel itu terlebih lagi nama JERUK yang membuat novel ini terlihat berbeda. Yah, semoga aja kalau saya dapat kesempatan dapat novel ini, saya menjadi salah satu pecinta novel genre horror.

    Terimakasih.

  8. Nama : Faiz Istighfara
    Twitter ID : @lisyaann
    Kota tinggal : Sidoarjo, Jatim

    Alasan aku ingin mendapatkan buku ini, karena dari awal waktu aku liat TL tentang beberapa blogger yg baca bareng novel ALIAS, aku lagsung penasaran berat sama isi novelnya. Apalagi katanya dalam novel ini terdapat unsur horror nan menegangkan yang membuat rasa penasaranku makin naik ke langit tujuh. Waktu itu kak Atria juga ngetweet dia jadi takut liat cermin setelah baca novel ini. Membuatku penasaran, sekeren, sehorror, dan semenegangkan apa sih, novel karya Mbak Ruwi ini. Kebetulan aku juga belum sama sekali baca karya beliau. Jadi nggak punya referensi deh. Selain itu tema yg diusung novel ini, tentang nama pena, tema yang jarang bahkan belum pernah kutemui di novel lain membuatku pingin cepat-cepet baca. Semoga beruntung dan bisa menang, deh hehe. *rapalin jampi-jampi biar dapet buntelan

  9. nama : Wening Purbawati
    twitter : @dabelyuphi
    domisili : Ambarawa

    aku pengen baca novel Alias ini karena aku belum pernah membaca novel² karya mbak Ruwi, dulu sempat penasaran sama novel Misteri Patung Garam yang sempat naik cetak bahkan sampai negeri tetangga. tapi sayangnya sampai sekarang masih belum kesampaian. aku pengen tau, sehoror apakah novel Alias ini? terlebih setelah membaca beberapa blogger buku yg memberikan review positif sama novel ini.
    jadi, kalo aku menang GA ini nanti, aku pengen bisa membaca & mereview sendiri novel Alias, serta mengenal lebih dekat sosok mbak Ruwi melalui novel terbaru beliau ini🙂

  10. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Kota: Batubara

    Alasan aku ingin baca buku ini :

    Cover dan Judulnya sama-sama buat aku penasaran sama isinya. Bak kata istilah, ada udang dibalik peyek, enak! Hihi…Aku pengen baca banget cerita lezat apa yang disuguhkan penulisnya.

    Gendrenya yang horor-thriller. Aku pengen baca gimana hasil karya penulis lokal meracik cerita lewat gendre ini. Yang pastinya aku tau gak gampang buat dapetin feel dan emosi cerita. Apa lagi gendre misteri gini. Menurutku juga gak banyak penulis lokal yang mau berkecimpung di gendre ini. But i give you Mba Ruwi standing ovation for done this novel.

    Aku terima kasih banget sama review Mbak Luckty. Karena aku sekarang sedang belajar nulis dan ingin jadi penulis, Aamiin, cuplikan tentang dunia penerbitan dan penulisan halaman per halaman yang Mbak tulis, mampu buat aku makin ngebet pengen baca buku ini. Lewat buku ini aku jadi lebih bisa mengenal dunia penerbitan dan kepenulisan dari tokoh utamanya. Nah, secara gak langsung berarti menurut pandangan sang penulis juga. Akan jadi tips yang bermanfaat banget buat aku kedepannya. Well, hope im the lucky one…

    Terimakasih, and sukses selalu.

  11. Nama: David Arifka
    Twitter: @arifka_73
    Kota Tinggal: Pekalongan

    Jawabanya: Saya sangat menyukai novel, saya juga suka membacanya. Saya ingin sekali mendapatkan novel ini sebagai bahan latihan saya untuk membuat novel sendiri, karena saya ingin menjadi seorang penulis yang hebat… Meskipun faktanya tidak tetapi novel ini menurut saya sangat istimewa, melalui novel ini saya bisa mengetahui hal-hal baru tentang novel. Terimakasih.

  12. Nama : Cahya Widyastutik
    Twitter : @cahyawid
    Kota : Gresik
    Jawaban :

    Karna saya ingin merasakan dibuat ‘bingung’ oleh novel ini.
    Menebak-nebak alur yang (mungkin) sebagian besar akan meleset.
    Aku ingin merasakan perasaan gregetan seperti ituh.
    Dan semoga aku bisa berkenalan dengan mba Ruwi melalui kisah si Jeruk ini. Iya perkenalan pertama kami. Semoga~

  13. Nama: Wika Agustina
    Twitter: @agstnwika
    Kota: Medan

    Alasan saya ingin membaca novel Alias ini adalah karena saya ingin menantang diri saya. Saya belum pernah membaca novel bergenre horor sebelumnya. Tetapi saya sudah sangat banyak merasakan gangguan berbau horor dirumah saya sendiri. Mulai dari gangguan suara yang langsung saya dengar sendiri, seperti suara tangisan perempuan dan suara dengguman sosok berbadan besar “gundoruwo”, juga gangguan seperti benda-benda bergerak atau benda jatuh. Dan terakhir kali saya diberi gangguan dengan melihat sosok berjubah serba hitam. Gangguan demi gangguan sering saya rasakan sehingga membuat saya akhirnya terbiasa dengan hal tsb meskipun saya masih memiliki rasa takut. Namun hal tsb saya jadika sbg pemacu adrenalin. Termasuk jika saya membaca novel Alias ini. Mungkin saya akan mendapatkan sensasi berbeda jika merasakan hal-hal ttg horor di dalam sebuah novel.

  14. Nama: Wika Agustina
    Twitter: @agstnwika
    Kota: Medan

    Alasan saya ingin membaca novel Alias ini adalah karena saya ingin menantang diri saya. Saya belum pernah membaca novel bergenre horor sebelumnya. Tetapi saya sudah sangat banyak merasakan gangguan berbau horor dirumah saya sendiri. Mulai dari gangguan suara yang langsung saya dengar sendiri, seperti suara tangisan perempuan dan suara dengguman sosok berbadan besar “gundoruwo”, juga gangguan seperti benda-benda bergerak atau benda jatuh. Dan terakhir kali saya diberi gangguan dengan melihat sosok berjubah serba hitam. Gangguan demi gangguan sering saya rasakan sehingga membuat saya akhirnya terbiasa dengan hal tsb meskipun saya masih memiliki rasa takut. Namun hal tsb saya jadika sbg pemacu adrenalin. Termasuk jika saya membaca novel Alias ini. Mungkin saya akan mendapatkan sensasi berbeda jika merasakan hal-hal ttg horor di dalam sebuah novel.

  15. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Kota tinggal: Serang

    Belum pernah baca novel mba Ruwi Meita sebelumnya, karena itu pengin tahu dan kenal gimana serunya novel karya mba Ruwi. Dari review para blogger sih bikin penasaran, apalagi ini genre thriller plus juga ngebahas tentang seputar penulis. Semoga aja punya kesempatan baca full novelnya.🙂

  16. Emma
    @EmmaNoer22
    INHU

    Review para blogger novel ALIAS membuat ALIAS nampak cantik keseluruhan..😀 meski covernya terkesan dark dan ceritanya juga dark ya. Meski kesuksesan sudah
    digenggaman, tidak
    membuat Jeruk berpuas diri.
    Dirinya memang terkenal
    sebagai penulis bergenre
    romance, tapi passion-nya
    adalah sebagai penulis
    horor. Seringkali seorang
    penulis yang sudah
    ‘terlanjur basah’ dengan
    image genre tertentu, akan
    susah untuk keluar dari
    pakemnya itu. YUHUU… ini buku dan review-reviewnya sepertinya menjanjikan, belajar kosakata baru dari setiap bacaan. Nah alasan terbaikku adalah mencari kosakata baru untuk belajar menulis. Dari buku/novel sastra adalah yang paling baik, tapi saat novel sastra masih terasa berat, yang terbaik selanjutnya adalah membaca novel-novel yg mengandung sastra tapi masih dalam taraf yang mudah dicerna akal.

    “Pernahkah pelangi
    menangis karena hujan dan
    langit mau mewarnainya?
    Jika sempat, tolong katakan
    pada hujan untuk menitik
    satu kali pada tiga puluh
    tahun kesunyian ujung
    pelangi yang tak terbatas.
    Mungkin saja asa yang
    tersesat menemukan jalan
    pulang dan darah tak harus
    pada telapak tangan yang
    beku.” (hlm. 2)

  17. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Kota Tinggal: Kota Bengkulu

    “Kenapa aku ingin membaca buku ini?”
    Aku belum pernah membaca novel horror sejenis ini. Pernah sih membaca novel horror, tapi itu adalah novel yang ceritanya full tentang hantu, bukan tentang pembunuhan. Apalagi tema novel ini spesial, sangat beda dari novel lainnya. Cerita pembunuhan yang ditulis menjadi nyata? Wow! Jadi ingat salah satu episode Detective Conan, dimana dia dihadapkan oleh sebuah kasus yang menurutnya sangat familiar olehnya dan ternyata kasus itu mirip dengan novel yang pernah ditulis oleh ayahnya, dan benar sekali, ternyata si pembunuh itu terinspirasi dari cerita ayahnya si Conan, eh si Sinichi *sama sajalah ya ^^v Jadi pengen re-run Conan lagi kannn hehehe
    Jadi, apakah novel ini terinspirasi cerita itu juga? Wallahualam, sampai nanti jika sudah membaca novelnya hihihi😀

  18. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali

    Aku tipikal pembaca yang sering main aman di genre romance, jarang banget baca yg thriller/horor/misteri gitu deh walaupun aku punya beberapa novel dengan genre serupa. Tapi pada dasarnya sih emang omnireader hehe
    Promo Misteri Patung Garam emang kenceng banget, tapi sayang aku belum berkesempatan untuk membacanya. Tapi dengan terbitnya Alias, wah makin pengin ikutan baca dan kenalan dengan mbak Ruwi. Nggak cuma melulu soal genre, tapi aku juga tertarik karena novel ini mengangkat tentang penulis dan dunia penerbitan. Pengin tau juga, pengin nambah pengetahuan tentang penerbitan biar nggak kagok kalau mau nerbitin buku.

  19. Nama : Ratih
    Twitter : @Jju_naa
    Domisili : Palembang
    .
    “Kenapa aku ingin membaca buku ini?”
    Alasan aku simpel banget mbak, bahkan klasik, karena aku tertarik dan penasaran dengan isi buku ini😀.
    .
    Saya belum pernah baca cerita horor. Pernah sih, cuma ga sampe kelar karena moodnya ilang duluan -_- . Itu karena kebiasaan aku yang suka nyela/ngeles saking ga ngeh sama yang kaya gituan, jadi mau seserem apapun perasaan tu selalu ga percaya cerita2nya, jatohnya ya gitu ketawa. Temen aja sampe kesel kalau lagi cerita horor, aku langsung nyela (ex : ‘Dia mau nanya alamat kali’ ) jadi, yg tadinya suasana tegang langsung pecah.
    .
    Nah, aku tertarik mau baca buku ini karena liat kicauan yg sudah baca, mulai ‘takut nulis review malem-malem’ ‘takut liat cermin’ sampai ‘takut kekamar mandi’. Ya, aku mau mencoba merobohkan keangkuhan(?) saya terhadap cerita yang kaya gituan *sebenernya aku juga kesel punya pemikiran kaya gini -_- *dengan buku ini. *Aku itu percaya kalau mereka itu ada, cuma kayanya memang aku yang aneh disini, yang ga bisa nganggep cerita tentang mereka itu serem😥 .
    .
    Tambahan, kamar aku paling belakang deket kamar mandi. Biasanya, aku ini sering insomnia jadi baru bisa tidur sekitar jam 3-4 pagi. Selama begadang, aku slalu standby di ruang tamu dan mondar-mandir ke dapur buat nyemil *membahayakan isi kulkas ibu😀 .
    Kali aja, setelah baca buku ini kebiasaan aku itu ilang dan bisa tidur dengan normal lagi *lah malah curhat.
    .
    Selain itu, buku ini juga ngungkit ttg dunia kepenulisan & penerbitan dkk. Intinya, aku tertarik dan penasaran dengan buku ini.

  20. Ten | @ten_alten | Yogyakarta

    soalnya aku suka baca dan aku juga suka buku.😀
    dari review mbak Luckty, yang bikin aku jadi tertarik baca itu dari selipan tentang dunia penerbitan, buku, dan penulis. pertanyaan-pertanyaanku tentang dunia buku terjawab di selipan-selipan itu.

    by the way, aku suka coverna, eyecatching karena aku juga suka warna hitam, dan ngingetin aku sama kartu tarot.. :3

    semoga aku dapet kesempatan kenalan sama gaya tulis mbak Ruwi Meita di novelnya ini ^^/

  21. Hendi Setiyanto l @hendisetiyanto l Banjarnegara-Jawa Tengah

    Saya seorang lelaki yang masih baru dalam dunia tulis menulis, khususnya menulis di blog. Kalau ditanya kapan terakhir membaca buku bergenre novel, saya akan menjawab : terakhir membaca novel adalah saat masih sekolah dasar. Dulu sempat tidak sengaja membaca novel bergenre romansa-dewasa. Ya saat jaman 90an dulu, minat membaca buku masih jarang apalagi bagi kami-kami ini yang tinggal di desa. Entahlah, yang memori tentang novel yang boleh dibilang ‘erotis’ itu sangat membekas dalam ingatan.

    Beberapa tahun ini saya mulai menyukai kembali aktivitas membaca buku dan juga menulis. Semua genre buku satu persatu saya beli dan saya baca berulang-ulang. Komedi, travelling, horror, agama, motivasi dan masih banyak lainnya. Namun jiwa membaca buku yang penuh misteri dengan cerita yang susah ditebak seakan makin menarik perhatian saya. Entahlah..saya sangat suka membaca buku karya pengarang yang fokus pada cerita yang terkadang sulit dimengerti. Dengan tokoh samaran bernama “jeruk” pada buku yang ditulis oleh mbak Ruwi, kita seakan mencoba memposisikan diri untuk bercerita namun menggunakan simbol/benda samaran dan itu sungguh sangat menarik.

    Saya memang baru tau penulis bernama mbak Ruwi dan jujur belum pernah sekalipun membaca karyanya. Saya memang tipe orang yang bisa terpengaruh dengan buku-buku yang saya baca, namun pengaruh itu saya ubah menjadi semacam koreksi atas tulisan-tulisan saya di blog. Dan jika memang saya diijinkan untuk bisa mendapatkan buku karya mbak Ruwi lewat giveaway ini, semoga bisa menjadi semacam vitamin baru bagi tulisan-tulisan saya berikutnya.

    Terakhir, salah satu mimpi saya adalah bisa mengumpulkan semua tulisan saya yang tercecer menjadi sebuah buku. Heheheh saya sadar diri jika itu tidaklah mudah, apalagi setelah membaca sekilas perjuangan sang penulis sendiri yang harus berkali-kali mendapat penolakan dari pihak penerbit. Ya..bermimpi boleh-boleh saja kan? asal usaha jalan terus dan memeperbaiki kekurangan sana-sini.

    Salam..dari Orang Banjarnegara : )

  22. Nama : Tasya
    Akun twitter : @tasyaamanda95
    Kota tinggal : Bandung
    Aku ingin membaca buku ini karena aku sangat suka dengan karya-karya sebelumnya dari mbak Ruwi Meita. Selama ini favoritku adalah Misteri Patung Garam, cerita thriller dan misteri yang ditulis dengan sangat apik oleh penulis. Dan dengan adanya novel Alias aku sangat penasaran dengan kejutan cerita thriller dan misteri apalagi yang diberikan oleh mbak Ruwi. Belum lagi dengan ide cerita yang menarik, novel ini layak banget untuk dijadikan Blog tour.

  23. Nama: Kiki
    Twitter: @DekKiii25
    Domisili: Nganjuk

    Alasanku tertarik dengan buku ini adalah ….

    Pertama-tama aku tertarik dengan covernya dan tokoh utama si Jeruk, nama yang unik. Aku tipekal pembaca yang suka berbagai genre, jadi aku selalu membaca sebuah buku hingga akhir. Karena aku yakin dengan membaca berbagai genre bisa menambah ilmu dari quote-quote, mengambil pesan-pesan tersirat maupun tersurat. Genre horror yang ditampilkan Alias, aku yakin di dalamnya ada pesan yang ingin disampaikan penulis. Pun aku tertarik dengan perjuangan Jeruk yang menjadi penulis. Yang unik di novel ini adalah adanya sebuah pelajaran menulis ‘terselubung’ di dalam novel ini. Cocok untuk pembaca yang ingin juga menjadi penulis.

  24. Nama: Kiki
    Twitter: @DekKiii25
    Domisili: Nganjuk

    Alasanku tertarik dengan buku ini adalah ….

    Pertama-tama aku tertarik dengan covernya dan tokoh utama si Jeruk, nama yang unik. Aku tipekal pembaca yang suka berbagai genre, jadi aku selalu membaca sebuah buku hingga akhir. Karena aku yakin dengan membaca berbagai genre bisa menambah ilmu dari quote-quote, mengambil pesan-pesan tersirat maupun tersurat. Genre horror yang ditampilkan Alias, aku yakin di dalamnya ada pesan yang ingin disampaikan penulis. Pun aku tertarik dengan perjuangan Jeruk yang menjadi penulis. Yang unik di novel ini adalah adanya sebuah pelajaran menulis ‘terselubung’ di dalam novel ini. Cocok untuk pembaca yang ingin juga menjadi penulis.Intinya aku tertarik dengan kisah-kisah yang memiliki twist ending yang keren. Dan novel Alias kurasa salah satu novel yang membuat pembaca bertanya-tanya sampai akhir. Dan membuat pembaca berkata, “oh …. Nggak nyangka!”

    Yups! Novel Alias mungkin memiliki twist-twist keren yang membuat pembaca takjub!

  25. Nama: Evita MF
    twitter: @evitta_mf
    domisili: Jogja

    Aku juga penyuka novel thriller, misteri, horor, dan novel Alias ini kayanya tipeku. Selain baca buku dengan genre seperti itu, aku juga suka film-film seram dan menegangkan. ^^
    Pernah baca twitnya kak Atria dan kak Ruwi di twiter, katanya kebanyakan pembaca yang abis baca Alias jadi takut ke kamar mandi dan takut bercermin. Ah aku jadi ingin membuktikan hehe😄 (aku suka nantang diri sendiri sama bacaan/film yang kata orang seram)

  26. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Domisili : Medan
    Link share : https://twitter.com/n0v4ip/status/695000141170749440

    Saya ingin membaca buku ini karena saya belum pernah sekalipun mencicipi novel misteri karya penulis lokal. Dan jujur, bahkan saya sendiri tidak tahu kalau ternyata ada juga penulis Indonesia yang mau menulis genre misteri *atau saya-nya yng kurang update :D*. Sampai saya berkenalan dengan novel Misteri Patung Garamnya mbak Ruwi. Meski saya belum pernah membaca karya beliau tapi sebagai pecinta novel misteri, karya-karya beliau wajib dicicipi. Itu sebabnya saya ingin sekali membaca buku ini…😀

    Terima kasih kak ^^

  27. Nama: Mela Anjar Mustika
    Twitter: @mela1100_
    Kota: Bogor

    Sebelumnya aku belum pernah baca karyanya Kak Ruwi Meita. Apalagi novel yang isinya terselip pengetahuan tentang suatu tanaman, kebetulan sekali mama ku suka tanam-tanam pohon obat dan sayuran dibelakang rumah. Dan apa sih pohon kepel itu? bisa dimakan kah? Yang terakhir, novel ini juga terselip pengetahuan tentang penerbitan, buku, dan penulis. Dan kebetulan lagi, impianku mau jadi penulis, atau kerja di salah satu penerbit favorit, atau juga jaga pustakawin kayak mbak Luckty. Apapun itu, yang penting setiap hari bisa ketemu buku dan nyiumin bau buku yang wanginya harum banget.

    Judul dan cover bukunya juga udah memikat hati banget, tambah pengen baca novel ini.

  28. nama: Khusnulia
    akun twitter: @liahanmon
    kota tinggal: Banyumas-Purwokerto
    alasan ingin baca karena sederhana saja sih kak, yaitu karena SAMPULNYA🙂
    Keren desainnya, bikin penasaran sama isi buku. Ini genrenya masuk horor dan thriller githu ya? Pas deh desainnya, saya termasuk orang yang beli buku lihat-lihat dulu sampulnya. Kadang malah tanpa membaca sinopsis di cover belakang, hehe. Judul novel ini juga bikin penasaran, sederhana tapi sungguh memikat.

  29. Hai, Luckty ikutan jawab GA ya!
    Nama : Yustrini
    Akun Twitter :@yustrini08
    Kota Tinggal : Sokaraja, Jateng
    Kenapa aku ingin membaca novel ini?
    Karena aku suka baca cerita yg ditulis Kak Ruwi Meita, yg merupakan salah satu penulis favorit aku, dan reviewny menarik jd penasaran pengen baca.

  30. Nama: Afif Rohman
    Twitter: @_Afif_Rohman
    Domisili: Lamongan, Jatim

    Pertanyaan: berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini.

    Karna saya tertarik dengan tema yang diusung oleh novel ini. Kalau Timur Tengah punya kisah dongeng didalam dongeng (1001 Malam). Indonesia punya kisah seorang penulis yang diceritakan oleh seorang penulis (ALIAS). Saya penasaran, apakah mbak RUWI sedang curhat, atau malah sedang nyindir.

  31. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Domisili : Balikpapan

    Aku mau membaca buku ini karena aku pernah baca karya mbk Ruwi Meita yang judulnya Rumah Lebah.dan aku jadi suka sama gaya bercerita mbk Ruwi. Makanya jadi ingin baca lebih banyak lagi karya mbk Ruwi yang genrenya aku banget😀
    Apalagi ini karya terbaru mbk Ruwi dan beberapa review yang aku baca menuliskan kalau Alias ini ceritanya greget. Dan semoga aku bisa menjadi salah satu yang beruntung bisa mendapatkan Alias dari giveaway😉

  32. Nama: Oktabri Erwandra
    Twitter: http://twitter.com/0ktabri
    Domisili: Prabumulih, Sumatera Selatan

    Selain penasaran dengan dunia tulis menulis dan penerbitan yang dibahas di novel ini, aku penasaran sama genre horor yang ditulis oleh Mbak Ruwi, setelah sebelumnya mengikuti karyanya dalam genre yang berbeda. Membaca Cruise Chronicles dan Kaliluna: Luka di Salamanca memberikan pengalaman tersendiri padaku dan aku suka cara menulis beliau di dua karyanya itu. Setelah melewatkan Misteri Patung Garam dan belum memiliki kesempatan untuk membacanya (belum punya dana buat beli #curhatcolongan), aku rasa dengan mengikuti giveaway semacam ini akan menjadi peluangku bisa mengenal sisi lain Mbak Ruwi dan siapa tahu setelah ini beliau bisa menjadi penulis yang namanya bisa kusebut lantang ketika ditanya mengenai siapa penulis favoritku selain Windry Ramadhina (setelah beliau berhasil memenangkan hatiku dengan serangkaian novel romantisnya seperti Memori, London: Angel, Interlude, dan lain sebagainya lalu juga berhasil memikat dengan genre yang lain dengan [suspense/thriller?] melalui Metropolis), tetapi jika mengingat Misteri Patung Garam yang sukses dan sukses meraih nyaris empat bintang utuh di Goodreads, rasanya hal itu bisa jadi mungkin. Dan, itu akan kubuktikan langsung jika aku diberi kesempatan untuk memenangkan Alias di #GAAlias ini.

  33. Nama: Kitty
    Akun twitter: @womomfey
    Domisili: Jakarta
    Link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/695365675456417792

    Alasanku kepengen baca buku ini adalah:

    1. Aku termasuk penyuka genre misteri-suspense-horor dan sejauh ini aku masih jarang membaca buku genre ini yang ditulis oleh penulis lokal dan meninggalkan kesan di hati. Tapi aku sangat terkesan membaca review yang ditulis Mba Luckty disini, jadi penasaran apakah bukunya akan benar-benar berkesan saat kubaca langsung.

    2. Aku pribadi memang belum pernah membaca karya Mba Ruwi Meita dan karena tahun ini salah satu resolusiku adalah memperbanyak baca buku lokal, maka ini adalah kesempatan yang baik untuk mulai berkenalan dengan Mba Ruwi Meita melalui bukunya ini.

    3. Sekalipun tema yang diangkat bukanlah hal yang benar-benar baru, aku tetap penasaran ingin melihat bagaimana penulis meramu kisahnya. Apakah kengerian dan rasa mencekam benar-benar dapat dibangun melalui gaya penulisannya di dalam buku Alias ini?

    4. Aku suka dengan nama tokoh utamanya: Jeruk Marsala. Sampai-sampai saking penasarannya, aku mencoba googling arti nama “Marsala” dan ini yang kudapatkan:
    – wine yang berasal dari Sisilia (Italia)
    – berarti pejuang, suka dengan perang
    Menurutku nama asli Jeruk Marsala sendiri sebenarnya sudah unik dan mengandung makna yang cukup dalam. Mungkin penulisnya ingin menunjukkan kegigihan dan jiwa pejuang yang dimiliki tokoh utama Alias ini. Hehehe.

  34. Nama : Ade Hairini
    Twitter : @adehairini
    Alamat : anyer-Banten
    Genre cerita horor?
    Wah, sebenernya jarang-jarang baca cerita horor. Tapi cerita horor bukan hanya buat bulu kuduk berdiri tapi bikin penasaran baca berdiri juga. Apalagi cerita horor yang tentang pembunuhan pembantaian ataun yang lainnya, lebih nguras emosi dan adrenalin yang pastinya. Yang pasti buku ini bakal bikin penasaran banget, semoga bisa baca. Aamiin

  35. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Domisili : Jember

    Aku pengin bangett baca buku ini apalagi aku paling suka sama genre thriller dan horror. Dari MPG aku incar sampai sekarang masih belum beli. Hikssssss Ikutan GA juga nggak berhasil dapat. Semoga untuk Alias dan Jeruk Marsala serta Rinai berjodoh denganku kali ini.

    Oia, sebenarnya aku penasaran dengan nama Rinai, kalau sepengetahuanku Rinai itu adalah rintikan hujan. Mengapa Jeruk Marsala memilih Rinai sebagai nama pena novel thriller perdananya? Apa alasannya? Dengan membaca novel ini, aku ingin memahami dunia yang ditulis Rinai hingga bisa menjadi sebuah kenyataan dan malah menimbulkan kematian. Atau mungkin juga novel yang ditulis Rinai adalah sebuah ‘death note’.

  36. Nama: Nur Ramadhani Anwar
    Akun twitter: @DhaniRamadhani
    Domisili: Jeneponto

    Saya mau buku ini pake banget Mbak Luckty, dari awal mbak Ruwi bikin gveaway, dari Misteri Patung Garam sampai Alias ini saya gak pernah menang huhuhu *malah curhat. Review dari buku-buku mbak Ruwi semuanya bagus dan positif jadi saya selalu penasaran sama bukunya. Dan alangkah lebih gembiranya kalau dapat buku dari menang giveaway, hehe. Dan ini tentang dunia tulis menulis jadi tambah penasaran, kali aja dapat inspirasi masalah nama pena.

    menangin dong mbak Luckty, menangin >.<

  37. Nama: Frida Kurniawati
    Akun Twitter: @kimfricung
    Domisili: Yogyakarta

    Dulu, saya ngejar-ngejar giveaway Misteri Patung Garam, tapi nggak menang. Rasa penasaran saya yang tak terbendung akhirnya membuat saya memutuskan utk membeli novel itu. Saya bersyukur krn saya memutuskan beli dan sudah membacanya. Twistnya keren, berhasil bikin saya tertipu, padahal saya tergolong pembaca yang nggak gampang tertipu dan terpuaskan ^^ Dari situ, saya cukup pede utk menyebut Kak Ruwi sbg Agatha Christie-nya Indonesia. Oleh karena itu, waktu Alias ini terbit–apalagi ini bukan sekadar thriller, tapi ada horrornya–saya jadi makin ingin baca! Saya tertantang banget utk menghadapi twist apa yang kali ini disajikan Kak Ruwi😀

    Selain itu, kemarin ada teman yg membawa buku ini ke mana-mana, tapi krn itu pinjeman, dan antrian pinjemnya sudah panjang, saya jadi tak bisa berkutik (padahal udah gatel pengin baca). Lalu setelah baca ulasannya, saya penasaran juga, katanya ada sesuatu yg tersembunyi di balik kover hitamnya itu😮

    Salah satu hal yg bikin saya demen adalah Kak Ruwi punya stok nama aneh-aneh, tapi berkesan. Saya pengin mengikuti karier menulis Jeruk Marsala, krn saya jg seorang penulis, dan belum pernah menulis kisah horror. Di review kali ini, Kak Luckty juga menyertakan fakta-fakta menarik, antara lain tentang nama pena itu, yang bikin saya makin pengin baca Alias.

    Kesimpulan: Saya pengin dibikin deg-degan oleh teka-teki dan surprise di Alias😀

  38. Bismillah.

    Nama: AA. Muizz
    Twitter: @aa_muizz
    Domisili: Sidoarjo

    7 alasan mengapa saya pingin sekali membaca novel Alias:
    1. Saya penyuka novel horror dan thriller.
    2. Saya sudah jatuh cinta dengan karya Mbak Ruwi sejak baca MPG. Dan, tentu saja ingin membaca karya beliau yang lain.
    3. Saya suka dan masih belajar menulis, terutama kisah yang menegangkan. Jadi, Alias bisa jadi media belajar saya.
    4. Karena saya suka menulis dan belum pernah menerbitkan buku solo, kisah di novel Alias yang juga membahas dunia kepenulisan dan penerbitan sekiranya akan dapat membantu saya.
    5. Karena saya ingin mereview buku yang menarik di blog saya.
    6. Saya sudah mencari buku ini di toko langganan saya waktu awal terbit, tapi tak tersedia. Dan, jatah buat buku bulan ini sudah saya gunakan untuk membeli mushaf Al Qur’an. Jadi, saya butuh buku incaran yang gratis. *edisi curhat*
    7. Saya tak akan segan ikut mempromosikan buku yang bagus. Dan saya yakin buku ini bagus.🙂

  39. Nama: Leny
    Akun twitter: @Lenny66677291
    Kota tinggal: Rantau KalSel
    Alasan ingin baca, karena aku sangat tertarik dengan review yang kakak tulis. Dari review ini aku yakin sekali buku ini seru banget dan bikin merinding serta deg-degan juga. Aku suka dengan buku tema horor seperti ini, yang sukses bikin deg-degan dan merinding gitu. Ditambah lagi aku belum pernah menang GA di blog kakak dan jujur aku pengin banget menang. Jadi semoga buku kali ini bisa menjadi rezeki ku. Terima kasih….

  40. Nama : Tanya Fransisca
    Twitter : TanyaFcsh_
    Domisili : Tangerang

    Kenapa mau buku ini
    Karena judulnya
    ALIAS
    Judulnya ga menunjukkan thiller sama sekali padahal ceritanya thirller
    Trus saya lg ada tugas review buat uas praktek
    Saya lg baca2 beberapa novel
    Siapa tau novel alias ini bisa jadi list pilihan saya😉

  41. Pingback: [BLOGTOUR] REVIEW Frankfurt + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s