[BLOGTOUR] REVIEW Forever and Always

forever and always pic

Motret pakai kamera polaroid itu sama saja kayak hidup kita. Film-nya terbatas, cuma sepuluh lembar. Nggak bisa dihapus, setting-nya juga terbatas. Dari situ kita belajar, gimana caranya mendapat objek yang memang patut untuk dipotret dengan kapasitas film yang terbatas dan dengan setting manual. Nggak secanggih ponsel yang ada editor-nya. Dari kamera polaroid, kita diajarkan untuk belajar dari kesalahan yang pernah kita buat dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Kesempatan yang mungkin nggak setiap saat ada dan nggak banyak. Berhati-hatilah dalam mengambil keputusan seperti kamu yang berhati-hati ketika memotret. Jangan malu dan belajarlah dari kesalahan yang pernah kamu buat, seperti ketika kita menyimpan hasil foto kita yang mungkin nggak sempurna. (hlm. 84)

 Renardhi Avasa. Di dunia ini, ada berbagai jenis cinta yang akan dialami manusia. Ada yang temporer, banyak. Ada yang permanen, atau lama menghilang kadarnya. Jika seusia mereka wajarnya adalah mengalami yang temporer, maka Ren tidak mengalami hal itu. Perasaannya bukan cinta monyet biasa, itu yang diyakini Ren saat pertama kali lelaki itu menyatakan perasaannya kepada Anggi. Perasaannya itu mendalam, makin menjadi seiring waktu berjalan. Ren adalah tipe lelaki yang menyayangi seseorang seutuh-utuhnya tanpa jeda. Membuat siapa pun perempuan di dunia ini, mendamba laki-laki seperti Ren.

Seva Rosella. Di depan semua orang, mungkin Seva terlihat cuek karena lebih banyak diam dan bicara hanya seadanya. Tapi di balik itu semua, Seva adalah tipe orang yang sangat pemikir. Apa pun bisa dipikirkannya hingga berlarut-larut. Seva itu adalah definisi sempurna kecantikan dalam kesederhanaan.

Anggifa Riani. Tiap ada cowok ngedeketin, dia iyain sampai cowok itu salah paham. Pas ada cowok baru yang lebih oke, dia tinggalin begitu saja yang lama. Nanti dia juga balik ke cowok yang lama pas cowok baru itu ternyata nggak se- oke yang dia kira.

Dalam kehidupan nyata, kita akan menemukan seseorang seperti Ren, Seva maupun Anggita. Persahabatan dan cinta terkadang jalan bersisian. Repotnya jika cinta itu hanya tumbuh secara sepihak. Yang memendam pasti hatinya sakit.

Sejak zaman sekolah maupun kuliah, saya memiliki sahabat baik laki-laki maupun perempuan. Katanya tidak ada yang namanya persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan. Dan dalam kenyataannya, beberapa teman justru menikah dengan sahabatnya sendiri #eaaa

Ini adalah novel kedua yang ditulis oleh Jenny yang saya. Bukunya secara keseluruhan sudah belasan. Di usianya yang masih muda, sudah menelurkan belasan buku. Di buku terbarunya ini, Jenny mengangkat tema yang sama dari tema yang sama dari buku sebelumnya yang saya baca, tentang ‘friendzone’. Kisah persahabatan yang terjebak jadi cinta memang mainstream, tapi tak akan pernah habis dibahas #eaaa

Dari beberapa tokoh yang ada, saya tidak menyukai tokoh-tokoh utamaya. Seva yang plin-plan dan naïf, Ren yang tipikal cowok PHP, dan perempuan yang suka main tarik ulur perasaan cowok yang mendekati macam Anggi. Pilihan favorit justru bukan pada tokoh utama; Kegan, tipikal cowok yang berani mengutarakan perasaannya dan mau berani mengambil resiko.

Endingnya bikin greget. Untung ada sekuelnya. Mau juga? Tunggu giveawaynya yaaa…😉

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Hidup ternyata begitu adil dalam memberikan cinta dan kesedihan bagi siapa pun yang ada di muka bumi ini. (hlm. 3)
  2. Perempuan spesial akan selalu mendapat perlakuan spesial dan berbeda dari laki-laki yang menyukainya.(hlm. 38)
  3. Semua jenis hubungan, baik itu pekerjaan, pertemanan, sampai percintaan juga awalnya dari dua orang asing. Lalu saling kenal, saling cocok, saling nyaman, dan akhirnya saling bersama. Sesederhana itu saja kan formulanya? (hlm. 87)
  4. Tidak pernah ada yang menyangka bahwa kehilangan akan sesakit ini rasanya. Tidak ada parameter pasti untuk mengukur rasa sakit itu sendiri. Mungkin tiap orang akan merasakan sakitnya dengan ukuran yang berbeda. (hlm. 95)
  5. Tapi, rencana hanyalah rencana. Sematang apa pun rencana disusun, tidak akan bisa mengalahkan takdir yang dijalankan Tuhan dan semestanya. Sekarang hanya tinggal membuat. (hlm. 96)
  6. Kalau kamu tak punya alasan untuk mencintai seseorang, kamu tak butuh alasan untuk menyingkirkan perasaan itu. (hlm. 112)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Perempuan dan laki-laki punya caranya sendiri untuk mencintai seseorang. Perempuan dan laki-laki punya caranya sendiri untuk menutupi perasaannya. (hlm. 3)
  2. Apa yang ditakuti manusia untuk dihadapi? Seseorang dari masa lalu. Membuat bayangan masa lalu mencuat ke permukaan (hlm. 5)
  3. Lima tahun bisa mengubah apa dan siapa saja. (hlm. 9)
  4. Jangan mulai meracau nggak jelas. (hlm. 9)
  5. Menyedihkan memang, ketika orang yang memberimu banyak hal ternyata juga mengambil banyak hal darimu. Hingga kamu kehilangan yang tak sanggup lagi kamu cari. (hlm. 10)
  6. Kecanggungan adalah hal yang lumrah di saat mereka berada di kelas baru dengan teman-teman yang baru. Hanya sebagian yang sudah saling kenal, sisanya baru benar-benar kenal hari ini. Sebelumnya mungkin hanya sekadar tahu sama tahu. (hlm. 16)
  7. Deketin secara gentle dong kalau suka. Jangan main samperin kayak preman pasar saja. (hlm. 16)
  8. Apa pacaran-sama-anak-bandel- dan-buat-dia-tobat masih jadi tren sampai saat ini? (hlm. 17)
  9. Orang yang sedang jatuh cinta, mayoritas menuruti kata hati atau kata-kata orang yang dicintainya. (hlm. 17)
  10. Kau tak perlu berubah banyak hanya untuk menuntut perhatian. Karena orang yang tulus denganmu, tak peduli dengan warna apa yang kau pakai di kukumu hari ini atau potongan rambut apa yang sedang ngetren di musim ini. Hlm. 21
  11. Ada banyak hal di dunia ini, dibandingkan penampilan dan tuntutan perhatian dari orang sekitar, yang lebih penting daripada hal itu. Hlm. 21
  12. Laki-laki sejati itu nggak ngejadiin perempuan lain sebagai pelarian. (hlm. 24)
  13. Hati-hati di jalan, jangan ngebut. (hlm. 27)
  14. Mana ada orang yang ngasih tahu apa isi kadonya. Nanti nggak kejutan lagi. (hlm. 29)
  15. Apa manusia mampu bertahan dengan seseorang yang hatinya tak utuh lagi? (hlm. 30)
  16. Kalau kamu stres begitu, nggak ada yang bisa masuk ke otakmu. (hlm. 30)
  17. Jangan ngegunain orang lain sebagai alasan. (hlm. 32)
  18. Orang jatuh cinta memang terkadang lebih mementingkan perasaan orang yang dicintainya. (hlm. 53)
  19. Ngapain mimpiin orang yang lagi patah hati. Nanti sedihnya (hlm. 54)
  20. Kau baru jadi alumni tiga bulan, Nyet. Setidaknya jangan nyudut di depan sekolah. (hlm. 55)
  21. Sekarang udah nggak zaman makan hati, yang lagi ngetren itu makan temen. (hlm. 56)
  22. Mencoba melindungi diri sendiri setelah ‘tidak sengaja‘ disakiti hatinya oleh seseorang adalah hal yang wajar. (hlm. 59)
  23. Kalau seseorang mengatakan ia tertarik dan menyukaimu pada pandangan pertama karena kau adalah orang baik, ia tentu salah besar. Bagaimana bisa tahu kalau kau adalah orang baik, sedangkan kau dan dia baru bertemu beberapa detik sebelumnya. Jelas posisi mata lebih di atas daripada hati. Tapi mata tak menjamin melihat semua sisi dengan benar—itulah tugas hati sebenarnya. (hlm. 64)
  24. Emangnya kalau kita serius suka sama orang harus jadian? (hlm. 69)
  25. Hubungan yang dilandasi niat yang tidak benar-benar tulus sepertinya memang tidak akan berhasil. (hlm. 69)
  26. Jangan ucapkan maaf kalau kamu tidak benar-benar menyesal. (hlm. 96)
  27. Sahabat itu bukan berarti yang selalu mendukung kamu, dia yang memberi tahu kapan kamu harus berputar balik ke arah yang benar. (hlm. 121)

Keterangan Buku:

 

Judul                            : Forever and Always

Pengarang                    : Jenny Thalia Faurine

Bulan/Tahun Terbit      : Februari 2016

Jumlah halaman                       : 250 halaman

ISBN                            : 9786020279688

Genre                           : Romance

Kategori                       : Dewasa Muda

Link Goodreads          : https://www.goodreads.com/book/show/28408069-forever-and-always

blogtour forever and always

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-101171/forever-and-always.html

4 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Forever and Always

  1. Pingback: [BLOGTOUR] Ask Author: Jenny Thalia Faurine | Luckty Si Pustakawin

  2. Iya ya,. Kalau laki-laki dan perempuan itu kalau bersahabat pasti ada salah satu yg memendam perasaan lebih ke temannya ,terus gak berani ngungkapin karna takut akan merusak persahabatan mereka.. Hadeughh rumit rumit😄
    tapii bakal lebih rumit kalau teman yang kita sukai itu ternyata malah menyukai teman kita yang lain… Ampund dah..

    Reviewnya tetap keren mba luckty:), …

  3. Pingback: [BLOGTOUR] Giveaway Forever and Always | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s