REVIEW Jodohku Maunya Sih Kamu

jodohku maunya sih kamu

Wanita itu kayak tulang rusuk yang bengkok. Tulang yang bengkok, kalau diluruskan dengan keras akan patah. Tetapi kalau tidak dinasehati, dia akan selalu mudah untuk bengkok. Bukan hanya dirinya yang bengkok, melainkan juga bisa membuat orang lain bengkok. (hlm. 41)

Sejujurnya, saya agak malas membaca tulisan hasil dari pemikiran para ustadz. Kenapa? Ada ceritanya yang membuat saya agak trauma dengan gelar ini. Dulu, almarhumah mama suka banget nonton pengajian yang diisi dengan ceramah dari sebuah ustadz yang saat itu belum populer. Acaranya masih pagi, sebelum adzan Subuh. Setelah si ustadz makin kondang dan menghiasi hampir seluruh layar kaca, mama makin ngefans. Bahkan saya pernah disuruh beli poster si gambar ustadz ini, macam saya memajang poster para boy band di kala masa ababil itu. Posternya minta yang dipigura pula. Siapa sangka, di tahun mama meninggal, berita menghebohkan melanda ustadz ini; berpoligami. Dih….poster yang tempo hari dipajang di rumah langsung saya copot dan digudangkan yang sekarang nggak tahu kemana rimbanya. Kemudian tahun-tahun setelahnya banyak sekali bermunculan ustadz-ustadz yang mendadak jadi seleb, terkenal bukan karena ceramahnya tapi karena sensasinya. Haduh…saya jadi ilfeel, apalagi saya pernah dijodohkan dengan seorang ustadz yang gitu deh…wkwkwk… Lalu muncullah Ustadz Wijayanto di layar kaca. Lewat beliau inilah saya kembali mengidolakan seseorang berlabel ustadz. Beliau ini kalau memberikan materi ceramah secara lugas dan lugu, bahkan ujung-ujungnya bikin kita senyum-senyum. Pesan moral yang disampaikan pun terkesan tidak menggurui. Siapa sangka, saya berkesempatan bisa membaca buku tulisan beliau ini, apalagi dari judulnya #JLEBB banget, semacam kode keras #eaaa😀

Buku ini terdiri dari beberapa BAB. Yang paling favorit tentunya BAB pertama yang sama dengan judul buku ini; Jodohku Maunya Sih Kamu. Di poin ini dibahas tentang serba-serbi jodoh. Pertama, wa likulli syay’in maziyah (setiap sesuatu memiliki kelebihan). Maka, jangan mendikte Allah Swt, bahwa kita harus dengan dia. Karena kadang-kadang, dibalik kekurangan ada kelebihan. Di balik kelebihan ada kekurangan. JLEBB. Kedua, kadang-kadang Allah Swt. tahu yang terbaik untuk kita. Jadi, mengenai jodoh kadang-kadang Allah Swt. menjadikan kebaikan yang banyak. Kadang-kadang kita senang sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kita. Ini orangnya tampan, ini orangnya baik, ini orangnya kece, ini orangnya kekinian, ini orangnya gaul, ini orangnya populer, dan sebagainya. Tapi, nyatanya juga bisa cerai. Padahal udah tampak kece badai. Ternyata, malah nggak cocok. Ada orang yang wajahnya jelek. Wajahnya enggak menarik. Wajahnya jelek tapi istrinya cantik, malah langgeng sampai hari ini. Ada yang suaminya ganteng tapi istrinya sangat jelek. Nyatanya langgeng sampai hari ini. ada yang sama-sama jelek, tetapi cerai. Ada enggak? Banyak. Ada yang sama-sama cantik dan ganteng, sama-sama menarik, aktor dan aktris, tetap cerai? Ada enggak? Banyak juga.

Jodoh di tangan Tuhan. Walaupun sesungguhnya jodoh itu tidak hanya soal laki-laki dan perempuan. Jodoh itu, termasuk rezeki yang jodoh, pekerjaan yang jodoh. Sebab, kalau enggak jodoh, kerja baru sebentar, pindah lagi. Tempat tinggal belum lama pindah lagi, kontrak sana, kontrak sini. Berarti belum jodoh. Tetapi prinsipnya, orang baik akan didapatkan orang baik. Orang yang jahat, Allah Swt. carikan orang yang jahat. Kalau ibu-ibu orang baik, punya anak baik, carikan menantu orang yang baik. Jangan mengumbar janji ke mana-mana.

Ini ada pesan moral sekaligus menjadi patokan, orang yang baik tentu mencari orang yang baik juga. Karena, ciri orang baik pasti mencari pasangannya orang yang baik. Jadi, kalau dia laki-laki yang keji mesti carinya yang keji. Contoh, kalau orang enggak tahu agama, carinya yang outer-ny atau inner beauty-nya? Carinya yang kece luarnya, apa kece juga dalamnya?

Boleh mencari yang kece, tetapi tidak boleh meninggalkan agama. Yang paling penting adalah agamanya. Jadi, kalau kita memang belum jodoh sama si A, Allah Swt. pilihkan yang lebih baik dari itu. Jangan putus asa. Jangan pilih obat nyamuk terus diminum. Ada, ada banget yang kayak gini. Sekitar tiga tahun lalu, ada seorang siswa dari sekolah lain nekat menenggak obat serangga hanya gegara tidak dibelikan motor oleh orangtuanya yang tidak mampu. Kenapa dia ngotot minta motor? Karena cewek yang ditaksirnya mengatakan dia miskin kalau nggak punya motor. Beda lagi, di sekolah tempat saya bekerja, tiga tahun lalu juga kasusnya. Ada seorang siswa masih kelas X, jiwanya tergoncang hanya karena ditolak oleh cewek yang ditaksirnya. Masih ingat banget, dulu pas masa-masa kritis di kelas X, kerjaannya jika nggak menyukai pelajaran di kelas, pilihannya adalah main futsal di lapangan atau ke perpustakaan untuk meminjam Naruto. Ya, komik Naruto. Maunya hanya komik itu. Tiap ke perpus pun pasti nanyain apakah ada komik Naruto keluaran edisi baru. Mungkin dikiranya komik ini keluar edisi baru setiap minggu x)) Siapa sangka, kini siswa tersebut setelah melalui proses yang panjang akhirnya sembuh. Bahkan kini dia memasuki kelas unggulan, rajin sholat pula. Subhanallah. Ternyata begitu dahsyatnya ya kekuatan cinta, terkadang bisa menjerumuskan. Apalagi anak zaman sekarang, masih sekolah mikirnya udah berat. Putus cinta udah berasa kiamat x))

Satu lagi, agama enggak bisa dilihat, kecuali karena ibadahnya dan juga ahlaknya. Karena cerminan dari agama adalah orang yang beribadah dan berahlak. Karena iman enggak bisa dilihat, maka dilihat dari kesehariannya, dari ahlaknya.

Mudah-mudahan abis baca ini, jodoh kian dekat. Amin…. x))

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Jodohku Maunya Sih Kamu

Penulis                                                 : Ustadz Wijayanto

Penyunting                                         : Fajar Kurnianto & Cecep Romli

Penyelaras aksara                            : Lina Sellin & Nurjaman

Penata aksara                                    : Aniza Pujiati

Desain sampul                                   : Iggrafix

Penerbit                                              : Noura Books

Terbit                                                    : Desember 2015

Tebal                                                     : 232 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-385-025-9

2 thoughts on “REVIEW Jodohku Maunya Sih Kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s