[BLOGTOUR] REVIEW Love in Adelaide + GIVEAWAY

WP_20160225_018[1]

Siapa yang bisa mengelak dari jodoh yang sudah ditetapkan Tuhan? (hlm. 51)

Ayah kandung Aleska meninggal sepuluh tahun yang lalu, Aleska menjadi sangat dekat dengan ibunya. Bu Marinata bekerja keras demi menghidupi dirinya dan anaknya. Almarhum Yana Suryana suaminya meninggal tanpa banyak persiapan finasial. Kecelakaan kerja yang tak terduga. Musibah yang memilukan bagi Bu Marinata dan Aleska yang ketika itu baru berusia dua belas tahun.

Almarhum ayahnya hanya meninggalkan rumah kecil warisan kakeknya. Sudah berdiri sejak tahun tujuh puluhan. Dirawat seadanya asalakna tidak bocor. Bu Marinata masih beruntung, suaminya tidak meninggalkan utang. Hanya uang tabungan sebesar sepuluh juta rupiah yang kemudian habis separuh untuk biaya pemakaman suaminya. Sejak itu kehidupan keras penuh cobaan mulai dijalani Bu Marinata dan Aleska.

Memangnya di usia Ibu nggak boleh saling jatuh cinta dan bersikap romantis? (hlm. 19)

Aleska sadar, ibunya masih tergolong muda. Selama ini cukup banyak laki-laki yang tertarik mendekati Bu Marinata, namun selalu ditolak dengan alasan masih ingin fokus membesarkan anaknya sendirian. Sekarang saatnya Bu Marinata meraih kebahagiaannya sendiri setelah Aleska sudah mampu hidup mandiri.

“Ibu butuh waktu ngasih tahu kamu, Ka.”

“Kenapa?”

“Karena Ibu sudah menduga, pasti akan seperti ini. Kamu nggak bisa langsung menerima. Tapi,kamu sudah dewasa, kan? Ibu nggak perlu minta izin kamu. Ibu cuma ngasih tahu.”

“Jadi, andai aku nggak setuju, Ibu tetap akan menikah dengan mister Australia itu?”

“Memangnya kamu nggak setuju?”

“Aku cuma nggak nyangka…”

“Nggak nyangka apa?”

“Ibu bisa jatuh cinta sama pria lain selain Ayah. Padahal Ayah laki-laki yang baik banget nggak ada duanya….”

“Aleska…”

“Ibu nggak harus menjelaskan. Aku cuma heran saja. Karena kalau aku, aku nggak bakal bisa melupakan Ayah.” (hlm. 4)

Pas baca potongan kalimat di halaman 4 itu, rasanya nyesek banget. Karena saya juga pernah melontarkan kalimat itu sekitar delapan tahun yang lalu saat papa akan menikah lagi. Bedanya, jika Aleska menjadi yatim karena ayahnya sudah tiada, saya piatu karena mama sudah meninggalkan kami selamanya. Meski dulu almarhumah mama berpesan agar papa menikah lagi, rasanya tetap sesak dan belum rela ketika orang lain akan menggantikan peran mama di rumah. Umur Aleska sama seperti umur saya saat menerima kehidupan baru itu. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar kami semua bisa saling mengerti satu sama lain. Dan itu tidak mudah, butuh proses.

Begitu juga dari pihak suami dari ibunya, Mr. Abraham Mayers duda beranak dua berusia 49 tahun. Anaknya bernama Zach Mayers dan Sarah Mayers. Dia bercerai dengan istrinya lima tahun lalu. Di Australia, Mr. Abraham Mayers punya toko serba ada yang menyediakan makanan Asia dan halal. Kue-kue buatan Bu Marinata dijual juga di tokonya dan cukup banyak peminatnya. Karena itulah kelak setelah pindah ke Adelaide, Bu Marinata masih bisa melanjutkan usahanya membuat kue khas Indonesia dan dijual di toko Mr. Abraham Mayers ini.

“Perceraian ayah-ibunya pasti membuatnya terpukul. Ada anak yang sanggup mengatasinya, tapi ada juga yang tidak.” (hlm. 173)

“Ibu tahu, tidak bisa disamakan antara ditinggal pergi orangtua untuk selamanya, dengan menghadapi perpisahan orangtua. tapi, bagi seorang anak, sama-sama menyakitkan.” (hlm. 174)

Mrebes mili pas baca potongan kalimat di halaman 173 dan 174 itu. Kebetulan dua minggu lalu saya seharian mendamping murid untuk mengikuti suatu perlombaan, dari awal sudah banyak kendala hingga hari-H lomba. Saya dan seorang guru ngelus dada dibuatnya, materi yang diperlombakan belum siap, bahkan kami pun menjemput mereka satu per satu ke rumahnya. Dari awal kami sudah sangat pesimis akan kalah jika caranya begini karena persiapan yang kurang matang. Kami berdua greget dibuatnya. Hingga di sore hari saat kami makan bersama-sama mereka sambil menunggu pengumuman lomba, tanpa disadari mereka bercerita tentang kehidupan keluarga mereka yang ternyata broken home semua; yang satu ikut nenek sedangkan orangtuanya dua minggu sekali menjenguknya, satunya lagi ayahnya sudah setahun stroke dan ibunya pergi meninggalkan mereka, serta satu-satunya murid perempuan bercerita jika sudah dua bulan ini hidup sendiri di rumahnya karena ibunya pergi tanpa pamit sedangkan ayahnya sudah lama meninggalkan mereka dan harta bendanya dan menikahi perempuan lain. Pantas saja mereka ini kalau pulang sekolah sore banget, seringkali saya kudu ‘mengusir’ para murid buat pulang, ternyata banyak dari mereka yang memang tidak diperhatikan orangtuanya. Saya menangis tersedu-sedu pas tahu kisah pilu mereka. Guru yang satunya mengatakan saya cengeng, tapi memang jika kita pernah mengalami apa yang pernah dirasakan mereka pasti juga akan nyesek mendengar cerita mereka. Kasusnya memang beda, tapi seperti kutipan di atas, seorang anak yang ditinggal pergi oleh orangtuanya dengan menghadapi perpisahan orangtua sama-sama menyakitkan :’)

Jika dari sisi Aleska, kita bisa melihat bagaimana rasanya ditinggal pergi orangtua selamanya. Lain halnya dengan Sarah Mayers, adik tiri Aleska ini. Dia representasi keluarga broken home. Pemberontak dan mudah sekali tersinggung bahkan kerap melawan orangtua. Anak-anak seperti ini nggak boleh dikerasi, mereka harus dirangkul dan harus dilakukan pendekatan agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif. Jangan sampai nasi menjadi bubur.

Jangan menyimpulkan apa-apa dulu. Sebelum kita bertemu dan mengenalnya secara dekat. (hlm. 9)

Selain tema keluarga yang diangkat, sebenarnya ada juga kisah percintaan Aleska ketika di Adelaide bertemu Neil Wilkins, pemuda Australia yang memiliki darah Inggris-Aborigin. Belum lagi penulis menyelipkan budaya kehidupan di Adelaide maupun Australia, seperti di sana perempuan harus mandiri, migran kerap dianggap sebelah mata, dan sebagainya. Meski ada beberapa bagian Aleska dari sisi Islam seperti pertanyaan seputaran berhijab, muhrim, bahkan puasa tapi tetap bisa dibaca untuk semua kalangan pembaca.

Sekian kalinya membaca buku yang ditulis Mbak Arumi. Ini adalah buku pertama dari serial Around the World yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Nggak sabar baca seri berikutnya yang ditulis oleh penulis yang berbeda!😉

PicsArt_28_02_2016_17_26_48[1]Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jodoh memang nggak bisa ditebak. (hlm. 8)
  2. Tiap orang itu unik. Satu manusia pasti berbeda dengan manusia lainnya. (hlm. 21)
  3. Jangan meremehkan imajinasi. Terkadang tanpa kita sadari apa yang kita khayalkan bisa menjadi doa yang suatu saat nanti bisa terkabul. (hlm. 51)
  4. Nggak ada yang nggak mungkin jika Allah berkehendak. (hlm. 176)
  5. Selalu ada hikmah dari setiap keajaiban. (hlm. 177)
  6. Lupakan yang lalu. Saatnya kamu melakukan hal baru yang lebih menyenangkan dan lebih baik. (hlm. 191)
  7. Hanya Allah yang berhak menentukan kamu berdosa atau tidak,kamu diampuni atau tidak. (hlm. 193)
  8. Selama kamu masih diberi hidup, itu artinya kamu diberi kesempatan menebus kesalahanmu dan berubah perlahan menjadi lebih baik. (hlm. 193)
  9. Siapa yang tahu masa depan akan seperti apa? (hlm. 217)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Kamu ini, sudah nyikut sembarangan, pakai maksa jawab segala. Memangnya apa urusanmu? (hlm. 1)
  2. Kamu ini aneh. Nggak sopan banget. Mudah sekali tersinggung. (hlm. 16)
  3. Sikapnya itu bukan sikap yang baik, kan? Nggak peduli sama orang lain, nggak tanggap membantu orang lain dan nggak menghargai orang yang lebih tua. (hlm. 19)
  4. Kalau mau bantuin jangan tanggung-tanggung dong. (hlm. 20)
  5. Kita nggak bisa menggeneralisir karakter seseorang hanya berdasarkan rasanya. (hlm. 21)
  6. Jangan terlalu memikirkan omongan orang. Mereka nggak tahu yang sebenarnya terjadi dan kita nggak punya kewajiban untuk menjelaskan. (hlm. 29)
  7. Pacaran itu kan nggak baik. (hlm. 35)
  8. Kalau berani lawan aku. Jangan beraninya sama perempuan! (hlm. 45)
  9. Orang dengan mental rasis masih ada di era kapan pun. (hlm. 63)
  10. Orang-orang yang malang. Menghabiskan hidup dengan menganggap rendah orang lain. (hlm. 63)
  11. Nggak usah membicarakan masa lalu. Nggak ada gunanya. Fokus dengan masa depan. (hlm. 65)
  12. Kalau kamu merasa wajib, jadinya merasa terpaksa. (hlm. 67)
  13. Jangan sembarangan menuduh. (hlm. 67)
  14. Berteman boleh, tapi jangan lebih dari itu. Ingat ya, jangan melakukan hal yang bisa menimbulkan fitnah. (hlm. 93)
  15. Kalau sampai kamu nggak makan seharian, pasti ada yang nggak beres. (hlm. 153)
  16. Jangan ikut campur urusanku! (hlm. 153)
  17. Jangan sok tahu! Aku nggak mau bicara denganmu lagi! (hlm. 154)
  18. Siapa yang tahu masa depan akan seperti apa? (hlm. 217)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Love in Adelaide

Penulis                                 : Arumi E.

Editor                                    : Donna Widjajanto

Desain sampul                   : Orkha Creative

Desain isi                             : Nur Wulan

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 227 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-2545-3

blogtour around the world seriesMAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @rumieko. Jangan lupa share dengan hestek #GALoveInAdelaide dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Giveaway kali ini tidak menjawab pertanyaan, tapi buat photo quotes dari novel GA Love In Adelaide ini. Setiap peserta membuat satu photo quotes atau boleh lebih dari satu, jadi jumlah photo quotes yang diikutkan tidak dibatasi ya. Kalimat yang diambil bisa dari kalimat favorit atau kalimat sindiran yang saya tulis di review ini ya.

5. Upload photos quotes via twitter dengan format: #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes

6. Di kolom komentar di bawah ini, tuliskan nama, akun twitter, dan kota tinggal, dan link twitpic yang sudah diupload dari twitter agar mudah dalam pendataan peserta.

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GALoveInAdelaideyaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GALoveInAdelaide ini berlangsung seminggu saja: 1-7 Maret 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 8 Maret 2016.

Akan ada satu pemenang yang akan mendapatkan buku ini plus pin unyu. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya yaaaa… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

PicsArt_28_02_2016_17_29_49[1]

Pengumuman Pemenang Giveaway Love in Adelaide

Terima kasih buat semua peserta yang ikutan giveaway ini, ada 158 photo quotes yang masuk, dan aku arsipkan di album facebook. Bisa di cek LINK INI:

Pemenang giveaway kali ini adalah:

@DewiiaeyuN / Dewii Ayu Ningsih

pemenang

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GIVEAWAY Love in Adelaide. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penerbitnya ya.

Terima kasih buat Mbak Arumi E yang telah mengajak kerjasama kesekian kalinya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga sukses selalu dengan karya-karyanya… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

next: GIVEAWAY Love in Marrakech

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-101575/love-in-adelaide.html

56 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Love in Adelaide + GIVEAWAY

  1. Hai kak Luckty, ikutan giveaway-nya yaa…

    Nama : Hikmawati Cahyaning Tyas
    Akun twitter : @tyashc
    Domisili : Kota Pekalongan
    Link twitpic :

    Terima kasih kak. Wish me luck🙂

  2. Nama : Khoirur Rohmah
    Akun Twitter : @Rohmahdg
    Kota Tinggal : Jember
    Link Tweet
    1.
    tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/KHM9rJUfZR— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js

    2.
    tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/xw6fIPRFGo— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    3.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/sJ7DL1KKj0— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    4.
    Twet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/AEq3Ujy6iT— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    5.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/tD99pGeiM3— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    6.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/GLye36H6Ti— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    7.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/leNi7AOr79— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    8.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/tSceuREoDT— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    9.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/DaMlcIE2Cv— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    10.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/qxWEGa5PY4— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    11.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/06bzb8OttT— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    12.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/4dsn83zMin— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 4, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    13.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/Qlv2kJkUtK— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 5, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    14.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/94osd6RiQk— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 5, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    15.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/leoVYjAcC1— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 5, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    16.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/JCFgyqi6wF— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 5, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    17.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/WNnVk04GMJ— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 5, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js
    18.
    Tweet

    #GALoveInAdelaide @lucktygs @rumieko @gramedia twitpic photo quotes pic.twitter.com/6MCY1JXuEh— Khoirur Rohmah (@Rohmahdg) March 5, 2016

    //platform.twitter.com/widgets.js

  3. Nama : Heni Susantu
    Twitter : @hensus91
    Domisili : Pati – Jawa Tengah
    Link Twitpic :

  4. Nama : Heni Susanti
    Twitter : @hensus91
    Domisili : Pati – Jawa Tengah
    Link Twitpic :

  5. Nama : Nafilah
    Akun Twitter : NaafilahIzzah
    Tempat Tinggal : Tarakan, Kalimantan utara
    Link Twitpic : https://twitter.com/Naafilahizzah/status/706745846730129408

  6. ikutan dihari terakhir ya kakkk xD

    Nama : Nafilah
    Akun Twitter : NaafilahIzzah
    Tempat Tinggal : Tarakan, Kalimantan utara
    Link Twitpic : https://twitter.com/Naafilahizzah/status/706745846730129408

  7. Kak ikutan di hari terakhir yaaa
    Nama : Nafilah
    Akun Twitter : NaafilahIzzah
    Tempat Tinggal : Tarakan, Kalimantan utara
    Link Twitpic : https://twitter.com/Naafilahizzah/status/706745846730129408

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s