REVIEW PSIKOLOGI KEBAHAGIAAN

psikologi kebahagiaanOrang yang dikuasai jiwa-jiwa rendah, bukan saja kapasitas moral-spiritualnya terkebiri, kebahagiaan yang dipikir akan dia peroleh dengan mengumbar nafsu, justru akan makin jauh darinya. Karena sesungguhnya, kebahagiaan terletak dalam ketenangan jiwa, bukan pada benda-benda, kekuasaan atau popularitas di luarnya yang menjadi barang buruang jiwa angkara murkanya. (hlm. xvii)

Dari sekian banyak kebahagiaan yang dijabarkan dalam buku, BAB paling favorit adalah membahas kebahagiaan seputar pekerjaan. Mengapa? Karena di zaman serba instan ini, banyak sekali orang yang tidak bahagia akan pekerjaan yang dilakoninya meski mendapatkan upah yang besar. Ternyata semakin besar gaji, belum tentu semakin bahagia seseorang. Bisa jadi justru semakin stress, karena semakin berat beban yang harus dipikul.

Sesungguhnya seseorang bekerja tidak semata mengandalkan skill dan mengharapkan imbalan gaji. Manusia bukanlah sebuah mesin industry dan produksi. Dalam bekerja, terdapat motivasi yang sangat menentukan proses, hasil dan implikasi lain di luar masalah uang dan jabatan. Di sana tersimpan pertanyaan, untuk apa dan siapa aku bekerja? Mungkin ada orang bekerja sekadar untuk bertahan hidup. Hal yang demikian ini pun sebuah tindakan yang mulia. Minimal orang tersebut mampu menghidupi dirinya sendiri untuk mempertahankan kehidupannya secara jasadi. Namun, apakah misi kehidupan manusia tak ubahnya seperti dunia hewani yang sekedar makan-minum untuk bertahan dan melanjutkan keturunannya?

Jika diamati dan direnungkan, orang yang asyik dan gigih mengejar karier di dalam dirinya masih terdapat motivasi untuk meraih self-glory. Orang yang sukses mengejar karier tentu saja akan menguntungkan banyak pihak lain, misalnya pihak keluarga, perusahaan dan lingkungan staf atau karyawannya. Di situ juga berlangsung aktualisasi diri yang didukung oleh skill dan cita-cita yang diimpikan. Hanya saja, jika orang bekerja sekedar untuk bertahan hidup, lalu naik lagi mengejar karier yang bermuara di kesuksesan materi, jabatan, dan popularitas, sesungguhnya masih ada peluang untuk naik tangga lagi menuju tataran selanjutnya. Tataran yang lebih mulia dan menjanjikan kebahagiaan serta kepuasan hidup, tanpa mengorbankan dua jenjang dan capaian di bawahnya.

Work as a calling. Orang bekerja untuk melaksanakan skenario Tuhan, bekerja sebagai ibadah, bekerja untuk melayani dan membahagiakan sesama hamba Tuhan. (hlm. 146)

Seseorang akan membahagiakan orang lain. Jadi, di sini yang berubah adalah mindset, niat, dan motivasi yang akan berimplikasi kepada tataran praktis, bukan materi pekerjaannya. Dengan memasukkan aspek tarnsendensi karier dan makna sukses, imbalan dan efek yang diraih adalah sebuah kepuasan dan kebahagiaan hidup yang lebih dalam.

Jadi, bekerja ternyata memiliki berbagai jenjang motivasi dan makna serta memiliki banyak dimensi. Dengan karya yang merupakan hasil kerjanya, seseorang akan dihargai. Semakin mendatangkan nilai guna sebanyak mungkin bagi orang lain, semakin eksislah seseorang. Hal itu akan mudah diraih jika seseorang mampu menaiki jenjang-jenjang kerja mulai dari work as a job, naik ke work as a career, lalu naik lagi ke level work a calling.

Working with heart and passion mestilah ditumbuhkan di mana saja. Dengan demikian, salah satu tugas jajaran pimpinan adalah memberikan program-program strategis tentang bagaimana menciptakan suasana kerja yang penuh antusiasme dan produktif. Kerja produktif yang didasari semangat cinta pasti akan menimbulkan vibrasi positif bagi lingkungannya dan bermanfaat bagi siapa pun yang menggunakan hasil karyanya.

Karena hidup adalah sebuah ziarah atau perjalanan, mari kita rayakan bersama agar terasa mengasyikkan, damai dan jangan lupa mewariskan tanaman kebajikan untuk kita panen, baik di hari tua maupun setelah mati. (hlm. 179)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Psikologi Kebahagiaan

Penulis                                 : Komaruddin Hidayat

Penyunting                         : Hermawan Aksan & Cecep Romli

Penyelaras aksara            : Neni Suryani

Penata aksara                    : Sari Abdinegeri

Desain sampul                   : iggrafix

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : Desember 2015

Tebal                                     : 184 hlm.

ISBN                                      : 978-602-385-026-6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s