[BLOGTOUR] REVIEW Love in Edinburgh + GIVEAWAY

WP_20160227_001

Tidak ada yang bisa diubah dari masa lalu. Fokus pada masa depan saja. (hlm. 189)

KATYA. Dia merasa masih terlempar ke masa lalu, tersedot pada peristiwa demi peristiwa yang mengubah hidupnya. Dan yang maish mengganggu perempuan itu adalah mimpi buruk yang kerap hadir. Dengan adegan yang nyaris sama, Katya dan laki-laki yang siap menyakitinya dengan brutal. Katya tidak tahu apakah kelak ada waktunya saat semua hal buruk yang menghantuinya itu akan memasuki fase kadaluwarsa. Supaya dia punya keberanian lebih untuk berhadapan dengan masa lalu dan menuntaskan apa yang belum selesai. Hingga saat ini, Katya belum benar-benar memiliki keberanian untuk melakukan itu.

“Apa yang bisa kulakukan untuk mengurangi bebanmu, Kat? Beritahu, dan aku akan melakukannya. Aku tidak tahan melihat ada perempuan yang disakiti seperti itu.” (hlm. 95)

SEBASTIAN. Dia bukannya tidak tahu bahwa Bridget menginginkan pernikahan sejak tahun lalu. Namun, saat itu dia belum siap mewujudkan keinginan perempuan yang dicintainya tersebut. Sebastian menilai usianya di kala itu, 27 tahun, masih terlalu belia untuk terikat pernikahan. Tapi, kini dia berubah pikiran. Belakangan, ada yang terasa kurang dalam hidupnya. Dan itu tidak ada hubungannya dengan uang. Sebastian menilai perusahaan parfum miliki keluarganya, Belle Femme, lebih dari sekedar sukses. Jadi, dengan penuh percaya diri, Sebastian melamar kekasihnya minggu lalu. Semua berjalan lancer, awalnya. Sebastian seakan melambung ke bintang melihat Bridget luar biasa bahagia. Namun, ketika pembicaraan mereka kian intens dan menyinggung tentang kapan pernikahan akan dilaksanakan, hanya ada jalan buntu di depan mata Sebastian.

“Aku tetap ingin menikah denganmu. Tapi, bukan berarti harus buru-buru, sebelum tahun ini berakhir. Tahun depan atau dua tahun lagi jauh lebih realistis. Aku harus membagi perhatian untuk pekerjaanku yang tanggung jawabnya kian besar. Apalagi kau yang begitu egois dan menyalahkanku untuk segalaya. Kau mau aku bagaimana? Kau yang memaksaku melakukan ini semua.” (hlm. 70)

Kekusutan pikiran sepertinya mendorong Sebastian melakukan aktivitas yang agak berbeda. Dia menginginkan jeda singkat sebelum masalah pekerjaan dan Bridget kembali mengambil alih. Tak lama setelah Bridget meninggalkan London, Sebastian menerima proposal dari stasiun televisi untuk terlibat dalam sebuah acara reaity show bertajuk Underground Magnate.

Alih-alih berlibur ke tempat wisata yang biasa atau menyepi di vila keluarganya di Wales, Sebastian merasa tawaran dari Underground Magnate bisa menjadi jeda yang berbeda. Dia merasa memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang lebih bermakna. Meski benci setengah mati disorot kamera, ketertarikan dan rasa penasaran mendorongnya untuk memberi persetujuan tanpa pikir panjang. Tidak ada salahnya sedikit menjaga jarak dari rutinitas, kan?

Underground Magnate kali ini akan membawa Sebastian ke Edinburgh. Sebastian menyimpan harapan, dia bisa berpikir lebih jernih ketika kembali ke London. Tapi, benarkah kerumitan hidupnya akan berkurang?

PicsArt_28_02_2016 18_13_34“Boleh dibilang, saat ini kami tidak punya apa-apa. Selain tempat ini, bar, dan Sister Eve. Tapi kami baik-baik saja, sangat bahagia. Berbagi dengan mereka, melihat wajah-wajah penuh syukur hanya kerna mendapat sarapan gratis, takkan kami tukar dengan apa pun.” (hlm. 50)

“Kenapa aku mendirikan Good Karma? Itu pertanyaan yang sangat sering diajukan. Jawabannya simple saja, karena aku ingin menolong mereka yang menjadi korban kebrutalan dari pasangan atau orang terdekatnya. Jika mungkin, melepaskan mereka dari para penyiksa.” (hlm. 73)

Katya dan Sebastian. Dua manusia yang awalnya tidak saling kenal. Berbeda negara dan berbeda latar belakang. Masing-masing memiliki masalah yang rumit dan menyimpan sebuah rahasia dari masa lalu. Ini adalah novel ketiga dari rangkaian Around the World with Love yang diterbitkan oleh Gramedia.

Banyak tokoh yang ditampilkan meski hanya selingan. Misalnya para pemilik tempat sosial; Sister Eve maupun Good Karma. Kalau dipikir, ternyata di dunia yang semakin jahat dan penuh persaingan ini, masih banyak orang yang berbuat baik dan tanpa pamrih mengharapkan apa pun. Bahkan bisa dikatakan mereka justru mengeluarkan tenaga, pikiran maupun materi yang tidak sedikit. Ada, masih ada orang-orang seperti ini di kehidupan nyata. Salah satu yang saya temui di kehidupan nyata ada Mas Sugeng Hariyono, beliau tukang tambal ban yang merantau dari Ponorogo, Jawa Timur ke Kalianda, Lampung. Beliau mengumpulkan buku-buku bekas yang dibelinya dari rongsokan dan juga motor bekas yang di sulapnya menjadi motor pustaka. Setiap sore sehabis mencari nafkah menjadi tambal ban, beliau berkeliling desa untuk meminjamkan buku koleksinya itu. Kini, motor pustakanya berkembang menjadi rumah pustaka. Selain meminjamkan buku, beliau juga melayani kursus computer yang semuanya gratis, alias tanpa dipungut biaya. Pesan moralnya adalah berbuat baik tidak harus dimulai dari sukses dahulu. Kalau kita menunggu sukses, bisa jadi kita belum sempat berbuat baik sudah dipanggil Tuhan. Sejak bekerja di perpustakaan sekolah, saya mengikhlaskan buku-buku kiriman dari penulis maupun penerbit untuk dijadikan koleksi perpustakaan sekolah. Bagaimana kalau nanti terlipat, lecek atau pun hilang? Rasa cemas itu akan menguap ketika melihat keantusiasan murid-murid unyu yang berebutan ketika melihat sebuah buku baru. Prinsip saya, biarlah buku itu lecek karena dibaca, daripada rusak karena di makan rayap :’)

WP_20160227_022

Di buku ini, lebih mengedepankan sifat toleransi antar bangsa maupun agama. Menurut WIKIPEDIA, Toleransi adalah membiarkan orang lain berpendapat lain,melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita, tanpa kita ganggu ataupun intimidasi. istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, di mana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat menghormati keberadaan agama atau kepercayaan lainnya yang berbeda. Namun kadang toleransi beragama sering disalah artikan, dengan ikut upacara ibadah agama tertentu, bukan itu yang dimaksud, misal dengan memakai atribut salah satu agama tertentu, dll. Toleransi yang benar adalah memberikan kenyamanan mereka dalam melaksanakan ibadahnya. bukan mencampur adukkan agama.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jangan nilai seseorang berdasarkan sesuatu yang tidak bisa diubah. (hlm. 62)
  2. Orang yang takut pada murka Tuhan, yang menjalani agamanya sebaik yang dia mampu, takkan sanggup menjahati orang lain. (hlm. 89)
  3. Semoga apa pun masalah yang mengadang, bisa diatasi. (hlm. 93)
  4. Orang yang takut pada murka Tuhan, yang menjalani agamanya sebaik yang dia mampu, takkan sanggup menjahati orang lain. (hlm. 109)
  5. Ada hal-hal tersebut yang tidak bisa dijembatani. (hlm. 158)
  6. Kadang, jawaban akan datang jika kita bersabar menunggu. (hlm. 158)
  7. Segala puji Allah takkan pernah cukup. (hlm. 225)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Adakalanya rencana yang begitu matang pun berantakan tanpa aba-aba. (hlm. 10)
  2. Buat dirimu berguna dengan tidak terus berdiri sendiri. (hlm. 12)
  3. Indonesia? Negeri yang indah dan memiliki makanan enak. Sayang, kemacetan lalu lintasnya mengerikan. (hlm. 38)
  4. Kau seharusnya menjaga sikapmu. Kau tidak boleh menilai orang karena hal-hal yang tidak bisa mereka ubah. (hlm. 58)
  5. Kami tidak menoleransi segala kebencian. (hlm. 58)
  6. Bagaimana bisa seorang laki-laki memukuli perempuan yang sedang mengandung darah dagingnya? (hlm. 75)
  7. Bagaimana bisa ada laki-laki atau perempuan yang mampu menyiksa orang-orang terdekatnya? (hlm. 93)
  8. Kau tidak boleh sembarangan! (hlm. 94)
  9. Betapa hidup ini penuh ironi. (hlm. 217)
  10. Kau yang berbuat kesalahan. Tapi, kau masih punya waktu untuk meminta pengampunan. (hlm. 221)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Love In Edinburgh

Penulis                                                 : Indah Hanaco

Editor                                                    : Donna Widjajanto

Desain sampul                                   : Orkha Creative

Desain isi                                             : Nur Wulan

Penerbit                                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : 2015

Tebal                                                     : 232 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-03-2534-7

blogtour around the world series

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @IndahHanaco. Jangan lupa share dengan hestek #GALoveInEdinburgh dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Giveaway kali ini tidak menjawab pertanyaan, tapi buat photo quotes dari novel #GALoveInEdinburgh ini. Setiap peserta membuat satu photo quotes atau boleh lebih dari satu, jadi jumlah photo quotes yang diikutkan tidak dibatasi ya. Kalimat yang diambil bisa dari kalimat favorit atau kalimat sindiran yang saya tulis di review ini ya.

5. Upload photos quotes via twitter dengan format: #GALoveInEdinburgh @lucktygs @IndahHanaco twitpic photo quotes

6. Di kolom komentar di bawah ini, tuliskan nama, akun twitter, dan kota tinggal, dan link twitpic yang sudah diupload dari twitter agar mudah dalam pendataan peserta.

7. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GALoveInEdinburgh yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GALoveInEdinburgh ini berlangsung tujuh hari saja: 15-21 Maret 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 22 Maret 2016.

Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya yaaaa… ;) Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

PicsArt_28_02_2016 18_11_39

Pengumuman Pemenang Giveaway Love in Edinburgh

Terima kasih buat semua peserta yang ikutan giveaway ini, ada 41 photo quotes yang masuk, dan aku arsipkan di album facebook. Bisa di cek LINK INI:

Pemenang giveaway kali ini adalah:

@Lenny1785/ Lenny

38

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GIVEAWAY Love in Edinburgh. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penerbitnya ya.

Terima kasih buat Mbak Indah Hanaco yang telah mengajak kerjasama untuk pertama kalinya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga sukses selalu dengan karya-karyanya… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-101570/love-in-edinburg.html

36 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Love in Edinburgh + GIVEAWAY

  1. Pingback: [BLOGTOUR] REVIEW Love in Marrakech + Giveaway | Luckty Si Pustakawin

  2. Nama: Rayya Tasanee
    Akun Twitter: @Rayya_Tasanee
    Kota Tinggal: Jakarta Timur

    Link twitpic:

    #GALoveInEdinburgh @lucktygs @IndahHanaco @elexmedia pic.twitter.com/JrrrNABGhX

    — Rayya Tasanee (@Rayya_Tasanee) March 15, 2016

    #GALoveInEdinburgh @lucktygs @IndahHanaco @elexmedia pic.twitter.com/aEg41pNzup

    — Rayya Tasanee (@Rayya_Tasanee) March 15, 2016

    Terima kasih.🙂

  3. Nama: Novi Andriyani
    Twitter: @nvandrym
    Kota tinggal: Bandung
    Link twitpic:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s