REVIEW Ocean Breeze

WP_20160131_013

Tidak cuma orangtuamu, semua orangtua memang tidak asyik. Padahal mereka juga melakukan yang sama saat muda dulu. (hlm. 149)

OCEAN ALAMANDA. Sejak berusia 10 tahun, Ocean sudah berusaha menerima dengan berat hati kenyataan bahwa ia tak mempunyai ayah. Tapi kini tiba-tiba sebuah nama yang diklaim sebagai ayah kandungnya muncul. Haruskah ia merasa senang?

Pergi jauh meninggalkan Anchorage, tak lagi bisa menatap langit Alaska dan akan tinggal di Miami yang mempunyai selisih waktu empat jam dengan Achorage. Meninggalkan segala kenangan bersama ibunya yang kini telah tiada, dan meninggalkan semua teman-temannya. Dia akan tinggal dengan keluarga baru, bersama ayah yang belum pernah dilihatnya, sekolah baru dan juga teman-teman yang baru.

“Seperti apa tampang ayahku? Bagaimana aku harus memanggilnya? Daddy? Father? Pops? Papa? Atau cukup Brian saja? Apakah dia masih sendiri atau sudah punya keluarga? Bagaimana kalau dia tidak bisa menerimaku? Bagaimana kalau keluarganya –jika memang ada- keberatan dengan kehadiranku? Apa yang akan kulakukan di sana? Bagaimana dengan sekolahku? Apa aku akan mendapat teman di sana? Apa yang akan kulakukan jika ternyata ayahku menolak mengasuhku? Apakah aku harus pergi? Ke mana aku harus pergi? Jika terjadi sesuatu di sana, siapa yang bisa kuhubungi?” (hlm. 6)

Memang tidak mudah bagi seorang remaja untuk menghadapi masalah beruntun, begitu juga dengan Ocean. Setelah ibunya meninggal dunia, hidupnya berubah drastis. Dia harus menyesuaikan diri dengan keluarga barunya, apalagi ternyata ayahnya sudah memiliki istri lagi yang sepertinya tidak menyambut baik keadaannya.  Home sick dan tekanan yang ditimbulkan istri ayahnya itu membuatnya lelah lahir batin.

Ia tidak mau berharap ayahnya berpisah dengan Miranda hanya karena ia merasa tak nyaman dengan wanita itu. Tidak. Ia tidak membenci Miranda. Ia hanya merasa ketakutan setiap kali berhadapan dengan wanita itu. Ia tahu Miranda tidak jahat. Wanita itu hanya belum bisa menerima kehadirannya, dan itu bukan salahnya. Tapi tentu saja juga bukan salah Ocean. Ocean hanya bisa berharap, semoga Miranda akhirnya bisa menerimanya.

“Kau putriku. Jangan pernah merasa merepotkanku atau merasa tidak enak atas semua yang kulakukan untuk. Aku tidak berada di sisimu selama enam belas tahun. Kau berhak menerima lebih.” (hlm. 60)

“Aku bukan ibu tiri jahat dan kau juga bukan Cinderella atau Snow White. Jadi kau tak perlu bersikap seolah aku akan memakanmu.” (hlm. 68)

Dari awal membaca kisah Ocean ini, saya bisa merasakan bagaimana perjuangannya menghadapi keluarga yang baru dan juga teman-teman yang baru. Saya pernah di posisi Ocean, betapa sangat berat ditinggal seorang ibu yang melahirkan kita dan harus menerima kenyataan jika ayah memiliki pasangan baru dalam hidupnya. Bedanya, kisah hidup Ocean malah justru lebih berat karena dia harus menyesuaikan diri juga dengan sosok ayah yang selama ini tidak ada dalam kehidupannya.

Suka buku ini. Penulisnya menjabarkan sosok anak dan orangtua secara seimbang. Anak tidak selalu salah. Dan orangtua sebenarnya juga tidak selalu salah. Dalam hidup, kita harus memandang suatu hal dalam dua sisi. Kita bisa melihat kehidupan sang anak dari sisi Ocean. Bisa juga melihat peran orangtua dari sisi Brian, Miranda maupun Leticia, ibunya Julian.

Sejauh ini saya menyukai buku-buku berlabel YARN terbitan Ice Cube. Seperti buku ini, selain menyimpan banyak pesan moral, membacanya seakan membaca novel terjemahan. Bersetting luar negeri lengkap dengan problematika kehidupan di sana.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Tenang, semua akan baik-baik saja. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. (hlm. 7)
  2. Kalau itu membuatmu lebih tenang, aku akan melakukannya. (hlm. 49)
  3. Sesama cewek harus saling membantu, kan? (hlm. 104)
  4. Tanyakan pada hatimu. Pikirkanlah masak-masak sebelum membuat keputusan. (hlm. 218)
  5. Seorang anak memang seharusnya tinggal bersama orangtuanya. (hlm. 235)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Wanita mana yang akan senang tiba-tiba kedatangan seorang anak dari masa lalu suaminya yang tak pernah terdengar sebelumnya? (hlm. 19)
  2. Tetap saja tak semudah itu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. (hlm. 27)
  3. Kalau kau boleh, kenapa aku tidak? (hlm. 42)
  4. Jangan menunjukkan yang tidak-tidak. (hlm. 43)
  5. Alkohol bisa menyebabkan mabuk. Dan sangat mabuk, kau akan kehilangan kontrol dirimu sehingga berbuat hal yang aneh-aneh. (hlm. 47)
  6. Beberapa ada orang yang tega menyakiti orang yang mereka cintai. (hlm. 48)
  7. Kau harus berhati-hati terhadap teman cowokmu. (hlm. 69)
  8. Cewek-cewek lebih menyukai para atlet bertubuh kekar , meski kelakuannya minus dan otaknya kosong. (hlm. 76)
  9. Kau cantik dan belum tahu apa-apa tentang cowok-cowok di sekolah. (hlm. 103)
  10. Kepopuleran masa sekolah hanya sementara. Dan sama sekali tak membantu saat kau dewasa. (hlm. 112)
  11. Sedikit nakal tak masalah kok. Namanya juga anak muda. (hlm. 133)
  12. Seharusnya kau lebih berhati-hati memilih teman. (hlm. 150)
  13. Kau bisa sakit kalau makan tidak teratur. (hlm. 224)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Ocean Breeze

Penulis                                                 : Cepi R. Dini

Penyunting                                         : Katrine Gabby Kusuma

Perancang sampul                           : Teguh Tri Erdyan

Penerbit                                              : Ice Cube

Terbit                                                    : 2015

Tebal                                                     : 254 hlm.

ISBN                                                      : 978-979-91-0883-8

3 thoughts on “REVIEW Ocean Breeze

  1. Tema hubungan anak-orang tua yang kayaknya rekomendasi dibaca. Namun saya tuh kenapa selalu kurang suka jika setting cerita dibawa ke luar indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s