[BLOGTOUR] REVIEW Ailurofil + Giveaway

WP_20160322_001

“Kucing yang memilih manusia, bukan manusia yang memilih kucing.” (hlm. 152)

“Kita sering kepedean ngganggap kita paling jago milih kucing. Padahal, sebenarnya kucinglah yang memilih kita.” (hlm. 106)

AILUROFIL. Perasaan sayang yang berlebihan pada kucing. Kalau fobia alias takut banget sama kucing, disebutnya ailurofobia atau felinobia. Nah, dari judulnya bukunya saja kita bisa menebak jika tokoh utama dalam buku ini sangat menyukai kucing. Adalah NASYA yang amat sangat mencintai kucing melebihi segalanya. Makan, selalu ingat menyisihkan makanannya untuk si kucing kesayangan. Pokoknya jika membahas kucing dengannya nggak pernah selesai, semangat empat lima banget kayak pejuang kemerdekaan melawan penjajah. Bahkan Candy, kucing kesayangannya itu melahirkan di ranjangnya yang membuat sepreinya berlumuran darah Candy. Meski sebal, Nasya nggak bisa marah ama Candy. Meski gara-gara ini Candy membuatnya telat masuk sekolah, tapi siapa sangka telatnya ini membawa berkah. Gara-gara telat, dia bisa ketemu Rio yang juga telat. Bukannya double date, tapi double telat, gyahahaha… x))

“Cowok sekeren dan sepinter apa pun, kalau jahat sama kucing dan malah pengin membuang mereka, bagiku nol besar!” (hlm. 142)

Di halaman 15 dijelaskan jika Nasya menyediakan kardus besar untuk Candy. Dua kardus berukuran sedang bekas air minum dalam kemasan, tepatnya. Nasya membuka, menggunting, menggabungkan, dan melakbannya sedemikian rupa sehingga menjadi satu kardus besar. Termasuk juga mengalasi kardus itu dengan kain bekas. Dari singlet bekas, kaus kaki bekas, sampai popok bekas. Cukup lapang dan cukup nyaman bagi tempat tidur induk kucing yang akan melahirkan. Kucing memang suka melahirkan di tempat bersembunyi. Baca bagian ini inget murid yang lulus dua tahun lalu, Kiki namanya. Suatu pagi di ke perpustakan sambil nanya apakah ada kotak yang kosong. Kebetulan di perpustakaan ada beberapa stok kotak kosong, jadi saya memberinya satu. Sekitar setengah jam-an, dia datang lagi sambil bawa kotak kardus itu. Dia bilang titip sampai pulang sekolah nanti. Nah, pas bel pulang dia memenuhi janjinya buat datang ke perpustakaan lagi. Saya iseng nanya apa isi kardus itu. Ternyata…tiga anak kucing yang baru dilahirkan! Glek, jadi pagi di kelasnya geger ada kucing melahirkan. Trus, si Kiki ini kasihan ama anak-anak kucing jadi sama dia ditaro kardus biar hangat. Bodohnya saya, nggak menyadari kalo kardus itu di bolongi beberapa sisinya, mungkin untuk sirkulasi udara sang kucing. Etapi, saya juga heran kok kucing-kucing itu nggak bersuara selama ditaro perpustakaan meski dalam kardus tertutup?!? X))

Begitu juga di halaman 68 saat Nasya makan di luar pun selalu ingat Candy. Nggak di warung, nggak di restoran, setiap makan ayam atau ikan, Nasya selalu membungkus sisa-sisanya. Tak cuma ada yang di piringnya, tapi juga yang ada di piring teman-temannya atau siapa pun yang makan bersamanya. Hal ini mengingatkan Rifky, adik dari Ibu yang sekarang. Meski cowok, dia telaten banget tiap ada acara besar di rumah maupun saudara seperti arisan, reuni dan sebagainya yang ada acara makan-makannya, dia selalu berpesan ke yang bagian cuci piring buat menyisakan tulang-tulang untuk kucingnya di rumah, wkwkw.. x))

Yang saya suka dari buku-buku Mbak Triani Retno adalah selalu menyelipkan tentang perpustakaan. Seperti di buku ini, di halaman 32-35 SMA 47 yang menjadi setting sekah Nasya ini seperti kebanyakan sekolah lainnya. Menerapkan hukuman fisik pada siswa yang terlambat. Dari membersihkan toilet, mengepel aula, membantu Pak Amin menyiram tanaman di halaman dan taman sekolah, sampai lari mengelilingi lapangan basket. Belakangan, hukuman seperti itu dianggap kurang mendidik. Pihak sekolah pun mencari jenis hukuman lain untuk siswa yang terlambat. Muncullah jenis-jenis hukuman seperti mendapat PR lebih banyak dari guru yang bersangkutan, mebuat resensi buku, membuat makalah, hingga membuat rekaman audio. Bukan menyanyi, melainkan membacakan buku pelajaran atau satu dua bab novel. Nantinya rekaman itu akan diberikan ke panti tunanetra. Rekaman tersebut akan membantu orang yang tak dapat melihat mempelajari buku-buku yang tak tertulis dalam huruf braille. Tak ada hukuman ‘merapikan buku di perpustakaan’ seperti di sinetron atau cerita-cerita. Satu pustakawan plus satu staf perpustakaan yang bertugas di SMA 47 sudah cukup untuk membuat perpustakaan selalu rapi dan teratur. Tak ada cerita buku-buku menumpuk atau tergeletak di tempat tak seharusnya. Ih, kece banget perpus sekolah. Bagus ini buat diterapkan di perpustakaan sekolah juga!😉

Apa pun pilihan kamu nanti, pastikan kamu suka sama bidang itu. (hlm. 155)

Kita sendiri yang nentuin dan nantinya bakal ngejalanin masa depan kita. (hlm. 161)

Meski Nasya ini kisahnya beraroma kucing banget, bukan berarti hidupnya hanya berkutat dengan kucing, kucing dan kucing. Sama seperti remaja kelas 3 SMA pada umumnya, Nasya memiliki kegalauan dalam menentukan tujuan hidupnya jika lulus sekolah nanti. Galau memilih jurusan yang akan dipilih. Ya, dulu saya juga merasakan itu. Ketika teman-teman berlomba-lomba mendaftar ke beberapa tempat kampus, saya malah malas. Bahkan berpikiran nggak akan kuliah karena merasa nggak ada jurusan yang sreg. Barulah saat pendaftaran menemukan Jurusan Ilmu Perpustakaan yang meski kata orang aneh dan nggak bermasa depan, tapi saya tetap memilihnya karena saya merasa jurusan ini ‘saya banget’, menunjang hobi yang beruhubungan dengan segala hal berbau buku. Nah, bagaiman dengan Nasya yang suka banget kucing, masalahnya nggak ada jurusan Ilmu Kucing kan!?! X))

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Matematika nggak bisa dipelajari cuma dengan menghafalkan rumusnya. Mesti bisa nerapin ke soal. (hlm. 49)
  2. Hidup harus punya arah. Kalau nggak, kamu bakal kebingungan sendiri. (hlm. 118)
  3. Banyak orang sukses bukan karena pernah kuliah di mana tapi karena minatnya. (hlm. 122)
  4. Orang kalau naik tangga, pasti anak tangga paling bawah dulu. Nggak mungkin langsung dari anak tangga keempat dan kelima. (hlm. 162)
  5. Hidup adalah pilihan. (hlm. 166)

Beberapa kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Hujan bisa turun kapan saja, tak perlu menunggu para pemilik jemuran kembali ke rumah masing-masing. (hlm. 21)
  2. Ada yang lebih menyebalkan daripada terlambat tiba di sekolah? (hlm. 22)
  3. Udah gede kok masih ngompol? (hlm. 26)
  4. Bandung memang sering macet pada pagi hari. Sudah tahu begitu, kenapa tidak berangkat lebih pagi? (hlm. 29)
  5. Janjian kok janjian terlambat. (hlm. 34)
  6. Udah telat, gombal lagi. (hlm. 37)
  7. Nggak solider ah. Masak nggak nyedian tempat buat sobat sendiri? (hlm. 38)
  8. Jangan main kabur-kaburan dari kelas. (hlm. 40)
  9. Biar lambat asal selamat. (hlm. 50)
  10. Hidup akan terasa menyeramkan kalau memikirkan ujian dan ujian. (hlm. 54)
  11. Aneh banget. Masak jadian hanya gara-gara telat bareng. (hlm. 72)
  12. Nggak peduli gimana dekatnya kalian, dia tetap cewek biasa. Cewek perlu kejelasan. Nggak bisa disuruh nebak-nebak terus. (hlm. 75)
  13. Cinta membuatmu buta. (hlm. 121)
  14. Apa pake otak namanya kalo dia nyakitin diri sendiri cuma untuk nolong kucing buduk itu? (hlm. 136)
  15. Hidup ngalir kayak air gitu nggak bagus juga. Iya kalau ngalir ke tempat bagus. Kalo ngalir ke comberan? Kalo ngalir terus masuk ke lubang dan ternyata nggak ada jalan keluar dari sana, gimana ceritanya tuh? (hlm. 118)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Ailurofil

Penulis                                                 : Triani Retno A.

Editor                                                    : Irna Permatasari

Desain sampul                                   : Marcel A. W.

Layout                                                  : Ayu Lestari

Penerbit                                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : 2016

Tebal                                                     : 184 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-03-2547-7

WP_20160322_002

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @retnoteera  jangan lupa share dengan hestek #GAAilurofil dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan? 😉

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GAAilurofil yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GAAilurofil ini berlangsung tiga hari saja: 1-9 April 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 10 April 2016.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya! ;

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

12910362_10207777166459324_362095480_n

Pengumuman Pemenang Giveaway Ailurofil

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway Ailurofil.

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Oktabri | http://twitter.com/0ktabri | Prabumulih, Sumsel

Alasanku ingin membaca buku ini karena aku mengenal betul beberapa orang yang dibahas sama Mbak Triani Retno dalam buku ini, bahkan mereka pun memiliki kebiasaan yang sama dengan kenalannya Mbak Luckty yang disebut-sebut pada resensi di atas. Keakraban manusia dan kucing sama sekali bukan sesuatu yang asing buatku. Namun, aku penasaran dengan hal lain yang dibahas dalam buku ini, yaitu mengenai kegalauan siswa kelas 12 saat dihadapkan pada pemilihan jurusan kuliah dan sistem hukuman bahkan perpustakaan SMA 47 yang keren banget. Sebagai guru yang merangkap Wali Kelas 12 (pernah juga ditugaskan sebagai guru BK dan pustakawan abal-abal di sekolah), aku pun merasa sangat keren bila hal-hal yang selama ini mengawang-awang di pikiranku dan ingin-kuterapkan-di-sekolah-tempatku-mengajar-tetapi-terkendala-oleh-yaa-semoga-mbak-Lucty-paham-penderitaan-sekolah-swasta-yang-bertahan-hidup-melalui-iuran-SPP-bulanan ternyata dituliskan seseorang ke dalam bentuk sebuah novel remaja. Jika mendapat novel ini, tentu saja aku akan membagi pinjamkan pada siswa-siswaku yang notabene kehausan cerita remaja tanpa unsur romansa menye-menye tapi tetap berkualtas.

Namun, di luar semua alasan itu, aku tergugah pada salah satu kutipan dari buku ini, yaitu:
“Hidup ngalir kayak air gitu nggak bagus juga. Iya kalau ngalir ke tempat bagus. Kalo ngalir ke comberan? Kalo ngalir terus masuk ke lubang dan ternyata nggak ada jalan keluar dari sana, gimana ceritanya tuh?” (hlm. 118)
Kutipan ini senada dengan nasihat guruku semasa SMA yang mengatakan jangan pernah berprinsip hidup seperti air yang mengalir, karena air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat rendah. Senang sekali rasanya ada yang sependapat dengan nasihat guruku yang selama ini terpatri dan meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan dari kepalaku, padahal selama ini aku dianggap aneh karena terang-terangan menolak prinsip ‘mengalir seperti air’ itu.

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul:konfirmasi pemenang Giveaway Ailurofil. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penerbitnya ya.

Terima kasih buat Mbak Triani Retno A. atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

40 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Ailurofil + Giveaway

  1. Nama : Dinda Ayu
    Akum Twitter : AlveeraAyu
    Kota tinggal : Semarang

    Kenapa pengen baca buku ini? Pokoknya alasan pertama karena penasaran. Ini buku bikin penasaran buat dibaca. Init temanya tentang kucing-kucing gitu kan? Sebenernya aku takut sama kucing, dulu wkt kecil pernah digigit sama kucing, jd agak trauma gitu. Tp kalo liat kucing itu kayak imut bngt, pengen di uwes2 (uwes2 cantik). Aku kok salpok ke muridnya mbk luckty yg minta kardus itu ya, ya ampun, care bgt dia sama kucing. Aku jg masih SMA dan bingung pengen nglanjutin kemana entar kalo lulus. Jgn kn lulus, ini mau penjurusan IPA atau IPS aja masih bingung pilih mana. Hadehhh, covernya itulohhhh unyu bgtttt..

  2. Nama: Mela Anjar
    Twitter: @mela1100_
    Kota: Bogor

    Berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini?
    Tema yang diangkat cukup menarik karena aku felinobia. Punya keinginan buat melenyapkan anak kucing di sekolah karena mengganggu jam pelajaran. Kadang lagi asik belajar kimia tiba-tiba anak kucing lari masuk ke kelas dan bikin seisi kelas yg felinobia heboh, ada yang jerit, lari ke depan kelas, bahkan ada yg berdiri diatas kursi dan bikin guru kimia bingung kenapa anak muridnya pada histeris. Kadang juga pas lagi istirahat, anak kucing itu masuk gara-gara temen kelas ku bawa bekal ayam sama ikan. Dan lagi-lagi bikin kelas jadi heboh.
    Kadang juga yang Ailurofil dikelas suka jail, ngasih anak kucing itu ke kelas sebelah dan lansung bikin heboh. Lucunya anak kucing itu dikasih nama Rafatar sama anak kelas sebelah.

    Belum pernah baca karyanya teh Triani Retno, yang bikin salut sama teh Triani, dia penulis 30 buku fisik dan non fiksi. Patut di acungi jempol.
    Semoga aja buku AILUROFIL jadi buku pertama karya teh Triani yang aku baca. Halamannya yang sedikit semakin nambah minat baca buku ini. Dan semoga aja, setelah aku baca buku ini bisa menghilangkan sedikit phobia ku sama kucing.

  3. Nama: Fatimatus Zahroh
    twitter :the_cherriez
    kota:Kudus,Jawa Tengah
    link https://twitter.com/the_cherriez/status/716840603565199361

    Aku bisa dikategorikan penyayang binatang (puji diri sendiri lol) meskipun ga bisa dibilang Ailurofil juga. Kebetulan akhir-akhir ini ada konflik sama ortu,gara2 mrk marah dan dendam sama kucing kampung yg menaruh kotorannya di atap rumah. Bukan konflik yg sampai teriak2 sih,tp sejujurnya aku kecewa sama sikap orangtuaku ;w; kan kucing2 itu ga salah apa2. bukan salah mrk ga bisa nemukan tempat yng ada tanah atau pasirnya.Karena lingkunganku sendiri kepadatan bangunannya benar2 rapat,ga nyisain tanah lapang.Jadi,balik lagi,yg salah bukan kucing2 itu.T__T

    Dan setuju bnget sama quote bukunya,sekeren2nya cowok,tapi kalau dia penyiksa binatang,ga deh maaf,ga masuk tipe cowok idealku hahaha;;; Dalam ayat AlQur’an aja wanita yng berdosa besar lolos masuk surga karena menolong seekor anjing (yg mana ini binatang yng tergolong najis)Apalagi kalau nolong kucing T___T

    so,aku lemah kalau ada yg bahas2 hewan-hewan. Termasuk ide yg keren, novel ini mengambil tokoh pecinta binatang.Diharapkan dgn membaca novel ini,semoga orang2 sadar akan betapa binatang itu juga perlu diperhatikan dan disayang yaaa T__T

    btw,mbak luckty,itu ada semangkuk es, aku jadi lemah (salah fokus,maapkeun)T___T

  4. Nama: Tatyana AC
    Twitter: bluesky131
    Kota asal: Sidoarjo

    Jawaban:
    Alasan kenapa pengen baca buku ini ? Karena awalnya ngeliat covernya unyu malah aku pikir ini buku cerita anak-anak setelah baca sinopsis dan review nya kayak nya buku ini menarik dari segi tema yang diangkat kayaknya masih jarang banget dipake *atau aku yang ga ngerti hehe pokoknya buku ini kelihatannya seru dan bikin kepo

  5. Nama : Muhsinatud Diyanah
    Twitter : @diyan402
    Kota tinggal : Jepara, Jateng
    alasan kenapa pengen baca novel ini adalah saya tergolong ailurofil. dari SD suka banget dengan hewan yang namanya kucing. di rumah ada beberapa kucing dan semuanya bernama. setiap kali kucing itu meninggal, saya dan mas saya menguburkan bersama di pekarangan rumah layaknya kuburan beneran + tabur bunga😀 entah, suka banget sama kucing meski bulunya kadang rontok di pakian saat saya gendong. berasa ada temen ( si Nasya ) saya juga mengalami hal seperti itu. jika beberapa hari tak rumah saya akan kangen berat dengan mereka. kangen tingkah manjanya dan tentu saja kangen saat di tunggu di depan pintu rumah ^^

  6. Nama: Farikhatun Nisa’
    Twitter: @littlepaper93
    Kota Tinggal: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

    Jawaban: aku pengin baca buku ini karena tertarik dengan tokoh Nasya yang begitu menyukai kucing. Aku jadi pengin seperti Nasya yang peduli dengan kucing. Selama ini aku takut kucing. Tapi entah kenapa aku mulai peduli dengan kucing sejak akhir tahun lalu. Seperti Nasya yang suka menyisakan makanan untuk kucingnya, aku sering ngasih makanan ke kucing tanpa menyentuhnya, karena sampai sekarang belum berani pegang kucing, tapi pengin sekali melihara kucing seperti Nasya. Suka kasih makan meski itu bukan kucingku, aku sendiri belum berani pelihara kucing. Dan membaca penuturan Kakak di review buku karya Kak Retno ini, aku ingin belajar dari Nasya untuk peduli pada makhluk lain. Kebetulan juga aku belum pernah baca karyanya Kak Retno🙂

  7. Nama: Yustrini
    Twitter : @yustrini08
    Kota tinggal: Sokaraja Jateng
    Alasan ingin baca buku ini: karena aku suka banget kucing. Jarang banget ada novel dg tema kucing. Di rumahku ada 2 ekor kucing yg lucu, yg satu bulunya putih satu lagi cokelat. Tapi aku nggak sampe bungkusin tulang-tulang sisa makan di warung lho! Sempat kepikiran juga sih kalo makan di warung kepingin sekalian beliin makan buat mereka. He,he. Yg pasti aku lakuin pasti adalah nggak lupa kasih makan mereka tiga kali sehari, intinya kalo aku makan mereka juga makan.

  8. Nama : Mega Widyawati
    Akun twitter : @widy4_w
    Kota tinggal : Nganjuk, Jatim.

    Berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini.

    Mungkin, karena kami -Aku dan Nasya- memiliki kesamaan yaitu amat sangat menyayangi kucing sebagai hewan peliharaan, sehingga aku berminat buat membaca karyanya Kak Retno.

  9. Nama: Amilatun Sakinah
    Twitter: @amilatunS
    Domisili: Yogyakarta
    Jawaban:
    Saya ingin baca buku ini karena penasaran bagaimana sih kehidupan dengan kucing bagi yang suka kucing. Saya sendiri gampang geli dengan kucing. Dengar suaranya saja langsung waspada, takut keburu di-ndusel2 kucingnya😀

  10. Erin | @RiienJ | Bekasi

    Wah, pengen banget baca buku ini karena mengangkat tema penyuka kucing. Aku juga suka banget sama kucing, tapi gak pernah berani pelihara karena aku orangnya sering pelesiran, gak betah di rumah. hihi… eh, barangkali habis baca buku ini aku mau pelihara kucing.
    Kisah Nasya di sini mengingatkanku pada sahabatku, percis banget sifatnya kaya Nasya yang selalu teringat kucingnya. Sama juga kaya Nasya kalau udah ngomongin kucing gak ada abisnya. Gak beda jauh deh.😀

  11. Khoyul
    @Jkhoyul
    Blitar Jatim

    Aku juga punya kucing. Kucing hitam legam, betina. Namanya Qibil. Sering sekali hamil dan lahiran, tapi untung tetangga-tetanggaku sering minta anak kucing. Baru Qibil lahifan lagi. Anaknya dua.

  12. Arie Pradianita | @APradianita | Sukabumi

    KARENA;

    1. Gramedia Pustaka Utama adalah salah satu penerbit favorit saya.
    2. Saya adalah seorang Ailurofili sejati.
    3. Cover-nya cute sekali, jadi gemes.. ^_^
    4. Saya adalah salah satu penggemar novel-novel karya Mbak Triani Retno, saya sudah pernah membaca It’s Not A Dream, Dimensi, Limit, The Shy, Cermin, The Boarding (republished edition), dan Genk Kompor 3.
    5. Judul novelnya (Ailurofil) terkesan unik, bahkan saya baru tahu sekarang bahwa ada kata Ailurofili di Kamus Besar Bahasa Indonesia.
    6. Keluarga saya memiliki keluarga lengkap kucing di rumah, terdiri dari Ayah kucing; Ibu kucing dan 3 anak kucing berbulu campuran hitam; putih dan abu-abu.
    7. Alur cerita novelnya, cocok untuk saya yang masih “merasa” remaja..😛
    8. Minuman favorit saya sama dengan minuman favorit Mbak Triani Retno, yaitu cincau es krim. Tuh kan jadi ngebayangin, tapi di luar lagi hujan sekarang..😦
    9. Seandainya saya bisa membaca novel ini, pasti saya akan bernostalgia dengan masa remaja saya walaupun sebenarnya saya belum tua-tua amat. Masih bisa lah disebut berjiwa muda..😀
    10. Seandainya saya bisa medapatkan novel ini lewat Kakak Luckty, saya harap bisa mendapatkan tanda tangan Mbak Triani Retno. Saya mengkoleksi novel-novel Mbak Triani Retno, tapi tidak ditandatangani satu pun. Hiks..hiks..😦

  13. Nama : M. Sulhan Habibi
    Twitter : @SulhanHabibi
    Domisili : Maros, Sulawesi Selatan

    Kenapa aku pengen baca novel Ailurofil ini?
    Jawabannya adalah karena sudah 4 tahun aku menaruh perhatian sama kucing, baik kucing jalanan di mana saja maupun kucing peliharaan.
    Semula aku gak begitu peduli sama hewan bernama ‘kucing’ ini. Aku memandangnya layaknya hewan biasa seperti hewan-hewan lainnya. Gak ada yang istimewa walaupun di rumahku selalu ada kucing berkeliaran, dari satu generasi ke generasi yang lain. Kucing di rumahku selalu ada. Hilang satu, diganti kucing yang lain. Mati satu, datang lagi kucing yang lain lagi.

    Namun, semua berubah sejak aku menikah. Istriku ada pecinta kucing sejati. Sejak kecil dia punya peliharaan kucing beberapa ekor. Kecintaannya akan kucing melebihi segalanya (menurutku). Aku sebagai suami setiap hari mendengar ceritanya tentang kucing-kucing cantik. Semua kucing dia anggap cantik. Semua kucing cantik yang dia temui diberi nama. Setiap hari, selama dua tahunan awal pernikahan kami aku mendengar dia bercerita tentang kucing. Awalnya sih gak terlalu peduli, namun lama kelamaan aku pun mulai peduli dan memperhatikan kucing-kucing di sekitarku. Kadang kami keliling komplek perumahan hanya untuk mencari dan mengejar kucing. Pernah sampai aku digigit kucing. Rasanya sih seru.
    Kadang kalau dia bercerita tentang kucing, aku ditanya nama-nama kucing yang dia senangi sejak kecil sampai sekarang. Saking seringnya mendengar cerita istri, tentu aku hapal dong. Dia merasa sangat senang. Kadang aku mendengar ceritanya tentang kucing sampai tertidur dan dia membangunkanku dan mulai nanya macam-macam. Sering pula gara-gara dia aku foto kucing cantik di jalanan dan aku kirimkan ke dia. Kami pun kadang kasi nama bareng. Lucu dan romantis dengan cara kami sendiri.

    Aku ingat beberapa nama kucing yang dia sukai. Ada Susan, Robin, Mesi, Cimong, Susi, Jason, dan lain-lain. Pernah suatu hari ketika Susan (kucing yang sering bermain di sekitar tempat tinggal kami) meninggal, dia menelponku sambil menangis-nangis.

    Sekarang 4 tahun berlalu, kami sudah memeiliki putri kecil Dia pun mulai menyukai hewan. Setiap melihat hewan dia merasa kegirangan. Istriku masih suka kucing walau tidak seperti dulu sebelum ada anak. Kucing-kucing tetangga dibiarkan main di rumah. Bahkan diberi makan tempe, kerupuk, nasi, minum susu beruang (bear brand) yang ajaibnya disukai kucing itu. Dia bilang, kalau baik sama kucing maka rezeki akan lancar. Jadi, kucing-kucing pun dibiarkan berkeliaran di rumah, tapi dengan syarat tidak boleh buang kotoran di halaman. Kalau sudah menunjukkan tanda akan buang kotonran, langsung kami usir.

    Buku ini tentang cinta kucing berlebihan? Aku sangat mengharapkan buku ini bisa aku dapatkan. Akan aku baca dan berikan kepada istri. Tentu saja dia akan merasa senang sekali. Aku pun mulai menyukai kucing.
    Sebelumnya, aku membeli buku (novel) tentang kucing, rasanya pengen baca yang lain lagi.

    Jadi, dari ceritaku yang (sangat) panjang di atas, bisa tergambarkan dong kenapa aku sangat ingin membaca buku ini. Aku ingin mengetahui seberapa besar kesukaan sang penulis akan kucing. Seberapa seru cerita yang dipaparkan berkaitan dengan kucing.
    Aku sangat menantikan cerita tersebut. Aku pun membayangkan rasa gembira istriku ketika aku membawakannya buku ini.

    Wish me luck.
    Terima kasih atas kesempatan GA-nya🙂

    **maaf kepanjangan, jadi curhat. hehehe…

  14. Nama: Fetreiscia Frida
    Twitter: @fetreisciafrida
    Domisili: Jakarta

    Alasannya adalah walaupun saat ini saya sedang gemar2 nya mencari bacaan yang sedikit lebih dewasa atau pun bukan hanya sekedar novel biasa, tak dapat dipungkiri bahwa teenlit masih menjadi bacaan kesukaan saya. Sudah lama tidak baca teenlit. Tahun ini baru satu buku teenlit yang saya baca. Waktu lihat buku teenlit ini aya tertarik. Penasaran. Ya betul kalau ga penasaran saya ga mungkin mencoba untulk ikutan giveaway ini hehehe.. alasan pertama saya jadi adalah penasaran. Selain itu judul yang unik. Ailurofil, kecintaan terhadap kucing. Berbanding terbalik dengan saya yang ga suka kucing. Jadi menurut saya ini menarik, membaca buku yang menceritakan sesuatu hal yang kita ga suka. Saya juga penasaran kenapa sampai ada orang yang suka banget sama kucing. Melakukan apa2 ingat kucing. Mungkin dari buku ini kita juga bisa belajar tentang menyayangi suatu hal. Saya mau mencoba menemukan pembelajaran itu dari buku pecinta kucing ini. Selain itu yang saya suka dari teenlit bacaan nya yang ringan. Sama hal nya degan buku ini. Masih tentang kehidupan sekolah. Bingung setelah lulus mau ngapain. Iya jadi seperti flashback ke diri sendiri. Suka aja kalau baca buku yang akhirnya bisa bikin diri sendiri flaahback, membayangkan dulu ternyata gue juga gini loh. Karena kita udah ga bisa memitar ulang waktu, yang kita bisa hanya mengenangnya. Dan buku menjadi salah satu sarana saya untuk mengingat kembali kejadian dalam hidup saya itu.

  15. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    kota tinggal: Serang

    Aku ingin membaca buku ini karena judul dan temanya unik. Dari judulnya saja sudah menambah pengetahuan, AILUROFIL (perasaan sayang yang berlebihan pada kucing). Baca reviewnya tuh lucu juga dengan apa yg dilakukan Nasya demi kucing kesayangannya. Menariknya lagi Mba Luckty bilang Mbak Triani Retno selalu menyelipkan tentang perpustakaan di buku-bukunya, begitu juga dengan buku ini (Jadi pengin tahu buku-buku Mbak Triani Retno yg lain juga). Novel teenlit dengan tema penyuka binatang, khususnya kucing, sepertinya sangat menarik, membaca kisah ini sekaligus bisa nostalgia kembali ke masa-masa SMA dulu.

  16. Oktabri | http://twitter.com/0ktabri | Prabumulih, Sumsel

    Alasanku ingin membaca buku ini karena aku mengenal betul beberapa orang yang dibahas sama Mbak Triani Retno dalam buku ini, bahkan mereka pun memiliki kebiasaan yang sama dengan kenalannya Mbak Luckty yang disebut-sebut pada resensi di atas. Keakraban manusia dan kucing sama sekali bukan sesuatu yang asing buatku. Namun, aku penasaran dengan hal lain yang dibahas dalam buku ini, yaitu mengenai kegalauan siswa kelas 12 saat dihadapkan pada pemilihan jurusan kuliah dan sistem hukuman bahkan perpustakaan SMA 47 yang keren banget. Sebagai guru yang merangkap Wali Kelas 12 (pernah juga ditugaskan sebagai guru BK dan pustakawan abal-abal di sekolah), aku pun merasa sangat keren bila hal-hal yang selama ini mengawang-awang di pikiranku dan ingin-kuterapkan-di-sekolah-tempatku-mengajar-tetapi-terkendala-oleh-yaa-semoga-mbak-Lucty-paham-penderitaan-sekolah-swasta-yang-bertahan-hidup-melalui-iuran-SPP-bulanan ternyata dituliskan seseorang ke dalam bentuk sebuah novel remaja. Jika mendapat novel ini, tentu saja aku akan membagi pinjamkan pada siswa-siswaku yang notabene kehausan cerita remaja tanpa unsur romansa menye-menye tapi tetap berkualtas.

    Namun, di luar semua alasan itu, aku tergugah pada salah satu kutipan dari buku ini, yaitu:
    “Hidup ngalir kayak air gitu nggak bagus juga. Iya kalau ngalir ke tempat bagus. Kalo ngalir ke comberan? Kalo ngalir terus masuk ke lubang dan ternyata nggak ada jalan keluar dari sana, gimana ceritanya tuh?” (hlm. 118)
    Kutipan ini senada dengan nasihat guruku semasa SMA yang mengatakan jangan pernah berprinsip hidup seperti air yang mengalir, karena air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat rendah. Senang sekali rasanya ada yang sependapat dengan nasihat guruku yang selama ini terpatri dan meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan dari kepalaku, padahal selama ini aku dianggap aneh karena terang-terangan menolak prinsip ‘mengalir seperti air’ itu.

  17. Nama: Yani
    Twitter: @Yanirun12
    Asal: Tangerang Selatan

    Alasan ingin membaca buku ini adalah karena saya ailurofil jugaa. Jadi penasaran sama ceritanya Nasya. Gimana cara merawat kucingnya, sering gak ngomong-ngomong sama kucingnya, pokoknya penasaran banget. Pengen banget baca buku ini🙂

  18. Nama: Vera Herawati
    Twitter : @_VeraVega
    Kota tinggal: Kota Bandung
    Alasan ingin baca buku ini:
    1. Sama kayak Nasya, aku juga pecinta kucing, makanya aku pengen nyari kesamaan antara aku dengan Nasya dalam hal perkucingan (?). Pasti pas baca buku ini bakal sambil manggut-manggut dan bergumam “hmm, gue banget” atau “ih kok sama sih?”.

    2. PENASARAN. Ini kata pasti mainstream banget sebagai sebuah jawaban giveaway tapi percayalah aku beneran penasaran gimana kisah Nasya dengan kucingnya dan Rio. Apakah akan terjadi cinta segitiga atau gimana? hihihi Ending-nya bakal kayak gimana ya si kucingnya Nasya. Aku mah lebih penasaran sama kucingnya hehehe makanya penasaran ih🙂

  19. Nama: ailina
    Twitter: @ailina85
    Kota: Probolinggo

    pengen banget dapetin buku ini karena:
    pertama, covernya lucu banget! Jd inget sama Anastasia Krupnik deh🙂
    kedua, karena penasaran dengan kegalauan khas abege abege seperti di review Luckty ini, terutama dengan jurusan yang bakal diambil Nasya ini.

    kutipan yang ini lho : “Cowok sekeren dan sepinter apa pun, kalau jahat sama kucing dan malah pengin membuang mereka, bagiku nol besar!” (hlm. 142) Bener banget deh, mirip-mirip sama : ganteng-ganteng tp buang sampah sembarangan, ilang deh gantengnya😀

    btw, es campurnya dong, menggoda iman banget!!😀

    Sukses ya GA-nya ^_^

  20. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali

    Lagi kangen baca teenlit! Haha.. belakangan ini bacaanku seputar Meteopop dan Amore, jadi pas banget apalagi novel ini juga ‘kaya’ nggak cuma bahas kucing tapi kegalauan masa depan plus cinta-cintaan..
    Sebenernya sih, aku netral dengan kucing. Dulu sempat melihara kucing liar, tapi karena beranak terus akhirnya diminta sama orang lain. Aku kadang mikir, seru juga ya punya peliharaan kaki empat ya kalau dibawa pergi gak repotlah. Tapi, tau bahaya toksoplasma juga buat ngeri sama kucing. Ya, memang sih setiap tindakan pasti ada pro kontranya tapi aku yakin kalau Nasya pasti menjaga kucingnya dengan baik dan dalam kondisi yang sehat.
    Bakal seneng banget kalau dengerin curhatan Nasya soal kucing. Aku yang gak paham apapun soal kucing mungkin juga bisa tertarik untuk memelihara hewan cute ini :))

  21. Intan Lovianti – @rizkyawan_intan – Ketapang, Kalimantan Barat.

    Kenapa kamu ingin membaca buku ini?

    Btw, ini pertanyaan paling sulit yang pernah aku jawab, karena yah kita terkadang engga pernah ngejelasin gimana kita begitu tertarik kepada sesuatu/ ha ha ha.

    Pertama dan yang paling pasti, yaitu PENASARAN.
    Bayangin aja, sejak ngefollow kak Luckty buku yang paling aku tunggu GA-nya ya buku ini. Dan agak sebel juga karena diperlambat dengan GA novel lainnya /bhaks. Secara gitu, buku ini dari judulnya aja udah menarik ‘Ailurofil’, dan covernya itu unyu. Awalnya aku kira novel ini tentang cewek yang punya cat shop dan namanya tokonya ‘Ailurofil’. Sumpah bego banget wkwkwkw. Tapi setelah search ke google dikarenakan rasa ingin tahu akhirnya baru tahu ternyata Ailurofil itu sejenis (?) suatu sifat/ perasaan/ keinginan/ atau apalah itu yang dimana seseorang mencintai kucing secara berlebihan. Mungkin bisa disebut fanatik kali ya? ><

    Kedua, aku bukan pecinta kucing, tapi engga benci juga.
    Soalnya pernah dicakar kucing dan itu adalah pengalaman yang sangat tidak terlupakan ho ho ho. Apalagi setelah ngebaca review kak Luckty yang katanya kucing 'Nasya' pernah ngelahirkan di ranjangnya, dan dan dan, kucing di rumah aku juga pernah ngelakuin itu. Anaknya ada tiga dan belang tiga juga, unyu-unyu deh. Selain itu aku kadang ngerasa bingung, secara gitu ya, aku paling anti sama bulu kucing, soalnya bisa gatal-gatal atau alergi kali ya xD. Jadi punya kucing di rumah, peliharaan orangtua dan aku cuma bisa diam-diam memperhatikannya dari jauh, yah mau gimana lagi, tuh kucing memberikan kesan yang sangat membekas. Jadi bisa dibilang, dari buku ini aku pingin tahu gimana seseorang yang engga suka kucing dapat melihat sudut pandang seseorang yang sebaliknya. Yah, siapa tahu rasa takutku sama kucing bisa hilang gara-gara kisah Nasya ini.

    Ketiga, bukunya tipis ^^
    Aku engga tahan mantengin novel yang hampir 400 halaman. Apalagi dari review di atas udh memberikan sedikit cuplikan yang dimana aku rasa penulisnya punya cara menulis dengan diksi ringan. Yap, aku engga begitu tertarik dengan penulis yang kadang-kadang suka melankolis dan bahkan kelewat hiperbola. Menurut aku novel ini punya tiga hal yang patut untuk dijadikan list bacaan. Dimulai dari inti cerita, diksi, sampai hal-hal mendetail seperti cover, judul, dan sinopsis.^^

  22. Intan Lovianti – @rizkyawan_intan – Ketapang, Kalimantan Barat.

    Kenapa kamu ingin membaca buku ini?

    Btw, ini pertanyaan paling sulit yang pernah aku jawab, karena yah kita terkadang engga pernah ngejelasin gimana kita begitu tertarik kepada sesuatu/ ha ha ha.

    Pertama dan yang paling pasti, yaitu PENASARAN.
    Bayangin aja, sejak ngefollow kak Luckty buku yang paling aku tunggu GA-nya ya buku ini. Dan agak sebel juga karena diperlambat dengan GA novel lainnya /bhaks. Secara gitu, buku ini dari judulnya aja udah menarik ‘Ailurofil’, dan covernya itu unyu. Awalnya aku kira novel ini tentang cewek yang punya cat shop dan namanya tokonya ‘Ailurofil’. Sumpah bego banget wkwkwkw. Tapi setelah search ke google dikarenakan rasa ingin tahu akhirnya baru tahu ternyata Ailurofil itu sejenis (?) suatu sifat/ perasaan/ keinginan/ atau apalah itu yang dimana seseorang mencintai kucing secara berlebihan. Mungkin bisa disebut fanatik kali ya? ><

    Kedua, aku bukan pecinta kucing, tapi engga benci juga.
    Soalnya pernah dicakar kucing dan itu adalah pengalaman yang sangat tidak terlupakan ho ho ho. Apalagi setelah ngebaca review kak Luckty yang katanya kucing 'Nasya' pernah ngelahirkan di ranjangnya, dan dan dan, kucing di rumah aku juga pernah ngelakuin itu. Anaknya ada tiga dan belang tiga juga, unyu-unyu deh. Selain itu aku kadang ngerasa bingung, secara gitu ya, aku paling anti sama bulu kucing, soalnya bisa gatal-gatal atau alergi kali ya xD. Jadi punya kucing di rumah, peliharaan orangtua dan aku cuma bisa diam-diam memperhatikannya dari jauh, yah mau gimana lagi, tuh kucing memberikan kesan yang sangat membekas. Jadi bisa dibilang, dari buku ini aku pingin tahu gimana seseorang yang engga suka kucing dapat melihat sudut pandang seseorang yang sebaliknya. Yah, siapa tahu rasa takutku sama kucing bisa hilang gara-gara kisah Nasya ini.

    Ketiga, bukunya tipis ^^
    Aku engga tahan mantengin novel yang hampir 400 halaman. Apalagi dari review di atas udh memberikan sedikit cuplikan yang dimana aku rasa penulisnya punya cara menulis dengan diksi ringan. Yap, aku engga begitu tertarik dengan penulis yang kadang-kadang suka melankolis dan bahkan kelewat hiperbola. Menurut aku novel ini punya tiga hal yang patut untuk dijadikan list bacaan. Dimulai dari inti cerita, diksi, sampai hal-hal mendetail seperti cover, judul, dan sinopsis.^^

  23. Nama Lutfi A
    twitter @lutfix
    Kebumen, Jateng

    Kenapa pengin baca buku ini ?
    Ahhh ;A; cute banget Candy ma Nasya !!!!!!! kali aja bisa belajar jadi owner pet yang penyayang :A; :A; Candy kemari aku mau ngelus kamuuu. Gemes ma bukunya. Menurut aku bukunya eye catch-ing banget. Dan Nasya itu, nerdy di sampulnyaa. Lovely. Bagiku ini salah satu buku sampul paling imut.

    Imut juga kalo dikasih kesempatan baca bukunya Triani Retno A. inii ^^ atau #BacaBareng makasih :* *dengan helikopter, eh Rafflecofter* #sayangkucing

  24. Nama Lutfi A
    twitter @lutfix
    Kebumen, Jateng

    Kenapa pengin baca buku ini ?
    Ahhh ;A; cute banget Candy ma Nasya !!!!!!! kali aja bisa belajar jadi owner pet yang penyayang :A; :A; Candy kemari aku mau ngelus kamuuu. Gemes ma bukunya. Menurut aku bukunya eye catch-ing banget. Dan Nasya itu, nerdy di sampulnyaa. Lovely. Bagiku ini salah satu buku sampul paling imut.

    Imut juga kalo dikasih kesempatan baca bukunya Triani Retno A. inii ^^ atau #BacaBareng makasih :* *dengan helikopter, eh Rafflecofter* #sayangkucing

  25. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Domisili: Palembang

    1. Aku suka kucing.
    2. Aku punya dan pelihara kucing.
    3. Aku bisa tahu banget rasanya jadi Nasya.
    4. Penasaran sebenarnya apa yang jadi masalah dan konflik utama dari Nasya yang merupakan seorang Ailurofil di novel ini?
    5. Aku mau teriakin ke Nasya supaya milih jurusan dokter hewan aja!😄

  26. بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

    Nama : Refi Nafilatul Iflah
    Twitter : @Reput_Annisa
    Kota : Pemalang, Jawa Tengah

    Memperkaya imajinasi dengan berbagai untaian kata-kata indah yang ternantikan. Menambah pengetahuan tentang sastra, memperbanyak diksi yang terkandung di dalamnya. Menjadikan sebagai sebuah inspirasi bagi para penulis pemula seperti saya, referensi novel. Rajutan kata-kata sinopsis yang terhadirkan mampu menumbuhkan berbagai gejolak dalam dada, memaksakan untuk ingin membacanya.

    Kisah tentang seekor hewan yang sangat lucu terhadirkan, bahkan mungkin menjadi pemeran utamanya. Dalam sebuah kesenangan yang teramat. Menjadikan cerita ini menjadi cerita yang tampak berbeda, dan menggiurkan.

    Jujur saja saya menyukai cerita yang berisi motivasi ataupun kata-kata inspirasi serta sindirann, di mana itu mampu membangunkan jati diri penulis saya dalam hidup. Cerita ini juga menghadirkan sebuah kisah di mana kita harus berjuang, meskipun hanya untuk seekor kucing, karena kucing adalah makhluk hidup Tuhan juga seperti kita. Mampu berkorban apa saja, bahkan pendidikan.

    Mengajarkan bagaimana sesungguhnya seorang remaja menjadi pelajar sesungguhnya, sungguh menjadi sebuah sindiran untuk remaja saat ini yang mengalami amnesia oleh dunia, sindiran untuk teman saya juga yang salah pergaulan dan ambrul adul. Tidak hanya cinta yang berada dalam pikiran, namun kepedulian serta tanggung jawab. Sebuah inspirasi.

    Cerita ini juga menghadirkan kisah bahwa cinta itu tidak hadir secara kebetulan, atau menganggap sesuatu yang sama adalah takdir. Di mana hanya karena suatu peristiwa yang sama teralami mampu menyakinkan bahwa itu adalah takdir. Itu tidak mungkin.

    Saya menyukai karakter Nasya, Cindy, serta Rio yang sangat unik sertaa berbeda yang dapat membangun ceritaa ini. Sosok Nasya adalah yang saya cari saat saya membaca cerita, perduli dan tampak lugu. Menjadikan kucing adalah segalanya, bahkan tidak memperdulikan tentang kotornya Cindy tersebut. Rio yang tampak tidak suka dengan Nasya, itu membuat rasa ingin membaca cerita ini menjadi terangsang.

    Buku ini mampu menghadirkan ribuan makna inspirasi serta motivasi dalam setiap untaian katanya yang sekiranya menarik. Di mana dapat saya terapkan terhadap kehidupan sehari-hari dan terhadap teman-teman saya yang tidak bisa secara utuh memahami cinta. Seperti tersebutkan di atas juga. Dalam bidang agama, sosial, pribadi, serta cinta.

    Novel ini sangat menginspirasi dan berbeda, itulah yang membuatku ingin sekali membacanya. Kucing, hewan yang sangat lucu mampu menghadirkan untaian kasih makna indah bersama mereka. Inginkan akku membacanya.

  27. Nama : Heni Susanti
    Akun : @hensus91
    Kota tinggal : Pati – Jawa Tengah

    Jawaban kenapa aku mau buku ini?
    1. Tentunya, karena aku suka baca dan masih selalu berusaha mendapatkan bahan bacaan baru.
    2. Di facebook aku berteman dengan beberapa pecinta kucing walaupun aku sendiri tidak memiliki peliharaan hewan imut dan menggemaskan itu. Jadi dari postingan mereka aku penasaran dengan alasan apa yang membuat orang-orang begitu mencintai hewan berbulu ini. Karena itu aku harap dengan memasuki dunia Nasya dan Candy, aku bisa memahami perasaan orang-orang itu.
    3. Aku belum pernah membaca novel dengan tema seperti ini. Kisah persahabatan manusia dan kucing. Aku sendiri dengan rumah yang selalu menjadi persinggahan kucing kampung tidak pernah bisa merasa ingin memelihara mereka. Tapi Nasya begitu cintanya pada Candy sampai merelakan ranjangnya buat dipenuhi darah kucing itu. Oh ya, rumahku juga sering jadi tempat numpang lahir para kucing kampung lho, tepatnya di sudut dapur tempat penyimpanan barang. Iya, numpang lahir. Soalnya setelah beberapa hari para induk mengangkut baby-baby itu entah kemana.😀

    Demikian
    semoga berkenan dan mengijinkanku mengadopsi Nasya plus Candy. Terima kasih.

  28. Nama : Nurul Fauziah
    Domisili : Medan
    Twitter : @nufazee

    Kenapa ingin baca buku ini?

    1. Karena judulnya unik, awal lihat penampakan novel si teteh, ih judulnya keren, Ailurofil. Mirip nama biologi zat hijau daun haha itu mah klorofil yak *gagalfokus, pokoknya judulnya kece, bikin penasaran dan rasa penasaran ini sedikit terjawab setelah baca review singkat dari Teh Luckty

    2. Karena ilustrasi covernya cantik…cantik…cantik, ini ilustrasi cover novel Teteh yang simpel tapi duh meremaja banget, aku sukaaa.

    3. Karena hidupku selalu dikelilingi oleh kucing haha. Sebenarnya aku gak terlalu suka kucing tapi gak juga benci, masak benci sama hewan yang Rasulullah sendiri suka, bahkan zaman Rasul ada sahabat yang Ailurofil juga, hingga dijuluki Abu Hurairah, Bapaknya kucing Hehe. Sebab kasihan karena kucing itu datang ke kita, ya udah, aku selalu meniris sisa nasi dari mesin pemasak nasi saat mau masak nasi yang baru, sisa nasi kuletakkan di lantai di dapur basah kami yang berada di luar, kadang sisa sisa tulang kuletakkan juga di piring bekas. Itu pun gak mempan juga, kucing kucing liar ini tetap aja nungguin aku kelar makan, berharap aku ngasi apa yang aku makan, padahal sisa nasi masih banyak di luar hihi. Baru baru ini ada seekor kucing betina hitam plek plek melahirkan di salahsatu sudut yang gelap di dalam rumahku, dududu. Oh ya, terkadang yang buat kesal adalah kucing jantan yang suka semprot pee nya sembarangan di dinding rumahku hiks, ini gimana ngajarin kucingnya. Hmm. Nesya bagi tips dong cara mengendalikan kucing liar yang masuk ke rumahku, terkheseus untuk kucing jantan liar yang hobi banget semprot pee sembarangan di dinding rumahku, aku harus apaaa? T_T Ailurofil people , help me!

    • Kalo kucing jantan liar kayaknya udah nggak bisa diajarin supaya nggak pee di dinding. Paling dihus-hus aja kalo ada dia udah merapat ke tembok. Kalo udah telanjur, yaaa…. dilap deh pake karbol. (Nasya Aurelia😉 )

  29. Nama : Sharie
    Akun Twitter : @nAshari3
    Domisili : Cikampek
    Link Share : https://twitter.com/nAshari3/status/718388354828603392

    Alasan saya ingin membaca novel ini adalah saya ingin bernostalgila bersama mantan saya. huhuhu… Kenapa? Saat saya melihat cover novel ini yang lucuu bgt dan ada gambar kucing, saya langsung teringat pacar saya yang suka sekali dengan kucing. Terlebih ternyata saya baru tahu kalo AILUROFIL (judulnya) itu adalah perasaan sayang yang berlebihan pada kucing. Ini mantan saya banget. hiks..
    Bahkan mantan saya menuliskan di bio twitternya : “I love my cat more than my girlfriend” hwuaaaa… *mewek*
    Setelah putus darinya, bukannya saya benci dengan kucing, tapi saya malah jadi suka dengan kucing. Sekarang saya mempunyai seekor kucing yang saya panggil “ndut”, abisnya ndut banget sih kak.
    Ini link pic kucing saya >> https://twitter.com/nAshari3/status/718391668362342401
    Makanya saya ingin sekali membaca novel ini karena saya ingin mengetahui lebih banyak tentang kucing. dan juga bernostalgila. hahaha *blm move on*

  30. Nama : Ni Putu Citra Apsara Devi
    Twitter : @citrapsara
    Kota : Yogyakarta

    Kenapa ingin membaca buku ini?
    Karena makanan yang bikin ngiler disamping buku itu #eh
    Ngga deng, hehe :p Alasanku ingin membaca buku ini adalah aku ingin tahu sebenarnya apa sih yang membuat Ailurofil sangat mencintai kucing? Dari jaman kecil saat tinggal di Bali, sampai sekarang yang merantau ke Jogja, aku selalu dikelilingi orang-orang yang sangat mencintai kucing. Bukan, aku bukan seorang pengidap Ailurofobia, bukan juga seseorang yang sangat membenci kucing. Hanya saja, aku tidak suka melihat bulunya yang rontok disana-sini. Melalui buku ini, aku ingin memahami orang-orang disekitarku yang sangat menyayangi kucing🙂
    P.S. : Suka banget sama quote “Hidup ngalir kayak air gitu nggak bagus juga. Iya kalau ngalir ke tempat bagus. Kalo ngalir ke comberan? Kalo ngalir terus masuk ke lubang dan ternyata nggak ada jalan keluar dari sana, gimana ceritanya tuh? (hlm. 118)” ^^

  31. Nama: Putri Carera
    Akun twitter: @santicar_
    Domisili : Palembang

    Alasan kenapa saya ingin membaca buku ini?

    Saya punya anjing dirumah. Dan persis seperti Nasya dan ceritanya mba Luckty, setiap ada acara keluarga atau acara-acara besar saya pasti minta dibungkusi sisa-sisa makanan buat si anjing lucu saya.
    Lah kok jadi ngomongin anjing?*abaikan

    Tapi yang bikin saya ingin membaca Ailurofil ini karena masalah sekolah yang diangkatnya. Siswa SMA kelas 3 yang bingung milih jurusan.
    Saya memang baru kelas 2, tapi tuntutan untuk milih jurusan itu loh, bikin pusing tujuh keliling. Giliran saya nyaranin satu jurusan ke ortu, ortu gak suka. Terus pas ortu yang milih, saya nya yang kurang sreg.
    Jadi saya mikir, dikelas 2 aja udeh puyeng, apalagi tekanan pas naik ke kelas 3 nanti. Belum lagi tuntutan UN dan nilai yang harus bagus.
    Nah itulah kenapa saya sekarang ini gencar-gencarnya mencari buku dengan tema seperti itu. Mau novel ataupun buku referensi. Karena mungkin dapat memberi hikmah sekaligus memotivasi saya kedepannya.

    Ngmng-ngmng, Nasya bukannya seneng kucing?
    Kenapa gak masuk dokter hewan aja, biar ketemu sama kucing-kucing lucu lainnya*ngelantur

    Makasigh mba Luckty GAnya^^

  32. Nama: Ayuni Adesty
    Domisili: Bogor
    Twitter: @ayuniadesty
    Link share : https://twitter.com/ayuniadesty/status/718817622578475008

    Alasan saya pengen novel Ailurofil ini soalnya novel ini MEONGG banget!!
    M_esti baca soalnya aku juga catlover
    E_mang selalu unik deh tema yang diangkat mbak Triani Retno
    O_MG! Penulisnya mbak Triani Retno gitu lho! Siapa yang nggak kenal coba? Lahiran terus karyanya kayak kucing. He he…
    N_ovel genre teenlit adalah salah satu favorit saya. Berasa nostalgia dan senyum-senyum sendiri bacanya.
    G_ambar ilustrasinya cute bingits. Pengen foto beneran dengan pose kayak gitu bisa nggak ya?
    G_ak nolak gratisan, apalagi ada tanda tangan dari penulisnya.

    Salam MEONGG!!!

  33. Makasih banyak, Teman-Teman Ailurofil yang udah ikutan blogtour di sini. Makasih juga udah peduli dan sayang ada kucing tanpa membeda-bedakan kucing ras dan kucing kampung. Salam meoooow🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s