REVIEW Inilah Saatnya Untuk Action

inilah saatnya untuk action

“Bahaya terbesar bagi kebanyakan dari kita bukanlah target kita yang terlalu tinggi dan kita tidak berhasil mencapainya, tetapi karena target kita terlalu rendah dan kita tidak dapat mencapainya.” (hlm. 1)

Hidup memang tidak mudah. Kegagalan untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan membuat kita menjadi galau. Kita jadi bertanya-tanya, apa sih yang salah pada diri kita? Kok susah banget jadi orang sukses? Kok Tuhan lama banget yang ngasih kesuksesan buat kita?

Galau itu nggak selalu negatif. Bisa jadi itu pertanda bahwa kita harus segera sadar, instropkesi diri, segera berubah dan mengambil keputusan. Kita harus sesegera mungkin menetapkan tujuan hidup agar kegalauan itu hilang. Kita seharusnya sadar bahwa saat ini bukan waktunya untuk bermain-main lagi. Kita harus punya visi dan misi. Kita harus merancang tindakan nyata untuk mewujudkan visi dan misi kita satu per satu.

Merancang kehidupan itu seperti merancang sebuah bangunan. Kalau mau bangunan itu bagus, mewah, dan nyaman, tentu kita harus menyiapkan berbagai hal sepert material, bahan baku, kayu, cat dinding yang sesuai, penataan ruangan, dekorasi, dan lain sebagainya. Hidup juga seperti itu. Hidup membutuhkan banyak hal agar menjadi lebih bermakna dan nggak hanya sekedar hidup saja.

Dan salah satu cara mencapai kesuksesan seperti ini adalah dengan Visi Misi Goal Setting (VMG). Dengan menerapkan VMG dalam hidup kita maka VMG akan menjadi peta yang menuntun kita setahap demi setahap menuju kesuksesan yang kita inginkan.

WP_20160326_030

Ada dua poin menarik dari buku ini yang akan saya bahas. Pertama, KARIER KERJA. Kita rajin beribadah, tetapi salah satu goal setting yang penting –yaitu karie kerja- malah kita abaikan. Kita hidup santai dan bermalas-malasan. Kalau sudah begini, bagaimana kita mendapatkan uang? Tuhan nggak suka dengan orang-orang yang berpangku tangan. Takdir memang sudah ditentukan oleh-Nya, tetapi mengubah nasih tentu kita sendiri yang harus mengubahnya. Kita harus semangat dan berusaha keras mencari pekerjaan demi tercapainya misi yang kita tetapkan. Dari pekerjaan itu, kita dapat mencukupi kehidupan keluarga, menabung untuk kebutuhan nggak terduga, dan juga yang lebih utama lagi, kita harus bekerja sambil berderma. Hitung-hitung sekalian menabung di akhirat juga. Karier kerja memakan waktu terbanyak dari komponen goal setting lainnya. Oleh karena itu, gunakan waktu semaksimal mungkin agar dapat bekerja lebih profesional. Jika kita bekerja secara profesional tentu karier kita akan meningkat pesat. Pekerjaan yang kita lakukan juga menjadi petunjuk bagi orang lain bahwa kemuliaan Tuhan bekerja dalam hidup kita. Hal ini nantinya akan berpengaruh besar dalam hubungan kita dengan sesama. Memiliki gadget/ time planner adalah wajib demi perencanaan yang baik di setiap pekerjaan yang kita lakukan. Bekerja lebih lima tahun di perpustakaan sekolah, saya berusaha menerapkan disiplin kepada diri sendiri. Tiap tahun harus punya target. Nggak hanya sekedar resolusi semata. Misalnya, tahun pertama targetnya adalah migrasi semua buku secara otomasi dan pelayanan sudah sistem komputerisasi. Tahun kedua, berburu koleksi non buku pelajaran. Tahun ketiga, mengikuti Lomba Perpustakaan Sekolah menyabet juara 2 tingkat Provinsi. Tahun keempat, mengikuti Lomba Pustakawan Berprestasi meraih juara 2 tingkat Provinsi. Tahun kelima, pembuatan website dan akun khusus perpustakaan. Dan ini tahun keenam, targetnya perombakan ruang. Bagi saya bekerja bukan sekedar berangkat, absen dan pulang. Tapi pertanggungjawaban atas apa yang sudah diembankan kepada kita.

Kedua, masalah JURUSAN. Untuk apa kuliah di luar negeri dan masuk jurusan yang bukan bidang kita. Kita akan tersiksa. Kita akan terpaksa menjalani hidup yang bukan keinginan hati kita. Itu sudah pasti berat. Dan konyolnya, masa depan nggak ditentukan dari kerennya sekolah, jurusan ataupun kampus tempat kita belajar. Kesuksesan juga nggak ditentukan apakah kita sekolah di luar negeri atau bukan. Kalau motivasi kita melanjutkan pendidikan di luar negeri hanya demi prestise, kita sudah melakukan kesalahan besar. Harusnya, motivasi kita sekolah atau kuliah, di mana pun adalah mendapatkan ilmu pengetahuan yang kita sukai, menguasai ilmu itu dengan baik, lalu kita bisa membagikan ilmu yang sudah kita pada sekeliling kita, pada bangsa dan negara. Bahkan kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi orang lain. Kita melanjutkan pendidikan nggak hanya sekedar menjadi anak sekolahan atau mahasiswa saja, melainkan karena ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi dirimu sendiri, juga bagi orang lain.

Di sisi lain, ada banyak pula orang yang nggak kaya secara materi, tetapi tetap bisa mencapai meaningful life. Mereka berhasil mencapai kehidupan yang bermakna karena mereka menerapkan Visi Misi Goal Setting (VMG).

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Visi seseorang adalah memberi Tuhan kesempatan memakai kita untuk tujuan-Nya, bukan menggunakan Tuhan untuk tujuan kita. (hlm. 6)
  2. Buat kemajuan satu per satu dan itu akan membuatmu bahagia. Buat kemajuan hari demi hari, minggu demi minggu, dan itu akan membuatmu menjadi seorang juara. (hlm. 52)
  3. Kita harus berani berbeda. Kalau kita tidak berbeda, tidak mungkin mimpi-mimpi besar kita terwujud. (hlm. 53)
  4. Seseorang dengan satu goal akan menyelesaikan 100 kilometer di satu jalan. Seseorang tanpa goal akan menyelesaikan 1 kilometer di 100 jalan. (hlm. 53)
  5. Hari kemarin adalah sebuah cek yang dibatalkan; hari esok adalah sebuah surat pinjaman; hari ini adalah uang tunai satu-satunya yang kamu miliki. Maka belanjakanlah dengan bijaksana. (hlm. 64)
  6. Setiap orang mempunyai hak untuk menjadi pemenang, tetapi sedikit sekali yang mempersiapkan dirinya dengan sungguh-sungguh dan menjadi pemenang. (hlm. 65)
  7. Kita tidak boleh berputus asa dalam menjalani kehidupan. Setiap manusia memiliki takdir sendiri-sendiri. Takdir berbeda dengan nasib. Takdir adalah ketentuan-Nya yang tidak dapat diubah sampai kapan pun. Sementara nasib masih bisa kita ubah dengan cara kerja keras. (hlm. 77)
  8. Jika kamu tidak bisa mengatur hidupmu sendiri, orang lain akan melakukannya. Lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak sama sekali. (hlm. 107)
  9. Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang tidak bisa kita ubah; banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita. Namun demikian, pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa mengubah pikiran kita sendiri. Betapa tragisnya hidup ini bila hanya mengandalkan keberuntungan semata. (hlm. 112)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Inilah Saatnya Untuk Action

Penulis                                 : Gidion Hindarto & Ranita Ningrum

Editor                                    : Monica Anggen

Penata isi                             : DUASISI STUDIO

Desainer sampul              : Garis Bawah Studio

Penerbit                              : PT Grasindo

Tebal                                     : 114 hlm.

ISBN                                      : 9786023750429

WP_20160326_031

3 thoughts on “REVIEW Inilah Saatnya Untuk Action

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s