[BLOGTOUR] REVIEW Malam-malam Terang + GIVEAWAY

WP_20160330_013[1]

“Generasi muda seperti kamu, kelak akan diperlukan bangsa ini. Dengan merantau jauh demi ilmu, maka Tuhan punya alasan kuat mengapa Dia akan memilihmu suatu saat kelak. Ya, karena kamu pekerja keras. Jadikan kegagalan sahabat terbaikmu, karena hanya dialah yang setia dalam mengingatkan untuk selalu berusaha yang lebih baik. Tanpanya, kamu tidak akan pernah maju.” (hlm. 65)

Ketika kita sudah berusaha semampu kita, dan ternyata hasilnya tidak sesuai ekspetasi, rasa kecewa yang akan menghampiri kita. Beda dengan yang tidak berusaha dengan sungguh-sungguh, ketika mendapatkan sesuatu tapi tidak tercapai, hasilnya tidak akan mengecewakan karena kita merasa tidak bersungguh-sungguh sepenuh hati. Dulu, saat SMA (yang merupakan SMA unggulan di daerah saya), otomatis yang bersekolah di sini murid-murid yang terpilih, apalagi yang dari daerah lain biasanya mereka adalah yang paling pintar di sekolahnya dahulu yang rata-rata juara kelas di SMP-nya. Justru yang anak daerah asli (seperti saya), kadar kemampuannya malah lebih rendah dibandingkan mereka. Saya masih ingat, bagaimana ekspresi teman-teman satu kelas jika nilai ulangan dibagikan atau ketika baru selesai ujian masih saja membahas soal-soal yang diujikan tersebut. Ada yang merasa deg-degan, bahkan juga ada yang menangis karena merasa tidak bisa menjawab soal padahal sudah belajar dengan sungguh-sungguh. Dulu saya pikir, kalau bahasa sekarang ‘lebay’ amat sih hanya nggak bisa jawab soal sampai nangis, karena saat bersekolah SMP dulu memang didikannya nilai kecil tak mengapa tak bisa memahami. Berbeda dengan mereka dari daerah yang biasanya mendapatkan nilai tertinggi adalah sebuah prioritas. Jadi, ketika kelas satu SMA, mendapatkan nilai kecil adalah semacam shock therapy, wkwkwk… Sekarang saya paham, kenapa teman-teman tersebut ada saja yang menangis saat nilainya jatuh atau tidak sesuai yang diinginkan, karena mereka sudah belajar dengan sungguh-sungguh, berbeda dengan saya zaman sekolah yang memang tidak maksimal dalam urusan belajar; dapet nilai bagus alhamdulillah, nilai kecil pun ya sudahlah. Apalagi pelajaran tersebut memang bukan yang dikuasai, jadi ya sadar diri kalau nilainya pas-pasan x)) #dikepruk

Membaca pembuka cerita dalam buku ini, tokoh utamanya mengingatkan saya akan teman-teman tersebut. Terutama di halaman sepuluh saat Tasniem menerima pembagian nilai EBTANAS yang tidak sesuai harapannya. Bekerja beberapa tahun di sekolah pun memberi pengalaman hidup bahwa meski tidak mengajar mereka di kelas bisa melihat mana yang murid belajar dengan sungguh-sungguh dan sebaliknya.

EBTANAS? Ya, EBTANAS. Mungkin remaja sekarang tidak familiar dengan kata tersebut. EBTANAS sebenarnya adalah kata yang sama untuk UN bagi anak sekolah sekarang. Waktu baca ini jadi mikir, ini penulisnya pasti nggak jauh-jauh beda umurnya dengan saya, ternyata pas baca profil di halaman paling belakang, ehem penulisnya seumuran dengan saya, bedanya dia sudah memiliki anak dua. Hebat kakak… :)) #JodohManaJodoh

Buku ini mengajarkan kita bahwa hidup memang tidak sesempurna yang kita inginkan, tapi bukan berarti kita patah semangat dan ogah-ogahan dalam mencapai tujuan yang kita inginkan. Tokoh utama yang masih SMA, sama seperti remaja pada umumnya. Merasa sedih dan kecewa saat nilai kelulusannya pas SMP tidak memuaskan seperti yang diinginkan, justru karena itulah dia bertekad untuk sekolah di Singapura di saat teman-temannya bisa masuk di sekolah unggulan di Jogjakarta. Meyakinkan orangtuanya bahwa dia akan belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak mau mengecewakan pengorbanan yang telah dilakukan orantuanya. Begitu juga saat dia sudah bersekolah di Singapura, ada hal-hal yang mengecewakannya, salah satunya saat ketika nilai ujiannya di kelas komputer, nilainya anjlok dibandingkan nilai yang diraih teman-teman sekelasnya. Marah dan sedih dialaminya seperti remaja pada umumnya, tapi dia berusaha keras untuk memperbaiki kekurangannya itu.

Pesan penting yang disampaikan dalam buku ini adalah untuk meraih cita-cita, tidak hanya dibutuhkan kemampuan semata, tapi juga kemauan yang kuat. Pas di halaman 220, ikutan terharu. Ya, tokoh utama meraih urutan terbaik saat kelulusan sekolah di Singapura dan bersaing ketat dengan teman-temannya dari berbagai negara. Jika sang tokoh menerima peringkat The Big Ten peringkat pertama, saya punya kejadian yang mirip. Waktu itu di sesi wisuda lulus kuliah, rektornya beda dengan rektor sebelumnya, di wisuda waktu itu ada beberapa perubahan yang berbeda dengan acara wisuda sebelumnya, salah satunya adalah terpilihnya enam belas orang yang nantinya akan memberikan rangkaian bunga untuk kedua orangtua. Ini suprise banget, karena siapa sangka otak saya yang pas-pasan ini terpilih masuk enam belas orang tersebut di antara ribuan wisudawan saat itu. Pas nyamperin bapak, pecah juga nangisnya karena liat bapak nangis (padahal bapak jarang banget nangis) ditambah lagi keinget almarhumah mama yang nggak sempat liat anaknya ini wisuda :’)

Setinggi apa pun kau terbang, dan ke belahan bumi mana pun engkau berpetualang, suatu saat kembalilah, negeri ini membutuhkanmu. (hlm. 33)

“Saya dan Bapak, mendukung penuh niatmu untuk sekolah ke luar negeri karena melihat keberanianmu. Umurmu baru lima belas tahun, baru seumur jagung, tapi sudah memberanikan diri, melawan takutmu, merantau ke negeri orang demi mendapat ilmu. Ha inilah yang menjadi keyakinan saya dan bapak untuk melepasmu. Kami percaya kamu mampu, Nduk. Tolong diingat, barangkali segala sesuatu tidak akan semudah kehidupanmu di sini. Di sana kamu sendiri, apa-apa sendiri, kamu harus terbiasa dengan itu. Tapi, jangan pernah bersedih dan berkecil hati ya, Nduk, terhadap apa pun yang akan kamu hadapi di sana. Berjuanglah, selalu bersama kita, selalu bersama para pemberani. Dan yang pasti, doa kami selalu menyertaimu.” (hlm. 83)

Selain itu, ketika tokoh utama bersekolah di luar negeri, kita mendapatkan gambaran bagaimana kehidupan pelajar di sana yang tentunya lebih ketat dibandingkan dengan sekolah di dalam negeri; mulai dari jam pembelajaran sampai ketatnya jam asrama. Satu lagi, buku ini menyelipkan pesan toleransi dalam hidup. Tokoh utama, Tasniem yang merupakan muslim, tinggal di asrama bersama tiga temannya yang berbeda agama dengannya; Cecilia beragama Buddha, Angelina beragama Kristen, dan Aarin beragama Hindu. Meja-meja mereka jadi simbol kehidupan beragama yang rukun. Ada Al-Qur’an di atas meja Tasniem, ada patung Buddha dan kitab Tripitaka pada meja Cecilia, ada Injil dan kalub slaib pada meja Angelina, dan ada patung Brahma serta kitab Weda pada meja Aarin.

Oya, adegan paling mengharukan justru saat Tasniem dan teman-teman sekamarnya itu menemani Angelina mencari ayahnya yang tidak pernah dijumpainya. Mereka yang masih remaja harus berjuang kesana-kemari untuk mencari alamat tempat tinggal ayahnya Angelina ini. Nangis pas baca halaman 174-175 :’)

Agak kurang sreg dengan covernya, rada suram gitu. Coba dibuat lebih meremaja, karena tokoh yang dikisahkan dalam buku ini masih remaja. Terlepas dari itu, buku ini cocok sekali untuk pembaca khususnya remaja yang masih dalam pencarian jati diri. Apalagi saya bacanya menjelang UN SMA, begitu selesai baca, ini bisa dijadikan referensi mereka untuk membaca pengalaman tentang meraih cita-cita. Belajar dengan sungguh-sungguh diterapkan tokoh utamanya, terutama menjelang ujian, dia rela mengurangi jam tidurnnya untuk belajar lebih eksra bahkan meminta izin untuk menghidupkan lampu lewat dari batas jam malam di asrama demi bisa belajar malam hari bersama teman-teman sekamarnya yang juga giat belajar. Satu lagi, belajar dengan sungguh-sungguh tidak akan membuahkan hasil tanpa diiringi ibadah yang kuat, tokoh utama rajin puasa Daud. Ini mengingatkan teman sebangku saat SMA kelas 1 yang rajin sekali puasa Daud.

Endingnya bikin penasaran dan sepertinya berpotensi untuk dibuat sekuelnya. Konon ini adalah rangkaian trilogi yang akan ditulis Tasniem, jadi nggak sabar baca lanjutannya!😉

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Teruslah jadi yang terbaik. Apa pun hasil kalian terima hari ini, teruslah berjuang dan jadi bintang yang paling terang digelapnya malam. (hlm. 7)
  2. Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kalian. Ini adalah awal perjuangan untuk sesuatu yang lebih besar. (hlm. 7)
  3. Pedang menjadi tajam dan mampu membelah batang pohon karena ditempa terus-terusan dalam panas. Begi pula kalian. Hasil apa pun yang akan kalian terima hari ini, adalah dari tempaan yang akan kalian lalui sebelum menjadi pedang dan mampu membelah ujian apa pun yang Tuhan berikan. (hlm. 7)
  4. Angkat dagumu, katakan pada dunia bahwa kamu benar, kalau tidak orang jahat akan senang menunjukkan kalau kita kalah. (hlm. 51)
  5. Kadang-kadang, kebenaran itu relatif. Pada suatu titik, kamu mungkin mendapati sesuatu yang lebih tepat lagi untuk dipertimbangkan. (hlm. 51)
  6. Dengan bekerja keras siang dan malam, kamu akan memecahkan masalah, dan pemecahannya bisa membawa kebaikan bagi kekhidupan orang lain. (hlm. 51)
  7. Upaya apa pun yang telah kita lakukan dan pencapaian apa pun yang kita peroleh, itu seharusnya membawa kebaikan sepanjang hidup, maupun setelah kematian. (hlm. 52)
  8. Orang paling cerdas adalah dia yang paling sering mengingat kematian. (hlm. 54)
  9. Dengan mengingat kematian, tentunya kita akan melakukan apa pun untuk mempersiapkannya. (hlm. 54)
  10. Segala macam usaha yang baik akan kita lakukan demi jaminan di akhirat kelak. (hlm. 54)
  11. Jadilan kegagalan sahabat setiamu. Bukan berarti kamu harus selalu gagal, namun ketika kegagalan datang, sambutlah ia sebagai sahabat. Mengapa? Karena kegagalan adalah cermin yang mengingatkan kita untuk berusaha lebih baik. Tanpa cermin itu kita tidak bisa melihat diri sendiri, tidak bisa mengevaluasi diri. (hlm. 66)
  12. Kegagalan adalah sebuah kepastian sebelum kesuksesan. Bahwa kegagalan seharusnya disambut sebagai sahabat dan bukan sesuatu yang menakutkan, apalagi akhir dari sebuah petualangan. (hlm. 67)
  13. Di balik kesulitan yang terbatas, ada banyak kemudahan dari Tuhan. (hlm. 67)
  14. Sebuah pertandingan adalah replika kerja keras pantang menyerah demi tercapai puncak idaman. Ia adalah proses, memenangkan proses itu sendiri lebih dahsyat daripada memenangkan skor pertandingan. (hlm. 98)
  15. Hidup bentuknya seperti jalanan lurus, naik dan turun, berbelok ke kanan kemudian sedikit ke kiri, atau barangkali harus sebentar berhenti untuk rehat sekejap. Hidup tidak selalu penuh kembang berwarna, juga tidak selalu tertawa bahagia. Hidup adalah kumpulan episode, rangkaian cerita tentang perjalanan kita yang penuh suka dan cita. Kadang tangis dan sedih melanda untuk membuatmu lebih kuat dari yang sebelumnya. Lihat, hari yang telah lalu, lambaikan dan katakan salam perpisahan. (hlm. 99)
  16. Pelajaran hidup yang tak ternilai, hadiah bagi para pejuang yang yang pantang kembali sebelum mencapai puncak idaman. (hlm. 135)
  17. Nalar manusia terkadang takkan mampu menguraikan rasionalitas di balik takdir yang Tuhan tetapkan. Kadang kita hanya perlu rela tanpa banyak tanya. (hlm. 139)
  18. Selalu masih ada kesempatan untuk orang-orang yang mengikuti kata hatinya. (hlm. 177)
  19. Manusia yang beranjak dewasa, suatu saat punya rasa kepada orang lain. (hlm. 187)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Di mana keadilan? Bukankah belajar adalah proses panjang, bukan sesuatu yang dinilai dari satu atau dua jam ujian saja? (hlm. 10)
  2. Pencopet jelas melakukan hal yang salah, mengambil paksa apa yang bukan miliknya. Namun memukulinya tanpa ampun karena perbuatannya itu, juga tidak benar. (hlm. 21)
  3. Jangan berkawan dengan prasangka burukmu. (hlm. 30)
  4. Jangan takut gagal, kecuali kalau kamu takut sukses. Apalagi hanya soal ujian. Sejarah mengatakan, orang-orang sukses selalu jatuh bangun dahulu sebelum mencapai puncak idaman. Itu seperti dari rumus Tuhan.(hlm. 66)
  5. Kegagalanmu dalam ujian adalah satu kegagalan saja. Di baliknya, Tuhan sudah menyiapkan kemudahan-kemudahan. (hlm. 66)
  6. Hidup adalah proses, bukan sekedar sepintas kejadian! (hlm. 207)
  7. Kesepian adalah kutukan bagi seorang petualang. Kesendirian adalah hantu bagi seorang asing. (hlm. 213)
  8. Perempuan bukanlah mahluk lemah, sebaliknya, ia kuat dan mampu bertahan bagai karang di tengah ombak kehidupan. (hlm. 243)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Malam-malam Terang

Penulis                                                 : Tasniem Fauzia Rais & Ridho Rahmadi

Editor                                                    : Donna Widjajanto

Perwajahan isi                                   : Budi Susanto

Perwajahan Sampul                        : Budi Susanto

Penerbit                                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : 2016

Tebal                                                     : 244 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-032-454-8

malam2 terang

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs, @tasniemrais, @ridhorahmadi09, jangan lupa share dengan hestek #GAMalamMalamTerang dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan? 😉

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek  #GAMalamMalamTerang yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

 #GAMalamMalamTerang ini berlangsung seminggu: 8-14 April 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 15 April 2016.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya!😉

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

Pengumuman Pemenang Giveaway Malam-malam Terang

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway Malam-malam Terang.

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Nama : M. Sulhan Habibi
Twitter : @SulhanHabibi
Kota : Maros, Sulawesi Selatan

Mengapa aku ingin membaca buku ini?
Well, membaca buku ini membuatku ingin mengenang masa sekolah (SMA) lagi, ingin mengetahui apa yang ada di pikiran anak sekolah lagi di masa sekarang ini. Ingin mengetahui apa kegelisahan mereka, motivasi mereka, sikap mereka dalam menghadapi permasalah hidup yang semakin berat seiring bertambahnya usia.

Sewaktu SMA dulu, aku merasa sudah cukup dewasa. Sekarang, setelah hampir 11 tahun lulus SMA (eh, ketahuan deh umurnya) aku selalu memandang anak sekolah itu masih anak-anak, belum dewasa.
Aku masih ingat pula semasa sekolah bermain dan belajar adalah hal yang menyenangkan dan menjadi santapan sehari-hari. Kegelisahan itu muncul sewaktu ujian (UN atau Ebta-Ebtanas atau apapun istilah yang terus berganti).
Aku ingat pula teman-teman SMA terbagi menjadi beberapa golongan, yaitu:
1. Yang pintar dan aktif berorganisasi dan pintar dalam banyak hal (rata-rata)
2. Yang populer dan terkenal karena ‘lebih berada’, ada yang pintar adapula yang biasa saja.
3. Yang jago olahraga
4. Yang aktif organisasi/ekstrakulikuler namun prestasi pas-pasan
5. Yang dianggap nakal dan biang onar di sekolah
6. Yang biasa-biasa saja, tidak dianggap pintar, bahkan keberadaannya biasa-biasa saja tidak mencolok
7. Yang dianggap ‘kurang kemampuan’ dan sebagainya

Setelah lulus kuliah, bekerja, dan menginjak usia yang sekarang ini aku menyadari bahwa prestasi di sekolah itu adalah sebagian kecil yang menentukan kesuksesanmu kelak. Sampai sekarang aku gak setuju jika hasil UN dijadikan patokan kelulusan siswa. UN itu perlu dan penting, namun tidak sepenting itu. Aku telah mempelajari bahwa kemauan belajar, kemauan berusaha, dan kemauan berubah dan meraih apa yang diinginkan jauh lebih membentuk masa depan seseorang.
Aku melihat dari sekian banyak teman sekolahku, sebagian besar yang berhasil justru mereka yang dulu dipandang sebelah mata oleh para guru. Prestasi dan nasib mereka rata-rata lebih baik dibandingkan mereka yang dulu populer atau juara kelas. Memang gak semua sih, tapi hal tersbut tidak bisa dielakkan.

Makanya, aku ingin membaca buku ini untuk mengetahui pemikiran anak sekolah zaman sekarang dalam melihat masa depan mereka dan keinginan yang ingin mereka raih.
Motivasi dalam buku ini psti ada, beda dengan aku yang terkadang kurang motivasi dalam melakukan sesuatu (ini kelemahanku banget).
Aku ingin mengerti remaja masa kini dengan sifat, sikap, pemikiran mereka akibat perkembangan zaman.
Aku jadi pengen mengerti bagaima menyikapi mereka, dan mungkin bisa sebagai bekal menghadapi (membesarkan) anakku kelak (walaupun entah zaman yang seperti apa kelak ketika anakku sudah remaja)

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul:konfirmasi pemenang Giveaway Malam-malam Terang. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penerbitnya ya.

Terima kasih buat Tasniem Fauzia Rais & Ridho Rahmadi atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

27 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Malam-malam Terang + GIVEAWAY

  1. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    kota tinggal: Serang

    Berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini.

    Tema tentang remaja sudah banyak dibahas dalam banyak novel, namun kisah Tasniem sangat menarik karena membahas tentang suka dukanya dalam menuntut ilmu di negeri orang, juga usahanya menjadi anak dan mahasiswa yg membanggakan bukan hanya orangtuanya, tapi juga negaranya. Kisah toleransi beragama Tasniem dengan teman-temannya pun membuat hati damai. Buku ini merupakan contoh pembelajaran buat para remaja yg sedang berjuang dalam pendidikannya menuju masa depan mereka, dan dengan disajikan dalam bentuk novel membuatnya lebih asyik untuk disimak. Buat pembaca yg tidak remaja lagi, seperti saya, buku ini juga menarik untuk dibaca dan ada banyak pelajaran yg bisa dipetik dari kisah ini. Karena itulah saya ingin membaca buku ini.

    Wish me luck🙂

  2. Nama : Heni Susanti
    Akun : @hensus91
    Kota : Pati – Jawa Tengah

    Aku mau buku ini karena
    1. Aku suka baca. Sangat suka. Jadi selalu berusaha mendapatkan bahan bacaan baru.
    2. Review Mbak Luckty tentang buku ini membuatku penasaran dengan keseluruhan cerita. Terutama dengan sistem EBTANAS yang aku gak tau gimana itu🙂
    3. Aku ingin bernostalgia dengan kegagalan yang dialami tokoh dalam buku ini saat tidak bisa melanjutkan ke sekolah unggulan di Jogja. Kenapa? Karena aku juga pernah mengalami kegagalan yang sama. Tepatnya waktu lulus SMA dan berniat ikut beasiswa di ITS tapi gagal padahal sudah di survey ke rumah dari staf ITS. Saat itu sedihnya gak ketulungan, apalagi pengumuman kegagalanku setelah musim PMDK berakhir.😦 Jadi demi membangkitkan lagi semangat juang yang dulu aku ciptakan untuk bangkit dari kegagalan, aku mau berjuang bersama si tokoh dalam buku ini.🙂
    4. Satu kalimat favorit Mbak Luckty yang justru menyindirku. “Selalu masih ada kesempatan untuk orang-orang yang mengikuti kata hatinya.” Maaf, aku belum bisa mengikuti kata-katamu, Wahai Hati.😀

    Demikian
    semoga berkenan🙂

  3. Nama: Farikhatun Nisa’
    Akun Twitter: @littlepaper93
    Kota tinggal: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

    Jawaban: Aku ingin membaca buku ini, karena aku ingin mendapatkan suntikan motivasi dari novel yang terinspirasi dari kisah nyata si penulis ini, Kak Tasniem. Aku memang bukan remaja lagi, tapi terkadang masih suka minder dan ingin menyerah dengan kegagalan untuk mencapai mimpi. Makanya aku sering membaca buku untuk mencari inspirasi dan motivasi untuk penyemangat dan perenungan. Dan novel ini, cocok untuk dijadikan salah satu bacaan yang menginspirasi. Aku juga terisnpirasi dari cerita Kak Luckty, yang nilainya pas-pasan tapi memberi kejutan saat wisuda. Aku ikut terharu baca bagian cerita pas Kak Luckty ngasih bunga Bapaknya dan teringat almarhumah mamanya :’, aku saja yg orangtuanya masih lengkap belum bisa ngasih apa2 selain keluahan *nyambicurhat* padangan kakak tentang anak yg nangis krn nggk bisa ngejawab soal, jujur, aku juga sering mandang begitu😀

  4. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Kota Tinggal : Purwakarta

    Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan?

    Buku ini memiliki tema berbeda dari biasanya. Seorang anak yang berjuang untuk maju ditengah kehidupan yang ia miliki. Bangkit untuk menjadi anak yang berhasil demi merubah hidup ia dan orang tuanya. Hidup ditempat yang asing dan ditengah perbedaan. Banyak pelajaran yang bisa diambil. Tentang motivasi, toleransi, pantang menyerah meski gagal berkali-kali, bekerja keras.

    Buku ini paket lengkap untuk orang-orang yang menjalani hidup, terutama yang pernah mengalami kegagalan dan mudah menyerah.

  5. Nama: Vivi Lutfah
    Twitter: @LutfahVivi
    Tangerang

    Jawaban:
    Buku ini punya banyak motivasi yang bisa saya ambil. Buku ini bisa saya jadikan pembelajaran di dalam hidup ini, apalagi bulan Mei nanti saya mau UN. Saya juga sering mengeluh karena kegagalan yang selalu saya terima, semoga saja dari buku ini saya bisa belajar tentang kegagalan, dan cara menghadapinya.

  6. Nama : Mega Widyawati
    Akun twitter : @widy4_w
    Kota tinggal : Nganjuk.

    Alasanku ingin baca novel ini, karena tema yang diangkat dari novel ini sangat mendidik sekali. Sangat cocok buat Generasi muda yang sedang di landa kegagalan dan patah semangat, apalagi yang masih Remaja sepertiku. Yang masih butuh dukungan dan mempunyai semangat juang tinggi untuk meraih mimpi. Aku juga semakin di buat penasaran sama perjalanan kisah Tasniem dalam pencapaian jati dirinya dalam novel Malam Malam Terang ini.

  7. Diki Siswanto
    @diki_twips
    Masamba, Sulawesi Selatan

    Mengapa aku tertarik ingin membaca buku tersebut? Sebab dari review yang kak luckty berikan, cerita yg ada dalam buku itu sarat dengan motivasi, semangat menuntut ilmu dan mengarungi hidup dalam rantauan. Jujur, aku sangat menyukai novel dengan tema seperti ini.

    Apalagi, saat ini–juga beberapa bulan kedepan, aku butuh motivasi untuk membangkitkan semangat dan gairah menuntut ilmu, menggapai cita-cita di jenjang perguruan tinggi yang (insya Allah) akan aku jalani beberapa bulan lagi. Mudah-mudahan dengan membaca novel tersebut, aku mampu termotivasi dan terinspirasi untuk itu. (/^▼^)/

  8. Nama : M. Sulhan Habibi
    Twitter : @SulhanHabibi
    Kota : Maros, Sulawesi Selatan

    Mengapa aku ingin membaca buku ini?
    Well, membaca buku ini membuatku ingin mengenang masa sekolah (SMA) lagi, ingin mengetahui apa yang ada di pikiran anak sekolah lagi di masa sekarang ini. Ingin mengetahui apa kegelisahan mereka, motivasi mereka, sikap mereka dalam menghadapi permasalah hidup yang semakin berat seiring bertambahnya usia.

    Sewaktu SMA dulu, aku merasa sudah cukup dewasa. Sekarang, setelah hampir 11 tahun lulus SMA (eh, ketahuan deh umurnya) aku selalu memandang anak sekolah itu masih anak-anak, belum dewasa.
    Aku masih ingat pula semasa sekolah bermain dan belajar adalah hal yang menyenangkan dan menjadi santapan sehari-hari. Kegelisahan itu muncul sewaktu ujian (UN atau Ebta-Ebtanas atau apapun istilah yang terus berganti).
    Aku ingat pula teman-teman SMA terbagi menjadi beberapa golongan, yaitu:
    1. Yang pintar dan aktif berorganisasi dan pintar dalam banyak hal (rata-rata)
    2. Yang populer dan terkenal karena ‘lebih berada’, ada yang pintar adapula yang biasa saja.
    3. Yang jago olahraga
    4. Yang aktif organisasi/ekstrakulikuler namun prestasi pas-pasan
    5. Yang dianggap nakal dan biang onar di sekolah
    6. Yang biasa-biasa saja, tidak dianggap pintar, bahkan keberadaannya biasa-biasa saja tidak mencolok
    7. Yang dianggap ‘kurang kemampuan’ dan sebagainya

    Setelah lulus kuliah, bekerja, dan menginjak usia yang sekarang ini aku menyadari bahwa prestasi di sekolah itu adalah sebagian kecil yang menentukan kesuksesanmu kelak. Sampai sekarang aku gak setuju jika hasil UN dijadikan patokan kelulusan siswa. UN itu perlu dan penting, namun tidak sepenting itu. Aku telah mempelajari bahwa kemauan belajar, kemauan berusaha, dan kemauan berubah dan meraih apa yang diinginkan jauh lebih membentuk masa depan seseorang.
    Aku melihat dari sekian banyak teman sekolahku, sebagian besar yang berhasil justru mereka yang dulu dipandang sebelah mata oleh para guru. Prestasi dan nasib mereka rata-rata lebih baik dibandingkan mereka yang dulu populer atau juara kelas. Memang gak semua sih, tapi hal tersbut tidak bisa dielakkan.

    Makanya, aku ingin membaca buku ini untuk mengetahui pemikiran anak sekolah zaman sekarang dalam melihat masa depan mereka dan keinginan yang ingin mereka raih.
    Motivasi dalam buku ini psti ada, beda dengan aku yang terkadang kurang motivasi dalam melakukan sesuatu (ini kelemahanku banget).
    Aku ingin mengerti remaja masa kini dengan sifat, sikap, pemikiran mereka akibat perkembangan zaman.
    Aku jadi pengen mengerti bagaima menyikapi mereka, dan mungkin bisa sebagai bekal menghadapi (membesarkan) anakku kelak (walaupun entah zaman yang seperti apa kelak ketika anakku sudah remaja)

    **

    Waduh, komenku jadi panjang banget dan malah berat banget bahasannya. Tapi, gak masalah deh, yang penting bisa menuangkan uneg-uneg.

    Btw, terima kasih atas kesempatan GA-nya🙂

  9. Arie Pradianita | @APradianita | Sukabumi

    KARENA:

    Lewat buku MMT telah diajarkan bahwa peran dan perhatian orang tua sangatlah penting bagi perkembangan serta pendidikan anak-anaknya. Pelajaran lain yang bisa dipetik dari buku MMT adalah bahwasanya setelah kesulitan ada kemudahan. Selain itu, buku MMT juga mengajarkan bahwa Tuhan tidak mungkin membebani masalah kepada seseorang kecuali dengan sesuatu yang mampu dipikul oleh hamba tersebut. Tasniem sebagai figur sentral dalam buku MMT seakan memberi tahu saya bahwa apa yang ditimpakan Tuhan kepada seseorang adalah sesuatu yang telah tertulis dalam kitab takdir-Nya.

    Seperti judul bukunya, saya menjadi paham bahwa ketika malam yang identik dengan gelap datang, maka tidak perlu takut dan gelisah. Karena masih ada bulan yang memendarkan sinar terang serta bintang yang memancarkan cahaya. Begitu pula ketika mendapat musibah atau cobaan. Tidak usah cemas dan menyesal. Karena harapan itu masih ada. Optimislah seperti bulan dan bintang yang konsisten memberi cahaya terang ketika malam tiba.. ^_^

  10. Nama : Kurnia Dwi Pertiwi
    Alun twitter : @KDP264
    Kota tinggal : Bekasi, jawa barat
    Jawaban :
    Sebelumnya, saya ingin bercerita sedikit saja. Baru saja saya selesai membaca novel yang menceritakan seorang sarjana yang kemudian menjadi Guru. Tetapi, ia selalu di panjang sebelah mata di kampung karena menjadi sarjana yang buruk. Gaji yang tidak sesuai membuat warga sekitar enggan mengikuti jejak sarjana tersebut. Buat apa sarjana kalau gajinya di bawah 1jt? Begitu katanya. Dia pindah ke sekolah internasional, kehidupannya jauh berbeda dengan sekolah dahulu. Segalanya fasilitas lengkap. Hanya saja murid yang kurang menghormati Guru persis di sitneron. Dia menggunakan berbagai metode belajar agar muridnya mau belajar.

    Di sini menceritakan perjuangan guru. Saya baca review Malam-Malam Terang tentang perjuangan siswa untuk meraih cita-cita. Kalau kemarin saya membaca dai segi guru. Sekarang, saya ingin membaca dari segi murid. Saya tau, sebagaian murid tidak paham betul, apa artinya sekolah? Apa artinya belajar? Yang mereka tau nilai yang tinggi meskipun menggunakan cara curang. Dan coba tanya, masih banyak siswa yang belum tau apa cita-cita sesungguhnya. Yang menjadi masa depannya. Kalau di tanya setelah lulus sekolah nanti apa yang ingin kamu capai? Sebagian menjawab, tidak tau. Sebagian menjawab masa depan yang sudah mereka idam-idamkan. Saya melihat tasniem salah satu murid yang sudah paham betul apa cita-cita yang ingin ia capai di masa depan. Perjuangan dan keinginan yang gigih yang jarang sekali kita dapatkan di lingkungan sekitar, terutama pelajar. Saya ingin membaca perjuangan tasniem. Kegigihannya mungkin dapat melunar pada pembaca. Semoga saya diberi kesempatan memiliki buku ini. Terimakasih🙂

  11. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Domisili: Kota Bengkulu

    Mau baca buku ini karena entah kenapa kok rasanya ini aku banget ya? Udah berusaha mati-matian, tapi hasilnya tidak sesuai ekspektasi😦 Tapi, teman-teman yang ‘katanya’ di bawah aku justru kok jalannya mulus kayak jalan tol yang baru diresmikan😦 Ahh, jadi baper hiksss
    Btw, ini novel atau buku inspiratif ya mbak? Kok aku nggak kena setelah baca reviewnya. Padahal udah ngulang sampe tiga kali. Apa karena udah baper duluan karena temanya begituan😥

  12. Nama : Zainun Nasikah
    Twitter : @Nuunzai_Zn
    Kota Tinggal: Tulungagung, Jawa Timur

    Setiap orang pasti memiliki motivasi terhadap apa yang dirinya lakukan. Terlebih lagi, ketika seseorang ingin sukses dalam suatu hal, maka motivasi sangatlah diperlukan guna mencapai apa yang dikehendakinya tersebut, entah itu motivasi dari dirinya sendiri (intrinsik) ataupun dari luar dirinya (ekstrinsik).
    Banyak yang mengatakan bahwa motivasi intrinsik lebih berperan dalam pencapaian tujuan daripada motivasi ekstrinsik. Ini benar adanya. Namun, ini bukan berarti kita menolak hadirnya motivasi ekstrinsik.
    Dari review yang dipaparkan mbak Lukcty di atas, pasti buku Malam-Malam Terang ini sangat pas dan layak untuk dijadikan bahan motivasi diri ketika diri benar-benar putus asa, karena merasa keadaan tak akan seindah yang diharapkan. Buku ini mengingatkan kepada kita bahwa sebagai muslim, tidak selayaknya kita berputus asa. Cerita mbak Tasniem tersebut bisa membuka mata kita bahwa memang benar kegagalan adalah pintu gerbang sebuah kesuksesan. Selayaknya diri kita menjadikan setiap kegagalan sebagai anak tangga yang akan membawa kita menuju sebuah kesuksesan.
    Saya memang bukan SMA lagi yang mempunyai mimpi mendapat hasil UN yang gemilang dan masuk di perguruan tinggi favorit layaknya cerita mbak Tasniem. Meskipun bukan SMA lagi, bukan berarti tidak mempunyai mimpi kan? Justru mimpi-mimpi hadir seiring bertambahnya hari, dan inilah yang membuat hidup semakin menantang. Karenanya suntikan motivasi serupa cerita mbak Tasniem sangat dibutuhkan. Apalagi buku motivasi tersebut diramu dengan cerita islami yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, cinta kasih, saling tolong menolong dan menyayangi orang-orang muslim maupun non muslim.
    Itulah mengapa buku yang tidak jauh dari buku kakaknya (Hanum) tersebut, yang kaya motivasi serta indahnya Islam patut untuk dijadikan referensi hidup. Hehe

  13. Nama : Zainun Nasikah
    Twitter : @Nuunzai_Zn
    Kota : Tulungagung, Jawa Timur

    Setiap orang pasti memiliki motivasi terhadap apa yang dirinya lakukan. Terlebih lagi, ketika seseorang ingin sukses dalam suatu hal, maka motivasi sangatlah diperlukan guna mencapai apa yang dikehendakinya tersebut, entah itu motivasi dari dirinya sendiri (intrinsik) ataupun dari luar dirinya (ekstrinsik).
    Banyak yang mengatakan bahwa motivasi intrinsik lebih berperan dalam pencapaian tujuan daripada motivasi ekstrinsik. Ini benar adanya. Namun, ini bukan berarti kita menolak hadirnya motivasi ekstrinsik.
    Dari review yang dipaparkan mbak Lukcty di atas, pasti buku Malam-Malam Terang ini sangat pas dan layak untuk dijadikan bahan motivasi diri ketika diri benar-benar putus asa, karena merasa keadaan tak akan seindah yang diharapkan. Buku ini mengingatkan kepada kita bahwa sebagai muslim, tidak selayaknya kita berputus asa. Cerita mbak Tasniem tersebut bisa membuka mata kita bahwa memang benar kegagalan adalah pintu gerbang sebuah kesuksesan. Selayaknya diri kita menjadikan setiap kegagalan sebagai anak tangga yang akan membawa kita menuju sebuah kesuksesan.
    Saya memang bukan SMA lagi yang mempunyai mimpi mendapat hasil UN yang gemilang dan masuk di perguruan tinggi favorit layaknya cerita mbak Tasniem. Meskipun bukan SMA lagi, bukan berarti tidak mempunyai mimpi kan? Justru mimpi-mimpi hadir seiring bertambahnya hari, dan inilah yang membuat hidup semakin menantang. Karenanya suntikan motivasi serupa cerita mbak Tasniem sangat dibutuhkan. Apalagi buku motivasi tersebut diramu dengan cerita islami yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, cinta kasih, saling tolong menolong dan menyayangi dengan orang-orang Islam ataupun bukan.
    Buku yang tidak jauh dari bukunya kakaknya (Hanum), yang kaya motivasi serta indahnya Islam patut untuk dijadikan referensi hidup. Hehe

  14. Nama : Miftahur Rizqi
    Twitter : @MR_Laros
    Kota Tinggal : Banyuwangi, Jatim.

    berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan?

    jawaban saya sangat sederhana tapi Insya Allah sesuai =
    saya tertarik membaca buku ini karena dari cover nya aja sudah memberikan makna cerita yg seakan-akan ingin membaca buku “Malam-Malam Terang” ini. dan saya tertarik buku ini karena saya juga suka novel yang bergenre Metropop, Drama, dan Romance, melalui review yang saya baca barusan di atas, saya sangat tertarik untuk membaca buku ini karena banyak sekali makna, pesan, dan quotes-quotes dalam buku ini, selain itu saya juga suka novel yang berkaitan tentang kehidupan. apalagi buku ini ditulis oleh mas Tasniem Fauzia Rais dan Ridho Rahmadi. saya tahu mas Tasniem Fauzia Rais dan Ridho Rahmadi ini dari website Goodreads.
    itulah hal yang membuat saya ingin membaca buku “Malam-Malam Terang” ini, yaaa walaupun sederhana sih.. hehe..

  15. Nama : Zainun Nasikah
    Twitter : @Nuunzai_Zn
    Kota Tinggal : Tulungagung, jawa Timur

    Setiap orang pasti memiliki motivasi terhadap apa yang dirinya lakukan. Terlebih lagi, ketika seseorang ingin sukses dalam suatu hal, maka motivasi sangatlah diperlukan guna mencapai apa yang dikehendakinya tersebut, entah itu motivasi dari dirinya sendiri (intrinsik) ataupun dari luar dirinya (ekstrinsik).
    Banyak yang mengatakan bahwa motivasi intrinsik lebih berperan dalam pencapaian tujuan daripada motivasi ekstrinsik. Ini benar adanya. Namun, ini bukan berarti kita menolak hadirnya motivasi ekstrinsik.
    Dari review yang dipaparkan mbak Luckty di atas, pasti buku Mala-Malam Terang ini sangat pas dan layak untuk dijadikan bahan motivasi diri ketika diri benar-benar putus asa, karena merasa keadaan tak akan seindah yang diharapkan. Buku ini mengingatkan kepada kita bahwa sebagai muslim, tidak selayaknya kita berputus asa. Cerita mbak Tasniem tersebut bisa membuka mata kita bahwa memang benar kegagalan adalah pintu gerbang sebuah kesuksesan. Selayaknya diri kita menjadikan setiap kegagalan sebagai anak tangga yang akan membawa kita menuju sebuah kesuksesan.
    Saya memang bukan SMA lagi yang mempunyai mimpi mendapat hasil UN yang gemilang dan masuk di perguruan tinggi favorit layaknya cerita mbak Tasniem. Meskipun bukan SMA lagi, bukan berarti tidak mempunyai mimpi kan? Justru mimpi-mimpi hadir seiring bertambahnya hari semakin banyak, dan inilah yang membuat hidup semakin menantang. Karenanya suntikan motivasi serupa cerita mbak Tasniem sangat dibutuhkan. Apalagi buku motivasi tersebut diramu dengan cerita islami yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, cinta kasih, saling tolong menolong dan menyayangi dengan orang-orang Islam ataupun bukan.
    Buku yang tidak jauh dari bukunya kakaknya (Hanum), yang kaya motivasi serta indahnya Islam (inspiratif dan religi) patut untuk dijadikan referensi hidup. Hehe

  16. Nama : Alfiani Z Fitri
    Akun twitter : @falfanyfitri
    Kota tinggal : Pamekasan, Madura, Jatim.

    Hai, kak Luckty! Izin ikutan yaa!

    Review kakak sukses menarikku untuk berkenalan lebih jauh dengan novelnya. Jadilah aku berstalking ria karena MMT. Ehehe.

    Sebenarnya alasan utamaku mau baca novel ini karena (ternyata) kisahnya hampir mirip denganku. Bukan tentang nilai UN atau EBTANAS, memang. Tapi setidaknya masih tentang perjuangan sekolah. Aku berharap setelah membaca kisah kak Tasniem ini, aku bisa “tertampar” karena perjuanganku yang masih belum seberapa dengannya. Dan sepertinya, novel ini mampu menyuntikkan energi positif untukku lewat kisahnya–yang katanya sukses menginspirasi banyak orang.

    Aku belum genap setahun di putih abu-abu. Harapanku sih setelah membaca MMT ini aku bisa lebih berjuang kedepannya di sisa waktu masa SMAku.

    Ya, mungkin cuma itu. Aku belum tau banyak tentang novel ini. Karena itu aku ingin mengenalnya lebih jauh. Tentu saja dengan membacanya! Ehehehe.

    Terimakasih kesempatannya, Kak. Semoga kesampaian baca novel Malam-Malam Terang ini!🙂

  17. Nama: Gesta
    Akun : @AltGST
    Domisili: Bangka
    Jawaban: Setelah menelisik reviewan MMT kak luckty saya rasa saya memang kudu melahap isi novel ini. Saat ini saya sedang terkena syndrom tarik ulur semangat. Dimana di satu waktu saya bisa mwrasa bersemangat sekali untuk menwujudkan impian dan cita2 saya,namun diselang waktu berikutnya saya akan cepat pesimis,beranggapan kalau keadaan saya tak bakal memungkinkan saya mewujudkan hal itu. Cerita tentang kisah hidup Tasniem dengan segala sepak terjangnya menggapai keinginan luar biasa mungkin bisa jadi penguat kembali semangat saya untuk memecahkan segala keterbatasan saya, tokoh-tokoh seperti Tasniem adalah pengigih yang tidak akan mudah menyerah meski dihadapi beribu rintangan, bagi Tasniem sah-sah dan bisa saja mengubah yg awalnya bagi kita impossible menjadi POSSIBLE! Saya butuh novel inspiratif seperti Malam-Malam Terang. Saya ingin bisa terpacu semangat seperti Tasniem, saya ingin mengubah perspektif2 negatif saya. Saya yakin di novel ini ada jawabannya.

  18. Nama : Nadia Chaerani
    Twitter : @nadiachaerani
    Domisili : Tasikmalaya, Jawa Barat

    Alasan kenapa aku ingin membaca buku ini?

    Yaa aku sangat perlu baca buku “Malam-Malam Terang” ini. Alasannya klasik, aku terlalu banyak membaca buku ber genre Teenfic ataupun Romance yang membuat seisi otakku dipenuhi oleh imajinasi yang bisa dikatakan “alay” dan gak realistis. Bahkan karena terlalu jatuh pada alurnya kita lupa akan keadaan dunia nyata yang membuat kita bisa dibilang gampang ‘baper’ dan terlalu memuja si tokoh cerita yang begitu perfect, kadang kita tidak peka atas apa yg terjadi dikehidupan nyata.
    Alasan yang lain berhubungan dengan isi buku. Buku ini sangat² bisa menjadi alat motivasi untuk kita khususnya diri aku sendiri. Tentang sebuah harapan, tentang keyakinan dan keteguhan hati. Kita juga diberi sudut pandang tentang kehidupan (khususnya pendidikan) di negara lain dan toleransi atas berbagai kepercayaan.
    Pokoknya buku ini sangat cocok untuk aku baca sebagai perubahan mindset (lebay) yg selama ini aku anut(?)

    Semoga aku beruntung dan Terimakasih😀

  19. Nama : Nadia Chaerani
    Twitter : @nadiachaerani
    Domisili : Tasikmalaya, Jawa Barat

    Alasan kenapa aku ingin membaca buku ini?

    Yaa aku sangat perlu baca buku “Malam-Malam Terang” ini. Alasannya klasik, aku terlalu banyak membaca buku ber genre Teenfic ataupun Romance yang membuat seisi otakku dipenuhi oleh imajinasi yang bisa dikatakan “alay” dan gak realistis. Bahkan karena terlalu jatuh pada alurnya kita lupa akan keadaan dunia nyata yang membuat kita bisa dibilang gampang ‘baper’ dan terlalu memuja si tokoh cerita yang begitu perfect, kadang kita tidak peka atas apa yg terjadi dikehidupan nyata.
    Alasan yang lain berhubungan dengan isi buku. Buku ini sangat² bisa menjadi alat motivasi untuk kita khususnya diri aku sendiri. Tentang sebuah harapan, tentang keyakinan dan keteguhan hati. Kita juga diberi sudut pandang tentang kehidupan (khususnya pendidikan) di negara lain dan toleransi atas berbagai kepercayaan.
    Pokoknya buku ini sangat cocok untuk aku baca sebagai perubahan mindset (lebay) yg selama ini aku anut(?)

    Semoga aku beruntung dan Terimakasih😀

  20. Nama: tatyana ac
    Akun twt: @bluesky1319
    Dom: sidoarjo
    Jawaban
    Setelah membaca review nya mbak luckty rasa penasaran ku rasanya sudah di ubun-ubun. Melihat kisah tasniem yang sepertinya begitu penuh perjuangan dalam menuntut ilmu dan sepertinya novel ini patut dibaca oleh anak sekolahan karena kisahnya yg begitu inspiratif

  21. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Kota : Jepara

    kenapa kamu ingin membaca buku ini?

    1. Aku suka buku yang memotivasi, karena buku semacam itu selain menghibur juga memberi nilai-nilai positif buat memperbaiki diri.

    2. Menambah daftar bacaan karena dasarnya memang suka membaca.

    3. Pengen membaca karya Kak Tasniem Fauzia Rais & Ridho Rahmadi lewat tulisannya. Soalnya memang belum pernah membaca karya dua kakak ini.

  22. Nama : Ni Putu Citra Apsara Devi
    Akun Twitter : @citrapsara
    Kota : Yogyakarta
    Jawaban :
    Alasanku simple, ingin tau jalinan persabahatan diantara 4 orang dengan agama yang berbeda. Dulu saat aku kecil, aku tinggal di lingkungan dimana agamaku adalah mayoritas, namun sekarang setelah merantau sendiri, aku tinggal di lingkungan dimana kami adalah minoritas. Awalnya aku merasa takut, gelisah, dan kesusahan. Beruntung aku memiliki teman-teman yang baik dan sama sekali tidak membeda-bedakan agama. Aku ingin mengetahui kisah keempat sahabat ini agar aku bisa memperkuat pertemananku juga disini. Dan juga aku suka dengan quotes, “Jangan berkawan dengan prasangka burukmu”. Quotes ini mengingatkanku bahwa aku di tanah rantau masih membutuhkan orang, jadi jangan membuat orang menjauhiku hanya karna prasangka2 burukku. Aku juga penasaran bagaimana cara menghadapi nilai yang paling kecil, bagaimana cara merubah perasaan sedih dan kesal menjadi dorongan dan motivasi untuk lebih baik.

    Makasi udah ngadain GA ini kak😉

  23. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasen, Bali

    Banyak hal yang bisa kita pelajari selain di bangku sekolah. Salah satunya adalah belajar melalui pengalaman hidup orang lain. Dari review yang kakak tulis, novel ini sangat menginspirasiku. Ada kesamaan antara kami, kalau mbak Tasniem sekolah ke luar negeri, aku cukup ke luar pulau dulu. Perjuangan banget ketika harus berdiri sendiri dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang kita ambil. Kegagalan pasti pernah dialami oleh setiap orang, tapi yang membedakan adalah mereka ingin bangkit atau tetap berkubang dalam kesedihan. Saat ini, aku merasa sedang diuji, sedang diletakkan di situasi sulit di titik terendah dari hidup. Semoga dengan baca novel ini, aku bisa tersugesti sehingga membuatku kembali bersemangat dan bangkit. Tentu saja, selain berdoa dan juga berusaha🙂

  24. Refi Nafilatul Iflah
    Pemalang, Jawa Tengah
    @Reput_Annisa

    Dengan mengingat kematian, tentunya kita akan melakukan apa pun untuk mempersiapkannya. (hlm. 54)
    Segala macam usaha yang baik akan kita lakukan demi jaminan di akhirat kelak. (hlm. 54)
    Memandang kata-kata di atas, mampu membuatku tersenyum. Itulah yang selama ini aku cari, di mana sebuah buku yang menghadirkan bagaiman cerita orang yang ingat tujuan apa mereka terciptakan, dan apa yang harus mereka lakukan untuk mereka bawa saat mereka mengalami kematian. Entahlah, sulit mencari buku seperti itu, mengajarkan tentang sesungguhnya kita hidup di dunia. Tidak amnesia pada kematian, akhirat, serta Tuhan. Apa lagi terdapat kata-kata sindiran yang pastinya cocok untuk dijadikan acuan serta pandangan pada orang masa kini. Karena satu yang sedang saya kejar, di mana saya mendapat ketenangan serta kebahagiaan saat menghadapi kematian nanti ataupun akhirat nanti. Itulah makannya aku menginginkan buku tersebut.

    “Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri.. Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa…” Membaca resensi pada yang kaka sajikan, membuat pikiran saya tertuju pada untaian kalimat yang terkandung dalam novel 5 cm. Di mana kita harus memperjuangkan apa yang sudah menjadi impian, keyakinan, cita-cita sekeras apapun hadangan itu, selemah apapun apa yang ada dalam tubuh kita entah otak, fisik, ataupun batin. Di mana kita tidak harus menjadi apa yang mereka inginkan. Karena dengan keyakinan, semua akan berhasil. Bersama dengan usaha, kerjakeras, ibadah, serta dengan sifat-sifat yang baik.

    Dalam novel ini terdapat banyak kata-kata yang akan mampu mempengaruhi pikiran kita, dalam untaian sindiran ataupun kata-kata terbaik. Sebab itulah yang semua orang butuhkan dalam membuah sebuah buku.

    Hanya itulah alasan yang dapat saya ungkapkan.

  25. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Kota Tinggal : Aceh

    berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini.

    Setuju banget dgn 2 kutipan ini :
    “untuk meraih cita-cita, tidak hanya dibutuhkan kemampuan semata, tapi juga kemauan yang kuat.”

    “Setinggi apa pun kau terbang, dan ke belahan bumi mana pun engkau berpetualang, suatu saat kembalilah, negeri ini membutuhkanmu.”

    Semua orang pasti ngerasain hal yg sama dgn apa yg di tulis di dalam buku ini.
    Alasan aku ingin membaca buku ini adalah: ntah kenapa aku berasa kayak ada di dalam novel, membaca buku ini pasti bisa merasakan hal yg serupa dgn si tokoh.
    Dengar2 kabar katanya buku ini di angkat dari kisah perjalanan si penulisnya ya mbak?
    Aku suka dengan tema cerita tentang perjuangan seseorang ketika ingin mencapai cita-citanya tanpa putus asa, dan terus berjuang, karena dr sebuah buku kita bs banyak mengambil sebuah kesimpulan dr sebuah cerita bahwa perjuangan utk menempuh pendidikan dan menggapai cita2 itu tak pernah berakhir kecuali kita sendiri yg mengakhirinya.
    aku penasaran bgmna cra penulis menggabungkan ide2 kreatif menulisnya dari 2 penulis sekaligus yg di rangkum ke dlm 1 buku. Krn menurutku pribadi susah menggabungkan 2 ide kl tdk memahami gaya menulis dr masing2 penulisnya. Apalagi ide ceritanya lebih ke perjuangan seseorang utk menggapai cita2nya atau sesuatu yg menjadi tujuannya.

    Salam Pida Alandrian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s