[BLOGTOUR] REVIEW My Perfect Doll + GIVEAWAY

WP_20160327_005

Tidak ada cinta yang tidak diiringi ketakutan, terlebih takut untuk kehilangan. Namun di atas segalanya itu, hal terbesar yang dibutuhkan oleh cinta adalah keberanian. (hlm. 263)

DAVINA LAURENCIA. Seorang perempuan cantik nan periang, serta suka melakukan hal-hal yang membuat orang lain menjadi senang. Tetapi sayang, kecelakaan yang dialaminya terpaksa merenggut kebahagiaannya. Ia bukan lagi Davina yang lincah dan enerjik, sebab kini geraknya dibatasi oleh sebuah kursi roda. Ia bukan lagi perempuan yang bebas bergaul dengan siapa saja, sebab kini dirinya telah menikah dan harus selalu mendekam diri di rumah.

Ya. Kecelakaan yang menimpanya membuat Davina harus menikah dengan lelaki yang bahkan tidak dikenalnya, DEVON HENDRICO JONATHAN. Lelaki yang tampan dan mapan. Namun, dibalik kesempurnaannya, ia juga seorang playboy yang senang berganti-ganti wanita. Entah apa yang membuatnya seperti itu, Davina tidak tahu. Yang ia tahu, Devon membencinya. Devon membenci pernikahan mereka. Bagi Devon, Davina adalah bencana, sekaligus perusak hidupnya.

“Kau memang bernyawa. Tapi bagiku kau hanya sekedar boneka yang tidak berguna. Dan selamanya, bagiku kau hanya bencana. Kau telah merenggut nyawa ayahku. Bahkan kini aku harus menikahimu. Tidakkah kau berpikir ini tidak adil? Karena kau, aku kehilangan satu-satunya anggota keluargaku. Tapi anehnya aku harus bertanggung jawab atas kecatatanmu. Jangan pernah bermimpi untuk kuanggap sebagai seorang istri. Itu hanya akan ada di khayalanmu. Dan sampai kapan pun, bahkan sampai aku mati sekalipun, aku akan tetap membencimu!” (hlm. 5)

Sungguh, kata sakit pun tidak mampu mengungkapkan rasa yang dimilki Davina. Selama dua bulan pernikahan mereka, inilah yang selalu diterima oleh Davina. Kekasaran, kekejaman, keangkuhan dan berbagai penghinaan dari Devon.

Mungkin akan lebih baik jika Devon menyiksa dirinya secara fisik, daripada harus selalu menyakiti batinnya seperti ini. Andai saja Devon tahu, bukan hanya ia yang menderita. Davina juga tahu. Ia bahkan harus kehilangan fungsi kedua kakinya. Kehilangan masa-masa muda yang indah dalam hidupnya. Dan yang terpenting dari itu semua, ia kehilangan kesempatan untuk menjadi seorang pengacara seperti impiannya.

Jauh lebih parah dari Devon, Davina bahkan harus kehilangan masa depannya.

“Berhentilah berpura-pura peduli padaku. Aku tidak membutuhkan semua itu.”

“Devon, aku tidak berpura-pura. Aku benar-benar ingin melakukannya untukmu. Aku hanya ingin melakukan kewajibanku sebagai seorang istri.”

“Jangan berlebihan. Aku tidak pernah menganggapmu demikian.”

“Terserah kau mau menganggapku apa, aku tidak peduli. Aku hanya berusaha melakukan apa yang seharusnya memang kulakukan.”

“Begitukah? Tapi sayangnya, apa pun yang kau lakukan sama sekali tidak berarti untukku. Jadi, hentikan kebodohan ini, dan berhentilah melakukan hal yang sama sekali tidak berguna.” (hlm. 27)

Alfredo Jonathan. Lelaki yang telah menabrak, namun bertanggung jawab atas seluruh pengobatannya. Bahkan dua hari sebelum kepergiannya, lelaki itu meminta Davina untuk menikah dengan anaknya, Devon Hendrico Jonathan. Davina sempat menolak permintaan tersebut, namun tidak dengan Devon. Meski hatinya menggolakkan pertentangan, pada akhirnya ia menyatakan setuju. Memandang kesakitan dan rasa bersalah pada wajah ayahnya, membuat Devon tidak mampu menolak permintaan itu.

Sejak saat itulah, hari-hari ceria Davina berubah kelam. Bayangkan bagaimana rasanya hidup bersama orang yang tidak dikenal. Terlebih, ia membencimu dan selalu menyebutmu sebagai pembunuh ayahnya. Sakit, tentu saja. Itulah yang sehari-hari dirasakan oleh Davina. Membuat perempuan itu bahkan sudah lupa bagaimana rasanya tertawa dan bahagia.

Namun Davina tidak punya pilihan. Hal yang ia selalu percaya dalam hidup, bahwa apa pun yang terjadi pada dirimu adalah kehendak dari penciptamu. Setiap orang telah memiliki takdir hidup masing-masing, dan Davina meyakini bahwa ini adalah takdir hidupnya. Terlebih pesan terakhir Alfredo Jonathan mengunci Davina untuk selalu berada di sisi Devon.

Pesan yang membuat Davina sedikit merasa bingung sebenarnya, sebab lelaki itu memintanya untuk perlahan mengubah sifat buruk Devon. Akan membutuhkan banyak kesabaran, namun Alfredo Jonathan meminta Davina untuk tidak menyerah. Dan pada akhirnya, Davina memutuskan untuk selalu bertahan bersama Devon, apa pun kondisinya.

“Devon, berhentilah bersikap bodoh seperti ini. Sekuat apa pun kau mencoba membalaskan dendammu pada Davina, pada kenyatannya, masal lalu tidak akan pernah berubah.” (hlm. 45)

Sejujurnya, Davina merasa sangat lelah. Namun ia tidak tahu harus berbuat apa, sebab ia memang tidak mampu melakukan apa-apa. Sejak mengalami kecelakaan dan harus menanggung kecacatan pada tubuhnya, Davina tidak banyak melakukan banyak hal tanpa melibatkan orang lain. Itu sebabnya, pada akhirnya ia mampu bersikap pasrah menghadapi perlakuan Devon, sebab ia memang tidak dapat melakukan apa pun dan tidak ingin merepotkan siapa pun. Davina memilih diam dan senantiasa berharap kelak Devon akan berubah.

Ketika menikah dengan orang yang saling mencintai saja terkadang menemukan benturan perbedaan, apalagi yang sama-sama tidak saling mencintai seperti yang dialami baik Devon maupun Davina. Menikah yang diawali dengan paksaan memang menyiksaan  tekanan batin bagi yang mengalaminya. Dari sisi Davina, dia hanya bisa memendam kegelisahan dengan terus berusaha mencoba menerima takdir yang diberikan untuknya. Sedangkan dari sisi Devon, dia melampiaskan kemarahan atas kesialan yang dihadapinya karena menikahi perempuan yang tidak dicintainya dan berusaha mengelak dari takdir yang sudah digariskan untuknya.

Pesan moral dari buku ini adalah hidup memang sulit, apalagi hidup bersama dengan orang yang tidak kita cintai. Kita akan dihadapkan pada sebuah pilihan. Tinggal kita harus memilih dan semoga saja pilihan yang dijalani adalah jalan yang tepat.

WP_20160328_011

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Cinta bukanlah persoalan fisik yang sempurna, melainkan hati dan penerimaan seutuhnya. (hlm. 1)
  2. Hidup dan mati manusia ada di tangan Tuhan. (hlm. 125)
  3. Tidak ada gunanya menyimpan dendam. (hlm. 179)
  4. Jika kau benar-benar mencintainya, berjuanglah. Buktikan padanya bahwa kau telah berubah. (hlm. 186)
  5. Ungkapkan isi hatimu padanya dan buat dia merasakan ini. Buat dia percaya padamu. (hlm. 186)
  6. Tak ada yang tahu manusia, bahkan terkadang manusia itu sendiri. (hlm. 211)
  7. Kita tidak memiliki kekuatan untuk mengubah masa lalu. (hlm. 346)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Bayangkan bagaimana rasanya hidup bersama orang yang tidak kau kenal. (hlm. 9)
  2. Berhati-hatilah, jangan sampai umpan yang kau tebar malah kau makan sendiri, dan jangan sampai ludah yang telah kau buang malah kau jilat sendiri. (hlm. 15)
  3. Memangnya ada yang salah dengan pertanyaanku? Bukankah pasangan yang telah menikah pada akhirnya akan memiliki anak? (hlm. 21)
  4. Berhenti berpura-pura padaku. Aku tidak membutuhkan semua itu. (hlm. 27)
  5. Ini rumahku. Jangan membawa sembarang lelaki semaumu. (hlm. 39)
  6. Jangan bicara seenaknya. (hlm. 45)
  7. Bahkan saat di tidak ada didekatmu pun, kau masih tetap berusaha menolak segala perbuatan baiknya? Tidak cukupkah kau menyakitinya hanya saat dia tengah berada di dekatmu saja? (hlm. 45)
  8. Berhentilah bersikap bodoh seperti ini. Sekuat apa pun kau mencoba membalaskan dendammu, kenyataannya masa lalu tidak akan pernah berubah. (hlm. 45)
  9. Berhentilah mengguruiku. Sekuat apa pun kau berusaha, aku takkan pernah mendengarkanmu. (hlm. 45)
  10. Kalau kau tidak bisa, jangan mengerjakan apa-apa! Merepotkan saja! (hlm. 50)
  11. Berhentilah bersikap seperti ini. Apa kau tidak pernah mencoba memikirkan perasaannya? (hlm. 74)
  12. Hati-hati, kawan. Menyesal itu menyakitkan. (hlm. 74)
  13. Jika niatmu mengikutiku ke ruangan ini hanya untuk mengatakan hal-hal tidak penting semacam itu, maka kurasa sebaiknya kau keluar. (hlm. 74)
  14. Jangan bicara sembarangan. (hlm. 84)
  15. Sekali lagi bicara tentang dia, aku akan membuat kalian bernasib sama dengan gelas itu. (hlm. 129)
  16. Berhenti berpura-pura. Aku tahu ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu. (hlm. 135)
  17. Bukannya bersyukur masih ada lelaki yang mau menikahinya, malah berselingkuh dengan lelaki lain. (hlm. 151)
  18. Jangan melirikku seperti itu, kau membuatku merasa tidak nyaman. (hlm. 195)
  19. Jangan bertindak bodoh. Kau sedang mabuk. (hlm. 212)
  20. Terkadang kau harus melakukan sedikit kecurangan untuk bisa mendapatkan apa yang kau inginkan. (hlm. 239)
  21. Kau benar-benar gila. Tapi cukup cerdas. (hlm. 239)
  22. Bagaimana bisa ada wanita sepolos ini? (hlm. 282)
  23. Sepertinya kau bahagia sekali mengetahui kekuranganku. (hlm. 304)
  24. Menurutku tidak ada yang aneh dengan lelaki yang tidak bisa memasak, terlebih untuk lelaki yang sangat sibuk sepertimu. (hlm. 304)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : My Perfect Doll

Penulis                                                 : Frisca Marth

Editor                                                    : Tri Kuncoro P. H.

Penata letak                                       : Tri Kuncoro P. H.

Desainer sampul                              : Febryanto Nugroho & Muhammad Oriza N.

Penerbit                                              : BukuOryzaee Publisher

Terbit                                                    : 2016

Tebal                                                     : 370 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-73305-5-9

my perfect doll

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs @bukuoryzaee dan @frisca_marth. Jangan lupa share dengan hestek #GAMyPerfectDoll dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Giveaway kali ini tidak menjawab pertanyaan, tapi buat photo quotes dari novel My Perfect Doll ini. Setiap peserta membuat satu photo quotes atau boleh lebih dari satu, jadi jumlah photo quotes yang diikutkan tidak dibatasi ya. Kalimat yang diambil bisa dari kalimat favorit atau kalimat sindiran yang saya tulis di review ini ya.

5. Upload photos quotes via twitter dengan format: #GAMyPerfectDoll @lucktygs @bukuoryzaee @frisca_marth twitpic photo quotes

6. Di kolom komentar di bawah ini, tuliskan nama, akun twitter, dan kota tinggal, dan link twitpic yang sudah diupload dari twitter agar mudah dalam pendataan peserta.

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GAMyPerfectDoll yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GAMyPerfectDoll ini berlangsung seminggu saja: 11-16 April 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 17 April 2016.

Akan ada EMPAT PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini:

Pemenang pertama dan pemenang kedua masing-masing akan mendapatkan buku My Perfect Doll ini dari penerbitnya

Pemenang ketiga akan mendapatkan merchandise unyu dari penulis

Pemenang favorit akan mendapatkan merchandise unyu dari penulis

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

doll 1

PENGUMUMAN Giveaway My Perfect Doll

Terima kasih buat semua peserta. Ada 154 photo quotes yang masuk. Sampe pusing pala barbie milih pemenangnya. Pemenang kali ini nggak cuma satu, tapi empat. Kece kan…😉

Semua photo quotes yang masuk, aku jadikan satu album di SINI ya😉

Pemenang pertama akan mendapatkan buku My Perfect Doll ini dari penerbitnya; Ratnani El Kazuhana/ @ratnaShinju2chi

menang 1

Pemenang kedua akan mendapatkan buku My Perfect Doll ini dari penerbitnya; Dera Devalina/ @deradevalina

menang 2

Pemenang ketiga akan mendapatkan merchandise unyu dari penulis; Dks/ @nvandryn

menang 3

Pemenang ketiga akan mendapatkan merchandise unyu dari penulis; Ria Monica/ @Riamonic23

menang 4

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GIVEAWAY My Perfect Doll. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, no hape dan cantumkan hadiah yang dimenangkan, biar hadiahnya dikirim langsung oleh penerbit dan penulisnya ya.

Terima kasih buat Kak Frisca dan BukuOryzaee Publisher atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga sukses selalu dengan karya-karyanya… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

59 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW My Perfect Doll + GIVEAWAY

  1. Nama: Athaya Irf
    Twitter: @jeruknipisanget
    Domisili: Tangerang
    Link twitpict:

  2. Nama : Sania Yulianti
    Akun twitter: @saniayulianti
    Domisili: Puncak, Cipanas.
    link Twitpic:
    1: pic.twitter.com/NJ7wJLMB2f
    2: pic.twitter.com/vVFeB7FVqi
    3: pic.twitter.com/BsrZ0Tfd5a
    4: pic.twitter.com/qywScSJytP
    5: pic.twitter.com/ulLOebXsy1
    ^_^

  3. Nama : Sania Yulianti
    Akun twitter: @saniayulianti
    Domisili: Puncak, Cipanas.
    link Twitpic:
    1: pic.twitter.com/NJ7wJLMB2f
    2: pic.twitter.com/vVFeB7FVqi
    3: pic.twitter.com/BsrZ0Tfd5a
    4: pic.twitter.com/qywScSJytP
    5: pic.twitter.com/ulLOebXsy1
    ^_^

  4. Nama : Miftahur Rizqi
    Twitter : @MR_Laros
    Kota Tinggal : Banyuwangi
    Link Twipic :

  5. Diki Siswanto
    @diki_twips
    Masamba, Sulawesi Selatan

  6. nama: Visca Apriliyanti
    akun twitter: @Visca_Apr
    kota: Belinyu
    link:

  7. Nama: Dera Devalina
    Twitter: @deradevalina
    Domisili: Belinyu Bangka
    Link twitpict:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s