World Book Day Giveaway

1

“I have always imagined that paradise will be a kind of library.” -Jorge Luis Borges-

Setelah sukses #BBIGiveaway yang tembus 83 peserta dan memberi ide, masukan, saran atau apapun seputaran kafe buku, kali ini saya membuat giveaway serupa bertepatan dengan World Book Day yang jatuh pada hari ini, 23 April 2016.

Dulu banget zaman kuliah, tiap bulan ini selalu ada acara besar semacam hajatan himpunan mahasiswa jurusan perpus yang disebut HIMAKA. Biasanya himpunan ini juga menjadi perwakilan di acara World Book Day yang diadakan Kemendikbud tiap tahunnya. Saya suka banget ikut acara ini, selain bisa mengenal penerbit dan dunia buku, juga bisa berkesempatan berkenalan dengan banyak komunitas seputaran dunia literasi, pernah juga cinlok, wkwkwk… x))

2

Nah, di momen ini saya akan mengadakan giveaway yang berhubungan dengan buku, tapi lebih fokus ke perpustakaan. Minggu ini, saya mendapat dua undangan lomba perpustakaan sekolah untuk awal Mei besok. Sebagai pustakawan tunggal, tentulah kemampuan saya amat sangat terbatas. Saya butuh ide, saran, masukan atau apapun cerita tentang perpustakaan sekolah.

3

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia.

2. Follow akun twitter @lucktygs , jangan lupa share dengan hestek #WorldBookDayGiveaway dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan ide, tips, saran, masukan atau apapun untuk perpustakaan sekolah. Nggak harus muluk-muluk, yang penting realistis, tapi unik. Perpustakaan saya ini perpustakaan sekolah negeri pada umumnya, jadi dibutuhkan kreativitas tinggi tanpa memerlukan dana yang besar😀

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #WorldBookDayGiveaway yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#WorldBookDayGiveaway ini berlangsung seminggu: 23-30 April 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Mei 2016.

Akan ada empat pemenang:

  • Dua pemenang masing-masing memilih buku yang diinginkan sebesar Rp. 75.000 (belum termasuk diskon) setiap orangnya di bukabuku
  • Dua pemenang akan dibuatkan kaos dengan tulisan/quotes dari buku bebas pilihanmu sendiri. Ukuran kaos hanya sampai XL ya.

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

Untuk mengetahui apa saja yang sudah dijalankan perpustakaan sekolah, ada ulasannya lengkap tiap tahun di LINK ini yaa..😉

perpus smanda

Pengumuman Pemenang World Book Day Giveaway

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti World Book Day Giveaway ini. Terima kasih atas saran, masukan, ide maupun tips and trik seputaran perpustakaan sekolah. Meski diantara sekian banyak komentar yang masuk belum menemukan sesuatu yang baru untuk diterapkan di sekolah; misalnya barcode buku sudah ada, bedah buku sudah ada, klub buku sudah ada, berbagai lomba sering diadakan, books quotes dan lukisan/ prakarya siswa sudah ada, reward sudah rutin tiap bulan, permainan seperti catur scrabble sudoko sudah ada, ruang baca lesehan sudah ada, display buku baru sudah ada, wifi super kencang,  pasang musik pun juga sudah diterapkan, dll. Memang untuk menciptakan perpustakaan sekolah terlihat simple, tapi ternyata susah juga ya, makanya yang mengikuti giveaway ini nggak sebanyak seperti giveaway seputaran kafe buku. Mungkin ide tentang perpustakaan sekolah memang lebih sulit😉

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Dua pemenang yang masing-masing mendapatkan voucher buku sebesar 75.000 di bukabuku:

Nama: Sylvia
Twitter: @sylnamira
Domisili: Depok

Wardah
@missfiore_
Jogja

Dua pemenang yang mendapatkan kaos quotes pilihan:

Nama : Agustin Kurnia Dewi
Twitter : @akdewi_
Domisili : Cibinong, Bogor

Nama : Agsari Irma
Twitter : @irmagsari
Kota tinggal : Semarang

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Giveaway World Book Day. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape. Dan juga sertakan hadiah yang diterima. Untuk pemenang voucher, sertakan link bukunya. Dan untuk pemenang kaos, tolong tuliskan quotes pilihanmu yang akan dibuatkan plus ukuran kaosnya ya.

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

 

35 thoughts on “World Book Day Giveaway

  1. Arfina Tiara
    @ipinkaramel
    Serang

    Hm, perpus yang ada private roomnya jadi bisa baca sambil tiduran, terus buku bukunya itu update, dan banyak. Ada dasilitas bar atau ga kantinnya so kalau haus gara gara baca bisa langsubg cus, koneksi internetnya super cepat. Terus kalau pinjam pake katu tinggal gesek, jadi ga perlu tenaga manusia. Rak bukunya rapi. Tapi menurutku paling penting itu kesadaran pengunjung untuk g ngacak ngacak perpus >,<

  2. Nama : Devi Ambar
    Twitter : @ivedvedi
    Kota tinggal : Kediri

    Jawaban :
    Agar dipratinjau ulang, soal kajian naskah naskah yang masuk didalam perpustakaan. usahakan buku-buku nya adalah buku yang benar-benar memiliki nilai sastra, Tak hanya itu agar jumlah peminat baca di perpustakaan meningkat. gunakan pula, aksi sosial. bisa dari guru bhs.Indonesianya atau penjaga perpustakaan.

  3. Nama: Hapudin
    Twitter: @adindilla
    Domisili: Cirebon

    Jawaban:
    Ide dan saran saya hanya kepikiran oleh saya seandainya saya punya perpustakaan. Tapi mungkin bolehlah dipraktekan di perpustakaan di sekolah.
    1. Penggolongan buku di Rak diadaptasi seperti di toko buku. Ada rak komik, rak novel, rak buku agama, rak buku pelajaran, rak pengembangan diri. Dan yang paling kelihatan di toko buku adalah POJOK ARRIVAL, POJOK BEST SELLER. Fungsinya mengenalkan trend buku yang sedang hip di sosmed agar bisa dibaca sehingga warga sekolah enggak ketinggalan ketika main di sosmed pecinta buku.

    2. Perpustakaan dipasang musik lembut. Seperti di toko buku juga. Saya tidak tahu perpustakaan Mbak Lucty ini sudah melakukannya atau tidak. Tapi harus diingat, banyak sekali orang yang kalau membaca dan memahami bacaannya, harus diiringi musik. Pilihan musiknya saya sarankan yang jazz, instrumental, atau pop slow. Sy berharap jiwa dinamis dari pengunjung akan terbentuk. Pengunjung juga akan lebih rileks ketika keluar dari perpustakaan.

    3. Pasang Pewangi ruangan yang berbeda-beda setiap hari. Kalo ribet merubahnya setiap hari, bisa dibuat menjadi tiga hari sekali. Ini saya kepikiran lantaran di perpustakaan sekolah SMA saya yang lama, aroma perpus kental dengan apek dari buku-buku lawas. Rasanya tidak berlebihan jika konsep aroma perpus disamakan dengan aroma kafe. Biar lebih nyaman untuk pengunjung.

    4. Selain buku, saya kepikiran untuk memasang pigura-pigura beragam ukuran dengan menampilkan karya lukis atau coret-coret siswa. Pilihan lukisan dan coret-coretan siswa bisa dipilih seminggu sekali. Dan karya mereka harus dinamis dan kreatif. Bisa melukis buku atau quote dari buku dengan sentuhan absurd. Murah lho membeli pigura-piguranya. Enggak perlu yang mahal. Yang penting pemasangannya tepat di salah satu dinding perpus.

    Kayaknya 4 hal tadi masih relevan diaplikasikan di perpustakaan. Semoga salah satunya bisa dipakai di perpustakaan Mbak Lucty bekerja ya..

  4. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Domisili : Purwakarta – Jawa Barat

    Perpustakaan yang cukup luas sangat diperlukan, agar tidak berdesakan antara siswa kelas 1, 2 dan 3. Ada meja panjang yang cukup untuk menampung beberapa murid, bisa digunakan untuk rapat OSIS sekalian. Ada meja persegi 1×1 meter untuk murid yang ingin kerja kelompok atau mengerjakan tugas bersama. Ada kursi berderet masing-masing dan bersekat, untuk yang ingin lebih privasi. Dan juga, ada karpet untuk yang ingin membaca lebih santai. Untuk peminjaman buku, inginnya setiap buku memiliki barcode. Jadi saat akan dipinjam tinggal men-scan dan masukan nama juga kelas, nanti akan muncul tanggal peminjaman dan tanggal pengembalian. Dan saat akan dikembalikan, discan kembali. Data tersebut otomatis tersimpan di dalam komputer. Jadi ketauan, siswa yang meminjam buku sudah mengembalikan atau belum.

  5. Nama: Rizkiana Hidayati
    Akun Twitter: @rzknhdy
    Kota tinggal: Lombok Barat NTB

    Kalo buat aku pencahayaan untuk ruangannya harus pas dan warna dinding yang teduh, nyaman, dan sejuk supaya bisa betah di perpustakaan. Terus tata letak rak dll harus mudah di jangkau. Koleksinya juga harus lengkap enggak cuma buku pelajaran. Desain perpustakaan juga harus menarik supaya bisa menarik minat untuk masuk ke dalamnya + minat baca semakin bertambah. Pustakawannya juga harus ramah.
    Karena penggalam waktu aku sekolah, setiap hari perpustakaannya kosong enggak ada yang berkunjung karena koleksi bukunya enggak lengkap, dan pustakawan nya enggak ramah. Jadi daya tarik perpustakaan sama sekali enggak ada ehh kok jadi curhat yaa hehe
    Terima kasih untuk giveaway nya

  6. Dinda Ayu, @AlveeraAyu , Kendal-Semarang-Jateng

    1. Perpustakaannya harus luas. Krn kalo pengunjung perpusnya bnyk, jd nggak desak2an.
    2. Lemari bukunya dr kaca, jd biar keliatan jls bukunya, tp kerangka lemarinya dr kayu. Biar ada permainan warna (duh, sok bgt sy :v).
    3. Warna dindingnya perpusnya jgn warna2 yg terang. Warna yg lembut aja, warna2 yg muda gitu.
    4. Jendelanya yg banyak, biar semriwing, jd nggak usah gunain AC atau kipas angin, Kalo pake AC, takutnya ada yg nggak kuat, trus entar masuk angin (ini karna sy nggak tahan AC, iya sy ndeso :v). pake kipas angin blh jg, karna kalo nggak ada angin kan jd sumpek. (oke, ini absurd)
    5. Pencahayaan yg pas. Jgn terlalu terang, entar silau. Jg jangan terlalu gelap, entar mata capek.
    6. Ngegletakin lemarinya mepet dinding aja, jadi ditengah-tengahnya lapang. Trus mejanya bunder aja, diisi 4-8 kursi. Kalo mejanya persegi panjang udah biasa. Haha
    7. Ada hiasan2 gitu di dinding perpus, biar menarik. Kek lukisan, gambar, kata2 motivasi.
    Ini saran absurd dr saya.

  7. Hasnawati
    @chenhakase
    Makassar, Sulsel

    1. Bagi siswa yg pinjam buku yg belum disampul, wajib menyampul buku tsb dgn plastik bening. Tujuannya supaya buku tsb lebih awet dan siswa jg bisa belajar merawat buku meski bukan miliknya.

    2. Sesekali mengadakan lomba resensi buku yg tersedia di perpus. Misalnya saat 17-an, dsb.

    3. Memberikan penghargaan (bisa berupa piagam) dan hadiah buku setidaknya 1 atau 2x per tahun ajaran bagi siswa2 dari tiap angkatan yg paling rajin berkunjung, membaca, dan pinjam buku di perpus. Nama programnya bisa ‘Librarians of The Year’ atau ‘Librarians of The Semester’.

    4. Bisa disediakan buku TTS & sudoku supaya koleksi perpus lebih beragam dan bisa sekalian mengasah otak siswa.

  8. Nama : Agustin Kurnia Dewi
    Twitter : akdewi_
    Domisili : Cibinong, Bogor

    Saya suka ‘ngepoin’ blog dan facebook Kak Luckty buat ngeliat postingan dan foto-foto. Unik, menarik. Apalagi tentang murid-murid unyu dan perpustakaan sekolah. Menurut saya, dari yang saya lihat dari postingan Kak Luckty, Kak Luckty ini udah sukses jadi pustakawin. Jarang banget ada pustakawin yang masih muda, kerja di sekolah negeri, up to date banget, kreatif, dll.
    Saran, ide, dan masukan untuk perpustakaan sekolah tempat kerja Kak Luckty dari saya, mungkin sudah dilakukan. Tapi beberapa dari saya;

    1. Ruangan ber-AC. Membaca paling enak pasti di tempat yang nyaman. Suhu ruangan yang sejuk jadi faktor penting untuk kenyamanan. Walau tidak ruang ber-AC, setidaknya bisa pakai kipas angin yang letaknya strategis sehingga sejuknya bisa sampat sudut. Hehe. (Mungkin ini sudah dilaksanakan)
    2. Ruangan wangi. Nah, kalau membaca di tempat yang bau pasti gak nyaman. Bau bisa dari bau keringat. Haha. Banyaknya pengunjung perpustakaan pasti bikin ruangan pengap, bisa juga dari aroma buku yang kadang apek. Pengharum ruangan sangat dibutuhkan. Aroma buah atau bunga, bisa membuat kita relax dan nyaman.
    3. Tempat duduk dan dekorasi. Sebagian besar perpustakaan pasti ada meja dan tempat duduk. Hanya saja perpustakaan terkesan membosankan kalau hanya ada satu bentuk tempat duduk. Agar tidak terlihat membosankan, ruangan bisa ditata ulang agar terlihat menarik. Contohnya pemakaian kursi dan meja tinggi yang nempel ke tembok agar terkesan modern. Di tengah ruangan bisa ditaruh meja besar dikelilingi kursi. Sudut lain ada meja pendek dengan tempat duduk lesehan.
    4. Penataan buku. Penataan buku bisa mempengaruhi minat baca seseorang. Penataan yang rapi, pastinya mempermudah mencari dan mengembalikan buku. Bisa disesuaikan dengan genre buku tsb. Mulai dari komik, novel (romance, horor, dll), agama, sosial politik ringan, ensiklopedia, buku pelajaran. Semua bisa diatur sedemikian rupa dengan jarak rak yang rapi. Biasanya, murid yang akan meminjam buku pelajaran biar gampang mengambil dan mengembalikan tanpa mengganggu murid yang mencari buku bacaan ringan. Penataan rak buku bisa dibuat jarak yang rapi, agar tidak berdesakan.
    5. Komputerisasi. Sepertinya perpustakaan kak Luclty sudah sangat modern dengan sistem barcode. Untuk peminjaman buku (selain buku pelajaran), bisa diadakan kartu anggota untuk peminjam buku. Agar lebih terorganisir.
    6. Kreatif. Murid yang banyak dan sepertinya sangat aktif, bisa dimanfaatkan dengan membuat karya seni bersama. Lukisan abstrak cukup menarik untuk dipajang di tembok perpustakaan. Atau kerajinan tangan lain yang bisa dimanfaatkan. Ban bekas bisa dihias sedemikian rupa dan bisa dijadikan tempat duduk di sudut ruangan, lho. Hehe. Warna cat tembok bisa di buat art. Kan sekarang banyak tuh ngelukis tembok atau gradasi warna tembok biar terlihat fun. Untuk lampu bisa diberi lampion yang unik dr bahan bekas. Kursi meja juga dihias semenarik mungkin.

    Berhubung tempat kerja kak luckty milik pemerintah, dengan dana yang terbatas, pengadaan kartu anggota bisa dimaksimalkan. Misal untuk pembuatan kartu anggota seharga 10.000-15.000, untuk pembuatan kartu sendiri mungkin harga gak sampai segitu. Sisanya bisa untuk mempercantik ruangan. Saya rasa, murid gak akan keberatan. Dan tanpa paksaan. Atau kalau untuk kreasi di perpustakaan, murid bisa diajak membawa peralatan sendiri. Mulai dari lem, kertas warna, dsb.

    Sekian masukan dari saya. Semoga membantu. Terimakasih.

  9. Henny
    @triskaidekaman
    Jakarta

    Menurut hasil pengamatan di website perpustakaannya sekolah Mba ini yah, semoga beneran belum ada.

    1. Lomba pemustaka per bulan sudah cukup menarik. Bagaimana kalau perpustakaan juga membuat lomba lain yang menggunakan sistem poin menurut tingkat kesulitan buku yang dipinjam? Misalkan, buku komik nilainya 2, buku sospol nilainya 4, tergantung tim perpustakaan Mba yang atur. Beberapa orang pengumpul poin terbanyak bakal dapat hadiah menarik pas kenaikan kelas.

    2. Hadiah lomba-lomba di sekolah mungkin tidak harus berupa buku atau mug atau kemeja. Bisa juga berupa voucher untuk beli buku, atau voucher Scoop, atau bahkan diikutkan ke seminar atau workshop gratis.

    3. Pemasangan quote of the day atau quote of the week di perpustakaan, lengkap dengan buku asal quote tersebut – bisa untuk memotivasi adik-adik sekaligus mendongkrak peminjaman untuk buku tertentu.

    Maaf Mba, baru kepikiran itu saja. Semoga sukses ya Mba untuk perpustakaan sekolahnya.

  10. Nama : Miftahur Rizqi
    Twitter : @MR_Laros
    Kota Tinggal : Banyuwangi
    ini tips dan saran dari aku untuk perputakaan yang dikelola kak Luckty :

    1. pengelompokan atas dasar kategori buku
    buku di perpustakaan kak Luckty dapat dikelompokan dalam beberapa kategori, misalnya kategori novel, pengetahuan, agama, kamus, dll. maksud dari pengelompokan ini adalah untuk memudahkan dalam pendataan ulang dan mengecek tentang keberadaan sebuah buku perpustakaan.
    2. menata tampilan lemari buku
    lemari dan rak buku yang tertata rapi akan memudahkan dalam pengelolaan. selain itu dengan kerapihan di rak buku akan memudahkan pengunjung perpustakaan sekolah memilih buku yang sesuai dengan minat dan keperluan para siswa.
    3. berikan hadiah bagi pengunjung perpustakaan yang rajin dan aktif. agar perpustakan kak Luckty selalu ramai. hadiah tersebut jangan terlalu mahal, cukup dengan barang yg berguna bagi siswa, misalnya hadiahnya pulpen, pensil, atau penggaris. dengan ketentuan bagi pengunjung yg rajin dan aktif membaca buku selama seminggu. (tapi terserah kak luckty mau seminggu / beberapa hari memberikan hadiahnya).
    4. tips/saran ku yg terakhir adalah menghias rak-rak buku dengan barang-barang bekas yang telah dibuat kerajinan menarik. membuat kerajinan dari barang bekas, utk rak buku bisa juga mengajak para siswa, agar siswa tersebut mempunyai ide kreatif.

    itu tadi kak, tips dan saran ku untuk perpustakaan sekolah nya. semoga bermanfaat. sekian dan terima kasih !!
    #SalamBuku #WorldBookDayGiveaway

  11. Arie Pradianita | @APradianita | Sukabumi

    Saya mempunyai ide untuk perpustakaan sekolah Kak Luckty, silahkan disimak..

    Ide saya terinspirasi dari Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Sukabumi, Sabtu, 16 April 2016, saya sebagai alumni “napak tilas” ke Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Sukabumi.. (^_^)

    Perpustakaan Gantung sebenarnya hanyalah penamaan saya untuk perpustakaan unik yang dimiliki oleh Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Sukabumi. Dari sekian banyak Sekolah Menengah yang pernah saya kunjungi, baru kali ini menemukan Perpustakaan yang kurang lazim untuk ukuran sebuah Sekolah.

    Biasanya, hal pertama yang saya lakukan tiap kali berkunjung ke Sekolah Menengah adalah menemui Kepala Sekolah di ruangannya atau menelusuri ruang-ruang kelas sambil memperhatikan dislay-display yang ada dalam kelas-kelas tersebut. Namun kali ini berbeda.

    Sejak dari luar pagar yang tingginya hanya sekitar 1 meter, mata saya menangkap hal yang tidak biasa, saya baru kali ini menginjakan kaki kembali semenjak lulus dari Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Sukabumi.

    “Apakah ruang perpustakaan yang dahulu sudah tidak ada?” saya melontarkan pertanyaan kepada salah seorang guru yang menyambut saya ramah saat berdiri di hadapan puluhan buku-buku yang digantung di sepanjang dinding luar kelas. Sekolah kami hanya memiliki 5 ruang kelas, ada sebuah ruang kecil, tetapi tidak muat untuk memasukkan meja dan kursi untuk membaca. Kamipun tidak memiliki rak untuk menyimpan buku-buku tersebut, demikian penjelasan Ibu guru tersebut.

    Perpustakaan gantung ini berjalan sejak dua bulan lalu, beberapa minggu setelah Ibu Salma Supu, menjabat sebagai Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Sukabumi. Ide kreatif ini berasal dari Beliau. Sebagai kepala sekolah yang baru menjabat, beliau merasa tertantang dengan keterbatasan jumlah ruangan dan belum adanya rak buku di sekolahnya.

    “Pertama kali bertugas di sini, saya melihat banyak buku-buku dalam kardus yang tidak tersentuh, bahkan oleh guru sekalipun. Sayang sekali jika buku-buku itu tidak dibaca oleh siswa dan guru, maka saya meminta guru untuk menggantungnya di dinding sekolah” kata Ibu Salma saat saya menanyakan awal munculnya ide tersebut.

    Perpustakaan gantung ini rupanya berhasil membuat siswa-siswa lebih tertarik membaca buku. Di jam istirahat, dimana siswa biasanya hanya berbincang atau jajan, kali ini mereka memilih berbincang sambil sesekali mengambil buku yang tersedia, untuk dibaca.

    Buku-buku yang digantung dengan bantuan jepitan dan paku 5 cm ini, jenisnya beragam. Beberapa merupakan buku pegangan mata pelajaran, namun sebagian besar adalah buku bacaan sains, keterampilan dan cerita rakyat. Satu sisi dinding malah menyediakan koran. Sepertinya diperuntukkan untuk guru, meski menurut seorang guru, terkadang ada juga siswa yang baca koran.

    Karena panjang dinding tidak memadai untuk menggantung semua buku yang ada, maka buku-buku tersebut diganti setiap minggunya.

    Beberapa sekolah sebenarnya memiliki sudut baca di dalam kelas-kelas mereka, namun jika harus membandingkan dampak antara sudut baca dalam kelas dan perpustakaan gantung ini, maka perpustakaan gantung lebih menarik siswa untuk membaca. Siswa memiliki kecenderungan memilih keluar kelas ketika jam istirahat tiba dan apa yang ada di luar kelas, selalu menjadi perhatian mereka.

    Tak bisa dipungkiri bahwa minat baca siswa masih rendah dan jarang sekali siswa yang memilih untuk sengaja masuk ke perpustakaan. Hal itu berdasarkan pengalaman saya semenjak PAUD sampai SMA, kecuali kuliah dan itu pun terpaksa karena ada tugas bersangkutan dengan buku di perpustakaan..😀

    Walau Perpustakaan ini awalnya untuk menyiasati kekurangan ruangan, namun bagi saya, Perpustakaan gantung ini merupakan solusi cerdas untuk meningkatkan minat baca siswa, karena siswa semakin di dekatkan dengan buku, dengan cara menarik.

    Keberadaan Perpustakaan gantung ini pun, bisa dikatakan sebagai bentuk kritik cerdas Kepala Sekolah untuk teman-teman Pemerintah, bahwa selain merealisasikan niat baik untuk menyediakan buku-buku bermutu dalam jumlah banyak di sekolah, perlu pula dipikirkan bagaimana memastikan tersedianya sarana agar buku-buku tersebut dimanfaatkan oleh sekolah.

    Link Share Tweet Picture Perpustakaan Gantung Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Sukabumi:

    https://twitter.com/APradianita/status/724181312223891456

  12. Nama : Arien Prakasari
    Twitter : @Arrinn_Kka
    Domisili : Mojokerto

    Saya memiliki ide/saran untuk perpustakaan yang ruangannya tidak terlalu luas yang memiliki banyak koleksi buku. Untuk penataan rak buku dapat dibuat menyusun keatas dengan rak yang ditempelkan memutari dinding ruangan dengan diberi tangga minimalis untuk mengambil buku dibagian atas. Dengan begitu bagian tengah ruangan akan terlihat lebih luas dan dapat ditambahkan beberapa meja dan kursi baca ditengah ruangan. Untuk penataan buku, buku dikelompokkan berdasarkan kategori/jenis buku yang berbeda disetiap sisi ruangan, atau juga dapat ditata persap/pertingkat. Dan agar penataan buku selalu rapi perlu adanya piket bergilir untuk semua warga sekolah.
    Itu ide saya semoga bermanfaat🙂

  13. Nama: Siti Nur Cahyanik
    Twitter: @Ancahyanik
    Kota: Jember

    Menurutku, untuk membuat seseorang betah atau suka di perpustakaan yaitu dengan memberikan tempat duduk dan ruang lesehan (karpet) karena ada beberapa orang yang lelah jika terus membaca di kursi.
    Lalu, membuat aplikasi atau web (sudah diterapkan di kampus saya) untuk memudahkan pencarian buku, Jadi tinggal search judul atau penulisnya, nanti akan bisa diketahui di rak nomor berapa buku itu berada. Di sekolah saya dulu, di perpustakaan ada wifi. Sehingga pengunjung juga bisa menikmati berselancar di internet. Perbolehkan pengunjung membawa makanan dengan catatan tidak boleh meninggalkan sampah. Karena, kebanyakan orang lebih suka membaca dengan makan. Lalu, terapkan pengunjung perpustakaan terajin. Yang bisa dilihat dari daftar pengunjungnya setiap satu semester. Berikan reward sebuah buku edukasi yang menarik untuk anak-anak.

  14. Kalau menurut saya buku2 di perpustakaan ditata atau dikelompokkan sesuai dengan jenisnya, maksudnya buku sastra dengan buku sastra, buku matematika ya dengan buku matematika, diusahakan juga dikelompokkan menurut kelasnya bila buku itu diperuntukkan untuk masing2 kelas. Biar mudah mencarinya. Kemudian untuk pencahayaannya diusahakan yang semaksimal mungkin. Misalnya dengan menempatkan tempat duduk di dekat jendela. Lalu kalau ingin memperindah perpustakaan, bisa menambahkan beberapa quote di dinding perpustakaan.
    Mungkin begitu kak kalau menurut aku. Semoga aku beruntung🙂

    Vena Dwi Masfiyah
    @venadwim
    Tulungagung-Jatim

  15. Saya termasuk pemustaka yang rajin ke perpustakaan. Sayangnya zaman saya sekolah dulu, pustakawatinya belum sekreatif mba luckty buat ngadaain lomba-lomba keren buat memotivasi para siswanya agar rajin ke perpustakaan. Jadi bedasarkan pengalaman pribadi saya, ada beberapa hal yang dulu bisa memotivasi saya ke perpustakaan, saya harap masih relevan dan bisa diterapkan ke perpustakaan mba Luckty.
    1. Disediakan televisi
    Cukup yang kecil, distel pada stasiun yang menayangkan berita dengan volume yang tidak mengganggu pemustaka yang membaca. Saya punya kenangan mendalam semasa SMP, teman-teman satu sekolah rela berdesakkan mengunjungi perpustakan demi menonton adegan terakhir telenovela Rosalinda yang lagi hit (ketahuan angkatan berapa hehehe). Saya masuk siang dan saat itu buku wajib dibagikan oleh wali kelas langsung jadi siswa/i tidak wajib ke perpustakaan, sehingga banyak diantara teman saya itulah baru untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya di perpustakaan (kecuali pada masa orientasi).
    2. Disediakan air mineral gelas atau air galon isi ulang
    Saya pernah survei kecil-kecilan semasa sekolah, sebagian besar teman malas ke perpustakaan pada jam istirahat karena ingin beli minuman ke kantin. Seringnya bila ke perpustakaan dulu jadi tidak sempat lagi. Untuk mensiasati, sebaiknya diletakkannya didekat pintu masuk saja, sehingga bisa dibuat peraturan minum di luar perpus, jadi tidak mengotori ruangan.
    3. Disediakan mesin fotocopy
    Mahal sih tapi bisa menyewa dulu. Karena saya sangat senang dengan perpustakaan daerah Jawa Tengah, dimana kita bisa memfotocopy sebagian buku yang diinginkan tanpa perlu keluar atau karena terhambat jumlah maksimal buku yang bisa dipinjam.
    4. Mengganti kegiatan hukuman siswa dengan kegiatan ke perpustakaan.
    Bekerja sama dengan para guru, siswa yang dihukum misalnya karena terlambat, lupa memakai atribut saat upacara atau tidak mengerjakan tugas dari pada dihukum djiemur di halaman sekolah atau membersihkan taman, menurut saya lebih bermanfaat mewajibkan siswa menghabiskan jam istirahatnya di perpustakaan dalam waktu tertentu, misalnya seminggu.

    Demikianlah ide dari saya, terimakasih untuk kesempatan mengikuti giveaway ini. Bila menang vocher bukunya InsyaAllah akan saya pergunakan untuk membantu perpustakaan anak-anak hinterland di Kepri @sm3t.upi.Karimun

    Nama : Annisa Rizki Sakih
    Twitter : annisakih
    Domisili : Batam, Kepri

  16. Nama : Princessa Ayudha

    Akun twitter : @cheesychesa

    Kota tinggal : Pekanbaru

    Link share : https://mobile.twitter.com/cheesychesa/status/724557884890046464

    Jawaban :

    1) Buku yang ada tersusun rapi seperti di toko buku jadi anak-anak yang membaca juga dengan senang mencari buku yang mereka inginkan.

    2) Setiap murid yang telah lulus spt kelas 6 sd, 3 smp, 3 sma menyumbangkan masing2 satu orang sbg kenang-kenanganlah..juga menambah koleksi buku di perpustakaan. Jadi buku2nya update juga tanpa menunggu dananya.

    3) Ruangan perpustakaannya nyaman dan dekorasi yang santai dan friendly..tidak muluk2 harus AC, dg kipas angin juga gak apa2 yang penting bisa membuat anak2 nyaman dan betah apabila berada di perpustakaan.

    4) Penjaga pustaka yang ramah shg anak2 jadi senang dan nyaman apabila membaca atau meminjam buku diperpustakaan.

  17. Nama : Princessa Ayudha

    Akun twitter : @cheesychesa

    Kota tinggal : Pekanbaru, Riau

    Link share : https://mobile.twitter.com/cheesychesa/status/724557884890046464

    Jawaban :

    1) Buku yang ada tersusun rapi seperti di toko buku jadi anak-anak yang membaca juga dengan senang mencari buku yang mereka inginkan.

    2) Setiap murid yang telah lulus spt kelas 6 sd, 3 smp, 3 sma menyumbangkan masing2 satu orang sbg kenang-kenanganlah..juga menambah koleksi buku di perpustakaan. Jadi buku2nya update juga tanpa menunggu dananya.

    3) Ruangan perpustakaannya nyaman dan dekorasi yang santai dan friendly..tidak muluk2 harus AC, dg kipas angin juga gak apa2 yang penting bisa membuat anak2 nyaman dan betah apabila berada di perpustakaan.

    4) Penjaga pustaka yang ramah shg anak2 jadi senang dan nyaman apabila membaca atau meminjam buku diperpustakaan.

  18. Nama : Agsari Irma
    Twitter : @irmagsari
    Kota tinggal : Semarang

    Halo mbak, aku baru belakangan ini sering baca-baca postingan mbak dan kalau dari koleksi buku sudah tergolong bagus banget untuk perpustakaan sekolah, nggak cuma buku pelajaran tapi juga banyak fiksi yang populer, dan bahkan majalah. Sistemnya juga udah bagus menurutku, karena bahkan ada websitenya, kayaknya juga sudah diterapkan komputerisasi, hotspot pun ada. Klub buku juga ternyata ada. Hiks, impian banget zaman sekolah dulu ada yang begitu.

    Berhubung kayaknya Mbak Luckty dan pustakawan lain habis beres-beres perpus, mungkin tata ruang biar pengunjung makin betah aja ya.

    Kadang kalau lagi istirahat gitu emang lebih enak baca dengan lesehan karena lebih santai, jadi space buat bacanya mungkin bisa dibagi dua, yang satu ada kursi-kursi untuk mereka yang ke perpustakaan buat ngerjain tugas, sebagian lagi bisa dipasangi dengan karpet aja untuk yang pengen santai sambil baca buku.

    Ada AC atau nggak, yang penting sirkulasi udara dan cahaya bagus supaya nggak pengap, dan kalau bisa dikasih pengharum ruangan.

    Terus untuk penyusunan buku, selain klasifikasi sesuai jenisnya, nggak semua harus diletakkan di rak-rak besar di ruangan, bisa juga pasang papan-papan kayu di tembok untuk jadi rak (bisa didekatkan dengan space yang untuk lesehan tadi). Yang diletakkan di rak tembok ini buku-buku baru dan yang recommended, atau bisa juga buku yang bagus tapi jarang dilirik pengunjung. Oh ya, kalau untuk warna ruangan, buat dinding nggak usah diganti juga nggak apa-apa. Biar sedikit ‘hidup’, bisa diakali dengan ngecat rak-raknya dengan warna cerah.

    Terakhir, mungkin keanggotaannya, mbak. Kalau perpustakaan sekolah kan otomatis semua siswa jadi anggota, untuk menarik biaya tambahan buat keanggotaan bakal susah, kecuali kartu hilang dan harus buat yang baru. Mungkin biar anak-anak makin semangat ke perpus bisa dibuat tingkatan-tingkatannya aja. Kalau sering berkunjung ke perpustakaan, pinjam buku dalam jumlah tertentu, nyumbang buku, atau aktif dalam kegiatan yang dibuat perpustakaan (resensi misalnya), bisa dikasih reward berupa poin-poin. Lalu dalam jumlah tertentu poin tersebut bisa ditukar dengan upgrade kartu perpustakaan dengan gambar yang lucu-lucu kayak ATM zaman sekarang :))

    Mungkin seiring berjalannya waktu akan nambah hiasan-hiasan atau karya dari siswa yang ingin mempercantik ruang perpus saking betahnya dan jadi berasa kamar sendiri, atau bisa juga pasang quotes yang menarik di kanvas, semacam peperdiva-nya Mbak Sitta Karina, hehe.

    Semoga sukses selalu ya, mbak😀

  19. Nama : Heni Susanti
    Akun Twitter : @hensus91
    Kota Tinggal : Pati – Jawa Tengah
    Ide perpus sekolah dariku :
    1. Ruangan dicat dengan warna cerah, pencahayaan terang, wangi dan ada musik lembut yang mengalun. Jadi sebagai tempat belajar di luar kelas, perpustakaan bisa menyegarkan mata, merefresh otak dan mengembalikan mood setelah capek belajar di kelas.
    2. Ada rak untuk buku-buku baru. Baik buku pelajaran, fiksi, maupun buku lainnya.
    3. Ada rak untuk buku-buku paling diminati, populer atau laris dipinjam.
    4. Ada rak untuk buku-buku rekomendasi, boleh dari pustakawan, guru atau staf sekolah yang lain. Rekomendasi bisa disesuaikan kondisi sekolah, misalkan musim ujian bisa direkomendasikan buku-buku pelajaran yang paling sesuai oleh guru mapel, class meeting bisa direkomendasikan buku penyegar otak dan bacaan ringan.
    (Jika tidak memungkinkan poin 2, 3, dan 4 bisa diganti dengan papan pengumuman di bagian depan dengan mencantumkan judul dan nomor raknya, jadi lebih mudah ditemukan. Bisa juga ditulis buku yang sudah tidak tersedia atau habis stok dan kapan waktu paling cepat buku tersedia/dikembalikan.)
    5. Diadakan lomba mereview atau meresensi buku setiap 3 bulan sekali, jadi bisa diadakan setiap selesai UTS dan UAS. Hadiah menyesuaikan🙂 Jenis buku bisa apapun, bahkan buku pelajaran juga bisa.😀
    Lima hal itu sebenarnya impianku jaman sekolah dulu. Semoga berkenan buat Mbak Luckty.😉
    Oh ya, kayanya Mbak Luckty pernah posting foto siswanya bikin quote/tulisan di kertas ya? Untuk di pasang di perpus bukan itu? Kalau iya, idenya bagus untuk menarik siswa datang ke perpus. Sekalian narsis sama karya sendiri. Hehehe

    Demikian dan terima kasih kesempatannya🙂

  20. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    kota tinggal: Serang

    Melihat liputan tentang perpustakaan yg sekarang dikelola mba Luckty, aku rasa perpustakaannya sudah bagus karena belum pernah nemuin pustakawan yg kreatif seperti mba Luckty ini.

    Hanya saja kalau disuruh kasih saran/masukan ada beberapa yg aku usulkan antara lain sistem komputerisasi untuk pendataan buku dan proses peminjaman untuk mempermudah kerja pustakawan dan lebih efisien. Penempatan buku di rak berkaca supaya mudah terlihat juga menghindari debu. Rak-rak buku bisa di letakkan menempel di dinding dan daerah tengah ruangan perpustakaan dibuat lapang untuk tempat membaca. Untuk menghemat tempat juga peralatan cukup sediakan meja baca pendek, tidak perlu menggunakan kursi, jadi pembaca duduk di lantai beralas karpet, lebih bagus lagi bila ada bantal untuk duduk seperti yg biasa dipakai orang jepang.

    Semoga ideku bisa jadi bahan pertimbangan.😀

  21. Cahya Widyastutik
    @cahyawid
    Gresik

    Ada beberapa ide saya untuk perpusatakaan sekolah yang mba Luckty kelola :
    1. Perpustakaan dicat dengan warna-warna cerah yang sedap dipandang, biar bikin betah pengunjung. Bisa juga dikasih corak abstrak yang keren atau dibubuhkan seni grafiti yang bisa diambil dari kumpulan quote buku yang menarik. Biar lebih terlihat kalo itu ada ruangan perpustakaan.
    2. Tata letak rak buku dan meja kursi pembaca diperbarui per 3bulan atau 6bulan sekali, biar ngga bosan. Rak bisa diatur secara zig zag atau membentuk pola tertentu. Biar ngga monoton.
    3. Ada salah satu rak buku yang berisikan buku-buku yang paling banyak dipinjam oleh siswa tiap minggunya. Diupdate per minggu.
    4. Tiap 3bulan sekali atau minim satu tahun sekali diadakan lomba menulis cerpen antar siswa. Dan 15cerpen terpilih akan dibuatkan satu buku kumcer yang nantinya akan dipajang diperpus.
    Biar bisa menumbuhkan minat menulis dan membaca di kalangan siswa.

    Semoga berkenan untuk ide-ide saya di atas, mba Luckty.
    Terima kasih.~

  22. Nama: Jun
    Twitter: @FJrean
    Domisili: Nganjuk

    1. No wifi. Wifi hanya akan membuat siswa/i perhatiannya tersedot ke internet dan bukannya buku. Tapi bukan berarti perpus-nya tidak melek teknologi. Sediakan komputer dalam bentuk desktop.

    2. Sediakan beberapa area yang bentuknya berbeda. Semisal, jangan semuanya bangku. Akan lebih bila ada ruang duduk lesehan. Seperti yang kita ketahui, seorang pembaca adalah seorang yang akrobatik, dia bisa berganti posisi membaca berulang kali tiap beberapa jam.

    3. Sediakan rak khusus untuk “Buku baru” (buku terbaru penghuni perpus), “Buku Populer” (populer di luaran, serta populer di kalangan siswa/i).

    4. Sediakan papan “Daftar Antrian” sehingga bisa menghindari hal yang tak diinginkan semisal rebutan buku.

    saya rasa itu saja :))

  23. Selvia Sari Rahmawati
    @vyselvia
    Malang

    Saranku untuk perpustakaan sekolah:
    >> Ada meja baca bersekat! Kan ada tuh tipe murid yang suka baca tapi nggak pengin diganggu. Penginnya tenang. *bukan curhat*
    >> Ada mading kosong khusus untuk ditempelin sticky notes (ituloh yang warna warni) Nanti bisa diisi quotes maupun curhatan para pemustaka. Kan lumayan kalau bisa terisi penuh. Itu tandanya perpustakaan sekolahnya sukses menggaet minat para pemustaka.
    >> Disediakan permainan unyu. Yang bisa mengasah otak. (hehe. kalau ini sih ngeluarin dana. ya gapapa kali ya) Misalnya, catur, kubik (udah lama nggak main ini, jadi lupa penulisannya), oshello, scrabble, dan lain-lain.
    >> Ada spot cantik buat berfoto ria. Ya nggak mesti di dalam perpustakaan. Di luar perpustakaan juga bisa. Misalnya, yang ala ala instagram gitu. Atau mungkin ada miniatur Kapten Yoo Si Jin terus dilengkapi tulisan ‘Dear You, kalau pustakawannya seperti saya yakin nggak mau pergi ke perpustakaan?’ #eh #eh #eh😀

    Untuk sementara, tiga dulu yaaa:))
    Kalau ada tambahan, nanti tak lengkapi lagi :p

  24. Nama : Mega Widyawati
    Akun twitter : @ widy4_w
    Kota tinggal : Nganjuk

    Pertanyaannya adalah berikan ide,
    tips, saran, masukan atau apapun
    untuk perpustakaan sekolah.
    Nggak harus muluk-muluk, yang
    penting realistis, tapi unik

    Ideku sih:
    Pertama.
    Harus ada rak bukunya. Ini wajib dan gak bisa ditawar-menawar lagi. Eh, tapi nggak perlu pakai ideku yang satu ini pun pastinya mbk luckty bakal masang rak bukunya juga kok. hehe~~niat saya ini tadi hanya sekedar mengingatkan lhoo mbak. Supaya mbak nggak lupa buat masang rak bukunya (namanya juga manusia, kadang pernah lupa lupa ingat).

    Kedua.
    Untuk memperindah perpus saja sih intinya. Pasang saja mading besar buat majang dokumen2 yang dianggap penting, yang tujuannya dipakai sebagai alat pengingat ~aku bingung bahasanya gimana~intinya sih itu mading isinya tentang apa pun kejadian sebelum perpus direnovasi. Kan seru banget tuh buat alat flashback mengenang masa lalu #ea

    Ketiga.
    Ceriakan perpustakaan dengan memasang origami jepang di dindingnya. (bahan membuat origami-kan mudah didapat plus murah meriah kan harganya) Berhubung aku suka apa apa yg berbau jepang, makanya malah menyarankan origami dinding. Maafkanlah daku ya mbak. Eh, seumpama tidak sreg dengan origami boleh diganti menggunakan wallpaper dinding. bergambar unik (bebas mvak luckty yg pilih sendiri sesuai selera dan pantasnya) barang kali bisa lebih indah dipandang mata, dan bikin betah pengunjungnya.

    Keempat.
    Duh bingung mau nyaranin apa lagi. Oiya, perpustakaan kan tempat yang, kalo sedang dioperasikan penggunaanya pengunjung harus “Keep Silent”. Bisa tuh, buat tulisan-tulisan seperti notice/warning.

    Kelima.
    Aku saranin pasang alat penyejuk di perpustakaan. Maksimal pakai AC. jika terkendala dengan biaya, pakai kipas angin pun jadi. Perpustakaan yang ramaikan, bisa mengurangi jumlah oksigen, dan bisa bikin pengap kepanasan. Jadi enggak usah bingung lagi, karena sudah ada kipas angin/AC-nya.

    Keenam.
    Enggak tau mau ngetik apa, mungkin ide terakhirku. Jangan lupa perpusnya di isi buku yang banyak. Terutama novel teenlinya yang lengkap. (Eh, emangnya toko buku)~~hampir lupa~~maksudku buku yg mengandung unsur pelajarannya aja yang di banyakkan stoknya. biar muridnya tambah pintar.

    Sekian dari ku,
    Konbanwa.

  25. Nama: Sylvia
    Twitter: @sylnamira
    Domisili: Depok

    Saran:

    Cuma 1 aja, karena sesungguhnya perpustakaanmu dan perpustakaanku sama. Sama2 tak berbudget, atasannya pinginnya muluk tapi kalau bisa tidak mengeluarkan dana sesenpun. Jadi idenya seperti ini:

    Tau kan poster2 READ yang dikeluarkan ALA? Yang gambar2nya selebritis, atau orang terkenal lainnya, sedang baca buku. Bisa lihat di sini: http://www.alastore.ala.org/SearchResult.aspx?CategoryID=158

    Nah, kita (karena saya juga mau bikin) minta kepsek, guru2, untuk berpose seperti itu dengan buku favorit mereka. Dibuat ukuran poster, bingkai, tiap tahun direvisi. Jadi tidak perlu sekali jepret semua guru. Bisa bergantian per6 bulan, misalnya.

    Gitu aja. Semangat!

  26. Hai Luckty, ikutan lagi ya, karena aku selalu antusias dengan hal2 seputar buku.
    Aku membayangkan perpustakaan sekolah bisa dibuat senyaman tempat2 yang mengutamakan pelayanan seperti bank, apotek, kantor pelayanan terpadu dll. Khususnya dari segi pelayanan petugas, program, ketersediaan buku dan juga interiornya. Semuanya harus bersinergi untuk menjadikan perpustakaan sekolah sbg tempat yang paling dicintai dan ramai dikunjungi di sekolah.
    Begini kira2 yang kubayangkan :

    1. Pelayanan petugas
    Saat siswa masuk ke perpus, ada 1 orang petugas yang menyambut di depan pintu dengan ramah, mempersilakan siswa untuk membaca dan menanyakan ingin baca buku apa. Jika siswa menyebut buku A, maka si petugas harus bisa menunjukkan rak mana tempat buku yang diinginkan siswa. Lalu ketika siswa membawa buku ke pustakawan / petugas untuk diregister dan dipinjam, setelah diproses peminjamannya, si pustakawan atau petugas tersenyum ramah dan menyertakan closing berupa kalimat misalnya : “terima kasih ya sudah meminjam, selamat membaca dan semoga bermanfaat”. Selain itu juga ada 1 orang petugas yang berkeliling dan tugasnya mengingatkan siswa untuk mengembalikan buku ke raknya (dan harus dengan ramah juga) dan memeriksa jika ada buku2 yang tidak berada di tempatnya untuk dirapikan. Oh ya, jangan lupa adakan juga survey reguler misalnya sebulan sekali berupa kuesioner tentang pendapat siswa terhadap perpustakaan sekolah, ketersediaan buku dan petugasnya. Ini bisa jadi masukan buat evaluasi.

    2. Program
    – Perpustakaan mengadakan program reguler yang seru untuk siswa. Misalnya setiap tahun memberi reward pada siswa yang paling banyak meminjam buku (dan disiplin dalam mengembalikan), mengadakan lomba resensi, lomba foto bersama buku yang dibaca, lomba bikin quote tentang buku. Hadiahnya tidak perlu besar2, seperti paket buku, pulsa atau merchandise, dalam hal ini bisa bekerjasama dengan pihak sekolah atau dinas pendidikan, juga penerbit.
    – Sesekali bekerjasama dengan penulis dan penerbit untuk ngadain bedah buku di perpus sekolah, atau workshop gratis kepenulisan, karena siapa tahu saja diantara siswa yang suka baca ternyata banyak yang hobi menulis.
    – Bekerjasama dengan pengelola kantin sekolah atau guru2, misalnya setiap Jumat untuk siswa yang berkunjung ke perpus,baca dan pinjem buku dikasih voucher seribu perak (contoh) untuk jajan di kantin.
    – Bikin grup komunitas perpus, bisa via WA, line, facebook, blog yang beranggotakan pustakawan dan siswa yang hobi baca buku, dan di sini bisa saling tukar informasi ttg buku juga ide2 untuk bikin perpus makin hebring🙂

    3. Ketersediaan buku
    Secara reguler pustakawan dapat mengecek jumlah dan jenis dari ketersediaan buku. Baik buku stok maupun buku2 apa saja yang sering dipinjam. Cek juga hasil survey untuk pendapat siswa tentang buku. Dari sini dapat diketahui jenis buku mana yang paling dibutuhkan, paling diminati dll sehingga bisa jadi masukan untuk pengadaan buku perpustakaan setiap tahunnya.

    4. Interior
    Di depan perpus atau dibalik pintu depan ditaruh spanduk atau poster besar yang menarik dan isinya ajakan untuk siswa membaca di perpus. Letakkan juga beberapa leaflet atau brosur kecil berisi informasi program2 reguler perpustakaan yang dapat diikuti siswa (poin 2). Ruangan diusahakan adem. Dilengkapi kipas angin yang mampu menjangkau semua ruangan, lantai dialas karpet, semua perabot harus bersih, ada musik instrumental yang lembut dipasang untuk menemani baca buku. Buku di rak harus selalu tertata rapi. Di dinding dipasang gambar2 berbingkai berupa pictquote tentang keutamaan / asyiknya baca buku karya para pemenang lomba bikin quote tentang buku (poin 2).

    Nama : Riawani Elyta
    Akun twitter : @RiawaniElyta
    Tempat tinggal : Tanjungpinang, Kep. Riau

  27. Nama : Ahmad Rosyid Mustaghfirin
    Akun twitter : @ahmadrosyidmus
    Tempat tinggal : Yogyakarta

    1. Tembok dicat dengan warna yang cerah.
    2. Di tembok ditempeli quotes. Bisa diambil dari quote dalam buku.
    3. Selain quote, bisa juga ditempeli gambar atau lukisan dari kreasi siswa.
    4. Penyusunan rak buku disesuaikan dengan keadaan ruangan. Bisa langsung menempel tembok dan beberapa disusun berjajar di tengah.
    5. Selain membuat meja baca umum, buat juga beberapa meja baca di sudut ruangan.
    6. Buat tempat baca lesehan. Lesehan ini bisa membuat siswa lebih dekat dengan teman-temannya, atau bisa dikatakan sebagai tempat sosialisasi. Dengan seperti ini, perpustakaan bisa menjadi tempat sosialisasi antarsiswa.
    7. Pajang beberapa kerajinan siswa dari barang bekas.
    8. Buku disusun berdasarkan genrenya.
    9. Jika memungkinkan, penyusunan buku pada rak disusun berdasarkan warna. Penyusunan seperti ini bisa membuat desain lebih menarik. Atau menurut beberapa orang penyusunan buku berdasarkan warna seperti ini adalah instagramable.
    10. Jika memungkinkan juga, setiap sebulan sekali mengadakan lomba resensi buku.

  28. Putri Prama A
    @putripramaa
    Probolinggo
    Beri lebih banyak majalah, Kak. Di perpustakaan sekolahku memang ada banyak majalah, ada Horizon, Japan Style, dll. Sayangnya untuk suplai majalah seringnya kurang konsisten. Meskipun majalah ini bacanya bisa sekali jalan, majalah ini gunanya sebagai ajang ‘sosialiasi’ agar kita lebih update.
    Perbanyak bacaan dengan bahasa asing yang ada mapelnya di sekolah. Setidaknya adalah meskipun sedikit buku-buku ringan yang bisa dibuat belajar. Di sekolahku, ada mapel B. Jepang dan B. Inggris untuk bahasa asingnya. Majalah dan buku berbahasa inggris lumayan banyak meskipun itu buku lama, tapi bacaan bahasa asing yang lain sedikit.
    Peletakan bukunya harus disesuaiin sama tempatnya. Kadang teman-teman sering naruh sembarangan, jadi sewaktu nyari pakai katalog nggak ketemu. Nyebelin juga gini, mana istirahatnya cuma 15 menit😥
    Bikin KLUB BUKU! Huah, ini belom keturutan di sekolahku. Mungkin di Smanda Metro udah ada, tapi rajin-rajin aja kumpulnya klub buku itu.
    Bikin lomba menulis dan membaca, sebagai pemacu bacanya! Di sekolahku, beberapa minggu lalu ada lomba menulis artikel perjuangan wanita. Lumayan lah untuk melatih gaya menulis😀
    Masukin data bukunya dipercepat, biar bukunya lebih cepet bisa dipinjem. Semangat Mbak Luckty, meskipun mbak luckty pustakawan tunggal. Mbak Luckty pasti strong!😀
    Maaf jadi rada curhatt begini mbak, maklum di sekolahku minat bacanya nggak terlalu tinggi😥

  29. Wardah
    @missfiore_
    Jogja

    Jadi, udah dari lama pengen kirim ide, tapi belakangan kerjanya ngepoin akun kak Luckty sama Perpus Smada dulu. Habis kan nggak lucu kalau ngasih ide tapi nggak sesuai sama kondisi ya?😄

    Nah, pengalaman saya sebagai anak SMA mengajarkan banyak hal soal perpus sekolah. Perpus sekolah saya menyedihkan hiks. Coba yang kelola kak Luckty. :”(

    Saya coba kasih ide berdasarkan jenisnya, ya, Kak.

    1. Ruangan
    Berhubung perpusnya habis direnov (eh renov bukan ya) jadi punya dua ruangan, nah saya senang banget dengar kabar ini! Perpus sekolah yang ideal buat saya itu memang ada 2 ruangan. Belum tahu sih rencana Kak Luckty gimana, tapi buat saya ruangan perpus sekolah harus 2 karena:

    a) Satu ruangan harus menjadi ruangan kedap, di mana pengunjung harus hening supaya masing-masing bisa menikmati waktu membacanya tanpa terganggu. Di ruangan ini mungkin sebaiknya rak-rak buku diisi penuh berjejer. Lebih enak lagi kalau siswa bisa duduk lesehan langsung dekat rak buku, selain menghemat pengeluarkan kursi-kursi nyaman, duduk lesehan ini lebih nyaman buat baca. Kan serasa di rumah gitu. Lebih enak lagi kalau dialasin karpet (yang tebal sekalian) atau malah matras tipis (yah tapi mungkin ada yang keasikan terus ketiduran haha). Ruangan ini adalah zona merah, di mana nggak boleh berdiskusi. Bisik-bisik dikit bolehlah. Layaknya perpustakaan normal gitu.

    b) Ruangan lainnya berfungsi sebaliknya, yaitu ruangan bebas diskusi. Ruangan kedua ini harus dimiliki perpus sekolah supaya perpus pun bisa jadi tempat nongkrong asik yang ngalahin kantin! Di ruangan ini enaknya ada meja-meja dan kursi-kursi di susun rapi. Lebih enak lagi kalau meja dan kursi tersebut diperuntukan buat siswa diskusi kelompok gitu. Yah, bisa juga buat rapat-rapat kecil atau nongkrong biasa. Ruangan ini berfungsi sebagai pintu bagi siswa yang enggan ke perpus. Beberapa buku ringan atau majalah bisa ditaro di ruangan ini nih. Juga mungkin buku-buku pelajaran (tapi yah tergantung keputusan Kak Luckty juga sih hihi).

    Soal penataan ruangan sih saya percayakan sama Kak Luckty aja, habis kemarin lihat foto-foto perpusnya malah saya jadi mupeng saking lucu. Pengen balik SMA dan sekolah di sana rasanya. Hihi.

    2. Koleksi Buku
    Sebagai seorang siswa SMA, saya malas ke perpus karena koleksinya yang gitu-gitu saja. Apalagi banyak banget yang ketinggalan zaman. Namun saya yakin dan percaya kalau Kak Luckty pasti nggak membiarkan perpus sekolahnya kayak gitu. Jadi, buat koleksi buku saya nggak bisa kasih ide banyak. Yang penting sih jangan lupa buat perhatikan sasaran pembaca bukunya. Yah, kak Luckty pasti udah paham.

    Nah, yang pengen aku usulin itu justru siswa bisa mengakses koleksi perpus sekolahnya secara online. Pun belum bisa online (karena saya tahu nggak mudah sih dan butuh uang, ya), bisa nggak ya kira-kira ada komputer satu di ruangan gitu yang bisa diakses siswa? Kayak komputer pencarian di toko buku gitu. Tapi komputer ini yah buat nyari koleksi buku.

    Tujuannya supaya nggak selalu bergantung sama pustakawan juga mengajakan siswa lebih mandiri. Tapi tentunya tanpa mengurangi aktivitas kedekatan yang bisa terjalin antara siswa dan Kak Luckty ya.😀

    3. Adakan Kegiatan Seru
    Kalau yang saya lihat di blog perpus, sudah cukup banyak kegiatan rutin yang diadakan gitu ya. Ramai banget juga. Senang lihatnya. Tapi… kayaknya agenda diskusi buku gitu belum ada ya, Kak? Atau ada cuma bukan agenda rutin perpus?

    Sejak SMA saya selalu mengimpikan punya klub baca gitu. Mungkin perpus sekolah Kak Luckty bisa mengadakan klub baca, yang kegiatan rutinnya ya ngobrolin suatu buku, yah kayak diskusi buku lainnya. Kalau Kak Luckty kelimpungan, boleh tuh ngajak guru bahasa (entah bahasa Indonesia atau bahasa asing atau guru yang juga hobi baca) atau ekskul anak-anak (atau malah OSIS sekalian). Kan seru kalau setiap bulannya ada kegiatan rutin diskusi buku gitu. x)

    Eh tapi kalau semua murid yang mau datang gimana ya…… ^^;;

    Kegiatan seru lain yang saya bayangin itu: hadiah buat yang rajin ke perpus diganti jadi buku! Terakhir saya lihat hadiahnya bukan buku sih, padahal kan perpus. xD

    Hm, kayaknya udah deh gitu aja. Semoga perpusnya makin ramai ya, Kak! Senang banget dengar perpus sekolah dikelola baik gini. Jadi ngiri. :”

  30. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali

    Kak, ikutan sharing tentang perpustakaan impianku ya..
    1. Ukuran ruang perpustakaan cukup luas, setidaknya untuk menempatkan rak/lemari, meja dan perabotan lainnya. Seperti komputer, tempat duduk, loker dll.
    2. Buku ditata berdasarkan tema atau jenis dan diberikan tanda. Soalnya pengalaman di perpus, biasanya buku itu dicampur-adukkan atau hanya diletakkan berdasarkan nomor seri saja tidak ada tulisan besar sebagai papan/tanda sebagai petunjuk. Ada database juga, biar memudahkan pencarian nomornya maupun letaknya dimana.
    3. Koleksinya update, terutama dari novel-novelnya hihii.. Tapi kalau di sekolah ya buku mata pelajaran tetap jadi nomor satu. Jangan sampai buku dengan standar kurikulum terbaru malah nggak ada di perpus.
    4. Buat suasananya senyaman mungkin. Bisa dengan dekorasi maupun penyediaan fasilitas. Dinding dicat dengan warna cerah, dapat diberi hiasan berupa tulisan quote dari penulis atau potret tokoh yang terkenal di dunia literasi. Ruangannya juga bersih, rapi dan wangi. Kalau bisa sih ada bilik khusus baca atau sofa empuk untuk baca.
    5. Team perpustakaannya juga harus ramah dan kreatif wkwk.. Misalnya, tiap bulan bahasa ngadain lomba. Memilih putra-putri perpustakaan. Memberikan reward/award pada pengunjung yang aktif. Buat kompetisi menulis review buku-buku yang dipinjam di perpustakaan dan dipajang di mading/majalah sekolah. Yakin deh, yang datang ke perpustakaan makin termotivasi.

    Salut sama mbak Luckty dan team karena giat membangun perpustakaan SMANDA Metro. Aku lihat, mbak Luckty sering update tentang perpustakaan dan murid-murid unyunya juga hehe.. Semoga inovasi dan semangat memajukan perpustakaan juga menular ke sekolah-sekolah lainnya🙂

  31. Nama : Sagita Nur Amalia.
    Akun twitter : @Sagita_N_A
    Kota tinggal : Purwokerto, Jawa Tengah.

    Pertanyaannya adalah
    berikan ide, tips, saran, masukan atau apapun untuk perpustakaan sekolah. Nggak harus muluk-muluk, yang penting realistis, tapi unik. Perpustakaan saya ini perpustakaan sekolah negeri pada umumnya, jadi dibutuhkan kreativitas tinggi tanpa memerlukan dana yang besar😀

    Menurutku Perpustakaan Sekolah sebaiknya di desain yang Unik, Cantik, Menarik agar siswa siswi rajin ke Perpustakaan untuk membaca buku dengan cara dindingnya dihiasi dengan wallpaper dinding, tempat duduk ditata yang rapi, bersih, nyaman, adanya ruang baca yang dingin, sejuk, nyaman untuk membaca. Buku buku yang lengkap yang di sukai siswa dan siswi. Adanya absen perpus yang di data. Adanya hiasan hiasan atau tanaman hias di sekitar perpustakaan agar siswa siswi yang membaca di perpus tidak bosan. Cahaya yang terang dan pemilihan warna cat dinding yang pas.

    Terima Kasih

  32. nama: Thia Amelia
    akun twitter: @Thia1498
    kota tinggal: Bogor
    link: https://twitter.com/Thia1498/status/726422845719371777

    berikan ide, tips, saran, masukan atau apapun untuk perpustakaan sekolah. Nggak harus muluk-muluk, yang penting realistis, tapi unik

    1.Adanya AC sangat penting dalam perpusatakaan. Ketika membaca, yang kita inginkan adalah suasana yang teduh dan juga nyaman, AC bisa memberikannya karena perpustakaan juga harus berada diruang tertutup dan jauh dari hiruk pikuk orang banyak yang nantinya akan mengganggu proses baca membaca ataupun belajar.
    2.Buat tempat senyaman mungkin, dengan meja dan kursi yang di design khusus untuk para pembaca dan para pelajar dan memilih belajar di perpustakaan. Kesalahan pada posisi duduk pasti akan membuat orang pegal, nah diperpustakaan yang saya harapkan adalah adanya kursi dan meja yang membuat saya duduk dengan nyaman dan membaca juga dengan nyaman.
    3.Penempatan buku yang sesuai. Ketika masuk, buku pelajaran adalah hal utama yang harus menyambut (yah disamping para petugas perpustakaan). Setela itu baru novel ataupun majalan-majalah. Rak nya pun tidak harus terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, yang penting bisa di capai, pada bagian bawah bukunya (dirak) ada keterangan buku apa yang disimpan disitu, sehingga memudahkan.
    4.Adanya komputer untuk mencari buku yang dicari. Ketenangan adalah hal yang harus ada di perpustakaan, nah dengan adanya komputer, kita tidak perlu lagi berbicara kepada petugas perpustakaan dan membuat gaduh perpustakaan, tinggal ketik saja, dan taraaaa bukunya ada.
    5.Memasang quote-quote menarik dari buku-buku agar dinding perpustakaan tidak terlalu sepi.

  33. Dias Shinta Devi
    @DiasShinta
    Bogor
    Jawaban :
    Nah, kalau perpus sekolah sih yang paling berperan ya penjaga perpusnya ya, dia harus asik orangnya.
    1. Penjaga perpusnya harus update kalo ditanya ini itu terus ramah.
    2. Ruangan baca yang nyaman dan kondusif. rak bukunya dibentuk kayak di kafe buku gitu. Rak khusus best seller dan new arrival juga ada tuh keren jadi kayak di toko buku.
    3. Bikin perpus itu kayak rumah kedua nya pelajar jadi dia bisa ke sana kapan aja hehe kayak basecamp wkwk
    4. Oiya, biar seru tiap novel/buku ada intisarinya/resensinya tuh di rak khusus. intisari/resensi itu yg bikin ya siswanya, pasti mereka pernah ada tugas ngeresensi.
    5. Biar asik dindingnya dipajang gambar cover buku terbaru/best seller/buku yang paling banyak dibaca sama siswa di sana.
    6. Sekolah nyediain mesin pencari/komputer khusus buat nyari letak buku dan ketersediaan buku. Resensi tadi kalau nggak mau dicetak kan bisa dimasukin ke web perpus sekolah tadi, jadi buku sekolah itu gak sepi sama identitas buku aja. hehe

    maafkan kesoktahuanku ya mbak.. soalnya ibu perpus aku dulu galak binti jutek, tempatnya gak nyaman dan berdebu. mau pinjem novel aja raknya dikunci. nanya suatu buku ada di mana gitu malah diomelin suruh cari sendiri wkwkwk -_- kelam banget dah hahaha
    thanks mbak GAnyaa…

  34. Nama: Ratna Nur OS
    Twitter: @happyfamily27
    Domisili: Kota Malang, Jawa Timur

    Wah, perpustakaan di SMAN 2 Metro sudah keren begitu, Kak. Sudah ada pemustaka terbaik juga ya tiap bulannya. Salut deh sama pustakawannya yang terus berusaha untuk merenovasi perpustakaan dan menarik para siswa mengunjungi perpustakaan.

    Boleh tuh, mengadakan diskusi buku rutin berkala (beberapa hari sekali, tiap minggu, tiap bulan, atau tiap setengah bulan) untuk membahas satu buku tertentu. Bisa buku apa saja sih, nggak melulu novel juga. Semisal diskusi pertama memakai novel, diskusi kedua memakai buku sains, diskusi ketiga membahas buku cerita-cerita rakyat daerah, lalu selanjutnya bisa novel lagi. Jadi buku yang dipakai diskusi selang-seling. Yang mau ikut bisa mendaftar. Nanti ada jadwal juga untuk para anggota agar mendapat giliran nge-host di tiap diskusi. Ini juga bisa melatih siswa untuk tampil.

    Yang paling penting dari sebuah perpustakaan itu adalah suasana senyaman mungkin untuk membaca. Saya yakin perpustakaan di sekolah Kakak pasti sudah memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Selain itu, apa yang dipandang mata juga harus baik dan indah pula, karena visual sedikit banyak juga mempengaruhi pikiran. Bisa dikasih vas-vas berisi bunga di beberapa spot ruangan, di tiap sudut, atau bunga-bunga yang diletakkan di atas meja. Bunga mati juga nggak apa-apa, yang penting indah. Tema ruang perpustakaan bisa diganti-ganti secara berkala (mungkin tiap bulan). Misalnya, waktu bulan Agustus yang identik dengan hari kemerdekaan, di sekeliling dinding-dinding perpustakaan di tempel ornamen-ornamen tentang masa penjajahan-kemerdekaan seperti bendera merah putih, potret perjuangan pahlawan, dan sebagainya. Bisa juga ditambah dengan mengadakan semacam kuis yang ditempel di mading perpustakaan yang sesuai dengan tema tiap bulannya. Hadiahnya juga nggak usah besar-besar dan seadanya saja sebagai hadiah hiburan, seperti voucher makan di kantin, hehe.

    Terakhir, untuk acara apapun, kegiatan dan lain-lain yang diadakan oleh, dan di perpustakaan, promonya harus besar-besaran. Kalau nggak begitu, para siswa yang jarang ke perpustakaan nggak akan tahu apa yang terjadi di perpustakaan sekolah mereka. Ujung-ujungnya yang datang hanya siswa-siswi yang itu-itu saja. Promosi bisa dilakukan dengan cara memasang banner besar di depan perpustakaan. Setidaknya banner itu cukup terlihat oleh siswa dari luar perpustakaan, dan harus menarik. Banner yang selain bisa dipesan juga bisa dibuat sendiri dari kertas karton, manila, dan lain-lain sekreatif mungkin. Yang paling simpel nih, dengan menyediakan white board ukuran sedang dan penyangga dimana keduanya nanti diletakkan di depan perpustakaan. Jadi, promo perpustakaan bisa ditulis di white board itu dan bisa digambar-gambar. Selain white board, alternatif papan tulis hitam ukuran sedang dengan kapur warna-warni juga bisa menghasilkan kreatifitas promosi yang unik.

    Itulah, Kak, tips dari saya. Terimakasih telah mengadakan giveaway ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s