[BLOGTOUR] REVIEW Ada Apa dengan Cinta? + GIVEAWAY

PicsArt_09_04_2016 9_58_02“Masalah salah satu di antara kita, berarti masalah kita semua. Orang luar yang membuat sengsara salah satu di antara kita, harus kita hadapi sama-sama.” (hlm. 17)

Pengadaptasian dari novel ke film biasanya dikarenakan novel tersebut sudah terkenal sehingga masyarakat pada umumnya sudah tidak asing lagi terhadap cerita tersebut yang pada akhirnya mendukung aspek komersial. Selain itu ada juga yang menitikberatkan pada cerita yang dianggap bagus. Sementara untuk penulis skenario, proses adaptasi cukup membantu dalam menggagas sebuah cerita yang akan disajikan dalam film. Dalam hal ini sastra dijadikan sebagai sumber dan bertitik tolak dari karya tersebut.

Dalam perkembangan selanjutnya, hadir pula sebuah novel yang berawal dari film. Kejadian tersebut merupakan kebalikan dari proses sebelumnya. Pekerjaan yang asal mulanya dikerjakan bersama-sama sebagai sebuah proses kolektif dipindahkan ke dalam novel yang merupakan pekerjaan individual. Pengadaptasian ini menjadi menarik karena timbulnya sebuah interpretasi tunggal dari seorang novelis terhadap film yang ditonton.

WP_20160414_045[1]Sebagai contoh, film Dead Poets Society karya Tom Schulman diadaptasi ke dalam novel oleh N. H. Lkelinbaum pada tahun 1989. Begitu pula pada pertengahan tahun 2003, cerita film Matrix dibuat novelnya dengan judul Matrix Warrior: Being the One. Buku karangan Jake Horsley ini mengkaji aspek-aspek filosofis dan teologis yang terkandung dalam film karya Wachowski bersaudara itu.

Di Indonesia, proses pengadaptasian dari film ke dalam novel belum lama dilakukan, seperti pada novel anak Jendral Kecil karya Gola Gong (DAR! Mizan, 2002 yang diadaptasi dari Telesinema Jendral Kecil yang disiarkan oleh RCTI pada bulan juli 2002 dalam rangka Hari Anak Nasional.

Sementara pada film layar lebar terjadi pada film Biola Tak Berdawai karya Sekar Ayu Asmara yang dinovelkan oleh Seno Gumira Ajidarma (Akur, 2004), film 30 Hari Mencari Cinta dinovelkan oleh Nova Rianti Yusuf (Gagas Media, 2004), film Brownies karya Hanung Bramantyo dinovelkan oleh Fira Basuki, dan film Rindu Kami PadaMu karya Garin Nugroho dinovelkan oleh Garin Nugroho dan Islah Gusnimian pada tahun 2005.

Dan yang paling menarik adalah cerpen Tentang Dia karya Melly Goeslow (Gagas Media, 2005) yang ditulis ke dalam bentuk skenario oleh Titien Wattimena, difilmkan oleh sutradara Rudi Sujarwo, kemudian dinovelkan kembali oleh Moamar Emka (Gagas Media, 2005)

WP_20160414_038[1]

Dengan semakin maraknya perfilman di Indonesia, maka proses pengadaptasian dari film ke novel pun mulai ramai dilakukan, bahkan buku-buku hasil adaptasi itu ternyata banyak digemari pembaca, terbukti dengan larisnya di pasaran. Bahkan beberapa tahun lalu, Penerbit Gagas Media bekerjasama dengan produser film untuk membukukan novel berdasarkan film-film yang sudah diputar. Dari segi bisnis, tentu saja kegiatan seperti ini sangat menguntungkan, karena tanpa mengeluarkan promosi yang sangat besar, buku tersebut sudah dikenal karena filmnya. Dengan kata lain, buku semacam ini akan semakin dicari pembaca ketika film yang yang diadaptasi disukai penonton.

Selain itu karena waktu yang ditayangkan di bioskop-bioskop sangat terbatas, maka buku yang diadaptasi dari film menjadi jembatan bagi apresiator yang tidak bisa menonton film pada waktu tersebut.

WP_20160419_002[1]

Novel Ada Apa Dengan Cinta? (#AADC?) ini merupakan salah satu contoh novel adaptasi dari film. Empat belas tahun lalu, saya masih SMA. Euforia menonton #AADC begitu kental dan efeknya cukup dahsyat bagi remaja SMA di mana-mana; cowok-cowok mendadak dingin kayak kulkas macam Rangga dan cewek-cewek mendadak demam menggunakan bandana. Ternyata di versi novelnya juga diceritakan bagaimana teman-teman sekolah Cinta mengikuti gayanya; memanjangkan rambut sampai dada, menatanya lurus teratur, dan mengenakan bando atau bandana.

Siapa sangka kini setelah bekerja di sekolah, ada murid yang namanya Rangga. Mungkin emaknya dulu nyidam Rangga di #AADC😀 Ini murid yang namanya Rangga, yang di tengah:

WP_20160414_058[1]

Setiap karakter dalam #AADC memang kuat, nggak hanya tokoh utamanya saja, tapi juga tokoh sampingan, terutama genknya Cinta; Mily, Karmen, Maura, dan Alya. Setelah membaca ini, saya jadi mikir, sebenarnya tokoh Cinta ini menyebalkan ya; nggak mau kalah (dia nggak rela puisinya kalah ama puisi Rangga), lupa teman (di saat Alya butuh Cinta untuk curhat masalah keluarganya, Cinta malah curhat balik masalah percintaannya, mau aja diajak Borne (yang sama-sama di sekolah seperti dirinya). Etapi Cinta hanyalah manusia biasa, seperti remaja pada umumnya yang mempunyai segudang problematika di usia labilnya. Justru ini yang membuat karakternya begitu melekat kepada penonton maupun pembacanya.

“Sok cuek, tahu nggak lo? Gayanya udah kayak sastrawan besar! Belagu banget. Gue yakin banget itu anak nggak ada temennya. Pasti nggak gaul sama sekali.” (hlm. 49)

Begitu juga dengan Rangga. Sosok yang dingin, seakan bongkahan gunung es ketika didekati cewek. Tapi justru itu yang bikin cewek-cewek penasaran. Di sekolah ada murid yang tipe ini. Tamvaan, hobi ke perpus, wifi-an sambil main game online, sering juga pinjam buku yang berat macam Sherlock Holmes. Kalo dia keluar perpustakaan, adik-adik kelas pasti jejeritan, ada juga yang ngaku jujur ke saya katanya rasanya panas dingin kalo bisa ketemu dia di perpustakaan, suka ada yang nanya buku apa yang habis dipinjam si kakak kelas itu, ada lagi yang hanya liat namanya di buku pengunjung aja sampe di foto, wkwkwk…anak SMA oh anak SMA… x)) Ini dia murid yang deskripsinya kayak Rangga di #AADC, namanya Dayu Firmansyah. Kalau rambutnya agak panjang, mirip kayak Rangga, ikal-ikal gitu, tapi ini karena abis ujian jadi ya rambutnya potong cepak😀

WP_20160420_001[1]

Baik versi film maupun versi novel, saya paling suka adegan pas di perpustakaan. Ya iyalah, pustakawan mah sinyalnya langsung kuat kalo ada adegan aroma perpustakaan, etapi penjaga perpustakaan di versi novel ini tipikal penjaga perpustakaan ala-ala sinetron; jutek dan bersasak. Padahal zaman sekarang, banyak pustakawan yang unyu macam saya loh, wkwkw.. x)) #dikepruk Ya memang beda sih, antara penjaga perpustakaan dan pustakawan #MalahDibahas

7654_10207687276833986_3468488975214080649_n“Barusan saya ngelempar pulpen gara-gara ada yang berisik di ruangan ini. Saya nggak mau pulpen ini balik ke muka saya gara-gara berisik ngomong sama kamu!” (hlm. 44)

Di versi novel, kita akan mendapat banyak gambaran seputar kehidupan keluarga Rangga. Ayah Rangga, Yusrizal ini merupakan representasi kehidupan di masa orde baru, ketika sejarah dibungkam. Orang-orang seperti ini yang seharusnya sebagi kunci sejarah malah dikucilkan karena dianggap aneh.

“Ibu dan kakak-kakak saya sudah lama pergi ninggalin Ayah.”

“Boleh tahu kenapa?”

“Mungkin nggak kuat hidup sama orang yang kontroversial seperti Ayah. Mungkin nggak tahan terus menerus digosipin yang nggak-nggak. Yang pasti saya malu menceritakan ini ke sembarang orang. Orang lain akan ngeliat saya sebagai anak seorang Ibu yang tidak bertanggung jawab.” (hlm. 132-133)

Baik film maupun novelnya tentu punya sensasi yang berbeda. Jangan lupa, akhir April ini film #AADC2 akan tayang di bioskop. Jadi makin penasaran, apakah yang terjadi setelah 14 tahun Cinta menunggu Rangga?😀

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Ada Apa Dengan Cinta?

Penulis                                                 : Silvarani

Cerita                                                    : Mira Lesmana, Riri Riza, Prima Rusdi

Skenario                                              : Jujur Prananto

Penulis skenario pendamping    : Prima Rusdi & Rako Prijanto

Desain sampul                                   : Marcel A. W.

Penerbit                                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : 2016

Tebal                                                     : 192 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-03-2645-0

aadc

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs & @silvarani jangan lupa share dengan hestek #GAAADC dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!? #eaaa😀

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GAAADC  yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

 #GAAADC ini berlangsung seminggu: 25-30 April 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Mei 2016.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya!😉

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

Pengumuman Pemenang Giveaway Ada Apa dengan Cinta?

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway Ada Apa dengan Cinta?. Wow, yang ikutan tembus 69 komentar, mungkin ini efek filmnya tayang dan mungkin juga karena pertanyaannya bikin baper akut.. x))

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Nama : Annisa Rizki Sakih
Twitter : annisakih
Domisili : Batam, Kepri

Jika saya jadi Cinta selama 14 tahun terakhir saya akan mencari tahu tentang Rangga. Karena zaman sekarang teknologi sudah canggih, ketikkan namanya saja di mesin pencari melalui internet maka saya kan segera mengetahui sepak terjang Rangga. Dari sana baru saya akan mengambil keputusan, misalnya kalau ternyata dari sosial medianya saya mengetahui Rangga jelas-jelas telah menikah, buat apa lagi saya menunggunya? Karena ungkapan “kutunggu dudamu” rasanya begitu absurd.

 

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Giveaway Ada Apa dengan Cinta?. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penerbitnya ya.

Terima kasih buat Mbak Silvarani untuk kesempatan atas kerjasamanya yang kali kedua, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

69 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Ada Apa dengan Cinta? + GIVEAWAY

  1. Nama : Markhamah
    Twitter:@ivedvedi
    Kota tinggal : Kediri

    Iya, lagi pula cowok yang namanya Rangga itu, cowok yang unik, menarik dan nyentrik.
    14 tahun, keburu tua dong. Tapi nggak apa apa. untuk Rangga, tak tunggu cinta mu.
    Seperti ujian dlam hidup, bersabar untuk mendapatkan sebuah kepastian dari cinta.

  2. Nama : Ramadan
    Twitter : @Cupingg
    Kota : Palembang

    Saya jadi Cinta? sebenernya buat bayanginnya geli. Hahahaha
    Menunggu 14 tahun? Saya rasa tidak. Karen cewek secantik dan sepopuler cinta gak bakal tahan ngejomlo dan gagal move on.
    Dan umur segitu pasti udah di paksa nikah, dan ditanyain kapan nikah setiap mau kondangan. Hahaha
    Rangga kan jahat.

  3. Kalau aku jadi Cinta…. kayaknya aku gak bakal nunggu Rangga. Karena sifat Rangga yang cuek itu bukan tipeku hehe jadi kalau aku jadi Cinta ya maaf Rangga, aku memilih tidak menunggumu…

    Vena Dwi Masfiyah
    @venadwim
    Tulungagung-Jatim

  4. Nama: arfidiah fitri
    Akun Twitter : @arfidiahfitri
    Link share: https://mobile.twitter.com/arfidiahfitri/status/724461970473111552?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C2860596914
    Domisili : Malang

    Aku akan menunggunya. Kenapa? karna aku tahu bahwa dia akan kembali. Mungkin bagi orang lain, akan sedikit sulit untuk menebak bagaimana keadaan hati Rangga yg terkesan kaku juga dingin, tapi bagiku dia tidak seperti itu. Sejauh apapun dia melangkah meninggalkanku dibelakang, aku tau dia akan berbalik dan berjalan menujuku. Rangga punya Cinta , begitupun sebaliknya, Cinta disini bisa bermakna banyak , Cinta si tokoh dan juga Cinta si rasa hati..
    Sosok Rangga yang menjadikan keyakinanku kuat , bahwa aku tidak akan salah apabila menunggunya selama 14 tahun atau mungkin seumur hidup. Rangga menurutku sosok yg sangat hangat dan mudah diresapu hatinya kalau sudah kenal, kesan luar yg dia tampilkan mungkin hanya kamuflase untuk menutupi sosoknya yg lain. Sosok yg hanya orang orang yg berpikiran luas yg dapat mengerti dan memahami dirinya.
    Dan yah, Rangga pantas untuk ditunggu. :))
    Lika Liku dan kekakuan setelah 14 thn tidak bertemu mungkin akan ada dan tidak bisa dihindari, tapi kembali , bukankah sebuah perasaan cinta harus tumbuh seiring dengan tumbuhnya rasa yg lain? yaitu rasa diinginkan, dibutuhkan dan yg paling penting adalah rasa percaya, yang telah ditanamkan jauh didalam sana lalu dipupuk dan tumbuhlah sebuah rasa yang sakral yaitu Setia. :))
    Umur yg bertambah dan yg tak bisa dihindari tidak akan mampu melunturkan Cinta Sejati :))

    Seperti layaknya Cinta Sejati Bapak B.J Habibie dan Almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie :))

  5. Nama : Dinda Ayu
    Akun Twitter : @AlveeraAyu
    Kota Tinggal : Kendal – Semarang, Jateng

    jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?

    Nggak mudah nunggu seseorang selama itu. Pasti akan ada saat dimana bosen nunggu dan saat dimana pengen bertahan. Tapi kalo aku jadi Cinta, jawabannya bakal aku tanya sama hatiku. Masihkan aku mengharapkannya? Masihkah aku akan tetap menunggunya datang? Atau masihkah aku mencintainya?
    Jika hatiku mengatakan ‘tidak’, maka aku tidak akan menunggunya. Seganteng, semenarik, ataupun sekeren apapun Rangga, kalau hatiku sudah tidak untuknya, untuk apa tetap menunggunya. Aku berharapnya bukan cuma aku yang berjuang untuk tetap nunggu Rangga, tapi Rangganya juga berjuang untuk aku. Berjuang untuk mendapatkanku saat aku mulai ragu dengannya.
    . Haha, apa ini? Iya, aku lagi baperrrrrr~

  6. Nama : Ratnani Latifah
    Akun Twitter : @ratnaShnju2chi
    Kota : Jepara

    jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?

    Jawab : Tidak. Soalnya nggak ada kepastian juga. Menunggu tanpa kepastian adalalah hal gila jika mau melakukannya. Yah, kita hidup bukan untuk selalu melihat ke belakang. Tapi maju dan terus menuju masa depan. So, daripada menunggu sesuatu yang tidak jelas lebih baik mulai menatap hati dan kehidupan.

    Kecuali jika memang ada keajaiban dan bisa kembali bertemu setelah 14 tahun. Dan ternyata masing-masing meski sudah move on, tapi kebetulan memang belum punya gandengan, Itu mungkin namanya jodoh.

  7. Cowok boleh ikutan, mba, boleh ya😀

    Nama : Teguh Budi Santoso
    Twitter: @teguhbs01
    Kota tinggal : Cirebon

    jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?
    —> Jika saya jadi Cinta, secinta apapun saat itu sama Rangga, saya akan memilih yang pasti-pasti aja, bisa jadi Rangga disana memilih yang lain juga. Kan, ga lucu, capek-capek nunggu, ternyata cuma PHP.😀

  8. Nama : Annisa Rizki Sakih
    Twitter : annisakih
    Domisili : Batam, Kepri

    Jika saya jadi Cinta selama 14 tahun terakhir saya akan mencari tahu tentang Rangga. Karena zaman sekarang teknologi sudah canggih, ketikkan namanya saja di mesin pencari melalui internet maka saya kan segera mengetahui sepak terjang Rangga. Dari sana baru saya akan mengambil keputusan, misalnya kalau ternyata dari sosial medianya saya mengetahui Rangga jelas-jelas telah menikah, buat apa lagi saya menunggunya? Karena ungkapan “kutunggu dudamu” rasanya begitu absurd.

  9. Nama : Harisah Salim
    akun twitter: @risa_chiamix
    kota tinggal: Medan

    kalau aku jadi Cinta, aku pasti banget bakal nunggu rangga meskipun udah ratusan purnama berlalu. Perasaan aku ke Rangga itu dalem banget. dan aku yakin meskipun si Rangga jauh di NY sana, tapi dia pasti masih menyimpan hatinya buat aku. seperti aku yang menjaga hatiku untuk dia.

    memang itu gila, itu lah namanya cinta. kalau nggak gila bukan cinta namanya. Cinta itu harus di perjuangkan. ketika Rangga pulang ke Jakarta itu adalah kesempatan emas, harapan untuk hidup bersamanya belum pernah luntur. berharap setelah pertemuan singkat itu membuka tabir cinta terpendam selama 14 tahun dan bisa membangun masa depan dengan Rangga.
    #eak

  10. Nama : Mega Widyawati
    Akun twitter : @widy4_w
    Kota tinggal : Nganjuk

    Kalo benar-benar Cinta sama pasangan dan yakin jika dia memanglah Cinta Sejatiku. Biarpun aku harus menunggu Rangga selama 14 tahun, atau 24 tahun, 34 tahun, bahkan sampai seribu tahun pun pasti akan aku ditungguin. gak masalah kok. Asal yang ditungguin bakal datang beneran yah, biar ceritanya Happy Ending #eaaa..😀

  11. Deria Anggraini
    @deriaanggraini_
    Jakarta Pusat

    Kalau aku jadi Cinta, awalnya aku akan berpikir kalau memang Rangga udah menjadi jodohku, aku serahin aja sama Tuhan, karena jika memang ia bener2 jodohku, dia akan kembali lagi ke aku bagaimanapun caranya. Dan untuk menunggu org selama 14 tahun itu bukan waktu yg singkat, aku lebih memilih menjalani aja kehidupan yg ada di depan mata, dan kembali mengingatkan diri, jika Rangga memang ditakdirkan untukku, dia akan datang kembali suatu saat nanti.

  12. Nama: Siti Nur Cahyanik
    Twitter: @Ancahyanik
    Kota: Jember

    Kalau aku jadi cinta, aku memutuskan untuk tidak menunggu Rangga. [Bicara soal cinta, memang tidak ada habisnya. Apalagi sekarang aku juga terjebak dalam cinta brondong (Malah curhat) wkwk. Usia kita terpaut empat tahun. Jika dihitung aku harus menunggunya selama 5-6 tahun. Itu saja aku masih berpikir-pikir ulang. Karena, kodratnya aku seorang wanita yang tinggal di desa. Menikah di umur lebih dari 25 atau 30 jelas sudah menjadi pembicaraan orang]. Waktu 14 tahun bukanlah waktu yang singkat. Aku akan melepaskan Rangga dan mencari seseorang lain yang sudah ada di depan mata dan memberiku kepastian.

  13. Nama: ari
    Twitter: @tiarizee
    Domisili: lampung

    Mungkin, tergantung. Karena hidupku bukan sebuah film yang bisa dihapus dengan mudah bagian yang membuang-buang waktu jalan ceritanya. Hidupku realita. Kalau memang Rangga benar-benar akan kembali dengan membawa janji yang ia ucapkan dan bukan hanya bualan semata, sudah sepantasnya aku setia menunggu, sampai titik akhir perjuangan sekalipun. Tapi hidup, tidak mungkin terus berotasi disekitarnya, yang tidak kunjung memberi kepastian. Sebutlah aku wanita yang tidak sabar menunggu, tapi hey! Aku sudah lumayan lama mencicipi kerasnya kehidupan, dan sebuah perkataan yang diembel-embeli dengan sebutan ‘janji’ terkadang membuatku muak. 14 tahun adalah waktu yang sangat lama, dan apa pun dapat berubah. Ada kalanya kita harus melangkah mundur, jika memang kepastian itu tak kunjung datang. Untuk apa kita tenggelam dalam ketidakpastian yang terus menerus malah membuat kita jenuh dan frustasi? Bukan berarti tak setia, tapi hanya belajar untuk realistis dalam menilai kehidupan. Kita juga harus melanjutkan hidup. Ini bukan negeri dongeng dimana kita bisa duduk manis menanti sang pujaan hati kembali dari perantauannya. Bersyukurlah kalau orang yang kita tunggu akan kembali ke pelukan kita. Tapi bagaimana jika tidak? Siapa yang ingin bertanggung jawab atas kesakitan hati seseorang? Bukankah hidup memang mengajarkan kita untuk menerima dan mengikhlaskan?

  14. Nama: Agustin Kurnia Dewi
    Twitter: akdewi_
    Domisili: Cibinong, Bogor.

    Kalau saya jadi Cinta, mungkin pada saat itu, saat ditinggalkan Rangga, saya akan bertekad untuk menunggu Rangga. Bagaimana pun kami (Rangga dan Cinta) punya perasaan yang sama dan saling berbalas, jadi tidak bertepuk sebelah tangan. Hanya saja, karena mengejar karis, kami harus terpisah.
    Tetapi, dalam 14 tahun itu siapa yang tahu apa yang akan terjadi?
    Namanya cinta, dateng gak milih-milih, gak terduga kapan datangnya. Kalah ternyata selang satu tahun semenjak Rangga pergi, mungkin perasaan cinta saya ke Rangga sudah hilang tanpa bekas, mungkin juga semakin cinta.
    Saya gak mau ‘memaksa’ perasaan saya, kalau ternyata semakin terkikis rasa sayang itu, yaudah. Atau perasaan semakin sayang padahal logikanya si Rangga tanpa kabar, yaudah biarkanlah. Toh, kita mau berusaha sekuat apapun kalau masih ada rasa ya mau gimana?

    Curcol sedikit, bahkan saya masih menyimpan rasa untuk seseorang pada saat saya masih SMP (sekitar 6 tahun yang lalu), dan sampai saat ini perasaan itu masih ada. Saya masih sering stalking akun sosmed-nya, padahal dia udah gak pernah update. Saya benar-benar lost contact setelah lulus SMP. Entah sekarang dia dimana dan gimana kabarnya. Kata teman saya, saya harus move on. Move on gimana caranya kalo perasaan itu masih ada? Saya gak bisa ngilangin perasaan ini. Padahal kalo dinalar ini sangat memalukan. Dan entah beruntung atau tidak, 6 tahun ini belum punya pacar juga. AHAHA. Masih ngerasa ‘pengen’ dia. Wkwk. Bodoh ya aku? Tapi ya ini namanya perasaan.

    Dan intinya. Saya akan berusaha menunggu Rangga sampai rasa itu hilang dengan sendirinya atau tumbuh semakin banyak.
    Sekian jawaban dan curhatan saya (ini menghayati banget, sumpah). terimakasih.

  15. Nama : julia dwi kartikasari
    Twitter : @juliakartika326
    Domisili : nganjuk, jatim

    Kalau aku jadi cinta, aku akan berusaha menunggu. Aku akan menyambutnya kalau memang dia berkenan bersamaku. Dan aku tidak akan memberi dinding tinggi di hatiku untuk orang lain. Dengan kata lain aku tidak terikat dengan siapapun. Meskipun aku sangat mencintainya. Bagaimanapun cinta hati seseorang kepada orang yang dia sayang, kalau memang bukan takdirnya, mereka berdua tidak akan bisa bersatu. Dan sebaliknya, apabila memang sudah ditakdirkan bersama, sejauh apapun jarak keduanya, rintangan, masalah, dan apapun yang menghalangi, pasti keduanya akan dipertemukan untuk bersatu.

    Jadi bisa menunggu tanpa harus menutup hati untuk orang lain. Seandainya dia bukan jodohku, setidaknya hatiku tidak terlalu terluka. Karena sudah persiapan menerima yang terjadi di masa depan.

  16. Nama : Gita Nurladikasari
    Akun Twitter : @oneonlygzb
    Domisili : Batam
    Jawaban :
    Awalnya aku bingung mau jawab apa, karena aku belum pernah ngerasain. Kalau bicara soal realistis, aku gak akan sanggup seperti Cinta yang bisa bertahan menunggu selama 14 tahun. 14 tahun itu bukan waktu yang sebentar, akan ada banyak hal-hal yang aku alami. Contohnya, pasti ada pria yang ngedeketin aku bahkan ngajak komitmen dan itu ujian untuk kesetiaan.
    Kalau bicara soal cinta, aku bisa seperti Cinta. Aku akan berusaha bersabar menunggu dan menyerahkan semuanya lagi ke Allah karena jodoh Allah yang atur.
    Tapi, intinya adalah cinta.
    Dan aku pasti sanggup melaluinya. Karena aku cinta dia aku harus yakin kalau aku bisa setia dan bersabar untuk menunggunya serta percaya kalau dia jodoh kita maka dia akan kembali ke kita juga pada akhirnya.

  17. Nama: Arini Angger
    Twitter: @ariniangger
    Kota: Jakarta

    Gini kak alasan aku, kalau aku harus jadi Cinta aku pasti akan nunggu Rangga. Karena cinta yang sesungguhnya itu menenangkan bukan yang menggebu- gebu. Dan aku masih yakin dengan apa yang akan Rangga katakan nanti, karena perasaan takkan bisa diubah meskipun telah melewati ratusan purnama dan berbeda benua. Aku juga yakin bahwa cinta sejati akan datang disaat yang tepat dan saat kita mau menunggu. Karena menunggu 14 tahun bukanlah sekilas namun inilah bukti kesetian Cinta akan datangnya Rangga kembali padanya.

  18. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Twitter: @sitasiska95
    Domisili: Gorontalo

    Jika aku jadi Cinta, apa aku mau menunggu Rangga selama 14 tahun?
    Jawabannya: Tidak! Realistis sih. 14 tahun bukan waktu yang sebentar. Hidup harus terus berjalan dan usia juga nggak akan bertahan terus menjadi muda. Lagipula, siapa yang tahu selama kepergiannya itu dia bertemu cinta baru? Menunggu akan jadi hal yang sia-sia

  19. Nama: Dede Idar
    Twitter: @Idar19
    Kota: Dayeuhluhur, Cilacap.

    Jika saya jadi Cinta, akankah menunggu Rangga selama 14 tahun?

    Jika perasaan itu begitu kuat, segala cara untuk melupakan Rangga sudah dilakukan bahkan waktu. tapi jika rasa itu tetap saja bercongkol di hati. Tentu saja aku akan menunggu Rangga dengan do’a dan kepercayaan. Karena pasti ada alasan kenapa rasa itu tidak hilang. Bisa jadi Ranggapun merasakan hal yang sama. Karena cowok dengan karakter seperti Rangga biasanya setia pada satu pujaan hati.
    Aku pun tak bisa hidup dengan orang lain untuk berpura – pura aku mencintai orang itu padahal yang memenuhi seluruh hati aku adalah Rangga.

  20. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Domisili: Bekasi
    Link share:https://twitter.com/She_Spica/status/724779574341439488

    Kita mungkin bisa menunggu seberapa lama pun Rangga pergi. Namun usia, permintaan orang tua yg ingin segera menimang cucu, bahkan omongan para tetangga tentu saja menjadi kendala besar dalam proses menunggu itu. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa batas aman dan matang wanita menikah itu brumur 25 -27 tahun dan kita jg mempunyai masa menopouse yg membatasi diri kita untuk bereproduksi.
    Rangga bukan satu2nya orang baik d dunia ini. Jika dalam proses penantian yg menjengahkan muncul orang yg lebih baik dan siap membawa kita ke pelaminan, kenapa engga?? Lelaki mungkin gampang meminta kita untuk menunggu mereka karena batas matang usia mereka untuk menikah adalah 27 tahun keatas. Sementara kita adalah makhluk yg membutuhkan kepastian. Kita tak bisa menunggu selamanya untuk hal yg tidak pasti. Belum lagi dgn kemungkinan ternyata Rangga sudah memiliki kekasih lagi d tempatnya berada sana.
    So, masih mau menunggu? Be smart girl! 😊

  21. Nama : mia antina
    Twitter : @miamiamiamoy
    Kota : Banyuwangi

    Ehem..menunggu ketidakpastian itu adalah sebuah hal yg melelahkan. Jika aku jadi cinta, waktuku gak akan aku buang percuma untuk menunggu ketidakpastian itu. Lebih berfikir real aja, jika rangga emang mencintai cinta dia gak akan ngebiarin cinta nunggu selama 14th dan bukankah itu artinya dia sudah menghianati janjinya yg katanya mau datang dalam 1purnama?
    Menunggu ketidakpastian itu hampir selevel dg mengharap ketidakpastiaan. Tingkat percumanya sama..jadi sia-sia. So,I say Big no to waiting for rangga😉

  22. Nama: mia antina
    Twitter : @miamiamiamoy
    Kota : Banyuwangi

    Ehem..menunggu ketidakpastian adalah sebuah hal yang melelahkan. Jika aku jadi cinta,aku gak akan menghabiskan waktuku hanya untuk menunggu ketidakpastian. Kalau memang rangga mencintai cinta,dia gak akan membiarkan cinta buat nunggu selama 14tahun dan bukankah itu tandanya rangga sudah mengingkari janjinya yang katanya akan datang dalam 1purnama?
    Untuk menepati janjinya saja rangga sudah tidak mampu? Bagaimana mungkin dia bisa dipercaya untuk menjaga hatinya?
    So,I will say Big No to waiting for rangga.🙂

  23. Nama : ailina
    Akun Twitter : @ailina85
    Kota : Probolinggo

    jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?

    Aq? Nunggu 4 tahun aja udah berjuta rasanya, apalagi 14 tahun, yang ada malah ditanya terus sama orang tua kapan nikahnya.
    Bisa-bisa nanti malah dijodohin😀
    Apalagi setelah nunggu 14 tahun si Rangga-nya jangan-jangan udah nikah sama orang lain, huhuhu…
    Jadi jawabannya : ENGGAK
    Masih banyak cowok keren yang oke diluar sana yang bisa lebih ngasih kepastian..🙂

    NB : malu sama umur nih ngikut GA yang ini😀

  24. Nama : Saskia Q
    Akun twitter : @KimbumSaskia
    Kota : Kendari

    Jika saya menjadi cinta, saya akan menunggunya walau hingga empat belas tahun, karena jika Rangga memang cinta sejati saya, maka cinta yang ada dalam hati saya takkan pernah pupus dengan begitu mudahnya.
    Namun, saya juga akan bergantung pada takdir. Jika memang Rangga ditakdirkan untuk saya. Maka, setelah empat belas tahun, dia pasti datang untuk saya dan saya pula akan datang untuk menyambutnya. Tetapi, jika takdir berkata lain, pasti ada saja aral halangan agar tidak menyatukan kami.

  25. Nama: Ratna Nur Oktavina Sari
    Twitter: @happyfamily27
    Domisili: Kota Malang, Jawa Timur

    Kalau Rangga memang layak untuk saya tunggu (sebagai Cinta), kenapa tidak? Hati yang tahu apakah Rangga layak untuk ditunggu atau tidak. Hati yang bisa merasa, yakin atau tidak, percaya atau tidak terhadap seorang Rangga, dan,,, seandainya saya sudah tak sabar dalam penantian, ingin tahu kabarnya, mungkin saya akan mulai kepo: mencari tahu tentangnya, mungkin lewat keluarga atau kerabatnya (meskipun kerabat yang hubungannya jauh sekali). Intinya mencari segala petunjuk tentang Rangga. Lama-kelamaan apabila ditelusuri dari sudut yang jauh pasti akan sampai juga ke ujung lain yang lebih dekat, jika memang sudah ditakdirkan. Lagipula empat belas tahun itu periode waktu yang lama, ada banyak kesempatan disana. Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan.

    By the way, terimakasih telah mengadakan giveaway ini, Kak.

  26. Nama : Saskia Q
    Akun twitter : @KimbumSaskia
    Kota : Kendari

    Jika saya menjadi cinta, maka saya akan menunggunya walau hingga empat belas tahun, karena jika Rangga memang cinta sejati saya, maka cinta dalam hati saya takkan pernah pupus dengan begitu mudahnya. Namun, saya juga akan bergantung pada takdir. Jika memang Rangga ditakdirkan untuk saya. Maka, setelah empat belas tahun, dia pasti akan datang untuk saya dan saya pula akan datang untuk menyambutnya. Tetapi, jika takdir berkata lain, pasti ada saja aral halangan agar tidak menyatukan kami.

  27. Nama : Saskia Q
    Akun twitter :@KimbumSaskia
    Kota : Kendari

    Jika saya menjadi Cinta, saya akan menunggunya walau hingga empat belas tahun, karena jika Rangga memang cinta sejati saya, maka cinta yang ada dalam hati saya takkan pernah pupus dengan begitu mudahnya. Namun, saya juga akan bergantung pada takdir. Jika memang Rangga ditakdirkan untuk saya. Maka, setelah empat belas tahun, dia pasti akan datang untuk saya dan saya pula akan datang untuk menyambutnya. Tetapi, jika takdir berkata lain, pasti ada saja aral halangan agar tidak menyatukan kami.

  28. Nama : Saskia Q
    Akun twitter : @KimbumSaskia
    Kota : Kendari

    Jika saya menjadi Cinta, saya akan menunggunya walau hingga empat belas tahun, karena jika Rangga memang cinta sejati saya, maka cinta yang ada dalam hati saya takkan pernah pupus dengan begitu mudahnya. Namun, saya juga akan bergantung pada takdir. Jika memang Rangga ditakdirkan untuk saya. Maka, setelah empat belas tahun, dia pasti akan datang untuk saya dan saya pula akan datang untuk menyambutnya. Namun, jika takdir berkata lain, pasti ada saja aral halangan agar tidak menyatukan kami.

  29. Nama : Asep Nanang
    Akun twitter : @asepnanang59
    Kota : Sumedang
    Link share: https://twitter.com/asepnanang59/status/725097904260665345

    Jawaban:
    Menunggu Rangga selama 14 tahun, hmm. Karena saya adalah laki-laki maka akan lebih baik jika saya nungguin cinta aja kali ya, he (dikemplang pemilik blog). Hmm, baiklah saya akan mengambil sudut pandang cinta. Sebenarnya masalah menunggu itu bukan masalah mau atau tidak mau. Beberapa orang yang menunggu justeru bukan karena mereka memang mau, tetapi karena menunggu merupakan sesuatu yang dibutuhkan. Cintalah yang membuatnya menunggu, karena sesungguhnya yang ditunggu cinta bukanlah Rangga melainkan cintanya sendiri yang ada dalam jiwa Rangga.

  30. Neneng Lestari
    @ntarienovrizal
    Aceh

    Aku jadi cinta? Realistis aja kaleee … cowok mah 14 tahun kemudian makin keluar aura kegantengannya. Apalagi kalau punya gelar dan pekerjaan yang patut di banggakan. Jangankan cinta, anak ABG pun bisa takluk sama cowok kayak rangga. Nah cewek, 14 tahun kemudian mau jadi apa? Udah keduluan menopose, syukur2 kalau laku, kalau gak ….

    Jadi aku gak bakal milih nunggu. …..

  31. Nama : Heni Susanti
    Akun Twitter : @hensus91
    Kota Tinggal : Pati – Jawa Tengah

    “Jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?”

    IYA! Di luar semua hal yang ada pada Rangga, tatapan mata yang tajam, senyumnya yang melelehkan, dan suara beratnya, aku adalah tipe orang yang harus diberi kepastian. Aku tidak bisa meninggalkan sesuatu sekecil apapun sebelum tahu pasti bagaimana hasilnya. Seperti yang diceritakan dalam film, Rangga dan Cinta berpisah tanpa mengucapkan kata cinta tapi Rangga mengatakan akan kembali dan secara tersirat berarti meminta Cinta menunggu. Maka sebagai Cinta aku akan menunggu. Menantikan kepastian hubungan kami. Entah itu perasaanku masih sama atau tidak aku tetap tidak akan bisa menerima orang baru jika masih ada satu ketidakpastian hubunganku dengan orang lain. #pengalamanpribadi😀

    Mungkin memang akan menyakiti dan merugikanku sendiri, tapi jika aku menjadi Cinta hal itulah yang akan kulakukan. Aku tetap tidak akan bisa memaksakan diri untuk menerima orang lain meskipun jelas orang itu lebih segala-galanya dari Rangga. Karena begitulah aku. Mau bagaimana lagi?😉

    Demikian. Semoga Rangga akan benar-benar kembali padaku. Aku ‘kan Cinta.😀
    Terima kasih.

  32. Nama: Shinta Amelia
    Domisili: Bekasi
    Twitter: @S130596

    “Jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?”

    Kalau aku jadi Cinta…. aku gak mau munafik deh kak, jangankan nunggu selama 14 tahun, wong disuruh nungguin orang 4 jam aja aku sewot.
    Hehehe
    Becanda
    Yang seriusnya begini, aku gak akan nungguin Rangga karena aku perempuan yang realistis. Aku gak akan mampu menggantungkan nasib dan kebahagiaanku selama itu pada orang yang… belum tentu juga berjodoh denganku. Apalagi Cinta itu cantik, easy going dan digilai banyak lelaki. Pasangan yang hidup bertahun-tahun selalu bersama saja perasaanya terhadap satu sama lain bisa berubah seiring waktu, cinta bisa luntur… apalagi yang dipisahkan sejauh setengah lingkaran dunia ini dan tanpa ada komunikasi sama sekali? Sesetia apapun aku, pada akhirnya aku pasti akan menuntut sebuah kepastian juga. Aku nggak mau menjalani hidup dengan terus bertanya-tanya, “akankah Rangga kembali? apakah dia di sana sudah punya seseorang yang mengantikan aku? mungkinkah Rangga masih mencintaiku?” Lelah. Karena ini menyangkut masa depan, aku gak bisa jadi apatis. Aku gak mau karena stuck di Rangga akhirnya aku jadi melewatkan banyak kesempatan untuk menemukan Mr. Right yang mungkin saja menjadi jodoh dalam hidupku. Aku cuma gak mau berharap terlalu muluk, dan ingin menikmati hidup semaksimal mungkin selagi masih bisa.

    Karena Rangga, hidup di Indonesia dengan kondisi masyarakatnya yang superkepo dan hobi nanya “kapan nikah?” mulu setiap lebaran itu sungguh bukan sesuatu yang menyenangkan untuk dilalui.

    Jadi, Rangga… kalau kamu perginya empat puluh delapan bulan mungkin akan aku pertimbangkan untuk tetap setia nungguin kamu.

    Lagipula, Rangga… Kita kan nggak hidup di dunia peri yang senantiasa menjanjikan happy ending di setiap akhir kisahnya. Kisah kita, bisa saja berbeda.

    ***
    Eakkk. Ngaco ini😄
    Maaf ya kak Luckty aku baper :’)

  33. Nama: Junita Eka Lestari
    Twitter: @junitaaels
    Domisili: Jakarta

    Jawaban:

    Jawabanku, ya. Mungkin juga tidak. 14 tahun bukanlah waktu yang singkat, terlebih untuk menunggu.

    Semua ku kembalikan pada hatiku. Selama hatiku masih berada di tempat yang sama, maka aku akan menunggunya karena aku percaya bahwa dia kembali. Tapi, jika suatu hari nanti ada seseorang yang lain yang mampu membawa hatiku pergi bersamanya, maka aku akan berhenti, berhenti dari ketidakpastian-ketidakpastian yang selalu membelengguku.

    Sebagai wanita normal, tentunya aku ingin membangun bahtera rumah tangga bersama orang yang kucintai, lalu hidup bahagia bersama anak-anak kami. Namun, bila ia tak jua datang menghampiri, apakah aku harus tetap menunggunya hingga aku menua? Memangnya dia akan tetap mencintaiku–sebagaimana aku mencintainya? Jika iya, bahagialah aku. Jika tidak? Ya, matilah aku.

    Dalam urusan cinta, aku masih mampu menggunakan logikaku dengan baik. Jadi, aku takkan menutup hati atau mencoba untuk tuli terhadap suara-suara disekitarku. Jika nanti bahagiaku bukanlah Rangga, maka aku akan menerima, meski aku tak tahu apakah aku akan menyesalinya atau tidak.

    Dan semuanya akan ku serahkan pada Tuhan, karena Dia-lah Sang Maha Cinta, Dia yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Tuhan sudah sangat baik mengatur hidupku, aku takkan memaksa bila memang sudah takdirku karena selama apapun aku menunggu jika Tuhan berkata ‘tidak’ maka kami tidak akan pernah bersama. Lagipula, jodoh takkan kemana, sekeras apapun aku membuka hati dan berusaha untuk berhenti, selama itu pula Tuhan akan menghalangi. Jika dia memang takdirku, maka kami akan kembali bersama, selamanya. Tentunya, pengorbananku selama ini tidaklah sia-sia.

    *** Astaga, gue ngomong apaan barusan? Geli sendiri hahahah.

  34. Nama : Fadilla Sukraina
    Twiter : @fadilla_skrn17
    Link share : https://twitter.com/Fadilla_skrn17/status/725239335172218880
    Domisili : Surabaya

    Jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?

    Jika saya jadi Cinta, saya tidak akan naif. Saya bisa saja bilang jika saya akan menunggu Rangga selama 14 tahun. Tapi, dalam waktu menunggu yang sangat lama itu, pasti ada laki-laki lain yang hadir dalam hidup Cinta. Tidak mungkin tidak. Perempuan selalu butuh sosok laki-laki di sisinya. Dan, saat Rangga tidak ada, Cinta pasti mencari orang lain. Sebut saja: pelarian.

    Sebagai perempuan, Cinta tidak boleh lemah. Dia harus bisa memberikan perebutan dominasi dalam hubungan. maka, jika Rangga pergi, ya sudah. Cinta tidak perlu menghabiskan 14 tahun hidupnya untuk menunggu Rangga yang belum pasti dengan perasaan galau. Lagipula, Cinta cantik dan menarik. Pasti masih banyak laki-laki yang menginginkannya. Hidupnya pun masih panjang dan dia tidak boleh kalah hanya karena laki-laki seperti Rangga.

    Namun, hati Cinta akan tetap ada untuk Rangga. Tidak mungkin tidak. Perasaan sebesar itu tidak akan semudah itu untuk dilupakan. Setelah 14 tahun, Cinta bisa saja sudah memiliki laki-laki baru dan menikah, atau bahkan memiliki anak. Namun, jika suatu saat Rangga kembali, dia pasti akan memilih Rangga. Kenapa? Karena Cinta cuma cinta pada Rangga.

    Mungkin kedengarannya jahat sekali. Tapi, mau bagaimana? Perasaan tidak bisa dibohongi, kan?

    Jadi, jika ditanya sekali lagi, Jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!? Ya, saya akan menunggunya. Namun, saya tidak akan menjadi perempuan lemah yang galau, sering menangis, mudah baper jika teringat, dan sikap-sikap semacam itu. Walaupun sedang menunggu, hidup saya akan terus berjalan. Kalau suatu saat nanti Rangga kembali, ya Alhamdulillah. Kalau tidak, ya tidak apa-apa. Laki-laki di dunia ini masih banyak. Lagipula, jika memang jodoh, sejauh apa Rangga pergi, dia tahu akan pulang ke mana: Cinta. Begitu pula dengan Cinta.

    Saya ingat quote ini dari suatu novel. Kira-kira bunyinya begini: “Seseorang bisa memilih akan menikah dengan siapa, tetapi dia tidak bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa.”

    Sekian. Semoga saya bisa dapat bukunya. Makasii😊

  35. Nama: Asri Ayu Kurniasari
    Twitter: @asri_ayuk
    Domisili: semarang

    “Jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?”

    Jika selama 14 tahun tersebut Rangga rutin menjalin komunikasi denganku pastinya aku akan menunggunya dengan segala konsekuensinya. Jika waktu 14 tahun itu kita tidak intens melakukan komunikasi baik lewat SMS, Telp, Socmed dll dengan logika pastinya aku akan tinggalkan dia dengan kesibukanku disini, rutinitasku sehari-hari. Tapi jika Allah mengijinkan pasti kita akan bertemu lagu suatu saat. KArena jodoh tidak akan kemana kalau Allah sudah mengatur & menggariskannya

  36. Arie Pradianita | @APradianita | Sukabumi

    Tentu saja tidak, saya pernah mengalami apa yang dialami oleh Cinta —> MENUNGGU! Saya menunggu 5 tahun 3 bulan, namun takdir berkata lain dan saya HARUS mengikhlaskannya menikah dengan orang lain! Belajar dari pengalaman saya maka saya tidak akan LAGI menyia-nyiakan umur saya untuk menunggu seseorang selama bertahun-tahun lamanya, tidak ada kepastian! Sangat disayangkan menyia-nyiakan umur kita, masa muda itu waktunya singkat! Apabila kita melihat teman-teman seangkatan kita telah menikah dan memiliki anak, sedangkan kita hanya diam di tempat menunggu seseorang yang tidak pasti! Apakah kalian tidak mau berkeluarga? TENTU SAJA MAU SEKALI! Yang namanya jodoh itu, pasti dipermudah oleh Allah SWT.! Seperti sahabat saya, ia menikah dengan suaminya hanya dalam jangka waktu 2 bulan semenjak pertemuan sampai akhirnya menikah! Hubungan mereka MULUS seperti jalan tol dan dilancarkan oleh Allah SWT., hati mereka dimantapkan untuk dipersatukan di pelaminan dan keluarga mereka berdua pun ridho dengan pernikahan mereka! 14 tahun itu separuh dari umur masa muda kita, masih banyak ikan di lautan! So, Cinta harus #MoveOnGarisKeras! Lagipula, wanita memiliki jangka waktu tertentu untuk masa kesuburannya melahirkan anak! Apakah Cinta mau menjadi perawan tua? TENTU SAJA TIDAK! Lelaki yang BAIK tidak akan membiarkan cintanya menunggu selama belasan tahun tanpa ada keep in touch by phone or any technology which is relevant for their communication, Cinta needs to use her logic ’cause LOVE IS NOT BLIND!

    Maaf jadi curhat dan emosi teringat pengalaman masa lalu yang PAHIT, sepahit empedu ayam!

  37. Arie Pradianita | @APradianita | Sukabumi

    TENTU SAJA TIDAK, saya pernah mengalami apa yang dialami oleh Cinta → MENUNGGU! Saya pernah menunggu selama 5 tahun 3 bulan, namun takdir berkata lain dan saya harus MENGIKHLASKANNYA menikah dengan orang lain! Belajar dari pengalaman PAHIT saya, maka saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak akan pernah LAGI menyia-nyiakan umur di masa muda saya! Sangat disayangkan sekali masa muda berlalu begitu saja, tanpa ada kepastian menuju bahtera rumah tangga! Pengorbanan selama bertahun-tahun pupus sudah, penyesalan tidak akan memutarbalikan sang waktu! Melihat teman seangkatan kita sudah menikah dan memiliki beberapa orang anak, sedangkan kita hanya diam di tempat menunggu bertahun-tahun bahkan belasan tahun sesuatu dan seseorang yang tidak pasti! Apakah kalian tidak mau berkeluarga? PASTI MAU SEKALI! Yang namanya jodoh itu pasti dipermudah oleh Allah SWT., seperti sahabat saya yang telah menikah dengan suaminya hanya dalam jangka waktu 2 bulan semenjak pertemuan sampai akhirnya menikah! Hubungan mereka dilancarkan oleh Allah SWT. dan keluarga mereka berdua meridhai, SEMULUS jalan tol! 14 tahun itu separuh dari umur di masa muda kita, jangan disia-siakan hanya untuk menunggu seseorang belasan tahun lamanya! So, Cinta harus #MoveOnGarisKeras! Masih banyak ikan dilautan, mudah sekali untuk wanita sekelas Cinta mendapatkan lelaki yang mencintainya lebih tulus daripada Rangga! Lelaki yang baik tidak akan pernah membiarkan kekasihnya menunggu belasan tahun tanpa kepastian, without keep in touch by phone or any communication technology! Apakah Cinta mau menjadi perawan tua? TENTU SAJA TIDAK! Lagipula, wanita memiliki jangka waktu kesuburan pada umur tertentu saja untuk memiliki anak! So, think about it Cinta!

    Maaf jadi curhat dan emosi teringat masa lalu yang PAHIT, sepahit empedu ayam!

  38. Nama : M. Sulhan Habibi
    Twitter : @SulhanHabibi
    Kota : Maros, Sulsel

    Pertanyaannya adalah jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?

    Jadi Cinta?
    Aku jadi Cinta nih? Oke deh, cyiiin..
    Cucok deh eike, yuuuk… #Abaikan

    #serius
    Kalau aku jadi Cinta tentu saja aku gak bakal menunggu Rangga selama 14 tahun. Terlalu lama dan terlalu banyak waktu yang terbuang percuma jika memang ‘berniat’ untuk menunggu Rangga.

    14 tahun itu bukan waktu yang sebentar lho. Telah banyak fase kehidupan yang telah kita jalani rentang waktu tersebut, dari remaja menjadi dewasa (bahkan mungkin orang tua). Jika dia berjanji untuk berjanji untuk kembali dalam jangka waktu satu purnama, sedangkan dia melanggar janjinya, apakah memang pantas untuk ditunggu?
    Lebih baik sih melanjutkan hidup. Banyak kok hal-hal yang bisa dikerjakan selama rentang waktu 14 tahun tersebut.
    Apalagi untuk seorang wanita. Wanita itu butuh tindakan, kepastian, dan bukti nyata, bukan hanya janji-janji. Banyak lho yang aku kenal para wanita lebih memilih menikah bersama orang lain yang lebih memberikan kepastian untuk menikahinya dibandingkan hanya berjanji dan membuat si wanita menunggu.

    Lain soal jika memang selama 14 tahun tersebut Cinta memang tidak berniat menunggu Rangga. Selama 14 tahun Cinta melanjutkan hidup, namun belum memiliki tambatan hati/pasangan. Ketika Rangga kembali selama 14 tahun dan memenuhinya janjinya kepada Cinta, kenapa tidak? Terima saja sih. Sama-sama suka juga😛

    Tapi, sekali lagi aku tekankan, jika aku jadi Conta dan selama 14 tahun aku “berniat/berjanji/bertekad” untuk menunggu Rangga? Tentu saja aku menjawab “GAK BAKAL AKU TUNGGUIN”

    **

    Terima kasih atas GA-nya
    wish me luck (again)!

  39. Nama : Tri
    Twitter : @tewtri
    Domisili : Ciamis

    Ketika mengetik jawaban untuk pertanyaan ini, sebenarnya saya juga sedang menunggu. Sudah hampir 9 tahun, itu berarti kalau saya jadi cinta masih kurang lima tahun lagi lah ya😀
    Saya memutuskan untuk menunggu, tidak mudah memang apalagi dalam tempo waktu sepanjang ini tapi toh buktinya sampai hari ini saya masih percaya dan sanggup. Saya menunggu karena dia pantas buat ditunggu. Saya menunggu karena saya meyakini bila ini akan ada akhirnya, bahagia ataupun tidak khusus bagi saya itu urusan kedua. Yang penting, saya melakukan apa yang saya bisa perbuat dan memang sepantasnya saya lakukan. Waktu yang saya gunakan ini tidak akan pernah kembali, tapi toh saya tetap percaya kalau dia akan kembali. Selagi kepercayaan ini masih ada, 14 tahun pasti mampu saya taklukan. Pede mode on haha

  40. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Kota Tinggal : Purwakarta – Jawa Barat

    “Jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?”

    Sepertinya tidak. 14 tahun itu bukan waktu yang sebentar dan untuk masalah hati siapa yang tahu. Bisa saja perasaanku untuk Rangga berubah, dan bisa jadi perasaan Rangga untukku juga berubah. Cinta sejati tidak mungkin bisa berubah dan hilang begitu saja, mereka pasti setia, memang benar. Tapi jika Rangga menghilang selama 14 tahun tanpa kabar dan aku hanya diminta menunggu, hubungan kami tidak jelas jadinya. Lalu, apakah setelah 14 tahun berlalu kami akan tetap bertemu? Belum tentu juga kan. Waktu satu hari saja mampu merubah segalanya, apalagi 14 tahun.

    Tapi jika dalam jangka waktu 14 tahun kami masih sendiri, masih ada ketertarikan, dan bisa bertemu kembali. Itu persoalan yang berbeda.

  41. Restu Ummu Adzaniar Solikhah | @ummu_ren | Purbalingga – JaTeng

    Saya akan menunggu. Menunggu bukan hnya tntang waktu tpi jg kesabaran. Sabar menunggu seseorang yg mnjdi cinta sejati. Waktu 14th memang lma, namun sya tetap brusaha menunggu seseorang yg sgt brarti bgi sya. Jika memang d takdirkn brsama, penantian slama ini akn brakhir bhagia. Namun jika tdk, sya tdk akn menyesal menunggu Rangga, bhkan smpai sya tutup usia Rangga tetap mnjdi seorang kekasih hati. Sya akn slalu mndo’akn yg trbaik utk Rangga.

  42. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    kota tinggal: Serang

    Pertanyaannya adalah jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?

    Aku akan menunggu jika kami masih tetap terus berhubungan via telepon, skype dll.
    Namun jika tidak pernah keep in touch, apalagi tanpa kabar berita, rasanya aku tidak bisa menjadi orang yg sesabar itu. Hidup dalam penantian tanpa kepastian dan juga tanpa tahu bagaimana keadaan orang yg dinanti, rasanya akan sangat tidak nyaman, dan keragu-raguan akan senantiasa muncul. Dan aku tidak akan bertahan untuk sesuatu yg membuat aku ragu-ragu.

  43. Restu Ummu Adzaniar Solikhah | @ummu_ren | Purbalingga-JaTeng

    Saya akan menunggu. Menunggu bkan hnya tntang waktu tpi jg ksabarn. Sabar menunggu seseorg yg mrupkn cinta sejati. Waktu 14 th memang lma,nmun sya ttap brusha mnunggu org yg sgt brarti bgi sya. Jka memang d takdirkn brsma,pnantian slama ini akn brakhir bhagia. Nmun jka tdk,sya tdk mnyesal mnunggu Rangga smpai kpanpun bkhn smpai sya tutup usia Ia ttap mnjdi kekasih hati. Cinta sejati tdk hrus memiliki. Sya akn slalu mndo’akn yg trbaik utk Rangga

  44. Restu Ummu Adzaniar Solikhah | @ummu_ren | Purbalingga-JaTeng

    Saya akan menunggu. Menunggu bkan hnya tntang waktu tpi jg ksabarn. Sabar menunggu seseorg yg mrupkn cinta sejati. Waktu 14 th memang lma,nmun sya ttap brusha mnunggu org yg sgt brarti bgi sya. Jka memang d takdirkn brsma,pnantian slama ini akn brakhir bhagia. Nmun jka tdk,sya tdk mnyesal mnunggu Rangga smpai kpanpun bkhn smpai sya tutup usia Ia ttap mnjdi kekasih hati. Cinta sejati tdk hrus memiliki. Sya akn slalu mndo’akn yg trbaik utk Rangga…

  45. Nama: Anggraeni Rosita Damayanti
    Twitter: @Rosita06_
    Kota: Magelang, Jawa Tengah

    Kalau saya jadi Cinta, saya tak akan munafik dengan serta-merta melupakan Rangga begitu saja. Walaupun sampai bertahun-tahun sosok Rangga tetap akan menempati sudut istimewa di hati Cinta. Rangga memang ganteng, Rangga memang cuek dan kadang menyebalkan. Tapi menurut saya, Cinta mencintai Rangga bukan karena itu, Cinta mencintai Rangga karena Rangga bisa membuat Cinta nyaman dan bisa menjadi dirinya sendiri.

    Jika saya menjadi Cinta apakah saya akan menunggu Rangga? (Sebentar saya membayangkan menjadi Cinta dulu, aduh kok saya jadi geli, nggak pantes, hehehe..). Menunggu atau Tidak? Satu tahun, dua tahun, tiga tahun, saya mungkin akan tergoda untuk menunggu (Mengingat surat Rangga yang diberikan di saat-saat terakhir AADC1). Tapi 14 tahun, Apakah akan menunggu? Jawaban saya adalah TIDAK, 14 tahun terlalu lama untuk menunggu seseorang, sekalipun orang itu amat sangat istimewa bagi saya. 14 tahun tanpa kabar, sungguh teramat jahat (seperti yang dibilang CInta di teasernya). Kalau memang Rangga serius dengan Cinta paling tidak dia akan mengirimkan kabar, pakai surat lah, sms, atau kepo ke sosmednya Cinta kan bisa. Minimal Rangga satu kali saja mengirimkan kabar selama rentang 14 tahun pada Cinta, satu kabar mungkin akan menguatkan Cinta untuk menunggu Rangga bertahun-tahun. Karena satu kabar bisa meyakinkan bahwa ada seseorang yang menunggu di belahan bumi lain di sana. Tapi kalau tanpa kabar, rasanya terlalu mustahil untuk setia menunggu. Pasti dalam rentang waktu itu banyak laki-laki yang menghampiri (Secara seorang Cinta, gak mungkin gak ada yang naksir). Kalau ada laki-laki lain yang bisa membuat Cinta nyaman, kalau saya sebagai Cinta mungkin saya akan menerima. Urusan Rangga? Karena Rangga tanpa kabar, saya anggap Rangga bukan jodoh. Kalau pun harus bertemu kembali dan jatuh cinta lagi dengan Rangga biar jadi urusan takdir.

    Jadi intinya TIDAK UNTUK MENUNGGU 14 tahun terlalu sia-sia kalau menunggu orang yang tak pernah memberi kabar, sekalipun orang itu seganteng Rangga. (Maaf komennya panjang🙂 )

  46. nama : Rini Cipta Rahayu
    akun twitter : @rinicipta
    kota tinggal : Karangasem, Bali

    Kalau aku jadi Cinta, aku pasti tidak bisa sehebat dia! Cinta sangat tegar dan percaya pada harapan. Banyak orang tidak suka menunggu apalagi tanpa kepastian seperti yang dialami oleh Cinta. Empat belas tahun itu bukanlah waktu yang singkat. Selama periode itu, bukan nggak mungkin terjadi banyak perubahan dalam diri Cinta maupun Rangga. Mungkin aja mereka juga nggak memiliki perasaan yang sama, at least nggak sekuat perasaan kita yang dulu.
    Aku mungkin akan membiarkan diriku mengikuti setiap rangkaian peristiwa dalam hidupku tanpa Rangga. Jika ada seseorang spesial, mungkin aku akan menerima harapan baru yang dia tawarkan. Aku akan melanjutkan hidupku. Entah bagaimana skenarionya. Takdir mungkin saja memisahkan kami, tapi bukan tidak mungkin akan menyatukan kami lagi di lain waktu. Kemungkinan Rangga kembali dan kembali bersamaku lagi 50:50. Yang nggak bisa aku bayangkan adalah ketika dia kembali, jawaban apa yang akan aku beri? *eeeaa*

  47. Nama : Dhita Ayu Pramesti
    Twitter : @dditayp
    Kota : Cimahi

    Jika saya jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?! Jawaban klisenya mungkin saya akan menjawab; biarkan takdir membawa kemana kami singgah😦 Tapi, walau bagaimanapun, jika saya menjadi Cinta, saya yakin sekali tidak akan menunggu Rangga. Untuk apa saya menunggu janji seseorang yang tidak menepati janjinya sendiri? Lost contact lebih dari sepuluh tahun, dan jika saya memilih sendiri untuk menunggu sesuatu yang kurang pasti adalah suatu kesia-siaan. Meskipun dalam hati saya masih ada cinta untuk Rangga, tapi tidak menutup kemungkinan untuk mencoba suatu hubungan dengan orang lain. Saya tidak ingin berandai-andai, sendainya Rangga datang, jseandainya Rangga menemuiku saat ini, halah tapi percayalah, saya amat tidak suka dengan kata “seandainya”. Biarlah, jika saya nantinya akan menikah dengan orang lain, mungkin kisah manis saya dan Rangga akan menjadi kisah yang akan saya bawa sampai mati. tidak akan saya lupakan tidak juga saya geluti untuk menangis meratapi Rangga yang tidak kunjung datang.Tapi, satu hal, Rangga menempati tempat pertama di hati ini, tidak menutup kemungkinan untuk kembali padanya tentunya setelah dia memohon-mohon kepada saya. Oh! Tidak! Tidak. saya tidak akan mengandalkan gengsi saya lagi, jika dia ingin menikah dengan saya maka akan saya jawab ya, tapi jtetap jangan harap saya akan kembali jika dia tidak memintanya pada saya. Sakit hati ini mas, pedih, 14 tahun dianggurin, untung gue makin cantik, kalo makin keriput? Mau nikah sama siapa ntar.

    ha ha ha saya baper mba jawabnya :)))

  48. Kurnia Dwi Pertiwi
    @KDP264
    Bekasi, jawa barat

    Kalau aku jadi Cinta, aku nggak bakalan nunggu. Kalau dipikir-pikir 14 tahun umur cinta udah 30an. Masa menjomblo selama itu? Terbukti kan dari film #AADC2 cinta sudah bertunangan –ini aku diceritain karena belum sempet nonton😦 — tapi mungkin hati tidak bisa di bohongin. Cinta mana yang lebih kuat rangga atau tunangannya?

    Semua di serahkan pada takdir. Kalau aku sih tetap untuk tidak menunggu rangga. Tapi jika memang takdir mempertemukan kita berarti kita jodoh. Kalau tidak, biarlah kenangan kita hanya menjadi sebuah cerita. Intinya, selama 14 tahun itu aku nggak bakal diam. Nggak jelas tujuannya apa. Kalau ada yang bikin nyaman kenapa nggak? Toh jodoh kita nggak ada yang tau kalau nggak di coba dulu. Ya, kan? Iya aja biar aku menang😀

  49. Bintang Maharani
    @btgmr
    Palembang

    Jika kamu jadi Cinta, apakah kamu akan menunggu Rangga selama 14 tahun?

    Nggak mau ah!😛

    Sebenarnya kan Cinta mana tahu kalau dia ternyata akan menunggu selama 14 tahun. Oh, come on, 14 tahun itu bukan waktu yang sebentar. Ibaratnya usia seorang anak, udah puber dan mungkin udah punya pacar juga deh di umur segitu.
    Kalau saya jadi Cinta pun, dari awal saya nggak mau menunggu Rangga tanpa kejelasan atau kepastian sama sekali. Rangga kan nggak bilang kapan–misalnya berapa tahun lagi–dia akan mempertanyakan cinta saya lagi? Itu pun masih mempertanyakan, bukannya mau langsung ngelamar… #eaaa😄

    Harus semenderita apa saya menahan rindu untuknya?
    Harus berapa banyak cinta yang saya tolak hanya demi dia yang nggak tahu kapan akan pulang?
    Harus sesabar apa saya menunggu dia menepati janji?
    Harus berapa purnama yang saya lewati sampai saya bisa melihat dia kembali?
    Harus sesering apa saya buka lembar puisi terakhirnya hanya untuk meyakinkan diri bahwa dia akan datang sebentar lagi?

    Rangga, yang kamu lakuin ke Cinta itu memang jahat!😦

  50. Ini jika hanya saya adalah Cinta.
    Perumpamaan yang selamanya tidak akan pernah menjadi nyata, sebab saya adalah seorang pria.
    Tapi okay, saya akan mencoba bertransformasi menjadi Cinta, menjadi perempuan yang diidolakan oleh banyak pria di kehidupan nyata (Siapa coba pria yang tak melirik kecantikan alami sekaligus keanggunan Dian Sastro?).

    Kalau saya adalah Cinta, saya TIDAK akan menunggu Rangga sampai selama ini. Empat belas tahun itu lama, entah sudah melewati berapa purnama, dan juga Rangga tak pernah memberikan kabar apapun. Tak ada kata selain baj*ngan untuk pria pemberi harapan palsu seperti itu. Apalagi yang di PHP adalah saya, Cinta. Cewek paling hits selama tahun 2002, dan ke-hits-an tersebut berubah menjadi ketenaran sampai sekarang.

    Pria di duni ini banyak, yang lebih ganteng dari Rangga sejagat, yang lebih cool juga tak terhitung. Apalagi yang jago bikin puisi, buaaanyak. Jadi, buat apa menunggu Rangga?

    Apa yang mau diharapkan?
    Kabar pun tak ada.
    Bayangkan saja, jika saya (baca: Cinta) benar-benar menunggu Rangga, tapi ternyata di belahan dunia yang lain Rangga telah menemukan dambaan hatinya, sudah menikah, sudah melupakan Cinta di Indonesia, Cinta bisa apa?

    Cuma bisa gigit jari, kan?

    Ini juga seandainya saya Cinta ya, keberanian untuk melupakan seorang Rangga yang–ya… bisa dikatakan sosok pria idaman semua wanita–bukan tanpa sebab. Cinta itu cantik, anggun, hits, tenar, dan semua yang diinginkan pria dari seorang wanita ada padanya. Jadi, kalau Cinta masih menunggu Rangga sampai EMPAT BELAS TAHUN, berarti pikiran Cinta sedang konslet.

    Cinta yang smart tidak mungkin melakukan hal yang demikian bodoh.

    At the last, harusnya tuh Rangga yang menunggu Cinta. Bukan sebaliknya. Seganteng-gantengnya seorang pria, ia tetap harus memperjuangkan cinta. Berbeda dengan wanita, jika sosoj wanita itu mendekati sempurna (sebut saja Cinta), tak perlu memperjuangkan cinta pun sudah banyak yang antre untuk membina rumah tangga.

    Ibnu Majah
    @ibnu_berkicau
    Boyolali, Jawa Tengah

  51. Ini jika hanya saya adalah Cinta.
    Perumpamaan yang selamanya tidak akan pernah menjadi nyata, sebab saya adalah seorang pria.
    Tapi okay, saya akan mencoba bertransformasi menjadi Cinta, menjadi perempuan yang diidolakan oleh banyak pria di kehidupan nyata (Siapa coba pria yang tak melirik kecantikan alami sekaligus keanggunan Dian Sastro?).

    Kalau saya adalah Cinta, saya TIDAK akan menunggu Rangga sampai selama ini. Empat belas tahun itu lama, entah sudah melewati berapa purnama, dan juga Rangga tak pernah memberikan kabar apapun. Tak ada kata selain baj*ngan untuk pria pemberi harapan palsu seperti itu. Apalagi yang di PHP adalah saya, Cinta. Cewek paling hits selama tahun 2002, dan ke-hits-an tersebut berubah menjadi ketenaran sampai sekarang.

    Pria di dunia ini banyak, yang lebih ganteng dari Rangga sejagat, yang lebih cool juga tak terhitung. Apalagi yang jago bikin puisi, buaaanyak. Jadi, buat apa menunggu Rangga?

    Apa yang mau diharapkan?
    Kabar pun tak ada.
    Bayangkan saja, jika saya (baca: Cinta) benar-benar menunggu Rangga, tapi ternyata di belahan dunia yang lain Rangga telah menemukan dambaan hatinya, sudah menikah, sudah melupakan Cinta di Indonesia, Cinta bisa apa?

    Cuma bisa gigit jari, kan?

    Ini juga seandainya saya Cinta ya, keberanian untuk melupakan seorang Rangga yang–ya… bisa dikatakan sosok pria idaman semua wanita–bukan tanpa sebab. Cinta itu cantik, anggun, hits, tenar, dan semua yang diinginkan pria dari seorang wanita ada padanya. Jadi, kalau Cinta masih menunggu Rangga sampai EMPAT BELAS TAHUN, berarti pikiran Cinta sedang konslet.

    Cinta yang smart tidak mungkin melakukan hal yang demikian bodoh.

    At the last, harusnya tuh Rangga yang menunggu Cinta. Bukan sebaliknya. Seganteng-gantengnya seorang pria, ia tetap harus memperjuangkan cinta. Berbeda dengan wanita, jika sosok wanita itu mendekati sempurna (sebut saja Cinta), tak perlu memperjuangkan cinta pun sudah banyak yang antre untuk membina rumah tangga.

    Ibnu Majah
    @ibnu_berkicau
    Boyolali, Jawa Tengah

  52. Nama: Celina F. Y.
    Akun twitter: @sampanbiru
    Kota: Tangerang Selatan

    TETAP MENUNGGU TAPI TIDAK MENUTUP HATI
    Sekarang sedang mengalami hal serupa, sudah 2 tahun tanpa kepastian dan kabar.
    Kalau jodoh pasti balik,
    Kalau bukan…
    Berarti harus ada laki-laki lain yg diberi kesempatan masuk di hidupku.

  53. Nama : Agatha Vonilia M.
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Domisili : Jember

    Aku akan tetap menunggu Rangga kok karena perasaan cintaku nggak main-main ke Rangga. Walaupun seumur hidup aku akan tetap menunggu karena jika aku mencintai seseorang aku tidak akan pernah lelah menunggunya dan malah mempersiapkan apa yang akan aku lakukan jika suatu saat akan bertemu dia lagi sikap apa yang harus aku ambil. Apakah Rangga akan tetap cowok sedingin es ataukah dia sudah berubah menjadi cowok yang lebih hangat? Aku malah makin jatuh cinta sama Rangga. Heheee Menunggu kepastian memang sangat membosankan dan menyebalkan, tetapi di balik itu semua aku percaya Rangga akan kembali padaku. Berapapun kilometer jarak memisahkan kita, aku yakin benang merah akan mengikat kita berdua di masa depan.

    Ceiileehhh … #TeamRangga

    Makasiih kak udah bikin baper nungguin si Rangga …

  54. Nama : Leni Marliany
    Akun twitter : @lenimarliany
    Domisili : Indramayu

    Jika aku Cinta ,aku akan menunggu Rangga sampai waktu itu tiba. Aku hanya ingin mengikuti kata hati kecilku dan bukan itu saja aku ingin membuktikan bahwa aku bisa menjaga komitmen cintaku.

    walaupun suatu saat waktu itu tiba Rangga datang dengan Rangga yang berbeda namun aku akan tetap menyampaikan rasaku selama 14 tahun itu. toh kalau jodoh mah nggak kemana, yang penting kita berusaha dan bisa menjaga komitmen & yang pasti positif thingking.

    Pak ustad bilang si.tulang rusuk tidak akan pernah tertukar,Jodoh tidak akan pernah tertukar karena telah ditentukan oleh Allah ta’ala sejak kita di dalam kandungan.🙂

  55. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Kota: Palembang

    Dear Rangga,

    Maafkan aku, Rangga. Aku tidak bisa menunggumu selamanya. Kamu pergi jauh dan tidak memberi kabar apa pun. Kamu pikir aku ini apa? Sekali pun aku menunggu hingga 20 atau 30 tahun lagi, semua tidak akan bisa sama seperti dulu kala saat kita masih remaja dan dimabuk cinta.

    Makin aku tumbuh dewasa, tentu aku makin bisa berpikir bahwa aku tidak bisa terus menggantungkan hatiku padamu. Penantian yang tak kunjung berakhir, apa kamu pernah berpikir berapa banyak air mata yang aku sisihkan untuk perpisahan kita? Aku juga punya hidup sendiri dan harus melanjutkan duniaku, sementara kamu entah sedang apa di belahan dunia sana.

    Rangga, kalau saja kamu dulu beritahu aku kapan kamu akan kembali dan tetap menghubungiku melalui media apa pun, mungkin aku masih bisa membuka hati untukmu. Mungkin aku masih bisa percaya padamu. Mungkin juga aku tidak akan merasa bahwa menunggumu hanyalah membuang-buang waktuku.

    Tertanda,
    Cinta yang kaugantung

  56. nama : Daisy s
    akun twitter : @daisy_skys
    kota tinggal : Semarang

    jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?

    Jika saya adalah cinta maka akan menunggu Rangga .Karena menurut saya Rangga itu pantas untuk ditunggu .Di mana lagi sih saya bisa menemukan cowok seperti Rangga .Dikolong langit mana lagi saya bisa menemukannya ?
    Bahkan jika Rangga adalah Sosok yang dingin, seakan bongkahan gunung es ketika didekati cewek saya nggak perduli .Yang saya tau Rangga itu pria baik .

    Mungkin 14 tahun adalah waktu yang lama .Tapi apa salahnya menunggu .Mungkin 14 tahun kemudian saya akan berubah bukan lagi remaja yang secantik dulu .Saya bisa bertahan dan menunggunya sembari menulis novel ,melakukan pekerjaan yang luar biasa ,mencapai puncak karir saya . Karena Rangga pasti kembali untuk Cinta ,aku yakin itu

  57. nama : Ari
    akun twitter : @Harikun__
    kota tinggal : Semarang

    Kayaknya aku nggak bisa nunggu selama itu deh kak Luckty .Realistis saja deh 14 tahun itu terlalu lama .Mungkin 5 tahun aku masih bisa nunggu itupun pasti nyiksa banget .tapi 14 tahun ? Kayaknya hal itu cuma bakalan terjadi difilm deh ,didunia nyata pasti jarang ada yang mau .

    Baru nunggu 1 tahun ,2 tahun aja pasti kita punya pikiran macam – macam ,takut dia punya yang lainlah ,dia lupain kitalah dan negatif thinking lainnya . Iya kalau 14 tahun itu dia pasti kembali buat kita ,nah kalau setelah 14 tahun itu ternyata dia udah menjalin hubungan dengan orang lain atau bahkan menikah dan udah punya anak .Terus kita gimana dong ? Cuma sia – sia nunggu tanpa hasil ,terus umur juga udah tuaan .Aku aja udah 22 kalau ditambah 14 kan jadi usia 36 .Pasti pihak keluarga udah desak buat buru buru nikah .

    Lagi pula aku nggak bisa jamin selama 14 tahun itu aku bakalan nggaj jatuh cinta .Pasti dong ada perasaan jenuh menunggu dan kita butuh seseorang .

    Jadi maaf ya Rangga aku nggak bisa nunggu kamu .Aku pasti udah jatuh cinta sama orang lain pada 14 tahun menunggu kamu .

    Terus kalau gue nggak bisa nunggu elo selama 14 tahun itu salah gue ,salah temen – temen gue ”

    Kak Luckty menangin aku dong .Aku pengen banget nih baca versi novelnya .Aku juga penggemarnya kak Silvarani loh .Aku ada beberapa buku karangannya .Kak Luckty nggak mau gitu nambahin koleksiku heheheh *penjilat *

  58. nama: Visca Apriliyanti
    akun twitter: @Visca_Apr
    kota tinggal: Belinyu
    jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?
    Nggak, 14 tahun itu bukan waktu yang sebentar. disuruh nunggu satu bulan aja aku nggak sanggup apalagi mesti nunggu 14 tahun. lagian udah keburu tua akunya😀. yang mestinya udah nikah dan punya anak eh masih aja single.
    aku ga sesabar cinta yang nungguin rangga selama itu, waktu ku terlalu berharga untuk nungguin sesuatu yang nggak pasti *eaaak*

  59. Nama : Sagita Nur Amalia.
    Akun twitter : @Sagita_N_A
    Kota tinggal : Purwokerto.

    Pertanyaannya adalah jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!? #eaaa😀

    Kalau aku jadi Cinta aku akan menunggu Rangga selama 14 tahun karena dalam Cinta itu untuk mendapatkan Kebahagiaan, kita harus berkorban dn penantian merupakan pengorbanan yang harus kita lakukan untuk mendapatkan Cinta yang sejati yaitu cintanya Rangga Aku juga harus setia, Aku harus menunggu sampai Rangga datang kembali untuk menyatukan Cinta ku dan Cinta Rangga. Agar kebahagiaan yang aku impikan bisa tercapai tanpa ada rasa sakit dan menyakiti.

  60. nama: famia kamilia
    twitter: @amifamia
    kota tinggal: Bangkalan, Madura

    jawaban:
    14 tahun? wow… kalo aku kayaknya gak bakal nunggu deh, capek mak, nunggu 14 tahun, ya meskipun CINTA, tapi kan CITNTA bisa hilang dengan sendirinya kalau lama gak ketemu *ngarang.
    tapi entahlah karena aku belum pernah mengalaminya jadi aku gak tau bakal nunggu atau enggak😀.

  61. Nama : Ayu Arista
    Twitter : @AyuArista16
    Kota tinggal : Denpasar, Bali
    Link share :


    Jawaban :
    “jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?”

    kalo aku jadi cinta……😀
    mungkin aku gk bakal menunggu…
    menunggu gk sesederhana itu… iya kalo ceritanya kyk AADC, mungkin aku bakal menunggu rangga selama yg aku bisa… tapi kalo di nyata kn gk gitu juga… haha😀 menunggu itu nyesek

  62. Nurul Hikmatul F
    @nuhifalala
    Bandung

    jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?

    Menunggu. Buat aku menunggu itu bahasa yang abu-abu, bukan karena aku tidak suka menunggu tapi karena menunggu itu berperang melawan waktu. Sebenarnya menunggu itu tidak bisa dikonotasikan sebagai hal yang negatif, karena sekali lagi aku sebutkan bahwa kita bersaing dengan waktu, suatu objek abstrak yang jalannya hanya Dia yang tahu. Lalu, jika saat ini aku diberikan kesempatan untuk memilih antara menunggu atau berlalu, apa yang akan aku pilih? Untuk saat ini mungkin aku akan memilih menunggu, tapi untuk beberapa tahun ke depan, beberapa bulan ke depan, beberapa minggu, hari, jam, menit, bahkan detik ke depan, aku tidak bisa menjamin hal itu, bukan karena labil atau apapun itu, tapi karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan waktu. Yang bisa kulakukan saat ini, di saat aku mempunyai keyakinan untuk menunggu adalah berusaha dan berdoa serta percaya bahwa apapun yang terjadi di waktu kemudian, itu adalah hal terbaik yang diberikan oleh Tuhan.

    Terima kasih.

  63. Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia1498
    Kota tinggal: Bogor
    Link: https://twitter.com/Thia1498/status/726419330091520000

    jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?

    Kalau saya jadi Cinta, saya tidak akan menunggu Rangga selama 14 tahun. Karena, untuk apa menunggu hal yang tidak pasti akan kembali sedangkan di depan kita banyak yang juga menginginkan kita. Masa lalu, itu jadi pelajaran agar kedepannya tidak mengulang kesalahan yang sama. Mungkin saya akan menunggu selama beberapa tahun, tapi tidak untuk 14 tahun. Menunggu itu berarti hati kita terjerat dalam sebuah labirin tanpa pintu keluar, sudah lelah-lelah mencari pintu keluar tapi nyatanya itu tidak ada, dari pada masuk ke labirin, mending tidak sama sekali kan. Selain itu, mungkin orangtua kita juga akan sedih karena pastinya kita akan menjadi muram, saya yakin karena menunggu itu pasti raganya dimana jiwanya dimana. Saya tidak mau membuat orangtua dan teman-teman dekat saya sedih hanya karena satu orang yang tidak pasti. Hidup itu penuh perjuangan dan juga pengorbanan, karena itu, saya memilih untuk tidak menunggu selama itu dan melangkah ke depan dengan pasti.

  64. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Domisili : Aceh

    Hadeuuhhh pertanyaannya membuat saya menggalau ria ini. Malah jadi nggak yakin dengan jawaban sendiir. Betul2 nggak kepikiran sebelumnya ttg pertanyaan ini.

    Saya kalau boleh jujur rasa2nya nggak sanggup mbak, krn saya nggak sekuat dan sesabarnya cinta. Saya LDR-an selama 3 bulan rasanya pikiran ini uda bercabang kemana2 *nggak tenang hati adek bang*., apalagi 14 tahun? *Angkat tangan, nyerah ke polisi :D*.

    Makanya aku salut banget deh sama cinta yg mau nungguin rangganya selama itu, kl aku mah langsung di cecar sama keluarga, (kapan nikah? Mana pacarmu kenapa nggak nongol2? Nggak serius yaa hubungannya? Kamu itu udah waktunya nikah jgn main2 lg pacarannya.) masih banyak lagi pertanyaan2 yg muncul kalau gk keliatan pacar atau teman cowok.

    Dan saya saluuut banget sama penulisnya krn uda membuat cerita dan kisah luar biasa seperti AADC2 ini, malah sempat saya berpikir2, apa mungkin ini cerita dr pengalaman penulisnya kali yaa *asli, hal pertama kali yg terlintas di benakku* hehehe

    Salam Pida Alandrian

  65. Nama : Wahyu Triyani
    Twitter : @witri_nduz
    Kota tinggal : Boyolali

    jika kamu jadi Cinta, apakah akan menunggu Rangga selama 14 tahun?!?

    Saya akan menunggunya, karena Rangga pergi tanpa kepastian yang jelas. Tapi ciuman di bandara, adalah satu kepastian bila Rangga mencintai Cinta. dalam kisah cinta, menunggu adalah simbol kesetiaan. dalam setia, akan hadir sebuah kebahagiaan.
    Saya akan tetap menunggu Rangga, seperti senja yang selalu setia menanti mentari terbenam. Saya akan menunggu Rangga, seperti purnama yang tiada ingkar menemui malam meski terkadang mendung menghadang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s