[BLOGTOUR] REVIEW Memorabilia + GIVEAWAY

WP_20160429_002[1]

“Kita memang nggak boleh bilang penderitaan kita lebih sakit daripada penderitaan orang lain. Karena rasa sakit itu nggak punya ukuran. Sepele apa pun itu, jika itu bikin kita menderita, itu namanya rasa sakit.” (hlm. 169)

Memorabilia adalah majalah digital yang dibuka pada website khusus –wezine atau webiste magazine, istilahnya. Memorabilia berisikan foto barang yang hendak dijual, serangkaian cerita tentang kenangan, dan kriteria orang yang bisa membeli memorabilia-memorabilia peninggalan dari kenangan tersebut. Majalah ini merangkum barang-barang bersejarah dalam memori banyak orang. Kebanyakan adalah memori yang pahit, yang ingin dilupakan. Dalam satu bulan, mereka menerbitkan dua volume magazine.

Singkatnya, memorabilia adalah setiap barang yang punya kenangan khusus untuk setiap orang. Barang-barang ini, dulunya, mungkin sering memberikan kenangan yang baik.

Akan tetapi, hidup berubah. Orang-orang ikut berubah. Beberapa barang yang awalnya selalu memberikan memori-memori yang indah, malah membuat hati sakit. Membuat hati terjebak masa lalu.

Akan tetapi, jika barang ini mempunyai kenangan indah, tentu kita tidak akan membakarnya, bukan? Atau, menjualnya ke tukang loak keliling rumah. Kita tahu  nilai barang tersebut. Sepahit apa pun kenangan yang menyertai di belakangnya, kenangan manis yang pernah dibuat barang tersebut menjadi nilai tersendiri.

Hal yang bisa dilakukan sebagai pilihan adalah memberikan kesempatan kedua bagi barang tersebut untuk menjadi memorabilia. Menjadi barang yang bisa membawa pesan dari pemilik pertama kepada pemilik selanjutnya.

Pesan seperti apa? Macam-macam. Sebuah barang menjadi memorabilia karena kisah yang menyertainya, bukan karena mahal atau murahnya.

Memorabilia menjadi semacam ‘tempat pembuangan akhir’ bagi kenangan bersama orang-orang pada masa lalu, atau fase hidup yang telah berlalu. Ide yang entah bagaimana disukai orang-orang.

Mungkin karena setiap orang memiliki kenangan yang ingin mereka lupakan. Entah berapa usia mereka, atau kenangan macam apa yang ingin mereka pindahtangankan ke orang lain.

“Hati ini sudah ringkih. Buat apa menambah beban dengan mengingat hal yang lalu?” (hlm. 5)

Kalimat di atas adalah semacam tagline MEMORIBILIA yang didirikan oleh Jingga, Karsha dan Januar. Mereka sama-sama memiliki kenangan manis yang berubah menjadi kenangan buruk. Karsha adalah yang pertama kali menjual barangnya di blog pribadi Jingga, menjual lukisan dari mantannya. Bukan karena membenci lukisan itu, justru karena lukisan itu bagi Karsha bagus banget jadi dia susah melupakan mantannya itu.

“Ada beberapa barang yang pernah gue anggap penting dalam hidup gue yang harus gue buang, Sha. Buka karena gue nggak sayang barang-barang itu. Justru karena saya, gue merasa barang itu harus menjauh. Kalau kita berjarak dengan barang-barang tersebut, kita akan lebih cepat lupa. Nah, gue memilih untuk lupa, daripada terus-terusan sakit. Dan, gue merasa lebih tenang. Lebih lega.” (hlm. 27)

Begitu juga Januar. Awalnya Januar hanya membantu pembuatan majalah pertama hingga majalah ketiga. Januar akhirnya tertarik menjual kenangannya, sebuah sneaker merah ukuran 43 favoritnya, yang sudah lama tidak ia pakai. Ia merasa tidak bisa memakainya lagi sejak putus dengan pacarnya. Ketika memberikan memorabilia tersebut untuk dijual dan melihat memorabilia itu menghilang dari lemarinya, Januar seperti disuguhi teh dingin sehabis mandi air panas. Ada beban yang hilang, dan ia bisa bernapas lega.

Bagaiman dengan Jingga sendiri? Dia mempunyai sebuah kenangan pahit yang selama ini ia pendam sendiri selama bertahun-tahun. Dia tidak membaginya meski pada sahabatnya sendiri; Karsha dan Januar. Meski tujuan Jingga dan kawan-kawan mendirikan Memorabilia membantu orang-orang untuk melepaskan kenangan mereka, tanpa disadari Jingga belum bisa kenangannya di sama lalu. Hingga suatu hari datang seorang klien bernama Pak Pram yang akan menjual bioskopnya. Selama ini Memoribila hanya menerima sebuah barang, jadi ketika Pak Pram akan menjual bioskopnya ini menjadi tantangan tersendiri, apalagi nasib Memoribila sedang diujung tanduk. Karsha, Januar dan Tim Memoribilia lainnya bersemangat untuk meracik bioskop yang dimiliki Pak Pram ini. Terkecuali Jingga.

“Semua barang yang disimpan karena nilai kenangannya, jika kelamaan disimpan, hanya bikin gudang penuh dan hati semakin lemah.” (hlm. 266)

“Membagikan kenangan, atau menjualnya, tujuannya adalah untuk bisa fokus ke masa depan, bukan melupakannya. Kenangan bisa dibagi, tapi nggak bisa dihilangkan.” (hlm. 270)

“Nggak semua kenangan harus dijual, dibuang atau digadaikan. Ada kenangan-kenangan yang harus tetap dipegang erat. Ada kenangan-kenangan yang harus tetap ada dalam hati kita. Mau lo menghindar kayak apa, seberapa berhasilnya, seberapa lihainya lo memindahtangankan kesedihan orang ke tangan orang lain, sebagai manusia, kita tetap harus ngerasain yang namanya duka juga.” (hlm. 270)

Ini adalah novel ketiga dari Sheva yang saya baca. Dalam buku ini, kita akan menemukan beberapa triva seputaran dunia yang ada di BLUE ROMANCE. Ehem, paling suka saat penulisnya menuliskan Bibliomania, perpustakaan yang ada di Blue Romance, yang letaknya di bawah kantor Memorabilia. Salah satu kalimat manis di halaman 225; “Menelusuri rak-rak dengan aroma kayu yang kuat seolah langsung membius mereka. Membuat mereka menghayati pemandangan buku-buku yang dijajarkan rapi. Tangan Jingga menentuh setiap buku yang dilewati. Januar mengikutinya dalam diam.”

Suka juga dengan filosofi es batu yang dilontarkan Januar untuk Jingga di halaman 241; “The ice cube will melt, and you could still drink the water. It’s just your choice, to keep on staring ath the ice cubes and do nothing, or waiting ‘til it’s melted and then you could finish what you’ve started.”

Oya, sebenarnya ada satu selipan pengetahuan yang nyaris terlewat tentang bunga marigold. Sampe penasaran dan googling bunga ini. Ternyata bunga ini cukup familiar di sekitar kita, ini penampakannya;

bunga-marigold

“Menjalani hidup sehari-hari dengan pekerjaan yang tidak disukai, dan dijalani hanya karena kata harus. Hal itu sama sekali tidak membahagiakan.” (hlm. 35)

“Banyak orang yang punya kekurangan dan ketidakpastian dalam hidup, tapi mereka selalu punya jalan keluar: menekuni hal yang mereka sukai.” (hlm. 55)

“Bagi orangtua, hal itu mungkin sederhana. Bagi anak-anak, hal itu adalah seluruh hidupnya. Hal itu lebih dari sederhana. Hal itu lebih dari istimewa.” (hlm. 78)

Yang selalu suka dari tulisan Sheva adalah adanya selipan membahas pengetahuan PASSION dan MACET seperti di buku 17:17, buku keduanya. Hal itu justru ditampilkan pada sosok Karsha dan Januar. Karsha yang sering uring-uringan ketika tantenya menerornya untuk kerja di pabriknya dan meremehkan pilihannya. Juga sisi Januar yang sampai rela pergi meninggalkan rumah karena ayahnya tidak menyetujui pilihan pekerjaannya. Kesuksesan Jingga, Karsha dan Januar dalam merintis Memorabilia meski perlahan tidak berarti apa pun bagi orangtua Karsha dan Januar. Pemahaman mereka adalah anak yang tunduk pada perintah lebih baik daripada apa pun. Ini yang sebenarnya membuat selalu membuat Jingga pedih hati. #PukPukKarshaDanJanuar

Ngakak dengan istilah yang dibuat Karsha tentang ibu-ibu ‘sembilan lima’. Ini adalah ungkapan Karsha untuk wanita-wanita mirip tantenya yang bekerja dari pukul sembilan pagi hingga lima sore. Tidak ada yang salah dengan menjadi karyawati, tapi Karsha tidak pernah bisa membayangkan bekerja di bawah perintah orang lain. Sejak dulu ia ingin membangun bisnisnya sendiri. Membayangkan dirinya harus berpakaian rapi dan berhadapan dengan konflik di pabrik setiap harinya sudah membuat kepalanya migrain. #TossAmaKarsha

Selipan passion juga ada pada diri Sofia salah satu klien di Memoribila. Sofia berniat menjual CD yang berisi rekaman tayangan permainan piano Sofia dan temannya. Sofia beranggapan jika dia masih menyimpan CD ini, berarti mimpinya belum terwujud. #PukPukSofiaJuga

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Melupakan itu suatu seni tersendiri yang tidak semua orang bisa melakukannya. (hlm. 1)
  2. Cara satu-satunya untuk selamat dari kenangan yang buruk dan melelahkan adalah melupakan. (hlm. 1)
  3. Kepercayaan diri datang dari hati dan diri sendiri. Datang dari keinginan mengubah diri, bukan hanya melalui penampilan luar, melainkan kepribadian. (hlm. 12)
  4. Setiap orang yang terluka bisa perlahan pulih. (hlm. 29)
  5. Nggak semua orang butuh jalan keluar kok. Kadang yang mereka butuhkan cuma sepasang telinga yang mendengar. (hlm. 77)
  6. Selalu ada satu hari hidup kita berubah menjadi penuh harapan. Penuh kepercayaan diri. Dan kita selalu berharap, hari-hari seperti itu akan datang lagi di masa depan. (hlm. 78)
  7. Kadang-kadang kita cuma bisa bisa ikhlas, terima dan lanjutkan hidup. Biar kita bisa berdamai sama diri sendiri, dan hidup pasti lebih tenang. (hlm. 205)
  8. Dengan melepaskan, kita mengerti bahwa masa lalu ada di belakang, dan perlahan kita bergerak maju ke depan. Masa lalu yang ditinggalkan adalah sesuatu yang amat berarti, dan harus dilepaskan agar bisa menjalani hidup. (hlm. 286)
  9. Walau setiap memorabilia dijual, yang paling penting adalah perasaan berdamai dengan diri sendiri sebagai awal. Bukan karena masa lalu terlalu pahit untuk diingat. (hlm. 288)

Banyak selipan kalimat sindiran dalam buku ini:

  1. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan, seperti tidak pernah terjadi, meski tetap saja teringat sampai mati. (hlm. 82)
  2. Tidak semua orang bisa mendapat kesempatan kedua. (hlm. 119)
  3. Ego itu nggak boleh dipelihara, nggak boleh terus-terusan diikuti. (hlm. 129)
  4. Kadang-kadang manusia tak kuasa melawan kenanganna sendiri. (hlm. 146)
  5. Jangan dilanjutin omongannya, kalo lo belum kuat. (hlm. 161)
  6. Kamu jangan jadi keras sama diri kamu sendiri. (hlm. 165)
  7. Pada dasarnya, manusia memang tidak bisa sendirian. (hlm. 166)
  8. Kebiasaan nggak pernah ngomong apa pun sama kita. Jangan semua lo simpen sendiri. Apa yang penuh harus ditumpahkan. (hlm. 167)
  9. Hidup berubah. Zaman tidak selamanya sama. Ada yang akan hilang. (hlm. 189)
  10. Melanjutkan hidup bukan berarti hanya membuang barang-barang yang terkait dengan kenangan yang tidak selalu menyenangkan. Kita bisa lanjutin hidup bukan dengan perasaan terganggu. (hlm. 203)
  11. Mungkin karena itulah manusia tidak bisa lupa. Dengan tidak lupa, manusia dituntut untuk belajar memaafkan diri sendiri. (hlm. 273)
  12. Rasa kecewa tidak selamanya ada. Jika kita masih peduli dengan orang yang mengecewakan kita. (hlm. 282)
  13. Hidup tidak baik-baik saja. Hidup penuh dengan rasa yang terkadang terlalu pahit, atau manis pada ujungnya. Melepaskan berarti menerima bahwa hidup memang inilah adanya, dan setiap memorabilia yang dilepaskan berarti satu langkah menuju masa depan. Bukan untuk melupakan masa lalu. (hlm. 286)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Memorabilia

Penulis                                 : Sheva

Penyunting                         : Donna Widjajanto

Perancang & ilustrasi sampul: NA Zundoro & labusiam

Ilustrasi isi                           : Septi Ws & faradila Totoy

Penata aksara                    : Martin Buczer

Penerbit                              : Bentang

Terbit                                    : 2016

Tebal                                     : 294 hlm.

ISBN                                      : 978-602-291-124-1

revisi memorabilia

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs, @bentangpustaka dan @dearsheva. Jangan lupa share dengan hestek GA #MEMORABILIA dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan? 😉

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek  GA #MEMORABILIA yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

GA #MEMORABILIA ini berlangsung seminggu: 9-15 Mei 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal  16 Mei 2016.

Akan ada DUA PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya!😉

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

PicsArt_08_05_2016_20_04_16[1]

Pengumuman Pemenang Giveaway 17:17

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway MEMORABILIA, ada 53 komentar yang masuk.

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Nama : Daisy
Twitter : @daisy_skys
Kota tinggal : Semarang

1. Saya tidak pernah menyangka ada buku dengan ide seperti Memorabilia . Sederhana tapi tidak pernah terpikirkan . Memorabilia terasa seperti Novel dengan trik jitu untuk melupakan kenangan tapi tidak terasa menggurui para pembaca . Sebuah karya tulis yang sangat kreatif yang membuat saya kesulitan mengekspresikan kekaguman saya .Pada akhirnya saya cuma bisa berkata Wah … dan berpikir untuk harus membaca novel ini .

2.Setiap yang bernyawa selalu punya cinta .Dan setiap cinta selalu meninggalkan kenangan . Saya juga memiliki kenangan dan beberapa ingin saya lupakan . Kenangan Cinta monyet masa sekolah yang kadang mengganggu konsentrasi belajar . Pengen dilupain tapi hati bilang nggak mau . Pokoknya Memorabilia terasa jadi solusi .Bukan sekedar novel yang dibaca langsung sudah selesai gitu aja tapi novel yang memberikan solusi dan pencerahan .Temanya pun nggak terbatas untuk remaja tapi untuk siapapun yang memiliki kenangan .Sudah kumasukkin ke Wishlist lagi .Pokoknya wajib punya dan baca .

3.Saya suka gaya kepenulisan kak Sheva . Mengalir dan bikin baper . Saya jadi teringat jaman blogtour 17:17 .Waktu itu saya tidak menang di host manapun . Kecewa banget .Pada akhirnya saya mecah celengan bulanan saya ( celengan khusus buat beli buku ) dan beli sendiri ke gramed . Sebenarnya malas mau ke Gramedia soalnya jauh kak .Aku harus naik motor menempuh jarak 40 KM melewati 1 Kabupaten demi 17:17 .Maklumi saja didaerahku masih agak primitif😄 dan aku nggak menyesal kok dengan jarak sejauh itu .Saya cukup puas dengan 17:17 cuma kurang tebel aja heheh . Lalu saya juga menaruh minat yang sama pada Memorabilia . Saya berharap bisa mendapatkannya tanpa harus bersusah menempuh 40 KM dan mecahin celengan apalagi saya juga masih punya tunggakan uang kas kelas yang belum lunas dan ditagih terus sama bendahara😄 #Pelajarpaspasan .
Sebentar lagi juga UKK aku mana dibolehin beli novel dan pergi sejauh itu .So mba Luckty tolong banget aku pengen baca novel ini.Janji deh abis UKK aku baca dan tulis reviewnya .Aku juga belum pernah menang diblognya mba Luckty T.T .Karena itulah saya berani blak blakan demi dapetin Memorabilia nangkring dirak bukuku yang masih punya tempat lebar .

Esty
@estiyuliastri
Mojokerto

Aku ingin bergabung dalam tim Jingga, Karsha dan Januar, bersama-sama berjuang mempertahankan MEMORABILIA, membantu orang-orang untuk melepaskan kenangan mereka.
Salah satunya dengan cara ikut meramaikan majalah digital ini kembali, yayy! Aku akan ikut membagikan kenanganku dalam Memorabilia, yaitu lemari kayu peninggalan nenek.
Lemari ini punya history tersendiri bagiku & ibu. Kata ibu beberapa bulan sebelum nenek meninggal, nenek sempat berpesan agar lemari kayu tersebut diletakkan di rumah kami. Namun setelah nenek tiada, ibu selalu nampak sedih & melamun setiap kali membuka lemari kayu tersebut. Ibu juga tidak sampai hati menggunakan lemari itu untuk menyimpan pakaian. Ibu mengatakan, “Lemari ini bau aroma baju nenek, kalau ibu masukkan baju-baju kita ke dalam lemari ini rasanya bau aroma nenek ikut hilang…”, hiks. Sedih juga kalo ingat ibu mengatakan kalimat tersebut.
Jadi lemari kayu ini pun tetap setia menghiasi sudut kamar, tanpa ada sehelai pakaian-pun di dalamnya..hihii
Nah, karena aku tidak ingin melihat ibu berlarut-larut sedih tiap membuka lemari ini, dan karena alasan rumah kami mulai penuh sesak dengan perabotan, yang jika dibiarkan begitu saja lemari kayu ini lama kelamaan akan habis dimakan rayap sehingga hilang fungsinya.
Lemari kayu ini tidak bisa dibuang begitu saja karena punya nilai istimewa. Lemari kayu ini juga tidak akan aku jual ke sembarang orang, karena aku & ibu ingin menemukan orang yang tepat, yg bisa merawat dan “memperlakukannya” dengan baik 😊

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul:konfirmasi pemenang Giveaway MEMORABILIA. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penerbitnya ya.

Terima kasih buat Sheva atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya.

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

53 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Memorabilia + GIVEAWAY

  1. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Domisili: Batubara-Sumut

    Alasan kenapa ingin membaca buku ini:
    1. Judulnya itu ramah di telinga dan indah diucapkan. Aku suka banget, kesannya eksklusif gitu. Denger judulnya aja udah buat penasaran, ada kisah apa di balik kata Memorabilia.

    2. Tentu dari tema ceritanya. Mengupas tentang benda-benda kenangan. Pastinya banyak banget kisah yang di balik benda-benda yang dijual di Memorabilia. Dan pastinya masing-masing punya kisah yang menyentuh.

    3. Covernya yang simple, namun berkesan dan penuh makna.

    4. Belum punya jadi menebar jampi-jampi di sini, hehhe…

    Wish me luck and thank you…

  2. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    kota tinggal: Serang

    Alasan ingin membaca buku ini, aku tertarik dengan tema cerita dan kisah dari buku ini. Tema yg mengangkat tentang majalah mungkin sudah umum, tapi majalah yg membahas tentang barang-barang kenangan dan jadi penyalur untuk jual-beli seperti Memorabilia ini unik banget, bahkan baru aku dengar. Aku benar-benar tertarik dengan aktifitas Memorabilia ini, bagaimana sebuah barang kenangan beserta kisahnya bisa menjadi sesuatu yg bisa dijual, dan menarik minat orang lain untuk membelinya. Idenya kreatif banget!
    Aku jadi penasaran apa mungkin majalah seperti Memorabilia ini ada ya? Atau ini hanya imajinasi kreatifitas sang penulis? Jadi pengin ikutan belajar sekreatif sang penulis niy.

  3. Nama: Sylvia
    Twitter: @sylnamira
    Domisili: Depok

    Alasan ingin baca buku ini…? Ya karena reviewnya mbak pustakawin lah! Bikin penasaran, kepo, dan teman-temannya. Jadi, berikanlah padaku sebelum aku mati penasaraaannnn…!!!

  4. Gita Nurladikasari | @oneonlygzb | Batam

    Jawaban :
    Setelah membaca review-nya, berarti ini bukan tentang cinta dong yaa? tentang 3 orang terlebih fokus ke Jingga cara untuk melupakan kenangan dari seseorang di masalalunya.

    Cukup menarik perhatianku, karena akhir-akhir ini aku sering baca cerita menye-menye cinta, begitu kata pria-pria, hahhaa. Jadi aku ingin ada yang sedikit berbeda di rak buku-ku.

    Hal simple tapi sulit, kenangan. Kenangan memang sulit banget di lupakan, berapa besar usahamu melupakannya tidak akan pernah bisa, kecuali ada yang terbentur di kepalamu.

    Karena masalahnya itu bukan pada kenangannya, tapi bada bagaimana hati menerima dan reaksi saat mengingat kembali kenangan itu.

    Kisahnya cukup menyentil di aku banget, apalagi beberapa kata sindirannya. Membuat-ku harus berpikir lagi dan berubah mindset lagi. Haahh, cerita yang sangat menarik dan banyak informasi-informasi di dalamnya. Membuat kita lebih membuka pikiran lagi.

    Aku sudah sepenuhnya penasaran dan gregetan. Bahkan aku sudah jatuh cinta duluan padahal baru baca reviewnya, bagaimana kalau aku baca isi keseluruhannya? I’m gonna die! hehehe.

  5. Nama: HP melati
    Twitter:@hpmelati
    Domisili: Jakarta

    Alasan: lagi nyari temen. Krn baru saja membuang diari2 yg isinya tentang para gebetan #haiyah semoga Istiqomah. Soalnya udah ga tahu lokasi pembuangan sampahnya ^^

  6. Nama : Vania Amelia Azmi
    Twitter : @VaniAmelia_Azmi
    Domisili : Tasikmalaya

    Alasan :
    1. Judulnya. Aduh MEMORABILIA plisss baru kali ini nemuin buku, judulnya itu enggak MAINSTREAM.
    2. Bukunya kan ngebahas tentang barang kenangan, aduh. Kenangan. Menarik perhatian banget jadi penasaran pengen baca
    3. Jujur sihhh kalau masalah kenangan, aku juga kesindir wkwk. So, aku pengen tau cerita ini dari awal sampai akhir
    4. Baca review nya aja menarik bisa bikin kita penasaran. Apalagi pas punya bukunya dan pas bacanya coba? :3

  7. Nama: Melisa Christina Sinaga
    Akun Twitter: @melisachks
    Kota tinggal: Bogor

    Everyone loves books.. semua orang suka baca buku terutama Novel ya.. Apalagi kalo referensi bukunya sudah di sinopsis-in sama mba Luckty yang pasti novelnya udah “good” dimata pecinta buku wkwkwkkw…

    Alasan adalah pertanyaan dan kenapa kita baca buku itulah Imagine.. Hahha

    Aku pengen tau banget kenapa sih ketiga karakter tersebut harus menjual barang kenangan apalagi kenangannya menyakitkan.

    Cerita cinta menyakitkan apa yang dialami ketiga karakter dalam Novel romance ini.

    Barang kenangan yang sebenarnya ingin disimpan dikenang dalam hati kenapa menjadi bumbu pedas dalam kisah romance antara ketiga karakter tersebut

    Banyak kamut berupa sindiran yang menyatakan banyak konflik dalam Novel ini dan bikin semakin ingin tahu karena rasa ini sudah membekas di hati ini dan ingin segera membacanya.

    Semoga menang!!

  8. Arie Pradianita | @APradianita | Sukabumi

    Saya ingin membaca buku ini, karena:

    1. Setiap orang pasti mempunyai kenangan pahit dalam hidupnya, tanpa terkecuali saya bahkan sampai saat ini pun saya masih berjuang sekuat tenaga saya untuk mengikhlaskan kenangan pahit tersebut dan selalu mengingat hikmah yang terkandung di dalam kenangan pahit tersebut sebagai pelajaran kehidupan. Saya belajar berdamai dengan kenangan pahit saya, saya harap dengan begitu saya mampu meraih masa depan yang lebih baik daripada kehidupan saya di masa lalu. Jadi saya harap dengan membaca buku Memorabilia ini, saya dapat memahami dari kaca mata Jingga bagaimana caranya berdamai dengan kenangan pahitnya dan meraih masa depannya. Tak diragukan lagi Jingga mampu membantu banyak orang melepaskan kenangan pahit mereka, namun apakah Jingga mampu menolong dirinya sendiri.

    2. Saya dan seorang sahabat saya memiliki rencana untuk membuka online shop, saat ini kami sedang mencari partner ketiga untuk merealisasikan online shop kami tersebut. Oleh sebab itu, kami belum menentukan barang atau jasa apa yang akan kami jual di online shop tersebut. Kami ingin menentukan detail-nya bersama partner ketiga kami, tentu saja setelah kami menemukannya. Jadi saya harap Jingga, Januar dan Karsha dapat memberikan gambaran kepada saya dan sahabat saya serta partner ketiga kami kelak mengenai seluk beluk “kehidupan” online shop.

    3. Berhubung sebentar lagi mau Lebaran, Ibu saya memiliki rencana untuk memberikan buah tangan kepada sanak saudara mapun tetangga yang berkunjung ke rumah kami kelak. Biasanya pada tahun-tahun lalu, keluarga kami akan memberikan kue atau parcel makanan sebagai buah tangan. Namun, lebaran kali ini Ibu tidak mau memberikan buah tangan yang sama seperti tahun-tahun lalu. Saat ini kami belum ada ide brilliant, Ibu bilang akan lebih asyik kalau buah tangan tahun ini adalah sebuah barang kenangan yang bisa disimpan dan sewaktu-waktu dapat dilihat kembali untuk merangsang memori ketika lebaran. Jadi saya harap buku Memorabilia ini dapat menyumbangkan ide segar kepada kami tentang barang-barang apa saja yang dapat dijadikan sebuah kenangan dalam bentuk buah tangan dan bisa menyunggingkan senyuman di bibir para penerimanya kelak..🙂

  9. Nama: Siti Nur Cahyanik
    Twitter: @Ancahyanik
    Kota: Jember

    Alasanku menginginkan buku ini, karena aku tertarik dengan judulnya. Memoribilia yang unik. Dan, cerita di novel ini juga unik. Mengangkat suatu cerita yang sebenarnya sering terjadi dalam kehidupan semua orang (menyimpan barang kenangan) tapi, dianggap sebagai angin lalu. Cuma disimpan. Padahal sebenarnya ada cerita mendalam dari benda yang kita simpan itu.

    Btw, aku menyimpan dua atau tiga barang dari mantan hehee. Dengan membaca buku ini mungkin akan lebih tahu harus aku apakan barang itu. Karena, sampai sekarang aku masih bingung membuang, memberikan kepada orang lain, atau aku apakan. Pernah aku ingin membuangnya, dan ibu bilang “Yang sudah ya sudah, tidak ada salahnya untuk tetap disimpan.” Hingga akhirnya barang itu tetap mengendap di almari.

  10. Nama: Shinta Amelia
    Twitter: @S130596
    Domisili: Bekasi

    Alasan aku ingin membaca buku ini? Sederhana saja kak, aku tidak tahu bagaimana rasanya memiliki sebuah barang kenangan yang berharga dan sebegitu pentingnya yang mengingatkan aku pada orang lain ataupun yang sampai menimbulkan perasaan ingin menjual/melupakan dikarenakan nilai kenangan yang menghantui di belakangnya. Aku tidak pernah memiliki ikatan emosi dengan barang tertentu sampai sedalam itu hingga sanggup memengaruhi diri serta hidupku.

    Jadi… aku penasaran… dan aku ingin tahu… bagaimana rasanya menyimpan barang yang berisi kenangan se-emosional itu disudut kamar dan pikiran kita. Semoga saja tokoh-tokoh yang diceritakan di Memorabilia berikut dengan kisah tentang benda-benda yang mereka bawa bisa membuatku ikut merasakan dan juga ikut mengalami psngalaman ‘memiliki’ benda seperti itu lewat mereka. Izinkan aku untuk imencicipi rasa pahit dan manisnya sebuah kenangan yang akan disuguhkan dan ikut bernostalgia bersama mereka, ya, kak!🙂

    Terima kasih.

  11. *jawabannya ku edit habis banyak typo, hehehe*

    Nama: Shinta Amelia
    Twitter: @S130596
    Domisili: Bekasi

    Alasan aku ingin membaca buku ini? Sederhana saja kak, aku tidak tahu bagaimana rasanya memiliki sebuah barang kenangan yang berharga dan sebegitu pentingnya yang mengingatkan aku pada orang lain ataupun yang sampai menimbulkan perasaan ingin menjual/melupakan dikarenakan nilai kenangan yang menghantui di belakangnya. Aku tidak pernah memiliki ikatan emosi dengan barang tertentu sampai sedalam itu hingga sanggup memengaruhi diri serta hidupku.

    Jadi… aku penasaran… dan aku ingin tahu… bagaimana rasanya menyimpan barang yang berisi kenangan se-emosional itu disudut kamar dan pikiran kita. Semoga saja tokoh-tokoh yang diceritakan di Memorabilia berikut dengan kisah tentang benda-benda yang mereka bawa bisa membantuku ikut merasakan dan juga ikut mengalami pengalaman ‘memiliki’ benda seperti itu lewat mereka. Izinkan aku untuk mencicipi pahit dan manisnya sebuah kenangan yang akan disuguhkan dan ikut bernostalgia bersama mereka, ya, kak!🙂

    Terima kasih.

  12. Nama : Wulandari
    Twitter : @wulanchayaank
    Donisili : madiun, jatim.

    Alasan kebapa ingin membaca buku ini adalah:
    1. Covernya unik
    2. Buku ini akan sangat menghibur sy dari kenangan kenangan masa lalu yang tak terlupakan hingga sekarang
    3. Review nya yg membikin aku semakin ingin dan ingin memilikinya
    4. Aq juga ingin membuat resensi nya dlm versiku heee..eee…
    5. Penulisnya keceh😀 keliatan kreatif mengangkat tema yg gak biasa
    6. Penerbitnya juga gk diragukan kualitasnya
    7. Pingiiiiin dapeeetiiin bukunya karena aq pingin sekali

  13. Nama : Ratnani Latifah
    Kota : Jepara
    Twitter : @ratnaShinju2chi

    Berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini.

    Pertama, karena aku suka cover dan penasaran dengan ide ceritanya yang menarik. Biasanya tapi sepertinya menyimpan sesuatu yang luar biasa.

    Kedua pengen nambah koleksi buku-buku baru terutama dari Bentang Pustaka. Karena memang belum banyak buku-buku terbitan bentang di rumah.

    Ketiga karena buku ini ditulis Sheva yang memiliki gaya bercerita yang unik. Jadi ingin membaca karyanya lagi. Tidak seperti penulis lainnya, dia punya sesuatu yang unik tapi menarik. Jadi bertanya-tanya apakah buku ini akan seperti itu atau aku bakal menemukan kejutan lainnya?

  14. Nama ; Khuznul Hatimah
    Twitter : @Khuznul_Nhunu
    Domisili : Makassar

    Alasan: pertama, karena dari judulnya saja sudah membuat saya penasaran. Penggunaan kata Memoribilia sebagai judul adalah pilihan yg unik karena hal ini dapat menarik minat pembaca yang ingin tahu.
    Kedua, sebagai seorang pembaca saya tertarik mengenal segala genre atau jenis karya tulis terkhusus fiksi maupun non fiksi. Buku adalah jendela dunia sehingga kita perlu terbuka terhadap segala bentuk tulisan karena setiap tulisan memiliki makna dan artian tersendiri yang dapat membuka mata dan hati para pembacanya.

  15. Nama : Agustin Kurnia Dewi
    Twitter : @akdewi_
    Domisili : Cibinong, Bogor.

    Kenaoa saya menginginkan buku ini? Karena ini menceritakan ttg barang yg penuh kenangan yg harus ‘dijual’ demi bisa melupakan.
    Sungguh, jalan fikiran 3 sahabat itu berbanding terbalik dengan saya. Saya tipe orang yg gak bisa membuang sesuatu yg dulu pernah berarti untuk saya. Justru seiring berjalannya waktu (juga jarak, mungkin), membuat saya lupa dengan kenangan yang lalu. Dengan barang yg masih saya simpan, saya biaa mengenang masa lalu tanpa harua merasa sakit lagi. Selama ini saya merasa tindakan itu terbaik untuk diri saya.
    Dari buku ini, saya ingin melihat perjuangan 3 sahabat itu ‘mengusir’ kenangan mereka.
    Terlebih lagi, ada yang disembunyikan Jingga. Mari mulai menebak apa kenangan masa lalu Jingga~

  16. Nama : Agustin Kurnia Dewi
    Twitter : @akdewi_
    Domisili : Cibinong, Bogor.

    Kenapa saya menginginkan buku ini? Karena ini menceritakan ttg barang yg penuh kenangan yg harus ‘dijual’ demi bisa melupakan.
    Sungguh, jalan fikiran 3 sahabat itu berbanding terbalik dengan saya. Saya tipe orang yg gak bisa membuang sesuatu yg dulu pernah berarti untuk saya. Justru seiring berjalannya waktu (juga jarak, mungkin), membuat saya lupa dengan kenangan yang lalu. Dengan barang yg masih saya simpan, saya biaa mengenang masa lalu tanpa harua merasa sakit lagi. Selama ini saya merasa tindakan itu terbaik untuk diri saya.
    Dari buku ini, saya ingin melihat perjuangan 3 sahabat itu ‘mengusir’ kenangan mereka.
    Terlebih lagi, ada yang disembunyikan Jingga. Mari mulai menebak apa kenangan masa lalu Jingga~

  17. Nama: Fitria Rahma
    Twitter: @fima_firawati
    Domisili: Lamongan, Jawa Timur

    Aku ingin membaca Memorabilia karena rasa penasaran. Penasaran dengan judulnya, kisah-kisah di dalamnya, terutama Jingga. Apa yang pernah dialami Jingga di masa lalu? Mengapa dia menyembunyikannya? Bagaimana dia bisa mengatasi kenangan pahit itu?

    Aku berharap bisa mendapatkan Memorabilia.

  18. Nama: Yohana Siallagan
    Twitter: @MrsSiallagan
    Kota: Pematangsiantar,sumatra utara
    Jawaban :
    Alasan saya ingin membaca buku ini adalah saya penasaran dengan jalan cerita , berdasarkan review diatas saya masih bingung dengan jalan ceritanya .Kenapa jingga belum bisa melupakan kenangannya dan tidak mau berbagi dengan sahabatnya? Kenangan apa itu sampai dia harus begitu ? tentu hal tersebut berat untuk menganggunggnya .Saya masih penasaran dengan karakter jingga, karsha dan januar dalam cerita ini .Mengapa mereka membuat memoribila ? Masalah apa yang sedang terjadi sehingga memoribila sedang berada diujung tanduk ?Apakah mereka dapat menemukan solusinya ?Bagaimana konflik yang berkembang dalam cerita ini ?Apa yang membuat jingga tidak bersemangat ketika meracik bioskop milik pak pram ?Apa sebabnya ? Banyak pertanyaan –pertanyaan yang muncul .
    Saya membaca banyak kata-kata bijak dalam buku ini dan saya yakin masih banyak kata-kata bijak dalam keseluruhan buku .’’Seperti kepercayaan diri datang dari hati dan diri sendiri .Datang dari keinginan mengubah diri, bukan hanya melalui penampilan luar, melainkan kepribadian’’ .(hal 12) kata-kata tersebut cukup memotivasi saya .Disamping kata-kata bijak adapula kata-kata sindiran salah satunya adalah ‘’Kamu jangan jadi keras sama diri kamu sendiri’’(hal 165).Saya yakin buku ini memiliki pesan moral yang kuat terhadap pembacanya .Saya ingin sekali membaca buku ini dan tidak sabar membuat review versi saya sendiri .

  19. Nama: Sharie
    Akun twitter: @nAshari3
    Domisili: Cikampek

    Alasannya:
    1. Makin penasaran dengan isi bukunya. Pertama kali baca judul bukunya “Memorabilia”, saya langsung berpikir : “isinya mungkin tentang mengenang sesuatu, kenangan pahit yg ingin dilupakan”. Tapi setelah membaca reviewnya, ternyata tema’nya lebih unik dari bayanganku sebelumnya. Yupz, karena memoribilia ternyata adalah majalah digital yg berisikan barang-barang kenangan yg akan dijual atau dibagi. WOW, salut dengan kreativitas Sheva.

    2. Ingin mengikuti perjalanan karya dari Sheva. Ya, saya pernah membaca karya pertamanya yaitu Blue Romance, dan ide’nya menarik seperti ide dari karyanya yg ini. Dan pengen bgt buku ini bergabung dengan Blue Romance yg sudah berada di rak bukuku.🙂
    Sanking pengennya baca buku ini, saya selalu ikut GA Memorabilia di blog lain, tapi belom beruntung. Hiks.. Mudah-mudahan kali ini beruntung. Amin

  20. Fian Aulia | @Fian_aulia | Berau

    Alasannya, ya, pasti penasaran. Semua hal yang menyangkut kenangan itu abu-abu. Semakin hari kenangannya semakin gak jelas karena ketumpuk kenangan-kenangan baru. Review-nya nyentrik banget ke hati. Semua orang pasti punya kenangan, baik manis atau pahit. Tapi pasalnya, kenangan manis selalu kalah saing sama kenangan buruk. Oh, ya, buku ini bisa dijadikan panutan. Karena apa? Banyak quotes yang bisa bikin kita sadar, kenangan yang ini itu mau diapakan. Kan, gak mungkin kita hidup di ruang lingkup yang penuh kenangan. Kita harus maju, setidaknya meninggalkan kenangan-kenangan yang gak penting atau yang bikin kita semakin down. It’s okelah buku ini. Aku sangat mau, apalagi gratis. Wkkk ~ salam buat Author, Editor, sama Bentang Pustaka. Sukses terus. :*:)

  21. Nama : Devi Ambar Wati
    Twitter :@ivedvedi
    Domisili : Kediri
    “Aku, mau….”
    Novel Memorabilia, terkesan mengejutkan. Memo rabilia.
    “Memorabilia” novel berbangsa kedokteran atau ahli psikis, pikirku.
    “Memorabilia”, ajak aku menyelami imajinasi dari sang penulis. Karena aku mau dikejutkan, karena aku mau meneliti di setiap kata, karena aku mau, Mememorabiliakan memory ku.
    Aku mau! Ajak aku penasaran dengan konflik ceritanya, ajak aku seperti apa watak sang tokoh di novel tersebut.
    Aku mau diajak oleh mu(kata-kata) Bawa aku bersamamu, bawa aku mengetahui mu, bawa aku untuk membuka lembar demi lembar mu.
    Aku mau, memilikimu Memorabilia, novel berbangsa kedokteran atau hal lainnnya?
    AKU MAU……… >,<

  22. nama: Visca Apriliyanti
    akun twitter: @Visca_Apr
    domisili: Belinyu
    berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini
    suka sama warna covernya, warna fav aku banget
    suka juga sama tema cerita yang diambil. kira-kira di di dunia nyata ada ga sih website yang kayak gini. kalau ada aku mau jual barang-barang pemberian mantan *emang punya mantan, eh*. “semua barang yang disimpan karena nilai kenangannya, jika kelamaan disimpan, hanya bikin gudang penuh dah hati semakin lemah” setuju banget sama quotes ini, gudang hati sama pikiran juga penuh, mikiran sih kenangan mulu.

  23. Nama : Julia dwi kartikasari
    Twitter : @juliakartika326
    Domisili : nganjuk, jatim
    Link share :

    Pengen buku memorabilia ini karena
    1. Sangat tertarik karena review kak luckty yang dikupas dengan detail namun ringkas dan apik. Dan quotesnya ituloh bikin baper. Sangat penasaran sama isi buku ini berkat reviewnya yang keren.
    2. Karena direview sudah dibahas sedikit gimana cerita buku ini, pasti makin penasaran sama bagaimana buku ini bercerita.
    3. Cover yang simple, elegan, dan bikin orang langsung tahu maksud cover cantiknya, judul yang beda dari yang lain jadi bikin tambah pengin dapet buku ini.
    4. Pastinya karena gratis, nggak jaim deh. Siapa yang nggak mau buku berkualitas dengan cuma cuma.
    5. Terakhir karena saya suka review review buku oleh kak luckty, jadi memurut saya sebuah buku bisa jadi lebih terlihat nilai plusnya kalo udah baca reviewnya kakak. Termasuk buku ini.

    Terima kasih sudah mengadakan Ga yang keren keren kak luckty😀

  24. Nama: Athaya Irf
    Twitter: @jeruknipisanget
    Domisili: Tangerang

    Buku ini ngingatin aku sama ibu’ yang sering menasihati hati aku terutama disaat aku down dan kalut ditengah masalahku. Ibu’, dia sering menyemangati aku untuk memaafkan diri sendiri setiap melakukan kesalahan di masa laluku. Juga memaafkan orang yang menjatuhkanku dan menganggap aku tidak bisa apa-apa. Dia selalu yakin ada masa depan yang indah untukku suatu hari nanti. Dan aku percaya itu, walaupun kadang aku merasa berdamai dengan masa lalu sangat sulit dilakukan.

    Buku ini setidaknya bisa mengingatkanku, kalau nasihati ibu juga tersirat didalam novel ini

  25. Nama : Alfiyah Qurrotu A’yunina
    Twitter : @AlfiyahQurrotu
    Domisili : Kediri, Jawa Timur

    Alasan :
    1. Review mbak yang super sekali membuat saya penasaran sama MEMORABILIA ini,
    2. Saya ingin menemukan peristiwa menurut penulis yang ingin banyak orang hapus seolah-olah tidak pernah terjadi itu seperti apa pemaparannya,
    3. Membaca judul ini membuat saya tergelitik saat membaca. ya, “MEMORABILIA”,
    4. Buku ini sepertinya dapat memberi inspirasi bagi banyak orang yang memilih untuk tidak menumpahkan sesuatu hal yang seharusnya di tumpahkan. khususnya saya!
    5. Saya ingin segera membaca MEMORABILIA ini.

    terima kasih🙂

  26. Nama: Vivi Mubarokah
    Twitter: @vivion16
    Domisili: Bandung

    Kenapa saya kepingin baca Memorabilia?
    Saya sedang mengumpulkan kenangan. Kenangan yang dulu, kenangan yang sekarang, bahkan kalau bisa kenangan yang akan datang. Mereka seperti tentara semut yang bergerombol di otak. Semuanya membikin absurd kehidupan saya yang sekarang. Karena itu, saya kumpulkan kenangan yang saya punya dan berencana memfilter kenangana mana yang mesti saya simpan, dan kenangan mana yang mesti saya kembalikan kepada pemilik kenangan itu.

    Saya harap buku itu bisa jadi jembatan buat saya. Buat merapikan keabsrud-an hidup yang sedang saya alamni. Menghilangkan ingatan saya tentang kenapa saya bisa jatuh cinta di Jayagiri ketika sedang punya pacar, mengapa saya harus berjalan mundur saat seseorang mendekati saya, menemui saya dari tempat yang jauh, mengapa saya harus menghilangkan kereta dari benak saya. Semua harus saya simpan atau didaur ulang? Saya tidak tahu.

    Alasan sederhana lainnya: karena saya suka yang gratis. Buku gratis itu seperti mendapatkan makanan otak yang tidak pernah habis. Makanan gratis bisa jadi hajat, sedangkan buku gratis bisa jadi pemberian yang tepat.

  27. Jawaban :
    Karena setelah baca review dari kak luckty aku berpikir kalau memorabilia adalah novel yang bagus. Konfliknya gak cuma satu. Walau konflik utamanya memang satu tapi ada beberapa konflik lagi yang saling berhubungan. Kata-kata mutiara mengenai kenangan yang ada di review ini memincut hatiku apalagi sama sendirinnya, membuatku merasa kalau itu ditujukan buatku😀
    Aku suka sama temanya. Kenangan. Masa lalu. Harus dilupakan? Dan tantangan untuk mengubah bioskop. Semuanya membuatku ingin membaca novel Memorabilia.
    Semoga kesampaian punya novel ini🙂

    Nama : Vena Dwi Masfiyah
    Akun Twitter : @venadwim
    Domisili : Tulungagung – Jatim

  28. nama: Sari Rahmawati
    twitter: rie_bundaAzka
    domisili: Bogor

    Setiap orang punya kenangan, entah itu yang terekam dalam hati masing2 atau dalam bentuk benda yang berkaitan dengan kenangan itu. Tidak sedikit orang yang menyimpan benda-benda yang mengingatkan pada kenangan, walaupun tidak jarang kenangan itu terasa pahit tapi hal itu tidak membuat seseorang ingin membuangnya. Entah kenapa dalam menjalani hidup, bayangan masa lalu seolah mengikuti kemanapun kita melangkah seperti bayang-bayang tubuh kita yang selalu ada saat badan kita tertimpa cahaya. Untuk melupakan masa lalu tidak mungkin pula kita harus hidup dalam kegelapan karena takut akan kenangan yang selalu datang menghantui. Kita harus menyongsong hidup dan masa depan walaupun mungkin kita butuh seseorang yang bisa menemani melewati semua kenangan2 pahit. Lalu bagaimana kita belajar mengatasi semua kenangan yang sepertinya ingin tetap hidup bahkan sampai kita mati??? Buku ini sepertinya bisa menjawab pertanyaan saya ini!! Buku ini akan mengajarkan kita tentang bagaimana menyikapi masa lalu, bagaimana kita fokus ke masa depan jangan sampai masa lalu itu membuat kita takut dan khawatir untuk melangkah ke depan. Selain itu dengan berbagi kenangan dengan orang lain dan memberikan kesempatan pada orang lain untuk mencicipi kenangan yang pernah kita alami mungkin akan memberikan sensasi yang berbeda, setidaknya kita tidak merasa sendirian🙂

  29. Nama: Desi Nur Hayati
    Twitter: @kwint_arqia
    domisili: Tegal, Jateng

    3 Alasan mengapa saya ingin membaca buku ini:

    1. Karena kenangan sejatinya tak bisa dilupakan, maka aku harap saat maupun setelah membaca MEMORABILIA ini aku bisa mengenang kembali barang pemberian mantan (yang masih kucintai sampai sekarang).

    2. Barangkali setelah baca buku ini, punya resensi (gambaran) barang buat di beli untuk orang yang kusayang.

    3. Aku ingin menghargai barang pemberian sang mantan tanpa harus terus-terusan kepikiran olehnya. So waktu itu bukan aku jual jaket pemberian mantan melainkan aku kasih ke adik buat berangkat ke sekolah, jadi aku pikir cerita ini mirip dengan kisahku, semoga saja. Makannya itu pengen juga baca mba Luckty…

    Wish me Luck too {} Bighug from me in Tegal..

  30. Nama: Juna
    Twitter: @junabei
    Domisili: Jakarta Selatan

    Alasan kenapa saya ingin membaca buku ini:

    Karena saya membutuhkan buku ini. Buku tentang kenangan, menyimpan juga melepaskannya. Saya butuh buku ini untuk belajar. Menjadi orang yang pendiam dan sulit bercerita seperti saya, akan sangat butuh medium yang bersifat pribadi untuk belajar dan membagi beban. Kalau buku ini pedih mengiris-ngiris, itu akan lebih baik, karena saya butuh berdarah-darah untuk menjadi baru. Dan saya ingin mendapatkan sesuatu setelah membaca buku ini nanti, yang bisa membuat saya bangkit dari titik terendah dalam hidup.
    Dan satu alasan tambahan yang baru saya dapat setelah membaca review di atas. Saya suka dan butuh buku ini karena bagian akhir yang ada pada review, tentang mimpi yang ditentang oleh orang lain dan tidak pernah dianggap berarti. Saya perlu belajar bagaimana menjadi seperti Karsha, Januar dan Sofia yang terus berjuang untuk mimpinya, walau ditentang, walau diremehkan. Dan juga belajar untuk tidak memedulikan pendapat orang lain tentang mimpi yang sedang kita perjuangkan.
    Terima kasih.

  31. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Kota Tinggal: Bengkulu

    Alasan kenapa aku ingin membaca buku ini adalah aku ingin membaca tulisan mbak Sheva yang lain. Aku sudah pernah membaca karya mbak Sheva dan aku cukup menyukainya. Banyak kata-kata di karya mbak Sheva yang quote-able banget, dan aku mau mencari kata-kata quote-able-nya mbak Sheva dari sini. Walau direview ini mbak Luckty sudah menuliskan beberapa dari kalimat-kalimat itu, belum cukup rasanya kalo hanya dari review, aku butuh yang nyata😉 hihihi

  32. Nama:yoanda nurseha
    Twitter : @yoanda_nurseha
    Asal: Medan

    Saya ingin baca buku ini karena :
    1.judulnya yg asing ditelinga dan menarik
    2.konsep ceritanya yang jarang ditemui dan tak biasa

  33. Nama: yoanda nurseha
    Twitter :@yoanda_nurseha
    Asal: medan

    Saya ingin membaca buku ini karena :
    1.judulnya yang asing ditelinga juga menarik
    2.konsep ceritanya yg jarang ditemui dan tidak biasa
    3.cover bukunya juga unik

  34. Nama :Yoanda nurseha
    Twitter :@yoanda_nurseha
    Asal:Medan
    Saya ingin membaca buku ini karena :
    1.judulnya Tak Biasa dan menarik
    2.konsep ceritanya jarang ditemui
    3.cover bukunya unik

  35. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Kota Tinggal : Purwakarta

    Berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini?

    » Setiap kenangan ada yang ingin diingat dan ada yang ingin dihapus. Aku mau belajar menghadapi kenangan-kenangan buruk yang sering aku pendam dan ingin aku buang tapi sulit sekali.
    » Belajar bagaimana seharusnya setiap kenangan itu harus diperlakukan.
    » Bagaimana kisah mereka bertiga selanjutnya.
    » Bagaimana nasib bioskop pak Pram. » » Lalu, bagaimana hubungan Januar dan Karsha dengan orang tua mereka karena tidak disukai pekerjaannya.
    » Dan apa yang terjadi pada majalah memorabilia selanjutnya.

    *Mendengar kata memorabilia, ingatanku langsung terlempar pada kenangan-kenangan di masa lalu yang berputar bagai film.

  36. Nama : Daisy
    Twitter : @daisy_skys
    Kota tinggal : Semarang

    1. Saya tidak pernah menyangka ada buku dengan ide seperti Memorabilia . Sederhana tapi tidak pernah terpikirkan . Memorabilia terasa seperti Novel dengan trik jitu untuk melupakan kenangan tapi tidak terasa menggurui para pembaca . Sebuah karya tulis yang sangat kreatif yang membuat saya kesulitan mengekspresikan kekaguman saya .Pada akhirnya saya cuma bisa berkata Wah … dan berpikir untuk harus membaca novel ini .

    2.Setiap yang bernyawa selalu punya cinta .Dan setiap cinta selalu meninggalkan kenangan . Saya juga memiliki kenangan dan beberapa ingin saya lupakan . Kenangan Cinta monyet masa sekolah yang kadang mengganggu konsentrasi belajar . Pengen dilupain tapi hati bilang nggak mau . Pokoknya Memorabilia terasa jadi solusi .Bukan sekedar novel yang dibaca langsung sudah selesai gitu aja tapi novel yang memberikan solusi dan pencerahan .Temanya pun nggak terbatas untuk remaja tapi untuk siapapun yang memiliki kenangan .Sudah kumasukkin ke Wishlist lagi .Pokoknya wajib punya dan baca .

    3.Saya suka gaya kepenulisan kak Sheva . Mengalir dan bikin baper . Saya jadi teringat jaman blogtour 17:17 .Waktu itu saya tidak menang di host manapun . Kecewa banget .Pada akhirnya saya mecah celengan bulanan saya ( celengan khusus buat beli buku ) dan beli sendiri ke gramed . Sebenarnya malas mau ke Gramedia soalnya jauh kak .Aku harus naik motor menempuh jarak 40 KM melewati 1 Kabupaten demi 17:17 .Maklumi saja didaerahku masih agak primitif😄 dan aku nggak menyesal kok dengan jarak sejauh itu .Saya cukup puas dengan 17:17 cuma kurang tebel aja heheh . Lalu saya juga menaruh minat yang sama pada Memorabilia . Saya berharap bisa mendapatkannya tanpa harus bersusah menempuh 40 KM dan mecahin celengan apalagi saya juga masih punya tunggakan uang kas kelas yang belum lunas dan ditagih terus sama bendahara😄 #Pelajarpaspasan .
    Sebentar lagi juga UKK aku mana dibolehin beli novel dan pergi sejauh itu .So mba Luckty tolong banget aku pengen baca novel ini.Janji deh abis UKK aku baca dan tulis reviewnya .Aku juga belum pernah menang diblognya mba Luckty T.T .Karena itulah saya berani blak blakan demi dapetin Memorabilia nangkring dirak bukuku yang masih punya tempat lebar .

    Please come to me Memorabilia .Fill my empty space on my bookself .

    * tebar garam keberuntungan *
    *Malamnya tahajud biar jawabannya kepilih*

  37. Nama : Miftahur Rizqi
    Kelas : XI AP 2 <– ehh, salah !😀
    Twitter : @MR_Laros
    Domisili : Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia *tercinta

    Jawaban alias Answer :
    …………………………………….. eh pertanyaannya apa tadi ?
    berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan?

    karena aku ingin yang gratisan *jujur* . kedua, aku suka banget dengan covernya yang jenis gambarnya kayak tahun jadul gitu, tapi keren alias kece. ketiga aku penasaran dengan karya penulis yang aku kenal di temlen twiter nya kak Luckty, yaitu kak Sheva, dgn twitter @dearsheva , krn aku sebelumnya belum pernah baca buku/novel karya kak Sheva. jadinya aku penasaran banget sama novel karya penulis yg cantik ini. yang terakhir kenapa aku ingin membaca Memorabilia ini, karena aku dibuat baper dgn review diatas yg bertuliskan :
    "Singkatnya, memorabilia adalah SETIAP BARANG YANG PUNYA KENANGAN KHUSUS untuk setiap orang. Barang-barang ini, dulunya, mungkin sering memberikan kenangan yang baik."
    *nyesek men, liat kata-kata itu (yg aku besarin huruf nya). apalagi barang kenangan dari mantan. aduhh, nyesek nya dua kali lipat men*😀
    itu kak alasanku kenapa aku ingin baca buku ini. penasaran bgt aku kak, jadi ingin baca secepatnya.🙂

    semoga aku beruntung bisa dapat novel Memorabilia yg gratisan ini, aamiin.
    walaupun yang ikutan banyak banget dan bagus-bagus jawaban nya.

  38. Putri Prama A.
    @putripramaa
    Probolinggo
    Keinginan membaca sebuah buku itu serupa dengan keinginan untuk menjadikan lawan jenis yang kita sukai sebagai pasangan kita.
    Seperti melihat lawan jenis, ketika melihat novel ini pertama kali, maka yang pertama kulihat adalah covernya. Aku menyukai–ralat, mungkin yang tepat adalah SANGAT menyukai–cover novel ini. Aku suka dengan warnanya, gambar-gambarnya, pilihan fontnya–semuanya!
    Oke, inner handsomeness dapat sekali. Tapi, apalah arti keindahan luar jika tidak diikuti dengan keindahan dalam? Maka, aku mencari tahu tentang novel ini, mencari cara agar mampu bersanding (baca: memiliki) novel ini. Setelah mencari tahu, barulah aku mengerti, ternyata Memorabilia memiliki keindahan di dalam juga. Kak Sheva menuliskannya dengan sangat baik dan menyelipkan banyak teguran-teguran dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita melalui kisah Jingga bersama bisnis Memorabilia-nya. Selain itu, Kak Sheva juga membawa kisah tentang kenangan–sesuatu di masa lalu yang terkadang masih melekat di amygdala kita sehingga menghambat pekerjaan hippocampus yang katanya pakai logika.
    Kalau dirangkum, secara keseluruhan alasanku ingin membaca Memorabilia adalah SUKA dengan inner beauty dan outer beauty-nya!
    Begitulah, aku penasaran dengan keindahan dalamnya.
    Aku sungguh-sungguh ingin membaca novel ini. A-ku pe-na-sa-ran!
    Terima kasih.🙂 (semoga aku beruntung, aku nggak pandai mengemukan alasan ingin membaca soalnya) T_T

  39. Nama : Meilina Istanti
    Twitter : @Meic_Chan
    Kota tinggal : Banyumas

    berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini.

    >>Ide cerita buku #MEMORABILIA ini BEDA tapi MENARIK!
    Ting. Otakku langsung mikir ini keren, ini keren! Hehe😀
    “Aku pengin banget langsung baca bukunya, apalagi gratis kan.” Huehehe ‘-‘ <<

  40. nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini

    Novel dengan konsep yang menarik. Nggak pernah kebayangkan sebelumnya ada orang-orang yang punya inisiatif untuk membantu orang lain ‘menjual’ kenangan yang dimiliki. Bagiku, kenangan -entah dengan perasaan apapun- sebaiknya disimpan, tapi setelah dipikir-pikir ada benarnya juga. Kenangan itu adalah bagian dari masa lalu yang mungkin saja dapat menahan langkah kita untuk melangkah ke depan. Lewat novel ini, aku juga berpikir kira-kira barang apa yang akan aku jual jikabertemu dengan tiga sekawan tersebut? Apakah aku akan rela menyerahkan barang itu begitu saja? Apakah aku juga akan merasa lega setelah menjual kenangan itu?
    Kalau bahas kenangan, pasti akan banyak melibatkan perasaan. Semoga jika berkesempatan memiliki novel ini, aku bisa mehanan air mata yang menggenang. Kenangan mengundang haru dan suka mengusik rasa rindu. Aku merasa novel ini akan buat baper :’)

    • Rini Cipta Rahayu
      @rinicipta
      Karangasem, Bali

      Novel dengan konsep yang menarik. Nggak pernah kebayangkan sebelumnya ada orang-orang yang punya inisiatif untuk membantu orang lain ‘menjual’ kenangan yang dimiliki. Bagiku, kenangan -entah dengan perasaan apapun- sebaiknya disimpan, tapi setelah dipikir-pikir ada benarnya juga. Kenangan itu adalah bagian dari masa lalu yang mungkin saja dapat menahan langkah kita untuk melangkah ke depan. Lewat novel ini, aku juga berpikir kira-kira barang apa yang akan aku jual jikabertemu dengan tiga sekawan tersebut? Apakah aku akan rela menyerahkan barang itu begitu saja? Apakah aku juga akan merasa lega setelah menjual kenangan itu?
      Kalau bahas kenangan, pasti akan banyak melibatkan perasaan. Semoga jika berkesempatan memiliki novel ini, aku bisa mehanan air mata yang menggenang. Kenangan mengundang haru dan suka mengusik rasa rindu. Aku merasa novel ini akan buat baper :’)

  41. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Kota Tinggal : Aceh

    Alasan ingin membaca buku ini, karena aku cukup penasaran dengan bentuk majalah yang di tulis dalam kisah buku ini. membuat aku bertanya-tanya; adakah majalah yang serupa dengan majalah di yg ada di cerita ini di dunia nyatanya (mungkin)??.

    Judul bukunya juga ringan *menurut saya ya*,. Sesuai dengan isi bukunya. ‘Memorabilia’ . mungkin kalau ada Ask Author aku bakal Tanya gini; kak terinspirasi dari mana sih judul bukunya gitu? Dan apa arti di balik kata Memorabilia itu?. (itu salah satu pertanyaan yg aku tanyain ke penulis kalau missal ada Ask Author-nya). 

    Kisah dan cerita yg di tuangkan oleh penulis kedalam buku ini bener2 menarik perhatian saya untuk segera ikutan giveaway-nya. Tema cerita yg di ambil berbeda dari cerita2 yg biasanya / pada umumnya pada sebuah buku cerita. Dan saya sangat terkesan dengan ide kreatif penulis dlm membuat cerita.

    Sekian

    Salam Pida Alandrian

  42. Nama : Mega Widyawati
    Akun twitter : @widy4_w
    Kota tinggal : Nganjuk

    Halo mbak Luckty, perkenankan saya untuk menjawab pertanyaan yang mbak berikan kepada kami. saya akan sangat terharu sekali jika mbak mempertimbangkan jawaban saya.
    Awalnya kita memang belum saling kenal sebelumnya, tapi pasti saya akan tahu dengan mbak Luckty melalui review di blog ini yanv sering saya baca. lama-kelamaan saya jadi terbiasa mengunjungi blog mbak untuk sekedar membaca review novel atau mengikuti kuis yang diadakan. Barangkali kalo saya beruntung boleh bawa pulang bukunya.
    Baik kita mulai ya mbak, Di atas sana mbak memberi pertanyaan ‘Apa alasan saya ingin membaca buku ini?’

    Pertama, Saya memang belum pernah berkenalan langsung dengan Mbak Sheva selaku penulis, namun saya telah mampu mengenal Mbak Sheva dari karya mengagumkanya di novel 17.17 . Dari kilas ceritanya mengupas kondisi kemacetan kota jakarta menjelang sore hari, didominask oleh orang-orang kantoran yang tergesa-gesa untuk sampai rumah duluan sehingga bisa berkumpul bersama keluarga. Cerita satu haru yang mengandung banyak arti menurut saya. Barangkali “Memorabilia” ini bisa menghipnotis saya untuk mengenang kembali Passion dan Macet-nya Ibu Kota..

    Kedua, Saya yakin mbak Sheva telah mempersiapkan novel ini matang-matang untuk menghibur kami para pembacanya. Tentu saja saya tertarik untuk membaca karya dari mbak ubtuk kedua kalinya, bila diberikan kesempatan.

    Ketiga, Desain sampul bukunya bagus. Membuat mata orang langsung tertarik untuk meraih buku ini dan mengetahui isinya lebih lanjut. Kredo “Don’t judge a bookby its cover” tak berlaku disini karena memang cover Memorabilia ini cukup menarik.

    By the way, mungkin cukup sekian dari jawaban saya. Jujur saja, sebenarnya saya masih ingin menulis jawaban panjang sesuai dengan unek-unek dikepala yang masih tersimpan banyak. Sayau capkan terima kasih pada Mbak Luckty yang telah memberikan kesempatan.

  43. Esty
    @estiyuliastri
    Mjokerto

    Aku ingin bergabung dalam tim Jingga, Karsha dan Januar, bersama-sama berjuang mempertahankan MEMORABILIA, membantu orang-orang untuk melepaskan kenangan mereka.
    Salah satunya dengan cara ikut meramaikan majalah digital ini kembali, yayy! Aku akan ikut membagikan kenanganku dalam Memorabilia, yaitu lemari kayu peninggalan nenek.
    Lemari ini punya history tersendiri bagiku & ibu. Kata ibu beberapa bulan sebelum nenek meninggal, nenek sempat berpesan agar lemari kayu tersebut diletakkan di rumah kami. Namun setelah nenek tiada, ibu selalu nampak sedih & melamun setiap kali membuka lemari kayu tersebut. Ibu juga tidak sampai hati menggunakan lemari itu untuk menyimpan pakaian. Ibu mengatakan, “Lemari ini bau aroma baju nenek, kalau ibu masukkan baju-baju kita ke dalam lemari ini rasanya bau aroma nenek ikut hilang…”, hiks. Sedih juga kalo ingat ibu mengatakan kalimat tersebut.
    Jadi lemari kayu ini pun tetap setia menghiasi sudut kamar, tanpa ada sehelai pakaian-pun di dalamnya..hihii
    Nah, karena aku tidak ingin melihat ibu berlarut-larut sedih tiap membuka lemari ini, dan karena alasan rumah kami mulai penuh sesak dengan perabotan, yang jika dibiarkan begitu saja lemari kayu ini lama kelamaan akan habis dimakan rayap sehingga hilang fungsinya.
    Lemari kayu ini tidak bisa dibuang begitu saja karena punya nilai istimewa. Lemari kayu ini juga tidak akan aku jual ke sembarang orang, karena aku & ibu ingin menemukan orang yang tepat, yg bisa merawat dan “memperlakukannya” dengan baik 😊

    Trimakasih
    Smoga berkesempatan bergabung & memeluk Memorabilia😄

  44. Nama: Septia Sari Wulandari
    Akun twitter: @09sari10
    Domisili: Kota Bandung

    Kenapa kamu ingin membaca buku ini?
    Jawabannya:
    Sebelumnya, saya tidak tahu, kenapa orang-orang menjual benda kenangannya. Tapi katanya, karena benda kenangan itu membuatnya tidak bisa lebih baik lagi. Atau karena, lebih baik tidak berada di dekat benda itu karena melihatnya hanya membuat sedih dan mengingat masa lalu yang (mungkin) ingin dilupakan. Dan banyak lagi alasan, yang saya sendiri tidak mengerti. Yang mungkin kebanyakan kenangan yang ada pada benda itu memang penuh dengan kepedihan.

    Kalau ditanya kenapa? Saya ingin membaca buku ini karena saya ingin tahu, kenapa ada beberapa orang yang ingin menjual kenangannya? Padahal, benda kenangan tidak akan sama lagi kenangannya meskipun benda itu terlihat sama atau diganti dengan yang baru. Padahal meskipun benda itu menyakitkan, tetapi menjadi ‘saksi’ dan peninggalan dari masa lalu itu. Namun, semua orang memiliki alasan kenapa ingin ‘menjual’ kenangannya. Dan mungkin itu bisa diungkapkan di buku ini. Lebih-lebih ini adalah buku tentang kenangan. Pasti banyak sesak dan kebahagiaan yang menyertainya. :”)

  45. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Domisili: Palembang

    Tema dan konsep ceritanya menarik. Nerbitin magazine untuk barang-barang kenangan yang ingin dilupakan. Aku jadi penasaran banget, sebenarnya di dunia nyata ini beneran ada nggak sih bidang usaha yang punya konsep kayak begitu? Jujur aja baru denger dari review ini. Bisa nih ditiru dari novel ini sebagai pedoman sebagai usaha baru. Pengin coba juga dong. Gimana ya cara kerja produksinya?🙂

  46. Nama: Leny
    Akun twitter: @Lenny1785
    Kota tinggal: Rantau, Kalimantan Selatan

    Alasan aku pengin baca buku ini, karena pertama, dilihat dari judul “Memorabilia” itu sangat menarik sekali dan aku menebak kalau buku ini bercerita tentang kenangan dan ternyata tebakanku benar. Kedua, setelah aku baca review diatas, ternyata buku ini bercerita tentang sebuah website yang didirikan Jingga dan teman-temannya untuk menjual barang kenangan yang memiliki sejarah dalam hidup seseorang, dan menariknya disesuaikan dengan kriteria orang yang mau membelinya. Menurutku cerita ini unik dan aku suka sekali dengan cerita ini. Ini menarik. Dan terakhir, buku ini tidak hanya menyajikan cerita seputar barang kenangan memorabilia saja, tetapi juga diselipkan tentang pengetahuan lainnya. Ketiga hal itulah yang membuatku ingin sekali membaca buku ini, karena selain membahas mengenai memorabilia, didalamnya juga diselipkan mengenai pengetahuan lain yang menarik dan itu akan menambah pengetahuanku ketika membacanya.

    Semoga beruntung🙂

  47. Nama: Evita MF
    Twitter: @evitta_mf
    domisili: Jogja

    Astaga ini wishlist banget.. Gara-gara baca review di blogtour sebelumnya, di kak Rizky. Aku pengen banget punya buku ini karena…. (baiklah aku jelasin satu-satu)
    1. “Kita memang nggak boleh bilang penderitaan kita lebih sakit daripada penderitaan orang lain. Karena rasa sakit itu nggak punya ukuran. Sepele apa pun itu, jika itu bikin kita menderita, itu namanya rasa sakit.” (hlm. 169)
    Baca quotenya bikin aku penasaran. Aku suka tema-tema penderitaan, sakit hati, atau kenangan. Aku suka novel yang sedih-sedih. Kalau baca novel yang sedih bikin aku banyak-banyak bersyukur, soalnya kesedihanku yang aku rasain ternyata nggak ada apa-apanya dibanding tokoh-tokoh novel yang aku baca.

    2. Aku suka temanya. Unik, menarik dan orisinil. Gimana coba si penulis bisa kepikiran buat cerita tentang majalah yang isinya foto barang-barang sekaligus menceritakan mengenai kenangan apa yang tersimpan di barang itu. Jarang banget ada cerita seperti ini, makanya aku bilang unik dan orisinil.

    3. Aku baca kutipan-kutipan novelnya. Khas kak Luckty banget kalau nulis review pasti ada beberapa kutipan atau sindirannya. Oke, dari baca kutipan-kutipan itu aku ngerasa kalau gaya tulis kak sheva itu seleraku. Aku pengen banget baca. ><

    4. Terakhir, judulnya aja udah bikin penasaran. MEMORABILIA. Lagi-lagi aku kagum, kak Sheva sukses bikin judul yang bagus untuk sebuah novel. Satu kalimat yang bikin pengen tahu dan pengen baca.

    Semoga rezeki sama novel ini aamiin… ^^
    Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s