REVIEW Serpihan Inspirasi + GIVEAWAY

PicsArt_13_05_2016_16_04_54[1]Untuk menggapai satu cita-cita, engkau tidak bisa menuntut jalan yang kau tempuh akan serba mudah. (hlm. 12)

PicsArt_17_05_2016 15_04_38Buku ini adalah kumpulan pengalaman penulis selama kuliah di luar negeri. Ada beberapa yang menjadi favorit, diantaranya adalah:

PEKERJA KERAH  BIRU

Seperti yang sering kita dengar, menjadi mahasiswa di luar negeri, sekalipun berotak encer, harus butuh kerja untuk menyambung hidup. Jangankan kerja yang keren, menjadi pekerja bawah pun persaingannya ketat. Istilahnya adalah pekerja kerah biru. Mahasiswa asing, karena diperbolehkan bekerja maksimal dua puluh jam per minggu, pun berlomba-lomba meraih kesempatan. Karena bukan pekerjaan dengan keahlian khusus, koneksi, dan jaringan menjadi senjata yang cukup dapat diandalkan. Ketika satu pekerjaan sudah diraih, semua atribut dan prestise yang pernah di dapat di Tanah Air pun harus ditanggalkan.

Mahasiswa yang memutuskan dan rela menjadi pekerja kerah biru ini pun menyimpan motivasi yang beragam. Bagi mereka yang masinh lajang, tambahan dolar yang dihasilkan akan digunakan untuk sekedar menambah uang tunjangan beasiswa yang ada, atau untuk merealisasikan setumpuk rencana seperti persiapan menikah dan menghajikan orangtua. Dengan kata lain, mereka bekerja untuk melangkah lebih dekat menuju realisasi dari mimpi-mimpi yang selama ini menghiasi benak.

MENJADI GENERALIS ATAU SPESIALIS

Bahasan menarik tentang sistem belajar. Kegiatan belajar-mengajar di sekolah dasar di Negeri Kangguru terbilang jauh lebih santai dibandingkan di Tanah Air. Para siswa hanya dibebani sedikit mata pelajaran, dan sebagian jam sekolah dihabiskan dengan bermain, berolahraga, dan mengembangkan bakat. Pun tidak ada sistem pemeringkatan (rangking) yang membuat siswa dihadapkan pada kompetisi tetap dengan teman-teman sebayanya.

Setelah melewatkan tujuh tahun sekolah dasar, seorang anak Australia akan menempuh pendidikan di sekolah menengah selama lima tahun. Di sekolah menengah, tentu beban pelajaran semakin meningkat, namun tetap saja masih terbilang jauh lebih santai dibandingkan di Tanah Air. Di sekolah menengah pula, seorang pelajar diarahkan agar mempersiapkan diri untuk mendalam ilmu atau keahlian yang diminati.

Spesialisasi ilmu atau keahlian seorang anak muda Australia benar-benar diasah –dengan sistem yang demikian mapan dan terstruktur- ketika melanjutkan pendidikan di universitas atau technical college. Di jenjang perguruan tinggi, mahasiswa difokuskan untuk memperdalam ilmu dan meningkatkan keahliannya. Ilmu dan keahlian itu yang akan menjadi bekal bagi mereka dalam memasuki pasar tenaga kerja dan scara tidak langsung berkontribusi bagi kemajuan negaranya.

Bandingkan di Indonesia, setiap siswa di sekolah yang mau nggak mau ataupun suka nggak suka harus belajar semua pelajaran yang ada. Padahal tidak semua anak minatnya sama. Ada yang suka Matematika. Tapi ada juga yang kurang menguasainya. Bukan berarti yang kurang menyukai Matematika ini dianggap tidak pintar, justru siapa tahu dia memiliki minat lain; seni misalnya.

Saya juga merasakan seperti itu ketika. Diperas mempelajari semua pelajaran yang ada. Namanya nggak suka, ya nggak ada yang nyangkut materi yang diberikan guru. Beda halnya dengan masa kuliah yang jurusan dipilih memang sesuai minat. Selama kuliah, karena suka dengan jurusannya, jadi setiap mata kuliah yang ada menyenangkan sekalipun banyak tugas ataupun observasi tidak dianggap sebagai sebuah beban. Harusnya sekolah pun begitu, kita bisa memilih pelajaran sesuai minat masing-masing.

INDIVIDUALISME

Australia, seperti halnya kota-kota besar pada umumnya, didominasi manusia-manusia yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Jarang bertegur sapa, maka tak heran jika sesama tetangga apartemen saja tidak saling kenal. Jangan di Australia, masyarakat di kota-kota besar di Indonesia pun juga sudah mulai seperti ini. Beda jauh jika tinggal di desa seperti saya yang kekeluargaannya masih sangat kental, mulai dari acara lahiran sampai kematian.

Selalu ada energi positif yang mengalir dari senyum, sapa dan salam. Tegur sapa yang diiringi senyum memang sepintas terlihat sepele. Namun, ia adalah sesuatu yang meninggalkan kesan dan mengundang pahala, bahkan menjadi sebuah sedekah.

PERPUSTAKAAN

D i luar negeri, perpustakaan menjadi pusat sumber belajar. Banyak mahasiswa tekun belajar di perpustakaan hingga berjam-jam. Perpustakaan juga menjadi loaksi yang nyaman bagi mahasiswa yang memerlukan tempat yang hangat untuk belajar atau mengerjakan tugas kelompok. Belum lagi jika menengok fasilitas perpustakaan kelas dunia yang ditawarkan untuk mahasiswa dan dosennya. Koleksi perpustakaan berupa puluhan ribu judul buku tertata rapi di rak-rak panjang perpustakaan, siap memuaskan dahaga para penuntut ilmu di kampus. Masifnya sumber daya perpustakaan juga terlihat pada koleksi yang telah terdigiltalisasi. Saya jadi teringat, ada seorang penulis sedang kuliah di Australia juga, di sosmednya dia mengatakan takjub di sana perpustakaan banyak dan dapat dijangkau dengan mudah.

PASSION (Renjana)

Masing-masing orang memiliki renjana yang berbeda-beda, baik terkait hobi maupun pekerjaan. Ada yang menemukannya ketika menjadi pegiat sosial, ketika mengajar di depan orang banyak, ataupun ketika berjibaku dengn tabung dan cairan di laboratorium. Ada yang merasa aktualisasi dirinya tumpah ruah ketika meramu makanan, memublikasikan tulisan bermanfaat di media massa, memancing dan membawa pulang ikan untuk disantap oleh keluarga di rumah, atau mengabadikan berbagai momen kehidupan dalam karya fotografi.

Tiap orang mengalami perjalanan yang berbeda-beda dalam menemukan renjana masing-masing. Ada yang sekejap sudah menemukannya, ada pula yang harus menempuh perjalanan panjang dan melewati fase coba-coba (trial and eror). Ada yang renjananya tumbuh setelah melakukan suatu aktivitas untuk pertama kalinya, namun ada pula yang perlu melakukan suatu pekerjaan sekian lama untuk menumbuhkan kecintaan sebagaimana ungkapan pepatah Jawa “witing tresno jalaran soko kulino.”

Manakala passion itu digeluti, akan menghasilkan produk andalan yang bisa memberikan nilai tambah bagi empunya, bahkan membantu orang-orang yang membutuhkan. Pesan moral tema ini adalah temukan renjanamu, lakukan pekerjaanmu dengan kecintaan, dan tebar manfaat untuk sesamamu.”

MENGABDI PADA NEGARA

Seperti halnya mahasiswa yang kuliah di luar negeri pada umumnya, akan mengalami dilematis dalam hal masa depan. Tetap tinggal dan sukses atau pulang ke tanah kelahiran dan mengaplikasikan ilmunya untuk bangsa dan negara.

Jadi, manakah yang ideal untuk seorang putra terbaik bangsa yang berkarya di luar sana? Tetap mengejar karier di negeri orang, ataukah harus kembali pulang? Tentu pilihan dikembalikan kepada masing-masing individu, apalagi mereka masih merasakan keterikatan emosional dengan Tanah Air. Saya sepakat dengan penulis, bahwa kondisi di dalam negeri harus terus diperbaiki, sehingga menjadi daya tarik bagi sosok-sosok luar biasa itu untuk pulang ke tanah kelahiran dan berkontribusi langsung terhadap kemajuan negara. Untuk itulah alasan saya pulang merantau kembali ke desa untuk berkontribusi membangun tempat kelahiran. Tapi biarkan juga teman-teman kita para diaspora terus bekerja dan menjalankan peran mereka. Menebar manfaat untuk sesama, dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

Seperti tiap anak manusia yang tercipat sebagai pribadi unik, maka cara kita dalam membaca, merenungi dan menyikapi sesuatu pun memiliki keunikan masing-masing. Seunik itu pula cara yang kita pilih untuk meningkatkan kualitas diri dan menegaskan kebermanfaatan diri, yang akan terus berproses selama hayat masih di kandung badan. Ya, tentu kita semua ingin menjadi pribadi yang berarti. Bagi umat, bagi bangsa dan bagi kehidupan manusia di muka bumi.

PicsArt_17_05_2016 15_02_27Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Karena spesialisasi itulah yang akan menjad salah satu bekal berharga dalam berkontribusi dan memberikan manfaat di tengah pentas kehidupan anak manusia. (hlm. 22)
  2. Seberapa lama bisa mempertahankan spirit dan daya juang dalam perjuangan mewujudkan mimpi? (hlm. 29)
  3. Manakala passion itu digeluti, akan menghasilkan produk andalan yang bisa memberikan nilai tambah bagi empunya, bahkan membantu orang-orang yang membutuhkan. (hlm. 87)
  4. Tentu kita semua ingin bermanfaat untuk umat, berkarya bagi bangsa, dan mengambil peran dalam kemanusiaan. Dan ternyata untuk busa menjadi seperti itu, kita kita perlu menunggu hingga kondisi diri sudah mapan, tidak perlu menanti hingga usia dikategorikan matang. (hlm. 115)
  5. Ketika dihadapkan pada ujian, yang harus kita lakukan adalah menumpuk stok kesabaran yang berlipat, sembari terus melakukan ikhtiar untuk mencari jalan keluar. (hlm. 128)
  6. Ke mana pun kaki kita melangkah dan di mana pun tempat yang kita pilih untuk membangun kehidupan, pada akhirnya kita akan pulang. (hlm. 133)
  7. Masa sakit memang menjadi masa di mana seorang manusia merasakan derita, meski di sana pula ada komponen penggugur dosa. Bagaimana pun, sakit adalah ujian. Tegar dan ikhtiar adalah jawaban agar dapat lulus dari ujian itu dengan gemilang. (hlm. 142)
  8. Setiap orang memiliki jalan kesuksesan dan cobaan hidup masing-masing. Akan ada kisah kehidupan yang demikian berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. (hlm. 146)
  9. Menjadi kewajiban untuk berusaha meningkatkan kesupelan diri agar pandai bergaul dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang. (hlm. 162)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Serpihan Inspirasi

Penulis                                                 : Salim Darmadi

Penerbit                                              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                                                    : 2016

Tebal                                                     : 226 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-02-8316-6

PicsArt_17_05_2016 14_59_17

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs, @SalimDarmadi

dan @elexmedia. Jangan lupa share dengan hestek GA #SerpihanInspirasi dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan? 😉

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek  GA #SerpihanInspirasi yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

GA #SerpihanInspirasi ini berlangsung seminggu: 23-29 Mei 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 30 Mei 2016.

Akan ada EMPAT PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya!😉

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

INSPIRASI HATI

Pengumuman Pemenang Giveaway Serpihan Inspirasi

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway Serpihan Inspirasi, ada 43 komentar yang masuk. Ternyata lewat giveaway ini jadi mengetahui bahwa banyak sekali yang menjalani hidup belum sesuai passionnya. Semoga kelak bisa menikmati hidup sesuai passion yaa..amin..

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Nama : Olivia Aghni Al-Kaira
Akun Twitter :@ivedvedi
Kota Tinggal : Kediri

Nama : M. Sulhan Habibi
Twitter : @SulhanHabibi
Domisili : Maros, Sulawesi Selatan

Nama : Kurnia Dwi Pertiwi
Akun Twitter : @KDP264
Kota Tinggal : Bekasi, jawa barat

Nama: Farikhatun Nisa
Twitter: @littlepaper93
Kota tinggal: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Giveaway Serpihan Inspirasi. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat Mas Salim Darmadi atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya.

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

@lucktygs

44 thoughts on “REVIEW Serpihan Inspirasi + GIVEAWAY

  1. Nama: Agustin Kurnia Dewi
    Twitter: akdewi_
    Domisili: Cibinong, Bogor.

    Alasan pengen membaca buku ini? Gak cuma ingin membaca, tapi juga ingin memiliki buku ini. Dan mungkin ingin bertemu dengan penulisnya juga?
    Sesuai judulnya, Serpihan Inspirasi, pasti banyak hal positif yang dapat menginspirasi saya, atau siapapun yang membaca.
    Sedikit ‘menampar’ saya saat bagian PASSION.
    Saya sendiri masih ragu dengan rencana masa depan saya. Pekerjaan yang saya geluti, saya rasa bukan belahan jiwa saya.
    Mungkin setelah membaca buku ini, otak saya yang gesrek mungkin bisa berfikir jernih tentang masa depan saya. Haha.
    Dari review-nya terlihat menarik dan sangat memotivasi. Dan ini tentang pengalaman penulis, bukan? Saya lebih suka membaca dan mendengarkan pengalaman orang lain, lalu saya menilai dan menyimpulkan sendiri, dibanding membaca atau mendengar rangkaian kata-kata bijak tanpa ‘nyawa’.

    Sekian, terimakasih.

  2. Nama : Olivia Aghni Al-Kaira
    Akun Twitter :@ivedvedi
    Kota Tinggal : Kediri
    Apa yg membuat saya tertarik untuk membaca buku ini ialah..
    1.Nama Penulis
    Salim Samardi ini adalah seseorang yg berkelahiran di Kediri, 9 Desember 1982. Karena sama-sama dari Kediri, saya bangga atas nya…., seorang lulusan STAN yg mengambil D3 dan D4…
    2. Buku Pertama.
    Buku Serpihan Inspirasi adalah buku baru yang Baru lahir.., ibarat seorang bayi, bayi ini membutuhkan belaian serta kasih sayang dari seorang ibu.. yeah. Nah, ibarat kan saya, saya seorang ibu nya, buku ini seorang bayi nya.. jadi nggak sabar memakaikan popok untuk nya, (maksudnya sampul buku), Menurut saya, kebanyakan buku baru yg baru lahir apalagi masih pertama itu menimbulkan chemistry tersendiri, apalagi sang penulis dari Kediri.. Jadi ngiler untuk pegang buku nya…

    3.Ditulis.berdasarkan pengalaman pribadi
    Saya adalah tipe pribadi yg lebih menyukai cerita fiksi yang nyata. Kisah yg ditulis berdasarkan pengalaman pribadi atau yg disebut dengan nyata ini menimbulkan daya memikat untuk saya.., membayangkan musibah yg dialami tokoh utama yg benar-benar sungguhan terjadi.. wuih. langsung dijamin mellow aku ya…
    sedikit curhat, ketika saya membaca novel nya Agnes Davonar, Surat Kecil Untuk Tuhan, membaca bab demi bab nya saya nggak tega, air mata saya keluar dengan sendiri nya…, kasihan si Keke, tapi dia hebat…., salut buat dia yg kuat menghadapi kanker..
    4.Cover nya.
    Menarik serta nyentrik, saya suka warna cover nya.. Mengingat kan saya akan masakan kue ibu saya, saya utri yg berwarna hijau…, itu makanan favorit saya.
    5.Salim sendiri
    Saya mengagumi penulis nya, begitu tahu dia kelahiran Kediri, siap-siap deh nyiapin kantong buat beli.buku nya…., Jadi nggak sabar pingin Toko Buku terdekat untuk membawa pulang penulis nya…..
    eh salah, buku nya….:))
    6.Penulis cerdas
    Mengingat penulis ini adalah lulusan STAN, yg mengambil D3 dan D4.., serta pernah melakukan study di Brisbane,Australia…, Jadi ingin mengikuti jejak beliau.. ngiri…..
    7.Ucapan terima kasih kepada kak Luckty yg sudah menyelenggarakan GA ini, semoga di hari ulang tahun kakak ini anda sudah menemukan jodoh yg pas untuk anda… Happy Milad kakak , cantik nya nambah deh.., sukses buat review buku-buku nya.. Terima kasih, maaf sekalian disini ngucapin nya…., :)))
    okay…..

  3. jawaban: Saya ingin membaca buku ini karena saya selalu tertarik untuk menyimak pengalaman warga negara Indonesia yang tinggal atau studi di luar negeri. Saya sendiri tahun ini juga akan berstatus sebagai mahasiswa sarjana tingkat akhir. Saya juga memiliki mimpi untuk melanjutkan studi saya ke luar negeri. Dengan membaca buku ini, semoga saya akan mendapatkan tidak sedikit modal/referensi untuk membantu mewujudkan cita-cita saya. Apalagi ditambah dengan orang tua saya yang sudah pensiun, saya benar-benar harus mempersiapkan segalanya dengan matang, juga dalam hal keuangan. Karena itulah, saya sangat ingin membaca buku yang sangat inspiratif ini.

    nama: Fembi Rekrisna Grandea Putra
    akun Twitter: @fembi_rekrisna
    kota tinggal: Karanganyar

  4. Putri Prama A.
    @putripramaa
    Probolinggo
    Kenapa aku ingin membaca buku ini?
    Mungkin karena aku berkeinginan untuk kuliah di luar negeri. Aku tahu ini mimpinya tinggi banget, apalagi aku hanya seorang putri yang lahir di kota kecil. Tapi aku nggak pesimis. Seperti kebanyakan alasan orang yang ingin membaca suatu buku, alasanku ingin membacanya adalah PENASARAN. Iya, aku penasaran sekali, terlebih aku juga ingin kuliah di luar negeri. Dari yang kulihat di reviewnya Mbak Luckty, buku ini menceritakan pengalaman menimba ilmu di negeri Kanguru. Itu adalah salah satu negara yang ingin kucoba mendapatkan beasiswanya, ada banyak beasiswa di Australia bahkan ada yang beri full scholarship sekaligus biaya hidup di sana. Ada Curtin College, Adelaide University, dll. Jadi, melalui buku ini, aku ingin berkenalan dengan Australia yang katanya mengajarkan pelajarnya secara mendetail. Aku suka fakta itu meskipun sekarang aku masih bingung harus menjadi apa. Terkadang kita memiliki keinginan untuk menjadi orang yang berkecimpung di bidang tertentu, tetapi kita merasa kemampuan kita kurang. Terkadang kita merasa mampu di suatu bidang, tapi kita tidak yakin apa nanti akan betah berada di bidang itu. Berbcara passion memang sulit-sulit gampang, dan aku termasuk salah satu orang yang merasa sulit itu. Tapi, yang pasti, aku akan selalu mencoba yang terbaik untuk pendidikanku karena dengan menjadi orang yang teredukasi ‘duniaku’ menjadi semakin luas. Oh ya, doakan aku agar segera menemukan passion yang benar-benar tepat untukku, ya.😀

  5. nama : Wulandari
    twitter @wulanchayaank
    kota : Madiun

    ingin membaca buku ini karena isi dalam buku ini penuh dengan inspirasi dan motivasi yang ku katahui setelah membaca dari review diatas. Terlebih lagi buku ini adalah terbitan Elex media yang tidak perlu diragukan lagi kualitas buku buku terbitannya dan aku suka covernya biru muda warna kesukaanku dengan desain cover yang cukup menarik. aku semakin ingin membacanya karena aku belum punya buku karya Kak Salim Darmadi di lemariku. ku berharap mendapatkannya dan semakin melengkapi perpusku di rumah dengan lebih banyak lagi buku buku yang menginspirasi dan memotivasi. salam kasih.

  6. Nama : yoanda nurseha
    Twitter : @yoanda_nurseha
    Kota : Medan

    Saya ingin membaca buku ini karena buku ini sangat membantu saya yang pernah berkeinginan kuliah di luar negeri,buku ini juga memberikan informasi tentang bagaimana kuliah diluar negeri.Dan selain itu tentunya buku mengispirasi orang” untuk menjadi seperti penulisnya yaitu berkuliah di luar negeri.

  7. Gita | @oneonlygzb | Batam

    Jawaban :
    Pengen punya plus baca buku ini karena yaa seperti judulnya Serpihan Inspirasi.
    Aku yang sedang mencari jati diri dan passion sedang membutuhkan banyak Inspirasi dan Motivasi dari berbagai macam hal.

    Dan menambah banyak ilmu lagi karena menceritakan tentang Negara Kangguru tersebut bukan sembarang cerita, sembaranga ambil sumber dari orang lain tapi dari pengalaman sang penulis itu sendiri.

    Kalau aku bisa memiliki buku ini dan sudah baca sepenuhnya, siap-siap penulisnya bakal aku recoki dengan pertanyaan-pertanyaan yang kepo tingkat akut ini, hehhee.

    Banyak kutipan-kutipan dari kalimat favorit yang menyentilku.
    Yang membuatku, ‘bener juga ya, kenapa gak kepikiran?, hahaha ini seperti nyindir banget, aku salah dong’
    Membuatku merubah jalan pikiran lagi dan lagi.

  8. Buku ini seperti studi banding pendidikan sekolah antara Indonesia dan Australia. Dan membaca reviewnya saya merasa Indonesia memiliki kesalahan mendidik. Seperti yang dikatakan di atas mengenai passion, Indonesia memberatkan siswa mempelajari semua pelajaran tanpa melakukan pendekatan apa yang menjadi kesukaan siswanya. Dan jika keliru, siswa tidak mendalami kesukaannya dan pelajaran lainnya pun tidak menjadi cemerlang. Jadi selama 12 tahun sekolah hanya buang-buang waktu. semoga akan ada perbaikan kelak.

    Nama: hapudin
    Twitter: @adindilla
    Kota: Cirebon

    Jawaban: Saya ingin membaca buku ini karena;

    1. Ini buku nonfiksi yang bisa dijadikan tambahan pengetahuan bagi blogger seperti saya.

    2. Buku ini bisa menjadi bahan diskusi di blog saya yang membicarakan “12 tahun kita sekolah, kita menjadi apa?”

    3. Mengenal negara tetangga Australia dengan segala informasinya yang disampaikan penulis.

    4. Saya suka membaca dan pasti akan disebarkan ilmunya kelak.

    4 alasan sederhana yang semoga mengantarkan saya mengenal penulisnya dan informasinya.

  9. Nama : Kurnia Dwi Pertiwi
    Akun Twitter : @KDP264
    Kota Tinggal : Bekasi, jawa barat

    Berikan alasan kenapa aku pengen membaca buku ini?

    Oke, sebelumnya aku pengen tebar garam keberuntungan terlebih dahulu supaya mujarab😀
    Bismillah…

    Hmm.. ini kenapa pertanyaan kenapa pengen membaca, ya? Ntar kalau udah baca di balikin lagi, dong😀 aku sih pengen buntelannya di taro rak buku aku di rumah, jadi Hak milik gitu hehehe..

    pertama, aku greget belum pernah menang di blognya mbak luckty, bayangin mbak aku sering ikutan tapi garam keberuntungan belum berpihak sama aku. Oke, yang lalu biarlah berlalu sekarang waktunya menatap masa depan. *apalah.

    Kedua, membaca review yang di tulis sama mbak luckty aku sangat sependapat. Di indonesia mau nggak mau, suka nggak suka, wajib kudu harus ngikutin pelajaran yang ada. Kan ngeselin. Aku nggak suka fisika alhasil fisika selalu remed. Giliran remed di omelin mulu, padahal aku kan nggak milih fisika sebagai pelajaran yang diminati, jadi wajar dong kalau nilainya sering merah *alasan😀
    Nyokap sih biasa aja, kalau mengambil rapot, terus wali kelas ada yang remed, mama langsung bilang, “pasti fisika” itu karena sering langganan😀 sekarang aja aku udah lulus jadi nggak ada lagi fisika.
    Nah, aku pengen kasih buku ini ke mama, alasannya sih bukan karena fisika😀 jadi ceritanya aku punya adik baru SD. Aku sih pengennya adik aku langsung disekolahin yang dia minatin aja, nggak usah sekolah umum. Rasa-rasanya buang buang duit aja. Kalau sekarang keliatannya adik aku suka musik, dia suka berkarya juga. Mungkin seniman kali, ya. Nah.. aku tuh pengennya langsung aja sekolah seni. Di tekuni aja seninya itu. Tapi sama mama nggak boleh katanya masa nggak SMA. Aku pengen kasih tau aja sama mama di australia sistem pendidikannya kaya gitu sama kaya yang aku pengenin. Ntar kalau adik aku udah bisa nentuin minat dia, jadi aku sama mama tinggal mendukung.

    Ketiga, sebelum aku kasih buku ini ke mama aku pengen baca dulu, kan nggak lucu kalau berdebat sama mama, tapi belum tau isi ceritanya. Nah.. berhubung ini buku inspirasi aku sangat tertarik baca. Karena selain bisa memotivasi, rasanya aku perlu di selingin bacaan buku macam kaya gini diantar novel roman yang aku punya. Biar lebih fresh gitu.

    udah ah cuap cuap basi-basinya. Padahal mah intinya pengen dapet buntelan aja.

  10. Nama : M. Sulhan Habibi
    Twitter : @SulhanHabibi
    Domisili : Maros, Sulawesi Selatan

    Hallo mb. Luckty, aku ikutan lagi ya GA #SerpihanInspirasi ini, soalnya aku tiba-tiba tertarik untuk mambaca (dan memiliki) buku ini,

    Well, pertama-tama penulis buku #SerpihanInspirasi ini, Salim Darmadi, lulusan STAN? Oh, berarti kami satu almamater dong. Aku juga lulusan STAN sih (gak ada yang nanya). Wow, aku sudah gak terlalu berambisi untuk menulis sebuah buku, malah Salim Darmadi menerbitkan buku yang menginspirasi. Beda banget ya #eh #abaikan

    Kenapa aku ingin membaca buku ini?
    Lihat cover-nya aja mupeng. Australia.
    Warnanya cerah, keren, bikin mata langsung tertuju untuk mengambilnya dari rak buku dan pasti setidaknya bakalan baca sinopsisnya. Ini salah satu alasan aku ingin membaca buku ini.

    Hebat ya Salim Darmadi, D3 STAN, lanjut D4 STAN, dan akhirnya kuliah di luar negeri (Australia). Beda sekali denganku yang skripsi S1-nya aja mandek setahun nih, belum dilanjutkan #eh #abaikan #curhatlagi
    Salah satu keinginanku dari dulu adalah bisa kuliah di luar negeri. Tapi, entah karena aku kurang motivasi atau apa, sampai sekarang antara niat/keinginan dengan usahaku sering tidak sejalan. Katanya mau kuliah di LN, S1 aja belum diselesaikan, usaha menuju ke sana sering kulakukan setengah hati. Aku ingin membaca buku ini, sebagai sesama alumni STAN, mungkin aku menemukan inspirasi dan menambah semangatku untuk kembali berusaha kuliah di LN.

    Kalau boleh jujur ya, gak tau mulai sejak kapan tepatnya, namun aku tidak menyukai sistem pendidikan di Indonesia. Maaf, bukannya sombong ya, akhir-akhir ini aku sering merasa tidak setuju mengenai :

    1. Ujian Nasional yang menjadi dasar kelulusan siswa, yang juga berakibat para siswa stress dan mendapatkan tekanan.
    2. Sistem pendidikan di Indonesia yang masih menerapkan sistem rangking, mewajibkan semua pelajaran di sekolah, biaya pendidikan yang sangat mahal mulai dari PAUD sampai SMA (kuliah juga sih).
    3. Aku sering khawatir akan nasib anakku kelak akan pendidikan yang dia dapat di sekolah. yang aku khawatirkan adalah masih adakan pendidikan budi pekerti, akhlak, moral, agama yang bisa didapatkan di masa yang :mengerikan” sekarang ini. Aku tahu ini tanggung jawab orang tua dan juga guru.

    Aku sering iri melihat pendidikan di luar negeri yang terlihat lebih peduli terhadap individu/murid sebagai manusia, bukan sebagai objek pendidikan ataupun komoditas.
    Aku iri dengan fasilitasnya, perpustakaannya, kesempatan yang diberikan kepada siswa, pembagian pendidikan berdasarkan peminatan dan keahlian, dan lain sebagainya…

    Sebagai pegawai yang mengabdi kepada negara, aku memang punya kewajiban untuk bekerja dengan sebaik-baiknya demi negara. Namun, bukan berarti aku tidak melakukan apa yang menjadi passion-ku.
    Selain bekerja sebagai ASN, aku masih melakukan hobiku (membaca buku, menonton film, membuat film pendek, berkreasi seni) dan sebisa mungkin pekerjaan yang sekarang bisa aku arahkan atau sinkron-kan dengan apa yang aku sukai.
    Bekerja sesuai passion itu memang menyenangkan, tapi sesekali kita perlu menerima tantangan dan melakukan apa yang kita takut untuk lakukan.

    Aku ingin mengetahui apa passion yang dilakukan oleh sang penulis, Salim Darmadi, di sela-sela pengebdiannya kepada negara. Pengalaman yang dia tuangkan dalam buku ini bukan main-main lho ya. Aku malah bersyukur sekali bahwa ada abdi negara yang menuliskan pengalamannya ke dalam tulisan dan dibagikan kepada banyak orang. Aku ingin suatu saat juga bisa mewujudkannya.

    Aaaah…
    Panjang ya. Tulisanku penuh curhat dan sarkasme di beberapa bagian lagi. Hehehe…

    Intinya adalah (secara singkat)

    Aku ingin membaca buku ini karena aku merasa latar belakang kami (aku dan Salim DArmadi) memiliki kemiripan. Aku ingin membaca buku ini agar bisa merefleksikan hidupku (tindakan – perbuatan – pengalaman) yang telah aku jalani dengan apa yang telah di jalani sang penulis.
    Aku berharap dengan membaca buku ini aku bisa mengambil pelajaran berharga (dalam hal ini INSPIRASI) yang bisa membuatku lebih maju dan lebih baik lagi.
    Aku juga berharap bisa menemukan sesuatu yang berharga, bisa melakukan hal yang lebih, dan bisa membagiakan pengalaman berhargaku kepada orang lain setelah membaca buku ini.

    So, please mb Luckty.
    Pilih aku menjadi salah satu yang beruntung mendapatkan buku ini.
    Terima kasih.

    GA #SerpihanInspirasi ini keren banget.
    Terima kasih sudah mengadakan GA ini. Terima kasih sudah mengenalkan buku ini (sebelumnya aku gak tau lho buku ini ada)
    Sekali lagi. Wish me LUCK!!!

    (**maaf kepanjangan)

    • Eh, kelupaan saking semangatnya.
      Selain keluh kesahku akan pendidikan di Indonesia, ada keinginanku untuk membantu menciptakan pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Aku ingin berbuat sesuatu (walaupun aku belum tahu dalam bentuk apa). Tapi, mungkin mulai dari diriku sendiri dan keluargaku.
      Jadi, bukan cuma mengeluh doang lho ya. hehehe

  11. nama : Princessa Ayudha
    akun twitter : chessychesa
    kota tinggal : Pekanbaru
    Link share : https://mobile.twitter.com/cheesychesa/status/734728066241429504

    Alasan kenapa aku ingin membaca buku ini karena di reviewnya tertera pengabdian pada negara, saya sudah mempunyai dua buku lainnya ttg mahasiswa yang belajar diluar negri tapi saya belum mendapatkan part dimana ia kembali untuk memperbaiki bangsa ini.. apa yang dilakukannya setelah sampai kembali dari negara orang dan membawa ilmu darisana? bagaimana rasa nasionalismenya yg tinggi menariknya untuk kembali ke Indonesia? Jujur saya juga ingin suatu saat nanti bisa belahar di negara luar.. saya pernah berfikir untuk menetap disana tp setelah membaca review diatas saya teringat kata2 pak Prabowo Subianto “kalau bukan kita siapa lagi..”

  12. nama : Mukhammad Maimun Ridlo
    akun twitter : @MukhammadMaimun
    kota tinggal : Sleman

    Alasan aku ingin baca buku ini :
    1. Penulisnya baik banget. Sebagian royalti akan disumbangkan mellui ACT (Aksi Cepat Tanggap)
    2. Ingin dapat inspirasi membangun dari buku ini tentang pergaulan di negara lain
    3. Saya guru, ingin tahu lebih dalam tentang pendidikan di luar negeri sebagai studi banding. Kalau di buku ini di Australia.
    4. Ingin menggeluti passion dengan lebih intens

  13. Nama: Lisa Sentani
    Twitter: @lisasent
    Domisili: Depok

    Baca reviewnya ka luckty, aja udah ada sedikit serpihan inspirasi, gimana kalau baca keseluruhan bukunya, excited!
    Judul bukunya bikin pengen banget punya buku ini, terlebih lagi, aku pengen bisa kuliah dan punya pengalaman tinggal di negeri orang (alias luar negeri), udah sempet ikutan daftar beasiswa scholarship, ikutan seminar, bahkan ikutan hadir di european higher education fair, tapi masih belum ditakdirkan. Liat orang-orang yang udah hebat bisa kuliah di luar negeri jadi envy kepengen juga, cuma denger susah senengnya kehidupan mereka, ada sedikit yang mengganjal kalau ‘mungkin gak ya?’ gak yakin gitu, juga karena terbentur izin orang tua yang bilang “buat apa pake segala ke luar negeri” makanya pengennya dengerin cerita orang mulu terkait kehidupan mereka sekolah di luar negeri biar bisa semangat lagi ngejar scholarshipnya, nah kalau aku baca buku ini mungkin bisa jadi salah satu “vitamin” yang bisa makin memotivasi aku. give me the one, pls~😀 #wishmeluck #GASerpihanInspirasi

  14. Nama : Mega Widyawati
    Akun twitter : @widy4_w
    Kota tinggal : Nganjuk

    Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan?

    Sama seperti judulnya, alasanku ingin membaca bukunya mungkin karena terinspirasi sama histori orang-orang berkebangsaan Indonesia yang melanjutkan pendidikan Sarjanannya di luar negeri, yang akhirnya bisa mencapai kesukasan dan membawa pulang kesuksesan itu ke tanah air ini. Barangkali dengan membaca buku ini, aku bisa menjadi seperti mereka. Aku bisa tahu langkah tempuh yang akan ku ambil setelah lulus SMA nanti. Aku bisa menentukan targetku dengan tepat yang mampu menghantarkanku pada jalur kesuksesan. Walau pun jalan yang aku lalui tidaklah selalu mudah. Pasti selalu aja ada halangan ditengah jalan, namun karena tekadku yang bulat, serta dukungan dari keluarga terutama Bapak sama Ibuku yang setiap hari selalu mendoakan anaknya. Makanya aku yakin, rintangan seterjal apa pun pasti bisa dilewati.

  15. Nama : ATHAYA iRFAN
    Twitter : @jeruknipisanget
    Kota : Tangerang

    Aku ingin membaca buku ini karena aku belum mengenal bagaimana cara bertahan hidup seorang mahasiswa Indonesia di negeri orang. Aku yang berniat untuk melanjutkan studi ke luar negeri masih belum punya pengalaman untuk menyesuaikan diri di negeri orang. Buku ini bisa jadi panduan dan refrensi yang seru untukku mempersiapkan diri untuk bisa melanjtkan kuliah dan bekerja di luar negeri.

  16. Mariyam
    @mariyam_elf
    surabaya

    1. dari judulnya aja udhn tertarik, serpihan inspirasi. aku lgi btuh asupan inspirasi jdi kalau baca yang berbau inspirasi pasti nanti bawaannya semangat.
    2. karena aku belum pernah baca karyanya penulis ini. jdi kalau dapat buku ini, ya pertama kalinya baca karyanya.
    3. karena aku orangnya suka baca, apalgi sekarang mumpung lbur kuliah bisa dimanfaatin buat baca buku non-kuliah.

    udh gitu aja alsannya, simple😀

  17. Nama : Ika Suchi Febriyanti
    Uname Twitter : @ISFebriyanti
    Domisili : Lampung

    Sesuai dengan judulnya, Serpihan Inspirasi.
    Buku ini menurut saya banyak motivasinya.
    Banyak pesan positifnya.
    Dan mungkin bisa memotivasi saya berfikir dengan matang untuk melanjutkan pendidikan dinegara orang suatu saat nanti.
    Hidup dinegara orang itu memang keras, namun sistem pendidikannya memang jauh berbeda dibandingkan di Indonesia.

    Terimakasih, kak.

  18. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Kota Tinggal : Aceh

    Alasan saya ingin membaca buku ini karena pengalaman penulis yg beragam dan telah beranak-pinak selama berada di negera orang menginspirasi saya supaya jangan memandang dan mendengar kata orang, tapi pelajari dan pahami lingkungan orang (Negara asing) dari pengalaman-pengalaman pahitnya dan sukanya. Karena tidak semua pengalaman itu berbuah kepahitan pasti ada kesenangan dan suka citanya selama di Negara orang.

    “Diperas mempelajari semua pelajaran yang ada. Namanya nggak suka, ya nggak ada yang nyangkut materi yang diberikan guru. Beda halnya dengan masa kuliah yang jurusan dipilih memang sesuai minat. “
    Saya suka dengan kalimat di atas. Membuat saya bertanya-tanya bagaimana dgn penulis sendiri? Pasti ada beberapa hal yg berketerkaitan dgn yang tidak sukai atau yg tidak di minatinya. Apa lagi berada di negera orang, bagaimana cara penulis mengatasinya? Di tambah lagi di sana lingkungan sosialnya kurang, masing sibuk dgn urusan sendiri.

    Kalau saya lg googling ke luar negeri, pasti hal utama yg saya cari itu info dan bagaimana system perpustaakaan di sana. Hal yg luar biasa memang yg saya dapati. Malah saya salut sama org luar berbeda sekali dgn pustaka di indo minatnya masih sedikit yg berkunjung cm segelintir org2 yg membuat tgs. Saya penasaran selama penulis berada di Negara orang bagaimana cara penulis meluangkan waktunya dr pekerja kerah biru yg di beri waktu selama seminggu hanya 20 jam perminggu dan meluangkan waktu untuk belajar dan perpustakaan? Dan kapan istirahatnya?

    Dan saya berharap dari buku ini saya bisa dapat banyak pembelajaran dr penulis melalui pengalaman2nya selama berada di Negara orang dan dapat menginspirasi saya walaupun saya tidak berada di Negara orang (alias di tanah air) saya juga bisa menerapkannya di tanah air.

    Sekian..

    Salam Pida Alandrian

  19. Nama: Rohimah Muthmainnah
    Twitter: @Ina_ELFINA10
    Domisili: Cibarusah, Bekasi.

    Alasan pengen membaca buku ini? karna dengan baca review novelnya saja sudah memberiku inspirasi tentang kehidupan mahasiswa yg sekolah diluar negeri. bagaimana kehidupan seorang mahasiswa di negri orang yang harus tinggal sndirian. jadi, ini membuat aku penasaran untuk bacanya. makanya aku pengen banget baca buku ini soalnya aku sendiri baru lulus sekolah SMA aku belum tau persis sperti apa kehidupan seorang mahasiswa. dengan buku ini setidaknya memberi gambaran tntang kehidupan seorang mahasiswa^^~

  20. Nama: Rohimah Muthmainnah
    Twitter: @Ina_ELFINA10
    Domisili: Cibarusah, Bekasi.

    Alasan pengen membaca buku ini? karna dengan baca review novelnya saja sudah memberiku inspirasi tentang kehidupan mahasiswa yg sekolah diluar negeri. bagaimana kehidupan seorang mahasiswa di negri orang yang harus tinggal sndirian. jadi, ini membuat aku penasaran untuk bacanya. makanya aku pengen banget baca buku ini soalnya aku sendiri baru lulus sekolah SMA aku belum tau persis sperti apa kehidupan seorang mahasiswa. dengan buku ini setidaknya memberi gambaran tntang kehidupan seorang mahasiswa^^~

  21. Nama: Rara Amalia
    Akun Twitter: @rharamalia_
    Domisili: Gorontalo

    Terlalu banyak yang menarik saya ingin segera membaca buku ini jika dilihat dari review yang diberikan mba Luckty. Perbandingan tanah air dengan negeri kangguru ini dari banyak segi, mulai dari segi pendidikan, generasi penerus sampai pada perpustakaan. Dan yang bikin saya tambah senang perbandingannya bukan hanya dari segi Positif tapi segi Negatif juga ada yaitu Individualisme yang sekarang mulai menjangkiti masyarakat Tanah Air. Sopan dan Santun sampai keramahan mulai berkurang di negeri kita tercinta ini. Saya berharap jika saya berhasil mendapatkan buku ini dan setelah membacanya saya bisa mendapatkan inspirasi untuk mulai mengubah dimulai dari diri sendiri sehingga nantinya bisa saya tularkan pada orang lain.

  22. Khoyul
    @Jkhoyul
    Blitar Jatim

    Ingin baca buku ini tentu saja karena menurut review di sini, buku Serpihan Inspirasi memang sangat menginspirasi. Juga ingin tahu bagaimana suka dukanya penulis selama berada di negeri orang.

  23. Esti
    @estiyuliastri
    Mojokerto

    Alasannya karena aku pengen dapet energi positif dari buku ini. Apalagi setelah membaca review dr kakak, yang saya tangkap buku ini sarat akan inspirasi yg menggugah hati & nampaknya kumpulan kisah di dalamnya bisa mendewasakan pikiranku yg kadang masih labil dlm menghadapi suatu persoalan…hihii
    Andai mendapatkan buku karya Salim Darmadi ini, aku ingin share bukunya dengan adekku yg sekarang statusnya sedang rumit, alias lagi ngerjakan skripsi. Kuharap buku ini bisa membantu merefresh otak adekku yg uda kayak benang kusut (gara2 revisi muluk) & bisa memberi dia sedikit pencerahan 😁😁😁

  24. Nama : Arum okta S
    Twitter : okta_s 3233pm
    Kota tinggal : Mojokerto

    Kenapa sih pengen baca ? Karena bukunya menarik , baca sedikit reviewnya aja udah kayak lagi ngobrol sm penulisnya , isinya informatif , inspiratif dan yang paling penting sih bahasanya asik juga . Udah berasa lg ngobrol sama temen trs yg diobrolin itu gak menye menye semuanya bermanfaat , jdi kan suasananya itu antusias . Mungkin nanti pas baca bukunya itu bisa sekali lahap langsung habis , jarang banget loh ada buku kayak gini yang bisa bikin suasana hidup dan gak kerasa kalo lagi baca buku. Te ope be ge te pokoknya

  25. Nama: Farikhatun Nisa
    Twitter: @littlepaper93
    Kota tinggal: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

    Jawaban: Alasanku sederhana, aku ingin membaca novel ini karena aku mau novel ini menjadi inspiratorku. Dari resensi Kakak yang aku baca, entah kenapa, seperti ada energi yang tersampaikan padaku. Ini tidak berlebihan, terkadang sesuatu yang maya jauh lebih bernyawa dari apa yang nyata. Terlebih keadaanku yang sekarang sedang butuh suntikan inspirasi. Kini aku sedang bergelut dengan bagian diriku yang pesimis. Aku sedang tidak yakin dengan impian-impian yang ingin aku capai karena sebuah kekurangan. Aku bukan anak cerdas dan bukan dari golongan keluarga yang berada. Jadi bagaimana aku bisa menggapai semua itu?

    Setelah aku membaca resensi buku ini. Aku jadi berpikir ulang: bahwa semua itu butuh usaha. Yang cerdas seperti penulis buku ini saja masih harus terus berusaha, lha apa lagi yang terlahir dengan kapasitas kecerdasan yang standar macam aku. Dan dari membaca resensi buku ini aku mulai berbenah diri dari satu hal yang kecil: mempersiapkan diri menjemput impian. Dari baca resensinya saja sudah sebegini kuat efeknya. Apalagi bisa baca bukunya. Semoga saja buku ini berkenan menjadi inspiratorku.🙂

  26. Nama : Aini Eka
    Twitter : @ainekayul
    Domisili : Samarinda

    Kenapa pingin baca? Entah saya sendiri juga bingung sebenernya kenapa pengen banget baca. Tapi kayaknya ada bisikan kuat bahwa saya harus baca buku ini. Saya bukan penggemar buku nonfiksi, tapi saya suka tipe-tipe buku seperti Serpihan Inspirasi ini. Bahasanya ringan dan ngena banget, sedangkan kebanyakan buku dengan genre yang sama rasanyaa susah dicerna sama otak saya.
    Saya selalu tertarik dengan budaya negeri lain, terutama tentang politik dan sosial masyarakatnya. Dan kayaknya buku ini mengandung kedua unsur ini sehingga di kepala langsung terbesit, “Aha aku mau baca ini.”
    Dan juga saya akui, setelah kuliah di bidang sosial dan politik justru saya jadi agak gimana ya? Jadi merendahkan dan cenderung enggan mengakui negara sendiri karena keboborokan sospol yang nyaris tidak tertolong lagi. Mungkin, dan semoga, buku ini bisa membuka paksa mata saya bahwa tak selamanya masyarakat luar negeri, terutama negara penganut liberalisme seperti Aussie, tidak selalu seindah penampakannya di televisi dan buku-buku ulasan negara tersebut.
    Again, karena jursan kuliah yang saya ambil, saya merasa harus melanjutkan pendidikan saya di luar negeri. Bukannya merendahkan kualitas kampus lokal, namun sebagai mahasiswa yang dididik untuk menjadi calon diplomat, saya rasa kuliah di luar negeri itu menjadi sebuah kewajiban; untuk terjun langsung ke dalam masyarakat internasional, mempelajari secara langsung karekteristik masyarakat dan negara lain. Karena ituuuuu kayaknya buku ini cocok banget dibaca buat jadi referensi biar saya tidak kagok dan kaget jikalau harapan saya lanjut pendidikan ke luar negeri terkabul🙂

  27. Nama : Fasa Febrianisa Maghfira Hasbi
    Twitter : @Fasa_Febrianisa
    Kota tinggal : Malang
    Link share : https://twitter.com/Fasa_Febrianisa/status/736192746126336002

    Bismillah semoga buku ini keberuntungan saya dari Allah…
    Assalammualaikum
    alasan saya ingin membaca buku ini adalah sebagai pelajar saya sangat butuh buku yang menginspirasi seperti buku Serpihan Inspirasi ini,dari reviewnya saja saya yakin kalau buku ini tidak hanya memberikan pembacanya serpihan inspirasi melainkan banyak sekali inspirasi yang dituangkan penulis pada buku ini
    dan terlihat sekali dari review diatas bahwa buku ini banyak mengandung pelajaran yang berharga yang dialami penulis sehingga pelajaran tersebut dapat kita share ke teman” untuk menambah wawasan mereka tentang pendidikan di negeri orang itu gimana sih.
    Saya sangat salut dengan cara penulis menulis cerita ini dari pengalaman pribadinya sendiri.
    Saya sangat berharap bisa mendapatkan buku ini agar kelak ketika saya telah menginjak masa-masa dimana saya kuliah saya telah terbekali motivasi” dan inspirasi dari buku ini.
    dari review buku tersebut saja saya sudah sangat tidak sabar mebacanya dan sepertinya review buku ini sudah memberi aura positif kedepannya untuk mencapai impian saya sebagai Generasi muda yang Insyaallah ingin membawa nama Indonesia bersinar di mata dunia.
    Saya berharap melalui buku ini saya dapat pencerahan yang luar biasa dan dapat mengubah hidup saya jauh lebih baik kedepannya dan bisa merubah pola pikir saya menjadi lebih dewasa&maju… aamiin🙂
    Semoga buku karya kak Salim Darmadi ini benar” seperti yang saya harapkan dan benar” buku yang selama ini saya cari🙂

    Terimakasih Wassalammualaikum🙂

  28. Nama : Fasa Febrianisa Maghfira Hasbi
    Twitter : @Fasa_Febrianisa
    Kota tinggal : Malang
    Link share : https://twitter.com/Fasa_Febrianisa/status/736192746126336002

    Bismillah semoga buku ini keberuntungan saya dari Allah…
    Assalammualaikum
    alasan saya ingin membaca buku ini adalah sebagai pelajar saya sangat butuh buku yang menginspirasi seperti buku Serpihan Inspirasi ini,dari reviewnya saja saya yakin kalau buku ini tidak hanya memberikan pembacanya serpihan inspirasi melainkan banyak sekali inspirasi yang dituangkan penulis pada buku ini
    dan terlihat sekali dari review diatas bahwa buku ini banyak mengandung pelajaran yang berharga yang dialami penulis sehingga pelajaran tersebut dapat kita share ke teman” untuk menambah wawasan mereka tentang pendidikan di negeri orang itu gimana sih.
    Saya sangat salut dengan cara penulis menulis cerita ini dari pengalaman pribadinya sendiri.
    Saya sangat berharap bisa mendapatkan buku ini agar kelak ketika saya telah menginjak masa-masa dimana saya kuliah saya telah terbekali motivasi” dan inspirasi dari buku ini.
    dari review buku tersebut saja saya sudah sangat tidak sabar mebacanya dan sepertinya review buku ini sudah memberi aura positif kedepannya untuk mencapai impian saya sebagai Generasi muda yang Insyaallah ingin membawa nama Indonesia bersinar di mata dunia.
    Saya berharap melalui buku ini saya dapat pencerahan yang luar biasa dan dapat mengubah hidup saya jauh lebih baik kedepannya dan bisa merubah pola pikir saya menjadi lebih dewasa&maju… aamiin🙂
    Semoga buku karya kak Salim Darmadi ini benar” seperti yang saya harapkan dan benar” buku yang selama ini saya cari🙂

    Terimakasih Wassalammualaikum🙂

  29. Nama: Muhammad Zaini
    Akun Twitter: @mzaini30
    Kota Tinggal: Samarinda

    Alasan saya ingin membaca buku ini:

    Buku ini penuh dengan semangat! Saya sangat suka dengan buku-buku semacam ini! Mengapa? Karena dengan buku semacam ini, saya dapat membantu kawan-kawan saya supaya tetap optimis, memiliki pandangan visioner, dan tidak selalu mengeluh karena setiap hari hanya melihat kulitnya saja, tidak sampai melihat makna.

    Menurut saya, buku ini pas kalau disandingkan dengan Sun Zi Bingfa yang berisi dengan filsafat-filsafat militer China kuno, terus pas juga kalau disandingkan dengan Muqaddimah Ibnu Khaldun yang berisikan tentang sejarah bangsa-bangsa Ibrani hingga Arab. Saya yakin, dengan memiliki buku ini, saya dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan dan menyebarkan manfaatnya kepada orang lain.

  30. Hindun Ratna Ayu Safitri
    @hindssafitri
    Trenggalek, Jawa Timur

    Sepertinya buku yang sangat inspiratif dan informatif. Harapannya dengan membaca buku ini bisa menjadi salah satu sumber penyemangat dan inspirasi dalam meraih cita-cita serta dapat menjadi salah satu bacaan yang sarat dengan informasi mengenai bagaimana sistem pendidikan di Australia dijalankan.

  31. Nama: Awalia Sholihah
    Twitter: awalia090awalia090
    Kota Tinggal: Pontianak

    Alasan ku pengen punya dan baca buku ini karena aku lagi butuh banget inspirasi, apalagi sekarang udh jadi mahasiswa semester akhir yg cobaan nya sangat berat dalam mencari inspirasi dan motivasi dalam menyelesaikan tugas akhir (skripsi).

  32. Nama: Awalia.S
    Twitter: awalia090awalia090
    Kota TinggalTinggal: Pontianak

    Alasan ku pengen punya dadan baca buku ini karena aku lagi butuh bange inspirasi dalam menulis. Apalagi sekarang udh di semester akhir yg cobaan nya cukup berat dalam menyelesai kan skripsi. Kadang susah banget nyari inspirasi untuk nulis. Jadi akj berharap semoga abis baca buku serpihan inspirasi ini aku akan memiliki banyak inspirasi baru dalam menulis dan menyelesaikan skripsi ku ini amin.

  33. Heni Susanti | @hensus91 | Pati – Jawa Tengah

    Aku mau membaca buku ini karena aku berharap setelah membaca buku ini aku bisa menemukan serpihan-serpihan inspirasi tentang passion-ku yang sebenarnya. Karena jujur saja selama ini aku bekerja hanya mengerjakan apa yang ada dan merasa passion-ku bukan di sana. Mungkin juga bisa membantuku menemukan serpihan inspirasi tentang apa yang harus kulakukan, keputusan apa yang harus kubuat, karena selama ini aku selalu bingung memutuskan apakah harus bertahan atau tidak di sana.

  34. Nama; Awalia Sholihah
    Twitter; @awalia090
    Kota Tinggal: Pontianak

    Alasan ku untuk baca dan punya Buku “Serpihan Inspirasi” adalah karena aku sekarang lagi butuh banget inspirasi dalam menulis dan menyelesaikan tugas akhir kuliah ku. Apalgi sekarang udh d semester akhir, gx cuma inspirasi yang ku butuk kan, namun juga motivasi dalam menulis. Semoga dengan membaca buku ini dapat membuat ku ter Inspirasi dan ter Motivasi dalam menulis dan menyelesaikan Skripsi ku amin.

  35. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Twitter: @sitasiska95
    Kota Tinggal: Gorontalo
    Alasan: Sejak dulu, saya selalu penasaran dengan mahasiswa/mahasiswi Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri. Dari beberapa artikel, novel bahkan film, rata-rata orang yang mencari ilmu di luar negeri kebanyakan menggunakan waktu luangnya selain untuk belajar dan mengerjakan tugas, juga untuk bekerja paruh waktu. Saya ingin tahu, bagaimana sebenarnya kehidupan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, cara mereka mendapatkan pekerjaan, bagamana mereka membagi waktu mereka antara menempuh pendidikan dan bekerja (apa hal itu tidak terlalu membebani) dan dengan kesibukan seperti itu, masih bisakah mereka memiliki waktu untuk menikmati hobi atau sekedar berjalan-jalan sore di taman bersama orang yang disayangi. Apalagi buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Sesuatu yang dibagi berdasarkan pengalaman pasti akan memberikan banyak manfaat da pelajaran :))

  36. Nama : Firda Yulia
    Twitter : @Fieyuu
    Domisili : Pasuruan, Jatim

    Bismillah..
    Alasan terbesarku pengen baca buku ini yaitu karena isinya yg gak biasa. Memang sih, setiap buku itu punya sisi gak biasa masing2 tergantung penulisnya. Tapi menurutku, ‘gak biasa’nya buku ini istimewa. Namanya juga kesempatan menimba ilmu di LN lah ya, tentu aja gak biasa. Gak semua mhasiswa biasa bisa.

    Salut banget sama beliau, menuliskan pengalamannya dari brbagai aspek sedetail itu. Dengan tambahan opininya yang mengena pula. Aku sbg mahasiswa pndidikan semester tua pun otomatis mupeng dan merasa wajib baca, bahan referensi pula utk ngrancang program2 pendidikan waktu aku nanti ngabdi di sekolah. Biar update perkembangan pendidikam di negeri orang.
    Kira2 apa sih dari sistem pendidikan LN yang bisa diterapin di negeri kita? Itu simpelnya. Meniru yang baik, kan apa salahnya.
    Setidaknya walau tak harus ke Luar negeri, aku bisa manfaatkan ilmu dari buku ini untuk memperbaiki pendidikan di dalm negeri.

    Yap karena pengalaman dan ilmu dibagi, harganya tinggi dan akan terus berarti.

    Terima kasih kak Salim Darmadi utk karya yang penuh inspirasi.
    Terima kasih mbak luckty, telah memberi kesempatan utk dapetin buku ini🙂

    Wish me luck

  37. Nama: Leny
    Akun twitter: @Lenny1785
    Kota tinggal: Rantau, Kalimantan Selatan
    Jawaban:
    Alasan saya ingin baca buku ini karena saya ingin mendapatkan inspirasi sekaligus motivasi dari sang penulis, sesuai dengan judulnya Inspirasi Hati. Saya yakin didalam buku ini banyak suntikan motivasi dan juga inspirasi. Selain itu, buku ini kan menceritakan tentang kehidupan penulis selama menjalani studi di luar negeri. Saya sangat ingin tahu akan hal ini karena saya juga berkeinginan melanjutkan studi di luar negeri suatu saat nanti.

  38. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Kota Tinggal: Bengkulu
    Jawaban: Alasanku ingin baca buku ini karena aku sekarang ini sangat membutuhkan inspirasi T__T Mungkin, serpihan inspirasi dari buku ini bisa membangkitkan keinginanku, memberikan motivasi kepadaku untuk mencapai semua impianku. Aku membutuhkan inspirasi-inspirasi itu agar aku selalu termotivasi untuk menyelesaikan skripsiku dan mengejar kembali semua impianku yang sempat tertunda T__T Benar-benar butuh serpihan inspirasi.

  39. Nama: Ana Bahtera
    Twitter : @anabahtera
    Kota tinggal: Aceh

    Jawaban: Alasannya karena dari cover buku ini aja sudah membuat ku tertarik dan penasaran untuk mengetahui lebih dalam apa makna dari cover yang sangat menarik. judulnya juga membuat saya benar-benar harus membaca buku ini agar dapat tak hanya serpihan pastinya. namun banyak inspirasi yang bisa memotivasi hidup ini agar lebih baik ke depannya serta mengetahui kmana passion hidup ini yang sebenar-benarnya.

  40. Nama: Ayuni Adesty
    Akun twitter: @ayuniadesty
    Kota tinggal: Bogor
    Link share :https://twitter.com/ayuniadesty/status/736531749111398402
    Ingin buku Serpihan Inspirasi
    I_Ingin baca untuk menambah inspirasi
    N_Namanya juga gratisan. Siapa yang nolak? He he…
    S_Suka sama kutipan kalimat favorit yang mbak Luckty tulis
    P_Perlu baca buku ini untuk menemukan passion dan lebih mencintai pekerjaan kita.
    I_Ingin nambah koleksi buku dari Elexmedia
    R_Reviewnya mbak Luckty bikin saya ingin baca isi buku ini selengkapnya
    A_Aduh! Pengen dapat buku bertanda tangan penulisnya
    S_Seneng dong pastinya kalau dapat dari penulisnya langsung.
    I_Ih! Cover bukunya kece! Dibentuk sesuai peta benua Australia dan warnanya juga oke!

    Wish me luck!

  41. Mbak Luckty, terima kasih banyak atas dukungan & kerjasamanya ya. Alhamdulillah blog tour pertama buku Serpihan Inspirasi sudah berlangsung dengan sukses🙂

    Selamat buat para pemenang. Ditunggu saja bukunya, insyaallah akan segera dikirim🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s