REVIEW Serunya Puasa Ramadhan di Luar Negeri

PicsArt_01_12_2014 15_31_11

Ini adalah buku yang terdiri dari kumpulan cerita kisah nyata pengalaman para penulisnya yang merasakan puasa di negeri orang. Ramadhan di tanah rantau memang memiliki tantangan tersendiri, apalagi merantaunya hingga ke negeri lain seperti yang dialami para penulis dalam buku ini.

Berikut cuplikan dari setiap cerita yang termuat dalam buku ini:

BERPUASA DI TENGAH KESIBUKAN – Dang Aji

JAIS (Jabatan Agama Islam Selangor) merupakan badan yang mengawasi umat Islam dari hal-hal yang dilarang oleh ajarannya, seperti berjudi, berzina, dan lain sebagainya. Pada bulan puasa, JAIS akan berpatroli memastikan kedai makanan dan restoran beroperasional secara tertutup. Dan jika mereka mendapati ada umat Islam yang makan di tempat umum pada siang hari, maka yang bersangkutan akan mendapat saman atau denda setelah dibawa ke kantor JAIS untuk mendapat bimbingan. (hlm. 4)

MENIKMATI BERKAH RAMADHAN DI MALAYSIA – Ary Nur Azizah

Bubur lambung adalah hidangan yang paling populer di Malaysia selama bulan Ramdhan. Biasanya, bubur ini dimasak secara bergotong royong di masjid-masjid ataupun surau. Jika sudah matang, hasilnyaakan dibagi-bagikan dengan cuma-cuma kepada para jamaah dan penduduk sekitar. (hlm. 12)

STRATEGI BERPUASA DI HONG KONG – Meli Shaliha

Tuan menyuruhku membuat surat pernyataan bahwa aku ingin melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Dalam surat itu aku berjanji untuk tidak mengurangi porsi kerjaku dan apabila aku sakit semua biaya pengobatan yang harusnya menjadi tanggungan mereka, aku sendiri yang harus menanggung. (hlm. 17)

SERUNYA BERPUASA DI NEGERI BAUHINIA – Arista Devi

Selalu ada rindu, haru, serta rasa pilu pada setiap Ramadhan di hati setiap orang yang tinggal jauh di perantauan. Bukan hanya karena ingat akan kampung halaman, tetapi juga karena berbagai masalah yang mesti dihadapi masing-masing pribadi. (hlm. 23)

AKU INGIN MENANGIS SETIAP MENGINGATMU – Nyi Penengah Dewi

Saat puasa Ramadhan, aku tidak pernah bilang perihal puasaku kepada mereka karena majikanku yang laki-laki kalau butuh baru memanggilku, selebihnya kami tidak pernah bercakap. Nyonyaku orangnya pendiam, aku merasa beruntung juga, jadi tidak perlu bermanis-manis untuk memikat hatinya, ia lebih menila orang dengan cara melihat hasil kerjanya. (hlm. 27)

MERINDUKAN SUARA ADZAN DI SINGAPURA – Anung De Lizta

Kenangan yang benar-benar membuatku menitikkan air mata adalah saat aku mendengar lantunan suara adzan kemenangan. Hari terakhir di bulan puasa membuatku jatuh dalam keharuan bahagia. Aku merasakan kemenangan yang ditunggu-tunggu apalagi waktu itu aku tidak sahur untuk berbuka. (hlm. 31)

SELAMAT TINGGAL SINGAPURA – Nessa Kartika

Udara Singapura tiba-tiba menjadi penuh bau dupa semua sudut, orang akan membakar dupa-dupa itu. Aku menahan diri agar tidak terbatuk oleh sesaknya asap yang menyergap hidungku. Karena masih jauh dari jamku berbuka puasa, majikan cukup pengertian untuk menemaniku putar-putar dulu menukar uang, berburu cendera mata, dan menemui orang agensi. (hlm. 38)

BERPUASA ALA INDONESIA – Vita Dayoo

Tidak seperti berpuasa di tanah kelahiran, Indonesia. Di Jepang, tidak ada toleransi waktu kerja yang diperpendek selama bulan Ramadhan. Orang-orang Jepang tahu arti berpuasa, yang biasa mereka sebut danjiki. Namun, tidak ada alasan bagi kami yang berpuasa untuk pulang kerja lebih cepat dari biasanya atau meminta libur masaal ketika Idul Fitri untuk merayakan kemenangan. (hlm. 41)

 MENGIKAT UKHUWAH RAMADHAN DI KOREA – Deasy Rosalina

Sudah empat kali bulan Ramadhan yang saya lalui bertepatan dengan musim panas. Puasa di musim panas memang cukup berat. Selain cuaca yang cukup panas, waktu puasa pun menjadi begitu panjang. Dengan waktu subuh sekitar pukul 3 pagi dan Maghrib sekitar pukul 8, maka total lamanya puasa di sini adalah sekitar 17 jam. (hlm. 49)

SEMARAK LEBARAN DI LIBYA – Atik H. W.

Hal yang mungkin jarang terjadi di negara kita. Di Libya, suara adzan berkumandang , disediakan kotak-kotak susu segar dan kurma dalam kemasan yang disediakan di atas sebuah meja kecil. masing-masing jamaah akan mengambil sendiri susu dengan gelas sekali pakai dan tiga buah kurma. Kurma dan susu itu ada yang berasal dari masjid, tapi ada pula yang dibawa oleh jamaah. (hlm. 55)

MERIAHNYA BERPUASA DI MESIR – Rasbel Annisah

Fenomena budaya umat Islam di Mesir dalam menyambut Lailatul Qadar juga amat menarik. Di malam-malam Ramadhan yang semakin akhir, seluruh masjid akan semakin ramai oleh orang-orang yang ber-i’tikaf. Bahkan jalan raya di sepanjang jalan masjid ‘disulap’ menjadi tempat shalat. (hlm. 68)

MENCICIPI SAMOSA DAN SAUBIYA KHAS MEKKAH – Awy’ A. Qolawun

Saubiya berasal dari perasan rendaman roti yang difermentasikan, rasanya sangat mirip dengan legen (air keras) yang banyak dijual sepanjang jalan Pantura di kota Tuban, hanya saja ada campuran rempah semacam kayu manis, lalu ditambah gula dan susu yang membuat rasanya benar-benar berbeda kenikmatannya. (hlm. 72)

BERPUASA DI OMAN TERASA SYAHDU – Anizma Ridho

Di sini, bulan Ramadhan terasa sepi. Tak ada lagi kentungan saat sahur, tidak ada beduk bertalu-talu dan adzan bersahut-sahutan yang menandakan waktu berbuka puasa. Tak ada pasar yang menjajaki menu untuk takjil di pinggir jalan atau di sekitar masjid. Beberapa masjid menyediakan menu untuk takjil, tapi tak begitu ramai. (hlm. 75)

RAMADHAN ADALAH MADRASAH – Ibnu Alwan Ahmad

Meski berat, tapi aku harus menjalaninya demi meraih ilmu yang kucita-citakan. Semua butuh perjuangan dan kesabaran. Inilah sikap yang kupelajari dan kulakukan dalam meraih cita-cita dari sebuah madrasah Ramadhan yang fungsi utamanya untuk melatih kesabaran dan memelihara semangat dalam menghadapi hidup. (hlm. 87)

LEBIH KHUSYUK BERPUASA DI QATAR – Ima Nurhikmah

Ada perayaan tradisional untuk anak-anak yang diselenggarakan oleh warga Qatar di tengah-tengah bulan Ramadhan, perayaan itu dinamakan Festival Garangao. Anak-anak berkumpul sambil diawasi oleh orangtuanya dari belakang, bermain kembang api, makan manisan, kacang-kacangan, dan lain-lain. (hlm. 93)

TOLERANSI BERAGAMA DI GREIFSWALD – Annisah Rasbel

Bulan puasa Ramadhan yang jatuh saat musim dingin terdengar menyenangkan dibanding jika itu jatuh saat musim panas. Di musim panas, waktu puasa dalam sehari menjadi sangat panjang. Mungkin bisa 14-15 jam lamanya. Saat musim dingin, waktu puasa jauh lebih pendek. (hlm. 96)

PERJUANGAN BERPUASA DI SWEDIA – Himmah Mahmudah

Menjalani hari-hari Ramadhan di sini memang sepi. Selain komunitas dari warga Indonesia yang masih sedikit, juga gaungnya di kota ini benar-benar sepi. Bagaimana tidak, dalam waktu sehari semalam selama bulan puasa tanpa ada suara adzan dan tilawah Alquran yang bersahut-sahutan dari masjid ke masjid, apalagi ramainya penggugah sahur di jalanan layaknya di kampung halaman. (hlm. 106)

MEMAKNAI PERJALANAN HIDUP SELAMA RAMADHAN – Julie Nava

Kadang-kadang saya berpikir, hidup di tengah masyarakat yang memiliki banyak masalah seperti di Indonesia sebenarnya adalah sebuah keindahan tersendiri. Bisa berbagi dengan langsung, menghayati nikmatnya rezeki dan mengasah kepekaan hati untuk tidak melupakan orang lain di sekitar yang belum seberuntung kita. (hlm. 116)

PERBEDAAN BERPUASA DI PARIS DAN LEXINGTON – Jasmine Hanniraya

Walaupun masih satu negara, tapi kondisi di Lexington dan Paris amat berbeda dari segi keberagaman penduduk. Warga Indonesia yang tinggal di Lexington pada saat itu sekitar 300 orang, dengan mayoritasnya adalah mahasiswa. Jumlah umat muslim di Lexington hampir 500 orang yang terdiri dari berbagai bangsa. (hlm. 121)

RAMADHAN PENUH SEMANGAT DI AMERIKA – Taschan

Malam hari setelah menyatakan berhenti bekerja, saya mulai mengejar target tadarus Alquran. Apa pun yang terjadi, saya harus khatam Alquran sebelum Idul Fitri tiba. Sambil tidak lupa saya tetap berdoa agar diberi pekerjaan lain yang lebih berkah dan memberi manfaat bagi masa depan saya. (hlm. 128)

RAMADHAN PERTAMAKU DI BELGIA – Elly Romdliyana

Ramadhan di Belgia, kuamati tiada bedanya. Para pegawai dan anak-anak sekolah tetap beraktivitas seperti biasa. Tiada hari libur di awal puasa, tiada pula sekolah atau kantor yang murid/ karyawannya dipulangkan lebih cepat. Aku sudah terbiasa dengan suasana dan karakter orang-orang di sini. (hlm. 133)

SEMAKIN DEKAT DENGAN ALLAH DI NEGERI SERIBU GEREJA – Fitria Heny

Dalam kesunyian Ramadhan di kota yang pernah menjadi benteng pertahanan melawan Scotlandia di abad pertengahan ini, aku mencoba bertahan dan berusaha menggapai kemanisan iman itu. Untuk menghidupkan suasana Ramadhan, maka aku pun menyepakati target-target amalan yang hendak dicapai bersama-sama teman-teman muslin di sini. (hlm. 141)

INDAHNYA BERPUASA DI BAWAH LANGIT MACHESTER – Yessi Anggraini

Jika di Indonesia kita selalu menengar suara adzan lima kali sehari dari hampir semua masjid, maka di Inggris suara adzan hanya akan terdengar jika kita berada di dalam masjid. Tak ada speaker yang akan memperpanjang suara muadzin ke lingkungan sekitar masjid. (hlm. 149)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Serunya Puasa Ramadhan di Luar Negeri

Penyusun                            : Leyla Hana, dkk

Penyunting                         : Dewi Widyastuti

Desain                                  : Amanda M T Castilani

Penerbit                              : Qibla imprint dari PT Bhuana Ilmu Populer

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 166 hlm.

ISBN                                      : 978-602-249-653-3

 

3 thoughts on “REVIEW Serunya Puasa Ramadhan di Luar Negeri

  1. MaysaAllah, Marhaban Ya Ramadhan, di bulan yang penuh berkah ini mari kita penuhi dengan amalan ibadah dan amalan sosial untuk banyak bersedekah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s