[Baca Bareng] REVIEW Love in Sydney

WP_20160606_001

Manusia itu hidupnya nggak ada yang lancar-lancar saja. Setiap manusia punya ujiannya sendiri-sendiri. (hlm. 101)

ZACHARY MAYERS. Dia tidak ingat kapan tepatnya mulai jatuh hati pada Aleska. Saudaranya tirinya sendiri. (Kisah Aleska ada di Love in Adelaide). Akhirnya, pilihan Zach jatuh pada kota Sydney. Kota terpadat di Australia, yang baru tiga kali dikunjunginya sepanjang hidupnya. Zach memantapkan hati. Membawa serta hatinya yang terluka, akan dia basuh dengan perjuangan panjang. Memulai lagi hidupnya dari nol di kota yang jauh lebih besar daripada Adelaide. Pastinya tidak mudah, tapi dia butuh kesibukan menaklukkan kesulitan lain untuk melupakan rasa kecewanya. Dia akan menepati janjinya. Tak akan kembali sebelum lukanya sembuh dan berhasil mandiri.

MAURA TAFANA SAFRI. Kehidupannya di Sydney jauh berbeda dengan kehidupannya dulu, di Indonesia. Di kota ini tidak ada yang mengenalinya. Di sini dia hanya seorang pengasuh anak kecil. Di sini ke mana pun pergi dia hanya bisa menumpang kendaraan umum. Segala kemewahan hidup yang dulu dijalaninya di negeri sendiri tak pernah lagi bisa dirasakan. Takdir yang terlalu menyakitkan untuk diterima, tapi dia tak punya pilihan selain bertahan dengan kondisi seperti ini. Masih beruntung dia memiliki tante yang tinggal di luar Indonesia dan tidak keberatan menerimanya menumpang tinggal di rumahnya. Sayangnya nasib baik tidak bertahan lama, karena satu kali kesalahan yang dilakukannya, tante ‘mengusir’ Maura secara halus yang mau tidak mau dia harus mencari kamar apartemen yang sesuai dengan keinginannya. Ya, berkali-kali dia meminta maaf, tantenya tak ingin memaafkan. Menurut tantenya, Maura harus diberi pelajaran agar paham arti tanggung jawab.

“Tante melakukan ini bukan berarti Tante benci kamu. Tante tetap peduli dan sayang. Tante cuma ingin kamu belajar mandiri dan bertanggung jawab.” (hlm. 42)

Kesannya si tante jahat ya ama Maura, kok tega-teganya mengusir Maura yang merupakan keponakannya itu, apalagi Maura buta tentang Sydney. Sebenarnya yang dilakukan tantenya Maura, menurut saya ada benarnya. Kenapa? Maura kan ditugasi mengantar jemput sepupunya yang masih kecil, Shanon untuk ke sekolah. Tapi karena suatu hal, demi menyelamatkan dirinya, melempar tanggung jawabnya ke Zach yang meski terlihat baik tapi toh belum dikenalnya dekat waktu itu. Wajar aja kalau tantenya ngamuk mendapati anaknya diantar oleh orang lain yang bukan siapa-siapa mereka. Selipan kasus ini merupakan representasi kasus-kasus yang merebak panas akhir-akhir ini. Betapa banyak sekali pedofil berkeliaran di luaran sana. Memang sih kita nggak boleh terlalu berprasangka buruk terhadap orang lain, tapi waspada lebih baik. Meski Zach baik, bukan berarti Maura bisa sepenuhnya percaya padanya, apalagi mereka baru beberapa kali bertemu.

Zaman sekarang ini, tak ada yang bisa menebak kriminal semacam apa yang berkeliaran di jalanan. Sangat tak bijak membiarkan seorang anak kecil berjalan sendirian. (hlm. 27)

Psikopat paling ganas pun bisa terlihat manis. (hlm. 37)

Meski Shanon, sepupu Maura yang polos nan unyu itu menjadi pemanis di awal cerita, sebenarnya akar permasalahan ada pada hidup baik Maura maupun Zach. Keadaan mereka sama. Mereka sama-sama pergi jauh dari kampung halaman, sama-sama melarikan diri dari masalah yang menggerogoti semangat hidup mereka, berusaha mandiri untuk memulai hidup baru, dan meninggalkan orang-orang yang mereka cintai; orangtua dan saudara.

“Karena di sana lukaku sulit sembuh. Aku butuh pergi jauh, memulai semua dari awal lagi, sambil menyembuhkan lukaku pelan-pelan. Kamu tahu, kejadian dulu membuatku hancur berkeping-keping. Susah payah aku berusaha tetap tegar, tetap percaya, kehidupanku akan membaik.” (hlm. 180)

Tak tahu pasti, Zach menjadi terobsesi dengan gadis Indonesia. Ini semua gara-gara Aleska. Sekuat apa pun dia berusaha menghilangkan perasaan istimewanya pada gadis itu, selalu saja masih ada rasa yang tertinggal. Dia harus menemukan sosok lain, yang bisa menggantikan Aleska. Selama belum menemukannya, dia akan selalu dihantui Aleska. Maura, nama itu bergema dalam hatinya. Semula dia sudah menemukan sosok yang tepat untuk menggantikan Aleska. Dialah Maura. Tapi, siapa sangka, baru beberapa kali bertemu, gadis itu sudah membuatnya kehilangan harapan? #PukPukZach

Maura masih ingin menunggu, mungkin dia perlu mengalami kejadian luar biasa yang bisa memaksanya untuk bergerak. Kembali seperti dulu, menjadi Maura yang penuh rasa optimis dan punya banyak rencana serta mimpi. Untuk kali ini dia masih ingin menjalani hidupnya seperti biasa, selama dia masih bisa. Sebelum hidupnya bertambah kacau. Sebelum petaka lain datang mengempasnya sekali lagi. #PukPukMauraJuga

MAGHALI TIFANA. Dia aman berkarier mengembangkan passion-nya di bidang fashion muslimah di bawah merek ‘Maghali’. Bakat Maghali memang tidak sembarangan. Dibandingkan dengan Maura, sebenarnya lebih suka tokoh Maghali ini. Karakternya yang lebih tenang dan lebih bisa mengontrol emosi. Oya, dia juga tampak dewasa karena selalu optimis melihat masa depan yang gemilang.

“Kami memang mau bikin kejutan buat kamu. Supaya kamu sadar, kami semua selalu sayang kamu. Jadi, apa pun yang kamu alami, jangan bikin kamu putus asa. Kami akan selalu ada di sampingmu, mendukungmu, membelamu dan menyelamatkanmu.” (hlm. 126-127)

WP_20160606_002

Pesan moral dari buku ini adalah bahwa seberat apa pun hidup, sepedih apa pun cobaan dan senista apa pun jalan yang harus ditempuh, jangan pernah putus asa. Meski semua akan menjauhi kita di kala susah, jangan lupa bahwa kita punya keluarga yang selalu mendukung kita dalam kondisi apa pun. Disinilah peran keluarga diuji.

Ini adalah buku pertama dari serial #AroundTheWorldWithLove batch 2 yang saya baca. Seperti batch 1, meski berbalut aroma Islami, bisa dibaca untuk semua kalangan pembaca.

Berikut selipan pesan moral yang terselip dalam buku ini:

  1. Shalat — meski muslim di Sydney merupakan minoritas, tapi tokoh utamanya selalu shalat di manapun berada. Seperti di halaman 74, 110 dan 112.
  2. Hijab — kesadaran berhijab. Bahwa berhijab bukan karena orang lain ataupun menunggu hidayah. Berhijab harus dari hati. Hidayah bukan ditunggu, tapi dicari. Ada di halaman 90 dan 99.
  3. Pacaran — uhuk, orang yang mau serius bukan mengajak kita pacaran, tapi langsung melamar #eaaa. Cek di halaman 118 dan 170.
  4. Silaturahmi — dalam Islam, kita sangat dianjurkan untuk bersilaturahmi sebagai upaya menyambung tali persaudaraan. Contohnya ada di halaman 119.

WP_20160606_003Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan. Dan tetaplah penuh harapan. Jangan lagi khawatir akan masa depanmu. (hlm. 75)
  2. Manusia itu hidupnya nggak ada yang lancar-lancar saja. Setiap manusia punya ujiannya sendiri-sendiri. (hlm. 101)
  3. Hidup nggak bisa diulang. Yang sudah terlanjur terjadi nggak bisa kita batalkan. Kita yang harus memutuskan, mau bangkit atau diam saja membiarkan diri tenggelam. (hlm. 101)
  4. Terkadang hikmah suatu kejadian itu baru kita sadari setelah lama kemudian. (hlm. 119)
  5. Satu-satunya jalan untuk mampu bertahan hanya percaya bahwa Tuhan sudah menggariskan setiap kejadian. Manusia hanya perlu memupuk harapan dan bersiap andai kenyataan tak sesuai harapan. (hlm. 122)
  6. Hidup itu memang bagai roda yang berputar. Satu saat berada di bawah, kemudian akan berputar ke bawah. (hlm. 131)
  7. Butuh perjuangan luar biasa untuk mendapatkan cinta. (hlm. 178)
  8. Cinta itu sulit ditebak. Saat patah hati, kamu mengira hati sangat terluka dan akan sulit sembuh. Tapi, saat belajar melepaskan dan merelakan masa lalu, tiba-tiba muncul yang lain yang mampu menyembuhkan luka-lukamu. (hlm. 181)
  9. Tidak ada yang pasti dalam hidup ini. Apalagi soal cinta. Tapi cinta sejati akan teruji dengan waktu. Siapa yang bertahan di sampingmu sesulit apa pun hidupmu. Menerimamu walau mungkin kelak kamu berubah, itulah cinta sejatimu. Saat kamu baru memulainya, tak ada yang bisa memastikan, cinta itu akan berakhir indah atau sebaliknya. (hlm. 224)
  10. Hanya waktu yang bisa membuktikan apakah sebuah cinta adalah cinta sejati. Cinta sejati tidak akan lekang waktu, dia akan terus terpatri di dalam dada. (hlm. 225)
  11. Cinta kan datangnya nggak terduga. Siapa yang bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa. (hlm. 230)
  12. Kamu nggak akan bisa menebak apa yang Allah siapkan buatmu. (hlm. 230)
  13. Nggak ada yang nggak mungkin kalau Allah berkehendak. (hlm. 231)

Banyak juga selipan sindiran halusnya:

  1. Berjalanlah di jalanan yang tanpa air. (hlm. 3)
  2. Kamu nggak boleh meminta seperti itu kepada orang lain. Itu tidak sopan. Kalau diberi, terima. (hlm. 15)
  3. Ingat, jangan pacaran. Kalau dia memang cowok yang tepat buat kamu, pasti dia bakal melamarmu. (hlm. 91)
  4. Kamu itu sudah langsing. Mau dikurusin kayak apa? (hlm. 103)
  5. Kamu yang hati-hati. Berduaan dengan laki-laki bukan mahram. (hlm. 116)
  6. Kegagalan cinta masa lalu nggak bikin kamu menyerah, kan? (hlm. 119)
  7. Walau tiap kali jatuh cinta, selalu ada risiko patah hati. (hlm. 119)
  8. Kamu nggak akan maju kalau tetap berkubang dalam masa lalu. (hlm. 161)
  9. Jangan sombong, mentang-mentang kamu sudah punya calon istri. (hlm. 170)
  10. Takdir itu memang aneh ya. (hlm. 171)
  11. Cinta nggak pernah mudah. (hlm. 177)
  12. Cinta memang aneh dan berbelit-belit. (hlm. 183)
  13. Memangnya kamu nggak bisa berusaha meraih cita-citamu sambil menikah? (hlm. 184)
  14. Kenyataan seringkali meleset dari rencana. (hlm. 230)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Love in Sydney

Penulis                                 : Arumi E.

Editor                                    : Donna Widjajanto

Desain sampul                   : Orkha Creative

Desain isi                             : Nur Wulan

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2016

Tebal                                     : 233 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-2857-7

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s