REVIEW 9 Langkah Cepat Selesaikan Outline Tulisan Fiksi & Nonfiksi

PicsArt_31_10_2015 9_07_30

Outline atau kerangka karangan adalah rencana penulisan suatu karya tulis yang berisi garis besar, inti karangan, atau ide-ide yang tersusun secara terstruktur, sistematis dan logis.

Bisa juga dikatakan bahwa ouline atau kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang berisi tentang garis besar suatu karya tulis atau karangan dalam susunan yang sistematis, dari sekumpulan pikiran utama dan disertai dengan penjelasan yang mendukung pikiran utama, yang kemudian dijabarkan menjadi pembahasan yang lebih lengkap sehingga pembaca bisa memahami tulisan kita secara keseluruhan.

Dengan melihat kerangka atau ouline, kita sudah bisa mengetahui apa yang kita tulisa dan sampai batas mana penulisan tersebut dilakukan. Ketika karya tulis atau bukunya telah jadi, pembaca bisa dengan mudah mengetahui isi buku dari daftar isi, yang merupakan bentuk sederhana dari outline.

Masih banyak di antara kita yang beranggapan bahwa merancang atau membuat outline sebelum melakukan proses penulisan buku atau karya tulis lainnya hanyalah kegiatan yang membuang waktu saja. Padahal ada banyak sekali manfaat outline bagi kita, terutama yang baru mulai berkecimpung di dunia tulis-menulis.

Berikut adalah fungsi dan manfaat outline:

  1. Outline dapat membantu kita merumuskan ide-ide, gagasan ataupun pokok pikiran, yang berhubungan dengan tema.
  2. Dengan mengggunakan outline, proses pembuatan buku akan jauh lebih terarah. Pada saat kita membuat outline, kita pasti sudah memikirkan sebaik-baiknya, apa yang kita tulis? Apa yang akan kita jelaskan melalui rangkaian kata-kata? Bagaimana kita menjelaskannya? Model buku seperti apa yang kita tulis?
  3. Ouline akan membantu pengelolaan susunan gagasan atau pokok pikiran sehingga menjadi lebih teratur dan sistematis, sekaligus dapat digunakan untuk menyeleksi ide-ide atau gagasan tersebut, apakah sudah berkaitan dengan tema yang ditentukan atau tidak.
  4. Outline menjadi panduan dalam proses penulisan agar pembahasan tidak melebar kemana-mana. Selain itu, membuat outline terlebih dahulu akan membantu kita untuk tidak membahas topik yang sama beberapa kali.
  5. Outline menghindarkan kita dari writer’s block atau kebuntuan menulis. Seahli apa pun seseorang penulis dalam merangkai kata-kata menjadi naskah, tetapi ada saatnya ia tidak tahu apa yang harus ditulisnya. Dengan membuat outline terlebih dahulu sebelum mulai proses menulis, kita akan sangat terbantu sehingga proses penulisan naskah bebas tanpa hambatan apa pun. Itulah sebabnya sangat disarankan agar saat membuat outline juga sekaligus mencantumkan referensi dan data yang akan digunakan.
  6. Pada tahap awal, outline akan sangat membantu kita untuk menentukan jenis data dan referensi yang dibutuhkan dalam proses penulisan buku, baik itu buku non fiksi maupun buku fiksi, termasuk dalam hal ini penulisan karya ilmiah seperti makalah, skripsi atau tesis.
  7. Adanya outline akan memudahkan kita dalam proses penulisan buku. Proses ini akan menjadi jauh lebih cepat daripada tidak menggunakan outlinenya.

Banyak di antara kita yang beranggapan bahwa dunia menulis merupakan dunia idealis, artinya kita bisa menulis buku apa saja yang kita inginkan. Aggapan ini tidak salah. Tetapi kita hendak terjun ke industri buku secara profesional, kita tidak bisa hanya mengandalkan idealisme yang kita miliki. Dengan kata lain, kalau kita ingin menjadi bagian dari industri buku yang saat ini berkembang pesat dan ingin menjadi penulis profesional yang bukunya dibaca banyak orang, kita tidak bisa hanya menulis buku dengan tema-tema yang kita inginkan saja. Kita harus berani memilih tema yang disukai pembaca. Dengan mengikuti keinginan pasar, terutama keinginan para pembaca di luar sana, kemungkinan buku kita laris di pasaran akan semakin besar. Kalau buku kita disukai pembaca dan laris di pasaran, kita tentu lebih mudah menerbitkan buku berikutnya, entah di penerbit yang sama atau di penerbit yang berbeda.

Dalam buku ini ada selipan tips tentang kegiatan pengusir writer’s block:

  1. Tidur cepat, bangun lebih pagi. Kelelahan pada otak bisa diatasi dengan tidur cukup di malam hari dan pada waktu yang sama. Kemudian bangunlah pagi-pagi. Nikmati sejuk dan segarnya udara pagi dengan berbagai kegiatan di luar rumah.
  2. Lari pagi selama satu jam diselingi dengan jalan kaki sambil menikmati pemandangan alam dan udara segar di pagi hari, merupakan cara terbaik untuk membantu otak menjadi lebih fresh. Selain itu, berolahraga pagi akan mencukupi kebutuhan otak akan oksigen. Jogging juga cara terbaik memperbaharui energi dan melepaskan stres yang timbul selama proses menulis.
  3. Konsumsi pisang. Daripada mengonsumsi fast food ketika sedang stres dan jenuh dalam proses menulis, ada baiknya konsumsi saja pisang. Pisang kaya akan kandungan potasium yang membantu meningkatkan energi dan meningkatkan ketahanan mental terhadap tekanan.
  4. Matikan laptop dan telepon genggam. Kita harus menghindarkan diri untuk sementara waktu pada semua hal yang berhubungan dengan proses menulis, termasuk berhenti sementara mengakses jejaring sosial seperti facebook dan twitter.
  5. Kegiatan berbeda. Kalau kita biasanya lebih suka naik mobil kemana-mana, sementara waktu gunakan angkutan umum. Ini merupakan cara yang baik untuk melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Cara selain menyegarkan otak juga akan membantu kita menemukan hal-hal baru yang selama ini belum pernah kita alami.
  6. Ke luar kota atau ke tempat-tempat dengan pemandangan alam yang indah akan mampu menyegarkan kembali pikiran dan tubuh kita.
  7. Menonton film. Menonton film menjadi salah satu cara menyenangkan untuk melupakan sejenak keriuhan pikiran yang terjadi selama proses menulis. Dari menonton film, kita bisa mendapatkan hal-hal baru, mengasah imajinasi, melatih visualisasi, dan mendapatkan hiburan yang membantu melepas stres.

Dari dulu penasaran banget dengan penjabaran outline sebuah naskah. Dan sayangnya belum ada buku yang mengulas tema ini. Googling pun masih jarang yang mengangkat tema ini. Apakah outline semacam kunci rahasia sebuah kesukesan seseorang dalam menulis sehingga berat ilmunya untuk dibagikan?

Beruntungnya saya bisa membaca buku ini dan lebih beruntung lagi adalah mendapatkan buku ini langsung dari penulisnya, yaitu Mbak Monica Anggen yang produktif dalam dunia tulis-menulis. Beliau mahir menulis fiksi maupun nonfiksi.

Semoga setelah membaca buku ini –cukup lama karena saya bolak-balik sampai agak lecek karena semua halaman pengen saya tandai pos it untuk dibaca-, saya bisa menyerap ilmu yang ada di dalamnya dan suatu saat bisa mewujudkan cita-cita untuk menerbitkan buku suatu bidang yang ditekuni saat ini. Tertarik menjadi penulis juga? Kudu wajib punya dan baca buku ini!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : 9 Langkah Cepat Selesaikan Outline Tulisan Fiksi & Nonfiksi

Penulis                                 : Monica Anggen

Editor                                    : Mira R.

Penata isi                             : Dua Sisi Studio

Desain cover                      : Garis Bawah Studio

Penerbit                              : Grasindo

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 175 hlm.

ISBN                                      : 9786023752287

2 thoughts on “REVIEW 9 Langkah Cepat Selesaikan Outline Tulisan Fiksi & Nonfiksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s