REVIEW Making Ideas Happen

making ideas happens

Sebenarnya, kreativitas itu bukan soal bakat liar, melainkan lebih pada soal produktivitas. Untuk menemukan beberapa ide yang berguna, kita perlu mencoba banyak ide yang tidak berguna. Ini murni permainan angka. –Sutton Robert-

Banyak ide yang terwujud atau menjadi nyata bukan karena ide tersebut hebat –atau karena kebetulan semata. kesalahpahaman bahwa banyak ide hebat pasti membawa kesuksesan sudah berlaku terlalu lama. Entah kita memiliki solusi sempurna untuk masalah sehari-hari atau sebuah konsep baru yang berani untuk suatu mahakarya kreatif, kita harus mengubah visi menjadi kenyataan. Kemampuan untuk mewujudkan ide dapat dikembangkan oleh siapa saja, sama sekali tidak perlu sentuhan kegeniusan kreatif. Kita hanya perlu mengubah kebiasaan pengorganisasian kita, melibatkan komunitas yang lebih luas, dan mengembangkan kemampuan & kepemimpinan kita.

Buku ini bertujuan untuk membumikan gagasan menyenangkan tentang bagaimana proses kreatif terungkap. Orang-orang kreatif dikenal suka membicarakannya tanpa basa-basi; berimprovisasi dan bekerja sesuai intuisi adalah, dalam beberapa hal, esensi agung dari apa yang kita lakukan dan siapa diri kita. Namun, ketika kita menganalisis dengan seksama bagaimana orang-orang kreatif, usahawan dan pengusaha paling sukses dan produktif benar-benar mewujudkan ide-ide mereka, ternyata bahwa ‘memiliki ide’ hanyalah sebagian kecil dari proses, mungkin hanya satu persen dari seluruh pekerjaan.

Berikut beberapa poin penting menarik yang dibahas dalam buku ini:

MEMANFAATKAN KEKUATAN KOMUNAL

Orang-orang dan tim-tim yang sangat produktif dan berprestasi memanfaatkan kekuatan komunitas untuk memajukan ide-ide mereka. Pemanfaatan kekuatan komunitas untuk memajukan ide-ide mereka. Pemanfaatan kekuatan komunal menghasilkan umpan balik dan perbaikan ide yang tak ternilai, membangun dan memeilhara hubungan yang menguntungkan, dan mengukuhkan jaringan penghubung yang menyediakan sumber daya, dukungan dan inspirasi.

Komunitas membuka pintu untuk pendekatan baru bagi tantangan lama dan memicu naluri kreatif yang lebih tepat dan kuat. Tanggung jawab, salah atu manfaat paling penting dalam melibatkan komunitas kita, adalah hal yang mengikat kita terhadap upaya tanpa henti untuk mewujudkan ide kita. Saat bertanggung jawab kepada orang lain, dorongan kreatif kita menjadi proyek-proyek nyata. Ide-ide kita mengakar. Komunitas memperkuat baik energi kreatif kita maupun komitmen kita untuk menyalurkannya.

Saya juga mengikuti beberapa komunitas yang berhubungan dengan passion. Hanya beberapa, kenapa tidak sebanyak-banyaknya. Karena saya tipikal orang yang fokus dan malah pusing kalau membagi waktu dengan banyak hal yang sebenarnya bukan bidang yang diminati. Jadi, saya hanya mengikuti komunitas yang sesuai minat; perpustakaan dan buku.

TANGKAP LANGKAH AKSI DI MANA SAJA

Ide-ide tidak menampakkan hanya dalam rapat. Ide-ide muncul ketika kita sedang membaca sebuah artikel, mandi, melamun, atau pada saat bersiap-siap tidur. Menyiapkan semacam bloknot atau alat perekam memungkinkan kita menangkap tindakan-tindakan saat ide-ide terpikirkan. Banyak orang menggunakan perangkat daring yang sinkron dengan perangkat telepon genggam mereka.

Saya masih menggunakan bloknot manual yang selalu saya masukkan dalam tas. Jadi, begitu ada hal-hal yang menarik, agar tidak lupa, biasanya akan saya tulis di bloknot tersebut. Begitu juga saat membaca sebuah buku, untuk bahan reviewnya biasanya saya akan menuliskan hal-hal penting tentang isi buku tersebut di sebuah sobekan kertas bekas, kertas struk belanja misalnya.

MENGELOLA URUSAN BELAKANGAN

Kita adalah manusia, bukan mesin. Dengan kreativitas kita, muncul kecenderungan untuk memikirkan ide-ide dan tindakan-tindakan acak yang mungkin ingin kita ambil, tetapi tidak tepat pada waktu itu. Penciptaan ide ini sering kali berkaitan dengan proyek-proyek aktif dalam kehidupan kita. Namun, fakta bahwa waktunya tidak tepat tidak berarti bahwa pikiran itu tidak layak dipertimbangkan pada masa mendatang.

Urusan belakang mempertahankan kelangsungan hidup ide-ide kita –dan kemungkinan tindakan masa depan yang mungkin kita ambil untuk mewujudkan ide-ide tersebut. Sangat penting untuk membuat dampak dengan kreativitas kita karena paling sering ide-ide besar yag belum dapat ditindaklanjuti akan segera terlupakan.

PERHATIKAN RUANG KERJA KITA

Ruangan yang lebih kecil dan lebih terbatas dapat membantu kita fokus dengan seksama, sedangkan ruangan yang terbuka lebar dengan langit-langit lebih tinggi menumbuhkan cara berpikir yang lebih tidak terbebani. Ruang kerja adalah zona kta, baik untuk berpikir kreatif maupun untuk melaksanakan ide. Dengan demikian, kondisi ideal untuk ruangan kita akan terus-menerus berubah. Kembangkan kesadaran akan kecenderungan kita dalam berbagai kondisi, dan gunakan pengetahuan ini untuk lebih baik lagi dalam mengelola energi seiring kita membuat kemajuan dalam berbagai proyek.

Di perpustakaan, meja kerja saya bukan di dalam nyempil dalam ruangan, justru di bibir pintu perpustakaan. Kenapa? Karena selain fokus mengentri buku, bisa sekalian mengawasi murid-murid unyu dari segala penjuru pojokan, multitasking kan😀 Kalau di rumah, saya mempunyai dua meja; meja yang berisi segala hal pernak-pernik atau printilan make up (yang memang hanya sedikit banget :p) dan meja khusu mengetik yang berisi buku dan laptop. Kenapa meja printilan dan meja laptop dipisah? Agar laptop aman dari segala hal cairan atau apapun yang tumpah.

KURANGI JUMLAH ‘PEKERJAAN KEGELISAHAN’ KITA

Saat memperkenalkan ide-ide kepada dunia, kita pasti akan cemas tentang apa yang dunia pikirkan. Kita bakal sering mengamati kemajuan yang kita buat dan mengkonfirmasi status dari segala sesuatu yang kita ciptakan. Ini kecenderungan normal, walaupun akar dari hal itu sering kali adalah ketidaknyamanan yang tak berdasar –rasa takut bahwa kita telah mengabaikan sesuatu atau pada akhirnya, akan gagal. Meskipun kita semua memiliki ketidaknyamanan berbeda, kebanyakan dari kita sama-sama memiliki pendekatan bersama untuk mengatasinya.

Pekerjaan kegelisahan adalah jebakan yang mengganggu banyak pemimpin kreatif. Kebutuhan terus-menerus kita atas jaminan membelenggu produktivitas. Pekerjaan yang dapat kita lakukan memajukan proyek-proyek kita digantikan oleh pekerjaan yang hanya meredam kecemasan. Teknologi baru dan akses daring di mana telah membuatnya lebih buruk lagi. Informasi yang dapat membuat kita selalu punya keinginan selalu berada di ujung jari.

Suka banget ama poin ini yang merupakan gejala paling banyak dialami oleh masyarakat kita di era digitalisasi sekarang ini; nggak bisa lepas dari smartphonenya. Meski saya banci online, bukan berarti terus menerus pegang handphone. Justru pegang handphone kalau sekiranya ada hal-hal yang menarik untuk didokumentasikan. Untuk online sendiri, biasanya saya sistem borongan. Jadi, saat fokus melayani murid-murid pasti nggak sempat online. Biasanya pagi, saya akan mengecek twitter dan facebook, akan meng-RT beberapa twit peserta giveaway. Siang akan share beberapa info giveaway, tentang murid unyu dan sebagainya. Malam fokus ngetik bahan review atau mengecek email yang sekiranya penting langsung di balas dan menghapus segala macam ‘spam’ di email agar nggak terlalu menumpuk. Jadi, saya nggak terus-terusan online. Karena menurut saya, pegang hape dan terus-menerus mengecek akun sosmed akan menghabiskan banyak waktu yang bisa kita alihkan untuk sesuatu yang penting. Jadi, meski saya eksis di dunia maya, saya nggak lupa menunaikan kewajiban di dunia nyata, dan yang pasti nggak magabut alias makan gaji buta seperti kebanyakan orang-orang lakukan; berangkat, absen, duduk-duduk manis, ngobrol ngalor-ngidul, absen, pulang. Saya lebih suka melakukan hal yang penting daripada ngobrol ngalur ngidul, selain buang-buang waktu juga nambah dosa x))

PEMASARAN DIRI YANG EFEKTIF MELAHIRKAN RESPEK

Di bahasan ini yang tertuang dalam halaman 166-167, dijelaskan bahwa ada banyak orang yang eksis dan berkembang karena memiliki blog. Uang bukanlah intinya. Namun, dengan adanya media blog justru menghubungkan banyak prestasi dan koneksi sepanjang.

Strategi pemasaran diri yang baik harus dimulai dengan minat instrinsik yang dapat menjadi proyek pribadi –proyek yang menunjukkan kelebihan kita. Saat kelebihan kita dimanfaatkan, orang-orang akan mulai respek dengan kita untuk sesuatu yang nyata –sesuatu yang diperoleh.

Setuju banget ama poin ini, dari awalnya punya blog hanya sekedar menyalurkan hobi, siapa sangka blog yang saya miliki (meski sampai sekarang masih gratisan dan abal-abal karena gaptek yang tak kunjung tuntas :p) memiliki banyak manfaat untuk membangun personal branding. Siapa sangka, saya mendapat ratusan buku gratis kiriman penulis maupun penerbit, bahkan seringkali diajak kerjasama untuk baca bareng, giveaway atau blogtour buku terbaru. Semua berawal dari memiliki blog. Jadi, jangan pernah punya blog dengan niatan akan menghasilkan duit semata. Ada banyak yang positif yang bisa kita dapat dari memiliki blog seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Making Ideas Happen

Penulis                                                 : Scott Belsky

Penerjemah                                       : Adi Toha

Penyunting                                         : Benedicta

Penyelaras aksara                            : Lian Kagura, Sheila

Penata aksara                                    : Aniza Pujiati

Perancang sampul                           : Muhammad Usman

Penerbit                                              : Noura Books

Terbit                                                    : Mei 2016

Tebal                                                     : 276 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-385-093-8

2 thoughts on “REVIEW Making Ideas Happen

  1. Keren banget ini kak… tapi jaman sekarang kalau dipikir-pikir orang tuh melakukan sesuatu paling awalnya karena reward-nya dulu. Padahal lebih bener kalau kita kreatif inovatif, kan duit ngalir terus. >.<

    • Nggak juga, di luaran sana banyak banget loh yang berjuang untuk melakukan inovasi & kreatif yang awalnya justru tanpa rasa dibayar, tapi lebih ke passion😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s