REVIEW Berjuang di Tanah Rantau

berjuang di tanah

Mengembara hingga kakimu letih untuk melangkah dan menjelajah hingga dompetmu terlalu tipis untuk mengeluarkan uang. Karena dalam perjalanan, kita akan menemukan keindahan Tuhan. Karena dalam perjalanan, kita akan mencintai kampung halamanmu lebih dari sebelumnya.(hlm. 111)

Hidup di tanah rantau memang bukan perkara mudah. Beda provinsi, pulau, negara, apalagi benua. Keberanian keluar dari kampung halaman untuk hidup di negeri orang adalah sebuah faktor penting untuk maju. Merantau artinya berani meninggalkan kenyamanan rumah dan keluarga, untuk berjuang mencari sesuatu yang ‘belum pasti’ di sebuah tanah asing. Perjuangan untuk berani berhadapan dengan ‘ketidakpastian’ ini yang bisa mengasah jiwa dan raga seorang untuk lebih maju daripada yang tetap bergaul dengan ‘kepastian’ di kampung halaman.

Kurang lebih lima tahun pernah menjalani hidup merantau ke pulau seberang saat masa-masa kuliah. Perjuangan saya merantau sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan cerita-cerita luar biasa dalam buku ini yang memompa semangat untuk hidup yang berguna. Ada tentang para mahasiswa yang berjuang culture shock dii negara lain sampai kisah pilu para TKI yang mengadu nasib ke negeri seberang. Semuanya punya warna tersendiri. Setiap cerita mengandung pesan yang dapat kita petik.

Di setiap kesulitan, selalu akan berakhir dengan kemudahan. Di setiap jalan yang kita lalui, Allah selalu bersama kita.

HADIAH TERBAIK – Ilham Maulana

Beasiswa ke Jerman ini sangat nyata sebagai salah satu hadiah terbaik yang Allah berikan kepadaku. Bukan saja proses wawancara yang sepertinya memang di set sedemikian rupa oleh Allah sehingga aku mampu melewatinya dengan sempurna, meskipun beberapa kejadian berikutnya juga terlihat seperti sebuah skenario Allah yang lagi-lagi seperti sebuah kebetulan. (hlm. 9)

MENGIKHLASKAN CITA-CITA UNTUK ORANG TERCINTA – Elok Halimah

Tidak apa-apa aku gagal melanjutkan sekolah, mudah-mudahan nanti adik-adikku bisa sekolah tinggi. Sekarang aku berusaha menyemangati mereka untuk tekun belajar dan rajin berdoa. Biar aku dan orangtuaku yang bekerja keras untuk membantu masa depan mereka. Aku ikhlas, yang penting orangtua dan adik-adikku nanti bisa mapan. (hlm. 23)

PEREMPUAN YANG MENYERET BMW DI VICTORIA PARK – Sri Lestari

Setiap kegelisahannya bermuara pada renungan-renungan yang dirangkumnya di sesobek kertas atau di belakang buku catatan belanja. Buku yang akan disembunyikannya serta-merta saat majikannya tiba-tiba mendekat atau melintas, takut kalau membuat sang majikan tidak suka. (hlm. 39)

BERJUANG DI IBUKOTA TERDINGIN DI DUNIA – Rinto Priambodo

Ternyata, berjalan di atas jalan yang tertutup es yang licin cukup melelahkan. Rasanya seperti menumpuk jarak dua kali lebih jauh. Setibanya di tempat tujuan, syal yang menutup hidung akan penuh dengan butiran es yang kadang juga menempel di tepi bulu mata. (hlm. 51)

PESONA KERUDUNG HONGKONG – Anna Ilham

Hal lain yang patut kusyukuri semenjak menjadi BMI di Hong Kong adalah keberhasilanku menyekolahkan adik-adikku ke jenjang yang lebih tinggi dari pendidikanku. Aku empat bersaudara, adik pertamaku sekarang sudah berumah tangga. Adik keduaku kerja di sebuah apotek di Surabaya, sedangkan adik bungsuku masih sekolah di SMP kelas satu. (hlm. 70)

DREAM BIG DREAMS – Tessa FilzanaSari

Ini bukan semudah slogan ‘Back to School’ dan bertemu teman-teman sekolah setelah melewati liburan panjang. Saya masuk ke sekolah yang baru, di negara lain, dan bukan bertemu orang Indonesia, melainkan orang-orang Amerika. Kedua, akan lebih mudah masuk ke lingkungan baru selama bahasanya sama. Nah, untuk pertama kali dalam hidup, saya akan menggunakan bahasa Inggris secara penuh sehari-hari, di dalam dan di luar kelas. (hlm. 87)

MELANGKAH HINGGA LELAH – Tussie Ayu Riekasapti

Sungguh ini adalah ibadah puasa terpanjang dalam hidup saya. Kami memulai sahur pukul 2.30 dini hari, ketika orang lain tengah pulas tidur, kemudian dilanjutkan dengan shalat Subuh pada pukul 3.00 pagi. (hlm. 102)

KEMBANG KEHIDUPAN DARI UMI – Ummy Marzudhy

Majikan tak mau tahu seberapa banyak pekerjaanku. Yang dia tahu, semua pekerjaan beres dengan cepat. Aku sudah berusaha. Bahkan, aku hanya bisa duduk ketika makan siang, makan malam, dan ketika sudah jam tidur. Sarapan pun aku lakukan sambil lalu, sambil menangani pekerjaan yang tiada habisnya. (hlm. 118)

BERBAKTI, HARGA MATI – Awiek Libra

Senyum kebahagiaan karena mendapatkan majikan yang baik itu segera berubah menjadi duka yang berkepanjangan. Aku, yang kurang menguasai bahasa utama masyarakat Hong Kong, merasa kesulitan untuk menjalin komunikasi dengan majikan, utamanya sang nenek. (hlm. 134)

BISKUIT ITALIA – Isyana Fadhila

Sebagai mahasiswa yang ingin punya banyak teman, gue selalu berusaha membagi waktu agar tetap bisa jalan-jalan, tetapi nilai-nilai kuliah bagus. Tantangan lainnya, gue agak kesulitan menangkap penjelasan dosen dalam bahasa Italia. (hlm. 149)

GYAKUTEN MARUI HOME RUN – Izmi Aufaa

Allah memang penulis skenario terhebat. Seandainya saja Dia mengizinkankU lulus di Nokodai atau Chibadai, tentu kegembiraan yang kurasakan tidak sebesar ini. Ada kemungkinan juga karena merasa cukup, membuatku malas belajar, aku tidak akan lulus Tokodai. (hlm. 168)

ASA YANG TERPATRI – Emma Vey

Aku berusaha mencari kesempatan agar bisa shalat karena perasaan hati ini selalu kosong dan gelisah. Akhirnya, aku menemukan waktu yang tepat, bangun pukul 02.00 dan menjalankan shalat Tahajud, Hajat, Taubat serta semua wird-wirid sebisaku. Aku menangis dan memohon pertolongan Allah agar tetap bisa bekerja mencari nafkah. (hlm. 173)

Banyak juga kalimat favorit bertebaran dalam buku ini:

  1. Ketika Allah berkehendak, tidak ada yang dapat menghalangi. Dan, rencana Allah sajalah yang akan terjadi meskipun kadang terlihat tidak mungkin sejak awal. (hlm. 8)
  2. Jika kita betul-betul tulus ikhlas bekerja, berusaha, dan berdoa setiap hari, tidak ada mimpi yang tidak bisa terwujud. Tidak ada mimpi yang terlalu besar dan kandas sia-sia. (hlm. 25)
  3. Kerja keras dan doa yang tak pernah putus akan menjawab harapan kita. Mungkin tidak secara langsung untuk kita, bisa jadi melalui anugerah yang diberikan kepada orang-orang yang sangat kita cintai, keluarga kita. (hlm. 31)
  4. Kesuksesan itu dinilai dari seberapa berartinya proses memberikan dampak positif bagi seseorang. (hlm. 42)
  5. Segala sesuatu diawali dengan mimpi. Namun, mimpi tanpa target, hanya akan berakhir di angan-angan. Niat dan usaha akan menyetir arah mimpi tersebut. (hlm. 93)
  6. Ketika para perantau pulau, tidak hanya setumpuk uang yang dibawa, tetapi juga sebuah pengalaman untuk ikut berkontribusi membangun bangsa. (hlm. 122)
  7.  Hidup adalah taman yang indah jika kita menanaminya dengan kembang perjuangan. (hlm. 129)
  8. Buat apa punya mimpi kalau cuma menjadikannya sekedar mimpi, hanya indah ketika kita menutup mata, tetapi buyar ketika kita terbangun dari mimpi itu? Kalau punya mimpi, ya kejar dan berdoa! (hlm. 144)
  9. Kehidupan itu seperti roda yang berputar. (hlm. 156)
  10. Dalam ujian kamu tidak pernah tahu apa yang terjadi. Itu bukan berarti kamu tidak mampu. (hlm. 162)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Berjuang di Tanah Rantau

Penulis                                 : A. Fuadi dkk.

Penyunting                         : Ikhdah Henny & Pritameani

Perancang sampul           : Mega Dian Perkasa

Pemeriksa aksara             : Intan & Titish A.K.

Penata aksara                    : Adfina Fahd

Penerbit                              : Bentang Pustaka

Terbit                                    : 2013

Tebal                                     : 186 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7888-41-8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s