[BLOGTOUR] REVIEW Somewhere Called Home + GIVEAWAY

WP_20160715_027

Manusia adalah kumpulan dari kenang-kenangan yang tertata menjadi satu. Isi kepala manusia mungkin memiliki lebih dari lima puluh persen kenangan. Kenangan bahagia, sedih, marah, semuanya bercampur menjadi satu dan membentuk manusia sejak ia lahir dan tumbuh menjadi dewasa. (hlm. 200)

Menurut Benjamin Murray atau biasa yang disapa dengan panggilan Ben, seorang surfer balsteran Australia – Indonesia, hidup adalah petualangan tanpa henti. Maka dari itu, ketika dirinya mulai terlibat lebih jauh dalam kehidupan seorang gadis bernama Lila yang sedang mencari kakaknya, Ben semakin bersemangat untuk melanjutkan petualangannya. Pertemuan antara keduanya di Pulau Sipora, Sumatra Barat, dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan cukup untuk membentuk perasaan antara Ben dan Lila. Sayangnya, gadis itu tidak mempunyai waktu lagi dalam hidupnya. Di sanalah perjalanan Ben dimulai.

Sebenarnya rasa penasaran Ben sudah mencapai puncaknya sejak ia mulai membaca jurnal keempat Lila. Banyak kata selancar di dalamnya, yang tentunya menarik Ben untuk membuka jurnal tersebut lebih dalam. Jika kakak perempuan Lila menyukai olahraga air itu, pantaslah jika Lila terlihat begitu familiar dengan selancar. Meskipun dia tidak melakukan selancar sendiri, bukanlah minimal Lila akan mencari tahu tentang dunia kakaknya.

Mencari kesenangannya sendiri memang bukan halangan untuk Ben dalam perjalanan kali ini, tetapi apakah bayangan Lila tidak akan pernah muncul dalam benak Ben selama ia melakukan perjalanan ini? Salah. Yang ada, tiap langkah yang Ben ambil, tiap keputusan yang dijalaninya selalu saja dihantui sosok Lila. Menurut Ben, sejak ibu Lila memberikan jurnal-jurnal Lila padanya saat itu, ia menggenggam sebuah tanggung jawab untuk menemukan orang yang Lila cari.

Bukan karena dia takut mengingkari janjinya pada Lila. Ben hanya ingin di sepanjang hidupnya, ini adalah kali kedua dia melakukan sesuatu atas dasar hatinya sendiri. Membantu Lila menemukan Dila dan yang pertama adalah pergi jauh dari tempat yang ia sebut rumah.

“Jadi, sebenarnya apa yang membuat lo ke sini?”

“Ada orang yang membuat gue harus datang ke sini, mungkin juga ke beberapa tempat lainnya.”

“A Woman, perhaps? Sejak kapan Benjamin peduli pada urusan perempuan? Wow! Kalo ada yang bikin lo sampai jungkir balik seperti ini, gue bisa pastikan kalau dia luar biasa!”

“Shut up!”

“Kalo lo travelling cuma bisa mencari orang, lebih baik lo berhenti. You can’t enjoy the trip if there’s such a pressure, Ben. Percaya gue.” (hlm. 56)

Lewat novel ini, kita disuguhi beberapa tempat di Indonesia yang masih asing di telinga tapi sebenarnya berpotensi sebagai tempat yang memesona. Salah satunya adalah Pulau Sipora yang terletak di lepas pantai Sumatera di Indonesia, adalah pulau terkecil dan pulau paling berkembang dari empat pulau di Kepulauan Mentawai. Ibukota kabupaten Kepulauan Mentawai, Tua Pejat, terletak di Sipora. Sekitar 10-15% diperkirakan hutan hujan di pulau ini masih perawan. Di novel ini kita jadi tahu bahwa di pulau Sipora ini terdapat Pantai Mapaddegat yang menarik para wisatawan baik domestik maupun luar negeri terutama yang hobi berselancar.

MENTAWAI

Kemudian satu tempat lagi yang menarik hati di buku ini adalah adanya selipan Pink Beach yang masih termasuk ke dalam Taman Nasional Komodo. Tempatnya seperti dongeng; pasir-pasir bercampur karang yang berwarna merah muda, air warna kehijauan, dan langit biru. Aaakkk…dari dulu nyidam banget ke Lombok!! X))

PINK BEACH

Tanpa kita sadari, penulis menyelipkan tentang serba-serbi traveling, salah satunya adab traveling. Hal ini ditunjukkan pada bab saat Ben berada di Kampung Rinca. Awalnya Ben tidak dianggap saat bertanya ini itu kepada warga. Kenapa? Karena dia tidak berbasa-basi dulu dengan warga, jadi kesannya main nanya langsung. Nah, ini menjadi PR besar bagi yang suka travelling, seringkali karena merasa sebagai turis atau pelancong kurang menghargai dengan keadaan sekitar yang dikunjungi, dan salah satu poin penting adalah beramah tamah dengan warga di tempat kita berada. Padahal jika kita menyuguhkan sikap bersahabat, warga akan menyambut baik, siapa tahu kita sebagai pelancong ataupun turis disuguhi makanan gratis bahkan dapat tempat menginap gratis!😉

Novel ini bukan sekedar traveling tentang sang tokoh semata, tapi sebuah perjalanan yang bermakna karena setelah membaca buku ini kita bisa menemukan apa itu yang disebut rumah; tempat di mana kita akan pulang meski jauh kaki melangkah.

Arti keluarga bisa kita lihat dari sudut pandang Ben maupun Lila. Mereka sama-sama representasi anak dari keluarga broken home dengan permasalahan yang berbeda. Keluarga adalah salah satu kunci utama pembentukan karakter seseorang sampai dewasa kelak.

WP_20160715_010

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jangan pernah berhenti berusaha. (hlm. 9)
  2. Semua orang akan menghilang pada waktunya. (hlm. 24)
  3. Katanya kita nggak boleh menangis ketika orang yang kita sayangi. (hlm. 26)
  4. Bukan jarak yang menjadi ukuran seberapa besar kasih sayang seseorang kepada kita. (hlm. 27)
  5. Nggak gampang mencari seseorang yang kita sendiri nggak tahu keberadaannya. (hlm. 71)
  6. Yang bisa membantu kita adalah diri kita sendiri. (hlm. 128)
  7. Tidak ada orang tua yang tidak merindukan anaknya ketika mereka jauh. (hlm. 133)
  8. Ada tempat terkadang hanya cukup dinikmati dengan duduk diam. (hlm. 149)
  9. Kepergian adalah bagian dari kehidupan. (hlm. 156)
  10. Bukankah kenangan dapat dilupakan dengan menciptakan kenangan baru? (hlm. 213)

Beberapa selipan kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Pada kenyataannya, ketika keahlian tidak digunakan dalam jangka waktu yang sama, dia bisa menghilang juga. Bukan menghilang mungkin, lebih tepat jika disebut terkubur. (hlm. 17)
  2. Nggak perlu cerita kalau kamu nggak nyaman. (hlm. 21)
  3. Bagaimana caranya mencari seseorang yang bahkan belum pernah ditemui sebelumnya? (hlm. 71)
  4. Ini zaman di mana janji dibuat untuk diingkari, sudah bukan zaman kalo lo ingkar janji maka lo akan dipasung. (hlm. 75)
  5. Begitulah wanita. Alibi mereka selalu terdengar kuat dan meyakinkan. Padahal, mereka hanya rindu pada laki-laki. (hlm. 132)
  6. Belajar lebih dulu bukan jaminan lo lebih jago juga kali. (hlm. 216)
  7. Lebih nggak enak mana dibandingkan hidup dengan tanpa arahan? (hlm. 226)
  8. Manusia mereka melihat apa yang ingin mereka lihat, mendengar apa yang ingin mereka dengar. Jadi, jangan terlalu percaya. (hlm. 229)
  9. Jangan terlalu percaya pada siapa saja. (hlm. 229)

Keterangan:

Judul                                     : Somewhere Called Home

Penulis                                 : Dhamala Shobita

Penyunting                         : Avifah Ve

Penyelaras akhir               : RN

Tata sampul                        : Wulan Nugra

Tata isi                                  : Violetta

Pracetak                              : Endang

Penerbit                              : de TEENS

Terbit                                    : 2016

Tebal                                     : 260 hlm.

ISBN                                      : 978-602-391-178-3

WP_20160715_012

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @dhamalashobita. Jangan lupa share dengan hestek #GASomewhereCalledHome dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan? 😉

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GASomewhereCalledHome yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GASomewhereCalledHome ini berlangsung seminggu saja: 1-7 Agustus 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 8 Agustus 2016.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

soBF-cWm

Pengumuman Pemenang Giveaway Somewhere Called Home

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway Somewhere Called Home. Sekali lagi, makasih banyak ya buat semua!😉 #PeyukSatuSatu

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Nama : Uniek Kaswarganti
Twitter : @uniekkas
Domisili : Semarang

Somewhere called home? What kind of home is this?

Seringkali raga kita seolah-olah telah berada pada kondisi ‘been home’. Ya, raga saja. Acapkali si pemilik raga tidak menemukan arti lain dari ‘been home’ itu sendiri selain sebagai ‘nowhere else to be’.

Beberapa kali saya membaca tentang terminologi house dan home yang sangat berbeda secara prinsip. Karena itulah saya penasaran sekali ingin terus menemukan arti ‘home’ dari setiap orang yang telah benar-benar merasakan ‘been home’. Semoga saya beruntung mendapatkan buku keren karya Mb Dhamala Shobita ini.

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Giveaway Somewhere Called Home. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat Kak Dhamala Shobita atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

-@lucktygs-

37 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Somewhere Called Home + GIVEAWAY

  1. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Twitter: @sitasiska95
    Domisili: Gorontalo

    Sejatinya rumah adalah tempat kita pulang dan menemukan kehangatan. Saya sudah 8 tahun jarang pulang ke rumah karena keharusan menempuh pendidikan dan pekerjaan sehingga pulang adalah saat-saat yang selalu saya rindukan. Selama 8 tahun saya tinggal jauh dari orang tua, di tempat-tempat lain saya juga menemukan rumah yang entah bagaimana caranya bukan berasal dari sesuatu yang familier. Beberapa orang yang saya temui, yang senang melancong ke berbagai tempat hanya melakukannya karena ingin mendapatkan view yang bagus untuk diposting ke sosial media. Tapi Ben berbeda. Apalagi ia juga jadi ikut ingin menemukan Dila, kakak Lila. Saya ingin tahu, apakah berbuat sesuatu yang berharga untuk seseorang yang kita cintai juga dapat berarti menemukan rumah tempat untuk berbagi?

  2. Nama : Uniek Kaswarganti
    Twitter : @uniekkas
    Domisili : Semarang

    Somewhere called home? What kind of home is this?

    Seringkali raga kita seolah-olah telah berada pada kondisi ‘been home’. Ya, raga saja. Acapkali si pemilik raga tidak menemukan arti lain dari ‘been home’ itu sendiri selain sebagai ‘nowhere else to be’.

    Beberapa kali saya membaca tentang terminologi house dan home yang sangat berbeda secara prinsip. Karena itulah saya penasaran sekali ingin terus menemukan arti ‘home’ dari setiap orang yang telah benar-benar merasakan ‘been home’. Semoga saya beruntung mendapatkan buku keren karya Mb Dhamala Shobita ini.

  3. Nama : Vena Dwi Masfiyah
    Akun Twitter : @venaquict
    Domisili : Tulungagung – Jatim

    Kenapa pengen buku ini?

    Karena aku suka buku yang mencampur adukkan beberapa unsur. Haha unsur? Iya, unsur hati, logika, dan travelling. Aku setuju kalau hidup itu adalah petualangan tanpa henti. Jadi aku ingin baca novel ini biar ilmu petualanganku bertambah. Beberapa tempat yang ada di novel ini kan ada di daerah Sumatera, aku kurang tau daerah situ, dengan membaca novel ini aku bisa lebih mengenal tempat2 di Sumatera. Dan juga tertarik dengan beberapa adab travelling yang disinggung di novel ini.
    Ini adalah novel yang menarik, semoga aku beruntung ☺

    Pilih aku aja ya mbaaakkkk……..

  4. Nama : Nur Azizah
    Akun Twitter : @zaziizza
    Kota : Makassar
    #GASomewhereCalledHome

    aku pengen buku ini karena saya sangat tertarik setelah membaca sedikit ulasan di atas. sungguh novel yang menarik sekali bagi saya yang suka travelling. saya suka sekali membaca informasi mengenai suatu tempat yang baru. itu membuktikan betapa kaya dan indahnya indonesia dan semakin membuat saya cinta dan bangga terlahir di indonesia. buku ini tidak hanya menunjukkan tempat yang indah, tetapi juga mengajarkan kita dalam beretika selama travelling. saya juga suka membaca mengenai keluarga. saya memiliki teman dengan keluarga dan permasalahan yang beragam. saya berharap dengan membaca buku ini saya bisa berbagi bersama teman saya dengan permasalahan yang sama dan memberi mereka motivasi bahwa menjadi broken home tidak lah selalu terpuruk dengan kesedihan. semoga kali ini saya bisa berkesempatan mendapatkan buku yang bagus ini dan saya siap termotivasi.🙂

  5. Nama: Ainun Mawa’dah Noor
    Twitter: @AmdnLee
    Kota Tinggal: Barabai, Kalimantan Selatan.

    Kalau lagi di toko buku, dan saya disuruh memilih salah satu buku tanpa mengetahui seluk-beluk sinopsisnya, pilihan saya akan jatuh pada SOMEWHERE CALLED HOME.

    Kenapa?
    Cukup dari judul dan covernya, saya sudah jatuh cinta. Novel ini pas banget untuk menemani saya yang akan merantau. Covernya sangat menarik, penuh warna yang manis. Saya kira isinya juga punya hal-hal manis yang harus dipetik.

  6. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    kota tinggal: Serang

    Judulnya sangat menarik “Somewhere called Home”, seperti mengajak pembacanya untuk mencari rumah sejati yang akan dituju. Tema travelling di dalamnya makin menarik karena aku suka saat sebuah buku mengupas tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi, membacanya seakan-akan aku dibawa ke tempat tersebut. Dan ketika sebuah perjalanan/travelling dikemas dalam sebuah cerita dalam hal ini novel, dan dibumbui dengan berbagai kisah di dalamnya, semakin menarik untuk dinikmati.
    Itulah kenapa aku ingin membaca buku ini.

    Wish me luck.

  7. nama: dyana
    twitter : @prastyo_dyanaeka
    kota Samarinda

    ‘somewhere called home’ suatu tempat yang disebut rumah, covernya gambar sebuah jurnal. Reviewnya menceritakan petualangan seorang travelling dari negara lain. Soktauku travelling itu jalan-jalan, yang artinya sedang tidak berada di rumah alias ada di jalan wkkwwk. Bukunya bikin penasaran letak kenyambungan semua ini ada dimana apa hubungannya travelling dengan suatu tempat yang disebut rumah. penasaran banget pokoknya…

  8. Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Twitter: @san_fairydevil
    Kota : Surakarta

    Sejujurnya bisa dibilang ini adalah pertanyaan yang paling enggak aku sukai. Karena kenapa? Soalnya kau sendiri bingung kenapa aku pingin. Aku ikut karena ini:
    1. GRATIS. Siapa yang enggak mau dapet bareng gratis terlebih buku?
    2. Pingin baca ceritanya. Apapun itu. Mungkin nantin ada bagian di dalamnya yang bisa jadi referensi buat aku nulis cerita. Siapa tau kan?
    3. Pingin nambah deretan buku di dalam rak buku. Satu demi satu.
    4. Mau beli buku, waktu lihat dompet isinya mepet padahal listbook-nya masih banyak. Dan belinya ngurutin dari atas. Jadi kalo dapet kesempatan buat ngapus judul buku di listbook lewat GA, kenapa enggak.
    Hehehe😀

  9. Nama: Retno mauli
    Twitter: @retnomauli08
    Kota: Jember

    Pingen baca bukunya..suda ikutan di semua blog, berharap beruntung disini 😊 . Semua buku giveaway pasti semua pada pingin termasut aku, jadi tantang tersendiri buat dapetinnya.

  10. Nama : Naelil M.
    Akun twitter : @Naelil_ID
    Kota Tinggal : Banyuwangi, Jawa Timur

    Aku selalu suka buku yang latar tempatnya itu kental, semisal STPC-nya gagas (setiap tempat punya cerita). Soalnya ini ibarat orang yang pengin jalan-jalan tapi belum punya uang hehehe:mrgreen: Kan kalo baca buku yang latar tempatnya itu dalem, bisa bikin kita seolah pergi ke sono sendiri. Sayang, kebanyakan novel koleksiku itu yang berlatar luar negeri karena ya sepertinya kebanyakan novel (yang aku tahu mungkin) emang gitu. Jadi, tentu saja dengan buku ini aku berkesempatan untuk jalan-jalan “gratis” di dalam negeri. Siapa tahu bisa ke sana😀 Kan pastinya biaya keliling Indonesia lebih murah dibanding keliling dunia *iyalah Plus, baca novel yang ada kaitannya tentang travelling itu lebih seru ketimbang baca buku travel. Jenuh bro… kan kalo ini, kita bisa menyelam sambil minum air. Dapet ilmu travelnya, dapat hikmah hidup tokohnya. Maknyus!😀

  11. Nama : Inten Lanjar Kamulyan
    Akun twitter : @Lyaaan
    Kota : Semarang

    Saya ingin baca novel ini karena saya adalah orang yang jarang berpergian. Saya selalu suka ide utk pergi ke tempat-tempat, tapi belum pernah seberani itu untuk menapaki bumi yang asing. Lewat ulasan dari novel ini, saya merasa perjalanan yang sesungguhnya adalah seperti apa yang dialami oleh Ben (walau belum seutuhnya tahu apa yang Ben lalui).

    Konflik tentang keluarga juga selalu menjadi poin yang selalu saya cari dalam sebuah buku karena saya meyakini, keluarga adalah tempat kita kembali menemukan ‘rumah’.🙂

  12. Nama: Lego Sekar Sari
    Akun Twitter: @legosekars
    Kota tinggal: Jakarta

    Somewhere Called Home. Ditilik dari sinopsisnya, ada beberapa hal yang membuat saya tertarik untuk membaca dan memilikinya.

    Berkisah tentang perjalanan si Tokoh -Ben-, baik fisik maupun hati, membuat pembaca belajar banyak hal. Karena sejatinya hidup ini ialah perjalanan, bukan? Setiap yang terjadi akan memberi makna baru bagi diri. Sebagaimana Ben memaknai setiap langkah yang ia ambil dalam perjalanannya melintasi Indonesia dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Pasti tak sedikit hal menarik yang “menyentuh” hidupnya. Hingga Ben bisa menemukan definisi “home” yang sejati. Pun mengajak pembaca untuk merenungkannya.

    Selain itu, pengemasan cerita oleh penulis lumayan anti-mainstream. Penulis menggabungkan sisi traveling yang menyegarkan pembaca, etika traveling yang menambah wawasan pembaca, konflik keluarga yang pastinya membuat pembaca merefleksikan diri, serta dibumbui romance yang tak pernah membosankan. Inilah yang membuat Somewhere Called Home complete-package. So worth reading!

  13. Nama: Yuria
    Akun Twitter: @lima_doea
    Kota tinggal: Karanganyar

    Sejatinya buku adalah jendela dunia, dengan membaca buku kita bisa melihat dunia dari segala aspek mulai dari kebudayaannya, bahasanya, hingga keindahan alamnya tanpa harus benar-benar berada di tempat tersebut. Novel dengan judul Somewhere Called Home ini membuat saya tertarik karena pasti akan banyak menceritakan tentang sebuah tempat yang pastinya belum pernah saya singgahi, hingga dengan membacanya nati pastinya saya akan mendapat banyak pengetahuan baru. selain itu, sebagai mahasiswa jurusan sastra membaca karya dengan tema “fresh” seperti ini tentu akan menambah referensi saya tentang genre novel di era sekarang.
    kemudian yang juga tak luput dari perhatian saya adalah cover dari buku ini yang menurut saya eye catching sekali. Semoga buku menarik ini bisa menjadi pelengkap rak buku saya bersama dengan novel-novel saya yang lain🙂

  14. Nama: Baiq Rosmala
    Twitter: @baiqrosmala
    Kota Tinggal: Mataram – NTB

    Saya sudah merantau dari tahun 2009-2015 baru merasakan pulang kampung hanya sekali, dan awal tahun 2016 akhirnya saya bisa kembali ke rumah orang tua. Setelah membaca sekilas tentang diskripsi buku Somewhere Called Home di atas, banyak kejadian yang sering saya alami ketika masih di perantauan dulu, dan yang paling sering adalah quote yang ini “Semua orang akan menghilang pada waktunya. (hlm. 24)” dan yang ini: “Jangan terlalu percaya pada siapa saja. (hlm. 229)”. Jadi penasaran sama kelanjutan dan keseluruhan ceritanya… Mungkin akan banyak saya temukan kemiripan lainnya yang ada di dalam buku dengan apa yang saya alami dulu?

  15. Nama : Annisa Rizki Sakih
    Twitter : Annisakih
    Domisili : Batam, kepri

    Saya penasaran membaca karya penulis, Dhamala, yang dari akun twitternya saya ketahui sama-sama berasal dari Riau. Apakah latar belakang budaya, sedikit banyak ada mempengaruhi gaya penulisan novel-novelnya? Karena keseusastraan Melayu biasanya memiliki penulisan kata yang mendayu-dayu dengan diksi indah dan makna mendalam.

    Selain itu, seperti biasa, cara mba Luckty mereview selalu membuat saya penasaran akan akhir kisah perjalanan Ben. Akankah ia berhasil menepati janjinya pada Lila?

  16. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Kota Tinggal : Purwakarta

    Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini. Mudah kan?

    1. Karena buku ini membuat aku bisa melihat makna keluarga dari sudut pandang berbeda (dari anak broken home).

    2. Aku kira kisahnya tentang Lila, tapi ternyata Ben. Aku merasa terkecoh dengan tokoh utamanya saja.

    3. Aku pengen tau apa aja yang Ben dapat dalam perjalanannya yang berdasarkan jurnal Lila.

    4. Apa Ben berhasil menemukan Dila dan menyampaikan maksudnya.

    5. Mungkin setelah aku membaca buku ini aku bisa menemukan makna yang lebih besar dari kata rumah dan keluarga.

    6. Ditambah, tempat yang dikunjungi menunjukkan pesona Indonesia yang sering kali belum terjamah. Jadi makin banyak destinasi wisata yang indah yang wajib dikunjungi.

    7. Aku ingin bertualang bersama Ben menjelajahi keindahan alam Indonesia yang tersembunyi. Meski tidak bisa langsung merasakan, aku yakin bisa membayangkan lewat sebuah tulisan yang membuat rasa penasaranku berkurang dan bertambah sekaligus. *pasti pengen langsung pergi ke sana😀

    8. Semoga aku beruntung kali ini, aamiin🙂🙂

  17. Nama: Rini
    Akun twitter: @Rinitavyy
    Kota tinggal: Kediri

    Sebelum jawab pertanyaan mau ngrapal Doa duluan biar menang, wkwk, Alasanku ingin buku ini, karena pengen tahu lebih banyak tempat di Indonesia yang masih asing di telinga tapi sebenarnya
    berpotensi sebagai tempat yang memesona, terutama Taman Nasional Komodo. Penasaran gimana novel yang dipadukan latar tempat yg unik, yang pasti bagus banget perpaduannya tersebut.

  18. Nama : tri Yunis naini safitri
    Twitter : @yunisnainis
    Kota : way kanan, lampung

    Kenapa aku pengen buku ini ?
    Karna dari judul nya aja udah ada makna yang sangat dalam dan tidak semua orang pernah ngalaminnya #apasihgaje hahah.
    Dan ada kata kata yang bikin aku pengen banget buku ini yaitu TIDAK ADA ORANG TUA YANG TIDAK MERINDUKAN ANAK KETIKA MEREKA JAUH. itu katakata simple tapi makna nya itu bikin sedih terutama aku. Dan satu lagi di buku ini menceritakan adab treveling yang sopan ketika di wilayah / di tempat yang baru . pengen bangettt bacanyaaaa 😊

    Enggak ada uang untuk beli langsung. #deritamahasiswa heheh sok dramatis gini

  19. Nama: Asep Nanang
    Akun twitter: @asepnanang59
    Kota tinggal: Bungo, Jambi

    Saya merasa menemukan secuil hidup saya dalam review novel ini. Membahas tentang rumah tentu akan berkaitan erat dengan orang-orang yang dicintai. Dan berbicara tentang cinta, apakah sebuah rumah masih pantas disebut rumah jika telah kehilangan cinta? Lalu apakah tempat dimana cinta ditemukan dapat disebut sebagai rumah? Dua pertanyaan itu menjadi motivasi bagi saya untuk mendapatkan novel ini.

  20. Nama : Bening pertiwi
    twitter : @Bening_Pertiwi
    kota tinggal : Cilacap, Jawa Tengah

    alasan :
    Sebagai perantau sejak masuk SMA hingga lulus kuliah, ‘home’ atau rumah selalu punya arti tersendiri. Ada kalanya dirindukan, dan ada kalanya ingin dilewatkan. Saya ingin tahu rumah seperti apa yang ingin diceritakan penulis alam buku ini.
    alasan kedua, latar belakang tempat novel ini. Keinginan travelling yang masih susah diwujudkan, paling tidak bisa sedikit terpuaskan dengan membaca tulisan tentang banyak tempat menakjubkan di Indonesia. semoga bisa kesampaian benar datang sendiri ke tempatnya.
    Ketiga, saya ingin novel ini sebagai bahan riset. Saya ingin tahu bagaimana cara menggambarkan sebuah potensi tempat dalam sebuah tulisan yang menakjubkan dan bisa membuat pembaca ingin datang secara langsung

  21. Fatimah
    @Imah_Fatma29
    Yogyakarta
    Suka sekali dengan novel yang memiliki elemen travelling, keluarga, cinta, broken home di dalamnya. Sepertinya menarik sekali dan membaca review mbak luckty membuat aku lebih penasaran lagi untuk membaca samapi tuntas keseluruhan cerita yang dipaparkan dalam novel ini. Ngomong-ngomong tentang travelling, aku suka banget. Apalagi mengunjungi tempat yang berada di Sumatra yang masih terasa asing di telingaku.

    Dalam novel ini, aku suka sekali dengan tokoh Ben. Ben memaknai setiap langkah yang ia ambil dalam perjalanannya melintasi Indonesia dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Pasti tak sedikit hal menarik yang “menyentuh” hidupnya. Hingga Ben bisa menemukan definisi “home” yang sejati pun mengajak pembaca untuk merenungkannya. Ben juga memiliki sifat penolong, dapat dilihat dari paparan mbk Dhamalashobita yang ikut membantu mencari kakak Lila. Akankah berhasil? Lalu apa hubungan Ben dan Lila?

    Selain itu, novel ini bisa dijadikan bahan riset dan referensi untuk menulis novel.

  22. Nama : Awanda Rohma Pertiwi
    Akun Twitter : @wandhapratiwi
    Kota Tinggal : Semarang

    Somewhere Called Home. Hidup adalah petualangan tanpa henti.

    Dalam perjalanannya, Ben dipertemukan dengan sosok Lila yang sedang mencari keberadaan kakaknya, karena itulah Ben ingin membantuya. Dan dari situlah Ben dapat menemukan arti sebuah keluarga. Pengemasan cerita dengan setting tempat yang indah serta penggambaran mengenai perjalanan seorang Ben dalam mencari arti sebuah rumah mampu manambah daya tarik saya untuk membaca novel ini. Apakah Ben akan menemukan jati dirinya dan Lila mampu membuatnya merindukan sebuah tempat yang disebut dengan rumah?

  23. Nama: Sarah Aisyah
    Twitter: @aisyarah03
    Kota: Tasikmalaya

    Alasannya, buku ini bergenre keluaraga, karena tempat ternyaman adalah rumah, dan orang yang mengerti kita adalah keluarga.

    Aku ingin tau ada masalah apa kenapa Ben tidak merasa nyaman di rumahnya, sukanya traveling. Apalagi ini novel ini membahas anak-anak broken home, gimana yang paling terluka dan jadi korban adalah anak-anak. Mereka harus memilih salah satu orangtua, harus berpisah dengan saudara seperti laras agak nyesek juga. Ya meskipun punya saudara, apalagi saudara perempuan selalu berantem, tapi itulah keluarga. Bukan hanya memberikan kebahagiaan, tapi terkadang memberikan luka.

    Selain tema nya, covernya juga manis banget, dan juga bisa sedikit jalan-jalan bersama Ben, mengunjungi tempat baru, meskipun lewat tulisan. Novel ini juga bukan hanya membahas kisah romance doang, tapi terselip makna kelarga, dan traveling nya. Semoga beruntung yah ^^

  24. Nama: Septi Retno Wulansari
    Akun twitter: septiwulansari
    Kota tinggal: Solo, Jawa

    Alasan kenapa ingin membaca buku ini??
    Karena jatuh cinta sama covernya :3
    Tema traveling dan keluarga jadi satu itu salah satu hal yang spesial dari novel ini yang makin bikin penasaran ditambah quotes – quotes yang udah dijabarkan sama Mbak Lucky🙂
    Saya sendiri suka traveling pengen tahu tempat mana saja yang dijelajahi Ben dan pengalaman apa aja yang ia temui selama perjalananya menemukan hal – hal baru, keluarga – keluarga baru atau mungkin cinta yang baru :3
    Ah entahlah, semoga saya beruntung dan bisa segera mengetahui isi novel Somewhere Called Home ini🙂

  25. Nama : Shiela Hartiningtyas
    Twitter : @ruth_shiela
    Kota tinggal : Bandung
    Jawaban :
    Sebagai seseorang yang tinggal jauh dari keluarga, momen-momen ketika bisa berkumpul kembali dengan keluarga tentulah menjadi saat yang paling dinantikan.
    Sayangnya aku (dan juga mungkin teman-teman lain yang tinggal jauh dari keluarga) tidak bisa sering merasakan momen itu.
    Aku hanya bisa pulang ketika hari raya ataupun tahun baru dikarenakan rutinitas yang padat.
    Aku selalu merindukan dan kangen dengan rumah serta keluarga tercinta.

    Membaca sinopsis dari novel Somewhere Called Home ini, aku sempat tertegun sejenak.
    Rasanya semua saat-saat kebahagiaan berkumpul bersama keluarga langsung muncul di dalam kepalaku.
    Orangtuaku yang selalu menyambutku dengan senyuman ketika aku pulang, merasakan kembali masakan buatan mama yang begitu enak, makan bersama keluarga,
    serta momen-momen menyenangkan lainnya yang hadir tersebut secara tidak langsung membuat mataku berkaca-kaca.
    Aku merasakan adanya unsur kekeluargaan yang begitu kental di dalam novel ini.
    Itu sebabnya aku ingin membaca novel ini. Aku berharap lewat novel ini, akan membuatku selalu teringat terhadap pentingnya sebuah keluarga.

    Terima kasih Mbak Dhamala Shobita atas novelnya ini.:)

  26. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Domisili: Bekasi

    Untuk aku yg seumur hidupnya selalu berada jauh dari rumah, aku tahu betul perasaan home sick seperti apa. Apalgi ketika mengingat bhwa di rumah hanya ada ibu seorang tanpa ayah yg sudh tiada. Rasanya perih mengingat beliau di rumah seorang dan pergi mmbanting tulang untuk aku yg merantau mngejar pendidikan.
    Dan kini, setelah masa prjuangan jauh dari orng trsayang sudah hilang, aku ingin merasakan kmbali euforia merindukan rumah dgn sudut pndang yg brbeda dari sang tokoh yg trnyata broken home.
    Benarkah masih ad yg bisa dipanggil “rumah” ketika bhkan orangtua kita sudah brpisah? Itu adl pertanyaan temanku yg mengalami hidup broken home yg sama yg lebih senang brkelana kemna saja asal tidak punya alasan untuk pulang entah ke mana. Aku selalu mlihat persepsi negatif tentang rumah dari dia. Rumah yg sepi, senyap, dingin dan pengap oleh kesepian yg mencekat, rasa2nya lebih baik pergi berkelana sejauh mungkin mnghirup udara bebas yg mungkin bisa mnghilangkan luka di hatinya akibat perpisahan orangtua.
    Meski bgtu aku tahu bahwa tidak ad orang yg benar2 tidak merindukan rumah. Mski mulutnya menolak pulang, aku tahu dialah orang yg paling benar2 ingin pulang ke tempat yg orang lain sebut rumah. Rumah yg dia pikir tidak dia miliki.
    Aku tahu perasaan itu. Rasa sakit dan sedih saat seaeorang jauh dari rumah dgn alasan apapun. Dan aku ingin sekali lagi mlihat sebuah kisah tentang seseorang yg sama dgn temanku, dgn sudut pandang yg mudah2an bisa mengejutkanku.
    Terima kasih.

  27. Nama :Rafika Puspita Sari
    Twitter :@Ra_rafpussa
    Kota :Depok,Jawa Barat
    Alasan kenapa aku pengen baca buku ini
    Aku tertarik dengan sinopsis yang aku baca dari blog ini.Novel ini engga cuma bercerita tentang kisah percintaan antara Lila dan Ben.Novel ini juga mengangkat cerita tentang keluarga.Engga hanya tentang percintaan serta keluarga,novel ini juga menyuguhkan cerita tentang keindahan alam Indonesia.Selain itu,novel ini dibuat dengan sudut pandang cowo,yaitu Ben.Aku jarang nemuin novel yang sudut pandangnya cowo.Aku yakin,pasti banyak banget pelajaran dan pengetahuan yang aku dapetin dari novel ini.

  28. Nama : Prisma Winda
    Twitter : @Prisma_30
    Kota : Jakarta Selatan

    Alasan kenapa pengen baca buku ini?
    Pertama,ini pertama kalinya aku ikut giveaway,karena dari banyak giveway novel tuh gak ada yang bikin aku tertarik sama sekali.
    Kedua,dari covernya udah tertarik banget. Dari sedikit sinopsis yang udah ditulis diatas juga udh tertarik banget.
    Ketiga,aku pengen tau gimana pengorbanan Ben untuk orang yang dia sayang.Trus aku pengen tau endingnya,gmn hubungan Ben sama Lila nanti.
    Keempat,novelnya gak cuma tentang percintaan,dan perjuangan untuk seseorang aja,tapi juga tentang arti penting keluarga.
    Kelima,novelnya juga nge-ekspos tentang tempat wisata traveling yang recommended di Indonesia.Biasanya kan novel jaman sekarang nge-ekspos tentang pesona di luar negeri.
    Jadi semoga di pertama kali ikut giveaway ini aku bisa menang….

  29. Nama: Irmawati
    Twitter: @irmaa_waati
    Domisili: Bandar Lampung
    Alasan: Enggak tau kenapa, aku suka banget sama novel yang berbau “tempat”. Simple sih, aku suka banget jika sebuah cerita, disempurnakan dengan penggambaran tempat yang indah. Sudah pasti dong, jika novel ini pasti sangat tidak seperti novel yang lainnya, karena dari review ini, aku bisa menangkap sedikit cerita tentang “perjalanan” yang tidak mudah, kombinasi petualangan dan hati yang berjuang untuk kembali “pulang”.
    Aku berharap, aku beruntung mendapatkan buku ini agar bisa menuntaskan rasa penasaranku terhadap cerita ini:)

  30. Nama : Della Salsabila
    Twitter : @dellasalsbl
    Domisili : bintaro, jakarta selatan

    Alasan saya ingin baca novel ini karena
    1. Saya adalah seorang pelajar, menurut saya novel ini bisa dijadikan resensi yang sgt bagus karena menyangkut aspek kehidupan sosial juga mengenalkan kita akan tempat2 di indonesia yg menurut saya sgt menarik
    2. Novel ini bisa dijadikan pelajaran hidup, tidak seperti kebanyakan novel romance lainnya yg hanya bikin kita para pelajar dibuat menye2, novel ini menyelipkan pelajaran hidup di dalamnya. Saya sangat tertarik untuk membacanya dan mempelajarinya☺
    3. Seperti judulnya ‘somewhere called home’ rumah itu kan tempat berpulang. saya dibuat sangat penasaran apa sih yg dimaksud rumah di dalam novel ini?
    4. Di novel ini saya akan banyak belajar mengenai pengalaman yg balum saya dapatkan, belajar dari unsur kekeluargaan yg sgt kental di dalam novel ini yg akan mendidik para remaja agar lebih mendalami makna apa sih keluarga?? Jadi tdk hanya cinta2an sajaa tahunya
    5. Saya sangat sangat menantikannya, and thanks to kak dhamala shobita yg telah menciptakan karya yg sgt inspiratif☺☺

  31. Nama: Ana Bahtera
    Akun: @anabahtera
    Domisili: Aceh

    Why I want this book?
    1.Karena ini pemberhentian terakhir dari Blogtour novel ini dan aku berharap mendapatkannya setelah 3 blogtour sebelumnya aku belum beruntung.
    2.Karena Aku suka yang bertemakan rumah dan dari reviewnya aku semakin penasaran dengan arti ‘rumah’ yang dikemas oleh penulisnya
    3.Karena aku ingin menikmati indahnya tempat-tempat baru yang digambarkan dalam buku ini, siapa tau bisa menjadi referensi kota yang harus aku kunjungi
    4.Karena eh karenaaaaaaaa…ingin sekali rasanyaaaaaaaa mendapatkan hadiah dari blog sang ‘pustakawin’

  32. Nama : Hasna Rolina
    Akun Twitter : @HasnaRoslina
    Domisili : Salatiga, Jawa Tengah

    Kenapa saya menginginkan buku ini? Oke, terlepas dari buku ini gratis, saya menyadari bahwa setiap orang di dunia ini pasti memiliki persepsi yang berbeda bahkan terhadap hal kecil sekalipun. Dalam konteks ini adalah “rumah”. Saya ingin mengetahui arti “rumah” yang ingin disampaikan oleh penulis. Rumah itu apa? Rumah itu siapa? Apakah hanya sebuah tempat dimana keluarga Anda tinggal? Mungkin saja rumah adalah kenangan indah sehingga seberapa lamapun kenangan itu telah berlalu kita selalu ingin kembali mengalaminya. Bukankah rumah tempat dimana kita selalu ingin kembali? Apakah ada yang bisa kita sebut sebagai rumah ketika kita menemukan tempat untuk kenbali?

    Semakin banyak pertanyaan maka semakin rumit jawabannya. Membaca berarti menerima, menerima bahwa kita masih perlu belajar dari pengalaman orang lain. Dengan membaca buku saya ingin membuka mata dan pikiran saya tentang bagaimana cara penulis mendeskripsikan arti “rumah”, cara penulis menikmati sebuah perjalanan dan mengambil pelajaran di dalamnya, serta menemukan jawaban mengapa ada banyak jalan menuju Roma dan hanya ada satu jalan pulang.

    Itulah hebatnya sebuah buku, penulis dan pembaca bisa saling memaklumi. Pembaca akan memvisualkan kata-kata sang penulis untuk memahami setiap artinya dan penulis menerjemahkan segala imaginasi hebat di kepalanya lalu menuangkannya ke dalam kata-kata yang mudah dicerna.

  33. Nama : Hasna Roslina
    Twitter : @HasnaRoslina
    Domisili : Salatiga, Jawa Tengah

    Kenapa saya menginginkan buku ini? Oke, terlepas dari buku ini gratis, saya menyadari bahwa setiap orang di dunia ini pasti memiliki persepsi yang berbeda bahkan terhadap hal kecil sekalipun. Dalam konteks ini adalah “rumah”. Saya ingin mengetahui arti “rumah” yang ingin disampaikan oleh penulis. Rumah itu apa? Rumah itu siapa? Apakah hanya sebuah tempat dimana keluarga Anda tinggal? Mungkin saja rumah adalah kenangan indah sehingga seberapa lamapun kenangan itu telah berlalu kita selalu ingin kembali mengalaminya. Bukankah rumah tempat dimana kita selalu ingin kembali? Apakah ada yang bisa kita sebut sebagai rumah ketika kita menemukan tempat untuk kenbali?

    Semakin banyak pertanyaan maka semakin rumit jawabannya. Membaca berarti menerima, menerima bahwa kita masih perlu belajar dari pengalaman orang lain. Dengan membaca buku saya ingin membuka mata dan pikiran saya tentang bagaimana cara penulis mendeskripsikan arti “rumah”, cara penulis menikmati sebuah perjalanan dan mengambil pelajaran di dalamnya, serta menemukan jawaban mengapa ada banyak jalan menuju Roma dan hanya ada satu jalan pulang.

    Itulah hebatnya sebuah buku, penulis dan pembaca bisa saling memaklumi. Pembaca akan memvisualkan kata-kata sang penulis untuk memahami setiap artinya dan penulis menerjemahkan segala imaginasi hebat di kepalanya lalu menuangkannya ke dalam kata-kata yang mudah dicerna.

  34. Nama: Alyani Shabrina
    Akun Twitter: @alyanishab
    Tempat Tinggal saat ini: Semarang

    Jawaban:
    Alasan aku menginginkan buku Somewhere Called Home ini adalah karena udah baca reviewnya dimana-mana *maklumPEJUANG-GiveAway* wkwkwk dan selalu dibuat penasaran sama yang udah nge-review :”)
    Ceritanya juga unik da beda, dan sepertinya banyak teka-teki dibalik kemana perginya saudara Lila. Pengorbanan Ben yang bela-belain cari Dila saudara kandungnya Lila. Trus tentang keluarga mereka berdua yang broken home. Selalu sedih kalau udah denger kata broken home😦
    Buku ini juga worth it bgt buat ak miliki *amin* dan ak baca, terus aku pajang di meja di kamar kos aku😀 covernyaaa keren aku suka bgt sama covernyaa. Selain itu kak lucky bilang klo ini buku yg juga memasukkan unsur traveller nyaaa, dan ak punya impian besar bisa keliling dunia. Walaupun keliling dunianya cuma dari imajinasi pas baca buku ajaa udah seneng banget💙 pengen tau juga tentang surfing-nya. Apakah cuma dibahas di awal atau bakal tetep ada sampe akhir cerita. Karena ak suka liat orang surfing tp ngeri kalau udah ngeliat mereka jatuh dan dimakan ombak ><
    Semoga aku punya kesempatan memiliki dan membaca buku ini. Wish me luck! Hope will be the winner 💙

  35. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali

    Aku salah satu penikmat novel yang ‘kaya’ dalam artian, di novel itu tidak hanya memunculkan kehidupan keseharian tokoh, interaksinya dengan orang-orang disekitarnya, konflik, hingga penyelesaian masalah yang menginspirasi. Di Novel ini, jelas seperti novel perjalanan yang juga menyuguhkan keindahan panorama Indonesia yang lahir di imajinasiku sendiri. Aku belum pernah pergi ke tempat-tempat eksotik di novel ini. Benar-benar baru tau tentang Sipora. Well, sebelum menjejakkan kaki disana, wajib ‘kenalan’ dulu lewat novel ini.
    Btw, aku juga lagi kangen sama rumah. Walaupun di tempatku saat ini, aku juga merasa kerasan dan membuatku menganggapnya sebagai rumah kedua, tapi tak dapat dipungkiri juga aku kangen dengan suasana hangat di rumah dan berkumpul dengan keluarga. Semoga buku ini dapat mengalihkan rasa kangenku sejenak :’)

  36. Nama : Lely Nurvita Sari
    Akun twitter : @LelyNurvita
    Kota tinggal : Medan

    Jawaban :
    Alasan aku ingin baca novel ini karena tokoh Ben itu seperti diriku, yang tak pernah pergi jauh dari rumah. Ditambah lagi, banyak tempat mempesona di Indonesia yang disuguhkan dalam novel ini dan aku rasa ini cocok banget buat aku yg tipe anak rumahan. Ya meskipun tak dapat menikmati tempat2 itu secara live dgn suatu alasan, setidaknya dengan novel ini aku bisa juga merasakan betapa indah dan mempesonanya tempat2 di Indonesia tersebut. Dan terakhir, aku suka tema yg diangkat dalam novel ini yaitu tentang betapa berharganya keluarga dari apapun. I love it. Wish me luck.🙂

  37. Widiyar Mayani
    @WidiyarMayani
    Domisili : Bogor

    Di tengah waktu GA yang akan segera berakhir, saya baru menemukan info GA ini dari google.😀
    Dan alasan kenapa saya ingin membaca buku ini adalah karena saya ingin membacanya, hmmm as simple as it. Saya belum membaca sinopsis mba Luckty tentang buku Somewhere Called Home ini. -Bakal saya baca setelah ini-. Saya baru membaca quote2 dan melihat gambarnya saja. Saya sangat suka. Saya iri dengan orang yang bisa travelling kemana saja, saya iri sama orang yang bisa menjelajahi dunia luas di luar sana. Saya ingin seperti itu, berfoto di tempat keren, bertemu dengan banyak orang baru. Sepertinya menyenangkan.

    Tapi setelah dipikir lagi, ada saat dimana saya juga sangat bersyukur, karena saya bisa tetap dekat dengan keluarga saya. Bisa berinteraksi langsung dengan mereka, dan ini bisa jadi yang dirindukan oleh orang-orang yang sedang berkelana di luar sana. Mungkin saat ini saya masih berpikiran There’s No Place Like Home. Semoga nanti, saya bisa berdamai dengan pemikiran Somewhere Called Home.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s